Beranda blog Halaman 56

ICRP: Cegah Intoleransi di Dunia Pendidikan, Tanggung Jawab Semua Pihak

0

IndonesiaVoice.com | Ketua Umum Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) Prof Siti Musdah Mulia menyayangkan terjadinya kasus pemaksaan penggunaan jilbab terhadap siswa SMA di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), beberapa waktu lalu.

Menurutnya, persoalan ini akan terus berulang jika semua pihak tidak tegas dalam mencegah dan menangani persoalan intoleransi di masyarakat.

“Karena ini persoalan agama, persoalan budaya, sehingga tidak bisa cepat kita mengatasi ini. Terlebih jilbab ini adalah soal keyakinan jadi kita tidak bisa melarang,” kata Prof Siti Musdah Mulia, Selasa (8/8/2022).

Yang harus ditekankan dalam hal ini, kata Siti Musdah Mulia, adalah bagaimana pemerintah dengan segala sumber dayanya mampu menangani persoalan ini dengan serius, sistematis, dan holistik.

Caranya dengan menanamkan nilai Bhinneka Tunggal Ika serta memberi pengertian bahwa tidak ada benturan antara agama dan Pancasila sebagai hasil pemikiran para founding fathers bangsa.

Baca juga: Mentuhankan Isteri, Aliran Kepercayaan Baru di NTT ini Dianggap Menyimpang

 





“Para founding fathers kita sudah sepakat memilih demokrasi bukan teokrasi. Demokrasi itu adalah sebuah sistem, di mana seorang mau menerima dan melihat orang yang berbeda, sehingga tidak boleh ada pemaksaan. Paling tidak pemerintah harus berusaha menunjukkan keseriusannya,” kata Kepala Penelitian dan Pengembangan Lektur Agama, Kementerian Agama ini.

Tidak hanya pemerintah, Musdah juga menilai upaya pencegahan intoleransi di dunia pendidikan harus menjadi tanggung jawab semua pihak untuk memastikan bahwa agama di masyarakat merupakan agama yang inklusif, toleran, dan sesuai dengan Pancasila.

“Jadi kalau mengaku sebagai orang yang beragama, maka kita harus toleran. Toleran itu nggak mesti meyakini dan setuju keimanan agama lain, tetapi dengan legowo menerima bahwa beragama adalah hak mereka atau hak orang lain,” kata wanita pertama yang dikukuhkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai Profesor Riset bidang Lektur Keagamaan ini.

Menurutnya, insiden jilbab di salah satu SMA Negeri itu sebagai sebuah praktik intoleransi yang cukup kontradiktif dengan visi misi dan jargon Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) yang mengusung Merdeka Belajar.

Sebab, sudah seharusnya sekolah menjadi tempat yang nyaman bagi siswa untuk mengembangkan diri dan memahami nilai-nilai kewarganegaraan yang sesuai dengan semangat Pancasila.

Baca juga: Aliran Kepercayaan Tim Doa Alfa Omega Dilarang beribadah





“Katanya Merdeka Belajar, tapi siswa tidak boleh punya pilihan. Sekolah seharusnya mengajarkan saling menghargai, ajari sikap dan karakter sebagai murid itu apa, tugas, dan kewajiban murid, itu yang seharusnya dijelaskan oleh sekolah. Mau pakai jilbab itu baik, tidak pakai juga tidak apa-apa, tidak boleh menghakimi mereka yang berbeda,” kata aktivis yang sangat kritis dalam isu HAM, agama, dan perempuan ini.

Wanita kelahiran Bone, 3 Maret 1958, ini, mengatakan dalam praktiknya masih sering ditemukan oknum yang justru secara tidak sadar menghancurkan nilai toleransi berkedok himbauan.

Menurut Musdah, hal ini menjadi sesuatu yang mengerikan karena terjadi praktik pelabelan dan penilaian buruk terhadap seseorang yang berbeda, bahkan sudah diajarkan sejak dini.

“Kadang oknum menjustifikasi bahwa berjilbab adalah imbauan, tapi di lapangan dalam praktiknya ada sikap tidak menyenangkan, memberi penilaian jelek pada seseorang yang tidak berjilbab, serta pelabelan lain. Itu kan pandangan yang salah dan berbahaya. Karena dalam beragama tujuannya adalah tentang keluhuran budi,” kata mantan Wakil Sekjen PP Muslimat NU ini.

Dirinya juga menilai, pentingnya peran dan kompetensi guru, untuk lebih didorong terkait kompetensi keberagamaannya. Serta bagaimana pemerintah maupun dinas Pendidikan mampu menyusun indikator keberhasilan Pendidikan yang menekankan pada karakter luhur dan budi pekerti siswa baik dalam hal agama maupun bernegara.

Baca juga: MUI Jabar: Pemerintah Tindak Tegas LGBT





“Jadi dalam pendidikan agama tertulis guru-guru agama itu harus membangun kesuksesan keberagamaan, dan salah satu indikator keberhasilannya itu pakai jilbab, ini harus direvisi dan clear. Jadi karakter keberagamaannya yang harusnya didorong,” kata mantan Staf Ahli Menteri Negara Urusan Hak Asasi Manusia Bidang Pencegahan Diskriminasi dan Perlindungan Minoritas ini.

Sayangnya, yang menakutkan adalah di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) justru sudah mengajarkan segregasi, permusuhan, kebencian terhadap yang berbeda.

Parahnya hal itu tumbuh di lingkungan keluarganya yang sayangnya tidak mengerti agama. Oleh karenanya Musdah mewanti-wanti agar semua pihak tidak salah arah.

“Masalah ini tidak bisa kita lepaskan begitu saja sebagai tanggung jawab negara. Masyarakat sipil harus diperkuat literasinya, sehingga terdorong pula tanggung jawabnya,” kata peraih gelar Doktoral bidang Pemikiran Politik Islam dari UIN Syarif Hidayatullah ini.

Perempuan dengan karya-karyanya yang dikenal sangat vokal menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan, prinsip keagamaan yang moderat dan cinta perdamaian ini, juga turut mengapresiasi Kemendikbud Ristek yang sudah sedemikian rupa menyadari pentingnya persoalan Intoleransi yang masuk kedalam 3 Dosa Lembaga Pendidikan yaitu perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi.

Baca juga: Terkait Petisi Tolak LGBT di Unhas, Rektor: Sudah Hentikan, Tak Membangun!





“Sebelum ada 3 dosa besar itu kondisinya sangat mengenaskan, dan baru sekarang kita sadar serta punya keberanian memberantas kasus intoleransi di dunia Pendidikan. Saya bersyukur bahwa ini sudah menjadi wacana publik,” kata peraih Yap Thiam Hiem Human Rights Award (2008) dari Yayasan Pusat Studi Hak Asasi Manusia ini.

(Victor Sibarani)

All The Best Community Bersama Mal Artha Gading Gelar Aksi Sosial Donor Darah

0

IndonesiaVoice.com | All The Best Community bersama Mal Artha Gading (MAG) bersama Artha Graha Peduli, Palang Merah Indonesia, dan Gerakan Dondarela (Donor Darah Sukarela Jakarta Utara) menggelar donor darah di Lantai 1, MAG, Jakarta, Jumat 22 Juli 2022.

Target pendonor saat itu sebanyak 75 peserta, yang berasal dari pengunjung Mal Artha Gading dan All The Best. Turut hadir mendonorkan darah dari All The Best, antara lain, Franklyn Sinay sebagai ketua umum, Ray Kwando sebagai bendahara umum, dan Ronny Piay sebagai dewan penasehat. Sedangkan Sekretaris Umum All The Best, Wenny, belum bisa berpartisipasi donor lantaran setelah diperiksa Hemoglobin (Hb) tinggi.

All The Best adalah komunitas yang punya visi dan misi untuk membangun tali persaudaraan, silaturahmi antar sesama anggota All The Best Community dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial kemanusiaan di tengah masyarakat khususnya wilayah Kelapa Gading dan sekitarnya.

Baca juga: Deklarasi dan Pelantikan Pengurus All The Best Community Periode 2022-2025





All The Best yang dideklarasikan di Dapur Kincir MAG, Jakarta, 23 Juni 2022 ini dipimpin oleh Ketua Umum Franklyn Sinay. Perlu diketahui All The Best sebelumnya telah menyelenggarakan beberapa acara aksi sosial.

Adapun Tim Donor ATB yang terlibat adalah Theo Pupela, (LMK Kelapa Gading), Harry Arthur (RW Kelapa Gading), Binsar Tambunan (Konsultan Pajak), M Ali dan Awan Umbu.

Sebagian besar team merupakan Anggota Bidang 3 Organisasi, Pengkaderan, SDM & Rekruitment ATB Community dengan Ketua Bidang Helmy Avulina (Angie) yang merupakan Entrepreneur Wanita, pemilik Badan Usaha bergerak dibidang General Trade, Suppliers and Services.

Baca juga: Ribuan Perempuan Berkebaya Indonesia Penuhi Area Car Free Day, Ada Apa?





Ketua Panitia, Theo Pupela menjelaskan tujuan diadakannya donor darah yang merupakan kegiatan aksi sosial pertama yang dilakukan oleh All The Best komuniti dengan pihak Mal Artha Gading.

Pada momen Donor Darah ini, All The Best Community turut serta memberikan sumbangsih besar dalam Bulan Dana PMI. Bantuan Bulan Dana PMI diserahkan langsung dari Ketum ATB Community Franklyn Sinay kepada Wakil Camat Kelapa Gading DTM Rahmat.

Usai aksi sosial donor darah, Ketua Bidang 5 (Bidang Dana dan Investasi) Hendy Ong yang juga Owner Dapur Kincir menjamu peserta donor dengan menyiapkan hidangan makanan sehat berupa kacang hijau dan lain-lain.

(Pit)

Diminta Warga Yang Ingin Perubahan, Agus Butarbutar Akan Maju Sebagai Calon Bupati Mamasa di Pilkada 2024

0

IndonesiaVoice.com | Diminta oleh para warga yang inginkan perubahan, Agus Butarbutar akan maju sebagai Calon Bupati Mamasa, Sulawesi Barat, pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 melalui jalur independen.

Agus yang berprofesi sebagai seorang advokat dan pengusaha restoran ini menilai, selama 12 tahun terakhir, Kabupaten Mamasa seperti daerah yang terisolir.

“Pasalnya, hampir tidak ada pembangunan di kabupaten tersebut, baik pembangunan infrastruktur maupun pembangunan sumber daya manusianya (SDM),” beber Agus saat ditemui di PIK 1, Jakarta, Minggu (17/7/2022).

“Bandara yang baru dibangun saja ditutup tak beroperasi. Sinyal handphone susah nyaris tak ada, saya kalau mau bertelepon mesti ke kota, jalan-jalan rusak berat,” imbuhnya.

Baca juga: Ketum PMTI Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Lumbaa Nobar Film Walking Dead Tomate, Cerita Mayat Berjalan di Toraja





calon bupati mamasa

Akibat infrastruktur yang tak memadai seperti jalan yang rusak, berlumpur dan berair, lanjut Agus, perekonomian pun tidak berjalan. Selain itu, banyak pasar dibangun asal ada karena dibangun di wilayah yang tidak padat penduduk seperti Pasar Lakahan, Pasar Tabulahan, Pasar Tandukkalua dan Pasar Barakbarak. Akibatnya, pasar-pasar itu kosong penjual dan pembeli.

“Yang paling aneh lagi, ada pasar yang lama sejak dahulu malah ditutup, dipindahkan ke tempat lain dan lokasi bekas pasar tersebut dibangun patung Kerbau yang menurut saya tidak ada gunanya. Mematikan peredaran uang karena sebuah patung, itu cara berpikirnya bagaimana ya,” tegasnya.

Akibat jeleknya infrastruktur jalan, jembatan dan lainnya, menurut Agus, potensi pendapatan kas daerah dan pertumbuhan ekonomi warga Mamasa melemah bahkan mati.

“Mamasa memiliki potensi daerah pariwisata unggul. Pemandangan pegunungannya indah nan sejuk, ada air terjun terbaik kedua di dunia di Mamasa. Kopi Toraja yang terkenal itu ya dari Mamasa,” jelasnya.

Baca juga: Menhan Prabowo Beri Kuliah Umum di UKI Toraja





Menurut pemilik Rumah Makan Abbjud di kota Makassar ini, terpuruknya Mamasa karena salah kelola pemerintahan. Program-program yang direncanakan dan sudah dianggarkan tidak berjalan, APBD tak jelas kemana larinya.

“Kabupaten Mamasa itu bisa besar jika semua anggaran dan rencana kerja dari unsur dinas-dinas yang ada dijalankan dan tidak melakukan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN). Selama 12 tahun ini Mamasa bukan semakin maju malah semakin terpuruk. Saya beberapa kali mendatangi dan bersurat ke KPK dan Kejagung agar turun ke sana melakukan audit atau pemeriksaan. Saya mencium dugaan kuat adanya penyelewengan anggaran kas daerah,” jelas suami dari Juniar Panjaitan ini.

Oleh karena itu, lanjut Agus, jika dia terpilih menjadi Bupati Mamasa, hal pertama sekali yang ia lakukan adalah meminta kepada KPK atau Kejagung untuk melakukan pemeriksaan sebelum ia menerima serah terima jabatan laporan program dan keuangan.

“Dan saya akan mengedepankan akuntabilitas dan transparansi dalam kepemimpinan saya sebagai Bupati Mamasa,” tegasnya.

Baca juga: Ventilator, HFNC dan PCR Tidak ada, dr Heber B Sapan: Penanganan COVID-19 di Tana Toraja dan Toraja Utara di Bawah Standar





Agus memilih jalur independen atau perseorangan sebagai Bakal Calon Bupati (Bacabup) Mamasa agar tidak terpenjara oleh kepentingan partai politik.

“Saya mau sebagai Bacabup Mamasa karena diminta oleh masyarakat, khususnya oleh masyarakat gereja. Mereka pilih saya yang bukan orang asli Mamasa karena menurut mereka lebih baik orang luar daripada orang asli Mamasa karena sudah terbukti selama puluhan tahun tidak ada perubahan terhadap Mamasa,” tutur Agus yang lahir di Makassar keturunan etnis Batak ini.

Keyakinan Agus maju sebagai Bacabup Mamasa karena mendapat dukungan dari warga gereja.

“Orang Kristen 80 persen di Mamasa tetapi kenapa selalu orang dari saudara kita muslim yang jadi Bupati di sana,” tandas anggota jemaat Gereja Toraja Mamasa (GTM) ini.

Baca juga: Milenial Toraja Gelar Diskusi Bedah Programme for International Student Assessment





Untuk diketahui, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, lahir pada 10 April 2002 berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 2002 yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Polewali Mamasa, Sulawesi Selatan seiring pemekaran terbentuknya Provinsi Sulawesi Barat.

Kabupaten Mamasa memiliki 17 Kecamatan dengan jumlah penduduk lebih dari 183 ribu jiwa. Memiliki jarak 340 Km dari kota Makassar, Sulsel, mayoritas penduduk Mamasa beretnis Toraja. Di sanalah yang terkenal tentang kebudayaan kuburan dalam bukit etnis Toraja.

Keindahan alam Mamasa yang memiliki Air terjun terindah kedua di dunia ini bisa menjadi daerah destinasi pariwisata unggul di Sulawesi Barat, sayangnya keunggulan itu tidak diberdayakan oleh pemerintah setempat.

“Jika diizinkan sebagai Bupati Mamasa, saya akan bangun kolam pemandian air panas, memperindah dan bikin nyaman tempat-tempat objek wisata potensial. Saya akan promosikan air terjun terindah kedua di dunia itu secara masif pun dengan hasil perkebunan, utamanya Kopi Toraja yang sudah terkenal kualitasnya,” pungkas Agus yang memiliki slogan “Mamasa Bangkit, Maju” dalam pencalonannya sebagai Bacabup nanti.

(Sumber: Majalah Spektrum/Victor)

Batak Music Concert “Danau Toba in Harmony” Bakal Digelar di Balai Sarbini 

0

IndonesiaVoice.com | Batak Music for The World kembali menggelar Batak Music Concert bertajuk “Danau Toba in Harmony, Let the Batak Speak” di Balai Sarbini, Jakarta, 22 Agustus 2022.

Konser kali ini akan menghadirkan para musisi yakni Mauro Goia, Harry Anggoman dan Korem Sihombing. Sedangkan para penyanyi yaitu Lea Simanjuntak, Mega Mauro, Erick Sihotang, Cassandra, Danka Sihombing, Style Voice dan RNB Trio.

Founder Batak Music for The World, Indra Jaya Sihombing, ketika diwawancarai di Jakarta, Jumat, (8/7/2022) mengatakan, “Setelah tiga tahun terkena pandemi Covid-19, kita coba kumpul kembali untuk menyelenggarakan konser musik Batak dengan lagu-lagu kontemporer dan beberapa lagu khas Batak.”

Baca juga: Peran Tika Panggabean dan Boris Bokir di Film Ngeri Ngeri Sedap, Kupas Konflik dan Intrik Keluarga Batak





“Tujuan diadakannya konser ini adalah kita ingin membangun konser musik dan lagu Batak yang berkarakter,” imbuhnya.

Indra Jaya Sihombing menguraikan lembaga Batak Music for The World didirikan dan melakukan konser pertama pada tahun 2006. 

“Cita-citanya sederhana, kita berkeinginan musik Batak itu dikenal secara profesional melalui penyelenggaran konser yang diatur dengan baik,” kata Director Unlimited Media Partners ini.

musik batak
Founder Batak Music for The World Indra Jaya Sihombing

Baca juga: Film Ngeri Ngeri Sedap Tayang 2 Juni Dimainkan Sejumlah Komedian, Ternyata Menguras Air Mata





Terkait tema “Danau Toba in Harmony, Let the Batak Speak”, Indra menjelaskan Batak itu kekuatannya di lagu yang bersumber di sekitaran Danau Toba.  

“Buat saya, Danau Toba adalah sebuah harmoni. Keindahan alamnya ada disitu, budayanya dan adat istiadatnya kuat. Sebetulnya orang-orang Batak itu super adat. Makanya kalau ada yang disebut paradat, berarti sopan satunnya tinggi. Cara mereka berkomunikasi dengan alam dan sesama manusia bagus sekali. Itulah namanya harmoni. Dan semua itu bersumber dari danau toba. Dari situlah mereka menyebarkan harmoni kemana-mana, ada yang ke Silindung, Humbang, Samosir, dan lain-lain. Itulah Danau Toba in Harmony. Semua kebaikan di sekitar Danau Toba ini kita satukan dalam sebuah lagu yang harmoni,” kata dia.

Indra mengajak khususnya para generasi muda Batak untuk datang menonton. Apalagi tiketnya ada yang dijual murah mulai dari Rp. 200  ribu, Rp. 350 ribu, Rp. 500 ribu, Rp. 750 ribu dan Rp. 1 juta. 

Baca juga: Pesan Luhut Pandjaitan kepada GMKI dan GAMKI: Berbuat Baiklah, Karena Jejak Digital Tidak Akan Pernah Hilang

 




“Mau nggak kita menjadi bagian dari komunitas musik Batak. Kita sendiri yang harus lestarikan untuk generasi berikutnya. Ya kalau nggak mau, siapa lagi yang meneruskan. Ini memang tantangan bagi penyelenggara musik Batak. Nggak murah, mahal loh. Mesti ratusan juta kita keluarkan. Jadi kalau kita tak mau beli tiketnya, maka konser musik Batak akan terpinggirkan, nggak akan masuk ke tengah kota,” pungkasnya. 

Indra yang juga menciptakan Lagu Batak “Horas Marunjuk” ini menambahkan, dalam konser ini juga akan mengapresiasi sebuah lagu yang sudah lama tidak dinyanyikan. 

“Kalau tidak ditampilkan di konser, bisa hilang loh lagu itu. Seperti lagu karya Ismail Hutajulu. Jadi kita mengingatkan ulang lagu-lagu Batak bahwa ternyata ada juga lagu Batak yang keren. Kita naikkan kembali ke atas lagu-lagu tersebut ,” tandasnya.

Terpilih Ketum FKPD PD, Dr (HC) Subur Sembiring Dukung Total AHY di Pilpres 2024

0

(IndonesiaVoice.com) Dr (HC) Ir M Subur Sembiring terpilih aklamasi sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat (DPP FKPD PD) dalam Kongres II yang digelar di Swiss-bel Hotel Kemayoran, Jakarta, Senin Malam (4/7/2022). 

Sebelumnya, Subur Sembiring adalah Plt Ketum FKPD PD menggantikan Almarhum Ventje Rumangkang. 

Kongres yang dihadiri 34 DPD ini mengangkat tema “Semangat satu menyongsong perubahan politik 2024, bangkitnya anak bangsa”.

Dalam sambutannya, Subur Sembiring menjelaskan Kongres kali ini selain memilih ketua umum, juga membahas tentang program kerja kedepan dan rekomendasi yang ditujukan untuk internal Partai Demokrat dan FKPD PD. 

Melihat perkembangan Pilpres 2024, Subur mengamati terjadinya beberapa koalisi. Ada Koalisi Indonesia Bersatu yaitu Golkar, PAN, dan PPP. Juga ada koalisi Gerindra dengan PKB. Sedangkan PDIP bisa usung sendiri. 

“Maka Partai Demokrat, Nasdem dan PKS kemungkinan besar bisa koalisi. Dimana Demokrat sangat optimis untuk memperjuangkan putra dan kader terbaiknya yaitu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), setidaknya sebagai Calon Wakil Presiden RI dan diupayakan berpasangan dengan Anies sebagai calon presiden,” jelasnya. 

“Dalam kesempatan safari politiknya, AHY diterima pemikirannya dan sangat ramah, Mas AHY sangat pantas mewakili generasi milenial untuk tampil dalam Pemilu 2024,” tambah dia. 

Usai terpilih, Subur berharap  seluruh deklarator kembali lagi untuk bersama-sama membesarkan Partai Demokrat. 

“Kita akan sosialisasi totalitas dan memperkenalkan sosok AHY, generasi milenial yang pantas dan layak menjadi pemimpin 2024. Kami akan rapatkan barisan satu suara untuk deklarasikan AHY di Pilpres 2024. Tidak ada lagi yang berbeda pendapat tentang AHY, Kita satukan suara menangkan AHY jadi pemimpin nasional 2024,” tandasnya. 

(Vic)

 

UKI Berhasil Raih Akreditasi Unggul dari BAN PT

0

IndonesiaVoice.com || Universitas Kristen Indonesia (UKI) meraih peringkat akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), berdasarkan Keputusan BAN-PT No.304/SK/BAN-PT/Akred/PT/VI/2022. Pencapaian terbaik ini merupakan bukti bahwa UKI mengedepankan mutu dalam pelaksanaan pelayanan pendidikan tinggi.

Rektor UKI, Dr Dhaniswara K Harjono, SH, MH, MBA, dalam jumpa pers di Ruang Rektorat UKI, Kamis (30/6/2022) mengatakan, “Pada tanggal 28 Juni 2022, kami mendapat berita sukacita dengan berhasilnya UKI meraih akreditasi Unggul. Dengan predikat ini, kami ingin berbuat yang lebih baik lagi sehingga memberikan manfaat masyarakat, bangsa dan negara. Setelah memperoleh akreditasi Unggul, kami berusaha mempertahankan dan meningkatkan mutu SDM yang kami miliki, juga sarana, prasarana yang kami miliki.”

Dhaniswara melanjutkan, UKI telah melakukan berbagai lompatan, antara lain, membuka Kantor Urusan Internasional pada tahun 2018. Juga, kolaborasi dengan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) ditingkatkan untuk mendukung Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). “UKI memberikan kesempatan mahasiswa untuk magang atas kerja sama dengan DUDI dan pemerintah daerah,” ujarnya.




Baca juga: Berbagi Takjil di Bulan Ramadhan, Ketua IKAFAH UKI 2000: UKI Ada Untuk Sesama

Visi UKI yakni menjadi perguruan tinggi yang bermutu, mandiri dan inovatif dalam bidang Tridharma Perguruan Tinggi di Indonesia dan Asia sesuai nilai-nilai Kristiani dan Pancasila pada tahun 2030, menurut Dhaniswara, akan diwujudkan dengan kerja keras dan kolaborasi. Terakreditasi unggul adalah salah satu perwujudan visi tersebut.

“Selain perolehan akreditasi unggul dari BAN-PT, awal tahun ini ada empat program studi yang memiliki akreditasi internasional. Akhir tahun 2021, ada tiga fakultas yang laboratoriumnya memperoleh ISO 9001:2015,” beber dia.



Baca juga: Parkindo Dukung Pembentukan Provinsi Tapanuli dan Universitas Negeri Tapanuli Raya

Mengingat keberadaan UKI yang selalu menjawab kebutuhan bangsa, terutama dalam pembukaan program studi baru, Dhaniswara menyampaikan beberapa program studi yang telah dipersiapkan untuk dibuka ke depannya. “UKI akan memastikan program studi yang akan dibuka adalah yang dibutuhkan masyarakat. Salah satunya program studi yang berkaitan dengan teknologi,” imbuhnya.

Sementara Wakil Rektor bidang Akademik dan Inovasi, Dr Hulman Panjaitan, SH, MH, menambahkan Akreditasi Unggul menunjukkan pertanggungjawaban UKI untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakat.

“Hal ini tidak terlepas kolaborasi dari seluruh sivitas academika UKI dengan peningkatan kualitas SDM dan peningkatan kualitas sarana prasarana,” pungkasnya.



Baca juga: Sampaikan Kuliah Umum di PKKMB Universitas Trilogi, Ketua MPR: Pentingnya “Vaksinasi” Ideologi Kebangsaan

Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Dr rer pol Ied Veda Rimrosa Sitepu, SS, MA, menjelaskan kiprah para alumni UKI yang berada dimana-dimana tidak saja telah menjadi kebanggaan UKI, namun juga perwujudan keunggulan.

Menurutnya, UKI menaruh perhatian penting bagi pembinaan kemahasiswaan agar calon lulusan UKI akan dapat segera berkiprah di dunia kerja. Berbagai kegiatan kemahasiswaan untuk meningkatkan kompetensi diadakan agar alumni UKI memiliki daya saing. Kerja sama dalam negeri dan luar negeri juga ditingkatkan, terutama untuk kepentingan mahasiswa.

“Di era MBKM, para mahasiswa memiliki kesempatan untuk belajar luar kelas atau kampus. Dan UKI akan terus berupaya membuka kesempatan itu kepada mahasiswa dalam rangka menciptakan generasi unggul untuk Indonesia,” tandas Ied Veda.

(Vic)

Deretan Artis Papan Atas Bermain Film Komedi SUKA DUKA BERDUKA

0

IndonesiaVoice.com || Vidio dengan konsisten menghadirkan beragam tayangan lokal yang menghibur serta berkualitas bagi pecinta film dan series tanah air. Bekerja sama dengan Rapi Films dan Kalyana Shira Films, Vidio kembali menghadirkan Original Series terbaru dengan genre drama komedi satire pada Suka Duka Berduka.

Dibintangi oleh Jihane Almira, Ersa Mayori, Luna Maya, Tora Sudiro, Oka Antara, Atiqah Hasiholan, Samudra Taylor, Krisjiana Baharudin, Shalom Razade, Ayushita, Jajang C Noer, Shafira Umm, Anyun Cadel, Mbok Tun, dan sederet bintang papan atas lainnya.

Vidio Original Series Suka Duka Berduka disutradarai oleh Andri Cung dan Nia Dinata, yang juga menulis bersama Agasyah Karim dan Khalid Kashogi.

Baca juga: Film Ngeri Ngeri Sedap Tayang 2 Juni Dimainkan Sejumlah Komedian, Ternyata Menguras Air Mata





Bercerita tentang kehidupan keluarga Afan yang merupakan keluarga terpandang di Ibu Kota. Rauf Afan, 77 tahun, ditemukan oleh Istri mudanya Lilis (Atiqah Hasiholan), telah meninggal dunia karena serangan jantung, setelah berturut-turut menyantap sate kambing, durian dan bir dingin.

Untuk menghormati mendiang almarhum, pengajian pun dilakukan secara rutin pada hari ketiga, hari ketujuh dan hari ke empat puluh. Disinilah berbagai cerita dan emosi bermunculan.

Satu persatu anak cucu dan saudara Rauf Afan, yaitu Mitha (Ersa Mayori), Ella (Luna Maya), Rasyid (Oka Antara), Paul (Tora Sudiro), Naumi (Jihane Almira), Ipung (Krisjiana Baharudin), Vano (Samudra Taylor), Indri (Ayushita) dan NJT (Jajang C Noer) silih berganti memberi rentetan kejutan yang kental komedi.

Baca juga: Peran Tika Panggabean dan Boris Bokir di Film Ngeri Ngeri Sedap, Kupas Konflik dan Intrik Keluarga Batak





Diawali dengan perselisihan mengenai warisan, Ipung yang tak henti membuat ulah, NJT hadir dengan ribuan kisah masa lalu yang fantastis, Rasyid yang penuh misteri hingga Paul yang ingin menjadi Gubernur Jakarta.

Berbagai konflik pun terjadi berujung pada serangkaian peristiwa yang mendebarkan, mengharukan, menghasilkan tangis paling keras namun juga mengundang tawa yang paling lepas. Gambaran sebuah keluarga yang dapat menemukan esensi Suka dan Duka dalam Berduka.

Menurut Nia Dinata, “Eksplorasi kreatif dalam tim di Suka Duka Berduka sangat kompak, mempelajari dan mengeksplorasi emosi manusia saat berduka berpotensi kuat menjadi drama, tetapi sebenarnya ada sisi sisi komedi dalam ruang ruang di saat keluarga besar berkumpul.”

Baca juga: Ketum PMTI Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Lumbaa Nobar Film Walking Dead Tomate, Cerita Mayat Berjalan di Toraja





Sementara Tia Hendani sebagai Head of Original Productions Vidio mengutarakan, “Vidio Original Series Suka Duka Berduka, merupakan salah satu judul original series yang dapat dikatakan berbeda dan sangat unik jika dibandingkan dengan berbagai judul lainnya yang sudah kami rilis.”

“Vidio Original Series Suka Duka Berduka akan membawa penonton menyelami kisah suka dan duka sebuah keluarga konglomerat saat sedang mengalami kedukaan,” tambahnya.

Situasi ini, lanjut Tia, membuat seluruh anggota keluarga berkumpul yang menjadi sumber dari berbagai drama dan konflik yang ada. Tapi karena dari sisi dialog dan pengadeganan dirancang sebagai komedi satir, series ini akan sangat menghibur dan memancing tawa.

Baca juga: Dianggap Hina Profesi Satpam, ABUJAPI Somasi Opera Van Java





“Meski series ini dibalut dengan berbagai drama dan konflik, Suka Duka Berduka tetap dapat membawakan rasa kehangatan sebuah keluarga. Sehingga saat menontonnya, audiens akan merasa sangat relevan dengan yang terjadi di kehidupan mereka” imbuhnya.

“Komedi Tragedi Keluarga adalah topik yang jarang diangkat, kami memproduksi Suka Duka Berduka dengan sepenuh hati, membentuk teamwork yang kuat dan dinamika kerjasama dengan Kalyana Shira Films sangat terbuka. Sebuah proses kreatif yang progresif. Semoga hasilnya bisa memberikan alternatif tontonan untuk publik.” Ujar Sunil Samtani, produser dari Vidio Original Series Suka Duka Berduka.




Vidio Original Series Suka Duka Berduka akan tayang mulai 7 Juli 2022, sebanyak 8 episode, eksklusif hanya di Vidio. Episode pertama dan kedua dapat disaksikan secara GRATIS di aplikasi Vidio, untuk menonton episode selanjutnya konsumen dapat berlangganan Vidio Premier Platinum mulai dari 15 ribu rupiah. Konsumen dapat mengunduh dan install aplikasi Vidio di smartphone Android dan iOS di Apple Store atau Google Store serta dapat diakses juga melalui website www.vidio.com.

Deklarasi dan Pelantikan Pengurus All The Best Community Periode 2022-2025

0

IndonesiaVoice.com || Deklarasi dan pelantikan Pengurus All The Best Community Periode 2022-2025 berlangsung penuh hikmat dihadiri oleh para pejabat pemerintah daerah setempat yang digelar di Dapur Kincir, Mall Artha Gading, Jakarta, Kamis (23/6/2022).

Ketua Panitia Franky Latuheru, dalam laporannya menjelaskan, tujuan deklarasi dan pelantikan All The Best Community adalah memberikan legalitas bagi seluruh pengurus supaya mulai dapat secara efektif dalam mencapai visi dan misi sebagaimana yang telah disepakati bersama. “Juga menjadi ajang sosialisasi saling memperkenalkan diri antara pengurus dan organisasi lainnya,” ujarnya.

Deklarasi All The Best Community ditandai dengan pembacaan naskah oleh Rudolf Tampubolon, selaku Dewan Pembina. Berikut petikan deklarasinya:

“Bahwa Undang – undang dasar negara Republik Indonesia tahun 1945, dengan tegas Menjamin kebebasan berserikat, berkumpul dan mengemukakan pendapat dimuka umum merupakan hak konstitusional setiap warga Negara.

Bahwa dengan kesadaran akan tanggung jawab sebagai bagian dari warga masyarakat dalam turut menciptakan generasi yang potensial, inovatif serta memiliki kreatifitas tinggi.

Bahwa All The Best Community memberikan diri sebagai wadah penyiapan dan langkah awal dalam pembentukan generasi muda maupun masyarakat umumnya yang berkepribadian mandiri, maju dan senantiasa berpikir positif.

Bahwa pembentukan komunitas ini tidak dimaksudkan untuk berafiliasi dengan partai politik dan Ormas manapun, serta bersifat mandiri dan imparsial.

All The Best Community merupakan sebuah gerakan kemasyarakatan dengan maksud-maksud positif yang dilatarbelakangi oleh rasa saling menghargai perbedaan- perbedaan yang ada.

Bahwa All The Best Community merupakan suatu komunitas yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia

Dan atas pertolongan Tuhan Yang Maha Esa dan dengan rasa tulus dan ikhlas maka dengan ini kami sepakat menyatakan dengan resmi berdirinya All The Best Community serta bersama-sama berhimpun didalamnya.”





Usai pembacaan deklarasi, Tossy Tatipata sebagai Dewan Pembina, membacakan Surat Keputusan Nomor : 01/DP/BP-ATB//SKP/2022 Tentang Pengesahan Badan Pengurus All The Best Community untuk periode 2022-2025.

Pelantikan Pengurus All The Best Community ditandai dengan penyerahan pataka organisasi dari Tossy Tatipata, mewakili Dewan Pembina, kepada Ketua Umum All The Best Community Franklyn Sinay yang disaksikan oleh seluruh pengurus dan anggota yang hadir. Dilanjutkan kemudian pembacaan Ikrar pengurus yang dipandu oleh Sekretaris Umum All The Best Community Wenny Steve Rumintjap.

Ketua Umum All The Best Community, Franklyn Sinay, dalam pidatonya, mengutarakan dibentuknya komunitas ini bermula dari seringnya pendiri berkumpul dan berdiskusi tentang berbagai hal mulai dari generasi muda, bisnis dan hal lain berkaitan berbagai peristiwa, khususnya di Wilayah Kelapa Gading dan sekitarnya.

“Lalu tercetuslah sebuah komunitas sebagai salah satu wadah bagi para anggota untuk mengekspresikan diri secara positif tanpa ada sekat-sekat perbedaan suku agama dan ras dan golongan. Menindaklanjuti hal itu, kemudian para pendiri merumuskan All The Best Community,” imbuhnya.

Baca juga: Deklarasi Calon Ketum KNPI, Ryano Panjaitan Usung Visi Activistpreneur





Franklyn melanjutkan, dilihat dari namanya maka All The Best Community memiliki arti komunitas untuk segala yang terbaik.

“Bukan berarti All The Best Community berisi orang yang sempurna. Bahkan sebaliknya dengan segala keterbatasan dan kekurangan komunitas ini tetap berkeinginan memberikan sumbangsih yang terbaik bagi warga pada umumnya, dan khususnya bagi warga Kelapa Gading,” tegas dia.

Franklyn menjelaskan Visi dan Misi All The Community adalah membangun tali persaudaraan, silaturahmi antar sesama anggota All The Best Community dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial kemanusiaan di tengah masyarakat khususnya wilayah Kelapa Gading dan sekitarnya.

“Dari visi misi dapat memberikan dan gambaran kenapa dan untuk apa komunitas ini didirikan. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya sebagai Ketua Umum All The Best Community, kiranya dapat saya emban dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Baca juga: IMDI Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim 





Camat Kelapa Gading Darmawan, dalam sambutannya, mengucapkan, “Saya atas nama Pemerintahan Kecamatan Kelapa Gading sangat menyambut adanya organisasi ini All The Best Community. Selamat kepada ketua umum dan jajarannya semoga bekerja dengan sebaiknya sesuai dengan visi misi.”

Ucapan selamat juga datang dari Danramil 06 Kelapa Gading, Mayor Arm Sidik. “Selamat atas deklarasi pada malam ini, semoga sukses. Kepada ketua umum dan jajaran pengurus lainnya kami ucapkan selamat atas pelantikannya dan diberikan kemudahan dalam menjalankan tugas. Kami dari Koramil siap mendukung kegiatan yang dilakukan oleh All The Best Community,” katanya.

“Harapan kami All The Best Community ini bisa dirasakan keberadaannya di masyarakat Kelapa Gading ini sehingga lebih dikenal di masyarakat, selamat bekerja,” imbuh Sidik.

Sementara Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Vokky Herlambang Sagala, yakin dan percaya dengan didirikannya All The Best Community bisa mendukung Kelapa Gading lebih kondusif.

Baca juga: Respon KSP Terkait Tuduhan Pemerintah Ancam Kebebasan Berekspresi





“Komunitas ini kiranya bisa berbuat yang terbaik untuk kemanusian dan komunitas ini lahir juga kelak inovasi yang baik,” ujar lulusan Akpol 2010 yang baru menjabat Kapolsek Kelapa Gading baru tiga minggu ini.

Sedangkan Ketua Bidang 3 (SDM, Pengkaderan dan Organisasi) Helmy Avulina (Angie) menambahkan, khusus rekruitmen anggota yang berada di bawah bidangnya, sampai momen deklarasi dan pelantikan ini sudah terhimpun sekitar 100 anggota All The Best Community.

“Selain rekrutmen anggota, bidang 3 ini juga bersinergi dengan bidang 2 Pelaksanaan Aksi Sosial dan Anggota komunitas Halal Bihalal serta semua bidang Gelar Acara Deklarasi dan Pelantikan Pengurus All The Best Community,” tandasnya.




Berikut susunan Dewan Pengurus All The Best Community Periode 2022-2025:

DEWAN PEMBINA :

1. Tossy Tatipata
2. Rudolf Tampubolon
3. Ronny Piay

KETUA UMUM :
Franklyn Sinay

SEKERTARIS UMUM :
Wenny Steve Rumintjap

BENDAHARA UMUM :
Ray Kwando

BIDANG 1 :
Kabid : Hendrik Jonathan
Wakabid : J u n a

BIDANG 2 :
Kabid : Elke Ngantung
Wakabid : Kavina Anggota

BIDANG 3 :
Kabid : Helmi Avulina (Angie)
Wakabid : Binsar Tambunan

BIDANG 4 :
Kabid : Franky Latuheru
Wakabid : Anton

BIDANG 5 :
Kabid : Hendy Ong
Wakabid : Andi Thung

Ribuan Perempuan Berkebaya Indonesia Penuhi Area Car Free Day, Ada Apa?

0

IndonesiaVoice.com || Ribuan Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) dan Pertiwi Indonesia menggelar acara jalan santai Berkebaya di sepanjang jalan Sudirman, Minggu, (19/06/2022).

Acara ini diadakan sebagai bentuk dukungan untuk mendaftarkan kebaya ke UNESCO sebagai warisan budaya tak Benda asal Indonesia.

Jalan santai bertajuk CFD (Car Free Day) Berkebaya tersebut dimulai dari halaman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset & Teknologi, dan berakhir di Bundaran Hotel Indonesia.

Sebanyak 2500 peserta mendaftar secara online, baik secara pribadi maupun dari berbagai organisasi perempuan.

Baca juga: 76 Tahun Merdeka, Nasib Perempuan Indonesia?





“Dalam Kongres Berkebaya Nasional yang diadakan PBI tahun lalu, antara lain diusulkan soal Penetapan Hari Berkebaya Nasional dan Pendaftaran Kebaya ke Unesco. Karena itu perlu kita adakan berbagai kegiatan untuk menggaungkan keberadaan kebaya ke dunia dan membangun kecintaan pada busana peninggalan nenek moyang kita ini,” kata Ketua Umum PBI Rahmi Hidayati dalam keterangan persnya, Minggu (19/6/2022).

CFD Berkebaya, lanjut dia, adalah langkah awal untuk mulai bergerak soal pendaftaran ke Unesco tersebut.

“Perlu waktu yang lumayan panjang, mulai dari kajian ilmiah mengenai sejarah kebaya, pembuatan dokumentasi soal kebaya, sampai memproses pengajuan melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan,” pungkas Rahmi.

Baca juga: GERAK Perempuan Tuntut Penuntasan Pelanggaran HAM dan Perkosaan Massal Mei 1998





Untuk menggaungkan gerakan tersebut melalui acara CFD Berkebaya, PBI berkolaborasi dengan Pertiwi Indonesia.

Organisasi perempuan yang memiliki cabang di berbagai daerah di Indonesia ini mendukung dan berkomitmen untuk ikut menggaungkan upaya pelestarian kebaya ini.

Ketua Umum Pertiwi Indonesia, Antarina F Amir mengatakan, “Kolaborasi dengan berbagai organisasi pecinta budaya Indonesia ini penting dilakukan agar budaya luhur yang diwariskan turun temurun oleh bangsa kita tetap terjaga kelestariannya dan dapat dikembangkan untuk membangkitkan kebanggaan, kecintaan pada tanah air dan menjadi pengikat persatuan serta kerukunan dalam masyarakat.”

Baca juga: Peringatan ‘Cancer Day’ 2018, Komunitas Perempuan akan Serukan Deteksi Dini Kanker Dari Lapas Wanita





Jalan kaki bersama dengan berkebaya, menurut dia, dipilih sebagai bentuk penyampaian aspirasi tersebut sekaligus mengingatkan bahwa kebaya adalah pakaian khas dan busana sehari-hari perempuan Indonesia yang dapat dikenakan dalam berbagai waktu dan kesempatan sejak jaman nenek moyang oleh berbagai kalangan termasuk perempuan muslimah yang memadukannya dengan pemakaian kerudung.

“Tradisi berkebaya dipadu berbagai kain khas Indonesia bukan saja akan mengasah kecintaan pada tanah air, namun juga akan memberikan kontribusi penting kepada para pengrajin di dalam negeri serta peningkatan ekonomi UMKM dari hulu ke hilir” tambah Ketua Bidang Budaya Pertiwi Indonesia, Miranti Serad.

Peserta mulai berkumpul di halaman Kemendikbud pkl. 06.00 WIB dan kegiatan jalan kaki dimulai pukul 07.00 WIB. Setelah pembukaan dengan rangkaian acara antara lain menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Tarian Sirih Kuning. Panitia mengelompokkan peserta menjadi kloter per 200 orang yang akan mendapat pengawalan tim panitia bersepeda.

Baca juga: Wow, Perempuan Ini Tak Pernah Tidur Selama 40 Tahun 





Panitia juga menyediakan pos kesehatan di empat titik sepanjang rute Kemendikbud – Bundaran HI lengkap dengan tim medis, dokter dan perawat serta ambulans. Di titik-titik ini juga disediakan air mineral.

Program Jalan Santai Berkebaya ini rencananya juga akan diselenggarakan di berbagai daerah lainnya di Indonesia agar kegiatan berkebaya dapat lebih menyebar di seluruh nusantara.

Film Ngeri Ngeri Sedap Tayang 2 Juni Dimainkan Sejumlah Komedian, Ternyata Menguras Air Mata

0

IndonesiaVoice.com || Film Ngeri-Ngeri Sedap mulai tayang pada 2 Juni 2022 di bioskop. Jangan terkecoh, meski film ini banyak diperankan sejumlah komedian, ternyata ceritanya lebih banyak menguras air mata daripada membuat perut terpingkal-pingkal karena gelak tawa. Apalagi sentuhan lagu-lagu melankolis Batak yang diaransemen musisi Viky Sianipar akan membuat para penonton termehek-mehek.

Itulah gambaran singkat kisah film tersebut usai wartawan harianSIB.com, mengikuti Press Screening and Conference Film Ngeri Ngeri Sedap yang digelar Epicentrum XXI, Rasuna Said, Jakarta, Rabu (25/05/2022). Dalam film ini harianSIB.com tercantum sebagai media partner.

Film perdana garapan Rumah Produksi Imajinari bersama Visionari Film ini mengangkat kisah keluarga yang hangat dan kental dengan kultur Batak.

Baca juga: Peran Tika Panggabean dan Boris Bokir di Film Ngeri Ngeri Sedap, Kupas Konflik dan Intrik Keluarga Batak





Sutradara yang juga Penulis Film Ngeri Ngeri Sedap, Bene Dion Rajagukguk mengutarakan meski dibalut dengan kultur Batak, film ini tetap bisa dinikmati secara luas.

“Film ini menceritakan tentang keluarga, yang kebetulan keluarganya ini keluarga Batak. Sedikit gambaran, ketika syuting kru kami paling Bataknya 20 persen. Tapi ketika adegan sedih, semua menangis. Jadi tidak serta merta Batak banget,” ujarnya.

Bene melanjutkan, pemilihan kultur Batak ini juga memiliki misi tersendiri. “Salah satunya adalah mencoba menyajikan keindahan alam Danau Toba agar semakin banyak orang yang datang kesana dan dapat memajukan pariwisata di Sumatera Utara. Apalagi Danau Toba saat ini merupakan satu dari 5 destinasi super prioritas di Indonesia,” pungkasnya.

Baca juga: Ketum PMTI Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Lumbaa Nobar Film Walking Dead Tomate, Cerita Mayat Berjalan di Toraja





Sementara Produser Film Ngeri Ngeri Sedap, Dipa Andika mengatakan Film Ngeri Ngeri Sedap juga ingin memajukan potensi lokal. Karenanya, dalam proses produksi, ikut melibatkan potensi lokal.

“Film ini selain hampir 100 persen syuting di wilayah Danau Toba, juga mengoptimalkan lebih dari 100 orang dan sumber daya yang ada disana, termasuk pemain dan kru. Bahkan, beberapa pemain dan kru yang dari ibukota pun seperti pulang kampung, karena kota kelahirannya dari sana,” imbuhnya.

Film yang dibintangi oleh Arswendy Bening Swara Nasution, Tika Panggabean, Boris Bokir Manullang, Gita Bhebhita Butarbutar, Lolox, dan Indra Jegel, siap hadir dan membuat penonton menangis dan tertawa bersama.

Baca juga: Kemendag Genjot Andaliman Lebih Dikenal Dunia





Dari sisi pemain pun sudah tak sabar menunggu film ini tayang. Karena para pemain yakini ada banyak orang yang berhubungan dengan nasib anak-anak di film ini. Entah itu nasib anak sulung, kedua dan ketiga atau justru merasa senasib dengan anak bangsa di film Ngeri Ngeri Sedap.

“Ada loh yang kayak begini, seperti ini. Sebagaimana Domu, karakter saya di film ini yang bahunya paling berat,” ujar Boris Bokir.

Sementara Tika Panggabean (berperan sebagai Ibu Domu) menambahkan cerita di film ini benar-benar akan mengingatkan betapa pentingnya keutuhan sebuah keluarga.

Baca juga: Kermahudatara dan LABB Adakan Survei Moratorium Pembentukan Provinsi Tapanuli 2021





“Keluarga adalah fondasi utama, kalaupun ada konflik dalam keluarga, ya sekali keluarga tetap keluarga, itu yang bisa diambil kira-kira dari film ini,” tandasnya.

Setelah menonton Film Ngeri Ngeri Sedap ini dapat digambarkan dalam tiga tahap alur cerita yang tersirat dalam judulnya. Ngeri pertama, Orangtua Domu sepakat bersandiwara seolah-olah ingin bercerai agar anak-anak mereka pulang kampung. Ngeri kedua, setelah bersandiwara ternyata Ibu Domu malah ingin betul-betul berpisah dengan suaminya. Sedap (happy ending), Orang tua Domu tak jadi berpisah.