Beranda blog Halaman 22

KGN: Kemenangan Pram-Rano, Kemenangan Rakyat Jakarta

0

IndonesiaVoice.com – Pasangan Pramono Anung dan Rano Karno telah resmi terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk periode mendatang, setelah meraih 50,07 persen suara dalam Pilkada 2024.

Kemenangan ini menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat ibu kota yang mendambakan perubahan menuju Jakarta yang lebih inklusif, adil, dan sejahtera.

Ketua Umum DPP Kita Gema Nusantara (KGN), Boyke H Simanjuntak, menyatakan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan oleh rakyat Jakarta kepada pasangan Pram-Rano.

“Ini bukan hanya kemenangan pasangan calon, tetapi kemenangan seluruh rakyat Jakarta. Dukungan ini mencerminkan harapan besar untuk mewujudkan Jakarta yang lebih baik bagi semua warganya,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Jumat (6/12/2024).

Dengan selisih tipis namun signifikan, hasil Pilkada ini menunjukkan kedewasaan masyarakat Jakarta dalam berdemokrasi.


Partisipasi aktif dari berbagai elemen warga, mulai dari relawan hingga simpatisan, memberikan warna tersendiri dalam proses pemilu yang berjalan lancar dan damai.

“Terima kasih kepada seluruh relawan dan warga Jakarta atas antusiasme serta partisipasi aktifnya dalam Pilkada 2024. Bersama, kita membangun Jakarta untuk semua,” ujar Boyke.

“KGN berkomitmen untuk terus mendampingi kepemimpinan Pramono Anung dan Rano Karno dalam merealisasikan visi serta program kerja yang telah mereka janjikan selama kampanye,” tambah dia.

Pasangan ini, menurut Boyke, dikenal dengan rencana kerja yang menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur berbasis keberlanjutan, pelayanan publik yang lebih baik, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di semua lapisan.

“Kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat diharapkan dapat dijawab dengan kinerja nyata yang membawa perubahan positif,” tukasnya.


Dalam pidato kemenangannya, Pramono Anung menyampaikan komitmen untuk bekerja keras dan merangkul semua pihak dalam membangun Jakarta yang lebih maju.

Kemenangan ini menjadi tonggak baru bagi Jakarta dalam menghadapi tantangan urban yang semakin kompleks.

Dengan dukungan masyarakat, diharapkan kepemimpinan Pram-Rano mampu mengubah ibu kota menjadi kota yang modern, ramah lingkungan, dan nyaman bagi seluruh warganya.

“Selamat kepada pasangan Pramono Anung dan Rano Karno atas amanah baru ini. Semoga perjalanan lima tahun ke depan menjadi bukti nyata keberpihakan kepada rakyat dan transformasi Jakarta menuju kota dunia yang sesungguhnya,” pungkas Boyke.

Pakar Marketing Dunia Puji Film Mariara Perjamuan Maut, Bakal Tayang 27 November 2024 di Bioskop XXI

0

IndonesiaVoice.com – Film Mariara Perjamuan Maut, karya sineas daerah dari Manado, berhasil mencuri perhatian para penikmat film di Ibu Kota.

Dalam Gala Premiere yang digelar Sabtu (23/11/2024) di XXI Plaza Senayan, Jakarta, film ini mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan, termasuk Pakar Marketing Dunia, Hermawan Kertajaya.

Hermawan, yang dikenal sebagai pendiri Indonesia Marketing Association (IMA), menyebut film ini sebagai terobosan besar dari putra-putri daerah.

“Ini adalah sebuah karya yang luar biasa. Saya harap, ini bukan hanya titik akhir, melainkan awal dari lebih banyak karya hebat lainnya dari daerah,” ujar Hermawan saat memberikan sambutan.


Trigger untuk Karya Daerah

Menurut Hermawan, film yang digarap oleh sutradara Veldy Reynold bersama tim Gorango Pictures ini dapat menjadi pemantik semangat bagi sineas daerah lain.

“Kekuatan film ini terletak pada keberhasilannya menonjolkan budaya Minahasa dengan cerita yang kuat dan penyajian visual yang matang. Mariara bukan sekadar film, tetapi juga cerminan potensi besar anak daerah,” tambahnya.

Hermawan bahkan mengungkapkan bahwa dirinya telah berdiskusi dengan Veldy mengenai proyek film selanjutnya yang dianggap memiliki potensi besar di pasar film nasional.


Sambutan Meriah di Gala Premiere

Gala Premiere ini dihadiri sejumlah tokoh penting, seperti Wakil Menteri Tenaga Kerja Immanuel Ebenezer Gerungan, Ketua Umum DPP Kerukunan Keluarga Kawanua Angelica Tengker, pakar seni Prof Tommy Awuy, serta tokoh masyarakat dan komunitas Kawanua di Jakarta.

Dalam dua sesi pemutaran, pukul 19.00 dan 21.00 WIB, suasana meriah dan antusiasme tinggi terlihat dari apresiasi para penonton.

Immanuel Ebenezer dalam sambutannya menyampaikan kebanggaannya terhadap film yang dianggap berhasil membawa budaya Minahasa ke pentas nasional.

“Film ini wajib ditonton, terutama oleh masyarakat Manado di Jakarta. Mari kita dukung karya lokal yang menunjukkan kualitas setara dengan film-film nasional lainnya,” tegasnya.

film mariara
Wakil Menteri Tenaga Kerja Immanuel Ebenezer Gerungan (tengah) didampingi Sutradara Veldy Reynold dan Produser Merdy Rumintjap



Film Horor Thriller dengan Nuansa Budaya

Mariara Perjamuan Maut merupakan film horor thriller yang berdurasi 1 jam 37 menit. Berbeda dengan kebanyakan film nasional, dialog dalam film ini menggunakan bahasa Melayu Manado dengan teks terjemahan bahasa Indonesia.

Alur cerita dikemas menggunakan struktur multiplot yang memancing penonton untuk berpikir, namun tetap dengan penyajian yang sederhana dan efektif.

Film ini mengangkat tema konflik sosial, ekonomi, dan religius yang terjadi di Minahasa pada tahun 1990-an, terinspirasi dari kisah nyata mengenai kasus bayi-bayi yang hilang.

Nuansa budaya Minahasa yang kental dipadukan dengan elemen cerita gerejawi memberikan sentuhan unik bagi penonton.

“Film ini sangat relevan untuk ditonton setelah Pilkada serentak nanti. Mari kita kendurkan tensi politik dengan menyaksikan Mariara, sebuah film yang menegangkan sekaligus menghibur,” ujar Veldy Reynold.


Karya yang Digarap dengan Doa dan Kerja Keras

Produser Eksekutif Michael Umbas menambahkan, ini merupakan kerja keras manajemen dan Gorango Pictures dan didukung berbagai pihak, sehingga hal itu menjadi penyemangat bagi karya-karya berikutnya.

Sementara Produser Merdy Rumintjap bercerita film Mariara bisa ditayang di XXI, berkat doa dan dukungan warga Sulawesi Utara dan masyarakat pecinta film di Indonesia.

Hermawan Kertajaya menutup dengan optimisme, menyebut Mariara sebagai awal dari kebangkitan film-film daerah lainnya. “Semoga ini menjadi inspirasi bagi sineas daerah untuk terus berkarya,” tutupnya.

Mariara Perjamuan Maut akan tayang serentak di jaringan bioskop XXI mulai 27 November 2024. Jangan lewatkan pengalaman menonton film ini dan ikut mendukung karya anak bangsa!

Cakra Satya 08 Temui Kepala Badan Gizi Nasional RI, Perkuat Dukungan Program Makan Bergizi dan Minum Susu Gratis

0

IndonesiaVoice.com – Dalam upaya mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi dan Minum Susu Gratis yang digagas pemerintahan Prabowo-Gibran, jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat Cakra Satya 08 (DPP CS 08) menggelar pertemuan strategis dengan Kepala Badan Gizi Nasional RI, Prof Dr Ir Dadan Hindayana, Jumat (22/11/2024).

Diskusi berlangsung di Gedung Alumni PGA IPB, Bogor, dengan semangat kolaborasi tinggi demi meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.

Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam memastikan keberhasilan program yang menjadi salah satu pilar utama menuju visi Indonesia Emas 2045.


Dalam pernyataannya, Prof Dadan menegaskan pentingnya program ini sebagai fondasi menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan mampu bersaing di tingkat global.

“Program ini tidak hanya meningkatkan kesehatan masyarakat, tetapi juga menciptakan dampak jangka panjang pada kecerdasan dan pemberdayaan masyarakat di seluruh Indonesia. Keterlibatan berbagai pihak adalah kunci sukses pelaksanaannya,” ujar Prof. Dadan.

Ketua Umum DPP CS 08, Jhohannes Marbun, menyampaikan komitmen penuh pihaknya untuk mendukung program tersebut.


Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk pelaku usaha lokal, untuk menjamin kelancaran program di lapangan.

“Kami siap bersinergi dengan Badan Gizi Nasional RI dan melibatkan masyarakat, sehingga program ini benar-benar berdampak nyata dan berkelanjutan bagi rakyat Indonesia,” ujar Jhohannes.

Penguatan Strategi dan Kolaborasi

Selain membahas tujuan utama program, pertemuan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari CS 08, termasuk Dr Arry Bassuseno (Pembina CS 08, mantan Dirut AXA Mandiri), Asy’ari Muchtar (Sekjen CS 08), Sogi Sasmita (Ketua Departemen Media CS 08), serta tokoh lainnya.


Mereka bersama-sama menyusun langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan program, seperti mekanisme distribusi makanan bergizi dan susu gratis ke daerah-daerah prioritas.

Dalam diskusi, disepakati bahwa keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal menjadi elemen kunci, mulai dari produksi hingga distribusi. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga memberdayakan ekonomi lokal.

Menyongsong Indonesia Emas 2045

Program Makan Bergizi dan Minum Susu Gratis selaras dengan visi besar Indonesia Maju 2045, di mana generasi sehat dan unggul menjadi prasyarat untuk pembangunan bangsa.


CS 08 optimistis bahwa program ini dapat menjadi solusi nyata mengatasi gizi buruk di Indonesia, sekaligus memperkuat sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

Batak Center Desak Gereja Bergerak Tangani Krisis Sosial di Sumut

0

IndonesiaVoice.com – Batak Center menyerukan perhatian yang lebih mendalam bagi gereja-gereja di Sumatera Utara terhadap masalah sosial dan moral yang tengah melanda masyarakat, khususnya di kawasan Danau Toba dan sekitarnya.

Seruan ini disampaikan melalui surat terbuka yang dikirimkan kepada pimpinan Sinode Gereja-Gereja di Sumatera Utara pada awal Oktober 2024, bertepatan dengan Hari Reformasi Gereja.

Ketua Umum Batak Center, Ir Sintong M Tampubolon, dalam jumpa pers di Sekretariat Batak Center, Jakarta, Jumat (15/11/2024), menyebutkan berbagai masalah sosial yang membutuhkan perhatian serius, termasuk dekadensi moral, kasus kriminalitas, perjudian online, narkoba, hingga kekerasan dalam rumah tangga dan kejahatan seksual terhadap anak.

Sintong menegaskan modernisasi dan kemajuan teknologi membawa dua sisi yang berlawanan. Meski membawa kemudahan, perubahan ini turut melemahkan ikatan spiritual masyarakat Kristen.

“Modernisasi seringkali mengaburkan fokus pada Tuhan dan nilai-nilai keagamaan,” ujarnya.


Ia menambahkan, pengaruh media sosial seringkali mengarahkan masyarakat pada konten yang tidak sejalan dengan ajaran Kristen.

Data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Kepolisian Daerah Sumatera Utara menunjukkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak masih tinggi.

“Ini adalah tragedi moral dan sosial yang harus kita atasi bersama. Gereja perlu hadir sebagai pelindung dan pembela bagi anak-anak,” tegas Sintong.

Usulan Batak Center untuk Gereja-Gereja

Dalam surat terbuka tersebut, menurut Sekjen Batak Center Jerry R Sirait, Batak Center mengajukan beberapa usulan untuk gereja-gereja di Sumatera Utara.


Pertama, kerja sama antar gereja lintas denominasi. Gereja-gereja lintas denominasi diharapkan bersatu dan berkolaborasi untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah sosial yang ada.

“Batak Center juga mengimbau gereja-gereja untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM dan produk lokal,” ujar Jerry.

Kedua, program edukatif untuk generasi muda. Edukasi dini tentang nilai-nilai kekristenan dan kesadaran pribadi penting untuk menghadapi tantangan modernisasi.

“Melalui pendidikan rohani yang kokoh, kita dapat membentuk generasi yang mampu menghindari pengaruh buruk di era digital,” ujar dia.

Ketiga, kepemimpinan gereja yang teladan. Pemimpin gereja diharapkan menjadi contoh yang baik bagi jemaat dalam hal integritas, kasih, dan kerendahan hati.


“Kami berharap gereja memberikan keteladanan yang konsisten dalam pengajaran dan pengamalan Firman Tuhan,” tambah Jerry.

Keempat, pencegahan kekerasan terhadap anak dan pemberdayaan perempuan. Gereja diminta tegas terhadap segala bentuk kekerasan, terutama kekerasan seksual pada anak, serta lebih proaktif dalam memberdayakan perempuan dengan menyediakan program-program khusus dan edukasi mengenai kesetaraan gender.

Kelima, kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan lingkungan. Batak Center mengajak gereja-gereja untuk bekerja sama dengan pemerintah dan sektor swasta dalam menjaga kelestarian lingkungan Danau Toba melalui pendekatan holistik yang berkelanjutan.

Keenam, gereja Hindari Politik Praktis. Batak Center menekankan pentingnya netralitas gereja dan menghindari politik praktis dalam setiap pergantian pimpinan sinode atau lembaga gerejawi.


Dengan seruan ini, Batak Center berharap gereja-gereja di Sumatera Utara dapat lebih berperan aktif dalam mengatasi tantangan sosial dan spiritual yang ada, serta menjaga komitmen terhadap nilai-nilai kekristenan di tengah modernisasi dan perubahan sosial.(*)

Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad Dukung Penuh Film “Mariara, Perjamuan Maut” sebagai Produk Lokal Berkualitas

0

IndonesiaVoice.com – Film “Mariara, Perjamuan Maut,” karya sineas muda Sulawesi Utara, kembali menarik perhatian dengan dukungan penuh dari Raffi Ahmad, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni.

Dalam pertemuan hangat pada Rabu (13/11/2024), Raffi Ahmad menerima Tim Gorango Pictures, yang mencakup Eksekutif Produser Michael Umbas, Produser Merdy Rumintjap, sutradara Veldy Reynold, serta beberapa pemeran utama film tersebut.

Dalam pertemuan itu, Raffi, figur publik dengan jutaan pengikut di dalam dan luar negeri, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap film ini.

Ia terkesan dengan kualitas dan orisinalitas karya anak-anak Manado ini, sekaligus mengapresiasi semangat sineas lokal yang mampu bersaing dengan produksi film nasional.

“Mantap dan luar biasa teman-teman dari Manado ini. Saya dukung sepenuhnya Mariara. Teruslah berkarya,” ujar Raffi Ahmad dengan antusias.

Dorongan Raffi untuk Sineas Daerah

Dukungan dari Raffi Ahmad bukan hanya menjadi pengakuan, tetapi juga dorongan besar bagi para sineas daerah. Ia mendorong generasi muda, khususnya dari Sulawesi Utara, untuk terus berkarya dan menunjukkan potensi mereka di kancah nasional.

“Negara kita punya banyak potensi, dan generasi mudanya memiliki ide-ide kreatif. Sudah menjadi tugas negara mendorong dan memfasilitasinya,” tambah Raffi.

Sebagai Utusan Khusus Presiden, Raffi mengemban tugas untuk menjembatani aspirasi serta tantangan yang dihadapi oleh generasi muda dan pekerja seni di seluruh Indonesia.

Penunjukannya sebagai utusan khusus ini pun dianggap sebagai bukti komitmen pemerintah dalam memperhatikan dan mendukung pengembangan seni dan industri kreatif di tingkat nasional, termasuk dari daerah.

Kolaborasi untuk Mendorong Pekerja Seni Daerah

Veldy Reynold, sutradara dari “Mariara, Perjamuan Maut,” menyatakan bahwa dukungan Raffi Ahmad menjadi motivasi bagi para pembuat film lokal untuk terus melahirkan karya berkualitas.

Menurutnya, ini menjadi peluang emas bagi pekerja seni di luar pusat industri, seperti Jakarta, untuk terhubung dengan jaringan nasional dan memperkenalkan karya-karya daerah ke skala yang lebih luas.

Produser Merdy Rumintjap menambahkan kolaborasi dengan berbagai pihak, yang didorong oleh Raffi Ahmad sebagai utusan khusus, menciptakan ruang bagi sineas dan pekerja seni daerah untuk memajukan kesejahteraan mereka.

“Pak Raffi sudah membuka kolaborasi dengan banyak pihak untuk menyukseskan program-program yang berdampak positif bagi pekerja seni dan generasi muda di seluruh Indonesia. Di sinilah peluang kita yang dari daerah,” ucap Merdy.

“Mariara, Perjamuan Maut” Siap Tayang Perdana

“Mariara, Perjamuan Maut” direncanakan tayang perdana di jaringan bioskop XXI pada 27 November mendatang.

Film ini mengusung kisah yang menarik dari perspektif budaya lokal Sulawesi Utara, menonjolkan suasana mistis sekaligus daya tarik alam dan tradisi Manado.

Film ini diharapkan mampu memperluas eksposur karya-karya lokal ke panggung nasional dan menginspirasi sineas lain dari berbagai daerah untuk terus berkarya dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui sinema.

Dukungan Raffi Ahmad diharapkan akan semakin mengukuhkan posisi film ini sebagai salah satu karya yang memperlihatkan potensi besar dari talenta-talenta muda di Indonesia.

Sebagai figur publik yang berpengaruh dan kini berperan sebagai Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad berharap langkah ini akan membuka jalan bagi perkembangan industri film daerah dan membawa lebih banyak karya lokal untuk diapresiasi dan dikenal luas.

Presiden Prabowo Dukung Solusi Dua Negara untuk Selesaikan Konflik Palestina

0

IndonesiaVoice.com – Presiden Prabowo Subianto menyatakan dukungannya terhadap solusi dua negara untuk menyelesaikan konflik Palestina. Demikian disampaikan Kepala Negara kepada awak media usai pertemuannya dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Lloyd Austin pada Rabu, (13/11/2024) di Washington DC, Amerika Serikat.

“Saya tetap menyarankan two states solution sebenarnya mereka juga setuju,” ujar Presiden Prabowo, dalam keterangan BPMI Setpres, Kamis (14/11/2024).

Kepala Negara berharap gencatan senjata dapat segera terwujud untuk menciptakan perdamaian yang lebih stabil di kawasan tersebut.

“Kita bekerja kita berharap untuk bisa gencatan senjata segera,” ucap Kepala Negara.

Terkait isu Laut China Selatan, Presiden Prabowo menegaskan sikap Indonesia untuk mempertahankan kedaulatan negara dengan tetap mengedepankan kerja sama dengan semua pihak.

“Kita menghormati semua kekuatan tapi kita juga akan tetap mempertahankan kedaulatan kita,” tegasnya.

Presiden Prabowo menambahkan bahwa kolaborasi dan kerja sama lebih diutamakan daripada konfrontasi atau konflik. Hal tersebut menurut Presiden dapat terwujud dengan membangun kepercayaan dan sikap saling menghormati di antara negara-negara yang terlibat.

“Saya percaya kolaborasi, kerja sama selalu lebih baik daripada konfrontasi atau konflik. Tentunya ini harus diupayakan ya, tidak akan datang sendiri. Harus ada upaya untuk membangun saling percaya, saling menghormati,” ujarnya.(*)

Saksi Kepala TU Unhas Tak Bisa Pastikan Keberadaan Terdakwa Marthen Napang di Kampus pada 12 dan 13 Juni 2017

0

IndonesiaVoice.com –  Sidang lanjutan perkara dugaan penipuan, penggelapan, dan pemalsuan salinan putusan Mahkamah Agung (MA) dengan terdakwa Prof Marthen Napang kembali diadakan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (12/11/2024).

Pada persidangan, pengacara terdakwa menghadirkan tiga saksi yang diharapkan dapat memberikan keterangan meringankan.

Salah satu saksi adalah Kamaruddin DM, STP, Kepala Bagian Tata Usaha di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH Unhas), yang diharapkan bisa menjelaskan keberadaan Marthen Napang di Makassar pada tanggal 12 dan 13 Juni 2017, dua tanggal yang dipandang krusial dalam proses ini.

Tak Ada Catatan Pertemuan dengan Marthen Napang pada Tanggal Krusial

Kamaruddin, yang pada Juni 2017 menjabat sebagai Kepala Bagian Tata Usaha di FH Unhas, menyampaikan bahwa ia tidak bertemu dengan Marthen Napang pada tanggal 12 dan 13 Juni 2017.

Dalam sesi tanya jawab dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suwarti, SH, MH, Kamaruddin mengonfirmasi bahwa ia tidak memiliki catatan ataupun pengalaman langsung yang dapat memastikan keberadaan Marthen Napang di kampus pada tanggal tersebut.

Jawaban ini dianggap signifikan, terutama karena terdakwa mengklaim berada di Makassar, bukan Jakarta, pada tanggal-tanggal tersebut.

JPU Suwarti: “Pada tanggal 12 dan 13 Juni 2017, apakah saudara bertemu dengan Marthen Napang?”

Kamaruddin: “Saya tidak ketemu,” jawabnya singkat.

Prosedur Perizinan dan Absensi Dosen

Selain menanyakan keberadaan terdakwa, JPU Suwarti menggali lebih dalam tentang proses perizinan bagi dosen yang melakukan perjalanan dinas di luar kota.

Menurut Kamaruddin, meskipun ia menjabat sebagai Kepala Bagian Tata Usaha, ia tidak secara langsung terlibat atau berkompeten dalam pengurusan izin perjalanan bagi dosen.

Perizinan tersebut, jelasnya, dikeluarkan oleh pimpinan fakultas. Ketika ditanya apakah terdapat permintaan izin perjalanan keluar kota untuk Marthen Napang pada tanggal-tanggal tersebut, Kamaruddin menyatakan bahwa tidak ada permintaan atau instruksi dari pimpinan untuk menyiapkan izin perjalanan bagi terdakwa.

JPU Suwarti: “Pada tanggal 12 dan 13 Juni 2017, apakah ada perintah dari pimpinan untuk membuat surat perjalanan bagi Marthen Napang keluar dari Makassar?”

Kamaruddin: “Tidak ada.”

Proses Absensi dan Validitas Dokumen

JPU juga mempertanyakan prosedur absensi bagi dosen di Unhas, termasuk siapa saja yang berwenang memeriksa absensi dosen, terutama terkait stempel-stempel yang terdapat pada dokumen absensi.

Menurut Kamaruddin, prosedur ini cukup ketat, namun ia tidak merinci lebih jauh mengenai siapa yang dapat mengakses data absensi atau apakah ada temuan absensi terdakwa yang dapat membuktikan keberadaannya di Makassar pada tanggal tersebut.

JPU Suwarti: “Apakah benar tidak setiap orang bisa melihat atau mengambil data absensi, mengingat stempel berulang pada dokumen?”

Kamaruddin: “Ya, tidak semua orang bisa mengakses data absensi.”

Kesaksian Kamaruddin yang tidak dapat memastikan keberadaan Marthen Napang pada tanggal-tanggal tersebut (12 dan 13 Juni 2017) menjadi titik perhatian utama dalam sidang.

Sebelumnya, saksi pelapor John Palinggi menyatakan bahwa terdakwa berada di Jakarta pada 12 dan 13 Juni 2017, mendatangi kantornya di Graha Mandiri, Jakarta.

Dengan keterangan dari Kepala Tata Usaha yang tidak memperkuat alibi terdakwa, posisi terdakwa semakin diperlemah.

Terlebih, bukti manifest penerbangan yang telah diajukan oleh JPU menunjukkan jadwal penerbangan terdakwa dari Jakarta ke Makassar pada 13 Juni 2017, yang berpotensi menggoyahkan alibi terdakwa yang mengaku berada di Makassar pada 12 dan 13 Juni 2017.

Berita Terkait:

Saksi Kolega Unhas Tegaskan Tidak Bertemu Marthen Napang pada 12 dan 13 Juni 2017

Saksi Tak Miliki Bukti Pertemuan dengan Terdakwa Marthen Napang, JPU Paparkan Fakta Manifest Penerbangan

Ahli IT dan Forensik Ungkap Fakta Email Bukti di Sidang Terdakwa Marthen Napang

Saksi Maskapai dan Bank Ungkap Bukti Kuat Kasus Dugaan Penipuan dan Pemalsuan Prof Marthen Napang

Kesaksian Elsa Novita Bongkar Modus Pemalsuan dalam Sidang Terdakwa Marthen Napang

Sidang Kasus Penipuan dan Pemalsuan yang Jerat Prof Marthen Napang, Hadirkan Saksi Rusdini Ungkap Fakta Uang Rp 950 Juta

Saksi Pelapor Ungkap Fakta Baru dalam Sidang Kasus Penipuan Terdakwa Prof Dr Marthen Napang

Sidang Memanas, Saksi Pelapor Ungkap Detail Dugaan Penipuan oleh Terdakwa Prof Marthen Napang Terkait Kasus Penipuan dan Pemalsuan Salinan Putusan MA

Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Prof Marthen Napang Dalam Kasus Dugaan Pemalsuan Salinan Putusan MA

Saksi Kolega Unhas Tegaskan Tidak Bertemu Marthen Napang pada 12 dan 13 Juni 2017

0

IndonesiaVoice.com –  Sidang lanjutan kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan pemalsuan salinan putusan Mahkamah Agung (MA) yang melibatkan terdakwa Prof. Marthen Napang kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (12/11/2024).

Pengacara terdakwa menghadirkan tiga saksi meringankan, termasuk Prof. Dr. Maskun, SH, LLM, kolega terdakwa yang juga seorang dosen di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH Unhas) di Makassar.

Diharapkan kesaksian Prof. Maskun dapat membantu memperkuat alibi terdakwa yang mengklaim tidak berada di Jakarta pada 12 dan 13 Juni 2017—dua tanggal yang dianggap krusial dalam kasus ini.

Namun, kesaksian Prof. Maskun, yang diharapkan bisa memperkuat alibi terdakwa, justru mengungkapkan ketidaktahuannya atas keberadaan Marthen Napang pada tanggal tersebut.

Kesaksian Keberadaan Marthen Napang pada Tanggal Krusial

Sidang ini semakin memanas setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suwarti, SH, MH, menyoroti kontradiksi dalam kesaksian Prof Maskun, terutama dalam menjelaskan apakah ia mengetahui keberadaan terdakwa pada tanggal 12 dan 13 Juni 2017 di Makassar.

Dalam sesi tanya-jawab, JPU meminta Prof Maskun memastikan apakah ia bertemu atau mengetahui keberadaan Terdakwa Marthen Napang pada tanggal-tanggal tersebut.

“Pada tanggal 12 dan 13 Juni 2017, saya tidak tahu di mana Prof Marthen Napang berada,” ungkap Maskun.

Ia juga menjelaskan bahwa meskipun keduanya adalah dosen di FH Unhas, jadwal pengajaran dan kegiatan akademik yang berbeda membuat mereka jarang berada di lokasi yang sama pada waktu yang sama.

“Kami para dosen memiliki jadwal dan tanggung jawab masing-masing, sehingga tidak selalu mungkin untuk berada di ruangan yang sama,” tambahnya.

Prof Maskun juga menekankan bahwa pernyataan saksi Lisa Merry, yang mengaku bertemu Marthen Napang di Makassar pada tanggal yang sama, tidak bisa ia konfirmasi. Menurutnya, ruang lingkup dan aktivitas dosen di kampus yang tersebar memungkinkan perbedaan pertemuan di antara sesama staf pengajar.

Mengungkap Aktivitas dan Profesi Marthen Napang di Luar Kampus

JPU Suwarti melanjutkan dengan menggali aktivitas Marthen Napang di luar profesi akademis. Maskun menerangkan bahwa sesuai dengan kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi—pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat—Marthen Napang dapat menjalankan kegiatan pengabdian masyarakat yang mencakup penyuluhan dan konsultasi hukum.

Namun, karena statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), Marthen Napang tidak diperbolehkan untuk terlibat dalam litigasi di pengadilan.

Ketika JPU menanyakan apakah Marthen Napang memiliki firma hukum atau terlibat dalam proses hukum di Jakarta, Maskun menyatakan ketidaktahuannya.

“Saya tidak mengetahui apakah Marthen Napang memiliki firma hukum atau pernah beracara di Jakarta,” jelasnya.

Hal ini membuka spekulasi apakah aktivitas Marthen di luar kampus pernah mencakup urusan hukum di luar Tri Dharma yang telah dijelaskan.

Seputar Kualifikasi dan Gelar Akademis

Sidang juga menyentuh perihal gelar akademis dan kualifikasi Marthen Napang. Maskun menyatakan bahwa pada tahun 2017, Marthen Napang masih bergelar doktor, dan belum memperoleh gelar profesor.

“Beliau memperoleh gelar profesor setelah tahun 2017. Saat itu beliau masih menyandang gelar doktor,” ujarnya.

JPU tampak menggali lebih dalam mengenai kualifikasi dan pengalaman akademis Marthen dalam bidang hukum pidana internasional, yang menjadi fokus pengajaran terdakwa di FH Unhas.

Hal ini relevan mengingat peran terdakwa dalam berbagai kasus dan konsultasi hukum, meskipun tak dijelaskan lebih lanjut dalam sidang apakah hal tersebut terkait kasus yang sedang disidangkan ini.

Dalam penutupan sesi tanya-jawab, JPU kembali mengajukan pertanyaan mengenai tanggal 14 Juni 2017, di mana Marthen Napang disebut berada di kampus Unhas Makassar.

Maskun mengonfirmasi bahwa memang pada tanggal tersebut (14 Juni 2017), Marthen Napang berada di Makassar. Namun, untuk tanggal 12 dan 13 Juni, ia dengan tegas menyatakan tidak tahu dan tidak dapat memberikan kesaksian lebih lanjut karena tidak mengetahui keberadaan terdakwa pada kedua tanggal tersebut.

“Saya tidak akan menjelaskan apa yang saya tidak tahu,” ujar Maskun sebagai jawaban akhir dalam kesaksiannya.

Dengan tidak adanya saksi langsung yang dapat memastikan keberadaan Marthen Napang di Makassar pada 12 dan 13 Juni 2017, upaya pengacara untuk membangun alibi terdakwa menjadi terbatas.

Sementara itu, saksi pelapor John Palinggi menyatakan dalam sidang sebelumnya bahwa pada tanggal-tanggal tersebut (12 dan 13 Juni 2024), terdakwa berada di kantornya di Graha Mandiri, Jakarta.

Berita Terkait:

Saksi Tak Miliki Bukti Pertemuan dengan Terdakwa Marthen Napang, JPU Paparkan Fakta Manifest Penerbangan

Ahli IT dan Forensik Ungkap Fakta Email Bukti di Sidang Terdakwa Marthen Napang

Saksi Maskapai dan Bank Ungkap Bukti Kuat Kasus Dugaan Penipuan dan Pemalsuan Prof Marthen Napang

Kesaksian Elsa Novita Bongkar Modus Pemalsuan dalam Sidang Terdakwa Marthen Napang

Sidang Kasus Penipuan dan Pemalsuan yang Jerat Prof Marthen Napang, Hadirkan Saksi Rusdini Ungkap Fakta Uang Rp 950 Juta

Saksi Pelapor Ungkap Fakta Baru dalam Sidang Kasus Penipuan Terdakwa Prof Dr Marthen Napang

Sidang Memanas, Saksi Pelapor Ungkap Detail Dugaan Penipuan oleh Terdakwa Prof Marthen Napang Terkait Kasus Penipuan dan Pemalsuan Salinan Putusan MA

Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Prof Marthen Napang Dalam Kasus Dugaan Pemalsuan Salinan Putusan MA

Saksi Tak Miliki Bukti Pertemuan dengan Terdakwa Marthen Napang, JPU Paparkan Fakta Manifest Penerbangan

0

IndonesiaVoice.com – Sidang lanjutan kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan pemalsuan salinan putusan Mahkamah Agung (MA) dengan terdakwa Prof Dr Marthen Napang kembali memanas di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (12/11/2024).

Pengacara terdakwa Marthen Napang menghadirkan tiga saksi yang dianggap meringankan, salah satunya Lisa Merry, yang menyatakan bahwa ia bertemu dengan terdakwa di Makassar pada tanggal-tanggal penting dalam kasus ini.

Namun, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Suwarti, SH, MH, berhasil mengajukan bukti manifest penerbangan yang menimbulkan keraguan atas kesaksian tersebut.

Lisa Merry, Saksi Kunci yang Membingungkan

Lisa Merry, mahasiswa doktoral Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) pada Juni 2017, menyatakan bahwa ia bertemu dengan Prof Marthen Napang pada 12 Juni 2017 di rumah terdakwa di Makassar.

Lisa menambahkan, pertemuan tersebut terkait disertasinya. Pernyataan ini bertujuan untuk mendukung alibi terdakwa yang menyatakan tidak berada di Jakarta pada tanggal 12 Juni 2017.

Namun, JPU Suwarti, mematahkan alibi ini dengan mengajukan data manifest penerbangan dari PT Lion Group yang menunjukkan bahwa Marthen Napang baru terbang dari Jakarta ke Makassar pada 13 Juni 2017, sehari setelah tanggal yang disebutkan oleh Lisa Merry.

Bukti Manifest Penerbangan dan Kesaksian yang Berbenturan

Bukti manifest yang diajukan JPU memperlihatkan keberangkatan terdakwa pada 13 Juni 2017, yang bertolak dari Jakarta ke Makassar.

Bukti ini bertentangan dengan kesaksian Lisa dan justru memperkuat pernyataan saksi pelapor, John Palinggi. Dalam sidang sebelumnya, John Palinggi mengungkap bahwa pada 12 dan 13 Juni 2017, Marthen Napang mendatangi kantornya di Graha Mandiri, Jakarta.

Lisa, ketika ditanya oleh JPU mengenai bukti konkret yang menguatkan kesaksiannya, mengaku tidak memiliki bukti dokumentasi atau saksi pendukung lain untuk menguatkan pertemuan tersebut.

“Saya tidak punya bukti, tetapi saya yakin bertemu dengan Prof. Marthen Napang pada tanggal itu,” ujar Lisa.

Pernyataannya ini semakin dipertanyakan oleh JPU yang menekankan bahwa tidak ada catatan perjalanan Marthen Napang di Makassar pada tanggal yang disebutkan.

Ketidakpastian Kesaksian Makin Disorot

Melalui tanya-jawab yang intens, JPU terus mendorong Lisa untuk memberikan kejelasan. Saat ditanya mengenai jadwal keberangkatan Marthen Napang dari Jakarta pada 6 Juni dan kembali pada 13 Juni 2017, Lisa mengaku tidak mengetahui. Meski demikian, Lisa tetap bersikeras bahwa pertemuannya terjadi pada 12 Juni di Makassar.

Ketika JPU mengkonfrontasikan dengan bukti yang menunjukkan keberangkatan Marthen pada 13 Juni, Lisa mulai terlihat ragu.

“Saya hanya ingat saya bolak-balik ke rumah Prof Marthen pada waktu itu,” ujar Lisa.

Namun, pernyataan yang menyebut “antara tanggal itu” ini semakin menimbulkan keraguan, karena kesaksian yang tidak konsisten dapat berpotensi melemahkan pembelaan terdakwa.

Majelis Hakim Menengahi Ketegangan

Ketegangan sempat meningkat ketika JPU menegur pengacara terdakwa karena terlihat membisikkan sesuatu kepada Lisa Merry. Ketika itu JPU sedang menerangkan bukti manifest penerbangan kepada Lisa Merry di depan Meja Majelis Hakim.

Sempat terjadi perdebatan antara JPU dengan Pengacara Terdakwa, Majelis Hakim Ketua, Buyung Dwikora, pun menengahi perdebatan tersebut.

Hakim Buyung menegaskan pentingnya bukti manifest sebagai referensi yang lebih konkret. Ia meminta Lisa Merry memastikan pernyataannya mengenai tanggal pertemuan tersebut.

“Apakah Ibu Lisa Merry masih yakin dengan keterangannya pada tanggal 12 Juni 2017, atau apakah ingin diubah mengingat bukti manifest menunjukkan bahwa terdakwa baru terbang dari Jakarta ke Makassar pada 13 Juni 2017?” tanya Hakim Buyung.

Lisa hanya mampu menjawab dengan ragu, “Antara tanggal itu, Yang Mulia,” tanpa memberikan kepastian tanggal yang konkret.

Jawaban yang ragu-ragu ini, dapat memperlemah alibi terdakwa Marthen Napang dan semakin mendukung bukti JPU mengenai keberadaan Marthen Napang di Jakarta pada tanggal yang dinyatakan oleh saksi pelapor John Palinggi. Sidang lanjutan dijadwalkan pekan depan.(*)

Berita Terkait:

Ahli IT dan Forensik Ungkap Fakta Email Bukti di Sidang Terdakwa Marthen Napang

Saksi Maskapai dan Bank Ungkap Bukti Kuat Kasus Dugaan Penipuan dan Pemalsuan Prof Marthen Napang

Kesaksian Elsa Novita Bongkar Modus Pemalsuan dalam Sidang Terdakwa Marthen Napang

Sidang Kasus Penipuan dan Pemalsuan yang Jerat Prof Marthen Napang, Hadirkan Saksi Rusdini Ungkap Fakta Uang Rp 950 Juta

Saksi Pelapor Ungkap Fakta Baru dalam Sidang Kasus Penipuan Terdakwa Prof Dr Marthen Napang

Sidang Memanas, Saksi Pelapor Ungkap Detail Dugaan Penipuan oleh Terdakwa Prof Marthen Napang Terkait Kasus Penipuan dan Pemalsuan Salinan Putusan MA

Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Prof Marthen Napang Dalam Kasus Dugaan Pemalsuan Salinan Putusan MA

Atasi Resiko Bunuh Diri Dengan Pendengar yang Baik

0

IndonesiaVoice.com – Makin meningkatnya jumlah angka kasus bunuh diri di Indonesia, memotivasi pria bernama lengkap Benny Prawira, M.Psi, M.Sc untuk membentuk sebuah komunitas bernama Into The Light Indonesia.

Mulanya, Benny bercerita pada tahun 2012 dirinya mendampingi yang memiliki kecenderungan pemikiran ingin melakukan bunuh diri.

Ketika itu belum ada literatur atau informasi dalam Bahasa Indonesia tentang bagaimana cara konseling bagi orang yang berkehendak ingin melakukan bunuh diri. Namun sebaliknya yang ada yang literatur atau karya ilmiah yang masih berbahasa Inggris.

“Akhirnya, bersama teman-teman kita membuat seminar di tahun 2013. Setelah melakukan pengumuman di media sosial, banyak yang tertarik. Dari situlah kami mendirikan komunitas bernama Into The light Indonesia,” jelas pria berkacamata ini.




Sebenarnya bagaimana kondisi kesehatan mental di Indonesia, Head of Human Resource dari Into The Light, Fadhil Farendy, S.Psi; C.ME, mengatakan dari artikel Kementerian Kesehatan pada tahun 2021, diperoleh data di tahun 2016 angka kasus bunuh diri di Indonesia sebanyak 1800 orang. Parahnya, 47,7 % pelaku korban bunuh diri adalah usia 10-39 tahun.

Masih dalam artikel tersebut, data tahun 2018 menunjukkan lebih dari 19 juta penduduk Indonesia berusia di atas 15 tahun mengalami gangguan mental emosional. Dan lebih dari 12 juta penduduk Indonesia berusia di atas 15 tahun mengalami depresi.

Ditambahkan Fadhil Farendy, beberapa faktor yang mempengaruhi orang mengalami depresi adalah kondisi ekonomi dan Pendidikan. Semakin rendahnya kondisi ekonomi seseorang (kondisi menganggur dan sulit mendapatkan pekerjaan – red), makin tinggi resiko munculnya gejala depresi.

Sementara masalah di Pendidikan tidak mencapai harapan atas nilai nilai pelajaran di sekolah. Bahkan kini, faktor resiko pada remaja seperti bullying, kualitas hubungan dengan orang tua dan jenis kelamin menjadi faktor yang perlu diwaspadai. Dimana remaja perempuan memiliki resiko lebih tinggi gejala depresi.




Fadhil juga memberikan tips, bagaimana tindakan preventif untuk mencegah orang terdekat dilingkungan yang ingin melakukan tindakan bunuh diri. Tips pertama adalah proses komunikasi yang baik. Bersabar dan tenangkan diri terlebih dahulu saat berbicara dengan kerabat yang memiliki resiko ingin bunuh diri.

Tips berikutnya, menjadi pendengar yang baik. Kalau pun ingin merespon tidak dengan pernyataan yang menghakimi. Dan tips terakhir tunjukan empati dengan kata “Saya memahami dengan dengan apa yang ada rasakan.

Selain itu ada beberapa hal yang harus dihindari ketika berhadapan dengan orang yang memiliki resiko untuk melakukan bunuh diri , seperti perdebatan pikiran bunuh diri atau tindakan bunuh diri itu salah atau benar.

Hindari rasa ketidaktertarikan atau sikap negatif dalam bentuk bahasa tubuh ketika bertemu fisik. Dan tidak memberikan harapan palsu atau janji yang tidak realitas. Terakhir tidak menyalahkan kerabat anda karena ingin mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. (DSI)