Beranda blog Halaman 58

Paritas Institut Dukung Berantas Mafia Tanah di Sumut

0

IndonesiaVoice.com || Konflik pertanahan yang kerap terjadi di Sumatera Utara mendorong pertemuan online masyarakat Desa Rambung Baru, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang dengan Kantor Staf Presiden (KSP) dan Sinode Gereja Batak Karo Protestan (GBKP). 

Pertemuan tersebut dilaksanakan Kamis (7/4/2022) yang dihadiri Tenang Tarigan dan Pdt Sri S br Ginting mewakili masyarakat, Sahat M Lumbanraja dan Imanta Ginting dari Kedeputian 2 KSP, Pdt Jenny Keliat yang mewakili Moderamen Sinode GBKP serta Pdt Penrad Siagian sebagai Direktur Paritas Institut. 

Dalam keterangan tertulisnya, Paritas Institut menyebutkan konflik tanah di Sumatera Utara memang terbilang cukup tinggi. Sepanjang 2020 saja tercatat tidak kurang dari 30 titik konflik yang berarti meningkat dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 23 titik konflik. 

Baca juga: Respon KSP Terkait Tuduhan Pemerintah Ancam Kebebasan Berekspresi



Presiden Joko Widodo bahkan sampai mengeluarkan pernyataan melalui Kepala Staf Presiden, Moeldoko, pada Oktober setahun silam. 

Dalam pertemuan itu, utusan masyarakat mengatakan konflik tanah yang melibatkan masyarakat dengan pihak pengembangan ditengarai melibatkan mafia-mafia tanah. 

Saat ini saja masyarakat Desa Rambung Baru sedang berjuang mempertahankan tanah milik warga yang diambil alih pihak swasta. 

Baca juga: KSP: Penanganan Pandemi Covid-19 Merujuk pada Darurat Kesehatan Covid-19



Menanggapi hal tersebut pihak KSP menyatakan pihaknya terbuka untuk setiap aduan masyarakat dan berjanji untuk mempelajari semua aduan. 

“Kami akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terutama Badan Pertanahan Negara untuk menyelesaikan setiap kasus”, ujar Sahala Lumbanraja. 

Hal ini, menurutnya, sejalan dengan komitmen Presiden Joko Widodo dalam pemberantasan mafia tanah. 

Baca juga: Peran Orang Tua dalam PJJ Cegah Potensi Generasi Loss Learning Saat Pandemi



Harus diberantasnya mafia pertanahan juga disampaikan Direktur Paritas Institut Pdt Penrad Siagian yang memediasi pertemuan tersebut. 

Konflik tanah, menurutnya, selalu menjadikan masyarakat sebagai korban dan hampir pasti dikalahkan oleh kekuatan modal. 

“Kita tidak bisa tinggal diam melihat tanah masyarakat dirampas. Itu merampas hak dan kemanusiaan masyarakat. Hal itulah yang mendorong Paritas Institut menjembatani dialog masyarakat dengan KSP dan Sinode GBKP,” imbuh Penrad. 

Baca juga: 400 Organisasi Relawan Deklarasi “2024 Setia dan Tegak Lurus Jokowi”, Tak Ada Kaitan 3 Periode



Sementara itu Pdt Jenny Keliat yang mewakili Moderamen sinode GBKP menyatakan dukungan GBKP terhadap pemberantasan mafia tanah dan penyelesaian sengketa tanah.

IMDI Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim 

0

IndonesiaVoice.com || Dewan Pimpinan Pusat Insan Muda Demokrat Indonesia (IMDI), salah satu sayap partai yang menjadi lumbung kader-kader Partai Demokrat, menggelar buka puasa bersama sekaligus memberikan santunan kepada anak yatim dari Panti Nurul Huda di Rumah Putih, Jakarta, Rabu (6/4/2022).

Ketua Umum DPP IMDI Dr Michael Wattimena SE, MM, mengucapkan syukur IMDI dapat silaturahmi kembali melalui buka puasa bersama anak-anak yatim dari Panti Nurul Huda dan tausiah dan doa yang dibawakan oleh Ustadz Deden.

Baca juga: Tanggapan Ketum IMDI Michael Wattimena Atas Keempat Kalinya Pengadilan Tolak Gugatan Kubu Moeldoko



“Kami meminta kepada Pak Ustadz untuk mendoakan para pemimpin bangsa ini supaya dapat berjalan dengan baik. Kiranya segala kegelisahan dan keresahan yang terjadi di masyarakat dapat teratasi akhir-akhir ini. Akibat meroketnya berbagai kebutuhan pokok dan energi, dimana bensin pertamax sudah naik, ditambah lagi terdengar kabar sekitar bulan Juli dan September, menurut Pak LBP (Luhut Binsar Panjaitan), bensin pertalite dan gas elpiji 3 kg juga akan naik. Sebab jika harga bensin pertalite naik akan berdampak pada kebutuh pokok lainnya yang akan turut naik. Mari kita sama-sama berdoa,” .

Ketua Dewan Pembina DPP IMDI yang juga Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya MT juga mengucapkan syukur IMDI dapat kembali bersilaturahmi dalam bulan Ramadhan puasa yang terus sejak 16 tahun lalu ini. 

Baca juga: Pesan AHY Kepada BMW Dalam Kongres Ke-1 IMDI



“Terima kasih, Kita semua dalam semangat sama untuk membangun bangsa ini melalui sayap Partai Demokrat, IMDI. Sudah banyak ukiran tinta biru yang diukir oleh kader-kader IMDI untuk membangun bangsa baik di tingkat kota maupun pusat. Semoga IMDI kedepan semakin dan sukses menjadi pabrik kader demokrat dan juga menghasilkan pemikiran karya-karya terbaik untuk bangsa ini,” pungkasnya.

Hadir juga dalam buka puasa bersama tersebut, antara lain, Sekjen DPP IMDI Muslim SH, MM, dan Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief serta Calon Ketua Umum DPP KNPI Ryano Panjaitan.

Pangdam Mulawarman Dukung GAMKI Gelar Apel Kebangsaan di Titik Nol IKN Nusantara

0

IndonesiaVoice.com || Panitia Nasional Dies Natalis ke-60 GAMKI bertemu Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Teguh Pujo Rumekso di Markas Kodam VI/Mulawarman pada Rabu, (6/4/2022).

Dalam pertemuan, Sekretaris Umum DPP GAMKI Sahat Martin Philip Sinurat menjelaskan tentang tujuan pelaksanaan Apel Kebangsaan dan Dies Natalis ke-60 GAMKI yang dipusatkan di Kalimantan Timur.

“GAMKI melaksanakan Dies Natalis dan Apel Kebangsaan sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah yang melakukan pemindahan IKN Nusantara ke Kalimantan Timur. Juga meneruskan harapan dan aspirasi dari masyarakat untuk ikut merasakan pembangunan dan pengembangan IKN,” kata Sahat, dalam keterangan tertulisnya, seusai pertemuan dengan Pangdam VI/Mulawarman, Rabu, 6 April 2022.

Baca juga: Pesan Luhut Pandjaitan kepada GMKI dan GAMKI: Berbuat Baiklah, Karena Jejak Digital Tidak Akan Pernah Hilang



Sahat menyampaikan, rencana awal dari panitia, Apel Kebangsaan akan dilaksanakan di Balikpapan karena panitia menduga lokasi Titik Nol IKN Nusantara masih dalam kondisi pengamanan.

“Ternyata tadi dalam pertemuan, Pangdam menyampaikan Apel Kebangsaan dapat dilaksanakan di Titik Nol. Tentunya ini sangat kami harapkan dan kami mengucapkan terima kasih untuk respons positif dari Pangdam,” ujarnya.

Rencananya, lanjut Sahat, Apel Kebangsaan akan diikuti 500 peserta dari organisasi kepemudaan lintas agama. Para peserta juga sebagian merupakan perwakilan dari GAMKI setanah air.

Baca juga: Ini 6 Butir Ikrar dan Kebulatan Tekad Relawan dan Pendukung Militan Presiden Jokowi Sampai 2024



“Kita mendukung penuh pemindahan IKN sebagai salah satu wujud pembangunan Indonesia sentris. Artinya ada pemerataan, pembangunan tidak lagi dipusatkan di Jawa tapi benar-benar nyata untuk seluruh Indonesia,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Pangdam Mulawarman didampingi oleh Aster Kasdam Kol Arm Rama Hendarto Budhiyanto, Asintel Kasdam Kol Deni Sukwara, dan Kabintaldam Kol Inf T Bayu Wahyu.

Bersama Sekum DPP GAMKI, turut hadir Ketua Bidang Organisasi Keanggotaan Alan Ch Singkali, Ketua Umum Panitia Nasional Pdt Elmun Rumahorbo, Sekretaris DPD GAMKI Kalimantan Timur Daniel Abadi, dan Pdt Charles.

Baca juga: 400 Organisasi Relawan Deklarasi “2024 Setia dan Tegak Lurus Jokowi”, Tak Ada Kaitan 3 Periode



Pangdam Mulawarman Teguh Pujo Rumekso merespons positif rencana tersebut dan mengajak GAMKI untuk melaksanakan Apel Kebangsaan langsung di Titik Nol IKN Nusantara – Kabupaten Penajam Paser Utara, di lokasi acara Ritual Kendi Nusantara yang digelar Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

“Saya menyarankan Apel Kebangsaan yang dilaksanakan GAMKI bersama pemuda lintas agama nanti langsung di Titik Nol IKN, di lokasi kegiatan Presiden bersama Kepala Daerah Se-Indonesia kemarin. Agar lebih terasa hikmat untuk ikrar Apel Kebangsaan, tolong dipersiapkan panitia sebaik mungkin. Nanti akan kita bantu juga persiapan lapangan, bersama Bapak Kapolda Kaltim. Ini kegiatan sangat positif, pasti kami dukung penuh,” imbuhnya.

Baca juga: Pesan Luhut Pandjaitan Untuk GAMKI: Jadi Anak Muda yang Berkarakter



Ketua Umum Panitia Nasional, Pdt Elmun Rumahorbo menambahkan, “Dengan penuh semangat, dari GAMKI menyatakan siap karena ajakan Bapak Pangdam sangat menjawab keinginan dan rencana awal dari Panitia untuk melaksanakan Apel Kebangsaan di Titik Nol IKN Nusantara.”

Mahfud MD: Sabam Sirait Layak Jadi Pahlawan Nasional

0

IndonesiaVoice.com || Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM (Menkopolhukam) Mahfud MD menilai figur Tokoh Nasional Sabam Sirait layak menjadi pahlawan nasional.

“Sabam Sirait layak, secara materi, untuk menjadi pahlawan nasional. Beliau adalah tokoh nasional yang mencerminkan keberagaman bangsa sekaligus punya komitmen tinggi untuk mengabdikan keberagaman itu bagi kepentingan bersama yaitu bangsa dan negara,” ujar Mahfud MD dalam Seminar Nasional bertajuk ‘Sabam Sirait Dalam Berjuang Bagi Demokrasi dan HAM di Indonesia’ yang digelar Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) di Gedung Nusantara IV Kompleks MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Senin (28/3/2022).

“Agama boleh berbeda, suku boleh berbeda, namun tetap berpegang teguh pada orientasi dan tujuan bersama demi kepentingan bangsa dan negara. Pak Sabam Sirait ada dibarisan ini,” tegasnya.

Baca juga: Pengesahan Perubahan Kedua UU Otsus Papua Dianggap Inkonstitusional, MRP dan MRPB Tarik Sengketa Lawan Presiden



Menurut Mahfud, Orang-orang sering menyebut Sabam sebagai politisi gaek. “Politisi gaek itu tua dan ampuh. Di Jawa, gaek itu tua, sakti dan berwibawa. Karenanya, beliau mampu bertahan di tiga rezim yang berbeda karena konsisten merawat dan menjaga keutuhan negara RI,” jelas dia.

“Banyak peran yang dilakukan oleh beliau. Hari ini kita bicara perannya dalam berjuang bagi demokrasi dan HAM. Ini penting,” imbuhnya.

Lebih lanjut Mahfud menguraikan persyaratan menjadi pahlawan nasional. Pertama, sudah meninggal. Kedua, ikut berjuang meraih kemerdekaan. “Dulu waktu sebelum merdeka, setelah berjuang dan meninggal itu disebut pahlawan,” ujarnya.

Baca juga: Pesan Luhut Pandjaitan kepada GMKI dan GAMKI: Berbuat Baiklah, Karena Jejak Digital Tidak Akan Pernah Hilang



Ketiga, mengisi kemerdekaan, dengan tetap menjaga kesatuan dan keutuhan agar negara dan bangsa itu maju. Bagi yang telah menjaga kelangsungan negara ini sesudah merdeka dengan sungguh-sungguh membangun negara dan memberikan perlindungan hak asasi manusia melalui prinsip dan mekanisme demokrasi. Orang-orang yang sudah bekerja dibidang ini, berarti sudah ikut berjuang untuk mempertahankan Indonesia. Begitu juga, bagi orang-orang yang berjuang di bidang lainnya.

“Nah, Bapak Sabam Sirait adalah seorang tokoh yang banyak dimensinya. Tapi hari ini kita bicarakan soal perannya di dalam demokrasi dan perlindungan HAM. Menjaga demokrasi itu penting. Pak Sabam ini ada di tiga rezim (zaman), mulai dari orde lama, orde baru dan orde reformasi, terus sampai hayatnya berkiprah di demokrasi. Ini penting mengenang Sabam Sirait dalam situasi seperti ini,” tandasnya.

Menkopolhukam Mahfud MD ketika diwawancarai dalam Seminar Nasional bertajuk “Sabam Sirait Dalam Berjuang Bagi Demokrasi dan HAM di Indonesia” yang digelar Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) di Gedung Nusantara IV Kompleks MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, Senin (28/3/2022).

400 Organisasi Relawan Deklarasi “2024 Setia dan Tegak Lurus Jokowi”, Tak Ada Kaitan 3 Periode

0

IndonesiaVoice.com || Sekitar 13 ribu Relawan Militan Jokowi yang terhimpun dalam 400 organisasi di 34 Provinsi dan 32 negara di luar negeri, dengan penuh antusias mengikuti Deklarasi “2024 Setia dan Tegak Lurus Bersama Jokowi” yang digelar secara hybrid dan terpusat di Kawasan Cikini, Jakarta, Selasa, 22 Februari 2022.

“Deklarasi ini sangat penting sekali untuk meneguhkan kembali arah perjuangan kita Relawan Militan Jokowi untuk bangsa kita tercinta di bawah Komando Presiden Jokowi,” jelas Silfester Matutina, SH, yang juga Ketua Umum Solidaritas Merah Putih (Solmet) ini.

Silfester juga menegaskan deklarasi hari ini tidak ada kaitannya untuk mendukung Presiden Jokowi 3 Periode. “Untuk 3 periode saya pikir saat ini kami tidak masuk ke ranah itu. Dan Presiden Jokowi sendiri beberapa kali menolak (3 periode). Kami deklarasi bukan untuk itu (3 periode),”
imbuhnya.

Baca juga: Ini 6 Butir Ikrar dan Kebulatan Tekad Relawan dan Pendukung Militan Presiden Jokowi Sampai 2024



Silfester melanjutkan, usia kepemimpinan Presiden Jokowi baru memasuki 2 tahun 4 bulan. Itu berarti masih ada waktu 2 tahun 8 bulan lagi hingga berakhirnya masa jabatan presiden pada 20 Oktober 2024.

“Dalam kurun waktu yang mepet tersisa 2 tahun 8 bulan diharapkan semua Program dan Janji Kampanye Presiden Jokowi diselesaikan dengan sukses demi terwujudnya Indonesia Maju,” urainya.

“Apalagi di tengah perjuangan presiden dan jajarannya mewujudkan Indonesia Maju, bangsa kita dilanda Pandemi Covid-19, merebaknya paham radikalisme dan merosotnya perekonomian nasional,” tambah dia.

Baca juga: Jelang Pelantikan Presiden Jokowi, Relawan Jokowi Gelar Konsolidasi Sikapi Memanasnya Suhu Politik



Bukan itu saja, kata Silfester, di tengah perjuangan Jokowi memimpin Indonesia selalu diganggu oleh orang-orang yang notabene adalah pembenci Presiden Jokowi.

Mereka ingin Presiden Jokowi gagal apalagi juga mereka adalah bagian dari kaum radikal pendukung berdirinya Negara Khilafah yang bermaksud menggantikan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 tercinta.

“Yang disayangkan juga saat ini ada segelintir Relawan Jokowi bukannya mendukung kesuksesan Presiden Jokowi memimpin hingga 2024, tapi malahan mulai genit dan terpecah mendukung beberapa capres untuk Pilpres 2024. Padahal, berkali-kali dalam pernyataan Beliau (Jokowi) minta relawan untuk tidak terlalu dini dan terburu-buru mendukung siapapun,” imbuh dia.

Baca juga: Aliansi Relawan Jokowi akan Gelar Halal Bihalal Berikan Santunan Anak Yatim



Bahkan, ujar Silfester, Presiden Jokowi pernah menyatakan, “Ojo Kesusu Relawanku. Kita masih punya waktu. Nanti ada saatnya kita berkumpul dan mendeklarasikan capres putra terbaik bangsa yang sesuai harapan rakyat.” Dan presiden minta relawan fokus membantu penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

“Harusnya kita semua yang notabene adalah Relawan Militan Jokowi dan bukan relawan capres siapapun patuh dan setia tegak lurus atas permintaan Presiden Jokowi yang sudah diulang-ulang,” tegas dia.

Dikhawatirkan, menurut Silfester, dengan terburu-burunya deklarasi capres oleh Relawan Jokowi akan diikuti oleh Partai Pendukung Koalisi Indonesia Maju.

Baca juga: Aliansi Relawan Jokowi akan Gelar Halal Bi Halal bersama Anak Yatim dan Dhuafa



“Akhirnya konsentrasi Relawan dan Partai Pendukung Jokowi terpecah hingga melupakan agenda untuk membantu dan mendukung semua kebijakan Presiden Jokowi dengan waktu tersisa yang hanya 2 tahun 8 bulan,” papar dia.

Dikhawatirkan juga, tambah Silfester, dengan terburu-burunya relawan dan partai mulai mewacanakan dan deklarasi capres, akhirnya relawan dan partai pendukung sibuk bermanuver hingga Presiden Jokowi bekerja sendirian dan para menteri yang notabene sebagian besar dari parpol atau yang mulai genit ber-Capres akan melupakan kerjanya dan sibuk mencari dukungan kemana-mana ditengah kesulitan rakyat akibat Pandemi Covid-19.

“Hal ini tentunya sangat tidak elok sekali. Keadaan ini juga akan menyulitkan Presiden Jokowi untuk sukses menyelesaikan semua janji kampanye,” tuturnya.

Baca juga: Menangkan Bekasi Untuk Jokowi-Amin, Relawan Sahabat Jokowi Nusantara Gelar Silaturahmi Akbar



Menurut Silfester, dengan terpecahnya Relawan Jokowi ke berbagai capres akan menyulitkan capres itu sendiri untuk mendapat rekomendasi dari partai pendukung dan pengusung.

“Padahal kunci kemenangan Presiden Jokowi di Pilpres 2014 dan Pilpres 2019 adalah dukungan terbesar dari Kapal Besar Relawan Jokowi dan juga Jokowi Effect,” tegas dia.

Apabila ini terjadi, jelas Silfester, maka posisi tawar Presiden Jokowi dan Relawan Jokowi untuk mengusung calon presiden yang akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan Presiden Jokowi, tidak akan terjadi karena dikhawatirkan partai-partai akan melakukan politik transaksional yang akan melahirkan capres yang tidak sesuai harapan Presiden Jokowi, relawan dan rakyat.

Baca juga: Deklarasi Nasional KOBAR, Aktivis Muda Ikrarkan Setia Bersama Jokowi Sampai 2024



Dengan bersatunya kembali semua elemen relawan dan pendukung Jokowi seperti di 2014 dan 2019, lanjut dia, maka harapan dan kemenangan capres putra terbaik bangsa yang didukung Presiden Jokowi, relawan, partai dan rakyat akan lebih mudah terwujud.

“Untuk itu, marilah kita relawan dan pendukung Jokowi tidak perlu tergesa-gesa mendukung siapapun sebagai capres sesuai anjuran Presiden Jokowi. Mari kita satukan lagi semangat dan kesolidan seperti dulu ketika berhasil memenangkan Presiden Jokowi 2 Periode,” seru dia.

“Mari kita tunggu sinyal dan komando dari Presiden Jokowi akan ke siapa Perahu Besar Relawan dan Pendukung Jokowi akan dilabuhkan,” tegasnya.

Baca juga: Presiden Jokowi dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo Punya Chemistry Rendah Hati



Silfester mengutarakan, Presiden Jokowi juga sudah berjanji akan mengumpulkan semua relawannya untuk bersama-sama bermusyawarah memilih capres putra terbaik bangsa dan memberi mandat kepada Presiden Jokowi untuk mendeklarasikannya.

“Mari kita semua Relawan Militan Jokowi bersatu, merapatkan barisan, ‘2024 Setia dan Tegak Lurus Bersama Jokowi’,” tandasnya.

(Victor)

Ini 6 Butir Ikrar dan Kebulatan Tekad Relawan dan Pendukung Militan Presiden Jokowi Sampai 2024

0

IndonesiaVoice.com || Relawan dan Pendukung Militan Presiden Jokowi yang berada di seluruh Indonesia dan Luar Negeri mengadakan Ikrar dan Kebulatan Tekad “2024 Setia dan Tegak Lurus Bersama Jokowi” secara hybrid dan terpusat di Kawasan Cikini, Jakarta, Selasa, 22 Februari 2022.

Ada sekitar 400 organisasi relawan yang berpartisipasi mendukung acara Ikrar dan Kebulatan Tekad “2024 Setia dan Tegak Lurus Bersama Jokowi” ini dan Zoom Meeting dihadiri oleh 13.000 Relawan dari 34 Provinsi dan 32 Negara di Luar Negeri.

Ada enam butir Ikrar dan Kebulatan Tekad “2024 Setia dan Tegak Lurus Bersama Jokowi” yang dibacakan oleh Ketua Umum Solidaritas Merah Putih (Solmet) Silfester Matutina, SH, yaitu:

Baca juga: Deklarasi Nasional KOBAR, Aktivis Muda Ikrarkan Setia Bersama Jokowi Sampai 2024



  1. Mendukung Penuh Program dan Strategi Pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.
  2. Mendukung Penuh Semua Program Pembangunan Nasional dan Proyek Strategis Nasional berjalan dengan sukses
  3. Mendukung Penuh Perpindahan dan Pembangunan Ibu Kota Baru Nusantara di Kalimantan Timur.

Baca juga: Jelang Pelantikan Presiden Jokowi, Relawan Jokowi Gelar Konsolidasi Sikapi Memanasnya Suhu Politik



  1. Mendukung Penuh Kesuksesan Indonesia sebagai Ketua Presidensi G20.
  2. Terus berjuang bersatu menghabisi Intoleransi Radikalisme, Terorisme, Korupsi, Kolusi, Nepotisme dan penyalahgunaan Narkoba serta Ketidakadilan Hukum.
  3. Kami berjanji Untuk Saat Ini tidak terburu buru mendukung Capres siapapun, melainkan akan menunggu Komando dari Presiden Jokowi dan memberikan Mandat Penuh kepada Presiden Jokowi untuk memilih Capres, Putra terbaik Bangsa sebagai penerus estafet kepemimpinan Nasional.

Baca juga: Aliansi Relawan Jokowi akan Gelar Halal Bihalal Berikan Santunan Anak Yatim



Demikian Ikrar dan kebulatan tekad kami Relawan dan Pendukung Militan Presiden Jokowi.

(Victor)

Pesan Luhut Pandjaitan kepada GMKI dan GAMKI: Berbuat Baiklah, Karena Jejak Digital Tidak Akan Pernah Hilang

0

IndonesiaVoice.com || Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan berpesan kepada para kader GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) dan GAMKI (Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia) agar jangan menggantungkan diri kepada orang lain.

“Jangan gantungkan dirimu pada orang lain, tetapi bentuklah dirimu menjadi orang yang berkualitas dan terpenting andalkan Tuhan,” kata Luhut Binsar Pandjaitan dalam Forum Pemimpin Inspiratif GMKI-GAMKI bertema, ‘Dari Prajurit Tangguh, Pengusaha Sukses, Menjadi Menteri Terpercaya,’ Jumat, (18/2/2022).

“Kalau sifatmu baik, karaktermu baik, mau bantu orang, dan bekerja dengan tulus ketika diberikan tanggung jawab, saya percaya Tuhan akan memberikan kepercayaan lebih pada kalian. Jangan khawatir, berbuat baiklah, karena jejak digital tidak akan pernah hilang,” lanjut Pria kelahiran Sumatera Utara, 74 tahun silam itu.

Baca juga: Pesan Luhut Pandjaitan Untuk GAMKI: Jadi Anak Muda yang Berkarakter



Dimoderatori Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI Jefri Gultom dan Sekretaris Umum DPP GAMKI Sahat Martin Philip Sinurat, Luhut berbagi kisah suksesnya menjadi orang yang selalu berhasil dalam tiap langkah hidupnya.

Mulai menjadi prajurit yang menuntaskan berbagai operasi militer, meraih Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik Akabri Bagian Darat tahun 1970, menjadi Duta Besar, pengusaha di berbagai bidang hingga menteri di pemerintahan Presiden Gus Dur dan dua periode Presiden Jokowi.

“Saya menganggap kalian anak dan cucu saya. Maka pesan saya, hati kau harus bersih. Jika kau tidak disiplin, jangan mimpi bisa bersaing dengan orang lain. Tidak akan ada yang menghalangi jika Tuhan berencana atasmu. Kau harus sabar dan harus kerja keras,” pesan Luhut di depan ribuan kader GMKI dan GAMKI yang mengikuti pertemuan secara virtual.

Baca juga: Menko Marvest Luhut Panjaitan Peringatkan Ada Sumber Gempa Megathrust 13 SR



Menurut pendiri dan Ketua Pembina Yayasan SMA Unggul Del di Toba Samosir itu, kehidupan penuh ‘misteri’. Untuk itu, Luhut memotivasi agar anak-anak muda Kristiani terus bekerja keras dengan hati tulus menunjukkan diri sebagai yang terbaik. Selanjutnya, serahkan pada rencana Tuhan untuk kehidupan ke depan.

“Be Your Self. Tidak akan ada yang bisa menghalangi kalau Tuhan punya rencana buatmu. Itu yang saya sebut ‘mystery of life’,” ujarnya.

Bagi Luhut, wajar jika anak muda mematok cita-cita yang tinggi. Namun, ia juga mengingatkan agar para pemuda Kristen tidak memiliki cita-cita yang tak realistis.

Baca juga: Deklarasi Nasional KOBAR, Aktivis Muda Ikrarkan Setia Bersama Jokowi Sampai 2024



“Terus saja bekerja keras dan berbuat baik, menolong orang lain. Lakukan semua itu dengan sungguh-sungguh. Jangan menjilat untuk sukses, jangan sombong, dan jangan mencemburui keberhasilan orang lain,” urai pria yang tak pernah minder meski ayahnya hanya sopir bus dan ibunya tak lulus Sekolah Rakyat (SR, setara dengan SD).

“Saya tak pernah bermimpi pada umur hampir 75 tahun masih dipercaya mengatur negeri ini. Sampai orang bilang saya ini menteri segala urusan. Padahal, semua itu karena saya melakukan semua hal secara holistik,” terangnya.

Luhut menambahkan pihaknya tengah menggagas pertanian modern lewat “food estate” di Sumatera Utara dan beberapa lokasi lain. “Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas para petani lokal sehingga ekonomi bisa cepat pulih,” paparnya.

Baca juga: GMKI: Video Viral “Papua Merdeka” itu Hoax



Luhut yang di masa sekolah di SMAK 1 Penabur Bandung menjadi salah seorang pendiri Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI) untuk menentang Orde Lama dan PKI ini menegaskan prinsip hidupnya untuk tidak mempermalukan institusinya yakni korps baret merah Kopassus serta sebagai seorang Kristen.

“Pegang teguh profesionalisme, tegak lurus, dan tidak biasakan berbohong jadi budaya. Jangan takut dibully. Tuhan Yesus saja banyak yang tidak suka, apalagi kita, “ katanya.

“Saya belum pernah ngomong selama ini, baru ini dengan GMKI dan GAMKI karena kalian sudah saya anggap sebagai anak-anak saya. Biasanya saya hanya memberikan materi singkat dalam kegiatan seperti ini. Saya titip agar kalian terus meningkatkan kemampuan,” pungkasnya.

Baca juga: GAMKI Hargai Respon Cepat Panglima TNI Terhadap Oknum Anggota Injak Kepala Warga di Merauke



Forum Pemimpin Inspiratif GMKI-GAMKI diawali dengan doa oleh Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Pendeta Gomar Gultom serta sambutan pembuka Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari serta senior GMKI Maruarar Sirait.

“Pertemuan ini punya dampak yang besar bagi pemuda-pemudi Indonesia, Kenapa kita mengundang beliau? Karena Pak Luhut kalau bekerja tuntas, dan berani ambil keputusan. Sebagai prajurit Kopassus, track recordnya jelas. Pertarungan medan operasi sangat banyak. Tak banyak orang pernah punya posisi sebanyak beliau,” ungkap mantan anggota DPR RI ini.

Sementara itu, Qodari yang juga alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggarisbawahi bahwa Luhut merupakan figur multitalenta dan paripurna.

Baca juga: Tenaga Kerja Asing masuk Indonesia, Ketum GAMKI: “Jika Tidak Ingin Tergilas, Pemuda Mesti Punya Keahlian Khusus”



“Beliau ini manusia langka, pintar, dan banyak meraih predikat terbaik dalam hidupnya. Keberhasilan seperti itu bisa kita dapat kalau kita menemukan dan menekuni passion kita,” bebernya.

Di akhir diskusi, Ketua Umum GMKI Jefri Gultom mempersembahkan sebuah puisi yang berbunyi:

“LBP,
Orang-orang menyebutmu begitu,
Sang Jenderal dari Tanah Batak,
Ahli strategi dan juga taktik.
Tak takut meskipun sering dikritik,
Bekerja demi bangsa dan masyarakat banyak.

Sikapmu tegas, brilian dan juga pandai.
Bekerja dengan sepenuh hati.
Tak menyerah untuk negeri yang dicintai.
Sebab engkau percaya bangsa ini bisa mandiri.

LBP,
Sang prajurit tangguh, pengusaha sukses, dan Menteri yang selalu dipercaya.
Padamu banyak tugas yang diemban,
Mulai Menko Marves hingga penyelesaian kasus Covid-19.

Dirimu tak penah gentar sedikit pun,
Karena percaya seorang Jenderal tak pernah lari ketika tugas diberikan.

Luhut Binsar Pandjaitan,
Terima kasih untuk pengabdianmu yang tak pernah habis-habisnya.
Untuk bangsa dan negeri tercinta.
Old Soldiers Never Die, They Just Fade Away.”

Respon KSP Terkait Tuduhan Pemerintah Ancam Kebebasan Berekspresi

0

IndonesiaVoice.com || Deputi V Kepala Staf Kepresidenan Jaleswari Pramodhawardani merespon tuduhan yang berkembang dari pihak tertentu yang menyatakan pemerintah telah mengancam kebebasan berekspresi dengan pembatasan terkait pendaftaran dan pendanaan organisasi non-pemerintah atau non-governmental organization.

“Bahwa sudah ada payung hukum yang mengatur segala ruang lingkup terkait organisasi kemasyarakatan (Ormas), mulai dari aspek pendaftarannya, pendanaannya, hingga operasionalnya sebagaimana diatur pada Undang-Undang No. 16 Tahun 2017 juncto Undang-Undang No. 17 Tahun 2013 serta peraturan perundang-undangan terkait lainnya,” ujar Jaleswari Pramodhawardani dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/2/2022).

Di dalam peraturan perundang-undangan terkait, lanjut Jaleswari, juga terdapat rambu-rambu yang mengatur hal-hal yang dilarang untuk dilakukan oleh Ormas.

Baca juga: KSP: Penanganan Pandemi Covid-19 Merujuk pada Darurat Kesehatan Covid-19



“Sebagai contoh, larangan untuk ormas menganut ideologi yang bertentangan dengan Pancasila, melakukan kegiatan separatis yang mengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, hingga larangan untuk terlibat dalam kegiatan yang dapat mendukung tindak pidana terorisme,” tegasnya.

Menurut Jaleswari, bila kemudian terdapat mekanisme prosedural yang diterapkan oleh Pemerintah, hal tersebut semata-mata dilakukan untuk menjamin ormas di Indonesia berjalan dalam kerangka rambu-rambu yang sudah ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan terkait.

“Kemudian, bila ada tuduhan organisasi asing tidak dapat memberikan dana ke masyarakat sipil, hal tersebut jelas salah, karena salah satu sumber pendanaan masyarakat sipil dapat berasal dari bantuan/sumbangan dari lembaga asing,” beber dia.

Baca juga: BKSP Gelar Rapat Paripurna Jabodetabekjur 2019



Akan tetapi, lanjut Jaleswari, tentu dalam proses pemberian bantuan tersebut ada prosedur yang harus dilewati, hal ini untuk menjamin bantuan yang disalurkan tidak ditujukan untuk mendukung kegiatan ormas yang bertentangan dengan larangan yang ditetapkan pada peraturan perundang-undangan terkait Ormas, misal kegiatan terorisme; separatisme; serta kegiatan yang bertentangan dengan hukum Indonesia lainnya. Hal demikian juga sama berlakunya terhadap kegiatan Ormas yang didirikan oleh warga negara asing yang beroperasi di Indonesia;

“Pengaturan tersebut juga tidak perlu dianggap sebagai serangan terhadap kebebasan berpendapat. Perlu diingat pengaturan mengenai hak berserikat juga dimungkinkan dan diberikan ruangnya oleh konstitusi kita,” tegas dia.

Hal ini, menurut Jaleswari, untuk menjamin iklim kebebasan berserikat di Indonesia tetap sejalan dengan maksud pembatasan yang diperbolehkan dalam konstitusi, diantaranya untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.

Baca juga: Peran Orang Tua dalam PJJ Cegah Potensi Generasi Loss Learning Saat Pandemi



“Rasio konstitusional terkait pengaturan mengenai kebebasan berserikat tersebut pun merupakan praktik yang lumrah bila dikomparasikan dengan praktik di negara-negara demokrasi lainnya,” tandasnya.

(VIC)

Deklarasi Nasional KOBAR, Aktivis Muda Ikrarkan Setia Bersama Jokowi Sampai 2024

0

IndonesiaVoice.com || Para aktivis muda menggelar Deklarasi Nasional Koalisi Bersama Rakyat (KOBAR) dengan tagar #2024SetiaBersamaJokowi dengan mengikrarkan kesetiaan untuk bersama Presiden Joko Widodo sampai 2024.

Ada sembilan deklarator KOBAR yang mengikuti deklarasi nasional yang berlangsung secara hybrid dan terpusat di Kawasan Tebet, Jakarta, Jumat 18 Februari 2022.

Mereka adalah Arnold L Panjaitan, Mukhtar Ansori Attijani, Muhammad Syarif Hidayatullah, Alan Ch Singkali, M Huda Prayoga, Saud Marganda Tampubolon, N Alex Ramandey, Sahdan, dan Sahat Martin Philip Sinurat.

Baca juga: Tenaga Kerja Asing masuk Indonesia, Ketum GAMKI: “Jika Tidak Ingin Tergilas, Pemuda Mesti Punya Keahlian Khusus”



Deklarator Kobar, Arnold L Panjaitan memaparkan alasan dideklarasi nasional Kobar dengan tagar #2024SetiaBersamaJokowi ini.

Menurut Arnold deklarasi ini diadakan melihat kesuksesan kinerja Pemerintahan Joko Widodo yang hampir dua periode.

“Deklarasi ini bukan dari pesanan manapun, tapi murni sebagai anak-anak muda bangsa,” tegas dia.

Baca juga: Pesan Luhut Pandjaitan Untuk GAMKI: Jadi Anak Muda yang Berkarakter



Sementara Deklarator lainnya, Sahdan, yang didaulat untuk melakukan orasi politik mengatakan masyarakat indonesia merasakan betul hasil kerja nyata presiden jokowi. “Karena itu Kobar akan selalu mengawal dan setia kepada Jokowi,” pungkasnya.

Di Penghujung acara, Muhammad Syarif Hidayatullah membacakan Deklarasi Nasional Koalisi Bersama Rakyat (KOBAR).

Syarif Hidayatullah menyatakan sejak menjadi Presiden Republik Indonesia pada tahun 2014-2019 di periode pertama. Lalu kembali diberi amanah oleh rakyat untuk melanjutkan kepemimpinannya di periode kedua tahun 2019-2024.

Baca juga: Dating Palembangan: Tanamkan Nilai-Nilai Pancasila sebagai ‘Corporate Value’ Bangsa kepada Setiap Generasi



Presiden Jokowi telah membuat perubahan yang sangat besar bagi Bangsa Indonesia dengan semangat kerja dan pembangunannya untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Maka, tidak ada pilihan lain bagi kami rakyat Indonesia, selain tetap Setia bersama Jokowi.

Oleh karena itu, kami dari Koalisi Bersama Rakyat (KOBAR), mendeklarasikan dan menyatakan:

  1. Presiden Joko Widodo adalah harapan rakyat Indonesia yang membawa bangsa dan Negara Indonesia menuju kemajuan.

Baca juga: Sampaikan Kuliah Umum di PKKMB Universitas Trilogi, Ketua MPR: Pentingnya “Vaksinasi” Ideologi Kebangsaan



  1. Mendukung penuh rencana pemindahan Ibu Kota Negara yang sedang dilakukan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi.
  2. Setia mengawal Presiden Jokowi untuk menyelesaikan dan menyukseskan agenda pembangunan hingga akhir masa jabatannya.
  3. Tetap dan selalu setia bersama Presiden Jokowi serta siap menjalankan arahan Presiden Jokowi di tahun 2024.
  4. Koalisi Bersama Rakyat #2024SetiaBersamaJokowi.

Baca juga: Pembangunan Jalan Tol Jambi-Riau, GAMKI Ingatkan BPN Bebaskan Lahan Dengan Musyawarah



Deklarator Kobar, Sahat Martin Sinurat menambahkan dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2024, KOBAR akan menjalankan perintah Presiden Jokowi.

“Apa dikatakan Jokowi, termasuk memilih siapa yang akan meneruskan perjuangan beliau atau kemungkinan lainnya, Kobar akan tetap mengikuti dan setia bersama Jokowi,” tandasnya.

(VIC)

Hukuman Teroris Diringankan, Setara Institute Pertanyakan Hakim yang Tidak Berpihak Korban

0

Pengadilan Tinggi Jakarta, pada 14 Februari 2022, menganulir vonis penjara seumur hidup untuk teroris Upik Lawanga alias Taufiq Bulaga. Hukuman teroris yang terafiliasi dengan Jemaah Islamiyah itu diringankan menjadi 19 tahun penjara.

Majelis Hakim menjadikan beberapa alasan untuk pembatalan hukuman penjara seumur hidup tersebut, salah satunya motivasi Upik dalam merakit bom yang didorong karena banyaknya keluarga dan teman terdakwa yang dibunuh.

Berkenaan dengan putusan Pengadilan Tinggi Jakarta tersebut, Setara Institute mempertanyakan keputusan tersebut.

Baca juga: Sikapi Teror Bom di Surabaya, IKA PPs UKI: “Segera Sahkan RUU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme”



“Setara Institute mengkritik keras penggunaan alasan ‘banyaknya keluarga dan teman terdakwa yang dibunuh’ sebagai dasar peringanan hukuman oleh Pengadilan Tinggi Jakarta,” kata Wakil Ketua Badan Pengurus SETARA Institute, Bonar Tigor Naipospos, dalam keterangannya, Kamis (17/2/2022).

Pertimbangan Majelis Hakim mengenai alasan tersebut, lanjut Bonar, secara implisit membenarkan dendam oleh pelaku terorisme.

“Mestinya dendam tidak dapat dibenarkan sebagai dasar peringanan hukuman,” jelasnya.

Baca juga: Taliban Penggal Pemain Voli Wanita Afghanistan Hingga Tewas



“Dalam pandangan Setara Institute, Pengadilan Tinggi Jakarta telah membuat yurisprudensi dan melahirkan preseden buruk yang menjustifikasi alasan dendam sebagai pertimbangan untuk meringankan hukuman bagi teroris,” simpul dia.

Lebih lanjut Setara Institute berpandangan putusan Pengadilan Tinggi Jakarta tidak peka dan tidak berpihak pada korban.

“Pengadilan sebagai salah satu cabang kekuasaan negara terikat pada kewajiban konstitusional untuk melindungi bagi warga negara, dalam konteks ini, masyarakat yang menjadi korban dari aksi-aksi teror,” tegas Bonar.

Baca juga: Pancasila Yes, Khilafah No



“Fakta bahwa banyak korban tak bersalah yang menjadi akibat rentetan peledakan bom dan aksi-aksi teror seharusnya menjadi pertimbangan majelis untuk menguatkan vonis penjara seumur hidup yang dijatuhkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur sebelumnya,” lanjut dia.

Setara Institute memandang, belakangan ini terjadi kecenderungan hukuman ringan bagi terdakwa tindak pidana terorisme.

Sebelumnya, pada bulan Januari 2022, terdakwa Zulkarnaen yang merupakan koordinator bom Bali I dan pelaku bom JW Marriot dan juga mendapatkan vonis ringan selama 15 tahun penjara