Prof Mudrajad Kuncoro: Bumikan Sistem Ekonomi Pancasila Dengan Bangun Generasi Pancasilais dan Merajut Kebhinekaan

Prof Mudrajad Kuncoro: Bumikan Sistem Ekonomi Pancasila Dengan Bangun Generasi Pancasilais dan Merajut Kebhinekaan
Rektor Universitas Trilogi Prof Mudrajad Kuncoro, PhD

IndonesiaVoice.com || Rektor Universitas Trilogi Prof Mudrajad Kuncoro, PhD memberikan Kuliah Umum bertajuk “Membumikan Sistem Ekonomi Pancasila Dengan Membangun Generasi Pancasilais dan Merajut Kebhinekaan” dalam Penyambutan Mahasiswa Baru Universitas Trilogi 2021 secara virtual, Senin (6/9/2021).

Prof Mudrajad Kuncoro memaparkan, Sistem Perekonomian Indonesia (Nasional) adalah “Sistem Ekonomi Pancasila” (SEP) yang disebut sebanyak 9 kali dalam Tap MPR Nomor II/MPR/1998 tentang GBHN.

Mudrajad mengutip pernyataan Anggota Lembaga Pengkajian MPR RI, Prof Didik J Rachbini, yang menyatakan konsep ekonomi Pancasila dalam UUD NRI 1945 sudah jelas yakni berorientasi pada kesejahteraan rakyat, tapi implementasinya sulit. Ekonomi Pancasila dalam implementasinya berbeda nyata dengan nilai-nilai luhur Pancasila berdasarkan konstitusi.


Baca juga: Mungkinkah Berbisnis Tanpa Korbankan Lingkungan?

“Ini yang menjadi pertanyaan dan juga anti tentunya menjadi tugas kita untuk menjabarkannya,” ujar dia.

Lebih jauh Mudrajad menjelaskan perkembangan wacana maupun perkembangan teori SEP yang sudah ada sejak lama. Minimal ada tiga jalur yang telah ditempuh untuk menggaungkan SEP.

“Pertama adalah jalur yuridis formal. Adalah Profesor Sri Adi Sasono dkk yang intinya menerjemahkan SEP dalam konteks ekonomi dan bisnis apa, dengan mengacu pada pasal 33, Pasal 23, Pasal 27 dan Pasal 34 UUD 1945,” urainya.


Baca juga: Ekonomi Tumbuh 7,07 Persen, Mendag: Mari Jaga Momentum Pertumbuhan

Lalu, jalur orientasi. Adalah Prof Emil Salim, Prof Mubyarto, Prof Sumitro Djojohadikusumo dan Dr Alfian yang mencoba mengaplikasikan sila-sila dalam Pancasila dalam konteks bisnis dan ekonomi.

“Terakhir adalah jalur rekonstruksionis konstitusional. Pendirinya Bapak Subiakto Tjakrawerdaya bersama dosen-dosen lainnya dengan menulis buku tentang SEP,” jelas dia.

“Inti SEP ini adalah bagaimana kita mentransferkan ekonomi rakyat yang tradisional dan kapitalisme kolonial menjadi ekonomi modern yang berbasis koperasi,” tambahnya.


Baca juga: Prestasi Ekonomi Pemerintah Jokowi

Visi dan Misi Jokowi-Maruf

Mudrajad melanjutkan arah dan kebijakan dari Pemerintah Jokowi-Maruf Amin saat ini dapat dilihat dari visi dan misinya. Yakni, membangun SDM terampil dan menguasai Iptek, infrastruktur, pemangkasan regulasi, penyederhanaan birokrasi dan transformasi ekonomi dari tergantung pada sumber daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern.

Pertanyaannya capaian kerjanya bagaimana? Pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi pada tahun 2020, Indonesia mengalami -2% (minus dua persen). “Waktu itu proyeksi saya sesuai dengan kenyataan dengan posisi paling pesimis,” ujarnya.

Akibatnya, lanjut Mudrajad, PTS (Perguruan Tinggi Swasta) juga terkena dampak.

“Terjadi menurunnya daya beli masyarakat. Gairah perkuliahan pun menurun karena mesti kuliah online. Pendapat PTS juga turun, minimal arus kas terganggu. Akhirnya efisiensi menjadi keharusan. Peradaban belajar mahasiswa berubah,” kata dia.


Baca juga: Realisasi Investasi Semester 1 Tahun 2021 Capai Rp 442,8 T, Tetap Tumbuh Semasa Pandemi

Grand Strategi Universitas Trilogi

Lalu, ujar Mudrajad, bagaimana dengan Universitas Trilogi?

“Kami bersama-sama dengan Ketua Yayasan YPPIJ Prof Arissetyanto Nugroho beserta Dewan Pembina dan segenap pengurus lainnya, mencoba untuk menghadapi pandemi ini dengan sejumlah strategi dan program di Universitas Trilogi. Kita coba mencari grand strategi yang jitu menghadapi pandemi Covid ini,” tuturnya.

Mudrajad membeberkan beberapa grand strategi untuk Universitas Trilogi. Pertama, adalah menentukan arah strategik dan program prioritas.

Kedua, pengembangan SDM yang perlu diprioritaskan. Apa dan bagaimana rasio dosen dan mahasiswa agar kampus ini unggul dan mendapatkan apresiasi yang tertinggi. Diantaranya, dengan meningkatkan persentase jumlah jabatan fungsional dosen.


Baca juga: Pakar Hukum Dhaniswara K Harjono: Prediksi 2021, Akan Terjadi Booming Sengketa

“Hasilnya saat ini Universitas Trilogi tercatat sebagai perguruan tinggi nomor dua dilihat dari persentase dosen yang punya jabatan fungsional dan sertifikasi dosen,” imbuhnya.

Ketiga, meningkatkan jumlah dosen yang bergelar S3, Rektor Kepala dan juga Guru Besar. “Nah ini sudah kita wujudkan semua. Pun, dari segi budgeting, kita membuat creative funding,” ujar dia.

Selain itu, dilakukan juga transformation culture, berupa perubahan kultur, perubahan etos kerja, stop selling start leading (tidak hanya menjual produk dan jasa tapi itu harus melebihi perguruan tinggi yang lain).

Juga, memberikan insentif kepada dosen maupun mahasiswa untuk penulisan buku jurnal dan konferensi. Dan memberikan Quality Improvement yakni melakukan teaching evaluation, tracer study alumni dan penjaminan mutu.


Baca juga: Dating Palembangan: HUT RI Ke-76, Momen Pemerintah dan Masyarakat Bahu-membahu Putus Penyebaran Covid

“Hasilnya, Alhamdulillah, pada tahun pertama baru saya menjalankan amanah sebagai Rektor Universitas Trilogi, penerimaan mahasiswa baru yang sebelumnya hanya 353 orang menjadi 730 orang,” jelas dia.

“Sementara pada hari ini, ada 485 orang terdaftar. Dan masih menunggu ada sekitar 519 pendaftar yang belum melakukan pembayaran registrasi. Jadi, Insya Allah nanti dengan bantuan semua, semoga nanti bisa kita tingkatkan penerimaan mahasiswa baru tahun ini lebih dari 831 mahasiswa,” ucap Mudrajad.

Pada akhir sambutannya, Mudrajad mengajak semua untuk melawan Covid-19 dengan Strategi COVID juga.


Change, mengubah strategi berusaha, relokasi anggaran dan strategi bertahan ditengah pandemi.

Offer more, menawarkan promosi yang lebih banyak.

Vary, perbanyak diversifikasi produk dan jasa yang dibutuhkan masyarakat dan diminati kaum milenial.

Improve, perbaiki kinerja universitas dengan kenali struktur biaya, mana yang bisa dihemat, mana proses bisnis yang harus diubah agar efektif dan lebih optimal.

Do It Fast and Now, Lakukan kini dan secepatnya.

(VIC)

 

JAKARTA CHANNEL TV || OTT KPK Rp 14,5 Milyar baru Permulaan, Selisih Rp 110 ribu perpaket Bansos Kemana | Dr John Palinggi

OTT KPK Rp 14,5 Milyar baru Permulaan, Selisih Rp 110 ribu perpaket Bansos Kemana | Dr John Palinggi

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan