Beranda blog Halaman 50

Peringati Hari Ibu, KADIN dan IWAPI Jakarta Pusat Gelar Pameran UMKM

0

IndonesiaVoice.com | Peringati Hari Ibu, Kadin (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) Jakarta Pusat kerjasama Iwapi (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) Jakarta Pusat, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jakarta Pusat, Pemerintah Kota Jakarta Pusat dan Tim Penggerak PKK Kota Jakarta Pusat menggelar Pameran UMKM Hari Ibu Expo di Green Pramuka Square Mall, Jakarta, 20-22 Desember 2022.

Adapun tema pameran: “Perempuan Pengusaha UMKM Pejuang Kesejahteraan Ekonomi Keluarga serta Ibu Pendidik Anak Bangsa yang cerdas dan tangguh”.

Ketua Kadin Jakarta Pusat, Victor Aritonang menjelaskan pameran ini digelar dalam rangka mendukung upaya kebangkitan ekonomi dan pemulihan kesejahteraan masyarakat akibat pandemi Covid-19, yang sudah berjalan memasuki tahun kedua.

Baca juga: AFTECH, PERBANAS dan KADIN Indonesia Teken MoU Komitmen Bersama Dorong Percepatan Literasi dan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia




kadin jakarta pusat
Ketua Kadin Jakarta Pusat RH Victor Aritonang

“Dalam kondisi pandemi selama ini, ternyata komunitas perempuan dalam hal ini kaum ibu, atau yang viral disebut power of emak-emak, mempunyai peranan sangat penting dalam menopang perekonomian keluarga, dan secara nasional menjadi penggerak roda ekonomi bangsa,” urai Victor Aritonang di Green Pramuka Square, Jakarta, Rabu (21/12/2022).

Menurut Victor, Kaum Ibu yang tadinya sekedar ibu rumah tangga, oleh karena situasi pandemi menjadi pelaku ataupun penggerak ekonomi kewirausahaan, yang berhasil mengembangkan berbagai jenis usaha, mulai dari fesyen, griya, kuliner, handicraft, dan lain sebagainya.

“Saya menyambut baik dan mendukung kegiatan ini. Saya berharap melalui kegiatan ini karya dan kreasi para ibu, khususnya mendapat apresiasi yang baik oleh masyarakat, dan daya jual atau daya beli masyarakat pun semakin dinamis sehingga kebangkitan dan pemulihan ekonomi bisa terjadi,” pungkasnya.

Baca juga: KADIN Jakarta Pusat minta Sandiaga Uno Urungkan Lelang Konsolidasi





Sementara Ketua Panitia yang juga Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Jakarta Pusat, Esty Martono mengatakan pameran ini diadakan untuk lebih semangat menyongsong 2023 setelah melewati pandemi hampir 3 tahun.

Esty Martono mengutarakan ada 19 UMKM binaan IWAPI dan KADIN Jakarta Pusat yang mengikuti pameran kali ini. Diantaranya, ada stand UMKM aksesoris, batik tenun, baju muslim, craft, furniture, kuliner dan kue-kue kering.

“Tujuan pameran UMKM ini juga mempromosikan barang-barang produk lokal karya ibu-ibu IWAPI yang bagus-bagus ini agar bisa semakin global dan bisa diekspor,” kata dia.

Baca juga: Gelar Space20, Indonesia Dorong Negara G20 Kembangkan Startups Antariksa Bagi Generasi Muda




iwapi jakarta pusat
Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Jakarta Pusat, Esty Martono

Esty mengatakan pembukaan pameran pada Selasa, (20/12/ 2022), dihadiri oleh Perwakilan Walikota Jakarta Pusat, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Administrasi Jakarta Pusat Ucu Jamilah, Perwakilan Ketua Kadin DKI, Ketua Kadin Jakarta Pusat, Ketua Kadin lima Wilayah Kota Jakarta, dan Ketua DPD IWAPI DKI Jakarta.

Menurut Esty, event pada Rabu, (21/12/2022), juga menghadirkan
anggota IWAPI Jakarta Pusat, Kalisa Putri, yang pernah menjadi Miss Tourism Journalist Indonesia 2020 dan Puteri Pewarta Indonesia 2016.

“Kalisa Putri ini tidak hanya cantik di wajah tapi pintar. Kehadirannya diharapkan bisa memotivasi wanita pengusaha lainnya,” kata dia.

Baca juga: PT Antam Luncurkan Emas Batik Indonesia Seri III dengan Empat Motif





Penutupan pameran UMKM 22 Desember 2022 dimeriahkan oleh penampilan fashion show desainer dan modelnya dari IWAPI. Juga, ada lomba pakaian busana, yang diperagakan oleh IWAPI.

“Kita berharap kegiatan pameran UMKM di mall ini lebih kontinyu. Kalau bisa digelar tiga bulan sekali. Pameran UMKM ini yang kedua kalinya. Pameran pertama diadakan September 2022,” tandasnya. (VIC)

 

VISINEMA RILIS SERIES EDUTAINMENT ‘DOMIKADO’ KONTEN EDUKASI UNTUK ANAK DAN KELUARGA INDONESIA

0

IndonesiaVoice.com | Visinema menghadirkan ‘DOMIKADO’, program serial edutainment terbaru untuk anak dan keluarga, karya dari Anggia Kharisma dan Ryan Adriandhy.

DOMIKADO akan tayang rutin setiap Jumat jam 16.00 WIB di kanal Youtube DOMIKADO_ID. Musim pertama DOMIKADO terdiri dari 24 episode.

DOMIKADO merupakan program edutainment dengan konsep puppet show yang menggabungkan edukasi dan hiburan untuk membantu membangun kreativitas anak-anak melalui tontonan seru yang tidak hanya menghibur, menyenangkan, tetapi juga interaktif. DOMIKADO dapat mengisi ruang diskusi yang bermanfaat untuk anak-anak bersama keluarga.

Baca juga: Trailer Film Cek Toko Sebelah 2 dirilis, Penuh Intrik dan Komedi





Ada enam karakter di DOMIKADO yang memiliki sifat berbeda-beda dan mewakili keberagaman untuk menyampaikan pesan-pesan baik.

Mereka bersahabat, bermain, dan belajar bersama di Taman Domikado. Mereka adalah Astrobek, Bea, Beo, Cis-Cis, Cricket, dan Odi si Awan baik hati yang menjadi narator di setiap episodenya. Suara Odi diisi oleh Putri Sa’ud, voice actor berbakat.

DOMIKADO lahir dari keresahan para kreatornya atas minimnya konten yang edukatif dan ramah untuk anak dan keluarga Indonesia. Setelah merilis episode perdananya, kedua kreator Anggia Kharisma dan Ryan Adriandhy menyampaikan pemikiran di balik pembuatan DOMIKADO.

Baca juga: Lebih Dekat dengan Laura Basuki, Si Cantik Pemeran Natalie di CEK TOKO SEBELAH 2





“Sebagai orang tua, saya selalu ingin bisa memberikan tontonan edukasi yang bermanfaat juga menghibur kepada anak saya. Minimnya tontonan yang ramah untuk anak dan keluarga menjadi kegelisahan saya dan membuat kami menghadirkan program edutainment DOMIKADO. Inilah bentuk komitmen Visinema untuk berkontribusi memajukan dunia pendidikan dan hiburan untuk anak dan keluarga Indonesia.” papar Anggia Kharisma, kreator DOMIKADO sekaligus Chief Content Officer Visinema Studios.

Anggia percaya salah satu cara bonding dengan anak adalah lewat konten baik yang bisa dinikmati bersama anak dan keluarga, apalagi bisa menjadi aktivitas bersama secara rutin atau di akhir pekan.

Harapannya, DOMIKADO akan memiliki relevansi terhadap kebutuhan pengajaran dasar anak untuk meningkatkan kemampuan kognitif, membangun pemikiran yang kritis, kreatif, dan membangun empati.

Baca juga: Laura Basuki Merasa Bersalah dengan Istri Ernest Prakasa di Film CEK TOKO SEBELAH 2, Ada Apa?





Ryan Adriandhy, kreator sekaligus desainer karakter DOMIKADO menambahkan, “Edutainment adalah penggabungan education (pendidikan) dan entertainment (hiburan). Edukasi adalah ‘apa’ yang mau disampaikan lewat DOMIKADO, Menghibur adalah ‘bagaimana’ konten edukasi itu kami coba sampaikan. Banyak konten anak di Indonesia yang sering kurang seimbang dalam menggabungkan keduanya. Terkadang terlalu mendidik tapi lupa menghibur, atau sebaliknya terlalu fokus di hiburan, bobot edukasinya terlupakan. Lewat DOMIKADO, kami mencoba mencari titik imbang di antara keduanya dengan cara mengembangkan ide kreatif sambil berdiskusi dengan tim kurikulum khusus. Tujuannya agar sisi edukasinya dapat disesuaikan dengan tumbuh kembang. Di bagian entertainment-nya, kami variasikan banyak teknik kreatif seperti animasi, puppeteering, bintang tamu, musik, dan grafis visual yang menarik.”

Selain 6 karakter utama, DOMIKADO musim pertama ini menghadirkan beberapa bintang tamu. Di antaranya ada Ringgo Agus, Rachel Amanda, Najeela Shihab, Quinn Salman, Kristo Immanuel, Chef Jenny dan Dokter Ferdiriva.

Baca juga: Domikado Luncurkan Lagu Tangga Nada Sebagai Sarana Edutainment Anak-anak dan Keluarga





Di episode pertama yang berjudul “Tangga Nada”, Astrobek, Bea, Beo dan Cricket ingin menyanyikan lagu ulang tahun untuk Cis-Cis sebagai kejutan. Bea pun mengenalkan tangga nada agar teman-temannya bisa berlatih bernyanyi. Siapa sangka, mengenal tangga nada bisa membuat salah satu dari mereka menemukan bakat terpendam yang tak diduga.

DOMIKADO diharapkan bukan sekadar menjadi tontonan tetapi juga menjadi ikon baru untuk anak-anak dan keluarga Indonesia.

DOMIKADO akan hadir sebanyak 24 episode dengan berbagai cerita menarik nan unik. Nantikan juga kolaborasi dengan berbagai bintang tamu di episode-episode lainnya. (VIC)

Kerusakan Lingkungan Meningkat, Urgensi Diterapkannya Arsitektur Berkelanjutan

0

IndonesiaVoice.com | Penerapan arsitektur berkelanjutan menjadi begitu penting untuk segera dilakukan mengingat peningkatan kerusakan lingkungan fisik di muka bumi. Pun, diberitakan baru-baru ini terjadi bencana alam tidak bisa dihindari, gempa di Cianjur sebesar 5,6 Magnitudo telah meluluhlantakkan bangunan rumah penduduk dan gedung lainnya serta menelan ratusan korban jiwa.

“Seminar ‘Arsitektur berkelanjutan dan penerapannya’ yang kita diskusikan hari ini merupakan konsekuensi terhadap peningkatan kerusakan fisik di muka bumi,” kata Guru Besar Magister Arsitektur Universitas Kristen Indonesia (UKI) Prof Dr Ing Ir Sri Pare Eni lic rer reg, Keynote Speaker, di Aula Kampus UKI, Jalan Diponegoro, Jakarta, Sabtu (17/12/2022).

Prof Sri Pari Eni melanjutkan, peraturan yang terdapat pada Green Bulding Counsil Indonesia (GBCI), saat ini sudah diterapkan terutama pada gedung-gedung pemerintah, oleh Kementerian PUPR RI untuk mengatasi masalah kerusakan lingkungan.

“Diharapkan arsitektur berkelanjutan ini bisa dilaksanakan di semua perancangan bangunan, salah satunya bisa dikembangkan melalui pendidikan formal,” ujarnya.

Baca juga: Rayakan Dies Natalis ke-27, Pascasarjana UKI Dorong Kesetaraan Masyarakat untuk Akses Pendidikan Bermutu





Menurut Prof Sri, Arsitektur Berkelanjutan dan Penerapannya atau Green Architecture mulai banyak diperbincangkan sekitar awal 1970 di negara-negara maju sebagai konsekuensi terhadap peningkatan kerusakan lingkungan fisik muka bumi.

“Hal ini disebabkan karena pertambahan penduduk dan perkembangan aktivitas manusia meningkatkan kebutuhan sarana-prasarana fisik, memicu pengurasan sumber daya alam termasuk energi, air, material dan sumber daya alam lain, yang berakibat semakin banyak lahan terbuka hijau atau lingkungan alami diubah menjadi lingkungan binaan yang padat bangunan dan infrastruktur, sehingga terjadi penurunan daya dukung lingkungan untuk mendukung aktivitas manusia dan menurunnya kemampuan alam untuk menyuplai air bersih, menetralisir limbah (cair, padat, gas) hasil aktivitas manusia serta terjadi pencemaran tanah akibat limbah padat, kontaminasi air tanah dan polusi,” jelas dia.

“Lonjakan kebutuhan sarana fisik manusia memicu penurunan kualitas lingkungan, mengkonsumsi energi fosil dalam jumlah besar, mengemisi co2, menyebabkan pemanasan bumi dan perubahan iklim, memerlukan strategi pembangunan kawasan dan bangunan dengan konsep arsitektur hijau,” imbuh Prof Sri.

Baca juga: Kuliah Umum Pascasarjana UKI: Arsitektur Perkotaan Yang Berkelanjutan





Prof Sri menambahkan, “Arsitektur hijau/berkelanjutan adalah suatu bentuk arsitektur yang minim mengkonsumsi sumber daya alam (energi, air dan material)‏, minim memberikan dampak negatif terhadap alam, minim menghasilkan limbah padat, cair dan gas, serta tidak menimbulkan pemanasan lingkungan dan tidak memicu pemanasan bumi.”

Sementara salah satu pembicara, Mahasiswa Magister Arsitektur UKI Victor Joel Manusama, dalam paparan makalahnya, menyoroti Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Hutan Kota Patriot Bekasi. RTH ini tentu saja mengacu pasal 29 ayat 2, Undang-undang nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang disebutkan proporsi ruang terbuka hijau pada wilayah kota paling sedikit 30 persen dari luas wilayah kota.

“Pada dasarnya desain ruang terbuka hijau di Hutan Kota Patriot Bekasi sudah terdapat kebutuhan dasar yang terdapat didalamnya seperti taman hijau, area tempat berkumpul, lapangan olahraga, pedestrian taman dan fasilitas penunjang seperti adanya masjid, toilet dan retail makanan,” tuturnya.

Baca juga: Komisi Informasi DKI Goes To Campus UKI Gelar Seminar Pentingnya Transparansi Informasi Publik





“Namun setelah dilakukan pengamatan bahwasanya masih terdapat kekurangan dalam perawatan dan perbaikan fasilitas yang ada. Masih terdapat bangku taman yang rusak, terlihat juga adanya genangan pada lokasi dan titik-titik taman penghijauan dan lokasi retail makanan yang tidak tertata dengan baik,” urai dia.

Lanjut Victor, berdasarkan hasil pembahasan yang telah dilakukan terdapat rekomendasi yang dapat ditambahkan dalam pemenuhan kebutuhan terkait dengan pembangunan yang berkelanjutan menurut prinsip-prinsip arsitektur ekologis, yakni penerapan energi terbarukan pada pencahayaan kawasan dengan teknologi solar cell yang ramah lingkungan, pemanfaatan teknologi IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) dalam pengelolaan limbah dan penampungan air hujan yang dapat dimanfaatkan kembali, serta pembuatan kawasan resapan (sumur resapan) sebagai alat pengendali permukaan air tanah bagi Kawasan lingkungan perkotaan.

“Rekomendasi ini sangat penting agar ruang terbuka hijau, dalam hal ini Hutan Kota Patriot Bekasi dapat dipergunakan semaksimal mungkin tidak hanya sebagai lokasi wisata namun sebagai bagian dari Kawasan yang dapat melestarikan lingkungan khususnya di perkotaan,” tandasnya.

Baca juga: UKI Berhasil Raih Akreditasi Unggul dari BAN PT





Seminar ini dibuka Direktur Program Pascasarjana UKI, Prof Dr dr Bernadetha Nadeak, MPd, PA. Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Magister Arsitektur Dr Ramos P Pasaribu, ST, MT, menjelaskan seminar yang digelar HIMA (Himpunan Mahasiswa Arsitektur) dalam rangka Kegiatan Dies Natalis ke 6 Program Studi Magister Arsitektur UKI yang diikuti juga pembicara dari Universitas Trisakti Jakarta, Universitas Parahyangan Bandung dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta. (VIC)

Tayang Perdana, Film Ratu Dansa Siap Ajak Kamu Lebih Menghargai Waktu dengan Orang Terdekat

0

IndonesiaVoice.com | Dalam hitungan hari, film original terbaru Bioskop Online, film “Ratu Dansa” akan mulai tayang. Film bergenre high school romance ini memberikan angin segar bagi penonton film Indonesia. Pasalnya, meski ceritanya tentang percintaan remaja, ada banyak pesan moral yang bisa diambil dari filmnya.

Salah satunya pelajaran tentang memanfaatkan waktu sebaik mungkin bersama orang yang disayang. Karena kita tidak pernah tahu kapan waktu kita akan selesai di dunia ini.

“Film ini memiliki cerita yang light namun juga penuh makna. Ada pesan yang bisa mengingatkan kita, bahwa waktu berkumpul dengan orang terdekat harus kita hargai sebaik mungkin,” ungkap Ajeng Parameswari selaku President of Digital Business Visinema dalam jumpa pers di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu, 17 Desember 2022.

Baca juga: Trailer Film Cek Toko Sebelah 2 dirilis, Penuh Intrik dan Komedi





Selain itu, film ini juga menceritakan tentang keajaiban yang mungkin saja terjadi. Seperti keajaiban melakukan perjalanan waktu. Seperti time traveling yang dialami oleh Hira, salah satu karakter di film “Ratu Dansa”. Perjalanan ke masa depan membuat mata Hira terbuka, bahwa ada banyak hal yang terjadi di luar kendali kita.

“Di sini aku memerankan karakter Hira, seorang anak remaja yang tiba-tiba dia harus pergi ke masa depan. Dari masa depan itu dia belajar banyak dan sadar bahwa saat ia kembali nanti, dia harus lebih sayang dan lebih perhatian ke orang-orang terdekatnya, terutama orang tuanya. Karena di sini dia sebenarnya punya hubungan yang kurang baik dengan orang tuanya. Tapi perjalanan ke masa depan itu tadi, bikin dia sadar kalau rasa egois dia harus dikesampingkan dan lebih mengutamakan kebersamaan dengan orang tuanya selagi masih hidup,” ujar Marsha Aruan, pemeran karakter Hira.

Semakin penasaran akan seperti apa cerita film “Ratu Dansa” ini? “Pastinya dengan hadirnya film ini bisa memberikan kehangatan tersendiri bagi penontonnya. Film ini ringan, namun juga menghibur, dan cocok ditonton sebagai hiburan di akhir tahun bersama dengan keluarga,” ungkap sutradara Dyan Sunu Prastowo.

Baca juga: Lebih Dekat dengan Laura Basuki, Si Cantik Pemeran Natalie di CEK TOKO SEBELAH 2





Untuk mendukung kegiatan promosi film “Ratu Dansa”, Bioskop Online menggandeng platform distribusi konten terdepan, TikTok sebagai official content partner.

Dengan mengikuti akun resmi @bioskoponlineid, seluruh pecinta konten Bioskop Online dapat menyaksikan berbagai konten eksklusif seputar film “Ratu Dansa” di TikTok. Selain itu, para penggemar film lokal juga dapat mengikuti rangkaian sesi livestreaming di TikTok yang akan dimulai dengan mini concert soundtrack “Ratu Dansa” pada Sabtu, 17 Desember 2022 pukul 15.00 WIB.

Selain itu, ada juga sesi bincang-bincang bersama para pemain film “Ratu Dansa” yang akan dipandu oleh kreator TikTok pada Rabu, 21 Desember 2022 pukul 17.00 WIB.

Baca juga: Laura Basuki Merasa Bersalah dengan Istri Ernest Prakasa di Film CEK TOKO SEBELAH 2, Ada Apa?





Pecinta konten Bioskop Online bisa mengikuti update terbaru seputar film “Ratu Dansa” maupun film menarik lainnya melalui akun resmi @bioskoponlineid di TikTok.

Film “Ratu Dansa” sendiri merupakan karya sutradara Dyan Sunu Prastowo, yang bercerita tentang Hana dan Hira, dua gadis muda yang hidup di era yang berbeda, tahun 2022 dan tahun 1995.

Sama-sama menghadapi dilema kehidupan muda, mereka berharap ada keajaiban yang menjawab harapan masing-masing. Sebuah bintang jatuh muncul dan membawa Hira hadir di kehidupan Hana, yang merupakan anaknya di masa depan.

Baca juga: Sering Disebut Power Couple Berikut Daftar Karya Bersama Meira Anastasia dan Ernest Prakasa!





Film ini dibintangi oleh sederet aktor muda seperti Marsha Aruan (Hira), Davina Karamoy (Hana), Debo Andryos (Bram), Nicho Bryant (Dito), Sandy Pradana (Akbar), dan Dennis Adhiswara (Ayah Hana). Film “Ratu Dansa” sendiri baru akan tayang di Bioskop Online pada 16 Desember 2022 mendatang.

Film ini dapat diakses melalui website www.bioskoponline.com dan aplikasi Bioskop Online yang bisa diunduh lewat App Store dan Tiket tersedia di www.bioskoponline.com. Nantikan info terbaru seputar film “Ratu Dansa” di seluruh platform sosial media Bioskop Online. (VIC)

Rayakan Dies Natalis ke-27, Pascasarjana UKI Dorong Kesetaraan Masyarakat untuk Akses Pendidikan Bermutu

0

IndonesiaVoice.com | Program Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia, merayakan Dies Natalis ke-27 dengan melaksanakan Sidang Terbuka Senat dan Orasi Ilmiah bertema “Hak Setara Masyarakat Mendapatkan Pendidikan Bermutu” yang berlangsung secara daring dan tatap muka di Aula Pascasarjana UKI Jl. Diponegoro No. 84-86, Jakarta Pusat, Rabu (14/12/2022).

Orasi Ilmiah dengan subtema; “The Inherent Power of The President in Defending The Constitution under The 1945 Constitution” dibawakan oleh akademisi Indonesia, Prof. Dr. H. Jimly Asshiddiqie, S.H., M.H.

Dalam sambutannya, Direktur Program Pascasarjana UKI, Prof. Dr.dr Bernadetha Nadeak, M.Pd., PA, menyampaikan bahwa tema Dies Natalis ini merupakan respon dari Pandemi Covid-19 yang berdampak kepada semua sektor termasuk kampus kita tercinta ini. Tema ini membuktikan bahwa program pasca sarjana UKI mampu beradaptasi dengan cepat dan pola perkuliahan yang tetap berjalan.

Baca juga: Kuliah Umum Pascasarjana UKI: Arsitektur Perkotaan Yang Berkelanjutan





“Tema dies natalis ke 27 ini sesuai visi program pasca sarjana UKI, menjadi program pascasarjana yang bermutu, mandiri dan inovatif dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di Indonesia dan Asia sesuai nilai kristiani dan Pancasila pada tahun 2030,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, Pascasarjana UKI selalu meningkatkan kreativitas dan melakukan adatasi dengan kemajuan teknologi informasi.

Perkuliahan daring dengan memanfaat teknologi dan media lainnya. Pendidikan merupakan hak asasi mendasar bagi setiap manusia dan mengubah kehidupan seseorang dengan memberikan kesempatan yang sama untuk mengangkat harkat dirinya. Pendidikan merupakan hak asasi manusia.

Baca juga: Komisi Informasi DKI Goes To Campus UKI Gelar Seminar Pentingnya Transparansi Informasi Publik





“Kekuatan bangsa Indonesia bertumpu pada kekuatan SDM. Bangsa yang kuat bukan hanya mengandalkan kekuatan alam. Tetapi bangsa yang mampu menguasai informasi dan teknologi, melalui kemajuan di bidang pendidikan. Hak setara mendapatkan pendidikan yang bermutu dan bermakna menjadi komitmen program pascasarjana UKI. Kami berupaya memberikan kesempatan dan melayani anak bangsa mendapat pendidikan yang berkualitas,” katanya.

Berlanjut dalam orasi ilmiah oleh Jimly Asshiddiqie, diutarakan bahwa UKI terus berkembang menjadi salah satu pusat unggulan yang dapat diandalkan bagi kemajuan masyarakat, bangsa dan negara secara inklusif untuk seluruh warga bangsa dan peserta didik dari manca negara.

“Kesetaraan hak setiap warga untuk mendapatkan pendidikan bermutu haruslah dapat diakses secara luas oleh siapa saja di dunia yang semakin penuh dengan dinamika perubahan disruptif,” ujarnya.

Baca juga: UKI Berhasil Raih Akreditasi Unggul dari BAN PT





Dirinya juga menyoroti lebih jauh mengenai anggaran pendidikan yang dialokasikan oleh pemerintah, dimana setiap kebijakan terkait anggaran pendidikan yang diambil mempunyai dampak dan implikasi serius terhadap pembangunan masyarakat terdidik di Indonesia, yang berkaitan erat dengan semua sektor pembangunan.

“Pada tahun 2008 kami membuat landmark decision, putusan bersejarah anggaran pendidikan mulai tahun 2009 harus 20 persen sesuai pasal 31 UUD. Tahun 2009 sampai sekarang anggaran pendikan 20%, sudah 13 tahun ini perlu dievaluasi secara kualitatif. Hanya hitungan angka saja, selama ini kita selalu bicara kualitas pembelajaran. Relevansi pendidikan kita sesuai kebutuhan jaman atau tidak. Apakah pendidikan merata atau tidak?”

Jimly melihat kualitas dan integritas SDM di Indonesia perlu ditingkatkan secara merata, dengan tujuan agar nantinya pengelolaan SDA yang sangat banyak di Indonesia dapat berjalan dengan adil dan mensejahterakan.

Baca juga: Berbagi Takjil di Bulan Ramadhan, Ketua IKAFAH UKI 2000: UKI Ada Untuk Sesama





“13 tahun memenuhi Amanah UUD, saat ini sudah waktunya dievaluasi dan sifatnya mendesak. Jika kekayaan SDA di Indonesia diolah oleh kualitas SDM yang masih rendah maka kekayaan SDA bukanlah sebuah anugerah, tapi justru dapat menjadi sumber malapetaka. Kita harus mempersiapkan kualitas dan integritas SDM Indonesia supaya setara dengan kuantitas penduduk Indonesia,” tegasnya.

Terakhir Jimly mengajak UKI untuk memainkan peranan penting dalam pembangunan nasional, dengan pembentukan pribadi masing-masing sebagai modal kepemimpinan di masa depan.

“Jadilah pemimpin yang siap menjadi guru. Role modelling itulah fungsi kepemimpinan. Lulusan UKI dapat memainkan 3 peran, sebagai transformational leader, system builder, educating dan role model. Alumni UKI mari melakukan transformational system, membangun modernisasi system bernegara supaya negara tergantung pada aturan. Mari bersama-sama bergotong- royong membangun negara modern di masa depan, ditopang integritas dan kualitas SDM yang mampu mengelola SDA yang kaya dan mengelola modernitas kegiatan bernegara,” tutupnya.

Baca juga: Berbagi Takjil di Bulan Ramadhan, Ketua IKAFAH UKI 2000: UKI Ada Untuk Sesama





Perayaan Dies Natalis ke-27 Program Pascasarjana UKI ini dibuka dengan Ibadah Syukur, Upacara Nasional juga dimeriahkan oleh persembahan lagu-lagu nasional oleh Paduan Suara Mahasiswa (PSM) UKI dan Solois Christine Nadapdap. Rangkaian acara ditutup oleh serangkaian acara hiburan dan pemotongan kue ulangtahun Dies Natalis ke-27 Program Pascasarjana UKI. (Vic)

Domikado Luncurkan Lagu Tangga Nada Sebagai Sarana Edutainment Anak-anak dan Keluarga

0

IndonesiaVoice.com | Setelah memperkenalkan 5 karakter Domikado di akun sosial media Domikado yaitu Astrobek yang senang sekali ilmu pengetahuan, Cis-cis yang suka bermain di Taman Domikado, Cricket yang selalu penasaran dengan hal baru, Bea yang suka bernyanyi dan Beo yang suka menjaga kebersihan Taman Domikado, Visinema merilis sebuah klip musik video berjudul Tangga Nada yang telah ditayangkan di Official Youtube Domikado.

Domikado sendiri merupakan program serial edutainment dari Visinema untuk anak-anak dan keluarga yang dikemas dengan konsep puppets show dan variasi konten kreatif yang akan segera ditayangkan di Youtube.

Dan, dalam klip musik video lagu Tangga Nada ini dinyanyikan oleh karakter Astrobek, Cricket, Bea dan Beo yang mengajak untuk belajar tangga nada bersama – sama.

Selain ditayangkan di Youtube, lagu Tangga Nada ini juga sudah dapat didengarkan melalui platfrom musik digital yaitu Spotify, Joox, Resso, Langit Musik, Trebel, Youtube Music dan Apple Music.

Baca juga: Trailer Film Cek Toko Sebelah 2 dirilis, Penuh Intrik dan Komedi





Anggia Kharisma dan Ryan Adriandhy sebagai kreator Domikado, mengharapkan lagu Tangga Nada dapat menjadi sarana edutainment anak-anak dan keluarga yaitu belajar tangga nada bersama dengan cara yang menarik dan menyenangkan.

“Lewat rilisnya lagu Tangga Nada ini, harapan kami adalah anak-anak dan Keluarga di Indonesia bisa merasakan seperti apa experience belajar yang akan didapat dengan menonton Domikado: mudah diingat dan dengan cara yang menyenangkan,” ungkap Ryan Adriandhy.

“Kami harap Domikado dapat menjadi icon dan sahabat baru untuk anak-anak dan keluarga Indonesia dalam bermain dan belajar bersama di mana saja dan kapan saja”, tambah Anggia Kharisma.

Baca juga: Lebih Dekat dengan Laura Basuki, Si Cantik Pemeran Natalie di CEK TOKO SEBELAH 2





Subscribe Youtube Domikado, dan follow media sosial @domikado_id untuk mendapatkan informasi selengkapnya mengenai Domikado ! (VIC)

 

YPDT: Hentikan Pelanggaran HAM dan Pembodohan di Kawasan Danau Toba

0

IndonesiaVoice.com | Bertepatan Hari HAM Sedunia, Ketua Umum Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT), Maruap Siahaan menyerukan agar menghentikan pelanggaran HAM dan pembodohan di Kawasan Danau Toba (KDT).

Hal itu dikatakan oleh Maruap, dalam keterangannya, ketika menyampaikan pidatonya sebagai ketua umum, dalam pelantikan Pengurus YPDT 2021-2026 di Gedung Pertemuan Klub Persada Eksekutif, Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Sabtu (10/12/2022).

Maruap menyebut beberapa konflik antara masyarakat dengan BPODT (Badan Pelaksana Otorita Danau Toba) yang ditugaskan pemerintah untuk mengelola KDT menjadi kawasan pariwisata kelas wahid.

“Pada Agustus 2020, misalnya, sejumlah warga Desa Pardamean, Sibisa, menolak untuk membongkar bangunannya di lahan yang sekarang telah menjadi bagian dari Zona Otorita Toba. Mereka menganggap tempat itu milik mereka sejak dulu,” jelasnya.

Baca juga: Perampasan Tanah dan Kriminalisasi Warga di Kawasan Danau Toba





Konflik agraria serupa, lanjut Maruap, juga terjadi di Motung yang berbatasan Sibisa. Namun, konfrontasi yang jauh lebih keras berlangsung di Desa Sigapiton yang terletak jauh di bawah Sibisa. Warga kampung yang terletak di bibir Danau Toba ini menghadang dan menghalau alat berat yang masuk ke sana pada 12 September 2019.

“Dalam aksi unjuk rasa yang melibatkan sekitar 100 orang (kebanyakan perempuan) terjadi bentrokan. Sejumlah ibu-ibu dan nenek-nenek yang telanjang maju menghadapi aparat keamanan,” beber dia.

Akibat bentrok tersebut, menurut Maruap, kritik terhadap BPODT pun berpuncak. Banyak kalangan yang menuduh BPODT cenderung jalan sendiri, tak sudi melibatkan warga sekitar dalam perencanaan dan pewujudan konsep-konsepnya.

“BPODT jelas bermasalah. Mereka cuma berfokus di Sibisa, bukan di seluruh kawasan Danau Toba. Lagi pula, tanah yang menjadi konsesinya sekarang, sekitar 500 hektar, masih belum clear and clean,” tegas dia.

Baca juga: BPODT Apresiasi Batak Center Gelar Pra Kongres I Kebudayaan Batak Toba





Maruap mengakui meski YPDT sudah telah 27 tahun berjuang untuk menyelamatkan Danau Toba, keadaan di danau kaldera terbesar sejagat ini belum membaik. “Justru situasi bertambah parah. Hal ini terjadi lantaran para perusak alam masih saja leluasa di sana,” imbuhnya.

Maruap memaparkan beberapa perusahaan yang dianggap menjadi perusak alam KDT. Diantaranya, PT Indorayon yang telah berganti jubah menjadi PT Toba Pulp Lestari; PT Aquafarm Nusantara (milik orang Swiss) yang kini telah mengenakan nama induknya, Regal Springs, tapi ditambah dengan kata ‘Indonesia’ di bagian akhirnya (menjadi Royal Springs Indonesia); PT Suri Tani Pemuka (STP, merupakan anak usaha Japfa Comfeed Indonesia yang menernakkan ikan di Danau Toba; PT Allegrindo Nusantara (perusahaan ternak babi Desa urung Pane, Kecamatan Purba, Simalungun); dan yang lain masih saja berkegiatan seperti sediakala.

“Seakan untouchable (tak tersentuh), mereka. Serupa halnya dengan para pelaku illegal logging yang beroperasi di banyak tempat di Sumatera Utara,” ujarnya.

Keadaan lebih parah lagi, kata Maruap, karena perusahaan tambang Dairi Prima Mineral beroperasi di Sopokomil, yang tak jauh dari Sidikalang. Food estate telah dibangun pula di kabupaten ini dan di Humbang Hasundutan. Semuanya pastilah berdampak ke kelestarian alam kawasan Danau Toba.

Baca juga: Puncak Acara Bulan Kebudayaan Batak Toba dan Pra Kongres I Kebudayaan Batak Toba, digelar Pagelaran Musik dan Fashion Show 





“Demikian juga kegiatan PT Inalum. Korporasi ini yang sangat mengandalkan air Danau toba yang sedang mengalir menuju samudera. Perusahaan plat merah ini masih beroperasi seperti biasa kendati permukaan air Danau Toba telah menyusut sampai 3 meter. Harus diingat bahwa air ini adalah bagian dari hak azasi, hak ekonomi, dan kehidupan penduduk setempat,” urai dia.

Maruap mengutarakan, sebuah ironi besar manakala presiden, para menteri (termasuk Menko), dan pejabat tinggi negara lainnya kerap bolak-balik berkunjung ke sana. Pembangunan infrastruktur mulai dari jalan tol, jalan raya, jembatan, bandara, pelabuhan, dan yang lain pun dilangsungkan atas nama kemajuan turisme. Pun, yang lebih hebat lagi, Danau Toba telah dinyatakan sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas (DPSP).

“Kunjungan pembesar negara yang intens serta pembangunan infrastruktur, ditambah dengan pembentukan opini yang berlangsung sistematis dan efektif (lewat rekayasa informasi) telah menggiring khalayak luas ke sebuah titik kesimpulan yaitu, pemerintah sekarang memang sungguh-sungguh hendak mem-Bali-kan Danau Toba di lapangan pariwisata,” tuturnya.

Menurut Maruap, muncul pula pendapat KDT telah diuntungkan oleh perusahaan-perusahaan perusak alam, selain oleh infrastruktur yang baru dihadirkan oleh negara.

Baca juga: Refleksi BATAK CENTER Mengenai Hari Sumpah Pemuda 2022





“Yang pertama ini tentu saja mitos belaka. Kami pernah menghitung bahwa kontribusi PT Aquafarm ke Republik Indonesia cuma sekitar 3% saja dari biaya kerusakan alam yang ditimbulkannya,” jelasnya.

Lanjut Maruap, Indorayon alias Toba Pulp Lestari pun setali tiga uang. Mereka pernah menyatakan rugi. Akibatnya, tak perlu membayar pajak ke negara.

“Sebuah akal- akalan yang luar biasa, bukan? Pembodohan dan pelanggaran HAM di sekitaran kawasan Danau Toba sudah berlangsung puluhan tahun. Atas nama akal sehat dan kemanusiaan, semua itu harus segera kita akhiri. Saya kira, itulah agenda kerja terpenting bagi pengurus YPDT periode 2021-2026 yang dilantik hari ini,” tandasnya.

(Vic)

Kuliah Umum Pascasarjana UKI: Arsitektur Perkotaan Yang Berkelanjutan

0

IndonesiaVoice.com | Dalam rangka Dies Natalis ke-6, Program Studi Magister Arsitektur Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia (UKI) menyelenggarakan Kuliah Umum “Menuju Arsitektur Perkotaan yang Berkelanjutan” yang dilaksanakan secara hybrid di Aula Pascasarjana UKI, Jakarta, Sabtu (10/12/2022).

Hadir sebagai pembicara adalah Prof. Dr.-Ing. Ir. Uras Siahaan, lic. rer.reg., Prof. Dr. Ir. James E.D. Rilatupa, M.Si, Prof. Dr.-Ing. Ir. Sri Pare Eni, lic. rer. reg, Prof. Dr. Ir. Charles O.P. Marpaung, M.S., Dr. Ramos P. Pasaribu, S.T., M.T, Dr. Yophie Septiady, S.T., M.Si. Berbicara sebagai Keynote Speech adalah Prof. (R) Dr. Ir. Arief Sabaruddin, CES, sebagai Peneliti Utama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (Kementerian PUPR).

“Arsitektur esensinya bukanlah membangun gedung, tetapi membangun manusia, sosial manusia dan ekonomi manusia. Menjadi pertanyaan selanjutnya adalah mampukah gedung mengubah perilaku manusia? karena tujuannya utamanya adalah perubahan perilaku manusia melalui arsitektur. Prinsipnya, arsitektur harusnya bisa mengubah perilaku. Kegagalan sustainable development, itu bukanlah gagal dalam rancang bangunnya, tapi gagal mengubah perilaku manusianya,” kata Arief Sabaruddin dalam pembukaan kuliah umum tersebut.

 

Baca juga: Komisi Informasi DKI Goes To Campus UKI Gelar Seminar Pentingnya Transparansi Informasi Publik





Arief juga menggarisbawahi, arsitektur perumahan berkelanjutan memiliki makna yang jauh dari sekedar arsitektur hijau yang dikenal selama ini.

“Arsitektur berkelanjutan tidak sebatas perbaikan dan peningkatan kualitas lingkungan melalui desain dan rancang bangunan bangunan gedung, akan tetapi arsitektur berkelanjutan adalah juga masuk pada perubahan habit, perubahan perilaku dari pengguna bangunan secara struktural,” jelasnya.

“Perubahan budaya dibentuk oleh desain bangunan, dengan kata lain desain bangunan mampu mengubah perilaku penggunanya,” imbuh dia.

Sementara Ketua Prodi (Kaprodi) Magister Arsitektur UKI, Dr. Ramos P Pasaribu ST., MT yang membawakan materi “Penerapan Nilai-nilai Kearifan Lokal Nusantara dalam Arsitektur untuk Mengatasi Kekacauan Dunia akibat Perubahan Iklim”, menyodorkan gagasan nilai-nilai kearifan lokal nusantara sebagai warisan asli bangsa dapat menjadi solusi atas setiap kekacauan dunia yang diakibatkan perubahan iklim.

Baca juga: UKI Berhasil Raih Akreditasi Unggul dari BAN PT




“Kebutuhan hidup manusia untuk bertahan hidup sangat dipengaruhi oleh keseimbangan dari bumi untuk dapat memberikan kebutuhan manusia itu. Untuk itulah kita perlu mencari nilai nilai dasar perilaku manusia dan diterapkan agar terbentuk kesadaran manusia dalam memelihara serta memanfaatkan alam saat terjadinya kekacauan bumi dapat muncul,” ujarnya.

Ramos juga memaparkan suatu fakta, dalam mewujudkan kemampuan bumi untuk menyediakan kecukupan kebutuhan manusia untuk bertahan hidup sangat tidak mudah. Selain itu kekacauan bumi akibat perubahan iklim semakin mengancam keberlangsungan kehidupan manusia, seperti kekurangan air minum, laut sekarat, dan udara yang tak layak dihirup.

“Hubungan antar perilaku manusia dan alam lingkungannya haruslah harmonis. Kekacauan bumi akibat perubahan iklim, perlu dicarikan penyebab utama dan intervensi dari manusia untuk menggali dan mencari nilai-nilai sehingga mendapatkan kesadaran yang baru,” bebernya.

Baca juga: Berbagi Takjil di Bulan Ramadhan, Ketua IKAFAH UKI 2000: UKI Ada Untuk Sesama





Beberapa tindakan individu untuk membatasi perubahan iklim, dinilai Ramos sangat wajib dilakukan sebagai bentuk kesadaran diri dan dimulai dari diri sendiri.

Beberapa tindakan ini adalah hemat energi di rumah, jalan kaki, bersepeda atau naik transportasi umum, perbanyak makan sayur, pertimbangkan perjalanan anda, buang lebih sedikit makanan, mengurangi dan menggunakan kembali, juga perbaiki dan daur ulang, lalu dengan mengubah sumber energi rumah, beralih ke kendaraan listrik, hingga pilih produk yang ramah lingkungan.

Menutup materinya, Ramos mengatakan kekacauan dunia akibat perubahan iklim merupakan wujud dari proses dehumanisasi.

Baca juga: Menhan Prabowo Beri Kuliah Umum di UKI Toraja





“Ini wajib untuk dimaknai dengan serius oleh manusia. Kearifan lokal nusantara sebagai wujud intervensi manusia melalui nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat yang terbentuk secara turun temurun ratusan tahun lamanya untuk kontrol terhadap alam dan lingkungan, diharapkan dapat mengurangi proses dehumanisasi itu. Kearifan lokal sebagai warisan pendahulu kita, terbukti dapat menjaga keseimbangan alam dan melestarikan lingkungan,” tandasnya.(*)

(VIC)

 

Sering Disebut Power Couple Berikut Daftar Karya Bersama Meira Anastasia dan Ernest Prakasa!

0

IndonesiaVoice.com | Tidak sedikit pasangan suami istri yang sama-sama aktif berada di industri film Tanah Air. Baik itu yang berasal dari orang-orang di belakang layar alias filmmaker maupun mereka yang ada di depan layar.

Dari banyaknya pasangan itu, beberapa nama seringkali disebut-sebut sebagai power couple-nya industri film Indonesia.

Sebut saja pasangan filmmaker Ifa Isfansyah dan Kamila Andini. Selain itu ada nama pasangan Vino G. Bastian dan Marsha Timothy, hingga Hanung Bramantyo dan Zaskia A. Mecca.

Baca juga: Trailer Film Cek Toko Sebelah 2 dirilis, Penuh Intrik dan Komedi





Selain itu, ada satu lagi pasangan yang tidak kalah heboh kalau menyoal power mereka seputar film. Mereka adalah Ernest Prakasa dan Meira Anastasia.

Sering disebut sebagai power couple-nya industri film Indonesia, mereka punya segudang pencapaian bersama, loh. Yuk intip daftarnya berikut ini:

● Susah Sinyal

Ernest dan Meira berduet menulis cerita Susah Sinyal, sementara Ernest juga menjadi sutradara untuk film ini. Dirilis pada 2017 lalu, film ini sukses menembus angka 2 juta penonton hanya dalam waktu tiga pekan penayangan.

Baca juga: Laura Basuki Merasa Bersalah dengan Istri Ernest Prakasa di Film CEK TOKO SEBELAH 2, Ada Apa?





● Milly & Mamet: Ini Bukan Rangga & Cinta

Setahun setelah Susah Sinyal, Milly & Mamet: Ini Bukan Rangga & Cinta rilis. Di sini, Ernest juga menjadi sutradara dan kembali berduet dengan sang istri sebagai penulis.

Film ini adalah pengembangan dua karakter yang ada di film Ada Apa Dengan Cinta? Meski film itu sebelumnya bukan hasil garapan Ernest, nyatanya film Milly & Mamet: Ini Bukan Rangga & Cinta rilis juga bisa dibilang sukses diterima penonton.

● Imperfect: Karier, Cinta dan Timbangan

Lagi-lagi, Ernest dan Meira bekerja sama di film ini. Kali ini hasilnya pun bisa disebut memuaskan. Berkat karya ini, mereka berhasil menyabet penghargaan Penulis Skenario Adaptasi Terbaik di Festival Film Indonesia 2020. Mereka juga mendapat beberapa penghargaan lainnya lewat film ini.

Baca juga: Before, Now & Then (NANA) Raih Piala Citra Sebagai Cerita Panjang Terbaik, Kemenangan Film Perempuan





● Cek Toko Sebelah

Film ini dirilis pada 2016 lalu, disutradarai dan ditulis oleh Ernest Prakasa. Di sini, Ernest menulis cerita bersama Jenny Jusuf. Semenatar itu, Meira sudah ikut membantu penulisan, namun belum sebanyak di film-film lain.

Meski begitu, tetap saja kekuatan keduanya bisa dirasakan, karena film ini banyak disukai, dan berhasil memenangkan banyak penghargaan, termasuk penghargaan dari Indonesian Box Office Movie Awards, Indonesian Movie Actors Awards, Festival Film Bandung, dan Festival Film Indonesia 2017.

● Cek Toko Sebelah 2

Kini, karya terbaru dari pasangan Ernest dan Meira akan segera hadir. Setelah enam tahun dari penayangan film Cek Toko Sebelah, kini sekuelnya, yaitu Cek Toko Sebelah 2 akan segera tayang.



Baca juga: Ini 27 Pemenang Festival Film Indonesia 2022

Disutradarai dan ditulis oleh Ernest dan Meira, film ini masih akan bercerita tentang keluarga Koh Afuk dengan kedua anaknya, Erwin dan Yohan. Namun kali ini dengan masalah baru.

Erwin yang hendak melamar Natalie namun terbentur restu, dan Koh Afuk yang menuntut Yohan dan Ayu untuk segera punya momongan.

Film ini diperankan oleh Ernest Prakasa, Chew Kin Wah, Dion Wiyoko, Adinia Wirasti, Laura Basuki, Widuri Putri, Maya Hasan, Adjis Doa Ibu, Awwe, Yusril Fahriza, dan Hernawan Yoga.

Baca juga: Tiga Menteri Hadiri Malam Anugerah Piala Citra Festival Film Indonesia 2022





Apakah karya keduanya kali ini akan kembali menjadi karya yang diterima penonton dan berhasil menyabet penghargaan? Sama-sama tunggu ya, penayangan perdana film Cek Toko Sebelah 2 mulai 22 Desember 2022 di seluruh bioskop di Indonesia. (VIC)

 

GALARUWA: Proses Hukum Pencopot Logo ‘Aksi Kasih Gereja Reformed Injili Indonesia’ di Tenda Pengungsian Korban Gempa Cianjur

0

IndonesiaVoice.com | Ketua Umum Perkumpulan Jaga Pancasila Zamrud Khatulistiwa (Galaruwa) Ir Santiamer S Halolo meminta pemerintah, dalam hal ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan kepolisian, untuk memproses hukum para pelaku pencopotan Logo “Aksi Kasih Gereja Reformed Injili Indonesia” di tenda-tenda pengungsian korban gempa di Cianjur, seperti dalam video yang beredar di media sosial, Sabtu (26/11/2022).

Dalam video tersebut, sejumlah orang mengenakan jaket bertuliskan Ormas Gerakan Reformis Islam (Garis) mencopot logo “Aksi Kasih Gereja Reformed Injili Indonesia”.

“BNPB tidak boleh melakukan pembiaran. Pelakunya harus diproses hukum. Sebab mereka jelas-jelas telah menghalangi tugas kemanusiaan. Sesungguhnya mereka itulah musuh bangsa. Masa orang mau bantu kok dilarang hanya lantaran ada pasang, istilahnya, merek. BNPB juga mestinya melindungi mereka yang turut membantu kemanusiaan. Jangan diam saja,” jelas Santiamer Haloho ketika diwawancarai usai acara Kopdar (Kopi Darat) I Galaruwa di Fave Hotel, Depok, Sabtu (26/11/2022).

Baca juga: Kebersamaan GALARUWA Satukan Visi dan Misi dalam KopDar I





“Pun, saya yakin Aksi Kasih Gereja Reformed Injili Indonesia di sana dalam rangka kemanusiaan, bukan untuk berkotbah atau Kristenisasi. Berbuat baik kok dilarang. Siapapun dibalik para pelaku itu juga mesti ditangkap. Hukum harus ditegakkan. Dan pemerintah harusnya hadir dong,” imbuhnya.

(Vic)