Beranda blog Halaman 72

Bolaang Mongondow Selatan Diguncang Gempa M 6,0

0

IndonesiaVoice.com  | Warga Bolaang Mongondow Selatan merasakan guncangan cukup kuat saat gempa magnitudo 6,0 terjadi di wilayah Sulawesi Utara (Sulut) pada Selasa (23/6), pukul 14.43 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memonitor pusat gempa berkedalaman 109 km.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Marzansius Arvan Ohy melaporkan gempa dirasakan warganya cukup kuat selama 2 hingga 3 detik.

Ia juga melaporkan bahwa belum ada laporan dampak kejadian. BMKG mencatat parameter gempa berlokasi di laut pada jarak 46 km arah Barat Daya Kota Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara.

Dokter Reisa Berbagi Tips Protokol Kesehatan COVID-19 di Pusat Perbelanjaan



Hasil pemodelan BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Sementara itu, BMKG merilis guncangan gempa bumi dengan parameter MMI, sebagai berikut Bone Bolango, Bolaang Uki, Luwuk IV MMI, Gorontalo, Lolak, Ampana, Minahasa Tenggara, Tutuyan III-IV MMI, Kotamobagu, Malili, Sorowako, Taliabu, Labuha III MMI dan Pasang kayu, Palu, Bitung, Toraja, Masamba, Manado, Toli-toli II MMI.

Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menyebutkan bahwa berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi di bawah Sulawesi Utara.

Baca juga: Silaturahmi DR John Palinggi berbagi Untuk Staf Karyawan PP Muhammadiyah, Dr H Abdul Mu`ti: “Ini Simbol Kebersamaan”



“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan patahan naik atau thrust fault ,” ucap Rahmat melalui rilis BMKG, Selasa (23/6).

Indonesia sebagai negara yang rawan terhadap gempa bumi menunjukkan bahwa gempa telah menyebabkan banyak korban jiwa akibat keruntuhan bangunan dan infrastruktur.

Upaya mitigasi struktural harus diupayakan untuk membangun ketangguhan masyarakat dan infrastruktur terhadap ancaman gempa bumi.

Baca juga: Ini Pemicu Peningkatan Kasus Positif COVID-19



Bangunan dan infrastruktur yang tangguh terhadap gempa dapat diwujudkan sebagai upaya investasi terhadap pembangunan serta kesadaran kolektif masyarakat dalam menghadapi risiko gempa bumi.

Sulawesi Utara merupakan wilayah yang mempunyai potensi risiko gempa bumi cukup tinggi. BNPB selalu mendorong pemerintah daerah beserta pihak terkait dalam upaya pencegahan dan mitigasi dalam semangat pengelolaan risiko bencana.

Upaya pemahaman risiko untuk seluruh masyarakat menjadi pintu masuk untuk seluruh masyarakat mengetahui potensi risiko dan ancaman yang ada di wilayahnya. Pemahaman risiko ini dapat disampaikan melalui pendidikan formal maupun non formal, baik dari generasi ke generasi.

Baca juga: KH Said Aqil Siroj Sambut Baik Silaturahmi DR John Palinggi Berbagi “Bingkisan Kasih Sayang” kepada Staf Karyawan PBNU 



BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat dan memonitor situasi pascagempa. Masyarakat diimbau tenang dan wapada, serta tidak terpancing oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Anjuran Dokter Reisa Jika Masker Sudah Basah

0

IndonesiaVoice.com | Tim Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (Gugus Tugas Nasional), Dokter Reisa Broto Asmoro mengingatkan agar penggunaan masker penutup hidung dan mulut diganti setelah empat jam pemakaian.

Hal itu disampaikan Reisa dalam konferensi pers terkait berbagai informasi dan pesan-pesan mengenai pengendalian COVID-19, serta adaptasi Kebiasaan Baru yang Produktif dan Aman dari COVID-19, di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Selasa (9/6).

Baca juga: Ketum DPP ARDIN DR John N Palinggi Dukung Penuh Pemerintah Terapkan “New Normal”

“Penggunaan masker disarankan maksimal hanya 4 jam, dan harus diganti dengan yang baru, atau yang bersih,” ungkap Dokter Reisa.


Selain itu, masker juga wajib diganti apabila sudah basah atau terlalu lembab. Oleh sebab itu, dia menganjurkan agar masyarakat membawa persediaan masker apabila harus pergi keluar rumah.

“Masyarakat disarankan untuk membawa beberapa buah masker ketika harus pergi keluar rumah untuk beraktivitas,” jelasnya.

Baca juga: Silaturahmi DR John Palinggi berbagi Untuk Staf Karyawan PP Muhammadiyah, Dr H Abdul Mu`ti: “Ini Simbol Kebersamaan”

Dokter Reisa yang mulai aktif bertugas sejak Senin (8/6) lalu mendampingi Juru Bicara Pemerintah Untuk COVID-19 Achmad Yurianto, juga mengatakan bahwa penggunaan masker harus tepat. Masker harus dipastikan benar-benar menutupi hidung, mulut hingga dagu.


“Penggunaan masker pun harus tepat, misalnya menutupi hidung sampai dengan dagu,” jelasnya.

Selain itu, sebaiknya tidak menarik atau menurunkan masker dan tidak menyentuh bagian depan masker setelah digunakan beberapa saat. Untuk melepaskannya, cukup dengan memegang bagian tali atau pengait tanpa menyentuh bagian kain dan kemudian dibuang atau dicuci kembai untuk jenis masker kain.

Baca juga: KH Said Aqil Siroj Sambut Baik Silaturahmi DR John Palinggi Berbagi “Bingkisan Kasih Sayang” kepada Staf Karyawan PBNU 

“Cukup pegang bagian tali masker tanpa menyentuh bagian kain,” jelas Dokter Reisa.


Kemudian, penggunaan masker ini hanya dapat efektif apabila seseorang yang memakainya juga menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

“Cuci tangan sebelum menggunakan masker, hindari memegang area wajah, terutama mata, hidung, dan mulut. Jangan megang kain bagian depan masker, ketika digunakan,” katanya.

Baca juga: Jelang Ramadhan Ditengah Pandemi COVID-19, DR John N Palinggi Berbagi Kasih kepada Warga

Dokter Reisa juga mengimbau bahwa dalam konteks pandemi COVID-19, semua orang meskipun menggunakan masker, tetap harus menghindari kerumunan dan tempat ramai serta menjaga jarak fisik minimal satu meter dari orang lain.


“Terutama, dari mereka yang bergejala, atau mengalami gangguan pernapasan, seperti batuk, bersin, demam, dan lain-lain. Sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, dan bila tidak ada, gunakanlah hand rub berbasis alkohol,” jelas Reisa.

Dalam masa Adaptasi Kebiasaan Baru, budaya memakai masker di tempat umum, kantor, pasar, sarana transportasi, dan ruang publik lainnya sangat dianjurkan.

Baca juga: NORMAL BARU ERA COVID-19, PIKI DORONG PENGAJARAN ALTERNATIF

Hal itu dilakukan untuk memastikan seseorang aman dari COVID-19, dan sekaligus tetap bisa produktif berkarya.


Reisa juga menambahkan bahwa hal itu juga untuk tetap menjaga kelangsungan rumah tangga dan keluarga, dan bermasyarakat, meningkatkan kegiatan gotong royong serta solidaritas antar seama dalam bersama melawan COVID-19.

“Lakukan hal ini dengan disiplin. Lindungi diri, lindungi orang lain. Pastikan kita, keluarga, tetangga, kerabat, dan kawan, aman dari COVID-19 dan tetap produktif membangun bangsa,” pungkas Dokter Reisa.

Milenial Toraja Gelar Diskusi Bedah Programme for International Student Assessment

0

IndonesiaVoice.com | Gerakan Milenial Sang Torayan (GMS) kembali menyelenggarakan diskusi online (Webinar seri ke-6) dengan mengangkat isu pendidikan Toraja masa kini, pada Kamis, (4/6/2020). Diskusi ini berfokus pada kemampuan masyarakat Toraja untuk bersaing dalam dunia pendidikan.

Diskusi ini dipandu oleh Yulita Sirinti Pongtambing ini menghadirkan tiga narasumber yang ahli dalam bidang pendidikan, sehingga diskusi ini berjalan dengan baik dan melahirkan beragam solusi untuk mengembangkan masa depan pendidikan di Toraja.

Baca juga: Ketum DPP ARDIN DR John N Palinggi Dukung Penuh Pemerintah Terapkan “New Normal”

Pemateri pertama adalah Dr Dr Ir Esther Sanda Manapa MT, Dosen dan Pengajar Pekerti AA di Universitas Hasanuddin.


“Instansi pendidikan yang ada di Toraja memiliki hak untuk berpartisipasi dalam PISA (Programme for International Student Assessment), yang merupakan penilaian sistem pendidikan secara global dengan mengambil sampel berupa siswa dengan rentang usia 15 tahun,” imbuh Esther Sanda Manapa.

Pemateri kedua adalah Dr Oktavianus Pasoloran MSi AK CA, Rektor Universitas Kristen Indonesia Toraja (UKI Toraja).

Baca juga: Silaturahmi DR John Palinggi berbagi Untuk Staf Karyawan PP Muhammadiyah, Dr H Abdul Mu`ti: “Ini Simbol Kebersamaan”

Menurut Oktavianus Pasoloroan, peran orang tua sebagai pendidik dalam keluarga sangatlah penting terkhusus pada kondisi saat ini.


“Selain itu, politik anggaran yang harus berfokus pada infrastruktur untuk menunjang kualitas pendidikan di Toraja,” pungkasnya.

Pemateri ketiga adalah Prof Dr (HC) Ir Jonathan Limbong Parapak MEng Sc, Rektor dari Universitas Pelita Harapan (UPH).

Baca juga: KH Said Aqil Siroj Sambut Baik Silaturahmi DR John Palinggi Berbagi “Bingkisan Kasih Sayang” kepada Staf Karyawan PBNU 

Jonathan Parapak menekankan pentingnya evaluasi terhadap sistem pendidikan dan kualitas guru untuk dilakukan.


“Tenaga pengajar yang dipersiapkan dengan baik dan benar adalah kunci keberhasilan dari suatu sistem pendidikan,” tegasnya.

Setelah pemaparan materi selesai, kemudian dibuka sesi diskusi. Sesi pertama terdiri dari empat orang penanya dan sesi kedua terdiri dari enam orang penanya.

Baca juga: Jelang Ramadhan Ditengah Pandemi COVID-19, DR John N Palinggi Berbagi Kasih kepada Warga

Adanya antusiasme dari peserta yang berasal dari latar belakang ilmu yang berbeda, tentunya menimbulkan keberagaman pola pikir yang membuat diskusi menjadi lebih hidup.


Sebagai penutup, perwakilan dari Gerakan Milenial Sang Torayan (GSM). Alan Christian Singkali, memberikan closing statement.

Alan Singkali menegaskan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Toraja adalah tugas bersama, terlebih khusus generasi milenial.

Baca juga: Gelar Diskusi Webinar, Gerakan Milenial Sang Torayaan Berikan Masukan Kepada Dua Pemda Toraja Dalam Tangani Covid-19

“Gerakan Milenial Sang Torayan akan terus mendorong pengembangan SDM muda Toraja di berbagai sektor, melalui berbagai program pendukung yang adaptif terhadap milenial,” tandasnya.

 

NORMAL BARU ERA COVID-19, PIKI DORONG PENGAJARAN ALTERNATIF

0

IndonesiaVoice.com | Pandemi Corona Virus Deases 2019 (Covid-19) yang menyerang dunia mengubah tatanan kehidupan di seluruh dunia. Pendidikan merupakan salah satu yang terdampak signifikan sehingga harus segera beradaptasi. Pengajaran online mendadak menjadi metode umum yang digunakan.

“Ada 4 ribu lebih perguruan tinggi yang melayani lebih dari 8 juta mahasiswa dengan jumlah dosen lebih dari 290 ribu orang telah secara mendadak dan tanpa kecuali terpaksa mengadopsi model online teaching and learning”, kata Dr Neil Semuel Rupidara, Rektor Universitas Satya Wacana (UKSW), Salatiga, dalam Webinar “Pendidikan Tanpa Dinding di Era Covid-19” yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (DPP PIKI), Kamis (4/6/2020).

Baca juga: Refleksi Awal Tahun, Mensos Juliari Batubara Ajak PIKI Bersinergi Jadi Mitra Strategis

Menurut Neil, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengupayakan fasilitas-fasilitas pendukung.


Kerjasama dijalin dengan sejumlah pelaku usaha milik negara maupun swasta yang bergerak di bidang digital learning management system, penyedia jasa internet, dan sejenisnya untuk membantu operasi pembelajaran atau perkuliahan daring. Namun demikian, lanjutnya, tingkat kesiapan tiap perguruan tinggi berbeda dalam penyelenggaraan.

Sejumlah perguruan tinggi, menurut Neil, sebelumnya telah memiliki sistem dan menjalankan praktek pembelajaran. Tetapi tidak sedikit perguruan tinggi tidak memiliki kapasitas cukup untuk menjalankan perkuliahan secara daring.

Baca juga: Ketum DPP ARDIN DR John N Palinggi Dukung Penuh Pemerintah Terapkan “New Normal”

“Kuliah atau tepatnya kegiatan pengajaran dengan ceramah online kini seolah menjadi a new normal di kalangan pendidikan tinggi Indonesia. Praktek ini kini seolah mewabah, tampak tidak mau ketinggalan dari wabah Covid-19 itu sendiri”, ujar Neil.


Namun, Neil mengingatkan, metode pengejaran daring memiliki masalah sehingga tidak mudah dilakukan seperti perangkat, jaringan internet, maupun zoombombing (interupsi ketika zoom sedang beroperasi). Karena itu, menurutnya, tidak mudah merubah dengan tiba-tiba tatanan sebelum pandemi.

“Agar hal-hal baik tertentu yang telah terbentuk selama masa pandemi ini dapat bertahan, diperlukan usaha-usaha sengaja oleh para aktor untuk mempertahakan kebiasaan-kebiasaan baru di masa pandemi itu agar tetap terus berlangsung dan menjadi kebiasaan yang lebih permanen”, ujarnya.

Baca juga: Silaturahmi DR John Palinggi berbagi Untuk Staf Karyawan PP Muhammadiyah, Dr H Abdul Mu`ti: “Ini Simbol Kebersamaan”

Sementara itu Rektor Universitas Kristen Maranatha (UKM), Bandung, Prof. Sri Widiyantoro pada kesempatan yang sama mengatakan, pelaksanan pengajaran daring membutuhkan syarat yaitu kedisplinan, motivasi tinggi, kemandirian, capaian, dan mahalnya sistem daring.


Selain itu, menurutnya, banyak dosen juga mengalami masalah dalam pelaksanaan sistem daring ini.

“Banyak dosen masih menggunakan gaya tradisional di kelas online, menjadikan online hanya untuk memberikan bahan presentasi, atau pengumuman tugas”, katanya.

Baca juga: KH Said Aqil Siroj Sambut Baik Silaturahmi DR John Palinggi Berbagi “Bingkisan Kasih Sayang” kepada Staf Karyawan PBNU 

Namun demikian, Sri Widiyantoro mengatakan, pandemi ini di sisi lain merupakan blessing in disguise dalam model pengajaran alternatif. Karena itu, lanjutnya, untuk pelaksanaan yang memadai dosen harus diberikan pembekalan dalam pelaksanaan pengajaran jarak jauh. Selain itu harus tersedia fasilitas yang memadai, evaluasi berkala, serta penjaminan mutu kualitas pembelajaran daring.


Pendapat senada juga disampaikan Guru Besar Komputasi Layanan Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Dr. Suhardi mengatakan, sisi lain dari pandemi Covid-19 ini melahirkan inovasi-inovasi tidak bergantung pada model pengajaran yang lama.

“Sisi lain pandemi ini kita tiba-tiba dipaksa untuk segera melaksanakan revolusi industri 4.0”, katanya.

Baca juga: DPD PIKI Jabar: Natal Tanpa Ancaman, Menanti Sikap Tegas Negara atas Tindakan Intoleransi dan Ekstrimisme di Sumatera Barat dan daerah lain di NKRI

Dalam pengajaran di Perguruan Tinggi, lanjutnya, pelaksanaan pengajaran online menjadi alternatif yang umum dilakukan menggantikan pola pengajaran lama.


“Perubahan sebagai dampak pandemi ini merupakan keniscayaan dan selalu ada pro dan kontra” ujarnya. Karena itu, menurutnya kenali sisi positifnya sebagai gain (hasil) dan sisi negatifnya untuk menghindar.

Dekan Fisipol Universitas Kristen Indonesia (UKI), Angel Damayati, yang juga moderator webinar dan wakil Sekjen DPP PIKI mengatakan, pelaksanaan pengajaran daring walaupun bisa diterima tetap dievaluasi secara berkala.

Baca juga: Jelang Ramadhan Ditengah Pandemi COVID-19, DR John N Palinggi Berbagi Kasih kepada Warga

Pengajaran daring secara umum bisa dilakukan walaupun ada juga kendala-kendala dari dosen dan mahasiswa.


“Pandemi yang tiba-tiba ini membuat kita semua tergagap melakukan tindakan. Tetapi seiring waktu kita harus menemukan jalan keluar yang tepat. Pendidikan kita tidak boleh kalah dari pandemi”, ujarnya.

Ketua Umum Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia, Baktinendra Prawiro dalam sambutannya mengatakan pendidikan menjadi salah satu yang paling terdampak pandemi Covid-19.

Baca juga: Dies Natalis Ke-55, Ketum PIKI: “Kualitas Demokrasi Masih Transaksional”

“Pola pengajaran yang konvensional dengan berkumpulnya siswa atau mahasiswa dalam satu lokasi dengan interaksi erat seperti di sekolah atau kampus berpotensi memunculkan episentrum besar”, katanya.


Tetapi, lanjutnya, pendidikan tidak boleh kalah dari pandemi dan harus terus terselenggara dengan penyesuaian-penyesuaian baru.

“Apa yang sudah dilakukan saat ini dengan sistem online bisa menjadi salah satu alternatif metode pengajaran dengan segala kelebihan dan kekurangannya misalnya soal perangkat, jaringan internet, dan pengawasan mutu ajar”, terangnya.

Baca juga: Peringati Hardiknas 2020 Ditengah Pandemi Covid-19, Mendikbud Nadiem Makarim: Orang Tua Sadar Betapa Sulitnya Tugas Guru

Situasi ini saat ini bisa menjadi momentum menemukan pola belajar alternatif sebagai pendamping pola belajar konvensional.


Kita semua perlu sadar sepenuhnya bahwa gedung sekolah dengan ruang kelas hanya penopang dan sesungguhnya rumah (keluarga) dan lingkungan adalah ruang belajar sesungguhnya.

Pelaksanaan ini menurut Ketua Panitia Webinar, Arijon Manurung mengatakan, pelaksanaan webinar menjadi bentuk keterlibatan Intelektual Kristen dalam persoalan yang dihadapi dunia.

Baca juga: Kampus UKI Buka Dapur Umum KOINONIA Untuk Mahasiswa Ditengah Pandemi Covid-19

“Seluruh dunia saat ini terfokus menghadapi pandemi. Tetapi kita juga tidak boleh mengabaikan faktor pendidikan”, katanya.


Webinar ini, sambungnya, menolong kita turun dalam suasana pendidikan melalui para praktisi pendidikan yang juga pengambil kebijakan pendidikan di sekolah tinggi.

Pendidikan tanpa dinding, pendidikan yang tidak tersekat pada tembok-tembok sekolah menjadi alternatif pilihan. Bagaimanapun pandemi ini tidak boleh menghambat proses penyediaan sumber daya manusia.

Ketum DPP ARDIN DR John N Palinggi Dukung Penuh Pemerintah Terapkan “New Normal”

0

Pemerintah berencana untuk menerapkan tatanan kehidupan baru atau “New Normal” dalam waktu dekat di Kabupaten/Kota di Indonesia yang sudah masuk dalam zona hijau. 

Upaya New Normal ini ditempuh lantaran tidak dapat diketahui berapa lama lagi virus corona ini bisa hilang dari muka bumi. Ditambah lagi, hingga kini vaksin Covid-19 ini belum juga ditemukan. 

Sementara perekonomian Indonesia sudah begitu mengkhawatirkan, sehingga jika New Normal ini tidak segera diterapkan, maka akan ada lebih banyak pekerja yang menjadi korban. 


Data menunjukkan, dari jumlah 113 juta pekerja di Indonesia, 55-70 juta adalah pekerja informal yang paling terdampak Covid-19 ini. Bahkan, selama masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang sudah berlangsung lebih dari dua bulan ini, sudah ada jutaan pekerja di PHK dan dirumahkan.

Sebab itu, New Normal merupakan upaya pemerintah untuk menghidupkan kembali, antara lain, aktivitas ekonomi tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat.  

Langkah pemerintah untuk menerapkan New Normal ini pun mendapatkan dukungan penuh dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (DPP ARDIN) DR John N Palinggi MM, MBA.


“Tidak bisa dipungkiri sebagai manusia kita ingin sehat. Itu adalah modal yang paling utama. Tapi disatu sisi kita juga ingin ada yang dimakan. Nah, untuk memperoleh makanan kita perlu bekerja. Agar perusahaan bergerak, ekonomi bergerak dan semua berjalan. Juga, sistem pemerintahan bisa berjalan karena ada pemasukan bagi negara,” kata John Palinggi di ruang kantornya di Kawasan Bundaran HI, Jakarta, Jumat, (5/6). 

“Jadi kalau New Normal dalam pandangan saya ini tidak ada masalah dan dipersoalkan. Karena seluruh dunia pun memang waspada terhadap Covid-19. Dan seluruh pemerintahan di dunia juga tidak ingin membiarkan rakyatnya mati kelaparan,” tambah dia.  

Menurut John Palinggi, yang juga Dewan Penasehat KADIN DKI Jakarta, selama ini pemerintah sudah menggelontorkan uang begitu banyak hingga ratusan Triliunan dalam menangani Pandemi Covid-19. 


“Itu tidak tanggung-tanggung. Sampai APBN kita defisit 1200 Triliun. Artinya apa? Pemerintah sudah berusaha sangat kuat dan keras berniat baik untuk melindungi warga negaranya. Nah, sekarang tinggal kita sebagai warga negara mengambil juga tanggung jawab supaya patuh pada protokol kesehatan. Jangan pula karena kita yang tidak taat, tapi pemerintah terus yang disalahkan,” tegas Ketua Harian Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA) ini. 

Sebagai pengusaha, John Palinggi sangat mendukung penuh upaya New Normal ini agar warga produktif kembali namun aman juga dari segi kesehatan.

“Dari sudut pandangan pengusaha ini baik kalau misalnya kita produktif yang berarti normal. Namun kita juga aman dari segi kesehatan. Jadi beriringan,” kata dia. 


Menurut John Palinggi, persoalan yang dihadapi bangsa ini bukan hanya persoalan corona. 

“Yang kita hadapi sekarang bagaimana melanjutkan pembangunan melalui pendapatan negara yang sangat terancam dan menurun. Selaku pengusaha dan Ketum DPP ARDIN serta Dewan Penasehat Kadin DKI Jakarta, saya kira langkah-langkah pemerintah mengambil keputusan New Normal ini tentu sudah melalui pertimbangan secara komprehensif dan integral yang ditinjau dari segala aspek,” ujar dia. 

Baca juga: Silaturahmi DR John Palinggi berbagi Untuk Staf Karyawan PP Muhammadiyah, Dr H Abdul Mu`ti: “Ini Simbol Kebersamaan”

Baca juga: KH Said Aqil Siroj Sambut Baik Silaturahmi DR John Palinggi Berbagi “Bingkisan Kasih Sayang” kepada Staf Karyawan PBNU 

“Tentu disertai dengan faktor keamanan. Jadi saya tidak menentang adanya protokol kesehatan. Saya bersyukur bila upaya pemulihan ekonomi juga diiringi dengan masyarakat yang turut mengambil tanggung jawab untuk memelihara kesehatannya dengan menaati protokol kesehatan,” tandasnya.

(VICTOR)

SILAHKAN KLIK DAN TONTON YOUTUBE DIBAWAH INI

Ketum DPP ARDIN DR John N Palinggi Dukung Penuh Pemerintah Terapkan “New Normal”

Air Laut Pasang, 4 Sungai Ini Meluap, 11 Desa di Kabupaten Pekalongan Terendam Banjir

0

IndonesiaVoice.com | Banjir rob menggenangi sedikitnya 11 Desa di 4 Kecamatan di Kabupaten Pekalongan, Rabu (3/6) pukul 16.00 WIB.

Menurut laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, banjir tersebut dipicu oleh peristiwa air laut pasang yang membuat empat sungai, masing-masing; Sungai Silempeng, Sungai Sengkarang, Sungai Meduri dan Sungai Bremi meluap dan membanjiri permukiman warga di 11 desa tersebut.

Baca Juga: Air Laut Pasang Rendam 187 Rumah Warga di Kota Tegal

Adapun 11 desa yang terdampak meliputi Desa Boyoteluk dan Desa Depok di Kecamatan Siwalan. Kemudian Desa Semut, Desa Woker Kulon dan Desa Pacakaran di Kecamatan Wonokerto.


Selanjutnya Desa Jeruksari, Desa Mulyorejo, Desa Tegaldowo, Desa Karangjompo, Desa Pacar dan Desa Samborejo di Kecamatan Tirto.

Berdasarkan keretangan dari Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Budi Rahardjo, sedikitnya ada 17 warga yang mengungsi di Gedung TPS Desa Semut.

Baca Juga: Silaturahmi DR John Palinggi berbagi Untuk Staf Karyawan PP Muhammadiyah, Dr H Abdul Mu`ti: “Ini Simbol Kebersamaan”

Dalam rangka pencegahan penularan COVID-19 di pengungsian, pihaknya juga memberlakukan protokol kesehatan dengan menjaga jarak aman tempat tidur dan menyediakan masker, sarana cuci tangan dan hand sanitizer di beberapa titik.


“Untuk tidur kita atur tidak terlalu rapat, kemudian masker, hand sanitizer dan sabun cuci tangan kita siapkan,” jelas Budi Rahardjo dalam pesan singkat.

Hingga berita ini diturunkan, BPBD Kabupaten Pekalongan bersama tim gabungan dari aparat TNI dan Polri serta masyarakat melakukan penanganan darurat dengan membuat tanggul di beberapa titik untuk mengantisipasi luapan sungai.

Baca Juga: KH Said Aqil Siroj Sambut Baik Silaturahmi DR John Palinggi Berbagi “Bingkisan Kasih Sayang” kepada Staf Karyawan PBNU 

Selain itu, tim gabungan juga membantu upaya evakuasi warga dusun Simonet ke tempat pengungsian di Gedung Pengelola TPS Desa Semut.


Dalam hal ini, BPBD Kabupaten Pekalongan juga telah menyalurkan bantuan logistik bagi para pengungsi dan mendirikan Dapur Umum di Desa Semut.

Sebagai informasi, gelombang pasang air laut terjadi di pesisir utara laut Jawa sejak Senin (1/6). Peristiwa itu juga menyebabkan wilayah di sekitar pesisir Pantai Utara Jawa seperti Demak, Semarang, Pekalongan, Tegal dan Brebes terendam banjir rob.

Baca Juga: Dampak Yang Terjadi Pascagempa M 4,8 oleh Sesar Besar Sumatera

Untuk itu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau agar masyarakat dapat melakukan antisipasi agar dapat terhindar dari bencana yang dipicu oleh peristiwa alam tersebut.


Selain itu, BNPB juga mengimbau kepada seluruh pemangku kebijakan di tiap-tiap daerah agar terus meningkatkan kapasitas untuk menanggulangi bencana.

Air Laut Pasang Rendam 187 Rumah Warga di Kota Tegal

0

IndonesiaVoice.com | Banjir rob yang dipicu oleh air laut pasang menggenangi sedikitnya 187 rumah warga yang dihuni oleh 267 Kepala Keluarga (KK) di Kota Tegal, Jawa Tengah, Rabu (3/6) sejak pukul 16.30 WIB. Selain pasangnya air laut, banjir rob juga dipengaruhi oleh rendahnya permukaan tanah di area permukiman warga yang terdampak tersebut.

Menurut laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tegal, banjir rob tersebut merendam di dua kelurahan yakni Kelurahan Muarareja dan Kelurahan Tegal Sari.

Baca Juga: Silaturahmi DR John Palinggi berbagi Untuk Staf Karyawan PP Muhammadiyah, Dr H Abdul Mu`ti: “Ini Simbol Kebersamaan”

Adapun rinciannya adalah Gang Muarareja RT 4 RW 2, Gang Kemiri 1 RT 4 RW 3 dan Gang Kemiri 3 RT 2 RW 3 di Kelurahan Muarareja, kemudian RT 1, RT 2, RT 6 di RW 10 Kelurahan Tegal Sari.


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Tegal Andri Yudi mengatakan, hingga saat ini tidak ada warga yang mengungsi dan masih bertahan di rumah masing-masing dan air sudah mulai surut.

“Sampai saat ini tidak ada pengungsi, warga bertahan di rumah masing-masing. Ketinggian air rob masuk ke rumah penduduk kisaran 20 – 25 cm. Saat ini sudah mulai surut,” jelas Andri melalui pesan singkat, Rabu (3/6) malam.

Baca Juga: KH Said Aqil Siroj Sambut Baik Silaturahmi DR John Palinggi Berbagi “Bingkisan Kasih Sayang” kepada Staf Karyawan PBNU 

Berdasarkan laporan dan hasil asesmen awal dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Tegal, sebelumnya genangan rob tersebut telah terjadi pada Senin (1/6) dengan tinggi muka air 10 sampai 25 sentimeter.


Genangan rob tersebut menggenangi sepanjang pesisir utara Laut Jawa dengan panjang kurang lebih 700 meter dan mencakup dari Kecamatan Tegal Timur sampai Tegal Barat.

Adapun cakupan yang terendam meliputi Gang Muarareja RT 4 RW 2, Gang Kemiri 1 RT 4 RW 3 dan Gang Kemiri 3 RT 3 di Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat. Kemudian Jalan Kesatrian RT 8 RW 10, Gang Rajungan RT 10 RW 10 dan Gang Yuyu RT 10 RW 10 di Kelurahan Tegal Sari, Kecamatan Tegal Barat.

Baca Juga: Dampak Yang Terjadi Pascagempa M 4,8 oleh Sesar Besar Sumatera

Selanjutnya Jalan Flores Baru 3 RT 3 RW 3 Kelurahan Panggung, Jalan Sawu 2 RT 1 RW 11 Kelurahan Panggung dan Jalan Pesisir Agung RT 13 RW 10 Kelurahan Mintaragen di Kecamatan Tegal Timur.


Sejauh ini, TRC Penanggulangan Bencana BPBD Kota Tegal telah melakukan monitoring berkala air rob dan melakukan assessment serta mengambil langkah yang diperlukan guna mengantisipasi banjir rob susulan.

Dampak Yang Terjadi Pascagempa M 4,8 oleh Sesar Besar Sumatera

0

IndonesiaVoice.com | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memonitor dampak pascagempa berkekuatan M 4,8 yang terjadi di Aceh pada hari ini, Kamis (4/6). Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) masih melakukan pendataan pascagempa tersebut.

Gempa dirasakan masyarakat di Sabang, Banda Aceh dan Aceh Besar. Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis dampak gempa berdasarkan laporan masyarakat, yakni guncangan yang dirasakan di Sabang III MMI serta Banda Aceh dan Aceh Besar pada II MMI.

Baca Juga: Silaturahmi DR John Palinggi berbagi Untuk Staf Karyawan PP Muhammadiyah, Dr H Abdul Mu`ti: “Ini Simbol Kebersamaan”

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan kerusakan di Sabang. Laporan sementara mencatat kerusakan rumah di daerah Kelurahan Paya, Kecamatan Sukajaya, Sabang.


Mengkutip pernyataan Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, hasil monitoring BMKG hingga pukul 6.40 WIB sudah tercatat delapan kali aktivitas gempa.

Aktivitas tersebut meliputi dua gempa pembuka atau gempa pendahuluan (foreshocks), selanjutnya gempa utama (mainshock) dan kemudian serangkaian lima gempa susulan (aftershocks).

Baca Juga: KH Said Aqil Siroj Sambut Baik Silaturahmi DR John Palinggi Berbagi “Bingkisan Kasih Sayang” kepada Staf Karyawan PBNU 

Menurut Daryono, segmen sesar Aceh adalah salah satu segmen sesar aktif sehingga dapat terjadi akumulasi tegangan (stress) kulit bumi di bagian Utara Sesar Besar Sumatra.


“Setelah Gempa Aceh 2004 tampak di zona segmen Sesar Aceh ini aktivitas gempanya relatif sepi dari gempa signifikan,” demikian keterangan Daryono dalam pesan digital pada Kamis (4/6).

Ia juga mengatakan bahwa kondisi semacam ini dapat disebut sebagai “seismic gap” yaitu zona sepi gempa meski sesarnya aktif, hingga satu saat di zona ini dapat terjadi gempa signifikan. Untuk itu Segmen Aceh ini menjadi salah satu segmen sesar aktif yang patut diwaspadai.

Baca Juga: Gempa M 7,3 Guncang Maluku Tenggara Barat, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa bumi yang terjadi pada pukul 05.31 WIB di wilayah Aceh dan Sabang berada pada koordinat 5,50 LU dan 95,33 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 5 km Tenggara Banda Aceh pada kedalaman 10 km.


BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh pada informasi palsu. Pastikan sumber informasi dari institusi resmi seperti BNPB, BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Aceh atau Daerah.

Parsadaan Anak Boru Bere Simatupang Berbagi Tali Kasih Salurkan Sembako Ditengah Pandemi Covid-19

0

IndonesiaVoice.com | Parsadaan Anak Boru Bere Simatupang (PABRS) berbagi tali kasih dengan memberikan 300 paket sembako kepada para anggotanya yang terdampak pandemi Virus Corona (Covid-19). 

Ketua Umum PABRS JS Simatupang SH, MH, membagikan secara simbolis sembako kepada perwakilan tiga marga yaitu perwakilan Togatorop, Sianturi dan Siburian. 

Baca Juga: JS Simatupang Dilantik Sebagai Dirut PT Berdikari Insurance

“Kami merasakan betul dampak dari pandemi Covid-19 ini. Tidak ada niat lain selain berbagi tali kasih kepada para anggota yang tergabung dalam organisasi PABRS dengan tiga anaknya yaitu Togatorop, Sianturi dan Siburian,” kata JS Simatupang dalam sambutannya di Kantor Hukumnya di Jalan Kolonel Sugiono, Jakarta Timur, Senin (1/6).


“Ada kurang lebih 300 paket (300 KK) sembako yang diberikan saat ini,” tambah dia.

Advokat dan Konsultan Hukum Senior ini mengutarakan proses pemberian tali kasih ini sangat selektif agar betul-betul yang mendapatkan adalah mereka yang terdampak Covid-19. 

Baca Juga: Cegah Penyebaran Covid-19, DPN PERADI: Pentingnya Perlindungan HAM Bagi Tersangka, Terdakwa dan Warga Binaan

“Jadi kami berupaya memberikan kepada para anggota yang betul-betul belum tersentuh. Dan berdasarkan data yang kami pegang masih banyak yang tidak tersentuh,” beber dia. 


JS Simatupang, yang bulan Maret lalu diangkat menjadi Dirut PT Berdikari Insurance ini, menambahkan PABRS mengajak persatuan artis PABRS untuk bekerjasama untuk menyalurkan bantuan berbagi tali kasih ini. 

“Mari kita berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar situasi ini cepat berlalu. Dan kita berharap semakin banyak yang terketuk hatinya untuk juga berbagi tali kasih kepada mereka yang terdampak Covid-19,” pungkasnya. 

SILAHKAN TONTON DAN KLIK VIDEO DIBAWAH INI

Parsadaan Anak Boru Bere Simatupang Berbagi Tali Kasih Salurkan Sembako Ditengah Pandemi Covid-19

2 Perusahaan Raksasa Dunia Ikut Rebutan Bahan Baku Sampah Plastik Dengan Perusahaan Kecil

0

IndonesiaVoice.com | Langkah Danone produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) merek Aqua untuk terjun ke bidang usaha pengolahan sampah plastik (daur ulang) berbasis Polyethylene Terephthalate (PET) di Indonesia kemudian diikuti oleh Coca-Cola dengan menggandeng perusahaan multinasional Dynapack Asia (Dynapack).

Cola Coca berdalih bahwa joint venture dengan Dynapack ini merupakan partisipasi nyata untuk kelestarian lingkungan dan meningkatkan kualitas limbah PET untuk produk kemasan makanan, dan sekaligus implementasi visi Coca-Cola sebagai perusahaan “World without Waste”.

SAMPAH PLASTIK

Baca Juga: PENANGANAN SAMPAH PLASTIK DI INDONESIA

Hadirnya kedua perusahaan raksasa dunia ini, Coca Cola dan Danone yang merupakan No 1 dan No 24 produsen penghasil merek yang paling dipilih di dunia ( lihat gambar) akan menimbulkan berbagai implikasi dan dampak buruk bagi industri daur ulang PET yang sudah berjalan dengan baik hingga saat ini.


Industri daur ulang PET yang sudah bertumbuh dan berkembang dengan sangat baik di Indonesia, dengan mata rantai usaha yang melibatkan banyak perusahaan kecil yang terdiri dari : banyak pemulung, pelapak, industri pencacah dan industri daur ulang akan hancur dan menutup usahanya, karena harus bersaing dengan bebas dengan perusahaan raksasa dunia untuk memperebutkan hasil kerja dari para pemulung untuk mendapatkan bahan baku limbah plastik.

Jenis sampah plastik PET ini memang bernilai ekonomis tinggi karena dapat di daur ulang menjadi bahan baku plastik yang menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah tinggi seperti: bahan baku tekstil , kemasan ( botol) minuman dll.

Baca Juga: Silaturahmi DR John Palinggi berbagi Untuk Staf Karyawan PP Muhammadiyah, Dr H Abdul Mu`ti: “Ini Simbol Kebersamaan”

Dengan pertimbangan adanya peluang bisnis yang menguntungkan ini dan adanya memanfatkan regulasi pemerintah berdasarkan UUPS No 18 tahun 2008 pasal 15 tentang pelaksanaan Extended Produsen Responsibility (EPR) membuat kedua perusahaan raksasa ini, masuk kedalam bisnis yang selama ini sudah digeluti oleh ratusan industri-industri kecil dan memperkerjakan banyak tenaga kerja di Indonesia.


Sayangnya kebijakan kedua perusahaan raksasa ýang memiliki teknologi dan modal yang sangat besar serta dengan kemampuan daya bersaing yang sangat tinggi ini jelas akan meremukkan perusahaan kecil dan lemah ini.

Dalam waktu dekat, akibat buruk yang terjadi adalah perusahaan-perusahaan kecil ini yang meliputi seluruh pelapak, industri pencacah dan industri daur ulang berbasis PET akan tutup, yang akan menambah pengangguran diberbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga: JPIP Imbau Pemerintah Batalkan RPP Cukai Barang Kantong Plastik

Sejatinya kedua perusahaan raksasa dunia yang memiliki kemampuan bisnis luar biasa ini, kalau sungguh-sungguh berminat untuk membantu penyelesaian masalah sampah plastik di Indonesia, seharusnya tidak perlu ikut berinvestasi di bidang industri pengelolaan sampah plastik (recycling). Apalagi industri recycling PET ini sudah bertumbuh dan banyak diminati oleh pengusaha-pengusaha kecil.


Alternatif yang paling baik yang ditempuh oleh industri raksasa dunia ini, seharusnya adalah membangun dan membina industri kecil plastik existing sebagai anak angkat atau sub contractor sebagai mana dianut/ dilaksanakan oleh industri-industri besar dunia sebagai mata rantai pemasoknya.

Danone dan Coca Cola sebagai perusahaan besar yang sudah lama beroperasi dan sudah mendapat manfaat besar di negeri ini, seharusnya sudah saatnya memberikan kontribusi untuk menyelesaikan penanggulangan plastik yang kurang ekonomis untuk di daur ulang seperti: sachet, multi layer dan jenis plastik lainnya yang saat ini masuk kedalam sungai dan laut dan terbuang didaratan yang sudah membunuh biota dan mencemari lingkungan hidup.

Baca Juga: KH Said Aqil Siroj Sambut Baik Silaturahmi DR John Palinggi Berbagi “Bingkisan Kasih Sayang” kepada Staf Karyawan PBNU 

Sebagai negara yang menganut ideologi Pancasila dan memiliki semangat ekonomi gotong royong untuk membangun pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bangsa Indonesia ini, seharusnya Pemerintah sebagai pembangun iklim usaha dan regulator yang bijaksana, harus mengarahkan kebijakan investasi di negeri ini dengan tujuan pemerataan pembangunan dan pemerataan berusaha bagi setiap warga negara.


Pelaksanaan ekonomi bebas yang free fight competition sebagaimana dianut negara-negara kapitalis sejatinya dihindari untuk diterapkan di negeri ini.

Kami mengharapkan tulisan ini akan dapat menggugah Bapak Presiden Jokowi cq Pemerintah Republik Indonesia, Bapak-bapak wakil Rakyat di Senayan dan terutama para CEO Coca Cola dan Danone sebagai pengambil keputusan tertinggi di Head quater masing-masing di luar negeri, mendengar dan mengindahkan jeritan para pengusaha-pengusaha kecil pengolah sampah plastik ini.

MERDEKA

Oleh : Lintong Manurung (Ketua Umum Jaringan Pemerhati Industri dan Perdagangan)