Beranda blog Halaman 54

Antisipasi Skandal Demokrasi 2024, SKI Luncurkan Program Saksi Demokrasi

0

IndonesiaVoice.com |Situasi politik yang berkembang akhir-akhir ini mengindikasikan betapa tidak mudahnya menghadirkan aspirasi rakyat yang menginginkan tampilnya figur pemimpin yang memiliki kredibilitas dan integritas dalam kontestasi Pilpres 2024.

Bahkan, muncul pula informasi dari kalangan politik tentang adanya upaya untuk menyederhanakan peta Pilpres 2024 dengan dua pasang calon saja, yang mungkin saja berasal dari sebuah koalisi besar yang berbagi peran.

SKI (Sekretariat Kolaborasi Indonesia) melihat bahwa fenomena yang terjadi akhir-akhir ini merupakan bagian dari pendangkalan demokrasi.

Mungkin saja, skenario-skenario yang mengingkari suara rakyat tersebut dapat berjalan secara teknis prosedural. Tapi, hal tersebut jelas jauh dari substansi demokrasi yang sesungguhnya.

“Pemilu hanyalah satu bagian dari demokrasi. Jangan sampai demokrasi didangkalkan, dengan menempatkan pemilu sama dengan demokrasi, atau pemilu adalah demokrasi dan sebaliknya,” ujar Sekjen SKI Raharja Waluya Jati dalam Peluncuran Saksi Demokrasi oleh Sekretariat Kolaborasi Indonesia di Jakarta, Minggu (18/9/2022).

Dalam cara pandang SKI, demokrasi adalah tentang gerak hidup rakyat. Ukuran utama dan terutama dari demokrasi adalah perikehidupan rakyat.

Dengan demikian, kualitas demokrasi akan menentukan kualitas perikehidupan rakyat.

“Rakyat adapun pihak yang paling berkepentingan dengan jalannya demokrasi. Jika kita cermati, demokrasi Indonesia bukanlah demokrasi prosedural. Demokrasi Indonesia merupakan anak kandung dari kemerdekaan yang demikian berwatak emansipasi,” lanjutnya.

SKI melihat bahwa Pemilu sebagai salah satu dari praktek demokrasi Indonesia, harus berjalan sesuai watak emansipasi dan watak sosialnya.

Dalam kaitan dengan hal tersebut, Pemilu harus melahirkan dua hal.

Pertama, gagasan terbaik yang menjadi jawaban atas masalah bangsa, kini dan yang akan datang.

Kedua, pribadi-pribadi pilih tanding, baik secara moral, sosial dan kapasitas. Pribadi yang demikian tentunya mengerti sejarah bangsa, penderitaan rakyat dan bagaimana cara membawa bangsa kepada masa depannya yang lebih baik.

“Untuk sampai pada pencapaian itu, rakyat harus mendapat ruang kesempatan dalam ikut mengontrol jalannya demokrasi dan lebih khusus jalannya pemilu, sejak sebelum, pada saat dan setelahnya. Rakyat punya hak untuk mendapatkan pemilu yang baik, bebas, dan jurdil,” jelas Jati.

Sebagai tindak lanjut atas pemikiran tersebut, SKI mengambil insiatif untuk memperkuat hak rakyat dalam mengontrol jalannya demokrasi.

Ada dua langkah yang akan dilakukan. Pertama, SKI melakukan rekruitmen bagi anggota masyarakat untuk menjadi Saksi Demokrasi.

Saksi Demokrasi bukanlah saksi pemilu dalam arti sempit, tetapi individu rakyat yang terlibat dalam menentukan arah perjalanan bangsa dengan mengupayakan terselenggaranya Pemilu yang mewakili aspirasi rakyat dan diselenggarakan secara baik, bebas, dan jurdil.

“Saksi Demokrasi akan ikut aktif menyuarakan kepentingan rakyat agar dapat diakomodasi oleh masyarakat politik, termasuk menentukan siapa pemimpin bangsa yang dikehendakinya memimpin Indonesia ke depan,” lanjutnya

Kedua, SKI menyelenggarakan pendidikan bernegara secara luas dan sistematis. Dalam pendidikan bernegara, rakyat diajak terlibat aktif untuk meningkatkan kualitas demokrasi, dengan meningkatkan cara pandang mengenai pemilu yang bukan hanya ritual “coblosan” belaka.

“Dalam pendidikan bernegara, para guru bernegara akan menyapa rakyat di seluruh pelosok Indonesia, Mereka akan mengajak berdiskusi bahwa Pemilu bukan saja tentang memilih orang tetapi juga memilih gagasan yang paling tepat guna menyelesaikan persoalan-persoalan hidup mereka,” kata Jati.

Pada taraf awal, SKI akan meluncurkan program Saksi Demokrasi dalam event musyawarah desa yang rencana diselenggarakan di 57 Titik di Pulau Jawa, pada 25 September yang akan datang.

Musyawarah desa tersebut juga diharapkan dapat melahirkan program konkrit yang langsung bersentuhan dengan perikehidupan masyarakat, yang sekaligus menempatkan saksi demokrasi sebagai lokomotif penggeraknya.

Sementara penggiat civil society, Haris Azhar menyampaikan jelang pilpres 2024 ada aktor-aktor yang menggaungkan tiga periode dan dan cawapres untuk Jokowi dengan cara deklrasi dimana mana.

“Ini adalah model konsolidasi agar mempertahankan kekuasaan lebih lama,” tegasnya.

Haris menambahkan, selain kerja-kerja konsolidasi, ada juga kerja-kerja intimidasi, persuasi, bahkan ada di zona abu-abu dalam rangka menuju Pilpres 2024 ini.

 

(Victor)

 

 

Film Komedi Romantis “GENDUT SIAPA TAKUT?!” Tayang Serentak di Bioskop 22 September 2022

0

IndonesiaVoice.com | Film GENDUT SIAPA TAKUT?! yang disutradarai oleh Pritagita Arianegara dan diproduseri oleh Rajesh Kewalram Jagtiani dari rumah produksi Spectrum Film akan tayang serentak di bioskop tanah air mulai tanggal 22 September 2022.

Sebelumnya, Trailer Film GENDUT SIAPA TAKUT?! telah diluncurkan pada tanggal 16 Agustus 2022 lalu dan mendapat respons yang baik dari pecinta film Indonesia.

“Senang sekali menerima tanggapan yang sangat antusias untuk trailer yang menunjukkan banyak yang menantikan kehadiran film GENDUT SIAPA TAKUT?!. Semoga film ini dapat menginspirasi banyak orang untuk menerima diri mereka apa adanya. Mencintai kekurangan dan menjadikannya sebagai sebuah kelebihan, serta berani melawan ketika mendapat perundungan,” ujar Rajesh Kewalram Jagtiani, Produser sekaligus pemilik rumah produksi Spectrum Film, dalam Pemutaran Film dan Konferensi Pers GENDUT SIAPA TAKUT?! di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (15/9/2022).

Baca juga: Trailer Inang; diluncurkan, Tampilkan Naysila Mirdad Akting Bareng Ibunya Lydia Kandou Dalam Film Horor Akan Tayang 13 Oktober 2022





“Saya juga berharap film GENDUT SIAPA TAKUT?! ini dapat diterima oleh semua kalangan dan ditonton oleh banyak keluarga,” tambahnya.

Film GENDUT SIAPA TAKUT?! yang merupakan film adaptasi dari buku berjudul sama karya Alnira dan terbitan Gramedia ini skenarionya ditulis oleh Pritagita Arianegara dan Ilya Aktop.

Bercerita tentang Moza Aphrodite, penulis novel roman laris yang selalu berkhayal mendambakan pangeran impiannya.

Meskipun berbadan gendut, Moza sangat percaya diri dengan penampilannya, hingga suatu ketika, Moza dihadapkan pada sebuah pilihan cinta yang sulit: Nares, teman masa kecil yang paling dibenci, atau Dafi, sutradara terkenal dan tampan seperti yang digambarkan dalam novel-novelnya.

Baca juga: Pengalaman Mistis Titi Kamal Merasakan Keseraman Selama Proses Pembuatan Film Jailangkung: Sandekala





Penonton akan diajak mengikuti kisah cinta yang menggemaskan dari karakter Moza yang dibawakan dengan sangat baik oleh Marshanda.

“Pas baca skenarionya, aku langsung suka karena ceritanya bikin bahagia, anti-mainstream, bicara body positivity dari sudut pandang berbeda,” ujar Marshanda, pemain utama film GENDUT SIAPA TAKUT?!.

“Ketika ditawari bermain di film ini, aku langsung menyanggupi dan senang jadi bagian film ini,” imbuhnya.

Film bergenre drama romantis ini juga dibintangi oleh Wafda Saifan Lubis, Marthino Lio, Jihane Almira, Cut Mini, Tora Sudiro, Dea Panendra, dan Omara Esteghlal.

Baca juga: Dari Sinetron ke Layar Lebar, Film Noktah Merah Perkawinan Bakal Tayang 15 September





Film GENDUT SIAPA TAKUT?! akan tayang di seluruh bioskop tanah air tepat minggu depan, tanggal 22 September 2022.

(Victor)

Trailer “Inang” diluncurkan, Tampilkan Naysila Mirdad Akting Bareng Ibunya Lydia Kandou Dalam Film Horor Akan Tayang 13 Oktober 2022

0

IndonesiaVoice.com | Menyambut penayangan film “Inang” yang akan rilis di bioskop pada 13 Oktober 2022, IDN Pictures mengeluarkan trailer film yang mulai dipublikasikan di YouTube pada tanggal 14 September 2022.

“Inang” merupakan film horror-thriller terbaru dari Fajar Nugros, yang dibintangi oleh Naysila Mirdad, Dimas Anggara, Lydia Kandou, Rukman Rosadi, dan Pritt Timothy, Nungki Kusumastuti, Rania Putrisari, Totos Rasiti, Muzakki Ramdhan, David Nurbianto, dan Emil Kusumo.

Trailer menampilkan Naysila Mirdad yang berperan sebagai Wulan harus berjuang sambil menyelamatkan bayinya kekuatan jahat yang menghalanginya.

Menghadirkan atmosfer yang menegangkan, trailer memperlihatkan bagaimana pahitnya perjuangan seorang ibu untuk mengambil alih hidupnya kembali.

Rasa cemas dibangun dari misteri yang ditampilkan para karakter di dalamnya dan juga unsur shock horror yang tak berhenti.

Baca juga: Trailer Film Jailangkung: Sandekala diluncurkan, Bakal Tayang 22 September





Film “Inang” menggambarkan perjuangan seorang perempuan melawan kekuatan jahat yang ingin mengambil alih kehidupan bayinya.

Sebagai film horror-thriller dengan segudang unsur thrilling and jump-scare, “Inang” menawarkan pelajaran yang berharga seputar perjalanan kehidupan seorang wanita, kasih sayang orang tua, dan realita kehidupan yang dibalut dengan unsur mitos jawa, yaitu Rabu Wekasan atau Rebo Wekasan, yang menjadi inspirasi utama alur cerita dari film ini.

Dalam jumpa pers usai peluncuran Trailer “Inang” di Epicentrum XXI, Jakarta, Rabu (14/9/2022), CEO IDN Media Winston Utomo mengungkapkan antusiasmenya atas film “Inang” yang akan segera tayang.

“Kami sangat antusias dengan rilisnya film “Inang” di bioskop tanah air pada 13 Oktober 2022,” katanya.

Menurut Winston, Film “Inang” merupakan film pertama IDN Pictures yang bertemakan horror-thriller.

“Mengangkat unsur mitos di Indonesia yang belum banyak diketahui orang, kami berharap film “Inang” bisa semakin mewarnai genre film horor Indonesia. Terlebih lagi film “Inang” juga berkesempatan untuk melakukan World Premiere di ajang BIFAN 2022 di Seoul, Korea Selatan pada bulan Juli 2022 lalu sehingga turut mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” imbuhnya.

Baca juga: Pengalaman Mistis Titi Kamal Merasakan Keseraman Selama Proses Pembuatan Film Jailangkung: Sandekala





Head of IDN Pictures dan Sutradara Film “Inang” Fajar Nugros menyampaikan antusiasmenya menyambut kehadiran film “Inang” di tengah penikmat film horor di Indonesia.

“Film “Inang” memberikan kesan yang mendalam bagi saya pribadi maupun bagi seluruh tim yang terlibat. Tidak hanya karena ini adalah film horror-thriller pertama saya, tapi saya juga berkesempatan untuk mengeksplorasi banyak hal yang berbeda dari film-film saya sebelumnya. Termasuk diantaranya mendalami sudut pandang seorang perempuan yang menghadapi kerasnya hidup melalui karakter bernama Wulan. Semoga film ini bisa diterima dengan baik di masyarakat dan juga memberikan banyak pelajaran baru untuk kita semua.”

Head of IDN Pictures and Produser Film “Inang” Susanti Dewi menambahkan, “Sebagai produser, saya selalu berupaya memproduksi film yang sarat makna kehidupan dan dekat dengan kepercayaan di sekitar kita. Film “Inang” ini menjadi salah satu kebanggaan tersendiri bagi saya. Mulai dari cerita yang diangkat, proses pembuatan, hingga apresiasi yang didapatkan film “Inang” di panggung internasional ini menjadi sebuah pengalaman yang luar biasa.”

Baca juga: Dari Sinetron ke Layar Lebar, Film Noktah Merah Perkawinan Bakal Tayang 15 September





“Setelah film “Inang” diputar di depan audiens internasional saat BIFAN 2022 lalu dan mendapatkan banyak respon positif, kami berharap Film “Inang” dapat juga mendapat apresiasi penonton di Indonesia dengan baik,” pungkasnya.

Setelah perilisan trailer, film “Inang” juga akan melakukan special screening. Ikuti media sosial @filminang dan nantikan berita selanjutnya dari film “Inang”.

(Victor)

AFTECH, PERBANAS dan KADIN Indonesia Teken MoU Komitmen Bersama Dorong Percepatan Literasi dan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia

0

IndonesiaVoice.com | Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), Perhimpunan Bank Nasional (PERBANAS), Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, terus memperkokoh sinergi dan kolaborasi jasa keuangan digital di Indonesia, khususnya dalam upaya mendorong percepatan literasi dan inklusi keuangan digital di Indonesia.

Demi mengukuhkan komitmen tersebut, maka nota kesepahaman AFTECH, PERBANAS, dan KADIN Indonesia telah ditandatangani pada 2 September 2022 di Menara BRIlian, Jakarta oleh Anika Faisal selaku Sekretaris Jenderal PERBANAS, Kaspar Situmorang selaku Wakil Kepala Badan III, Sistem Pembayaran Digital dan Neobank KADIN Indonesia, Budi Gandasoebrata selaku Sekretaris Jenderal AFTECH.

Penandatanganan MoU ini bertujuan untuk memfasilitasi kerjasama dan sebagai wadah komunikasi dan diskusi untuk membahas lebih dalam mengenai langkah strategis bersama jasa keuangan digital agar dapat terus berkontribusi memberikan dampak positif bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Baca juga: Prof Mudrajad Kuncoro: Bumikan Sistem Ekonomi Pancasila Dengan Bangun Generasi Pancasilais dan Merajut Kebhinekaan




Nota kesepahaman tersebut mencakup 5 area strategis:

(1) Kolaborasi dalam merumuskan skema dan standar kompetensi talenta digital terutama di ekosistem bank digital Indonesia.

(2) kolaborasi penyusunan roadmap dan riset terkait bank digital yang melibatkan industri perbankan dan ekosistem digital di Indonesia untuk mendukung strategi percepatan inklusi keuangan.

(3) Edukasi untuk masyarakat umum tentang pentingnya menggunakan produk jasa keuangan berizin resmi dari regulator terkait, demi mencegah aktivitas jasa keuangan yang tidak sesuai peraturan undang-undang.

(4) Partisipasi aktif bersama regulator dalam memberikan masukan terkait regulasi maupun kode etik.

(5) Kolaborasi dalam kegiatan publikasi dan edukasi literasi keuangan dan digital.




Baca juga: Elliana Wibowo Klarifikasi Terkait Sejarah Pendirian Blue Bird Group

Sekjen PERBANAS, Anika Faisal mengatakan, “Komitmen ini merupakan langkah strategis antara AFTECH, PERBANAS, dan KADIN Indonesia untuk mensukseskan inovasi digital demi mendukung pembangunan ekonomi digital di Indonesia. Harapannya industri ini dapat bertumbuh bersama untuk kebaikan Indonesia.”

Sementara itu, Sekretaris Jenderal AFTECH Budi Gandasoebrata menyatakan komitmen bersama ini tentunya diharapkan dapat memberikan manfaat sebanyak-banyaknya tidak hanya bagi para pengguna, tapi juga industri, dan juga kepada bangsa dan negara dalam hal inklusi keuangan dan literasi keuangan khususnya di era digital.

Sedangkan dalam konferensi pers yang digelar di Auditorium Perbanas Institute, Jakarta, Jumat (9/9/2022), Wakil Kepala Badan III Sistem Pembayaran Digital dan Neobank KADIN Indonesia, Kaspar Situmorang menyampaikan, “Saat ini, Indonesia memasuki dunia digital financing services. Seiring dengan perubahan perilaku konsumen ke digital, maka dari segi jumlah dan volume transaksi keuangan perbankan digital menunjukkan adanya peningkatan dari tren tersebut. Nilai transaksi digital banking pada tahun 2021 mencapai Rp39.841,4 triliun atau tumbuh sebesar 45,64 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.”





“Namun, peningkatan transaksi melalui dunia digital harus diikuti dengan peningkatan literasi dan inklusi dunia keuangan. Sehingga edukasi secara meluas perlu dilakukan, melalui komitmen bersama ini maka kita akan semakin solid untuk berbagi peran mendorong percepatan literasi keuangan di masyarakat,” imbuhnya.

Data menunjukkan, minat masyarakat bertransaksi keuangan digital semakin meningkat. Pada tahun 2021, setidaknya sudah 7 bank telah resmi menjadi jasa keuangan digital di Indonesia, yang merupakan bagian dari perbankan konvensional, serta bagian dari Fintech maupun bagian dari Technology Platform.

Penelitian yang dilakukan oleh Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) pada tahun 2020 menemukan bahwa 40 dari total 110 bank di Tanah Air berpotensi menghasilkan/menjadi jasa keuangan digital di masa depan karena percepatan digitalisasi.




AFTECH, PERBANAS, dan KADIN Indonesia juga menaruh perhatian besar pada permasalahan talenta digital di Indonesia seiring dengan perkembangan jasa keuangan digital di Indonesia.

Kemajuan digitalisasi perbankan tentunya tidak terlepas dari kecepatan industri untuk melakukan inovasi teknologi, yang didukung oleh kompetensi talenta digital.

Dengan adanya kolaborasi ini, maka masing–masing pihak akan berperan untuk menciptakan asimilasi talenta digital yang dapat mengembangkan dan mencetak talenta berkualitas dunia, memiliki global mindset, stay relevant, memahami bagaimana menangani risiko dan compliance awareness melalui exposure perusahaan–perusahaan penyedia layanan jasa keuangan terbaik.

Upaya-upaya literasi digital akan terus dilakukan sebaik-baiknya oleh para pihak untuk memperluas jangkauan dampak positif yang dihasilkan.

(Victor)

Pengalaman Mistis Titi Kamal Merasakan Keseraman Selama Proses Pembuatan Film Jailangkung: Sandekala

0

IndonesiaVoice.com | Titi Kamal dan Syifa Hadju berperan sebagai ibu dan anak di film horor produksi Sky Media & CJ ENM terbaru, “Jailangkung: Sandekala”.

Film yang diarahkan oleh Kimo Stamboel ini akan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 22 September 2022.

Selain kedua bintang tersebut, film ini juga dibintangi oleh Syifa Hadju, Dwi Sasono, Muzakki Ramdhan dan Giulio Parengkuan.

Titi Kamal mengakui sangat excited sekaligus deg-degan ketika diajak terlibat dalam film reboot “Jailangkung: Sandekala”.

Baca juga: Trailer Film Jailangkung: Sandekala diluncurkan, Bakal Tayang 22 September





Ia bercerita, “Aku baca skenario dari Kimo di sebuah vila di Bali, bacanya sendirian aja, nekat banget. Ternyata skripnya serem banget, teman-temanku nggak pulang-pulang sampai jam 4 pagi, terus aku nggak bisa tidur sama sekali. Begitu selesai baca langsung bilang mau ikutan film ini”.

Keseraman berlanjut ke syukuran menjelang syuting “Jailangkung: Sandekala”. Titi Kamal menangkap suara mistis yang terekam di handphone-nya.

Hal ini baru disadarinya setelah memutar kembali videonya. Di video, terdengar suara tertawa yang mengerikan dan diyakini bukan berasal dari orang-orang yang berada di lokasi.

Baca juga: Dari Sinetron ke Layar Lebar, Film Noktah Merah Perkawinan Bakal Tayang 15 September





Sepanjang syuting juga ia merasakan ketakutan karena kejadian-kejadian di lokasi.

“Ini pengalaman syuting terseram selama aku syuting film horor tiga kali. Sebulan itu aku merasa ketakutan terus”.

Tapi hal itu mendorongnya untuk mendalami peran. “Takut sih pasti, tapi jadi lebih gampang mendalami peran karena karakternya memang ketakutan terus,” ceritanya.

Di film “Jailangkung: Sandekala” Titi Kamal berperan sebagai Sandra, istri dari Adrian (Dwi Sasono) yang bersama kedua anak mereka Niki (Syifa Hadju) dan Kinan (Muzakki) berhenti di sebuah hutan dan mengalami kejadian tidak mengenakkan setelah Kinan tiba-tiba menghilang.




Sky Media & CJM ENM, dan juga didukung oleh Rapi Films, Legacy Pictures, dan Nimpuna Sinema akan menayangkan Film “Jailangkung: Sandekala” di bioskop Indonesia pada 22 September 2022.

(Victor)

Dari Sinetron ke Layar Lebar, Film Noktah Merah Perkawinan Bakal Tayang 15 September

0

IndonesiaVoice.com | Rapi Films bersiap untuk menayangkan remake dari sinetron legendaris ‘Noktah Merah Perkawinan’. Dengan unsur modern dan update dari kisah sebelumnya, film ini diarahkan oleh sutradara muda Sabrina Rochelle Kalangie dan ditulis skenarionya oleh penulis berpengalaman Titien Wattimena.

Marsha Timothy, Oka Antara, dan Sheila Dara Aisha menjadi bintang utama. Film akan tayang di bioskop Indonesia pada 15 September 2022.

Sutradara Sabrina Rochelle Kalangie Sabrina menjelaskan film ini bukan hanya tentang pernikahan yang rusak karena orang ketiga. Pada dasarnya ini tentang value ketika kita membangun hubungan dengan orang lain, dan terlepas dari itu issue yang diangkat pun juga sangat dekat dengan apa yang biasa terjadi di keluarga-keluarga di Indonesia sampai saat ini.

Baca juga: Trailer Film Jailangkung: Sandekala diluncurkan, Bakal Tayang 22 September





“Jadi harapannya film ini masih bisa memberikan sesuatu yang fresh dan bisa berkesan bagi penikmat IP lamanya maupun generasi penonton yang baru,” imbuhnya dalam jumpa pers di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta, Kamis, 8 September 2022.

‘Noktah Merah Perkawinan’ berkisah tentang hubungan Ambar (diperankan oleh Marsha Timothy) dan Gilang (Oka Antara) yang mulai memasuki masa-masa kekecewaan atas berbagai hal dalam pernikahan mereka, setelah sebelas tahun menikah dan memiliki dua orang anak, Bagas dan Ayu.

Apalagi setelah pertengkaran hebat akibat campur tangan kedua orang tua mereka dalam urusan rumah tangga Ambar dan Gilang.

Baca juga: Deretan Artis Papan Atas Bermain Film Komedi SUKA DUKA BERDUKA





Gilang bekerja sebagai landscape architect, sedangkan Ambar, di sela-sela kesehariannya mengurus rumah dan anak-anak, berusaha menyibukkan diri dan mencari kedamaian dengan mengajar workshop keramik, dan di sanalah ia berkenalan dengan Yuli (Sheila Dara) yang menjadi salah satu murid di kelasnya.

Hubungan Gilang, Ambar dan Yuli menjadi semakin rumit setelah Gilang mengerjakan projek taman milik Kemal (Roy Sungkono), pacar Yuli.

Waktu-waktu yang dihabiskan bersama Yuli terasa seperti nafas baru bagi Gilang. Keberadaan Yuli membawa kenyamanan yang sudah lama hilang bagi Gilang, begitu pula sebaliknya.

Baca juga: Film Ngeri Ngeri Sedap Tayang 2 Juni Dimainkan Sejumlah Komedian, Ternyata Menguras Air Mata





Yuli sadar betul bahwa dirinya jatuh cinta kepada suami dari Ambar, guru sekaligus wanita yang sangat dikaguminya dan harus berhenti bereaksi terhadap rasa itu, tetapi rasanya begitu sulit.

Di puncak sakit hati dan kekecewaannya, Ambar mempertanyakan apakah pernikahannya memang pantas untuk diselamatkan. Karena cinta saja tidak akan pernah cukup untuk mempertahankan sebuah hubungan.

Gope T Samtani, sebagai kreator dari ‘Noktah Merah Perkawinan’, mengungkapkan, “Bagi mereka yang menyukai sinetronnya akan mendapatkan nostalgia yang memuaskan, sedangkan bagi mereka yang baru mengetahui filmnya, dapat menikmati tanpa harus mengikuti sinetronnya.”

Baca juga: Ketum PMTI Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Lumbaa Nobar Film Walking Dead Tomate, Cerita Mayat Berjalan di Toraja





Sunil Samtani sebagai produser mengatakan ‘Noktah Merah Perkawinan’ wajib ditonton di bioskop.

“Film ini dapat dinikmati semua kalangan, bukan hanya mereka yang berpasangan, tapi juga bersama teman-teman. Film ini mengupas kisah yang tak lekang oleh waktu; ketika cinta harus terbagi. Sabrina dan para cast memberikan yang terbaik dan memberikan update yang refreshing.”

Pada masanya, ‘Noktah Merah Perkawinan’ adalah sinetron laris yang tayang pada tahun 1996 sampai 1998. Jumlah episodenya mencapai 77. Ayu Azhari, Cok Simbara, Berliana Febrianti, dan Teddy Syach menjadi bintangnya.

Nantikan film ‘Noktah Merah Perkawinan’ di bioskop dan ikuti terus informasinya.

(Victor)

Merasa difitnah, Pegawai CS RS Primaya Hospital PGI Cikini Minta Klarifikasi

0

IndonesiaVoice.com | Pegawai Customer Service (CS) Rumah Sakit (RS) Primaya Hospital PGI Cikini, Lidya Sembiring meminta klarifikasi kepada pimpinannya, Direktur dr Tweggie Hellina, MM, yang menuding dirinya membocorkan informasi penting terkait nomor handphone pejabat teras rumah sakit.

“Saya dituduh membocorkan nomor telepon pejabat penting di rumah sakit ini kepada Bapak Parningotan Pardede, pasien di rumah sakit ini,” jelas Lidya Sembiring kepada para wartawan usai mengikuti undangan pertemuan klarifikasi antara dirinya dengan dr Tweggie serta dihadiri Parningotan Pardede, di RS Primaya Hospital PGI Cikini, Jakarta, Senin (29/8/2022).

Berawal dari nomor Antrian

Bermula pada April 2022, ketika Parningotan Pardede mengantri check up rutin di RS Primaya Hospital PGI Cikini yang sudah mendapat nomor 2, ternyata berubah menjadi nomor 22.

“Rupanya karena saya pasien BPJS maka nomor antrian saya digeser menjadi 22,” katanya.

Baca juga: Dianggap Hina Profesi Satpam, ABUJAPI Somasi Opera Van Java




Merasa difitnah, Pegawai CS RS Primaya Hospital PGI Cikini Minta Klarifikasi
Lidya Sembiring (Kiri) dan Parningotan Pardede (Kanan) bersama istri drh Yunisar SM Siahaan (tengah) memberikan keterangan pers kepada para wartawan usai mengikuti undangan pertemuan klarifikasi dengan Direktur RS Primaya Hospital PGI Cikini dr Tweggie Hellina MM di Jakarta, Senin (29/8/2022).

Parningotan pun komplain ke rumah sakit terkait perubahan nomor antrian. Dalam menyelesaikan persoalan nomor antrian ini, Paningotan dilayani dengan baik oleh Lidya Sembiring, CS Senior di Rumah Sakit (RS) Primaya Hospital PGI Cikini.

Pengalaman Lidya puluhan tahun di bidang pekerjaannya sebagai CS, membuat dia peka untuk berupaya melayani setiap pasien yang sedang mengalami masalah di rumah sakit.

Karena jawaban tak memuaskan, Parningotan pun mengirim surat komplain ke BPJS terkait hal tersebut. Pada tanggal 17 Mei 2022 Mei, BPJS merespons dan menggelar rapat dengan pihak Manajemen RS Primaya PGI Cikini, yang juga dihadiri dr Tweggie dan jajarannya serta Parningotan.

“Hasilnya, Primaya akan memperbaiki sistem manajemennya dan tidak membeda-bedakan pasien BPJS dengan pasien lainnya,” imbuhnya.

Baca juga: Perjuangan Lima Tahun Lukas Budi Andrianto Menuntut Kepastian Hukum





Dituduh Bocorkan Informasi

Terkait persoalan antrian nomor ini, Lidya Sembiring, pada akhir Mei 2022, dipanggil dr Tweggie ke ruangannya. Tweggie menanyakan sudah berapa lama dirinya kenal dengan Keluarga Parningotan Pardede sehingga terlihat akrab.

Lidya menjawab, “Saya sudah lama kenal keluarga Pak Pardede awal tahun 1990-an, ketika saya masih berdinas di bagian anak-anak. Dia adalah pasien yang rutin berobat di rumah sakit ini. Jadi hubungan kami hanya sebatas antara CS dan pasien saja. Pun, saya sama siapapun bisa akrab, tergantung bagaimana kita menjalin komunikasi yang baik dengan orang. Jadi kami tidak punya hubungan khusus.”

Menurut Lidya, Tweggie kembali mengemukakan agar dirinya meskipun akrab dengan keluarga Pardede, namun tidak boleh kasih informasi RS ini, apalagi sampai nomor telepon Prof Yos (Owner RS Primaya Hospital PGI Cikini) dan Lani ketahuinya.

Lidya pun menjawab, “Dokter (Tweggie) bilang saya ngasih informasi nomor telepon? Nomor HP Dokter Tweggie saja saya tidak punya. Apalagi nomor HP Prof Yos dan Ibu Lani, yang mana orangnya pun saya tidak tahu. Itu fitnah bagi saya Dok, saya tidak terima. Saya ini anak ABRI loh, saya diajarkan bapak saya untuk tidak gampang kasih informasi kalau tak jelas sumbernya. Saya kerja di RS ini 34 tahun. Berapa Direktur telah saya lalui. Tanya mereka kinerja saya dan hubungan saya dengan direktur (sebelumnya) dan teman-teman saya, itu baik-baik saja.”

Baca juga: Bachtiar Sitanggang Luncurkan Buku ‘Negara Hukum di mata Seorang Wartawan-Advokat’





Kembali, kata Lidya, Tweggie tetap keukeuh bahwa informasi semua nomor telepon berasal dari RS ini, kalau bukan bagian CS yang kasih tahu, darimana mana mereka tahu.

Dengan tegas, Lidya menjawab, “Masalah dari mana mereka dapat nomor telepon itu bukan urusan saya Dok, namanya rumah sakit. Informasi bisa dapat dari mana saja.”

Usai pemanggilan akhir Mei lalu, Lidya pun terus mencoba untuk menemui dr Tweggie guna mengklarifikasi dirinya tidak pernah membocorkan informasi kepada Parningotan. Namun, tidak berhasil. Sampai akhirnya dibuat pertemuan klarifikasi, Senin (29/8/2022) yang dihadiri juga oleh Parningotan Pardede bersama istrinya drh Yunisar SM Siahaan.

“Namun, Tweggie membantah bahwa ia pernah memfitnah, hanya bertanya saja kok kepada saya,” ujar Lidya.

Baca juga: Tampak minta Komjak RI Kawal Perkara Pembunuhan Berencana Brigadir Yosua Hutabarat





Terkait persoalan ini, Lidya berharap sebenarnya melalui pertemuan tadi Tweggie minta maaf kalau memang dia merasa bersalah yang telah memfitnah dirinya. “Tapi pengakuan maaf itu dari dia tidak ada,” pungkasnya.

Sedangkan dr Tweggie ketika ditemui awak media di RS Primaya Hospital PGI Cikini tidak bersedia diwawancarai terkait persoalan tersebut. “Saya tidak mau, Saya tidak bersedia,” tandasnya.

Istri Parningotan Pardede, drh Yunisar SM Siahaan menambahkan, karena pertemuan Senin (29/8/2022) tersebut tidak sesuai harapan, akan menyampaikan persoalan ini ke Polsek Menteng, Jakarta, untuk mendapatkan tindak lanjutnya(*)

(VIC)

Tampak minta Komjak RI Kawal Perkara Pembunuhan Berencana Brigadir Yosua Hutabarat

0

IndonesiaVoice.com | Penyidik Bareskrim Polri telah melimpahkan berkas perkara pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat ke Kejaksaan Agung (Kejagung) pada tanggal 19 Agustus 2022.

Pelimpahan perkara ini atas nama empat tersangka yaitu Ferdy Sambo (mantan Kepala Divisi/Kadiv Propam Polri, yang disebut dengan (aktor intelektual/dalang), tersangka Bharada Richard Eliezer atau Bharada E (Ajudan Irjen Ferdy Sambo), tersangka Brigadir Ricky Rizal atau Brigadir RR (ajudan Ferdy Sambo), dan tersangka KM (sopir pribadi Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo).

“Keempat tersangka itu dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan juncto Pasal 55 juncto 56 KUHP,” urai Koordinator Tim Advokat Penegakan Hukum dan Keadilan (Tampak) Robert B Keytimu, SH, dalam keterangan persnya, usai audiensi dengan Komisi Kejaksaan (Komjak) RI di Jakarta, Senin (29/8/2022).

Pengurus Tampak diterima langsung oleh Ketua Komjak RI, Dr Barita Simanjuntak, SH, MH, CfrA. Selain Robert Keytimu, pengurus Tampak yang hadir, antara lain, Saor Siagian, SH, MH, Judianto Simanjuntak, SH, MH, Sandi Situngkir, SH, MH, B Halomoan Sianturi, SH, MH, Dr Fernando Silalahi, Dr Turman M Panggabean, Sabar Daniel Hutahaean, SH, Rio B Pangaribuan, SH dan Gabe Maruli Sinaga, SH.

Baca juga: TAMPAK Datangi KPK Laporkan Dugaan Suap Ferdy Sambo ke Staf LPSK





Lebih lanjut Robert mengutarakan, khusus berkas perkara atas nama tersangka Putri Candrawathi (istri Ferdy Sambo) belum dilimpahkan ke Kejaksaan karena pemeriksaan terhadap tersangka Putri Candrawathi baru dilaksanakan penyidik Bareskrim Polri pada tanggal 26 Agustus 2022.

“Ini artinya berkas perkara atas nama empat tersangka tersebut saat ini sedang dalam tahap pemeriksaan dan penelitian Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejagung untuk menentukan apakah berkas perkara sudah lengkap atau belum,” jelasnya.

Robert mengatakan, menurut ketentuan Hukum Acara Pidana berdasarkan UU No 8 Tahun 1981 Tentang KUHAP, jika berkas perkara sudah lengkap, maka berkas perkara dapat dilimpahkan ke pengadilan untuk dilaksanakan sidang.

Dan jika berkas perkara belum lengkap maka JPU akan mengembalikan berkas perkara ke Penyidik untuk dilengkapi. Dalam hal ini JPU mengembalikan berkas perkara ke penyidik disertai dengan petunjuk untuk dilakukan penyidikan tambahan.





Pengembalian berkas perkara dari JPU ke Penyidik lazim disebut prapenuntutan sebagaimana dimaksud dalam pasal 14 huruf b Kitab UU No 8 Tahun 1981 KUHAP dan pasal 110 ayat (3) dan ayat (4) KUHAP.

“Terkait hal itu, dalam perkara pembunuhan Brigadir Yosua, Komjak seharusnya dapat melakukan peran aktif sesuai dengan tugas dan kewenangannya berdasarkan Peraturan Presiden No 18 Tahun 2011 Tentang Komjak RI yaitu melakukan pengawasan terhadap kinerja Jaksa Penuntut Umum yang menangani perkara pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat,” tegas dia.

Ini artinya, lanjut Robert, dalam perkara pembunuhan Brigadir Yosua ini, Komjak sangat strategis dan penting melakukan pengawalan dan pengawasan atas penanganan perkara ini supaya JPU benar-benar melaksanakan tugas dan kewenangannya melakukan penegakan hukum sesuai hukum yang berlaku.

“Artinya dalam hal ini supaya JPU tidak mempermainkan kasus ini demi kepentingan pihak-pihak tertentu,” imbuh dia.




Karena itulah, kata Robert, Tampak yang merupakan kumpulan sejumlah advokat peduli atas kasus ini guna memberikan dukungan pengungkapan dugaan pembunuhan Brigadir Yosua secara profesional, transparan dan akuntabilitas. Kepedulian sejumlah advokat atas kasus ini karena Advokat adalah bagian integral dari konsepsi catur wangsa penegak hukum.

Terkait hal itu, Tampak mengharapkan Komjak RI melakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Melakukan pengawalan dan pengawasan atas penanganan perkara ini. Hal ini harus dilakukan oleh Komisi Kejaksaan sebab kasus ini mendapatkan perhatian publik yang sangat besar. Ini artinya kasus ini diawasi oleh seluruh rakyat Indonesia.

Dimana sejak kematian Brigadir Yosua sampai saat ini perhatian publik tersedot karena tragedi pembunuhan Brigadir Yosua terjadi secara biadab, brutal, kejam, sadis, dan mengerikan. Keluarga korban menemukan dalam tubuh korban terdapat sejumlah luka di wajah, bibir, kuku jari dan kuku kaki, sejumlah luka sayatan dan luka lebam di jasad Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, selain itu juga luka karena tembakan.

2. Mengikuti dan terlibat dalam gelar perkara perkara pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat karena perkara ini menarik perhatian. Hal ini diatur dalam pasal 10 huruf a Peraturan Presiden No 18 Tahun 2011 Tentang Komjak RI.

 

 

 

 

MUI Jabar: Pemerintah Tindak Tegas LGBT

0

IndonesiaVoice.com | Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat meminta pemerintah untuk bertindak tegas terhadap perkembangan lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT).

Hal itu merespon rencana kebijakan pemerintah Singapura yang akan menghapus larangan LGBT.

“Ya dari MUI Jabar itu dari dulu juga jelas melarang (LGBT) karena bertentangan dengan prinsip agama sehingga di dalam hal ini melarang keras dan akan mengeluarkan peringatan keras terhadap masyarakat yang melakukan itu,” ujar Ketua MUI Jabar Rachmat Syafei, Selasa (23/8/2022), seperti dilansir dari Republika.co.id.

Baca juga: Mentuhankan Isteri, Aliran Kepercayaan Baru di NTT ini Dianggap Menyimpang





Dia menuturkan, negara Indonesia merupakan negara Pancasila yang berketuhanan maha esa. Seluruh agama apapun telah melarang LGBT.

“Kita negara pancasila yang berketuhanan maha esa, agama apapun telah melarang,” katanya. Rachmat melanjutkan, dalam agama Islam LGBT merupakan kejahatan kemanusiaan yang merusak.

Dia menegaskan, hak asasi manusia itu terhormat dan bukan atas keinginan diri sendiri. Oleh karena itu, menjaga keturunan yaitu dengan cara menjaga keturunan yang terhormat.

Baca juga: Aliran Kepercayaan Tim Doa Alfa Omega Dilarang beribadah





Dia pun meminta pemerintah untuk bersikap tegas terkait perkembangan LGBT dan mengacu kepada landasan dasar negara UUD 1945. Apabila hal tersebut bobol maka negara ikut bobol.

“Ya pemerintah harus bersikap tegas, pemerintah punya UUD dan landasan negara. Kalau itu sudah bobol itu berarti negara bobol,” katanya.

Baca juga: Penghayat Kepercayaan Alami Kendala Administrasi dan Pendidikan





Dia mengatakan, manusia yang berkeadaban dan terhormat dijaga oleh negara Pancasila.

“Tegakan hak asasi manusia berdasarkan Pancasila. Semua agama mengatakan itu terlarang,” katanya.

(Victor Sibarani)

Cegah Penyebaran Radikalisme, BNPT Beri Pemahaman Ketahanan Nasional Bagi Ribuan Guru di DKI

0

IndonesiaVoice.com | Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memberikan pemahaman terkait ketahanan ideologi nasional bagi ribuan guru di DKI Jakarta guna mencegah penyebaran radikalisme.

“Kita harus mewaspadai akan adanya transnasional ideologi terutama intoleransi radikalisme yang bertentangan dengan jati diri bangsa,” kata Kepala BNPT Komisaris Jenderal Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, Selasa (23/8/2022) seperti dilansir Antara.com.

BNPT bekerjasama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan bagi guru bertema “Merajut Kebhinekaan Dalam Rangka Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa”.

Baca juga: MUI Jabar: Pemerintah Tindak Tegas LGBT





Boy menyatakan, guru merupakan elemen penting dalam mencegah penyebaran ideologi radikal karena guru mengajarkan pelajar menjadi anak bangsa yang cinta Tanah Air dengan menjunjung tinggi nilai Pancasila dan Kebhinekaan.

Untuk mencegah tumbuh kembangnya radikalisme di lingkungan sekolah, Boy menuturkan, sekolah dan guru memperkuat pemahaman ketahanan nasional, revitalisasi nilai Pancasila dan moderasi beragama.

“Hal ini untuk menghadapi tantangan akan adanya ekspansi ideologi transnasional di tengah perkembangan teknologi,” ujar jenderal polisi bintang tiga itu.

Baca juga: Mentuhankan Isteri, Aliran Kepercayaan Baru di NTT ini Dianggap Menyimpang





Boy juga memaparkan perkembangan terorisme secara global dan regional serta langkah pencegahan untuk memberikan gambaran kepada Dinas Pendidikan DKI Jakarta sehingga dapat menentukan langkah preventif dalam sinergi penanggulangan radikalisme terorisme di lingkungan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) DKI Jakarta Nahdiana mendukung langkah BNPT mengantisipasi penyebaran radikalisme di lingkungan pendidikan.

Nahdiana mengajak para guru untuk meningkatkan kapabilitas dalam penanaman nilai Pancasila dan rasa cinta Tanah Air terhadap anak didik.

Baca juga: Aliran Kepercayaan Tim Doa Alfa Omega Dilarang beribadah





“Saya berharap kita dapat meningkatkan kapabilitas diri kita dalam menyertai kehidupan anak-anak kita yang toleran, menghargai perbedaan agar muncul suasana kehidupan berbangsa yang damai,” ujar Nahdiana.

(Victor Sibarani)