Makna Pahlawan Masa Kini

“Tantangan bangsa dan negara saat ini, antara lain, bagaimana meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja ditengah-tengah wabah pandemi Covid 19,”

JAKARTA CHANNEL TV || Silaturahmi DR John Palinggi berbagi Untuk Staf Karyawan PP Muhammadiyah, Dr H Abdul Mu`ti: “Ini Simbol Kebersamaan”

Silaturahmi DR John Palinggi berbagi Untuk Staf Karyawan PP Muhammadiyah, Dr H Abdul Mu`ti: “Ini Simbol Kebersamaan”
Makna Pahlawan Masa Kini​
Makna Pahlawan Masa Kini​

“Hari Pahlawan” yang diperingati setiap tanggal 10 November, mengajak anak-anak bangsa untuk mengenang sekaligus memaknai jasa-jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk mempertahankan Indonesia Merdeka.

Setiap tahun pemaknaan “Pahlawan” terus mengalami dinamika. Pahlawan diartikan bukan lagi hanya sebagai sosok yang berjuang dengan memanggul senjata untuk mengusir penjajahan.

Namun, pahlawan juga ditujukan untuk sosok panutan yang dapat membawa perubahan serta memberikan kontribusi positif dalam berbagai bidang. Diantaranya, pahlawan di bidang ekonomi, sosial budaya, seni dan politik, baik dalam lingkup lokal maupun internasional.

“Berjalan waktu, pemaknaan ‘Hari Pahlawan’ kian hari makin beragam. Sebab, setiap masa, tantangan yang dihadapi berbeda. Setiap waktu punya tantangan dan jawabnya masing-masing,” kata Dating Palembangan, SE, MM, Ketua Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Periode 2007-2011, di Jakarta, Jumat, 6 November 2020.

Dating Palembangan melanjutkan Tema Nasional “Hari Pahlawan 2020” adalah “Pahlawanku, Sepanjang Masa”.


Baca juga:

GAMKI DAN KNPI, HARMONIS MEMBANTU PONDOK PESANTREN DAN GEREJA DI PROVINSI BANTEN

“Tema ini sebetulnya mengajak kita semua Warga Negara Indonesia, tanpa terkecuali, sebagai ‘Pahlawan Masa Depan’ yang turut berperan untuk membangun masa depan bangsa dan negara ini. Sekecil apapun peran kita, adalah bagian dari ‘Pahlawan Masa Depan’,” urai Mantan Aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Makassar ini.

Menurut Dating, paska kemerdekaan, tantangan yang dihadapi bukan lagi hanya perjuangan mengangkat senjata untuk mengusir penjajah.

“Tantangan bangsa dan negara saat ini, antara lain, bagaimana meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja ditengah-tengah wabah pandemi Covid 19,” kata Majelis Gereja Toraja, Jatiwaringin, Jakarta Timur ini.

Tantangan lainnya, lanjut Dating, bagaimana menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945

“Tantangan yang tak kalah penting adalah bagaimana internalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan UUD 1945 dapat terkristalisasi kepada semua anak bangsa,” tambah Mantan Pengurus DPP Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) ini.


Baca juga:

Tenaga Kerja Asing masuk Indonesia, Ketum GAMKI: “Jika Tidak Ingin Tergilas, Pemuda Mesti Punya Keahlian Khusus”

Meski begitu, Dating menilai pekerjaan ini tidak mudah. “Tugas dan tanggung jawab ‘Pahlawan Masa Depan’, adalah bagaimana Indonesia ini tetap eksis dengan tetap berpegang teguh kepada nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945,” jelas Mantan Anggota Majelis Pemuda Indonesia KNPI.

“Pun, anak-anak cucu kita ratusan tahun kedepan juga tetap dapat menghayati dan memaknai pengorbanan para pahlawan yang telah berjuang untuk membela dan mempertahankan NKRI,” kata dia.

Dating menambahkan perkembangan teknologi yang begitu cepat merupakan peluang bagi generasi muda untuk menciptakan dan membawa Indonesia untuk lebih maju lagi kedepan.

“Hiruk pikuk di era digital, telah banyak memunculkan figur muda brilian yang punya gagasan ide, karya dan kontribusi bagi masyarakat, mulai dari lingkup regional, nasional, bahkan dunia,” kata dia.

Dating mencontohkan beberapa pekerjaan yang bermunculan, antara lain, influencer, content creator, olahragawan, pebisnis muda, artis dan animator.


Baca juga:

Webinar PIKI Bahas IA CEPA, Wamendag Jerry Sambuaga: “Bea Masuk Produk Indonesia ke Australia Jadi 0 Persen, Ini Sebuah Prestasi”

“Profesi yang dulu kurang dikenal ini, kini berkat adanya sosial media menjadi viral dan dikenal oleh masyarakat luas. Bahkan menjadi suatu gerakan untuk memajukan Indonesia ke arah yang lebih baik. Dan sebagian masyarakat, memandang mereka sebagai pahlawan,” tandasnya.

(VIC)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan