Beranda blog Halaman 74

KH Said Aqil Siroj Sambut Baik Silaturahmi DR John Palinggi Berbagi “Bingkisan Kasih Sayang” kepada Staf Karyawan PBNU 

0

IndonesiaVoice.com | Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyambut hangat dengan tangan terbuka silaturahmi yang dilakukan DR John N Palinggi, MM, MBA, dengan berbagi “Bingkisan Kasih Sayang” di Bulan Suci Ramadhan kepada seluruh staf karyawan dan sejumlah ulama ‘Kiai Guru kehidupan’, ditengah Pandemi Covid-19 yang tengah melanda Indonesia dan dunia.

“Kali ini, PBNU kedatangan seorang tokoh nasional dan aktivis peduli sesama. Sahabat lama saya juga. Dia sudah dianggap sebagai anak angkat dari KH Sahal Mahfudz, yaitu DR John Palinggi, yang juga seorang pengusaha dan aktivis,” kata Ketum (PBNU) KH Said Aqil Siroj memperkenalkan DR John Palinggi kepada seluruh staf karyawan PBNU dan para Kiai yang turut mendampinginya di Kantor PBNU, Kramat Raya, Jakarta, (13/5).

Adapun Para Kiai yang mendampingi KH Said Aqil Siroj, antara lain, Dr H Helmi Faishal Zaini (Sekjen PBNU), KH Robikin Emhas (Ketua PBNU/Stafsus Wapres RI), KH Aizzudin Abdurrahman (Ketua PBNU / Sepupu Gus Dur), KH Abdul Manan Ghani (Ketua PBNU) dan H Isfah Abidal Aziz (Wasekjen PBNU).

Baca Juga: Jelang Ramadhan Ditengah Pandemi COVID-19, DR John N Palinggi Berbagi Kasih kepada Warga

KH Said Aqil Siroj (Kanan) bersama DR John Palinggi
KH Said Aqil Siroj (Kanan) bersama DR John Palinggi

“Dalam rangka peduli korban Covid-19 ini, beliau akan menyumbangkan untuk teman-teman, seluruh karyawan yang ada di PBNU,” lanjut KH Said Aqil Siroj.  

Pada kesempatan berharga tersebut, KH Said Aqil Siroj mendoakan secara khusus untuk John Palinggi: “Mudah-mudahan, mari kita doakan Pak John Palinggi panjang umur, lancar usahanya dan berkah serta tidak ada halangan suatu apapun. Pak John dan seluruh keluarganya sehat walafiat.” 

KH Said Aqil Siroj juga mendoakan agar Tuhan segera mengangkat wabah Covid-19 ini dari Negara Indonesia. 

Baca Juga: Sah, Hakim Tolak Seluruh Permohonan Praperadilan Marthen Napang Terkait SP3 Pencemaran Nama Baik

DR John Palinggi (Baju Putih) Memberikan Secara Simbolis "Bingkisan Kasih Sayang" Kepada Perwakilan Staf Karyawan PBNU​

“Dalam keadaan prihatin Bulan Ramadhan kali ini, lain dari yang lain, Ramadhan yang sangat prihatin, disamping kita menjalankan ibadah dalam keadaan kondisi seperti ini, justru kita harus lebih semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Mudah-mudahan, Tuhan segera mengangkat Covid-19,” pungkasnya. 

Sementara dalam sambutannya, DR John Palinggi mengawali dengan mohon maaf lahir dan batin ditengah Bulan Suci Ramadhan, Bulan yang penuh rahmat, berkah dan ampunan.

“Saat Ayahanda saya (KH Sahal Mahfudz) masih hidup, beliau selalu memberikan nasehat kepada saya. Salah satu nasehatnya, agar saya jangan jauh dari Nahdlatul Ulama (NU). Peliharalah silaturahmi terus menerus dengan Warga NU terutama dengan Alim Ulama, termasuk juga dengan umat Islam lainnya. Nasehat itu tetap saya ingat,” urai Ketua Harian Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA) ini. 

Baca Juga: Gelar Diskusi Webinar, Gerakan Milenial Sang Torayaan Berikan Masukan Kepada Dua Pemda Toraja Dalam Tangani Covid-19

Demikian halnya, lanjut John, Ia tetap menjaga silaturahmi dengan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj seraya mengisahkan kebersamaan mereka dalam beberapa momen di Muktamar NU.

“Pada tahun 1999, kami dipertemukan dalam Muktamar NU di Lirboyo (Jawa Timur). Disana saya sempat melatih Banser (Barisan Ansor Serbaguna) NU bersama Pak Basofi Sudirman dan Pak Dayat, Kapolda Jatim,” jelas dia.  

Kemudian, ujar John, dilanjutkan dengan Muktamar NU di Surakarta. 

Baca Juga: 734 WNI Terpapar COVID-19 di Luar Negeri, Tersebar di 33 Negara

“Disana saya dipeluk oleh Ayahanda KH Sahal Mahfudz. Dan saya merasa, hidup saya dulu ada rongga-rongga yang kosong. Dan diisi dengan berbagai nasehat dari Ayahanda saya Almarhum KH Sahal Mahfudz. Salah satu pesannya dan juga saya taati hingga sekarang adalah jangan berpolitik. Dan tetap konsisten sampai saat ini,” tegas dia. 

John juga merasakan banyak hal telah diajarkan oleh KH Said Aqil Siroj. “Terus terang, Pak Kiai juga mengajarkan berbagai hal. Salah satu yang berkesan bagi saya adalah ajaran tentang ukhuwah (persaudaraan), yaitu ukhuwah Islamiyah (persaudaraan umat Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan bangsa), dan ukhuwah basyariyah atau insaniyah (persaudaraan umat manusia),” tuturnya. 

Tak hanya itu, ujar John, Said juga  mengajarkan kepada dirinya bagaimana meningkatkan kualitas silaturahmi, dimana tak sekadar saling mengunjungi, tapi lebih erat lagi.

Baca Juga: Anggota DPR Willem Wandik Desak Menko Perekonomian Batalkan Program Kartu Prakerja Dimasa Pandemi Covid-19

“Pak Kiai mengajarkan silatul ilmi wal adab dimana ilmu pengetahuan dan peradaban itu bisa saling mengisi untuk bisa maju. Lalu, meningkat lagi dikatakan silatul amal wal ikhtiar (hubungan pengusaha dengan pekerja yang harus produktif dan serasi),” beber dia. 

“Terakhir saya diajarkan budaya bermakna agama hubungan yang paling tinggi yaitu silatul ruh dengan mengesampingkan semua perbedaan. Persaudaraan berdasarkan roh atau hati kita,” tambah dia.

John yang juga Ketua Umum DPP ARDIN (Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia) ini memberikan kesaksian ditengah pandemi Covid-19 ini, perusahaannya tetap bertumbuh.

Baca Juga: Ditengah Pandemi Covid-19, FH UKI Jakarta Salurkan Bantuan Kepada Mahasiswa Perantau 

“Alhamdulillah, hingga saat ini tidak ada masalah (perusahaan). Walaupun Covid datang, perusahaan tetap bertumbuh oleh karena anugerah dan rahmat dari Allah SWT,” ujar dia. 

Diakhir sambutannya, John mohon agar “Bingkisan Kasih Sayang” berupa 10 kg beras, 200 buah masker dan dana bagi seluruh staf karyawan PBNU (126 orang) ini dapat diterima. 

“Walaupun kecil, tapi bingkisan ini adalah bagian dari rasa hormat saya berupa Bingkisan Kasih Sayang,” tandasnya. 

(VICTOR)

TONTON HANYA DI JAKARTA CHANNEL TV DIBAWAH INI:

KH Said Aqil Siroj Sambut Baik Silaturahmi DR John Palinggi Berbagi “Bingkisan Kasih Sayang” kepada Staf Karyawan PBNU 

 

KH Said Aqil Siroj Sambut Baik Silaturahmi DR John Palinggi Berbagi “Bingkisan Kasih Sayang” kepada Staf Karyawan PBNU 

BNPB: Lebih dari 1200 Bencana Terjadi Hingga 7 Mei 2020, Berikut Dampak dan Korbannya

0

IndonesiaVoice.com | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 1200 bencana terjadi sejak awal tahun hingga awal Mei 2020. Kejadian bencana masih didominasi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor dan puting beliung. Data BNPB per hari ini, Jumat (8/5) menyebutkan 172 orang meninggal akibat bencana yang terjadi.

BNPB mengidentifikasi bahwa lebih dari 99 persen kejadian bencana merupakan bencana hidrometeorologi.

Baca Juga: Gempa M 7,3 Guncang Maluku Tenggara Barat, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

“Bencana yang paling dominan yaitu banir dengan jumlah kejadian 457 kali, puting beliung 359, tanah longsor 275 dan gelombang pasang atau abrasi 2,” jelas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam siaran persnya di Jakarta (8/5).


Di samping itu, lanjut Raditya Jati, kategori bencana hidrometeorologi lain yang jumlahnya tinggi yaitu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), 119 kali. Total kejadian bencana berjumlah 1221.

Bencana lainnya, BNPB mencatat seperti letusan gunung api tiga kali dan gempa bumi lima kali. Jumlah kejadian bencana ini di luar bencana nonalam, yaitu pandemi COVID-19.

Baca Juga: Sebanyak 105 Keluarga di Jakarta Terendam Banjir Ditengah Pandemi Covid-19

Sementara itu, kata Raditya, sejumlah bencana ini mengakibatkan dampak korban jiwa dan kerusakan.


“Korban luka-luka sebanyak 235 orang, mengungsi 8, mengungsi 1,97 juta. Kerusakan berupa rumah mencapai 17.105 unit, sedangkan infrastruktur lain seperti fasilitas pendidikan 327 unit, peribadatan 394, kesehatan 32, perkantoran 58 dan jembatan 172 unit,” urai dia.

“Bencana banjir merupakan kejadian yang paling banyak memakan korban meninggal dunia, dengan jumlah 120 orang, sedangkan tanah longsor 46 dan puting beliung 5. Banjir juga menyebabkan sebagian besar warga harus mengungsi, dengan jumlah 1.951.412 orang,” tambah dia.

Baca Juga: Waspada DBD Saat Pandemi COVID-19, Tercatat 39876 Kasus DBD

Memasuki bulan kelima ini, ujar Raditya, musim kemarau termonitor di sebagian besar wilayah Indonesia. Meskipun bencana banjir dan longsor masih terjadi. Terakhir seperti banjir di enam desa di wilayah Banda Aceh pada hari ini.


BMKG melaporkan bahwa puncak musim kemarau pada Agustus 2020. Diprakirakan kondisi hujan normal pada musim kemarau, sedangkan selama kemarau perlu mendapatkan perhatian terhadap potensi karhutla dan kekeringan.

Baca Juga: Mensos Juliari Batubara: Dana Stimulus Rp 405 T untuk Penanganan Covid-19 Tanda Bukti Negara Hadir

Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Miming Saepudin mengatakan bahwa daerah rawan karhutla di Pulau Sumatera, seperti Riau, Jambi dan Sumatera Selatan. Berdasarkan analisis BMKG, wilayah tersebut diprakirakan akan mendapatkan curah hujan menengah sampai rendah pada bulan Juni – September 2020.


Daerah rawan karhutla di Pulau Kalimantan meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Wilayah-wilayau ini akan mendapatkan curah hujan menengah hingga rendah pada bulan Agustus dan September 2020.

 

Gempa M 7,3 Guncang Maluku Tenggara Barat, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

0

IndonesiaVoice.com | Masyarakat Maluku Tenggara Barat (MTB) merasakan getaran yang kuat saat gempa bermagnitudo 7,3 terjadi pada malam ini (6/5) sekitar pukul 22.53 waktu setempat atau WITA.

Gempa dengan kedalaman 133 km berlokasi di Laut Banda atau 180 km barat laut Maluku Tenggara Barat dan 283 km timur laut Maluku Barat Daya. BPBD Kabupaten MTB melaporkan masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah. Mereka merasakan getaran sekitar 3 – 5 detik.


Sementara itu, laporan dari Pusdalops BNPB pada pukul 23.40 WITA, kondisi di Kabupaten MTB, atau sekarang disebut Kabupaten Kepulauan Tanimbar, sudah kondusif. Masyarakat yang sempat panik telah kembali ke rumah masing-masing.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten MTB masih melakukan pemantauan ke wilayah kecamatan yang mungkin terdampak.


Berdasarkan parameter peta guncangan atau shakemap, gempa ini memiliki intensitas kekuatan gempa yang diukur melalui MMI atau Modified Mercalli Intensity II hingga IV.

Beberapa wilayah dengan tingkat MMI berbeda sebagai berikut Waingapu, Kupang, Manokwari pada MMI II, Merauke dan Alor MMI II – III, Tiakur, Kaimana, Sorong, Tual, Dobo dan Banda MMI III dan Saumlaki III – IV.


Menurut parameter dari BMKG, MMI IV merujuk pada beberapa kondisi, seperti kekuatan gempa dirasakan mereka yang berada di dalam rumah, atau di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela atau pintu berderik dan dinding berbunyi.

Menurut laporan BMKG, gempa tersebut tidak memicu tsunami.

(Sumber: BNPB)

Polisi Buru YouTuber Ferdian Paleka Hingga Ke Bogor

0

IndonesiaVoice.com | Polisi terus memburu Youtuber Ferdian Paleka yang membuat prank pembagian “makanan” sampah kepada para waria di Kota Bandung beberapa hari lalu.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengungkapkan YouTuber Ferdian Paleka sudah kabur keluar Kota Bandung. Menurutnya, polisi kini bergerak memburu Ferdian yang terlacak berada di Kota Bogor.

Baca Juga: RKUHP Jangan Diskriminasi Dan Dipakai Untuk Mengkriminalkan Perbedaan

“Dia di luar kota, sudah kita cek ada di Bogor. Sekarang kita lagi kejar,” kata Ulung kepada detik.com di Pendopo Kota Bandung, Rabu, 6 Mei 2020. .


Saat ini, Ulung menjelaskan, pihaknya sudah mengamankan rekan Ferdian, Tubagus Fahddinar. Sedangkan Ferdian dan satu temannya lagi ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

“Yang dua orang itu sekarang DPO,” ucap Ulung.

Baca Juga: Kejanggalan Pengadaan Barang Jasa di tengah Pandemi COVID-19

Banyak masyarakat yang geram atas aksi prank dilakoni Ferdian cs. Kasus ini disorot publik.


“Sekarang ini lagi proses pengerjaan, karena menjadi atensi juga dari masyarakat,” kata Ulung.

Dari penyelidikan sementara, polisi menyebut motif nge-prank itu untuk menambah subscriber channel YouTube Ferdian Paleka. 

Baca Juga: Soroti PON XX Papua, Aktivis Tio Sianipar: Diharapkan Tak Ada Gangguan Keamanan dan Bebas dari Perilaku Koruptif 

Keterangan itu didapat dari hasil pemeriksaan terhadap salah satu rekan Ferdian, Tubagus Fahddinar, yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.


“Motivasinya untuk menambah konten dan subscriber,” ucap Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Galih Indragiri, Selasa, 5 Mei 2020. 

Galih menyatakan ada tiga orang yang berperan dalam aksi prank tersebut. Mereka adalah Ferdian Paleka, Tubagus Fahddinar, dan satu pria berinisial A.

Baca Juga: IAAC: ANDI TAUFAN, Demi Integritas dan Spirit Milenial, MUNDURLAH!

Sejauh ini, polisi sudah menyita mobil yang digunakan Ferdian dan dua temannya saat membuat konten prank ‘makanan’ sampah. Mobil itu milik Ferdian.


“Kita sudah berhasil mengamankan mobil yang digunakan oleh para pelaku,” ujar Galih.

(Sumber: detik)

Pahlawan Kemanusiaan Dokter Ketty Herawati Sultana Wafat Terinfeksi Corona, Pernah Merawat Menhub Budi Karya Sumadi

0

IndonesiaVoice.com | Penghormatan dan isak tangis mewarnai pemberangkatan gugurnya salah satu Pahlawan Kemanusian yang turut “berperang” melawan Virus Corona (Covid-19), Dokter Ketty Herawati Sulatana (60) di Rumah Sakit Medistra Jakarta, Sabtu, (4/4).

Lagu nasional “Gugur Bunga” pun terdengar mengiringi keberangkatan jenazah tersebut.

“…Telah gugur pahlawanku, Tunai sudah janji bakti, Gugur satu tumbuh seribu, Tanah air jaya sakti…”


Diberitakan, Ketty Herawati Sulatana adalah dokter yang menangani dan merawat pasien Covid-19. Ia merupakan dokter yang sempat menangani Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang pernah terinfeksi Covid-19.

Berdasarkan informasi yang beredar, Tak lama setelah merawat Menhub Budi Karya Sumadi, dr Ketty dan beberapa staf medis lainnya terinfeksi virus corona. Dan tidak pernah disebutkan pasti asal penularan virus corona tersebut.

Baca Juga:

Sebanyak 105 Keluarga di Jakarta Terendam Banjir Ditengah Pandemi Covid-19

Penanggulangan COVID-19 Di Indonesia Memperlihatkan Beberapa Kemajuan

Jelang Ramadhan Ditengah Pandemi COVID-19, DR John N Palinggi Berbagi Kasih kepada Warga

 

dr Ketty dikabarkan menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit (RS) tempatnya bekerja, yaitu RS Medistra Jakarta.


Semasa bekerja, dr Ketty dikenal sebagai dokter yang tak kenal lelah dalam merawat pasien. Dia juga banyak disenangi orang berkat kemurahan hatinya dan ketekunannya dalam bekerja.

Selamat Jalan Pahlawan Kemanusiaan

(Sumber: dbs)

(SILAHKAN KLIK VIDEO YOUTUBE DIBAWAH INI UNTUK MENONTON)

Penghormatan Rekan Medis atas Pahlawan Kemanusiaan dr Ketty Herawati Sultana Wafat Terinfeksi Corona

GAMKI DAN KNPI, HARMONIS MEMBANTU PONDOK PESANTREN DAN GEREJA DI PROVINSI BANTEN

0

IndonesiaVoice.com | GAMKI Banten bersama KNPI memberi bantuan ke Pondok Pesantren Majelis Ta’lim Bani Soleh, Gereja HKBP Tigaraksa, dan Gereja HKBP Adhyaksa di tengah pandemi Covid-19 pada tanggal 27 April 2020.

Ketua DPD GAMKI Banten, Herbeth TY Marpaung mengutarakan melihat kondisi masyarakat saat ini sedang sulit di Provinsi Banten, peran pemuda sangat dibutuhkan untuk membantu mengurangi beban hidup masyarakat. Selain peran pemuda, peran tokoh agama juga dibutuhkan untuk bersama-sama memutus mata rantai Covid-19.

Baca Juga: Corona Berdampak Pada Ekonomi, GAMKI Harapkan Ada Insentif Untuk Petani, Nelayan, Dan Pekerja Informal

“Hari ini kami bergerak bersama-sama ke pondok pesantren dan gereja untuk memberikan bantuan, kami berharap tokoh agama dapat membantu menyalurkan bantuan ini kepada masyarakat yang sangat membutuhkan,” ujar Herbeth.


“Dan kerjasama ini dapat menjadi inspirasi bagi organisasi lainnya, pengusaha, atau pihak mana pun sehingga kegiatan seperti ini dapat secara terus-menerus berlangsung. Dengan demikian, kita tidak mendengar lagi ada masyarakat yang kelaparan di tengah-tengah himbauan pemerintah untuk tetap di rumah agar penularan virus Corona dapat dihilangkan,” tambah dia.

Pemberian bantuan ke Pondok Pesantren Majelis Ta’lim Bani Soleh, Gereja HKBP Tigaraksa, dan Gereja HKBP Adhyaksa dipimpin langsung oleh Haris Pertama dan Jackson Kumaat selaku Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal DPP KNPI.

Baca Juga: Soroti PON XX Papua, Aktivis Tio Sianipar: Diharapkan Tak Ada Gangguan Keamanan dan Bebas dari Perilaku Koruptif 

Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama mengatakan KNPI merupakan wadah berkumpulnya pemuda Indonesia dari semua agama, suku, dan organisasi.


“Saya beragama Islam, sekjend beragama Kristen, dan beberapa pengurus lainnya juga ada beragama Hindu, Buddha, dan Konghucu. Kami harmonis dalam menjalankan organisasi. Pada kesempatan kali ini, kami melihat kondisi masyarakat sedang sulit, maka dari itu kami bergerak untuk memberikan bantuan langsung ke masyarakat yang pada hari ini membantu Pondok Pesantren dan Gereja di Banten,” ungkapnya.

Sementara Sekjen DPP KNPI Jackson Kumaat menyerukan untuk pemuda bergerak, pemerintah tidak bisa sendiri. “Kita harus bergerak membantu masyarakat di tengah pandemi Covid -19 ini. Sekecil apapun bantuan organisasi, pondok pesantren, gereja, dan masjid saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” tutur Jackson.

Baca Juga: Dunia Internasional Akui Laut Natuna Milik Indonesia, GAMKI Apresiasi Sikap Protes Pemerintah RI Terhadap Klaim China

“Kita harus harmonis dalam berkontribusi bagi masyarakat, sehingga tidak ada lagi kita dengar masyarakat yang kelaparan di Serang dan Banten, masyarakat yang kelaparan di beberapa tempat. Mari kita bergerak,” tegas dia.


Pimpinan Pondok Pesantren KH Paseh, mengucapkan terima kasih kepada KNPI, GAMKI, dan Pemuda Gereja yang sudah memberikan bantuan.

“Bantuan ini sangat bermanfaat, kami juga akan menyalurkan sebagaian dari bantuan kepada tetangga sekitar pondok pesantren. Kami sangat mengapresiasi Ketua Umum Haris Pertama, meskipun kami berada di desa, perhatian kepada kami tidak terlupakan,”  imbuhnya.


Hal senada juga disampaikan oleh penatua gereja yang akrab disapa Sintua Manurung. “Saya terharu melihat aksi sosial ini, kerja-sama lintas pemuda sangat terlihat. Terima kasih GAMKI, terima kasih KNPI. Tuhan memberkati,” tandasnya.

Jelang Ramadhan Ditengah Pandemi COVID-19, DR John N Palinggi Berbagi Kasih kepada Warga

0

IndonesiaVoice.com | Rabu pagi nan cerah, (22/4), seorang Pria yang selalu murah senyum keluar dari rumahnya dengan penuh semangat. Mengenakan kaos merah berbalutkan rompi, pria yang bernama lengkap DR John N Palinggi, MM, MBA ini disambut dengan hormat oleh para sekuriti di sekitar rumahnya.

Sejurus kemudian, Ketua Harian Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA) ini menuju lokasi lapangan bulu tangkis berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya. 

Baca Juga: Sah, Hakim Tolak Seluruh Permohonan Praperadilan Marthen Napang Terkait SP3 Pencemaran Nama Baik

Sampai disana, John disambut Ketua RT 019/04 Kedoya Selatan, Agus dan Ketua RT 01/04 H Syamsuri serta ratusan warga yang mengantri berjarak di bangku sesuai dengan aturan Covid-19. 


Ya, hari itu memang John Palinggi mengadakan aksi sosial kepada ratusan warga sekitar RT 019/04 dan RT 01/04 Kedoya Selatan, Jakarta Barat. 

DR John N Palinggi memberikan bantuan donasi kepada salah satu warga di Pesantren Pimpinan Ust H Munadi
DR John N Palinggi memberikan bantuan donasi kepada salah satu warga di Pesantren Pimpinan Ust H Munadi

Didampingi Ketua RT setempat, John membagikan masker dan sejumlah donasi uang kepada warga yang kelak dapat digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari ditengah Pandemi Covid-19 dan menjelang Ramadhan. 

Baca Juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Masyarakat Diminta Tunda Pulang Kampung

Lurah Kedoya Selatan Marwan Sa’ari, SH, yang berkesempatan hadir pada saat itu menyambut baik aksi sosial yang dilakukan John Palinggi. 


“Kami menyambut baik donasi yang diberikan Bapak John Palinggi. Kiranya donasi yang diberikan bermanfaat bagi warga ditengah-tengah bangsa yang sedang mengalami Pandemi Covid-19,” ujar dia.

Wajah ratusan warga sekitar Komplek Taman Kedoya Baru, Jakarta Barat, begitu sumringah manakala mereka mendapatkan masker dan donasi tersebut. 

Baca Juga: IAAC: ANDI TAUFAN, Demi Integritas dan Spirit Milenial, MUNDURLAH!

“Alhamdulillah,” ucap seorang ibu berjilbab usai mendapatkan masker dan donasi.  


Seperti diketahui, dampak Pandemi Covid-19 membuat banyak masyarakat sulit mendapatkan penghasilan uang lantaran tidak lagi bekerja atau pengangguran.

Aksi sosial John Palinggi berlanjut ke Pesantren Pimpinan Ust H Munadi. Didampingi perwakilan Babinsa, Satpol PP, Ketua RT dan pengurus pesantren, John kembali memberikan masker dan sejumlah donasi uang kepada warga yang mengantri. 

Baca Juga: Mulai Hari Ini Gunakan Masker Ketika Di Luar Rumah, Ini Jenis Masker Yang Disarankan

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat dan berkat serta ampunan. Pada kesempatan ini saya juga mohon maaf lahir dan batin selama bersosialisasi selama 27 tahun. Sekaligus juga terus membina erat silaturahmi persaudaraan,” kata John dalam sambutannya di halaman gedung pesantren berwarna hijau, sebelum membagikan masker dan donasinya. 


Kembali terlihat raut wajah warga dengan senyum mengembang usai mendapatkan bantuan tersebut. Senyum warga pun makin melebar ketika John memberikan donasi khusus bagi anak-anak.  

DR John N Palinggi MM MBA
DR John N Palinggi MM MBA

Usai aksi sosial, John Palinggi mengatakan aktivitas sosial yang dilakukan adalah bagian dari kehidupan sebagai manusia dengan manusia. 

Baca Juga: Refleksi Awal Tahun, Mensos Juliari Batubara Ajak PIKI Bersinergi Jadi Mitra Strategis

“Saya sadar, lingkungan masyarakat sekitar rumah ada juga berasal dari Betawi yang sudah kami sudah anggap sebagai saudara. Dalam situasi seperti ini (ditengah wabah COVID-19) dimana warga sulit memperoleh sesuatu untuk kebutuhannya, maka sebagai warga kita saling menguatkan dan mendukung. Walaupun sangat kecil yang kami berikan,” ujar John di kantornya di Graha Mandiri, Jakarta. 


Menurut John yang juga Ketua Umum Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (ARDIN) ini, apa yang dilakukannya ini sebetulnya adalah perintah agama, agar berbuat kebaikan sekalipun yang terkecil. 

“Dan harus dilakukan dengan ikhlas dan tulus. Tidak usah melihat siapa. Lebih melihat keadaan mereka yang susah. Tadi adalah hanya langkah-langkah kasih sayang terkecil dengan ketulusan dan keikhlasan. Karena selama hampir 27 tahun saya bermukim di sana, mereka sudah saya anggap sebagai saudara sendiri,” tandasnya.

(SILAHKAN TONTON BERITANYA JUGA DI JAKARTA CHANNEL YOUTUBE DIBAWAH INI)

 

Jelang Ramadhan Ditengah Pandemi COVID-19, DR John N Palinggi Berbagi Kasih kepada Warga

Kejanggalan Pengadaan Barang Jasa ditengah Pandemi COVID-19

0

IndonesiaVoice.com | Pengawasan sejumlah pengadaan barang dan jasa di tengah Pandemi Covid-19 menjadi begitu penting manakala baru-baru ini ada kasus yang melibatkan Andi Taufan Garuda Putra, Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi.

Taufan membuat surat dengan kop Sekretariat Kabinet yang ditujukan kepada sebagian besar camat di Indonesia untuk mendukung pelaksanaan program Relawan Desa Lawan Covid-19 yang diinisiasi Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bersama PT Amartha Mikro Fintek (Amartha).

Baca Juga: IAAC: ANDI TAUFAN, Demi Integritas dan Spirit Milenial, MUNDURLAH!

Pemandangan ini ternyata masih jamak juga terjadi di beberapa institusi pemerintahan. Seperti dialami beberapa perusahaan yang ditangani Kuasa Hukum Rapen Sinaga, SH, MM. 


“Kami kuasa hukum beberapa perusahaan yang selalu terlibat dalam pengadaan barang dan jasa atau tender terbuka pada Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) yang dikelola oleh LPSE, juga acapkali temukan hal seperti itu,” kata Rapen Sinaga di Warung Tekko, Jakarta, Senin, 20 April 2020. 

“Kebetulan (klien) perusahaan yang kami pegang, banyak sekali mengikuti pelelangan di Kementerian Perhubungan. Kami lihat dan temukan ternyata di kementerian itu sendiri, meskipun dibilang adanya transparansi berdasarkan Peraturan Presiden No. 16 tahun 2018 dan segala turunan peraturannya, pada faktanya masih sering ditemukan kejanggalan,” tegas dia. 

Baca Juga: Rumah Aspirasi Milenial: Tidak Ada Yang Salah Dari Pembebasan Narapidana Karena Persoalan Covid-19

Menurut Rapen, ketika perusahaan yang ditanganinya mengajukan penawaran terendah (dengan pola sistem penawaran terendah) acapkali justru dikalahkan. 


“Yang sering kami alami adalah ketika menjadi penawar terendah dengan pola sistem penawaran terendah, tetapi kenapa dikalahkan. Jadi, pernah ada tender dimana kami menjadi penawar terendah dengan selisih 10 Milyar. Kalau sebetulnya pemerintah bijak berpikir, lebih baik selisih 10 Milyar itu disalurkan untuk anggaran Pandemi Covid-19 ini, misalnya. Itukan bisa terjadi kalau pemerintah bijak dan jujur. Tapi faktanya apa, kami sering dikalahkan,” imbuhnya. 

Rapen melanjutkan ketika menang tender, misalnya, ternyata surat penunjukan oleh pejabat pembuat komitmen pun diperlama. 

Baca Juga: Sah, Hakim Tolak Seluruh Permohonan Praperadilan Marthen Napang Terkait SP3 Pencemaran Nama Baik

“Seolah-olah ada indikasi bahwa kita ini sengaja ingin dikalahkan. Mungkin istilah di Medan itu mereka punya gaco-an yang mau dimenangkan,” beber dia. 


Kemudian, lanjut Rapen, guna mendapatkan keadilan, persoalan seperti ini  akhirnya diselesaikan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). 

“Ada sejumlah paket proyek tender, baik di Jakarta dan daerah lainnya, pada akhirnya kami gugat di PTUN. Ada fakta lagi ketika kita menang di Medan, misalnya proyek pengadaan Dermaga Muara. Kami sudah menang tender tapi kenapa Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) itu diperlambat. Bahkan faktanya kami disuruh mundur,” urai dia. 

Baca Juga: Soroti PON XX Papua, Aktivis Tio Sianipar: Diharapkan Tak Ada Gangguan Keamanan dan Bebas dari Perilaku Koruptif 

“Nah, ini kami sedang proses hukum juga. Kami akan laporkan karena bisa melanggar UU Tipikor dimana ada penyalahgunaan wewenang. Ini fakta yang harus kita awasi bersama, ketika ada perusahaan yang sudah menang, diperlambat, lalu disuruh mundur. Mungkin indikasinya gacoan-nya supaya masuk. Padahal sudah sangat jelas diatur dalam Perpres 16 Tahun 2018,” tambah dia. 


Rapen juga menyampaikan kejanggalan lainnya terkait dalam tahapan proses pengadaan barang/jasa. Dia mencontohkan adanya penguluran waktu pelaksanaan proses tender. 

“Seharusnya dari awal itu pokja sudah menyusun rencana kegiatan berdasarkan tanggal yang disusun. Tapi kenapa ini diperlambat. Bahkan diubah-ubah. Kalau mereka beralasan karena Pandemi Covid-19 ini harusnya dipercepat. Karena toh anggaranya sudah ada,” tegas dia.  

Baca Juga: RKUHP Jangan Diskriminasi Dan Dipakai Untuk Mengkriminalkan Perbedaan

Itulah, tambah Rapen, beberapa catatan terkait indikasi pengadaan barang dan jasa yang sangat berpotensi untuk terjadinya korupsi, suap, upeti, gratifikasi, dan kolusi. 


“Ini yang perlu jadi pengawasan kita bersama supaya keuangan negara itu juga sesuai peruntukkannya,” tandasnya.

(VIC)

Kejanggalan Pengadaan Barang Jasa di tengah Pandemi COVID-19

PENANGANAN SAMPAH PLASTIK DI INDONESIA

0

IndonesiaVoice.com | Dengan berkembangnya penggunaan plastik dan bertumbuhnya industri plastik sejak tahun 1950 sampai dengan sekarang, komoditas plastik ini sudah bersinggungan dengan seluruh kegiatan ekonomi dan industri di seluruh dunia.

Perkembangan ekonomi dan berkembangnya inovasi diberbagai sektor ekonomi negara-negara maju di dunia tidak terlepas dari dukungan pertumbuhan plastik sebagaimana digambarkan oleh konsumsi plastik perkapita oleh beberapa negara seperti: Vietnam = 42,1 kg/kapita, Jepang =69,2 kg/kapita, Jerman = 95,8 kg/kapita dan Korea = 141 kg/kapita.

Konsumsi plastik Indonesia saat ini baru mencapai 19.8 kg/kapita. Dengan memanfaatkan sifat-sifat dan karakteristik yang baik dan menguntungkan dari plastik antara lain seperti : murah dan mudah didapat, mudah dibentuk, kuat, konduktivitas listrik rendah dan berbagai sifat fisik dan kimia yang baik, penggunaan plastik sudah merupakan bagian dari perkembangan ekonomi dan peradaban dunia. Plastik sudah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam aktivitas dan kehidupan manusia.

Gambaran awal mengenai kerusakan dan ancaman lingkungan hidup akibat pencemaran sampah plastik, dimulai dengan adanya kajian dari Industrial ecologist, Roland Geyer, Jenna R Jambeck Dan Kara Lavender Law yang menyatakan sejak tahun 1950 sampai dengan tahun 2015, dunia telah menghasilkan 8,3 milyar ton plastik.

Baca Juga: JPIP Imbau Pemerintah Batalkan RPP Cukai Barang Kantong Plastik

Dari jumlah produksi tersebut 30 % masih di pergunakan dan sisanya terbuang sebagai : 79 % terkumpul di TPA atau terbuang di alam, 12 % di incenerated dan 9 % di daur ulang (recycling). Hasil kajian kemudian menambahkan bahwa limbah plastik yang mencemari lautan dari 192 negara di dunia sudah mencapai 4 – 12 juta ton setiap tahun.


Pencemaran ini akan semakin massif dan terakumulasi dengan cepat, karena bertambahnya konsumsi plastik di setiap negera pertahun, karena diperkirakan plastik ini baru dapat terurai dengan baik menjadi humus/tanah sesudah 500 tahun atau lebih apabila ditempatkan atau dibuang di alam bebas.

Dari Resolusi PBB tanggal 6 Desember 2017 di Nairobi, Kenya yang dihadiri oleh 200 negara termasuk Indonesia, menyadari bahwa dengan kecepatan terbuangnya 8 juta ton plastik dalam bentuk : botol, kemasan dan sampah lainnya yang dibuang ke laut, jumlah plastik ini akan lebih banyak daripada jumlah ikan dilaut, dan plastik ini akan membunuh kehidupan dan merusak rantai makan di dilaut. Dengan demikian seluruh delegasi dalam Resolusi PBB di Nairobi tersebut sepakat untuk menghentikan pencemaran sampah plastik di laut.

Gelombang informasi yang seperti tsunami mengenai ancaman sampah plastik yang merusak lingkungan hidup tersebut diatas sudah sampai ke Indonesia, karena Indonesia ditenggarai sebagai negera penghasil sampah laut terbesar kedua di dunia sesudah China (Jenna Jambeck, 2018) walapun kemudian hasil penelitian Jenna ini sudah dibantah oleh beberapa pihak.

Baca Juga: KEBIJAKAN PEMERINTAH MENETAPKAN JENIS LIMBAH INDUSTRI B3 YANG KONTRA PRODUKTIF

Sejak tahun 2015 berbagai respon dari seluruh pihak yang terkait di negeri ini, mulai dari : Pemerintah, Pengusaha, NGO dan partai politik yang diungkapkan dalam berbagai himbauan, ajakan hingga peraturan-peraturan pemerintah pusat dan daerah sudah bersebaran diseluruh negeri, yang kesemuanya membuat kebingungan, persepsi yang keliru bahkan semakin jauh dari penanganan sampah plastik yang baik dan efektif.

Pengelolaan Sampah Plastik di Indonesia

Pengelolaan sampah (waste) plastik yang sedang diupayakan saat ini oleh Pemerintah dan seluruh institusi serta masyarakat yang terlibat dengan plastik agar penumpukan dan penyebaran sampah plastik yang mengakibatkan kerusakan habitat, kebocoran sampah ke laut, dan kerusakan lingkungan hidup dapat tertangani dengan baik.


Berbagai upaya yang diprakarsai oleh Pemerintah untuk menyelesaikan masalah sampah plastik ini, belum menemukan solusi yang tepat, karena berbagai kondisi dan keterbatasan kemampuan negara kita untuk mengurangi penumpukan dan penyebaran plastik secara baik dan efektif. Prakarasa dan upaya-upaya yang sudah mulai dilaksanakan oleh Pemerintah maupun inisiatif swasta untuk pengelolaan sampah plastik, antara lain adalah:

  1. Pengelolaan sampah menjadi energy (waste to energy) sudah dimulai oleh Pemerintah dengan:
  • Membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Saat ini
  • Fuel/RPF) untuk PLTU, dimana diperlukan 5 % campuran plastik untuk memperoleh nilai kalori 4.100 kcal/kg. PLN mengajak perusaahaan lokal untuk menjadi start up dan PLN sudah bersedia membeli RFP yang diproduksi oleh mitra lokalnya dengan harga tertentu. Inovasi pemakaian RPF ni Pemerintah sudah membangun 12 PLTSa di : Surabaya, Surakarta, Palembang, Jakarta, Bandung,Bekasi, Denpasar, Makassar, Manado dan Tangerang. PLTsa ini membutuhkan sampah yang kandungan plastiknya banyak, namun diperkirakan konversi menjadi energi akan terkendala karena sampah di negeri kita basah dan harga jual pewr kwh nya tinggi dan tidak mampu dibeli oleh PLN.
  • Kerja sama dan inovasi bersama PLN untuk memakai chip (briket) sampah (Refused Plastic merupakan partisipasi PLN dengan memulai kerjasama dengan start up
  • untuk menjadi bahan bakar (pyrolysis) masih dalam tahap uji coba. untuk menanggulangi sampah kota.
  • Pemanfaatan plastik



  1. Circular Economy : Pemanfaatan sampah sampah plastik untuk meningkatkan nilai produk, penciptaan tenaga kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
  • Aktivitas circular economy ini sudah berlangsung dengan baik, yaitu dengan bertumbuh kembangnya industri recycling plastik didalam negeri yang melibatkan pemulung limbah plastik pengepul dan industri hilir plastik dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 3.000.000 orang, menghasilkan produk daur ulang plastik (DUP) yang bersaing dan memberikan kontribusi yang tinggi terhadap ekonomi.
  • Pengunaan sampah plastik untuk konstruksi seperti : (paving block) dan aspal, namun penggunaan sampah plastik untuk konstruksi ini masih terkendala oleh aspek kelayakan teknis dan ekonomis serta keterbatasan pasar yang membutuhkan.
  1. Incenerator : Pembuangan sampah ke incinerator adalah salah satu upaya yang sangat efektif untuk mengurangi timbunan sampah plastic dan mencegah kebocoran plastik ke laut. Beberapa negara maju yang memiliki GDP tinggi dengan luas daerah yang terbatas seperti : Singapore, Belanda dll memilih incinerator untuk menyelesaikan penumpukan sampah di negerinya masing-masing. Penggunaan Incenerator secara massif di Indonesia, akan terkendala dengan biaya operasional yang tinggi.


  1. Pembuangan sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)

TPA merupakan tempat terakhir dalam proses akhir sampah plastik. Sebagian besar TPA di Indonesia yang saat ini berjumlah 400 buah masih merupakan system controlled land fill, walaupun sebagian masih merupakan TPA terbuka (open dumping). Namun sudah ada kota yang sudah membangun TPAnya menjadi sanitary landfill, yaitu Rawa Kucing di Tangerang dan Mangar di Balikpapan.

Pemilihan TPA sebagai tempat terakhir pembuangan sampah di Indonesia didasarkan kepada pertimbangan-pertimbangan ekonomis dan geograpis, karena:

  • Daerah masih kesulitan untuk membuang sampah dengan skala besar melalui incinerator, karena biaya mahal. (bandingkan GDP/kapita Indonesia yang masih rendah, masih dibawah US $ 4.000, sedangkan USA = US $ 59.500,- Singapore =US $ 57.700, tahun 2017)
  • Republik Indonesia yang luas dan terdiri dari 17.000 pulau.
  • Sebagian besar TPA masih berfungsi sebagai kegiatan ekonomi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Sebagian sampah-sampak plastik yang tidak layak daur ulang (LDU) yang terdiri dari Plastik Sekali Pakai (PSP) yang tipis, multi layer dsb akan berakhir di TPA. Pengelolaan sampah terutama sampah plastik di TPA ini harus dilakukan dengan bijak dan cerdas, agar penumpukan sampah yang dilakukan lapis demi lapis dilakukan dengan upaya agar sampah yang tertimbun dapat terurai dengan baik dan segera menjadi humus dan tanah.

Kecepatan sampah mengurai menjadi humus dan tanah akan memperpanjang umur penggunaan TPA dan sekaligus menghindari pencemaran lingkungan dan kerusakan habitat mahluk hidup. Khusus untuk sampah plastik, penggunakan plastik yang ramah lingkungan (bio degradable) yang dibuang ke TPA adalah kebijaksanaan yang tepat dan efektif guna memanggulangi pencemaran lingkungan oleh plastik.

Baca Juga: Sejak Pemerintahan Jokowi, Bantuan Sosial Terus Meningkat Setiap Tahun untuk Masyarakat Terpinggirkan

Berdasarkan uraian diatas, dengan mempertimbangkan faktor-faktor : kondisi geografis, ke ekonomian dan sudah tersedianya partisipasi industri swasta yang sudah siap untuk bekerja sama, dapat diambil kesimpulan bahwa kebijaksanaan Pemerintah yang paling tepat dilaksanakan guna penangulangan pencemaran plastik secara masif dan terukur di Indonesia adalah:

  1. Mendukung dan membantu pengembangan dan pertumbuhan industri recycling plastik.
  2. Mengelola TPA sebagai tempat pembuangan terakhir sampah plastik yang ramah lingkungan (bio degradable), agar plastik segera dapat terurai menjadi humus dan tanah.



Kebijaksanaan Pemerintah mengenai Cukai Plastik

Rencana pengenaan cukai plastik oleh Pemerintah yang sudah disetujui DPR dengan menetapkan cukai sebesar Rp 30.000 per kg atau Rp 200/lembar untuk semua jenis plastik, dengan dalih untuk mengurangi pencemaran lingkungan hidup harus dilaksanakan dengan bijak agar efektif mengurangi pencemaran sampah plastik baik didarat maupun di laut.

Regulasi dan kebijakan tersebut janganlah membebani masyarakat (produsen dan konsumen) pengguna plastik dan dunia usaha kecil yang sudah mendorong tumbuhnya circular economy mulai dari produsen plastik, pengumpul limbah plastik, industri recycling plastik hingga industri hilir pengguna plastik dengan menyerap tenaga kerja yang sangat banyak dan memberikan kontribusi terhadap ekonomi nasional serta menghasilkan produk yang murah dan berdaya saing tinggi.

Pemerintah harus mendukung bertumbuh kembangnya industri plastik yang merupakan bagian dan pendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi diseluruh sektor ekonomi di negeri kita ini. Pertumbuhan produksi dan konsumsi plastik adalah salah satu indikator tumbuhnya ekonomi dan peradaban suatu negara.

Baca Juga: Terkait Polemik Impor Garam, JPIP: Masuk Tahun Politik, Isu Impor Garam ini digoreng

Dengan demikian seharusnya Pemerintah mengalokasikan penerimaan dari Cukai Plastik ini untuk pengembangan inovasi dan teknologi di bidang plastik yang ramah lingkungan, insentif kepada inovator dan industri plastik yang bersih dan tidak mencemari lingkungan dan memberikan bantuan kepada industri plastik yang kecil dan lemah.


Mencabut Larangan Pengunaan Plastik Sekali Pakai (PSP)

Gerakan-gerakan yang masif dan terstruktur oleh berbagai pihak, terutama dari NGO luar negeri agar PSP dianggap sebagai sampah plastik yang mengancam dan harus dimusuhi oleh masyarakat telah berhasil menciptakan opini yang salah dari masyarakat dan Pemerintah.

Berbagai Peraturan Daerah dan Surat Edaran dari instansi Pemerintah telah menetapkan regulasi dan kebijakan tentang Larangan Pengunaan Plastik Sekali Pakai (PSP)/Single Use Plastic, karena jenis sampah plastik ini dianggap sebagai sumber utama pencemaran plastik di darat dan di laut.

Dalam upaya preventif dan kuratif Pemerintah untuk melokalisir penyebaran pandemik virus corona, agar warga negara Indonesia terhindar dari kontak dan penyebaran virus ini, Pemerintah seharusnnya menggalakkan kembali penggunaan PSP.

Penggunaan PSP ini dilakukan bersamaan dengan kebijakan untuk menutup penerbangan, melarang warga negara asing dari negara yang masuk ke negerinya dan sebaliknya, physical distancing, membatasi kerumunan orang, menunda pertandingan, menggunakan alat-alat pembantu dan pembungkus sekali pakai dan sebagainya.

Justru dengan keadaan saat ini. Anjuran atau peraturan kebijakan Pemerintah yang paling tepat saat ini justru adalah melarang mengunakan kantong belanjaan, tas, tumbler dan wadah yang dipergunakan berulang kali (reuse) oleh masyarakat karena pengunaan produk-produk reuse sangat potensial untuk membawa (carier) virus korona, termasuk bakteri dari penyakit-penyakit menular lainnya. Hal ini disebabkan kantong reusable jarang /tidak pernah dicuci.

Jakarta, 18 April 2020

Lintong Manurung (Ketua Umum DPP Jaringan Pemerhati Industri dan Perdagangan)

Plan Indonesia Distribusi 14086 Hygiene Kit Bagi Anak-Anak di Timor Tengah Selatan  

0

IndonesiaVoice.com | Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) melanjutkan tanggap pandemik COVID-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Minggu ini distribusi paket kebersihan diri dilakukan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nagekeo dan Lembata.

Kegiatan respons distribusi Hygiene Kit atau paket kebersihan diri untuk 14.086 Sponsor Child (SC) dan 9.477 Kepala Keluarga (KK) di tujuh kecamatan berlangsung dari 14 hingga 21 April 2020. Tujuh kecamatan tersebut adalah; Kecamatan Amanuban Timur, Fatukopa, Fautmolo, Ki’e, Amanatun Selatan, Mollo Tengah dan Mollo Selatan.

Baca Juga: Jelang Ramadhan Ditengah Pandemi COVID-19, DR John N Palinggi Berbagi Kasih kepada Warga

Di Soe, Plan Indonesia bekerjasama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lokal sebagai mitra implementasi program di Area Timor. Mereka adalah Yayasan Pijar Timur Indonesia (YPTI), Yayasan Rumah Solusi Beta Indonesia (YRSBI), Yayasan Bife Kuan (Yabiku) dan Relawan Komunikasi Plan Indonesia di desa-desa dampingan. Respons ini juga didukung oleh Forum Penanggulangan Risiko Bencara (PRB) TTS.


Selain mendistribusikan paket kebersihan diri, Plan Indonesia juga melakukan penyuluhan tentang pandemik COVID-19, termasuk mengenali gejala, cara penularan dan pencegahannya serta pembagian poster tentang pandemik COVID-19.

Muhammad Thamrin, Program Implementation Area Manager Plan Indonesia di Timor, mengatakan; “Kita berharap kegiatan pembagian paket kebersihan diri, dan juga penyuluhan terkait pandemik COVID-19 ini bermanfaat bagi semua masyarakat, anak-anak dan kaum muda terutama perempuan yang tersebar di wilayah TTS.”

Baca Juga: Kejanggalan Pengadaan Barang Jasa di tengah Pandemi COVID-19

Kegiatan distribusi ini dilakukan berpedoman pada Standard Operating Procedure (SOP) yang telah dibuat, sehingga keamanan staf Plan Indonesia, mitra dan juga Kader Komunikasi yang ada di wilayah dampingan menjadi prioritas utama. Mulai dari pendataan penerima manfaat, persiapan distribusi, dan saat pelaksaan distribusi hingga kegiatan distribusi selesai.


“Saat distribusi misalnya, semua staf Plan dan mitra yang menjadi bagian dari tim distribusi diberikan penjelasan terkait SOP distribusi dalam situasi pandemik COVID-19 dan kode etik Plan Indonesia, misalnya; harus memilih lokasi distribusi di titik yang aman, memberikan informasi kepada Pemerintah Desa (Pemdes) dan kader tentang tujuan, proses dan jumlah material yang akan dibagikan,” kata Thamrin.

Kepala Bidang Sosial Budaya (Sosbud) Bappeda TTS, Yohanis Manu yang juga turut mengambil bagian dalam menyampaikan penyuluhan kepada masyarakat, mengatakan: “Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Plan Indonesia atas komitmen dan kepedulian terhadap persoalan yang mendunia saat ini, khususnya untuk penyebaran virus corona,” lanjut Yohanis.

Baca Juga: Rumah Aspirasi Milenial: Tidak Ada Yang Salah Dari Pembebasan Narapidana Karena Persoalan Covid-19

Plan Indonesia sudah melakukan langkah yang baik dengan melakukan sosialisasi menggunakan Bahasa daerah setempat sehingga orang tua lebih cepat paham terkait penyebaran virus ini dan bagaimana mencegahnya.


“Tidak hanya memberikan penyuluhan, Plan Indonesia juga memberikan paket kebersihan diri, seperti sabun mandi, sabun cuci, gunting kuku, handuk dan lain-lain ini merupakan hal yang luar biasa dan kami sangat berterima kasih,” pungkas Yohanis.

Plan Indonesia juga mengajak masyarakat luas untuk turut berkontribusi cegah penyebaran COVID-19 melalui donasi. Donasi dapat dilakukan dengan mengakses link https://www.pedulisehat.id/solidaritascegahcovid.