Beranda blog Halaman 69

Usai Rusuh di Gedung Capitol, Trump Akui Kalah dari Biden

0

Presiden AS Donald Trump akhirnya mengaku kalah dari Joe Biden setelah terjadi kerusuhan di Gedung Capitol. Trump pun mengecam pendukungnya yang menyerbu Gedung Capitol.

Semua itu dia utarakan dalam video yang diunggah di Twitter, sehari setelah seruan ke pendukungnya total menewaskan lima orang.

Empat orang pendukung sang presiden dan seorang polisi yang berjaga di Capitol tewas dalam kerusuhan yang terjadi pada Rabu, 6 Januari 2021.

Saat itu, Kongres AS bersiap untuk mengesahkan sertifikat dewan elektoral yang memenangkan kandidat Partai Demokrat, Joe Biden.

Massa yang lebih banyak jumlahnya membuat pasukan keamanan dan menerobos Gedung Capitol, membuat anggota Kongres diungsikan.


Baca juga: Klarifikasi KBRI Terkait Berkibarnya Bendera Merah Putih Saat Kerusuhan di Gedung Capitol

Trump mengunggah video di Twitter sekitar 12 jam setelah dibekukan Twitter karena dianggap menyulut kekerasan di Washington DC.

“Kini Kongres sudah menyertifikasi hasil dari pemerintahan baru yang akan dilantik pada 20 Januari,” kata dia.

“Fokus saya kini adalah memastikan transisi kekuasaan secara mulus dan teratur. Momen ini juga dipakai sebagai rekonsiliasi dan pemulihan.”


Baca juga: 2 Perusahaan Raksasa Dunia Ikut Rebutan Bahan Baku Sampah Plastik Dengan Perusahaan Kecil

Presiden 74 tahun itu menyatakan, tim legalnya sudah menggunakan semua koridor resmi demi menggugat hasil Pilpres AS 2020.

Dilansir Sky News dan BBC, Jumat (8/1/2021), dia menuturkan, empat tahun menjadi Presiden AS adalah kehormatan seumur hidupnya.

Meski begitu, kegetiran masih terasa dalam diri Trump ketika dia memberikan salam kepada para pendukungnya.


Baca juga: Berikan Beasiswa Ke Cina, Holding PT Conch Teken MoU Dengan Pemkab Tabalong dan Manokwari

“Kepada seluruh pendukung saya yang tercinta, saya tahu kalian kecewa. Tapi, saya ingin kalian tahu perjalanan kita baru saja dimulai,” paparnya.

Dia juga mengklaim sudah mengerahkan Garda Nasional untuk membantu kinerja penegak hukum memulihkan ketertiban di ibu kota.

Tentu, klaimnya ini berbeda dengan laporan media AS, yang mengulas bahwa sang presiden sempat tidak ingin memberantas kerusuhan.


Baca juga: Prestasi Ekonomi Pemerintah Jokowi

Justru yang berinisiatif menelepon adalah Wakil Presiden Mike Pence, meski yang bersangkutan tak mempunyai otoritas untuk mengerahkannya.

(Sumber: kompas.com)

 

 

Klarifikasi KBRI Terkait Berkibarnya Bendera Merah Putih Saat Kerusuhan di Gedung Capitol

0

Kedutaan Besar RI untuk Amerika Serikat memberikan klarifikasi terkait informasi berkibarnya Bendera Merah Putih ketika terjadi kerusuhan di Gedung Capitol.

“Soal bendera, itu adalah bendera negara bagian North Carolina. Tidak betul sama sekali bahwa itu bendera Indonesia,” kata Sekretaris II Fungsi Penerangan KBRI Washington D.C, Denny Zaelani, saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com pada Jumat, 8 Januari 2021.

Kerusuhan bermula ketika massa pendukung Trump menggelar demonstrasi di depan Gedung Capitol saat Kongres tengah melangsungkan penghitungan pemungutan suara elektoral (electoral vote) pemilu pada Rabu siang.

Massa pendukung Trump menyerbu dan merusak Gedung Kongres Capitol Hill sebagai bentuk penolakan pengukuhan kemenangan Joe Biden di pilpres oleh Kongres.


Sebagian pendukung Trump berasal dari kelompok milisi dan organisasi masyarakat sayap kanan dan supremasi kulit putih seperti Proud Boys.

Rekaman video sejumlah media AS memperlihatkan ratusan massa Trump merangsek kompleks Capitol Hill, mencoba memasuki gedung paling aman setelah Gedung Putih tersebut.

Dalam video rekaman televisi yang memperlihatkan kerumunan massa tersebut, terlihat ada seorang pendukung Trump yang membawa bendera sekilas berwarna merah putih seperti Bendera Indonesia.


Namun, ternyata, bendera itu memiliki logo negara bagian North Carolina di samping warna merah putih.

(sumber: cnn.com)

Pesan Natal Presiden GYK Dari OSZA ditengah Pandemi Covid-19

0

Tidak terasa hampir satu tahun sudah semenjak pandemi global COVID-19 yang dipicu oleh Virus SARS-CoV-2 melanda bumi tempat kita semua berada menjalani kehidupan fana ini. Selain konsekuensi kesehatan yang ditimbulkan, pandemi ini telah membawa perubahan dan adaptasi dalam kehidupan kita sehari-hari.

Beberapa adaptasi yang barangkali sebelumnya di luar kebiasaan kita namun kini tampak secara kasat mata misalnya perubahan perilaku kesehatan dan pola hidup terkait, penyesuaian dalam interaksi sosial, meningkatnya kebutuhan dan ketergantungan terhadap teknologi digital untuk pendidikan hingga pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari.

Tetapi yang paling menarik adalah penyesuaian yang terjadi di bidang kerohanian seolah-olah belum pernah terjadi sebelumnya dimana teknologi aplikasi daring kini memiliki peranan penting dalam kebutuhan manusia untuk tetap dapat menjalankan ibadah secara berkelompok.

Sebagai sebuah gereja global yang tersebar di 160 negara di seluruh dunia, jemaat Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir (GYK Dari OSZA) tidak luput dari dampak yang ditimbulkan oleh pandemi ini.

Ibadah sekali seminggu yang biasanya dilangsungkan di gedung-gedung pertemuan Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir di seluruh Indonesia telah berganti menjadi ibadah mandiri bersama keluarga dan memanfaatkan aplikasi daring untuk Sekolah Minggu dan kelas-kelas lainnya.

Namun kondisi ini tetaplah patut untuk disyukuri oleh jemaat Gereja seperti yang dinasihatkan oleh Pimpinan dan Presiden Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir, Russell M. Nelson, melalui sebuah pesan khusus kepada jemaat Gereja pada bulan November lalu.

Presiden Nelson, demikian dia biasanya disapa oleh jemaatnya, lebih lanjut menceritakan pengalaman rohaninya ketika ia terbangun di suatu tengah malam dan benaknya dipenuhi dengan pikiran untuk memanjatkan “doa syukur” kepada Allah bagi semua anak-anak-Nya di seluruh dunia.

“Benakku dipenuhi dengan semua hal yang mana kita sepatutnya mengucap syukur dan ungkapan rasa syukur inilah yang dapat menjadi Roh Penyembuh dalam kehidupan kita”. (Selengkapnya: https://news-id.gerejayesuskristus.org/article/nabi-merilis-pesan-tentang-kuasapenyembuhan-dari-rasa-syukur?lang=undefined)

Presiden Nelson kemudian mengungkapkan keprihatinannya yang mendalam sebagai seorang ilmuwan, dan sebagai orang beriman, terhadap pandemi di seluruh dunia saat ini.

Sebagai ilmuwan, ia mengapresiasi kebutuhan kritis untuk mencegah penyebaran infeksi. Beliau menghormati pelayanan penuh dedikasi para profesional kesehatan dan berduka bagi banyak orang yang kehidupannya terganggu oleh COVID-19.

Namun, sebagai orang beriman, ia melihat pandemi saat ini hanya sebagai salah satu dari banyak penyakit yang mewabahi dunia saat ini, termasuk kebencian, kerusuhan sipil, rasisme, kekerasan, ketidakjujuran, dan kurangnya kesantunan.

“Para ilmuwan dan peneliti terampil bekerja keras untuk mengembangkan dan mendistribusikan vaksin terhadap virus corona, namun tidak ada pengobatan atau operasi yang dapat memperbaiki banyak kesengsaraan dan penyakit rohani yang kita hadapi. Tetapi, ada obat yang mungkin tampak mencengangkan karena itu bertentangan dengan intuisi alami kita. Meski demikian, pengaruhnya telah divalidasi oleh para ilmuwan juga pria dan wanita beriman. Saya mengacu pada kuasa penyembuhan dari rasa syukur”.

Kitab Mazmur sarat dengan nasihat untuk mengungkapkan rasa syukur. Berikut tiga di antaranya: “Adalah baik untuk menyanyikan syukur kepada Tuhan.” “Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik.” “Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur.”

Yesus Kristus sering mengungkapkan rasa syukur. Sebelum membangkitkan Lazarus dari kematian, sebelum secara menakjubkan melipatgandakan roti dan ikan, dan sebelum mengedarkan cawan kepada para murid-Nya di Perjamuan Malam Terakhir, Juruselamat berdoa dan mengucap syukur kepada Allah.

Tidak heran Rasul Paulus kemudian menyatakan: “Mengucap syukurlah dalam segala hal.” Baca juga: Presiden Nelson Berterima Kasih Bagi Semua Yang Menjawab Seruan Ucapan Syukur https://news-id.gerejayesuskristus.org/article/presiden-nelson-mengungkapkan-apresiasibagi-semua-yang-menjawab-seruan-untuk-mengucap-syukur

Menutup pesan khususnya, Presiden Nelson membagikan bahwa dalam sembilan setengah dekade hidupnya yang telah ia jalani ia berkesimpulan bahwa “menghitung berkat kita lebih baik daripada menceritakan masalah kita. Apa pun situasi kita, memperlihatkan rasa syukur atas privilese kita adalah resep rohani yang berfungsi cepat dan tahan lama.”

Sementara itu, salah seorang rohaniwan senior Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir di Indonesia yang juga melayani di Kuroum Tujuh Puluh untuk wilayah pelayanan Malaysia Timur dan Indonesia, Elder Djarot Subiantoro, mengatakan, “Anggota Gereja kami di Indonesia dan di seluruh dunia menerima pesan khusus Presiden Russell M. Nelson ini sebagai sebuah wahyu yang bersifat global bagi kami semua. Izinkan kami meneruskan dan memperluas pesan khusus ini kepada semua orang tanpa terkecuali. Seperti yang telah kami lakukan, kami mengajak semua orang untuk mau membanjiri akun-akun media sosial mereka dengan ungkapan-ungkapan rasa syukur di sisa tahun 2020 ini yang sebentar lagi akan berganti”.

Mungkin rasa syukur tidak selalu menyelamatkan kita dari kesengsaraan, kesedihan, kemalangan, dan rasa sakit. Namun, itu melembutkan perasaan; itu menyediakan bagi kita perspektif lebih besar mengenai tujuan utama dan sukacita kehidupan.

Baca juga: 25 Hari Terangi Dunia Natal 2020 https://newsid.gerejayesuskristus.org/article/pandangan-sekilas-tentang-bagaimana-gereja-yesus-kristusakan-terangidunia-natal-ini-di-asia

Selamat Natal, 25 Desember 2020 & Selamat Menyambut Tahun Yang Baru, 1 Januari 2021 seiring doa, ungkapan rasa syukur dan iman kepada Tuhan dan Juru Selamat kita Yesus Kristus, amin.

Untuk membaca lebih lengkap kisah di balik “Doa Rasa Syukur” oleh Presiden Russell M. Nelson, kami mengundang Anda untuk membuka tautan berikut: https://newsid.gerejayesuskristus.org/article/nabi-merilis-pesan-tentang-kuasa-penyembuhan-dari-rasasyukur?lang=undefined ;

Anda juga dapat menyaksikan melalui Youtube dengan mengunjungi tautan berikut: https://www.youtube.com/watch?v=nKh2sjWyjGA atau: https://www.churchofjesuschrist.org/inspiration/the-story-behind-my-global-prayer-ofgratitude?lang=eng

Tentang Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir & Presiden Gereja Russell M. Nelson:

Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir (Gereja Yesus Kristus dari OSZA) adalah sebuah Gereja global yang memiliki jumlah keanggotaan mencapai lebih dari 16.5 juta tersebar di 160 negara di seluruh dunia dengan Kantor Pusat di Salt Lake City, Amerika Serikat.

Gereja Yesus Kristus dipimpin oleh seorang Presiden Gereja yaitu Presiden Russell M. Nelson, didampingi oleh dua orang penasihat, yaitu Dallin H. Oaks dan Henry B. Eyring. Presiden Russell M. Nelson saat ini berusia 96 tahun. Sebelum pelayanan penuh waktunya di Gereja Yesus Kristus, Presiden Russell M. Nelson adalah seorang ahli bedah kardiovaskular dan toraks.

Ketika masih berstatus sebagai dokter bedah magang, beliau adalah anggota tim riset yang mengembangkan mesin jantung-paru pertama untuk digunakan dalam operasi jantung terbuka manusia.

Di usianya yang ke-96, Presiden Nelson telah melihat perang dunia, depresi besar, meningkatnya terorisme, kelaparan, dan kemiskinan di seluruh dunia. Beliau juga telah menyaksikan perkembangan perjalanan ruang angkasa, internet, kemajuan medis secara melimpah, dan banyak penemuan lain yang menggembirakan.

(Vic)

Pakar Hukum Dhaniswara K Harjono: Prediksi 2021, Akan Terjadi Booming Sengketa

0

Pakar Hukum Pembangunan Ekonomi Dr Dhaniswara K Harjono SH, MH, MBA, memprediksikan salah satu tantangan Indonesia 2021 adalah akan terjadi booming sengketa akibat dampak pandemi Covid-19. 

“Hitungan atau ramalan saya pada tahun 2021 akan terjadi booming sengketa. Saat ini, yang terjadi memang diberikan tenggang waktu terkait persoalan hukum dan bisnis. Bahkan, jika diamati sebetulnya sudah terjadi wanprestasi di mana-mana. Namun karena kondisi masih wabah Covid, semua tidak menggugat dan melaporkan kepada penegak hukum. Sebab itu, perlu dicarikan jalan keluarnya,” ujar Dhaniswara yang juga Rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI) dalam diskusi “Outlook Indonesia 2021” di Kampus UKI Cawang, Jakarta (18/12).

Selain Dhaniswara, diskusi yang berbicara tentang “Peluang dan Tantangan di Bidang Ekonomi, Sosial Politik dan Hukum 2021” tersebut juga menghadirkan pembicara Pakar Ekonomi Keuangan yang juga Dosen FEB UKI Prof Ir Roy HM Sembel, MBA PhD, CSA, Pakar Hukum Bisnis yang juga Dekan Fakultas Hukum UKI Dr (Cand) Hulman Panjaitan, SH, MH dan Pakar Hubungan Internasional yang juga Dekan FISIP UKI Angel Damayanti SIP, MSi, MSc, PhD.

Lebih lanjut Dhaniswara mengutarakan hukum sebagai panglima mesti ditegakkan. “Nggak ada ampun bagi penegak hukum yang coba-coba bermain-main hukum. Juga, bagi para pembuat peraturan perundang-undangan jangan hanya bekerja sesuai dengan pesanan sponsor,” imbuhnya.


Baca juga: Dekan FH UKI Hulman Panjaitan: Penegakan Hukum terhadap Pelanggar HKI Masih Lemah dan Belum Jadi Prioritas  

Sementara Pakar Hukum Bisnis Dr (Cand) Hulman Panjaitan, SH, MH mengatakan Revolusi Industri 4.0 yang mempercepat proses globalisasi dan liberalisasi ini memberikan peluang untuk melakukan inovasi dan kreativitas tanpa batas.

“Pun, peningkatan kualitas produk dalam negeri dan daya saing serta peningkatan mobilisasi investor domestik menjadi begitu penting untuk diperhatikan,” urai dia.

 Selain itu, lanjut Hulman, dalam rangka menarik investor asing maka diperlukan pemberdayaan UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal dan pemberdayaan UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.


Baca juga: Kampus UKI Buka Dapur Umum KOINONIA Untuk Mahasiswa Ditengah Pandemi Covid-19

“Juga, pentingnya penciptaan iklim yang kondusif, melalui jaminan kepastian berusaha dan kepastian hukum serta efisiensi waktu,” jelas dia.  

Sedangkan tantangan 2021, menurut Hulman, selain kesiapan kualitas produk dalam negeri dan SDM yang unggul, Pemerintah juga mesti mengembangkan dan memberdayakan aturan (Ius constituendum), Alternative Dispute Resolution (alternatif penyelesaian sengketa), Arbitrase dan Online Dispute Resolution (penyelesaian sengketa online). 

“Tak kalah penting adalah tantangan budaya Hukum yang berkaitan dengan aparat penegak hukum. Karakter, sikap dan pandangan penegak hukum terhadap hukum itu sendiri merupakan tantangan bagi kita,” tandasnya.

(PIT)

Gelar Rakernas III, PIKI: Intoleransi Alami Peningkatan

0

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (DPP PIKI) Baktinendra Prawiro MSc, MH, menyayangkan di tengah pergumulan bangsa menghadapi wabah Covid-19, terjadi persoalan-persoalan yang cukup memprihatinkan, seperti yang terjadi di Papua, Sulawesi Tengah, dan Jakarta.

“Kita melihat intoleransi dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat, nampaknya mengalami peningkatan. Kekerasan dan pembunuhan terjadi terhadap sesama manusia. Rajutan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan berbangsa terancam koyak,” tegas Baktinendra Prawiro dalam sambutannya membuka Rakernas Ke-3 DPP PIKI yang digelar secara Hybrid (pertemuan fisik dan virtual) dan dipusatkan di Hotel Gran Melia, Jakarta (12/12).

Baktinendra melanjutkan nilai-nilai luhur Pancasila yang universal tengah mengalami distorsi pemahaman dan interpretasi, sehingga hakekatnya tidak lagi menjadi sumber dari segala sumber hukum, sumber dari segala kebijakan ekonomi, sosial dan politik serta panduan utama dalam kehidupan bermasyarakat.

“Dalam situasi seperti itulah saya Ingin menegaskan sekali lagi bahwa kebenaran itu ada, yakni kebenaran meninggikan derajat bangsa. Dan kita harus mempertahankan kebenaran itu dan menyebarluaskan serta melakukannya,” ujar dia.


Baca juga:

Webinar PIKI Bahas IA CEPA, Wamendag Jerry Sambuaga: “Bea Masuk Produk Indonesia ke Australia Jadi 0 Persen, Ini Sebuah Prestasi”

Lebih jauh Baktinendra mengatakan, sebagaimana Yesus katakan bahwa Kerajaan Allah ada di dalam kamu, dan ada diantara kamu. Dan salah satu cirinya adalah kebenaran dan keadilan.

“PIKI terpanggil bersama lembaga keumatan lainnya seperti GMKI, GAMKI, GSKI, PWKI dan PGI untuk tetap hadir dan turut ambil bagian memberikan kontribusi konstruktif di tengah pergumulan bangsa,” papar dia.

“Karenanya PIKI bersama seluruh lembaga keumatan Kristen dan komponen bangsa tetap berjuang demi NKRI yang utuh dan berdaulat, masyarakat yang rukun dan aman dalam menjalani hidupnya dengan tatanan kehidupan Bhinneka Tunggal Ika, semangat Sumpah Pemuda, Ideologi Pancasila dan UUD 1945,” pungkasnya.

Sementara mewakili Dewan Penasehat DPP PIKI, Cornelius D Ronowidjojo, berharap agar PIKI ikut memikirkan bersama berbagai peristiwa yang terjadi, semisal di Poso, Papua, Nias, Mentawai dan Bitung.


Baca juga:

NORMAL BARU ERA COVID-19, PIKI DORONG PENGAJARAN ALTERNATIF

“Sepertinya peristiwa ini terjadi secara sistemik. Ada mastermind yang ingin bikin kacau seluruh Indonesia,” imbuh Eks Ketum DPP PIKI ini.

Sedangkan Ketua Umum PP GMKI terpilih periode 2020-2022, Jefri Gultom mengatakan menghadapi tantangan dinamika bangsa ini tidak bisa bergerak sendiri-sendiri. “PIKI, GMKI, GAMKI dan organisasi lainnya justru saling menopang. Jangan berjalan sendiri-sendiri agar tidak hanyut,” ucap dia.

Sekum DPP GAMKI Sahat MP Sinurat berharap perlunya memikirkan bersama terkait beberapa isu. Mulai dari isu daerah tertinggal yang ternyata kebanyakan adalah daerah berbasis Kristen. Juga, isu korupsi, stunting dan radikalisme.

“Saya berharap PIKI bisa menjadi wadah bersama yang bisa memberikan dorongan kepada kami agar bisa berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara. Saya yakin kita bisa berperan, meskipun kecil perannya,” pungkasnya.


Baca juga:

Dies Natalis Ke-55, Ketum PIKI: “Kualitas Demokrasi Masih Transaksional”

Adapun tema Rakernas PIKI III adalah “Kebenaran Meninggikan Derajat Bangsa” (Amsal 14:34) dan subtema “Revitalisasi Wawasan Kebangsaan Demi Peningkatan Derajat Peradaban Bangsa dan Kesejahteraan Rakyat”.

Rakernas III DPP PIKI yang berlangsung dari pagi sampai sore tersebut menghasilkan beberapa keputusan. Diantaranya, putusan terkait agenda pelaksanaan Kongres ke-6 DPP PIKI yang digelar secara hybrid pada 27 Februari 2021.

Dr John Palinggi: Bukti OTT KPK Rp14,5 Milyar itu Baru Permulaan, Selisih Rp 110 ribu per paket Bansos itu Kemana? 

0

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (DPP ARDIN) Dr John N Palinggi MM, MBA, mengapresiasi kinerja KPK yang menangkap para koruptor yang belakangan ini terjadi melibatkan para menteri. Terakhir, KPK mencokok Menteri Sosial Juliari Batubara atas dugaan korupsi Bantuan Sosial (Bansos) untuk masyarakat akibat wabah Pandemi Covid.

“Sebagai warga negara, saya salut dan menghargai langkah-langkah dan tindakan KPK dalam rangka pelaksanaan tugasnya untuk memberantas korupsi terkait dengan penangkapan sejumlah menteri, khususnya aparatur yang berada di Kementerian Sosial,” kata Dr John Palinggi di Jakarta (8/12).

Sebagai Ketum ARDIN, John Palinggi merasa tak asing lagi berkaitan dengan persoalan pengadaan barang dan jasa yang dilakukan baik di instansi pemerintah, BUMN dan bank-bank di Indonesia.

“Saya sangat hafal dalam hal pengetahuan mengenai pengadaan barang dan jasa instansi pemerintah dan BUMN dan Bank-Bank di Indonesia,” ujar dia.

Lebih lanjut John Palinggi mengomentari, tertangkapnya Juliari Batubara dengan bukti OTT KPK yang diduga berupa bukti suap sebesar Rp. 14,5 milyar, itu barulah bukti permulaan.


Baca juga:

Soal Reshuffle Kabinet, DR John Palinggi: Tidak ada Kaitan Kemarahan Presiden, Itu Hak Prerogatif

“Kalau boleh saya sarankan kepada KPK, bukti dugaan suap sebesar Rp. 14,5 milyar itu adalah baru bukti permulaan saja. Inti dari bantuan sosial ini adalah terkait dengan bantuan untuk masyarakat yang sedang susah karena pandemi Covid,” tegas dia.

Menurut John, seharusnya KPK melangkah lebih jauh untuk memeriksa di dalam Kementerian Sosial.

“Paket sejumlah kurang lebih Rp. 6 Triliun itu, sebetulnya per paket yang diserahkan kepada warga masyarakat yang kurang mampu itu itu berapa per paketnya,” tanya dia.


Baca juga:

KH Said Aqil Siroj Sambut Baik Silaturahmi DR John Palinggi Berbagi “Bingkisan Kasih Sayang” kepada Staf Karyawan PBNU 

“Sebab, saya dapat informasi bahwa per paket itu Rp. 300.000. Tapi ada juga informasi yang langsung ke saya bahwa pelaksana itu hanya disuruh supaya mengisi Rp. 190.000,- Pertanyaan yang timbul, Rp. 110.000 ke mana?” imbuh dia

John mendapatkan info bahwa kasus dugaan korupsi di Kemensos ini ada orang kuat yang mengatur. “Katanya, itu diatur oleh orang kuat tertentu,” pungkasnya.

(VIC)

Polisi Bentrok dengan Pengikut Rizieq, DOR! 6 orang tewas

0

Sebanyak 6 orang tewas ketika terjadi bentrok antara aparat kepolisian dengan para pendukung Front Pembela Islam di kawasan Cikampek, Jawa Barat, Senin, 7 Desember 2020.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran memberi keterangan terkait tewasnya 6 pengikut Muhammad Rizieq Shihab (MRS) atau Habib Rizieq Shihab (HRS).

Irjen Fadil membenarkan ada 6 dari 10 pendukung atau pengikut MRS atau HRS yang ditembak mati polisi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Km 50, Karawang, Jawa Barat.

“Memang benar tadi pagi di Jalan Tol Jakarta Cikampek KM 50, petugas yang melakukan penyelidikan pendukung MRS, terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur,” ujar Irjen Fadil Imran, Senin, 7 Desember 2020.

Irjen Fadli Imran mengatakan itu didampingi Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman.


Baca juga:

DPD PIKI Jabar: Natal Tanpa Ancaman, Menanti Sikap Tegas Negara atas Tindakan Intoleransi dan Ekstrimisme di Sumatera Barat dan daerah lain di NKRI

Menurut Fadli Imran, peristiwa itu berawal ketika polisi mendapat sebuah informasi bahwa akan ada pengerahan massa terkait rencana pemeriksaan HRS atau MRS di Mapolda Metro Jaya hari ini, Senin 7 Desember 2020.

Anggota polisi khusus yang berjumlah 6 orang atau satu tim kemudian naik mobil melakukan pengawasan atau pemantauan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

“Saat itu, ada mobil yang ditumpangi oleh 10 orang yang berusaha memepet mobil polisi itu,” kata Fadil.

“Anggota kami diserang dengan senjata api dan sajam, ditembaki. Mobil polisi juga rusak karena dipepet dan ditembak,” tambah dia.

Kemudian, kata Fadil, polisi membalas tembakan anggota Laskar Khusus Front Pembela Islam (FPI). “Dari 10 orang, 6 orang di antaranya tewas dan empat lainnya kabur,” katanya.


Baca juga:

Walikota Bekasi Rahmat Effendi diganjar Penghargaan “Tokoh Toleransi 2020”

Polisi kemudian menyita dua senjata revolver, peluru dan pedang.

Fadil menegaskan apabila MRS tidak memenuhi panggilan, penyidik akan menempuh langkah hukum berikutnya sesuai aturan yang berlaku.

Pun, Fadil memperingatkan pengikut Rizieq agar tidak menghalangi penyelidikan karena tindakan itu melawan hukum.

“Apabila tindakan itu dilakukan, polisi tidak ragu mengambil tindakan tegas,” tandasnya.

(Vic/dbs)

GMKI: Video Viral “Papua Merdeka” itu Hoax

0

GMKI sedang mempertimbangkan untuk melaporkan pihak-pihak yang telah memotong video utuh dari pembahasan Pansus Papua pada saat Kongres Ke-37 di Manokwari.

“Kita disini untuk mengklarifikasi video yang saat ini sudah viral tentang hasil-hasil atau keputusan di Kongres ke-37 GMKI di Manokwari tentang GMKI mendukung Papua Merdeka. Dengan tegas kami nyatakan itu tidak benar atau itu hoax,” ujar Ketum PP GMKI Terpilih Jefri Gultom dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu, 6 November 2020.

“Bahwa kemudian ada penggalan video yang saat ini beredar tentang GMKI menyerukan Papua Merdeka itu hanyalah pembahasan aspirasi dari Pansus tentang isu-isu di Papua yang dibacakan semuanya di depan forum Kongres,” tambah dia.

Menurut Jefri, ada lanjutan dari video yang sepertinya dengan sengaja dipotong oleh oknum yang memotong dan menyebarkan video ini.

“Yang dipotong yakni terkait adanya aspirasi dari kawan-kawan GMKI dari anggota Pansus Papua itu yang menyatakan kalau Papua harus merdeka dari ketertinggalan, merdeka dari kemiskinan, merdeka dari keterisolasian,” imbuh dia.


Baca juga:

Terpilih Ketum PP GMKI, Jefri Gultom akan Sampaikan Pokok Pikiran Ini kepada Presiden

Sebetulnya, lanjut Jefri, semua poin rekomendasi yang dibacakan oleh Pansus akan dikaji lebih mendalam oleh Pengurus Pusat GMKI yang baru terpilih, dan ditindaklanjuti kepada berbagai pihak terkait sesuai dengan hasil pembahasan Pengurus Pusat GMKI.

“Itu merupakan komitmen bersama GMKI yang harus menjadi catatan bagi negara, bahwa negara harus hadir bersama-sama untuk melihat sampai ke akar rumput tentang kondisi riil di Papua,” beber dia.

Kesejahteraan bagi masyarakat asli Papua itu, lanjut Jefri, merupakan hal yang menjadi komitmen negara dan GMKI bersama-sama juga dengan gereja nantinya akan mengawal hal tersebut.

“Karena itu saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu atau video yang viral saat ini,” tegas dia.

Jefri menjelaskan GMKI sudah hidup dari dulu sejak sebelum kemerdekaan dengan dua semangat yaitu Nasionalisme dan Ekumenisme.


Baca juga:

GMKI Ultimatum Media Kumparan Klarifikasi Terkait Pemuatan Foto Bendera Organisasi Saat Halte Busway Dibakar

“Karena itu NKRI sudah final bagi GMKI, bahkan kader GMKI juga salah satu founding father GMKI merupakan salah satu Pahlawan Nasional yaitu Dr Johannes Leimena. Juga, Pahlawan Nasional lainnya yakni Prof Herman Johannes adalah salah seorang senior dan alumni dari GMKI,” urai dia.

Atas dasar tersebut, kata Jefri, maka GMKI memberikan klarifikasi terkait video viral tersebut.

“Kami juga sedang mempertimbangkan untuk melaporkan pihak-pihak yang telah mendiskreditkan keluarga besar GMKI dengan memotong video utuh dari pembahasan Pansus tersebut dan menyebarluaskannya melalui media sosial,” ujar dia.


Baca juga:

Kunjungi Kampung Argowisata Riau, GAMKI dan Santri Tani Indonesia Bakal Teken MoU

“Akibatnya masyarakat Indonesia saat ini mendapatkan informasi yang tidak lengkap, tidak berimbang, dan tidak benar terkait pembahasan isu-isu Papua di dalam Kongres GMKI,” tandas Jefri.

 

 

Terpilih Ketum PP GMKI, Jefri Gultom akan Sampaikan Pokok Pikiran Ini kepada Presiden

0

Kongres XXXVII Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) yang berlangsung sejak tanggal 24 – 30 November 2020 di Kota Manokwari, Papua Barat, telah selesai. Jefri Gultom dari GMKI Cabang Merauke terpilih menjadi Ketua Umum.

Ini adalah kedua kalinya, kader dari cabang di Tanah Papua dipercayakan menjadi Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI.

Sebelumnya adalah Mamberob Rumakiek pada tahun 2008-2010 yang berasal dari cabang Jayapura dan saat ini menjadi anggota DPD RI dari dapil Papua Barat.

“Puji Tuhan, Kongres ke-37 telah selesai. Dinamika Kongres berlangsung selama tujuh hari dengan standar protokol kesehatan. Kader-kader GMKI progresif dalam memikirkan cita-cita bangsa dan masyarakat. Peserta Kongres saat ini sudah kembali ke daerahnya masing-masing. Evaluasi hingga hari ini, belum ada laporan peserta atau kader yang hadir yang terinfeksi Covid-19,” kata Sekretaris Umum Pengurus Pusat GMKI demisioner David Sitorus, dalam rilisnya, Jumat, 4 Desember 2020.

Dilanjutkan David, Kongres yang digelar di Kota Injil Manokwari, telah dibuka secara resmi oleh Presiden RI Ir Joko Widodo melalui virtual.


Baca juga:

GMKI Ultimatum Media Kumparan Klarifikasi Terkait Pemuatan Foto Bendera Organisasi Saat Halte Busway Dibakar

Kongres yang dihadiri 97 cabang ini telah menetapkan kepemimpinan nasional GMKI untuk masa bakti 2020 – 2022.

“Kongres GMKI memberikan kepercayaan sebagai Ketum terpilih kepada Bung Jefri Gultom dari ufuk Timur Indonesia, Kota Rusa, Merauke, Papua dan Sekretaris Umum Bung Michael Anggi dari Balikpapan, Kaltim,” sebut David.

Jefri, pria kelahiran Kampung Erambu, Merauke, yang terletak di perbatasan RI-PNG tersebut, meraih suara mayoritas sebanyak 50 suara.

Unggul dari dua kandidat calon Ketua Umum lainnya, yakni Alhendri Fara dari Cabang Yogyakarta sebanyak 11 suara, dan Christian Patricho Adoe dari Cabang Jakarta Barat sebanyak 36 suara.

Dalam kesempatan yang terpisah, Ketua Umum GMKI Terpilih Jefri Gultom menguraikan, perbaikan internal organisasi menjadi agenda utama kepemimpinannya.


Baca juga:

Kunjungi Kampung Argowisata Riau, GAMKI dan Santri Tani Indonesia Bakal Teken MoU

Sementara itu, GMKI juga akan bersikap terkait isu-isu nasional dan kebangsaan sebagai bentuk komitmen GMKI yang hadir menyampaikan suara kenabian di tengah gereja, perguruan tinggi, dan masyarakat.

“Kami fokus pada penguatan organisasi dan kaderisasi GMKI. Membangun kader yang kuat, kokoh, dan setia kepada cita-cita bangsa, dengan platform digital yang sesuai dengan tuntutan global. Tagline saya, Bangkit Bergerak untuk Kolaborasi Berkelanjutan akan diimplementasikan sesuai dengan arahan, pokok-pokok, dan kebijakan organisasi yang ditetapkan dalam Kongres yang lalu,” urainya.

Dikonfirmasi terkait isu di luar organisasi yang menjadi prioritas GMKI ke depan antara lain; lingkungan hidup, persoalan Papua, dan kesetaraan gender serta perlawanan terhadap kekerasan perempuan. Kata dia, akan dikawal secara serius setelah seluruh struktur Pengurus Pusat terbentuk.

Mahasiswa Pasca Sarjana Ilmu Lingkungan di Univeritas Indonesia ini, menyampaikan, persoalan lingkungan adalah dimensi hidup semesta masyarakat Indonesia yang harus dilindungi oleh Negara.

Sementara itu, persoalan HAM Papua juga menjadi keprihatinan bersama seluruh kader GMKI se-Tanah Air.


Baca juga:

Makna Pahlawan Masa Kini

“Lingkungan hidup itu urusan masa kini dan masa depan. Termasuk mencermati Rancangan Peraturan Pelaksanaan (RPP) Undang-Undang (UU) Cipta Kerja itu. GMKI juga akan merumuskan dan menyampaikan pokok pikiran tentang persoalan HAM dan pembangunan di Papua kepada Presiden sebagai sikap resmi organisasi,” paparnya.

Ia menambahkan, penyampaian sikap resmi GMKI kepada Presiden Jokowi terkait isu HAM dan Otonomi Khusus di Papua akan dirumuskan bersama Pengurus Pusat GMKI. Menurutnya, penyampaian aspirasi / sikap resmi GMKI kepada Presiden dilakukan berdasarkan data.

“Pernyataan sikap GMKI tentang kondisi di Papua dan Papua Barat harus berdasarkan data dan fakta. Tentunya, sampai saat ini GMKI selalu setia dengan dua Proklamasinya, yakni Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dan proklamasi Yesus Kristus sebagai Sang Kepala Gerakan dan Juru Selamat. Namun bagaimana agar Negara hadir untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat di Tanah Papua, ini yang akan diperjuangkan oleh GMKI,” pungkasnya.

Dibuka Presiden

Kongres XXXVII GMKI dibuka secara resmi oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo di aula Hotel Aston Niu, Kota Injil, Manokwari, Papua Barat.

Presiden Jokowi dalam sambutannya meminta GMKI untuk memberi masukan atas 40 Peraturan Pemerintah (PP) dan 4 Peraturan Presiden (Perpres) turunan UU Cipta Kerja yang sedang disusun pemerintah.


Baca juga:

RKUHP Jangan Diskriminasi Dan Dipakai Untuk Mengkriminalkan Perbedaan

“Revolusi industri 4.0 telah muuendisrupsi kehidupan kita. Digitalisasi mendisrupsikan kehidupan sosial, kehidupan politik, dan kehidupan ekonomi yang semakin mengalami percepatan akibat pandemi Covid-19, termasuk di kehidupan mahasiswa,” sebut Presiden.

Kemudian, lanjutnya, persaingan antar negara semakin tinggi. Bukan hanya kompetisi tetapi hyper competition. Persaingan yang melibatkan lintas aktor di semua lini kehidupan.

“Kita harus memperkuat konsolidasi kekuatan Nasional agar kita semakin kokoh. Dan kita harus meningkatkan kecepatan, meningkatkan efisiensi, meningkatkan inovasi, dan kreatifitas agar kita bisa jadi pemenang,” kata Presiden Jokowi via media virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, dikutip dari Youtube GMKI channel.

“Saya mengajak GMKI berbagi tugas. Pemerintah sedang melakukan transformasi besar-besaran. Saya mengajak para mahasiswa untuk juga melakukan transformasi secara sinergis dan terkonsolidasi untuk membangun kekuatan Indonesia memenangkan hyper competition sekarang ini,” lanjut Jokowi.

Pemerintah telah melakukan serangkaian upaya transformasi struktural. Jokowi mengajak semua lapisan pemerintahan dan masyarakat agar tidak lagi melakukan cara-cara kerja lama yang rumit, yang birokratis, yang tidak efisien.


Baca juga:

Kelompok Cipayung Plus Jawa Barat Minta Presiden Pastikan Rektor, Mahasiwas, BEM dan UKM Terbebas Paham Anti Pancasila

Jokowi mengajak segenap keluarga besar GMKI, untuk bekerja mengembangkan cara-cara baru yang cepat, yang inovatif untuk memecahkan masalah besar bangsa, terutama masalah yang dihadapi oleh anak muda, oleh mahasiswa yaitu masalah peluang kerja. Peluang kerja yang sangat layak yang membawa kemajuan Indonesia.

“Itulah pertimbangan besar diterbitkannya UU Cipta Kerja. Sebuah reformasi struktural yang kita inisiasi sendiri. Inisiatif dari kita sendiri. Bukan diisiasi oleh IMF atau Word Bank seperti tahun 1998 dulu,” ujar Jokowi yang juga pernah membuka secara langsung Kongres ke-36 GMKI pada dua tahun lalu di Bogor, Jawa Barat.

Melalui UU Cipta Kerja, pemerintah telah mensinergikan regulasi yang tumpang tindih. Pemerintah memangkas prosedur-prosedur yang berbelit-belit. Dan melalui UU Cipta Kerja, Presiden ingin memudahkan pelaku usaha mikro dan kecil untuk membuka usaha-usaha baru.

“Saat ini pemerintah sedang mempersiapkan regulasi turunannya (UU Cipta Kerja), berupa 40 PP dan 4 Perpres. Berikan masukan. Tolong berikan masukan agar tepat, agar sesuai dengan tujuan utama kita untuk meningkatkan, mempercepat tujuan usaha kita terutama usaha kecil, usaha mikro, usaha menengah, dan menciptakan lapangan kerja yang sebanyak-banyaknya yang sangat layak bagi generasi muda kita serta memenangkan persaingan global yang sangat ketat,” sambung Jokowi.

Presiden yakin GMKI pasti bisa ikut mengambil langkah-langkah transformatif besar dalam menghadapi desrupsi, memenangkan hyper competition.


Baca juga:

WASPADA..!! PENUMPANG GELAP DI PILKADA SERENTAK 2020

Sebagai kalangan muda terdidik, Presiden minta GMKI turut andil memberikan pemikiran solusi, inovasi, kreatifitas, dan karya nyata bagi kemajuan bangsa.

Presiden juga meminta GMKI ikut mengawal kebijakan pemerintah untuk memecahkan masalah-masalah sosial serta memanfaatkan kreatifitas kewirausahaan dan inovasi digital yang kuat di kalangan mahasiswa.

“Sebagai kelompok aktivis yang sangat berpengalaman, saya yakin para mahasiswa bisa menjadi perekat kekuatan bangsa, perekat nilai-nilai kebangsaan sesuai ideologi Pancasila kita, perekat inovasi, dan kreatifitas nasional untuk terus memperkuat fondasi kebangsaan dan energi untuk melakukan lompatan-lompatan kemajuan,” ungkapnya.

“Saya yakin energi gerakan mahasiswa sangatlah berlimpah. Saya mengajak saudara-saudara untuk berlayar bersama dalam gelombang besar transformasi Nasional yang sedang kita gerakkan sekarang ini,” tutup Presiden Jokowi.


Baca juga:

Milenial Toraja Gelar Diskusi Bedah Programme for International Student Assessment

Presiden Joko Widodo kemudian membuka Kongres XXXVII GMKI di Hotel Aston Niu, Kota Manokwari, Papua Barat secara resmi, disambut tepuk tangan meriah dari utusan 97 cabang GMKI, dengan undangan yang hadir antara lain Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, perwakilan Senior GMKI Firman Jaya Daeli, didampingi Pengurus Pusat GMKI Masa Bakti 2018-2020, dan Ketua Umum Panitia Abner Jitmau.

Satu Kompi Yonif Para Raider 502 Gabung Satgas Tinombala Tumpas Kelompok Mujahiddin Indonesia Timur

0

Komandan Brigade Infanteri (Brigif) Para Raider 18/Trisula Kol Inf Hadi Al Jufri menyatakan sebanyak satu kompi Yonif Para Raider (PR) 502 turut serta dalam operasi Tinombala yang bertugas menumpas Kelompok Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

“Ada satu kompi dari satuan Yonif Para Raider 502 yang ikut bergabung operasi Tinombala. Mereka masih bertugas disana sampai saat ini. Kiranya operasi disana berlangsung sukses dan berhasil,” kata Kol Inf Hadi Al Jufri kepada para wartawan yang ikut rombongan Dinas Penerangan AD (Dispenad) di Markas Brigif Para Raider 18/Trisula, di Jabung, Malang, Jawa Timur, Jumat (4/12).

Kemampuan Yonif Para Raider 502

Lebih jauh Hadi Al jufri menjelaskan pasukan Yonif PR 502 dalam menjalankan tugasnya punya kemampuan untuk mencari, mendekati dan menghancurkan musuh.

 

Pasukan Yonif Raider 502 sedang Latihan Perang Hutan (Jungle War)
Pasukan Yonif Raider 502 sedang Latihan Perang Hutan (Jungle War)

“Ada dua kemampuan unggul yang dimiliki Yonif PR 502. Pertama, kemampuan lintas udara. Kedua, kemampuan raider. Kemampuan lintas udara adalah kemampuan taktik seorang prajurit untuk melakukan pemindahan melalui udara dengan cara diterjunkan untuk merebut sasaran taktis dan strategis. Sedangkan kemampuan raider itu kemampuan taktik seorang prajurit yang bersifat spesifik. Jadi satuan batalyon ini punya kemampuan dua unggulan yakni baik taktis maupun strategis,” urai dia.

Prajurit Yonif Para Raider 502 sedang latihan rapling dan free fall
Prajurit Yonif Para Raider 502 sedang latihan rapling dan free fall

Menurut Hadi, pasukan Yonif PR 502 telah banyak melakukan penugasan baik di dalam dan negeri. Diantaranya, penugasan ke Papua dan Tinombala. Bahkan, tahun lalu pasukan ini juga baru pulang dari penugasan pasukan perdamaian dunia PBB di Lebanon selama 12 tahun.


Baca juga:

Aksi Heroik Prajurit Makorem 083 Malang, Mulai Bantu Anak Difabel sampai Kembangkan Kopi Robusta

“Jadi Batalyon Yonif PR 502 ini sudah sangat tua dan kenyang akan pengalaman. Alhamdulillah, selama penugasan Yonif PR 502 selalu berhasil,” pungkas dia.

Rombongan wartawan saat itu berkesempatan juga menyaksikan demonstrasi latihan yang dilakukan para prajurit Yonif PR 502 berupa mountenering yang meliputi rapling dan free fall serta jungle war (perang hutan).

Mewakili Dispenad, Kolonel Inf Sat Hari Wibowo SH, mengatakan rombongan wartawan ini diajak untuk mengetahui lebih jauh tentang Satuan Yonif PR 502.


Baca juga:

Wow, Ada “Robot Intai Tempur Kota” Hasil Karya Mahasiswa Poltekad

“Di kalangan TNI, banyak yang sudah tahu bahwa Satuan Yonif PR 502 punya karya besar dan luar biasa. Namun, Dunia dan Indonesia masih belum banyak tahu tentang kiprah dan karya besar dari satuan ini. Karena itulah rombongan wartawan ini kami ajak agar karya besar Yonif PR 502 dapat diketahui juga oleh masyarakat,” tandasnya.

Hadir juga pada saat itu Kepala Staf Brigif (Kasbrig) PR 18/Trisula Letkol Inf Erwin Agung didampingi Wakil Komandan Batalyon Infanteri (Wadanyonif) PR 502/UY Mayor Inf Hari Mughni Nagara beserta jajaran Yonif PR 502/UY.

(VICTOR)