Wow, Ada “Robot Intai Tempur Kota” Hasil Karya Mahasiswa Poltekad

“Robot ini berfungsi mengintai musuh dengan menggunakan dua kamera yang bisa dimonitor secara real time bisa dan dikendalikan melalui smartphone android,”

Wow, Ada “Robot Intai Tempur Kota” Hasil Karya Mahasiswa Poltekad
Dari Kiri: Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigadir Jenderal TNI Nefra Firdaus, SE, MM, dan Komandan Poltekad, Brigjen TNI Dr Nugraha Gumilar, MSc.

Indonesia patut berbangga memiliki Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) dengan para bintara mahasiswa yang mampu menghasilkan karya teknologi canggih yang kelak digunakan oleh institusi Angkatan Darat dan juga masyarakat.

Diantaranya, hasil karya “Robot Intai Tempur Kota” yang dibuat dua mahasiswa Poltekad yakni Deni Setiawan dan Puspito Ady S. Hasil karya ini memang masih bersifat prototype. Artinya, bila akan diproduksi perlu ada perbaikan dan pengembangan selanjutnya.

Puspito Ady S memaparkan robot intai ini merupakan hasil karya tugas akhir mereka di Poltekad.

Mahasiswa Poltekad mendemonstrasikan hasil karya “Robot Intai Tempur Kota”
Mahasiswa Poltekad mendemonstrasikan hasil karya “Robot Intai Tempur Kota”

“Robot ini berfungsi mengintai musuh dengan menggunakan dua kamera yang bisa dimonitor secara real time bisa dan dikendalikan melalui smartphone android,” urai Puspito ketika memamerkan hasil karya mereka kepada awak media di Kampus Poltekad Kodiklat, Desa Pendem, Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (3/12).

Puspito melanjutkan robot tersebut menggunakan roda omni yang dapat berjalan ke segala arah dan menghindari rintangan secara otomatis.


Baca juga:

Aksi Heroik Prajurit Makorem 083 Malang, Mulai Bantu Anak Difabel sampai Kembangkan Kopi Robusta

“Dengan robot ini diharapkan dapat mengurangi jatuhnya korban dari tim TNI AD,” pungkasnya.

Sementara Komandan Poltekad, Brigjen TNI Dr Nugraha Gumilar MSc, kepada para wartawan membeberkan hasil karya bintara mahasiswa dan organik Poltekad berupa alat-alat teknologi untuk mendukung tugas OMP (Operasi Militer Perang) dan OMSP (Operasi Militer Selain Perang).

“Diantaranya, ada roket latih kaliber 70 mm yang merupakan roket sejenis Astros dan sudah beberapa kali mengalami ujicoba dan mampu mencapai jarak 8 km dengan arah luncur yang konsisten lurus ke sasaran. Juga, ada ban tanpa udara yang sangat efektif untuk mendukung manuver kendaraan tempur sehingga tidak khawatir akan mengalami kebocoran dan juga tahan dari tembakan peluru kaliber 5,56 mm,” urai dia.

Selain itu, lanjut Gumilar, ada hasil karya berupa alat-alat robotik dengan sistem autonomous (secara otomatis).

“Alat-alat ini mampu bergerak otomatis dengan sistem remote dan mampu mendeteksi kedudukan musuh termasuk alat peralatan yang dibawanya dan mampu memberikan tembakan sekaligus untuk melumpuhkan lawan. Pun, ada beberapa robotik untuk mendukung pertempuran kota yang didukung dengan helm night vision google yang mampu membedakan musuh dan kawan di malam hari,” terang dia.


Foto Bersama Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigadir Jenderal TNI Nefra Firdaus, SE, MM, dan Komandan Poltekad, Brigjen TNI Dr Nugraha Gumilar MSc, bersama rombongan wartawan dari Dinaspenad.
Foto Bersama Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigadir Jenderal TNI Nefra Firdaus, SE, MM, dan Komandan Poltekad, Brigjen TNI Dr Nugraha Gumilar MSc, bersama rombongan wartawan dari Dinaspenad.

Baca juga:

Satu Kompi Yonif Para Raider 502 Gabung Satgas Tinombala Tumpas Kelompok Mujahiddin Indonesia Timur

“Kami yakin dengan sistem pengembangan SDM TNI bidang teknologi yang telah dilakukan sejauh ini, maka pada saatnya akan dapat mewujudkan harapan Bapak Menhan RI yang menginginkan produk alutsista dalam negeri. Juga, dapat menjawab tantangan yang disampaikan Presiden RI pada saat pidato HUT TNI ke-75 yaitu TNI harus siap menghadapi lompatan teknologi militer” imbuh Gumilar.

Sedangkan Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigadir Jenderal TNI Nefra Firdaus, SE, MM, mengutarakan sengaja membawa rombongan para wartawan, ke Poltekad di Desa Pendem, Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur.

“Poltekad adalah salah satu satuan pendidikan dimana mahasiswanya berasal dari semua jajaran yang ada di AD, khususnya mereka yang mempunyai kemampuan dasar teknik,” kata dia.


“Kita juga sudah lihat tadi beberapa hasil karya mahasiswa pengembangan teknologi yang sangat bermanfaat untuk satuan-satuan yang berada di AD, sehingga akan ada proses lanjutan dari produksi-produksi yang mereka buat. Untuk itu akan ada penelitian dan pengembangan lebih lanjut,” tandas Nefra.

JAKARTA CHANNEL TV || OTT KPK Rp 14,5 Milyar baru Permulaan, Selisih Rp 110 ribu perpaket Bansos Kemana | Dr John Palinggi

OTT KPK Rp 14,5 Milyar baru Permulaan, Selisih Rp 110 ribu perpaket Bansos Kemana | Dr John Palinggi

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan