Beranda blog Halaman 70

Wow, Ada “Robot Intai Tempur Kota” Hasil Karya Mahasiswa Poltekad

0

Indonesia patut berbangga memiliki Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) dengan para bintara mahasiswa yang mampu menghasilkan karya teknologi canggih yang kelak digunakan oleh institusi Angkatan Darat dan juga masyarakat.

Diantaranya, hasil karya “Robot Intai Tempur Kota” yang dibuat dua mahasiswa Poltekad yakni Deni Setiawan dan Puspito Ady S. Hasil karya ini memang masih bersifat prototype. Artinya, bila akan diproduksi perlu ada perbaikan dan pengembangan selanjutnya.

Puspito Ady S memaparkan robot intai ini merupakan hasil karya tugas akhir mereka di Poltekad.

Mahasiswa Poltekad mendemonstrasikan hasil karya “Robot Intai Tempur Kota”
Mahasiswa Poltekad mendemonstrasikan hasil karya “Robot Intai Tempur Kota”

“Robot ini berfungsi mengintai musuh dengan menggunakan dua kamera yang bisa dimonitor secara real time bisa dan dikendalikan melalui smartphone android,” urai Puspito ketika memamerkan hasil karya mereka kepada awak media di Kampus Poltekad Kodiklat, Desa Pendem, Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (3/12).

Puspito melanjutkan robot tersebut menggunakan roda omni yang dapat berjalan ke segala arah dan menghindari rintangan secara otomatis.


Baca juga:

Aksi Heroik Prajurit Makorem 083 Malang, Mulai Bantu Anak Difabel sampai Kembangkan Kopi Robusta

“Dengan robot ini diharapkan dapat mengurangi jatuhnya korban dari tim TNI AD,” pungkasnya.

Sementara Komandan Poltekad, Brigjen TNI Dr Nugraha Gumilar MSc, kepada para wartawan membeberkan hasil karya bintara mahasiswa dan organik Poltekad berupa alat-alat teknologi untuk mendukung tugas OMP (Operasi Militer Perang) dan OMSP (Operasi Militer Selain Perang).

“Diantaranya, ada roket latih kaliber 70 mm yang merupakan roket sejenis Astros dan sudah beberapa kali mengalami ujicoba dan mampu mencapai jarak 8 km dengan arah luncur yang konsisten lurus ke sasaran. Juga, ada ban tanpa udara yang sangat efektif untuk mendukung manuver kendaraan tempur sehingga tidak khawatir akan mengalami kebocoran dan juga tahan dari tembakan peluru kaliber 5,56 mm,” urai dia.

Selain itu, lanjut Gumilar, ada hasil karya berupa alat-alat robotik dengan sistem autonomous (secara otomatis).

“Alat-alat ini mampu bergerak otomatis dengan sistem remote dan mampu mendeteksi kedudukan musuh termasuk alat peralatan yang dibawanya dan mampu memberikan tembakan sekaligus untuk melumpuhkan lawan. Pun, ada beberapa robotik untuk mendukung pertempuran kota yang didukung dengan helm night vision google yang mampu membedakan musuh dan kawan di malam hari,” terang dia.


Foto Bersama Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigadir Jenderal TNI Nefra Firdaus, SE, MM, dan Komandan Poltekad, Brigjen TNI Dr Nugraha Gumilar MSc, bersama rombongan wartawan dari Dinaspenad.
Foto Bersama Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigadir Jenderal TNI Nefra Firdaus, SE, MM, dan Komandan Poltekad, Brigjen TNI Dr Nugraha Gumilar MSc, bersama rombongan wartawan dari Dinaspenad.

Baca juga:

Satu Kompi Yonif Para Raider 502 Gabung Satgas Tinombala Tumpas Kelompok Mujahiddin Indonesia Timur

“Kami yakin dengan sistem pengembangan SDM TNI bidang teknologi yang telah dilakukan sejauh ini, maka pada saatnya akan dapat mewujudkan harapan Bapak Menhan RI yang menginginkan produk alutsista dalam negeri. Juga, dapat menjawab tantangan yang disampaikan Presiden RI pada saat pidato HUT TNI ke-75 yaitu TNI harus siap menghadapi lompatan teknologi militer” imbuh Gumilar.

Sedangkan Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigadir Jenderal TNI Nefra Firdaus, SE, MM, mengutarakan sengaja membawa rombongan para wartawan, ke Poltekad di Desa Pendem, Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur.

“Poltekad adalah salah satu satuan pendidikan dimana mahasiswanya berasal dari semua jajaran yang ada di AD, khususnya mereka yang mempunyai kemampuan dasar teknik,” kata dia.


“Kita juga sudah lihat tadi beberapa hasil karya mahasiswa pengembangan teknologi yang sangat bermanfaat untuk satuan-satuan yang berada di AD, sehingga akan ada proses lanjutan dari produksi-produksi yang mereka buat. Untuk itu akan ada penelitian dan pengembangan lebih lanjut,” tandas Nefra.

Aksi Heroik Prajurit Makorem 083 Malang, Mulai Bantu Anak Difabel sampai Kembangkan Kopi Robusta

0

Kepala Staf Korem (Kasrem) Letkol Inf Akhmad Juni Toa mengutarakan tentang peran Korem dalam pembinaan teritorial, yang meliputi pembinaan kemampuan teritorial, perlawanan wilayah, komunikasi sosial, dan operasi bakti TNI.

“Secara umum, Korem bertugas untuk menyiapkan daerah pertempuran untuk mendukung pasukan depan (front line) dalam hal struktur maupun infrastrukturnya,” ujar Letkol Akhmad kepada rombongan wartawan dari media yang tergabung dalam press tour Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Dispenad) ketika mengunjungi Markas Korem (Makorem) 083/Baladhika Jaya, Kodam V/Brawijaya, Malang, Jawa Timur, 2 Desember 2020.

Rombongan disambut di Makorem Jl. Bromo 17 Malang dengan protokol kesehatan yang ketat demi mencegah penularan Covid-19.

Selain paparan berkaitan dengan Tupoksi Korem, kegiatan di Aula Makorem tersebut diisi dengan pemutaran video tentang beberapa aksi heroik Babinsa di jajaran Korem 083, seperti Babinsa di Koramil 0818 yang secara swadaya membantu anak-anak difabel di Kecamatan Pakisaji dalam proses belajar-mengajar.

Tidak hanya itu, rekan media juga disuguhi dengan video Babinsa yang berhasil mengembangkan kopi Robusta untuk membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat lereng gunung Bromo.


Baca juga:

Wow, Ada “Robot Intai Tempur Kota” Hasil Karya Mahasiswa Poltekad

Juga, Babinsa inovatif yang berhasil mengembangkan pertanian yang ramah lingkungan dan padat hasil.

Menurut Akhmad, penayangan beberapa video tersebut bermaksud untuk memberikan gambaran kepada seluruh rekan media tentang strategi nyata Korem 083 dalam pembinaan teritorial.

“Tentunya, strategi tersebut merupakan bagian dari strategi lainnya yang melibatkan satuan teritorial yang lebih besar, dengan tujuan akhir meningkatkan ruang, alat dan kondisi juang wilayah yang tangguh,” imbuh dia.

Dari Kiri: Kasubdis Penmedtak Dispenad Kolonel Inf Sat Hari dan Kepala Staf Korem 083 (Kasrem) Letkol Inf Akhmad Juni Toa
Dari Kiri: Kasubdis Penmedtak Dispenad Kolonel Inf Sat Hari dan Kepala Staf Korem 083 (Kasrem) Letkol Inf Akhmad Juni Toa

Akhmad menambahkan, selain untuk mempererat kerja sama positif TNI AD dengan awak media, kegiatan press tour ini diharapkan dapat lebih mengenalkan tentang peran dan fungsi Korem sebagai salah satu bagian penting dalam menciptakan ketahanan nasional yang selama ini masih kurang mendapatkan perhatian.

“Diharapkan kedatangan awak media di Korem 083 ini, dapat menjadi corong penyebar berita positif tentang perjuangan para prajurit di pelosok-pelosok daerah demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia” pungkasnya.


Baca juga:

Satu Kompi Yonif Para Raider 502 Gabung Satgas Tinombala Tumpas Kelompok Mujahiddin Indonesia Timur

Kegiatan tatap muka diakhiri dengan acara tanya jawab antara rekan-rekan media dengan pejabat Korem 083/BDJ tentang kondisi teraktual yang dihadapi oleh Korem dan foto bersama.

Pada kegiatan dialog interaktif tersebut, turut hadir Kasubdis Penmedtak Dispenad Kolonel Inf Sat Hari sebagai pemimpin rombongan press tour Dispenad, Staf Dispenad dan para Kasi Korem serta Kapenrem 083/BDJ.

(VICTOR)

Walikota Bekasi Rahmat Effendi diganjar Penghargaan “Tokoh Toleransi 2020”

0

Wali Kota Bekasi Dr Rahmat Effendi secara resmi menerima Piagam Penghargaan sebagai Tokoh Toleransi 2020 dari Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (Perwamki).

Penghargaan tersebut diserahkan dalam apel pagi bersama para ASN di lingkungan Kota Bekasi pada 16/11 di Stadion Sepak Bola Chandrabaga, Kota Bekasi oleh Emanuel Dapa Loka selaku ketua panitia seleksi.

Penghargaan tersebut diadakan dalam rangka HUT ke-17 Perwamki dan diberikan kepada 17 tokoh dengan kategori masing-masing, antara lain, Alm Jakob Oetama (Tokoh Pers Inspiratif), drg. Aloysius Giyai (Tokoh Kesehatan), Setio Lelono (Tokoh Advokasi Gereja), Ruhul Ma’ani (Tokoh Muda Islam), Mayjend TNI dr. Albertus Budi Sulistyo (Dokter Kepresidenan).

Ikut mendampingi Pepen saat menerima penghargaan tersebut adalah Wakil Walikota Bekasi Dr H. Tri Adhianto Tjahyono dan beberapa tokoh lainnya.


Baca juga:

Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Berikan Penghargaan Kepada 17 Tokoh Nasional

Kepada TEMPUSDEI.ID Pepen menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan kepadanya. Pepen berharap semangat untuk menumbuhkan dan merawat toleransi terpelihara dalam setiap orang Bekasi dan masyarakat Indonesia.

Walikota Bekasi Rahmat Effendi diganjar Penghargaan “Tokoh Toleransi 2020”
Walikota Bekasi Rahmat Effendi diganjar Penghargaan “Tokoh Toleransi 2020”

Menurut Emanuel Dapa Loka, Pepen dalam pelayanannya kepada publik di Kota Bekasi telah menunjukkan sikap kebapaan, mengayomi seluruh warga tanpa membeda-bedakan.

“Pepen adalah pemimpin yang bijaksana dan berpihak pada konstitusi. Bagi kami, Pepen adalah ‘Mentari Toleransi Indonesia dari Bekasi’. Indonesia tentu butuh banyak matahari seperti ini untuk menyuntikkan energi bagi Indonesia kita ini,” kata wartawan yang juga penulis biografi ini.


Baca juga:

SAA Ke-35, PGI: Negara Mesti Menjamin Kesejahteraan Hidup dan Pemenuhan Hak-Hak Dasar Warganya

Rasnius Pasaribu, anggota DPRD Kota Bekasi yang hadir dalam kesempatan tersebut dan mendapat kehormatan mengalungkan selendang Perwamki mengatakan, Pepen sangat layak mendapatkan apresiasi tersebut. Pepen, kata Rasnius, adalah pribadi yang tidak hanya basa-basi dalam toleransi.

“Selamat kepada Pak Rahmat Effendi atas penghargaan ini, dan terima kasih telah menjadi teladan bagi warga Kota Bekasi dan rakyat Indonesia. Teruslah berkarya dalam memajukan Kota Bekasi dan peradaban yang bermartabat,” kata Rasnius sambil menyampaikan salam dan selamat dari Uskup Jakarta yang juga adalah Ketua KWI Mgr Ignatius Kardinal Suharyo atas penghargaan yang Pepen terima tersebut.

Catatan Toleransi Kota Bekasi

Data survei Setara Institute pada tahun 2017 menempatkan Kota Bekasi pada urutan 53 dan DKI Jakarta di urutan 94 dalam Indeks Kota Toleran di Indonesia.


Baca juga:

DPD PIKI Jabar: Natal Tanpa Ancaman, Menanti Sikap Tegas Negara atas Tindakan Intoleransi dan Ekstrimisme di Sumatera Barat dan daerah lain di NKRI

Dalam survei yang sama pada dua tahun kemudian, Kota Bekasi sudah berada di peringkat ke-6. Atas kemajuan signifikan ini, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mendapatkan penghargaan dari Setara Institute.

Data tersebut menunjukkan bahwa menciptakan sikap toleran di antara masyarakat Bekasi membutuhkan kerja keras dan kerja sama berbagai pihak, terutama Pemerintah dengan berbagai stakeholder di dalamnya.

Dalam situasi masyarakat semacam tersebut, gereja harus tetap berusaha melayani umatnya. Dan salah satu tantangan terbesar para pemimpin gereja dalam upaya membina umatnya adalah tidak mudahnya mendapatkan IMB pembangunan gereja.


Baca juga:

NORMAL BARU ERA COVID-19, PIKI DORONG PENGAJARAN ALTERNATIF

Aneka bukti telah menunjukkan itu. Bahwa akhirnya sejumlah gereja mendapatkan IMB, ini membutuhkan perjuangan yang menyedot energi, pikiran, dan kesabaran.

Betapa tidak dikatakan begitu? Bertahun-tahun berjuang, namun “seakan-akan” tanpa hasil. Gereja Santa Clara misalnya, harus menunggu 17 tahun. Berbagai demo penolakan mengiringi perjuangannya.

Untuk memberikan IMB dibutuhkan keberanian, semangat melayani tanpa sekat. Dan boleh dikatakan, keberhasilan beberapa gereja mendapatkan IMB di Bekasi sebagai kombinasi antara ketekunan panitia perizinan gereja, kebaikan masyarakat dan keberanian Walikota Pepen.


Baca juga:

Kelompok Cipayung Plus Jawa Barat Minta Presiden Pastikan Rektor, Mahasiwas, BEM dan UKM Terbebas Paham Anti Pancasila

Berkat kegigihannya, Setio Lelono bersama tim perizinan dari pihak gereja, tiga buah IMB gereja terbit. Ketiga gereja tersebut adalah Gereja Santo Mikael Kranji, Gereja Santa Clara dan Gereja Santo Yohanes Paulus II.

Selain itu Gereja Santo Stanislaus Koska di Kranggan dan beberapa gereja Protestan juga mendapatkan IMB dalam masa pemerintahan Pepen.

“Keberhasilan ini adalah berkat Tuhan dan akibat dukungan berbagai pihak, terutama masyarakat dan Pemerintah Kota Bekasi dalam hal ini Pak Walikota Rahmat Effendi,” ujar Setio Lelono.

Kunjungi Kampung Argowisata Riau, GAMKI dan Santri Tani Indonesia Bakal Teken MoU

0

Sekretaris Umum DPP GAMKI Sahat Martin Philip Sinurat ST MT, bersama rombongan melakukan kunjungan ke kampung Riau Agrowisata (RA) di Jalan Mawar, Palas, Pekanbaru, Senin (9/11).

Kunjungan khusus tersebut disambut langsung oleh pendiri RA yang juga merupakan Ketua Umum DPP Santri Tani Indonesia, T Rusli Ahmad.

Dalam pertemuan, keduanya mendiskusikan sejumlah isu dan agenda khususnya menyangkut ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian.

“Keberadaan kampung Riau Agrowisata ini merupakan salah satu kerja konkret dalam manifestasi kedaulatan pangan. Konsepnya begitu detail dan kompleks, menyangkut dimensi pertanian yang holistik. Ini perlu mendapat dukungan dari segenap stakeholder dan bisa menjadi percontohan untuk daerah-daerah lainnya,” kata Sahat Sinurat yang merupakan putra kelahiran Pekanbaru ini.


Baca juga:

GAMKI DAN KNPI, HARMONIS MEMBANTU PONDOK PESANTREN DAN GEREJA DI PROVINSI BANTEN

Dalam kunjungan tersebut, Sahat Sinurat didampingi oleh Ketua DPP GAMKI Bidang Ketenagakerjaan, Paul Pasaribu, Ketua DPD GAMKI Provinsi Riau, Roy Juli Manurung, Ketua Perkumpulan Senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PS GMKI) Riau, Raya Desmawanto Nainggolan, Sekretaris DPC GAMKI Pekanbaru Fery Sormin, Ketua DPC GAMKI Kota Dumai, Henokh Tambunan, serta sejumlah tokoh pemuda lainnya.

Rusli Ahmad dalam kesempatan tersebut mengutarakan, konsep Riau Agrowisata adalah pola pengembangan pertanian berbasis perikanan, peternakan, dan tanaman yang dipadu dengan spirit kepariwisataan. Ketiga sub sektor pertanian tersebut dapat memenuhi kebutuhan pokok (pangan) masyarakat.

“Di dalamnya ada pemberdayaan dan pelibatan masyarakat pemilik lahan serta warga sekitar. Jadi, lahan-lahan tidak produktif dapat dikelola untuk kegiatan pertanian. Kita akan mendorong penyediaan bibit dan pengolahan lanjutannya,” kata Rusli yang juga merupakan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Riau.


Baca juga:

Corona Berdampak Pada Ekonomi, GAMKI Harapkan Ada Insentif Untuk Petani, Nelayan, Dan Pekerja Informal

Ia menjelaskan sejumlah komoditi tanaman yang dikembangkan yakni jagung, jahe merah, kurma dan aren. “Komoditi lainnya akan kita sesuaikan dengan jenis tanah dan kondisi lapangan yang ada,” jelas Rusli.

Rusli dan Sahat juga mendiskusikan rencana kerja sama strategis pengembangan pertanian antara DPP GAMKI dengan DPP Santri Tani Indonesia yang dipimpin oleh Rusli Ahmad.

Dalam waktu dekat akan dibahas MoU terkait pengembangan masyarakat berbasis pertanian untuk mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh pemerintah.


Baca juga:

Tenaga Kerja Asing masuk Indonesia, Ketum GAMKI: “Jika Tidak Ingin Tergilas, Pemuda Mesti Punya Keahlian Khusus”

“DPP GAMKI juga memiliki program pendampingan desa dan kelompok tani yang mulai berjalan di Sulawesi Utara, Maluku Utara dan beberapa daerah lainnya. Untuk Riau sedang kita rencanakan. Langkah positif jika Santri dan Pemuda Gereja bekerjasama untuk mewujudkan ketahanan pangan. Rencana ini kita akan tindak lanjuti dalam bentuk MoU (nota kesepahaman). Semoga bisa langsung dieksekusi,” tegas Sahat yang juga merupakan mantan Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI.

(VIC)

Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Berikan Penghargaan Kepada 17 Tokoh Nasional

0

Pertama kalinya, setelah berdiri sejak 17 tahun, Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (PERWAMKI) mengganjar penghargaan kepada 17 tokoh yang dianggap telah memberikan sumbangsih bagi kemanusiaan, pembangunan gereja dan tanah air.

Pemberian penghargaan “Malam Cinta Bagi Negeri” bertajuk “Berkarya dan Memberi yang Terbaik” ini digelar di Hotel Aston Bellevue, Jakarta Selatan, 10 November 2020, bertepatan dengan Hari Pahlawan.

Ketua Panitia Emanuel Dapa Loka menjelaskan para tokoh yang mendapat penghargaan adalah orang-orang hebat yang dengan tuntunan mata kakinya, bagai musafir berjalan kian ke mari, menyorotkan matanya melihat kehidupan sesama. Yang mereka lihat itu kemudian turun ke hati, diolah dalam batin lalu muncul dalam aneka tindakan kemanusiaan.

“Inilah yang dalam istilah Jakob Oetama, Tokoh Pers Indonesia sepanjang masa, disebut sebagai ‘Kemanusiaan Transendental’ yang konkret dirasakan oleh sesama,” ujar wartawan yang juga penulis biografi ini.


Ketujuh belas tokoh tersebut adalah Dr. Rahmat Effendi (Tokoh Toleransi), Gus Ruchul Maani (Tokoh Ormas Non Kristen), Alm. DR (HC) Drs. Jakob Oetama (Tokoh Pers Inspiratif), Sugeng Teguh Santoso, SH (Tokoh Pengawal Hukum), Dr. Stefanus Roy Rening, SH (Tokoh Pemikir Hukum), RG Setio Lelono (Tokoh Advokasi Gereja), Handoyo Budhisejati (Tokoh Organisasi Katolik), Djasermen Purba (Tokoh Ormas Kristen), Mayjend. dr. Albertus Budi Sulistyo (Tokoh Kesehatan), J. Irwan Hidayat (Tokoh Jamu Herbal Inspiratif), Sandec Sahetapy (Tokoh Penggerak Budaya), drg. Aloysius Giyai, M.Kes (Tokoh Inovatif Kesehatan), Tetty Paruntu (Tokoh Perempuan), Jerry Pattinasarany (Tokoh Inspiratif Muda), James Koleangan (Tokoh Pengusaha Muda), Christie Damayanti (Tokoh Disabilitas Inspiratif), Pdt. Rubin Adi Abraham (Tokoh Sinode).

Aloysius Giyai ketika mendapat kesempatan berbicara, berbagi pengalaman dalam memberikan hati dan pikirannya melayani masyarakat Papua.

“Sebagai dokter, saya sangat terikat oleh sumpah. Maka saya tidak akan membiarkan seorang pun meninggal, apa pun taruhannya baik jabatan maupun nyawa. Saya pasti membela kehidupan siapa pun. Jabatan dan nyawa saya pertaruhkan,” tegas Aloysius yang juga Direktur RSUD Jayapura ini.


Kerelaan Alo, demikian dia akrab disapa, mempertaruhkan segalanya dipicu oleh pengalaman masa lalu yang sangat berat bahkan diikuti banyak tragedi.

“Saya tidak mau itu terulang kepada orang lain. Saya berusaha keras untuk itu walau banyak juga kelemahan kami,” ujar mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua ini.

Alo lalu bercerita, beberapa kali dia “melanggar” peraturan dengan tetap memberikan pelayanan secepat-cepatnya kepada mereka yang belum terdata.

“Sekali lagi ini urusan nyawa. Jadi saya harus bergerak cepat, sedangkan hal administratif tetap bisa diurus kemudian,” ujarnya.

Sementara Setio Lelono yang dinobatkan sebagai Tokoh Advokasi Gereja menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diterimanya.


Setio mengungkapkan bahwa dia mengurus IMB Gereja sebagai tugas yang sewajarnya sebagai seorang Katolik.

Menjadi terasa berbeda karena dia mengurusnya di wilayah yang “tidak mudah”, yakni Jawa Barat, khususnya Bekasi.

Meski tidak mudah, Setio telah berhasil mengurus tiga buah IMB gereja, yakni Gereja Santa Clara, Gereja Santo Mikael dan Gereja Santo Yohanes Paulus II. Ketiganya berada di wilayah Kota Bekasi.

“Saya atau kita beruntung punya walikota Pak Rahmat Effendi yang sangat mau mengayomi semua masyarakatnya. Kita berterima kasih kepada Bang Pepen dan masyarakat Bekasi,” ucap Setio.

Kepada tempusdei.id Rahmat Effendi atau yang akrab disapa Pepen mengatakan bahwa perbedaan keyakinan, suku dan agama sebagai anugerah Tuhan.


“Tuhan menciptakan keberagaman itu untuk umat-Nya, dan harusnya disyukuri. Kalau di hati kita ini tumbuh keikhlasan bersyukur, kita tidak perlu mempertentangkan keyakinan satu dengan lainnya. Nah, merawat pluralisme itu bagian rasa syukur yang harus dipertahankan dan dikembangkan bersama. Semua yang ada di kota Bekasi ini bertanggung jawab membangun kota ini,” katanya pada sebuah kesempatan di ruang kerjanya.

Sebagai pemeluk Islam, Pepen paham betul bahwa Islam adalah rahmat bagi sekalian alam, karena itu ia selalu mengajak masyarakatnya untuk hidup harmonis, agar benar-benar menjadi rahmat bagi siapa pun. Namun Pepen menyadari, hal ini tidak mudah dilaksanakan.

“Kan ada masyarakat yang berpikir ‘pokoknya’, yang merasa yang dia pikir itulah yang paling benar. Namun gak apa-apa, biarkan saja dan perlu dikasih pengertian terus,” kata Pepen lagi.

Makna Pahlawan Masa Kini

0

“Hari Pahlawan” yang diperingati setiap tanggal 10 November, mengajak anak-anak bangsa untuk mengenang sekaligus memaknai jasa-jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk mempertahankan Indonesia Merdeka.

Setiap tahun pemaknaan “Pahlawan” terus mengalami dinamika. Pahlawan diartikan bukan lagi hanya sebagai sosok yang berjuang dengan memanggul senjata untuk mengusir penjajahan.

Namun, pahlawan juga ditujukan untuk sosok panutan yang dapat membawa perubahan serta memberikan kontribusi positif dalam berbagai bidang. Diantaranya, pahlawan di bidang ekonomi, sosial budaya, seni dan politik, baik dalam lingkup lokal maupun internasional.

“Berjalan waktu, pemaknaan ‘Hari Pahlawan’ kian hari makin beragam. Sebab, setiap masa, tantangan yang dihadapi berbeda. Setiap waktu punya tantangan dan jawabnya masing-masing,” kata Dating Palembangan, SE, MM, Ketua Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Periode 2007-2011, di Jakarta, Jumat, 6 November 2020.

Dating Palembangan melanjutkan Tema Nasional “Hari Pahlawan 2020” adalah “Pahlawanku, Sepanjang Masa”.


Baca juga:

GAMKI DAN KNPI, HARMONIS MEMBANTU PONDOK PESANTREN DAN GEREJA DI PROVINSI BANTEN

“Tema ini sebetulnya mengajak kita semua Warga Negara Indonesia, tanpa terkecuali, sebagai ‘Pahlawan Masa Depan’ yang turut berperan untuk membangun masa depan bangsa dan negara ini. Sekecil apapun peran kita, adalah bagian dari ‘Pahlawan Masa Depan’,” urai Mantan Aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Makassar ini.

Menurut Dating, paska kemerdekaan, tantangan yang dihadapi bukan lagi hanya perjuangan mengangkat senjata untuk mengusir penjajah.

“Tantangan bangsa dan negara saat ini, antara lain, bagaimana meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja ditengah-tengah wabah pandemi Covid 19,” kata Majelis Gereja Toraja, Jatiwaringin, Jakarta Timur ini.

Tantangan lainnya, lanjut Dating, bagaimana menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945

“Tantangan yang tak kalah penting adalah bagaimana internalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan UUD 1945 dapat terkristalisasi kepada semua anak bangsa,” tambah Mantan Pengurus DPP Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) ini.


Baca juga:

Tenaga Kerja Asing masuk Indonesia, Ketum GAMKI: “Jika Tidak Ingin Tergilas, Pemuda Mesti Punya Keahlian Khusus”

Meski begitu, Dating menilai pekerjaan ini tidak mudah. “Tugas dan tanggung jawab ‘Pahlawan Masa Depan’, adalah bagaimana Indonesia ini tetap eksis dengan tetap berpegang teguh kepada nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945,” jelas Mantan Anggota Majelis Pemuda Indonesia KNPI.

“Pun, anak-anak cucu kita ratusan tahun kedepan juga tetap dapat menghayati dan memaknai pengorbanan para pahlawan yang telah berjuang untuk membela dan mempertahankan NKRI,” kata dia.

Dating menambahkan perkembangan teknologi yang begitu cepat merupakan peluang bagi generasi muda untuk menciptakan dan membawa Indonesia untuk lebih maju lagi kedepan.

“Hiruk pikuk di era digital, telah banyak memunculkan figur muda brilian yang punya gagasan ide, karya dan kontribusi bagi masyarakat, mulai dari lingkup regional, nasional, bahkan dunia,” kata dia.

Dating mencontohkan beberapa pekerjaan yang bermunculan, antara lain, influencer, content creator, olahragawan, pebisnis muda, artis dan animator.


Baca juga:

Webinar PIKI Bahas IA CEPA, Wamendag Jerry Sambuaga: “Bea Masuk Produk Indonesia ke Australia Jadi 0 Persen, Ini Sebuah Prestasi”

“Profesi yang dulu kurang dikenal ini, kini berkat adanya sosial media menjadi viral dan dikenal oleh masyarakat luas. Bahkan menjadi suatu gerakan untuk memajukan Indonesia ke arah yang lebih baik. Dan sebagian masyarakat, memandang mereka sebagai pahlawan,” tandasnya.

(VIC)

Pesan AHY Kepada BMW Dalam Kongres Ke-1 IMDI

0

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono membuka Kongres I Insan Muda Demokrat Indonesia (IMDI), organisasi sayap Partai Demokrat, yang digelar di Hotel Grand Kemang, Jakarta, 7 November 2020.

Kongres I IMDI yang berlangsung dari tanggal 6-8 November 2020 ini dihadiri oleh 33 DPD IMDI ditingkatan provinsi dan mengusung tema “Merajut Kebhinekaan Indonesia”.

Dalam Kongres I ini, terpilih kepemimpinan IMDI yang baru Dr Michael Wattimena (Ketum) dan Muslimin (Sekjen) menggantikan kepemimpinan sebelumnya Teuku Rifky Harsa (Ketum) dan Dr Michael Wattimena (Sekjen).

Dalam orasi pembukaan Kongres I IMDI, Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menitip pesan kepada Dr Michael Wattimena untuk menjalankan 10 program unggulan Partai Demokrat, terlebih khusus program poin 1 dan 6.

“Dalam menjalankan program IMDI nanti tolong Bung Michael Wattimena (BMW) untuk menjalankan juga 10 program unggulan Partai Demokrat, terlebih khusus program poin 1 dan 6 yaitu mencetak sumber daya manusia yang unggul dan militan serta membina dan memperluas jaringan konstituen,” tegas AHY.


Baca juga:

Tenaga Kerja Asing masuk Indonesia, Ketum GAMKI: “Jika Tidak Ingin Tergilas, Pemuda Mesti Punya Keahlian Khusus”

AHY juga memberi apresiasi kepada kepemimpinan IMDI sebelumnya. “Capaian IMDI dimasa lalu dibawah kepemimpinan sebelumnya kiranya bisa dilanjutkan dan ditingkatkan,” kata dia.

Hal lainnya, AHY menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan silaturahmi agar sinergi dan kolaborasi semakin kuat.

“Kolaborasi dan tetap saling menghormati. Kolaborasi ini tentunya kita ingin membangun organisasi yang solid, kompak dan efektif, baik internal maupun eksternal dengan berbagai organisasi kemasyarakatan,” imbuh dia.

Sementara Ketua Panitia Kongres I IMDI, BMW mengutarakan kongres saat ini mengandung dua makna, yaitu makna filosofis dan makna strategis.

“Makna filosofis adalah baru pertama kali mengadakan Kongres dalam perjalanan panjang dalam 16 tahun berdirinya IMDI. Sedangkan makna strategis adalah IMDI kini mendapat hak suara penuh dalam Kongres ke V Partai Demokrat, pada Maret 2020, sebagaimana diperjuangkan agar organisasi sayap mempunyai hak suara penuh dalam kongres,” urai dia.


Baca juga:

Anggota DPR Willem Wandik Desak Menko Perekonomian Batalkan Program Kartu Prakerja Dimasa Pandemi Covid-19

Jelang Pilkada Desember 2020, BMW menegaskan komitmen IMDI untuk memperjuangan dan memenangkan pasangan calon kepala daerah dari Partai Demokrat sesuai dengan arahan Ketum Partai Demokrat AHY.

Lebih lanjut BMW menyampaikan Kongres IMDI juga akan menuntaskan beberapa agenda. Diantaranya, memperkuat konsolidasi organisasi, memilih ketua umum yang baru, serta menetapkan program-program strategis IMDI untuk lima tahun kedepan.

“Semua agenda itu sangat penting sehingga Kongres I IMDI ini harus berjalan sukses karena keberadaannya dituntut untuk dapat memunculkan rekomendasi-rekomendasi yang vital seperti penguatan organisasi,” pungkasnya.

Sedangkan, Teuku Rifky Harsa, yang juga Sekjen Partai Demokrat, dalam sambutan menyampaikan IMDI merupakan pabrik kader Partai Demokrat.


Baca juga:

GAMKI DAN KNPI, HARMONIS MEMBANTU PONDOK PESANTREN DAN GEREJA DI PROVINSI BANTEN

“IMDI mempunyai semangat yaitu elemen pemuda yang berasal dari para organisatoris dan elemen kedua adalah pemuda yang berlatar belakang Profesional. Karena itu, IMDI sebagai pabrik kader Partai Demokrat sejalan dengan program Ketua Partai Demokrat yakni mencetak SDM yang unggul dan militan,” tanda Anggota DPR RI dari Aceh ini.

(VIC)

Dianggap Melanggar, Satpol PP Jakarta Barat Bongkar Tembok di Perumahan Komplek Kedoya

0

Dianggap melanggar, Satpol PP Jakarta Barat menindaklanjuti dengan membongkar paksa bangunan, berupa kerangka tembok seluas 14 meter, menjulang tinggi di atap Rumah milik Wali Gunawan, yang berlokasi di Komplek Kedoya Baru, Blok F2 Persil No.11, RT 018, RW 10, Kelurahan Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta, Minggu Pagi, 15 Oktober 2020.

Gala Sitinjak, Bagian Penindakan Satpol PP Jakarta Barat, memimpin eksekusi pada pukul 09.30 WIB pagi dan disaksikan pihak kepolisian, koramil, Babinsa, Kelurahan Kedoya Selatan, dan Pengurus RW setempat.

Gala Sitinjak menjelaskan pembongkaran dinding tembok yang menjulang tinggi ke atas tersebut dilakukan setelah mendapatkan laporan warga yang merasa terganggu dengan adanya tembok beton berukuran sekitar 2×7 meter itu.

“Kita sebagai eksekutor mengeksekusi sesuai dengan adanya laporan. (Tembok) ini melanggar. Tembok ini mengganggu warga sekitar. Yang dibongkar sekitar seluas 14 meter (2×7 meter),” tegas Gala Sitinjak kepada para wartawan usai melakukan eksekusi pembongkaran di Komplek Kedoya, Jakarta, 15 Oktober 2020.

“Pembongkaran ini pun dilakukan secara hati-hati karena posisinya dempet dengan rumah warga lainnya. (Kehati-hatian) ini supaya tidak ada timbul masalah baru dengan adanya buangan batu,” tambah dia.


Baca juga:

KH Said Aqil Siroj Sambut Baik Silaturahmi DR John Palinggi Berbagi “Bingkisan Kasih Sayang” kepada Staf Karyawan PBNU 

Satpol PP Jakarta Barat bersiap-siap mengeksekusi Pembongkaran Tembok di Perumahan Komplek Kedoya
Satpol PP Jakarta Barat bersiap-siap mengeksekusi Pembongkaran Tembok di Perumahan Komplek Kedoya

Gala Sitinjak berharap bagi warga DKI Jakarta yang ingin membangun agar memperhatikan seksama terkait peruntukkan IMB yang dimiliki.

“Khususnya bagi warga DKI Jakarta, kalau membangun sesuaikan lah dengan IMB. Jangan melanggar,” imbuh dia.

Menurut Gala, dengan dibongkarnya tembok ini berarti persoalan sudah selesai. “Sekarang persoalannya telah selesai dan pemilik rumah pun tak akan meneruskan lagi soal tembok ini. Sebab kita sudah buat surat pernyataan soal itu,” pungkasnya.

Sementara Dr John Palinggi, melalui hubungan telepon, mengutarakan ihwal persoalan ini timbul manakala pembangunan rumah milik Wali Gunawan tidak sesuai dengan peruntukkan IMB.

“Saya dan beberapa tetangga yang bersebelahan, protes dengan pembangunan rumah yang tidak sesuai dengan IMB. Dalam IMB, rumah hanya bisa dibangun tiga lantai. Namun, ini dia bangun sampai empat lantai. Ditambah lagi, dibangun tembok menjulang tinggi di atap rumahnya. Pun, selama proses pembangunan, para tetangga merasa terganggu,” beber dia.


Baca juga:

Silaturahmi DR John Palinggi berbagi Untuk Staf Karyawan PP Muhammadiyah, Dr H Abdul Mu`ti: “Ini Simbol Kebersamaan”

Satpol PP Jakarta Barat Eksekusi Pembongkaran Tembok di Perumahan Komplek Kedoya
Satpol PP Jakarta Barat Eksekusi Pembongkaran Tembok di Perumahan Komplek Kedoya

Hal itulah, lanjut John, yang menimbulkan protes dari beberapa warga yang tinggal berdempetan dengan rumah Wali Gunawan.

“Kita ucapkan terima kasih atas tindakan tegas dari Satpol PP Jakarta Barat yang telah mengeksekusi pembongkaran tembok tersebut. Kiranya hal ini menjadi pembelajaran bersama agar ketika membangun mesti sesuai dengan IMB yang telah ditetapkan,” tandasnya.

(VIC)

GMKI Ultimatum Media Kumparan Klarifikasi Terkait Pemuatan Foto Bendera Organisasi Saat Halte Busway Dibakar

0

Sejak Kamis sore (8/10), beredar screenshot berita dan foto aksi demo serta bendera Kelompok Cipayung Plus yang saat itu berunjuk rasa menolak disahkannya UU Cipta Kerja oleh DPR RI, pada 5 Oktober 2020.

Dalam berita tersebut tertulis, “Massa demo yang sempat dipukul mundur oleh polisi di kawasan Patung Kuda bergerak ke Jalan Thamrin menuju ke Bundaran HI. Aksi rusuh mereka lanjutkan dengan membakar halte Transjakarta Bundaran HI”.

Berita dan foto ini ditampilkan di halaman situs Kumparan dengan judul “Demo di Thamrin Rusuh, Halte Trans Jakarta Bundaran HI Dibakar”.

Foto dan informasi yang tertulis dalam berita Kumparan tersebut mendapatkan kritik keras dari Sekretaris Umum PP Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) David Sitorus dan Koordinator Lapangan Aksi GMKI Christian Patricho dalam keterangan tertulisnya pada hari Jumat (9/10).

Sekretaris Umum GMKI David Sitorus menyayangkan munculnya pemberitaan di media Kumparan yang menimbulkan framing di tengah masyarakat seakan-akan mahasiswa Kelompok Cipayung Plus terlibat dalam pembakaran halte busway Transjakarta. 


Baca juga:

RKUHP Jangan Diskriminasi Dan Dipakai Untuk Mengkriminalkan Perbedaan

Padahal menurut David, Kelompok Cipayung Plus termasuk GMKI tidak melakukan tindakan anarkis berupa pembakaran fasilitas umum.

“GMKI bersama Kelompok Cipayung Plus melakukan aksi dengan damai, kondusif, dan tanpa tindakan anarkis. Saya dapat pastikan bukan mahasiswa Kelompok Cipayung Plus yang melakukan pembakaran halte. Pemberitaan Kumparan sangat merugikan kami,” tegas David.

David meminta rekan-rekan media untuk selalu menyampaikan pemberitaan yang sesuai dengan fakta di lapangan, sehingga tidak menimbulkan persoalan dan kerugian bagi pihak yang diberitakan.

“Selama ini kami dari GMKI dan Kelompok Cipayung Plus selalu menjalin hubungan baik dengan rekan-rekan media. Kami sangat terkejut dengan berita dari media Kumparan,” kata alumni magister Hukum Tata Negara Universitas Indonesia ini.

“Kami meminta Kumparan segera melakukan klarifikasi dalam 2 x 24 jam terkait pemberitaan tersebut untuk menjaga hubungan baik ke depannya,” imbuhnya.


Baca juga:

Kelompok Cipayung Plus Jawa Barat Minta Presiden Pastikan Rektor, Mahasiwas, BEM dan UKM Terbebas Paham Anti Pancasila

David menambahkan, GMKI meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku aksi pembakaran dan perusuh provokator yang mengganggu aksi damai tersebut.

“Kita meminta kepada pihak kepolisian agar mengusut tuntas pelaku pembakaran halte dan sepertinya dengan sengaja menyusup dalam aksi damai. Kelompok Cipayung Plus sudah meninggalkan lokasi sebelum pukul 18.00, sehingga bisa dipastikan massa yang masih berkerumun sampai malam bukan dari mahasiswa Kelompok Cipayung Plus,” beber dia.

Terakhir, David menyampaikan evaluasi dari aksi hari ini, Pengurus Pusat GMKI akan melanjutkan aksi penolakan secara nasional sembari berjuang melalui judicial review.

“Menindaklanjuti aksi hari ini, maka GMKI akan menyusun judicial review terhadap UU Cipta Kerja untuk disampaikan kepada Mahkamah Konstitusi bersama dengan rekan-rekan lainnya,” pungkasnya.

Sementara Koordinator Lapangan GMKI Christian Patricho menjelaskan kronologis kejadian yang ditulis di Media Kumparan.


Baca juga:

Webinar PIKI Bahas IA CEPA, Wamendag Jerry Sambuaga: “Bea Masuk Produk Indonesia ke Australia Jadi 0 Persen, Ini Sebuah Prestasi”

“Halte Transjakarta di Bundaran HI memang sudah terbakar ketika kita masih jauh dari lokasi. Foto tersebut diabadikan ketika mobil komando Kelompok Cipayung Plus sedang berjalan pulang dari arah Patung Kuda. Kami memang harus melewati halte yang sudah terbakar ini. Tetapi saya bisa pastikan yang membakar halte tersebut bukan dari Kelompok Cipayung Plus,” ungkap Rico yang juga salah satu fungsionaris PP GMKI.

Rico menambahkan, dari awal aksi sampai selesai, para pimpinan Kelompok Cipayung Plus telah berkomitmen untuk melakukan aksi dengan damai, tidak anarkis, tidak membakar fasilitas umum, dan fokus pada tuntutan perjuangan menolak omnibus law UU Cipta Kerja. 

“Kami menyayangkan wartawan Kumparan yang terkesan menyudutkan aksi mahasiswa dengan foto dan keterangan berita. Apalagi bendera GMKI yang paling terlihat di foto. Pemberitaan ini telah merusak maksud tulus kami untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. Banyak senior, anggota, dan pemuka agama yang meminta penjelasan akibat dari berita Kumparan ini. Kami sangat dirugikan,” tandasnya.

WASPADA..!! PENUMPANG GELAP DI PILKADA SERENTAK 2020

0

Penumpang gelap atau free rider dalam kontestasi Pilkada serentak 2020, perlu diwaspadai bersama. Siapa saja para penumpang gelap itu?

“Mereka para pengusung khilafahisme berlatar belakang simpatisan HTI, kelompok keagamaan radikal bahkan ada kelompok teroris seperti Jamaah Anshorud Daulah (JAD), Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) dan Jamaah Anshorus Syariah (JAS),” imbuh Gus Sholeh Mz.

Dia mengingatkan para elite politik dan para Paslon Pilkada Serentak 2020 agar membersihkan diri dari kelompok anti-Pancasila. Sebab, kelompok tersebut hanya memanfaatkan momentum politik elektoral untuk kepentingan ideologisnya.

“Intensitas narasi dari elite politik dan pendukungnya untuk mendelegitimasi proses dan hasil Pilkada Serentak 2020, melalui reproduksi hoaks, misinformasi dan disinformasi telah melahirkan titik-titik kerawanan yang membangkitkan sel-sel tidur jaringan teroris. Ini sangat berbahaya,” tegas Gus Sholeh Mz.

Para elite politik, Paslon Pilkada dan publik harus ikut memelihara kondusivitas sosial-politik dengan menahan diri dari melakukan tindakan yang dapat meningkatkan kerawanan keamanan terutama saat ini masih pandemi Covid19 kurvanya yang masih terus meningkat.


Baca juga:

Kelompok Cipayung Plus Jawa Barat Minta Presiden Pastikan Rektor, Mahasiwas, BEM dan UKM Terbebas Paham Anti Pancasila

“Stop produksi hoaks, misinformasi dan disinformasi. Hentikan ujaran kebencian serta provokasi. Apalagi nantinya menjelang pengumuman resmi hasil Pemilu Pilkada Serentak 2020 oleh KPU,” tuturnya.

Pihak-pihak yang terus memprovokasikan masyarakat adalah penumpang gelap dalam Pemilu. Menurut Gus Sholeh, penumpang gelap itu berbahaya bagi demokrasi. Gus Sholeh juga mengatakan ada tiga ciri penumpang gelap dalam Pemilu.

Pertama, kelompok ini melakukan delegitimasi terhadap penyelenggara pemilu dengan cara-cara di luar prosedur demokrasi yang sudah disepakati.

Misalnya menyebarkan hoaks dan berita bohong di media sosial dengan berbagai jenis kebohongan. Selain itu, memprovokasi masyarakat agar menduduki gedung KPU.

Kedua, kelompok ini tidak mempunyai basis data yang valid dan kuat yang bisa dipertanggungjawabkan dalam melakukan tuduhan maupun klaim. Ketika ditanya bukti, mereka akan menyodorkan fakta fakta yang sebenarnya bukan bukti.


Baca juga:

Presiden Jokowi Bahas Penanganan Covid-19 Bersama Tokoh Lintas Agama

“Misalnya tuduhan kecurangan karena ada 500-an anggota KPPS yang meninggal dunia, disaat Pilpres 2019 lalu. Padahal investigasi dari Kementerian Kesehatan membuktikan bahwa yang meninggal memang sudah mengidap sakit,” terangnya.

Ketiga, penumpang gelap ini mempunyai tujuan Indonesia konflik. Jika konflik terjadi, mereka mengambil keuntungan dan berpeluang menawarkan solusi selain sistem Demokrasi.

“Tawaran ideologi alternatif itu tidak akan bisa diterima rakyat kalau situasi Indonesia damai dan rukun. Karena tujuan mereka konflik, maka fakta dan kebenaran apapun akan mereka tolak supaya terjadi distrust publik terhadap pemerintah yang sah,” ujar Gus Sholeh.

Dia berharap Pelaksana Pilkada bersama TNI dan Polri tegas terhadap setiap tindakan melanggar hukum yang mengancam keutuhan NKRI dan Pancasila.


Baca juga:

RKUHP Jangan Diskriminasi Dan Dipakai Untuk Mengkriminalkan Perbedaan

Mengakhiri pernyataannya, Gus Sholeh menegaskan penumpang gelap adalah kelompok yang ingin memanfaatkan ketegangan politik ditengah Pandemi Covid19 dalam Pilkada Serentak 2020. Tujuannya adalah mengacaukan negara.

“Indikasi yang ada sangat kuat. Ini bisa kita lihat mulai beberapa pekan lalu menjelang diputuskannya diundur lagi atau tidak pelaksanaan Pilkada Serentak 2020, hingga saat ini, dengan memainkan isu-isu yang ada, mulai isu kebangkitan PKI, kejadi-kejadian diluar nalar ditempat ibadah dan demo buruh. Masyarakat harus menyadarinya. Ini bukan persoalan menang atau kalah dalam Pilkada Serentak 2020. Bukan soal kecurangan atau tidak. Tapi, ada penumpang gelap yang ingin memanfaatkan situasi kegalauan politik dan kegaduhan. Jelas ini membahayakan eksistensi negara, ideologi negara Pancasila termasuk NKRI,” tegas Gus Sholeh.

Untuk lebih jelas dan detailnya, silahkan ikuti webinar kebangsaan yang dilaksanakan oleh Agama Cinta Edisi 8, bekerjasama P3S (Political and Public Policy Studies) dan JPK (Jamaah Pengajian Kebangsaan), dengan tema: “Waspada, Penumpang Gelap Di Pilkada Serentak 2020”, dilaksanakan pada hari Minggu, 11 Oktober 2020. Pukul 14.00 WIB sampai selesai, via virtual zoom.

Webinar diawali dengan pengantar diskusi oleh Gus Sholeh. Dan bertindak sebagai moderator Fredi Moses Ulemlem, SH.

Adapun para narasumber yang akan mengisi webinar kebangsaan ini, sebagai berikut:
Dr. Jerry Massie – Direktur Eksekutif P3S, Pengamat Politik.
Prof. J Kristiadi – Peneliti Senior CSIS.
Titi Anggraini – Dewan Pembina PERLUDEM, Pengamat Pemilu dan Aktivis Demokrasi.
DR Pangi Syarwi Chaniago – Analis Politik.
DR Emrus Sihombing – Pakar Komunikasi Politik UPH (Universitas Pelita Harapan).
Chrisman Damanik – Mantan Ketum GMNI
Ken Setiawan – Ex Radikalis NII, Pendiri NII Krisis Center.
Dan diakhiri dengan pembacaan puisi dan doa penutup oleh Habib Ja’far Shodiq bin Yahya – Sufi Musafir.

Bagi audensi yang hendak mengikuti webinar ini, tulis nama lengkap dan kota tempat tinggal, kirim via WA kepada Panitia 0817706999 atau +62 851-5656-8635.