Beranda blog Halaman 32

Saksi Tak Miliki Bukti Pertemuan dengan Terdakwa Marthen Napang, JPU Paparkan Fakta Manifest Penerbangan

0

IndonesiaVoice.com – Sidang lanjutan kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan pemalsuan salinan putusan Mahkamah Agung (MA) dengan terdakwa Prof Dr Marthen Napang kembali memanas di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (12/11/2024).

Pengacara terdakwa Marthen Napang menghadirkan tiga saksi yang dianggap meringankan, salah satunya Lisa Merry, yang menyatakan bahwa ia bertemu dengan terdakwa di Makassar pada tanggal-tanggal penting dalam kasus ini.

Namun, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Suwarti, SH, MH, berhasil mengajukan bukti manifest penerbangan yang menimbulkan keraguan atas kesaksian tersebut.

Lisa Merry, Saksi Kunci yang Membingungkan

Lisa Merry, mahasiswa doktoral Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) pada Juni 2017, menyatakan bahwa ia bertemu dengan Prof Marthen Napang pada 12 Juni 2017 di rumah terdakwa di Makassar.

Lisa menambahkan, pertemuan tersebut terkait disertasinya. Pernyataan ini bertujuan untuk mendukung alibi terdakwa yang menyatakan tidak berada di Jakarta pada tanggal 12 Juni 2017.

Namun, JPU Suwarti, mematahkan alibi ini dengan mengajukan data manifest penerbangan dari PT Lion Group yang menunjukkan bahwa Marthen Napang baru terbang dari Jakarta ke Makassar pada 13 Juni 2017, sehari setelah tanggal yang disebutkan oleh Lisa Merry.

Bukti Manifest Penerbangan dan Kesaksian yang Berbenturan

Bukti manifest yang diajukan JPU memperlihatkan keberangkatan terdakwa pada 13 Juni 2017, yang bertolak dari Jakarta ke Makassar.

Bukti ini bertentangan dengan kesaksian Lisa dan justru memperkuat pernyataan saksi pelapor, John Palinggi. Dalam sidang sebelumnya, John Palinggi mengungkap bahwa pada 12 dan 13 Juni 2017, Marthen Napang mendatangi kantornya di Graha Mandiri, Jakarta.

Lisa, ketika ditanya oleh JPU mengenai bukti konkret yang menguatkan kesaksiannya, mengaku tidak memiliki bukti dokumentasi atau saksi pendukung lain untuk menguatkan pertemuan tersebut.

“Saya tidak punya bukti, tetapi saya yakin bertemu dengan Prof. Marthen Napang pada tanggal itu,” ujar Lisa.

Pernyataannya ini semakin dipertanyakan oleh JPU yang menekankan bahwa tidak ada catatan perjalanan Marthen Napang di Makassar pada tanggal yang disebutkan.

Ketidakpastian Kesaksian Makin Disorot

Melalui tanya-jawab yang intens, JPU terus mendorong Lisa untuk memberikan kejelasan. Saat ditanya mengenai jadwal keberangkatan Marthen Napang dari Jakarta pada 6 Juni dan kembali pada 13 Juni 2017, Lisa mengaku tidak mengetahui. Meski demikian, Lisa tetap bersikeras bahwa pertemuannya terjadi pada 12 Juni di Makassar.

Ketika JPU mengkonfrontasikan dengan bukti yang menunjukkan keberangkatan Marthen pada 13 Juni, Lisa mulai terlihat ragu.

“Saya hanya ingat saya bolak-balik ke rumah Prof Marthen pada waktu itu,” ujar Lisa.

Namun, pernyataan yang menyebut “antara tanggal itu” ini semakin menimbulkan keraguan, karena kesaksian yang tidak konsisten dapat berpotensi melemahkan pembelaan terdakwa.

Majelis Hakim Menengahi Ketegangan

Ketegangan sempat meningkat ketika JPU menegur pengacara terdakwa karena terlihat membisikkan sesuatu kepada Lisa Merry. Ketika itu JPU sedang menerangkan bukti manifest penerbangan kepada Lisa Merry di depan Meja Majelis Hakim.

Sempat terjadi perdebatan antara JPU dengan Pengacara Terdakwa, Majelis Hakim Ketua, Buyung Dwikora, pun menengahi perdebatan tersebut.

Hakim Buyung menegaskan pentingnya bukti manifest sebagai referensi yang lebih konkret. Ia meminta Lisa Merry memastikan pernyataannya mengenai tanggal pertemuan tersebut.

“Apakah Ibu Lisa Merry masih yakin dengan keterangannya pada tanggal 12 Juni 2017, atau apakah ingin diubah mengingat bukti manifest menunjukkan bahwa terdakwa baru terbang dari Jakarta ke Makassar pada 13 Juni 2017?” tanya Hakim Buyung.

Lisa hanya mampu menjawab dengan ragu, “Antara tanggal itu, Yang Mulia,” tanpa memberikan kepastian tanggal yang konkret.

Jawaban yang ragu-ragu ini, dapat memperlemah alibi terdakwa Marthen Napang dan semakin mendukung bukti JPU mengenai keberadaan Marthen Napang di Jakarta pada tanggal yang dinyatakan oleh saksi pelapor John Palinggi. Sidang lanjutan dijadwalkan pekan depan.(*)

Berita Terkait:

Ahli IT dan Forensik Ungkap Fakta Email Bukti di Sidang Terdakwa Marthen Napang

Saksi Maskapai dan Bank Ungkap Bukti Kuat Kasus Dugaan Penipuan dan Pemalsuan Prof Marthen Napang

Kesaksian Elsa Novita Bongkar Modus Pemalsuan dalam Sidang Terdakwa Marthen Napang

Sidang Kasus Penipuan dan Pemalsuan yang Jerat Prof Marthen Napang, Hadirkan Saksi Rusdini Ungkap Fakta Uang Rp 950 Juta

Saksi Pelapor Ungkap Fakta Baru dalam Sidang Kasus Penipuan Terdakwa Prof Dr Marthen Napang

Sidang Memanas, Saksi Pelapor Ungkap Detail Dugaan Penipuan oleh Terdakwa Prof Marthen Napang Terkait Kasus Penipuan dan Pemalsuan Salinan Putusan MA

Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Prof Marthen Napang Dalam Kasus Dugaan Pemalsuan Salinan Putusan MA

Atasi Resiko Bunuh Diri Dengan Pendengar yang Baik

0

IndonesiaVoice.com – Makin meningkatnya jumlah angka kasus bunuh diri di Indonesia, memotivasi pria bernama lengkap Benny Prawira, M.Psi, M.Sc untuk membentuk sebuah komunitas bernama Into The Light Indonesia.

Mulanya, Benny bercerita pada tahun 2012 dirinya mendampingi yang memiliki kecenderungan pemikiran ingin melakukan bunuh diri.

Ketika itu belum ada literatur atau informasi dalam Bahasa Indonesia tentang bagaimana cara konseling bagi orang yang berkehendak ingin melakukan bunuh diri. Namun sebaliknya yang ada yang literatur atau karya ilmiah yang masih berbahasa Inggris.

“Akhirnya, bersama teman-teman kita membuat seminar di tahun 2013. Setelah melakukan pengumuman di media sosial, banyak yang tertarik. Dari situlah kami mendirikan komunitas bernama Into The light Indonesia,” jelas pria berkacamata ini.




Sebenarnya bagaimana kondisi kesehatan mental di Indonesia, Head of Human Resource dari Into The Light, Fadhil Farendy, S.Psi; C.ME, mengatakan dari artikel Kementerian Kesehatan pada tahun 2021, diperoleh data di tahun 2016 angka kasus bunuh diri di Indonesia sebanyak 1800 orang. Parahnya, 47,7 % pelaku korban bunuh diri adalah usia 10-39 tahun.

Masih dalam artikel tersebut, data tahun 2018 menunjukkan lebih dari 19 juta penduduk Indonesia berusia di atas 15 tahun mengalami gangguan mental emosional. Dan lebih dari 12 juta penduduk Indonesia berusia di atas 15 tahun mengalami depresi.

Ditambahkan Fadhil Farendy, beberapa faktor yang mempengaruhi orang mengalami depresi adalah kondisi ekonomi dan Pendidikan. Semakin rendahnya kondisi ekonomi seseorang (kondisi menganggur dan sulit mendapatkan pekerjaan – red), makin tinggi resiko munculnya gejala depresi.

Sementara masalah di Pendidikan tidak mencapai harapan atas nilai nilai pelajaran di sekolah. Bahkan kini, faktor resiko pada remaja seperti bullying, kualitas hubungan dengan orang tua dan jenis kelamin menjadi faktor yang perlu diwaspadai. Dimana remaja perempuan memiliki resiko lebih tinggi gejala depresi.




Fadhil juga memberikan tips, bagaimana tindakan preventif untuk mencegah orang terdekat dilingkungan yang ingin melakukan tindakan bunuh diri. Tips pertama adalah proses komunikasi yang baik. Bersabar dan tenangkan diri terlebih dahulu saat berbicara dengan kerabat yang memiliki resiko ingin bunuh diri.

Tips berikutnya, menjadi pendengar yang baik. Kalau pun ingin merespon tidak dengan pernyataan yang menghakimi. Dan tips terakhir tunjukan empati dengan kata “Saya memahami dengan dengan apa yang ada rasakan.

Selain itu ada beberapa hal yang harus dihindari ketika berhadapan dengan orang yang memiliki resiko untuk melakukan bunuh diri , seperti perdebatan pikiran bunuh diri atau tindakan bunuh diri itu salah atau benar.

Hindari rasa ketidaktertarikan atau sikap negatif dalam bentuk bahasa tubuh ketika bertemu fisik. Dan tidak memberikan harapan palsu atau janji yang tidak realitas. Terakhir tidak menyalahkan kerabat anda karena ingin mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. (DSI)

Pramono Anung Janji Kembali ke PGIW Jika Terpilih sebagai Gubernur Jakarta

0

IndonesiaVoice.com – Calon Gubernur Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung, melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Persatuan Gereja Indonesia Wilayah (PGIW) Jakarta di Pusat Oikumene, Jakarta, Senin (4/11/2024).

Pertemuan yang dihadiri 100-an para pendeta dari gereja-gereja lintas denominasi yang anggotanya terdiri 74 Sinode gereja dan 500-an gereja lokal yang bergabung di PGIW DKI Jakarta.

Kunjungan ini menjadi ajang bagi Pramono untuk berdialog langsung dengan tokoh gereja dan menyampaikan komitmennya dalam mewujudkan Jakarta yang inklusif bagi semua kelompok masyarakat.

Pramono, yang datang mengenakan kemeja kotak-kotak biru dan jaket abu-abu bertuliskan “Tiga Menyala” di bagian belakang, disambut langsung oleh Ketua Umum PGIW DKI Jakarta, Pdt Arlyanus Larosa, MTh, dan sejumlah tokoh gereja.

Turut hadir dalam pertemuan itu anggota DPR Fraksi PDIP Putra Nababan dan anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP Johny Simanjuntak. Pertemuan berlangsung sekitar satu jam dan diadakan tertutup dari awak media.




Komitmen Pramono untuk Inklusivitas dan Keadilan

Dalam kesempatan tersebut, Pramono menyampaikan visi-misinya untuk membangun Jakarta sebagai kota yang inklusif, adil, dan damai.

Menurut Pdt Arlyanus Larosa, pertemuan ini menjadi kesempatan bagi PGIW untuk memahami visi-misi Pramono dan bagaimana kebijakan yang direncanakannya sejalan dengan nilai-nilai keadilan dan perdamaian yang diusung oleh gereja.

“Mas Pram menyampaikan visi-misi yang sangat relevan bagi kami, termasuk komitmennya terhadap keadilan, perdamaian, dan menjaga keutuhan ciptaan. Ini selaras dengan nilai-nilai gereja kami,” ujar Arlyanus.

“Juga Mas Pram berjanji akan mengurangi disparitas antara kelompok kaya dengan kelompok miskin sehingga jarak antara si kaya dan miskin itu tidak semakin melebar,” tambahnya.

Ia mengungkapkan dirinya terkesan dengan pernyataan Pramono yang berjanji akan kembali berkunjung ke tempat yang sama jika terpilih sebagai Gubernur Jakarta.

“Ini penting bagi kami, karena kami ingin hubungan yang berkelanjutan antara pemimpin pemerintah dengan pemuka agama, bukan hanya saat kampanye,” tambah Arlyanus.




Doa dan Dukungan dari Jemaat PGIW

Selain berdiskusi tentang program dan visi, Pramono juga menerima doa dari para tokoh PGIW yang berharap agar proses pilkada dapat berjalan lancar dan damai.

Pramono mengaku sangat bersyukur atas dukungan spiritual yang diterimanya dan menegaskan tekadnya untuk menjadi pemimpin yang merangkul semua kalangan, tanpa memandang agama, kelompok, atau status sosial.

“Saya sangat berterima kasih telah diterima dengan hangat oleh para pendeta di PGIW Jakarta. Kami berdiskusi panjang dan saya mendapatkan doa-doa yang sangat berarti bagi saya pribadi. Saya tegaskan, jika terpilih, saya akan menjadi gubernur untuk semua agama, semua kelompok, semua tingkatan, dan semua status sosial,” kata Pramono.

Ia menambahkan bahwa seorang pemimpin harus bisa menjadi penyambung harmoni di tengah keberagaman masyarakat, yang merupakan kekuatan utama Jakarta.




Membangun Hubungan Pemerintah dan Pemuka Agama

Kunjungan Pramono ke PGIW ini menjadi langkah penting dalam membangun komunikasi antara pemerintah dan pemuka agama.

Sebagai salah satu kandidat yang diharapkan mampu membawa perubahan bagi Jakarta, Pramono berjanji untuk menciptakan ruang dialog terbuka dan menjalin relasi yang harmonis dengan berbagai golongan.

Melalui pertemuan ini, Pramono menunjukkan komitmennya untuk terus berinteraksi dengan komunitas agama jika terpilih sebagai gubernur.

Baginya, relasi antara pemimpin pemerintahan dan tokoh agama merupakan landasan penting bagi terciptanya suasana kondusif dan harmonis di Jakarta.




Dengan pendekatan yang inklusif ini, Pramono berharap Jakarta dapat berkembang menjadi kota yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat dalam persatuan sosial.

Kunjungan ke PGIW ini menjadi bukti nyata bahwa Pramono berkomitmen untuk hadir sebagai pemimpin bagi semua golongan dan kelompok, serta memastikan kebijakan yang ia terapkan akan mencerminkan nilai-nilai keadilan dan kesetaraan.

Dengan dukungan yang ia terima dan komitmen yang ia nyatakan, Pramono optimis bahwa dirinya dapat membawa perubahan positif bagi Jakarta, menjadikan kota ini sebagai rumah yang nyaman dan damai bagi semua warganya.

PERSEPI Tegaskan Aturan Main, Poltracking Terbukti Langgar SOP Survei Terkait Pilkada DKI Jakarta

0

IndonesiaVoice.com – Dewan Etik Perkumpulan Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI) telah merampungkan penyelidikan terkait prosedur pelaksanaan survei oleh dua lembaga anggota PERSEPI, yakni Lembaga Survei Indonesia dan Poltracking Indonesia, serta membuat keputusan yang dirilis, Senin (4/11/2024).

Kedua lembaga ini sebelumnya merilis hasil survei elektabilitas pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, namun dengan hasil yang berbeda secara signifikan, meski data dikumpulkan pada periode waktu yang hampir bersamaan.

Penyelidikan ini bertujuan untuk memahami penyebab perbedaan hasil survei serta mengidentifikasi adanya potensi kesalahan atau pelanggaran dalam pelaksanaan dan publikasi survei.

Penyelidikan ini juga menanggapi perhatian publik dan media massa yang mempertanyakan integritas hasil survei tersebut, demi menjaga kepercayaan publik pada lembaga survei dan memastikan standar operasional dan etika survei opini publik tetap terjaga.




Proses Pemeriksaan dan Temuan Dewan Etik

Dewan Etik memeriksa kedua lembaga menggunakan standar evaluasi yang sama. Pemeriksaan terhadap Lembaga Survei Indonesia berlangsung pada 28 Oktober 2024, diikuti oleh Poltracking Indonesia pada 29 Oktober 2024.

Poltracking kemudian diminta memberikan keterangan tambahan secara tertulis pada 31 Oktober 2024 dan keterangan lanjutan pada 2 November 2024, karena data awal dinilai belum memadai.

Berikut kesimpulan dan keputusan Dewan Etik PERSEPI atas hasil pemeriksaan:

Kepatuhan Lembaga Survei Indonesia terhadap SOP

Lembaga Survei Indonesia dinilai telah memenuhi Standar Operasional Pelaksanaan (SOP) survei opini publik. Metode survei dan pelaksanaannya dapat dianalisis dengan baik sesuai dengan kaidah ilmiah yang valid dan reliabel.




Ketidakpastian Data Poltracking Indonesia

Dewan Etik menemukan kendala dalam menilai survei Poltracking Indonesia yang dilaksanakan pada 10-16 Oktober 2024. Poltracking Indonesia menyerahkan dua set data berbeda, yang membuat proses verifikasi dan analisis menjadi sulit.

Data Awal Tidak Memadai dan Alasan Penghapusan Data

Pada pemeriksaan awal, Poltracking Indonesia tidak dapat menyerahkan data asli survei sebanyak 2.000 sampel seperti yang dilaporkan ke publik. Lembaga tersebut mengklaim bahwa data asli telah dihapus dari server karena keterbatasan penyimpanan.

Ketidakcocokan Jumlah Sampel Valid

Dewan Etik juga menemukan ketidakcocokan antara jumlah sampel valid yang diperiksa (1.652 sampel) dan jumlah sampel yang diumumkan ke publik (2.000 sampel). Kurangnya penjelasan dari pihak Poltracking Indonesia membuat Dewan Etik tidak dapat memastikan keakuratan data yang telah disampaikan.




Sanksi terhadap Poltracking Indonesia

Berdasarkan temuan di atas, Dewan Etik memutuskan bahwa Poltracking Indonesia dilarang mempublikasikan hasil survei di masa mendatang tanpa persetujuan dan pemeriksaan data dari Dewan Etik PERSEPI, kecuali jika Poltracking Indonesia tidak lagi menjadi anggota PERSEPI.

Keputusan ini diharapkan dapat menjaga kredibilitas dan integritas survei opini publik di Indonesia, serta memberikan kepercayaan kepada masyarakat terhadap hasil-hasil survei yang dirilis.

Keputusan Dewan Etik PERSEPI ini ditandatangani oleh Ketua Dewan Etik, Prof. Asep Saefuddin, Ph.D., bersama anggota Prof. Dr. Hamdi Muluk dan Prof. Saiful Mujani, Ph.D., sebagai langkah tegas dalam menjamin akurasi dan transparansi proses survei opini publik.

Batavia Menyala Lesehan Makan Bersama Warga, Simbol Harapan Jakarta yang Lebih Sejahtera

0

IndonesiaVoice.com – Batavia Menyala, kelompok relawan yang mendukung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2024-2029, Pramono Anung dan Rano Karno (Mas Pram dan Bang Doel), kembali menggelar kegiatan istimewa.

Sabtu (2/11/2024), acara lesehan makan bersama diselenggarakan di Kelapa Gading, Jakarta Utara, dengan dihadiri sekitar 500 warga.

Acara ini menjadi ajang untuk membangun kebersamaan dan mengusung semangat gotong royong, seraya memperkenalkan program-program paslon nomor 3.

Wadah Kebersamaan dan Aspirasi

Ketua Batavia Menyala, Sanny, menjelaskan kegiatan ini bertujuan lebih dari sekadar kampanye politik; ini adalah bentuk nyata dari perhatian dan kedekatan relawan dengan masyarakat.

“Melalui lesehan makan bersama, kami ingin menunjukkan bahwa Batavia Menyala mewakili suara warga. Kami memahami berbagai permasalahan seperti ekonomi keluarga, pengangguran, dan kemiskinan yang masih menjadi tantangan besar. Mas Pram dan Bang Doel berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini melalui program-program pengentasan yang fokus pada kesejahteraan rakyat,” ujar Sanny.

Program-program unggulan paslon nomor 3 yang disosialisasikan meliputi sentralisasi informasi lowongan kerja, jaminan kepastian tempat tinggal, peningkatan insentif bagi RT/RW, dan peningkatan akses layanan publik untuk disabilitas serta lansia.

Selain itu, setiap kelurahan akan memiliki Balai Rakyat sebagai pusat kegiatan komunitas, dan JIS (Jakarta International Stadium) direncanakan menjadi markas Persija untuk memperkuat identitas kota. Program lainnya adalah penguatan sentra kebudayaan Betawi sebagai warisan budaya yang harus dijaga.

Seruan untuk Gotong Royong

Rudi Sihombing, Ketua Dewan Penasihat Batavia Menyala, mengajak semua warga Jakarta untuk bergotong royong dalam mendukung paslon nomor 3.

“Kita harus menyatukan kekuatan, mengetuk pintu-pintu rumah, dan mengajak warga untuk memilih dan mencoblos nomor 3 pada Pilgub 27 November 2024. Ini bukan hanya kemenangan bagi Mas Pram dan Bang Doel, tapi kemenangan seluruh warga Jakarta untuk masa depan yang lebih sejahtera,” tegas Rudi.

Dukungan Tokoh

Juru bicara pasangan Mas Pram dan Bang Doel, Chico Hakim, menyoroti pengalaman pribadi kedua calon yang memahami seluk-beluk kehidupan warga Jakarta.

“Mas Pram sudah tinggal di Jakarta sejak 1985, sedangkan Bang Doel, lahir dan besar di Kemayoran, adalah sosok yang telah mempopulerkan budaya Betawi melalui karya-karyanya. Inilah yang membuat mereka layak memimpin dan membawa Jakarta ke arah yang lebih baik,” kata Chico.

H. Sabri Saiman, tokoh masyarakat Jakarta Utara yang sudah tinggal di wilayah itu selama 52 tahun, turut menyampaikan seruannya.

“Jakarta Utara adalah rumah kita. Kita harus menjaga dan mempertahankannya. Lesehan ini simbol bahwa pemimpin harus melihat ke bawah, memperhatikan rakyat kecil. Pilihan kita pada 27 November hanya satu: Mas Pram dan Bang Doel,” ujar Sabri penuh semangat.

Penyemangat dari Once Mekel

Suasana kebersamaan semakin hidup ketika Once Mekel, anggota DPR RI sekaligus tim sukses Pramono Anung-Rano Karno, tampil menyanyikan lagu yang memotivasi para relawan.

Musik dan interaksi hangat membuat acara ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga momen perayaan dan optimisme menuju pemilu.

Program Batavia Menyala ini menunjukkan betapa pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses demokrasi dan betapa besarnya harapan akan Jakarta yang lebih sejahtera di bawah kepemimpinan yang memahami warganya.

Melalui kegiatan ini, semangat gotong royong dan kebersamaan kembali ditegaskan, menumbuhkan harapan bahwa Jakarta dapat menjadi kota yang lebih cerah, adil, dan inklusif.

Relawan Batavia Menyala dan Anggota DPR Darmadi Durianto Dampingi Mas Pram Sapa Warga di Rorotan Green Garden, Jakarta Utara

0

(IndonesiaVoice.com) Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti Rorotan Green Garden, Jakarta Utara, pada Kamis sore (31/10/2024). Kehadiran Relawan Batavia Menyala bersama Anggota DPR RI Darmadi Durianto serta calon gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung atau yang akrab disapa “Mas Pram,” membawa angin segar bagi warga.

Dalam kesempatan itu, Mas Pram beserta tim tidak hanya menyapa warga tetapi juga mendengarkan langsung masalah yang dihadapi, menyampaikan visi misi, serta memaparkan program-program yang diusung pasangan calon nomor urut 3, Pramono Anung dan Rano Karno atau “Bang Doel,” dalam ajang Pilkada DKI 2024.

Dalam acara ini, Mas Pram menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kenaikan insentif bagi para Ketua RT, RW, juru pemantau jentik (jumantik), dan dasawisma.

Menurut Mas Pram, kenaikan insentif ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menjadi bagian integral dari program pengentasan kemiskinan yang diusung pasangan Pramono-Rano.

“Untuk Ketua RT, RW, jumantik, dan dasawisma, kami akan berikan insentif yang lebih besar. Misalnya, insentif Ketua RT yang sebelumnya Rp 2 juta akan dinaikkan menjadi Rp 4 juta, dan Ketua RW dari Rp 2,5 juta menjadi Rp 5 juta. Sementara itu, insentif jumantik dan dasawisma yang semula Rp 500 ribu akan menjadi Rp 1 juta,” ujar Mas Pram di hadapan warga yang antusias.

Ketua Umum Batavia Menyala, Sanny, menyatakan pentingnya kegiatan belanja masalah yang dilakukan di setiap kesempatan kunjungan lapangan.

Menurutnya, kegiatan ini membantu memetakan kebutuhan warga secara langsung, sehingga nantinya solusi-solusi yang relevan dapat diimplementasikan dan bahkan bisa diakomodasi dalam anggaran pemerintah daerah DKI Jakarta.

“Belanja masalah ini penting bagi kami sebagai relawan untuk memahami permasalahan warga. Dengan begitu, kebijakan yang diambil akan sesuai dengan kebutuhan warga, dan jika memungkinkan, dapat dimasukkan dalam APBD,” jelas Sanny.

Dalam pernyataannya, Ketua Dewan Pembina Batavia Menyala, Hotman Situmorang, menggarisbawahi keunggulan program-program yang diusung Pramono Anung dan Rano Karno untuk Jakarta.

“Beberapa program unggulan yang ditawarkan, di antaranya adalah sentralisasi informasi lowongan kerja, jaminan kepastian tempat tinggal, peningkatan kapasitas dan insentif bagi Ketua RT dan RW, peningkatan akses layanan publik untuk penyandang disabilitas dan lansia, pembangunan Balai Rakyat di setiap kelurahan, menjadikan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai markas Persija, serta penguatan sentra kebudayaan Betawi,” urai Hotman.

Ketua Dewan Penasihat Batavia Menyala, Rudi Sihombing, turut optimis bahwa Jakarta akan menjadi kota yang lebih sejahtera, inklusif, dan berbudaya jika pasangan Pramono Anung dan Rano Karno terpilih.

Rudi yakin bahwa kepemimpinan mereka akan membawa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta memperkuat budaya Betawi sebagai identitas Jakarta.

Rudi mengajak seluruh warga Jakarta untuk bersama-sama menyukseskan Pilkada dengan mendukung dan memilih Pramono Anung dan Rano Karno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI pada 27 November 2024.

“Ayo, bersama Batavia Menyala kita bergotong royong mengetuk pintu rumah warga Jakarta, mengajak mereka memilih dan mencoblos nomor 3 pada tanggal 27 November nanti,” tutup Rudi dengan penuh semangat.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa relawan Batavia Menyala dan para pendukung Pramono Anung serta Rano Karno hadir di tengah-tengah masyarakat, mendengarkan langsung keluhan mereka, dan berupaya memberikan solusi konkret. Dengan dukungan penuh dari masyarakat, harapan untuk Jakarta yang lebih cerah, sejahtera, dan berbudaya semakin besar.

Ahli IT dan Forensik Ungkap Fakta Email Bukti di Sidang Terdakwa Marthen Napang

0

(IndonesiaVoice.com) – Sidang lanjutan dalam kasus yang melibatkan terdakwa Marthen Napang dengan tuduhan dugaan penipuan, penggelapan, dan pemalsuan putusan Mahkamah Agung (MA) berlangsung kembali di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (29/10/2024).

Dalam sidang ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan dua ahli, yaitu ahli teknologi informasi (IT) Suwito Pomalingo dari Universitas Multimedia Nusantara dan ahli forensik Heri Priyatno dari Subdirektorat Forensik Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri, untuk menguatkan bukti elektronik berupa email yang diduga dikirim oleh terdakwa kepada pelapor, John N. Palinggi.

Pada kesempatan ini, sidang membahas tuntas keabsahan bukti email tersebut, yang menjadi poin kunci dalam dugaan pemalsuan putusan pengadilan yang dikirimkan melalui email.

Suwito Pomalingo, yang telah menganalisis email dari alamat marthennapang@gmail.com, menjelaskan dalam keterangannya bahwa setiap alamat email bersifat unik dan tidak bisa digunakan oleh lebih dari satu pengguna.

Menurutnya, email tersebut jelas berasal dari satu pihak dan mengarah pada akun dengan nama terdakwa Marthen Napang.

Dalam pemaparannya, Suwito juga mengonfirmasi bahwa ia menemukan dokumen berbentuk PDF yang dikirim dari akun email terdakwa kepada pelapor.

“Dokumen yang saya temukan berisi file PDF yang dicantumkan dalam email tersebut,” ujarnya di hadapan hakim dan pihak-pihak yang hadir di persidangan.

Suwito lebih lanjut menjelaskan bahwa email yang diperiksa tersebut hanya memuat satu file PDF dan dikirim kepada email pelapor dengan alamat jnp_mediator@yahoo.com.

Ahli kedua, Heri Priyatno, yang bertugas melakukan analisis forensik, menambahkan rincian terkait prosedur penanganan bukti yang ada.

Menurut Heri, dirinya melakukan pendampingan kepada penyidik dalam proses ekstraksi data dari flashdisk yang berisi salinan email terkait.

Flashdisk tersebut kemudian dikirim ke lab forensik sebagai barang bukti. Dari analisis terhadap flashdisk tersebut, Heri mengonfirmasi adanya email tanpa subjek yang dikirim dari akun marthennapang@gmail.com kepada jnp_mediator@yahoo.com pada tanggal 13 Juni 2017 pukul 3:3 PM. Di dalam lampiran email itu terdapat dokumen yang diduga merupakan putusan MA.

Ketika hakim mengajukan pertanyaan terkait keunikan email, Heri menjelaskan bahwa setiap akun email memiliki ciri khas khusus yang mencegah duplikasi, sesuai aturan platform email seperti Gmail dan Yahoo.

“Jika seseorang mencoba membuat alamat email yang sama, sistem otomatis menolak. Jadi email bersifat unik dan tidak bisa diduplikasi,” ungkapnya.

Menanggapi keterangan dari kedua ahli, penasihat hukum terdakwa berupaya mengajukan pertanyaan lebih lanjut, namun beberapa kali tampak berbelit-belit dan berulang-ulang.

Majelis Hakim Ketua, Buyung Dwikora, akhirnya mencoba meluruskan jalannya sidang.

“Masalahnya sederhana, meskipun perangkat seperti laptop atau HP rusak atau hilang, akses email masih dapat dilakukan dari perangkat lain,” kata hakim, mencoba memberikan kejelasan.

Hakim Ketua juga mengarahkan penasihat hukum terdakwa untuk mengajukan ahli independen jika merasa kurang puas dengan penjelasan ahli yang dihadirkan JPU.

“Bila ada keinginan untuk mengklarifikasi lebih lanjut, sebaiknya Anda menghadirkan ahli sendiri,” ujar hakim.

Pada penghujung sidang, terdakwa Marthen Napang diberi kesempatan untuk bertanya langsung kepada ahli.

Salah satu pertanyaan yang diajukan terdakwa adalah mengenai adanya keterangan “direktori Mahkamah Agung” dalam dokumen yang dianalisis. Ahli forensik Heri mengonfirmasi bahwa memang terdapat keterangan tersebut. “Ada Pak,” pungkas Heri.

Sidang ini menghadirkan babak baru dalam pengungkapan kasus Marthen Napang, di mana hasil analisis ahli IT dan forensik memberikan gambaran jelas terkait keaslian bukti elektronik yang digunakan dalam persidangan. Sidang dijadwalkan akan kembali dilanjutkan pekan depan, dengan agenda mendengarkan saksi dan ahli lainnya untuk memperjelas duduk perkara yang ada.(VIC)

Batak Center Dukungan Penuh Pemerintahan Prabowo-Gibran dalam Membangun Indonesia yang Lebih Baik

0

IndonesiaVoice.com – Pelantikan Prabowo Subianto sebagai Presiden dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden pada 20 Oktober 2024 telah membuka lembaran baru bagi perjalanan pemerintahan Indonesia.

Dalam momen bersejarah ini, Batak Center menyatakan dukungan penuh untuk kepemimpinan baru tersebut, menjadikannya harapan baru bagi bangsa.

Acara pelantikan yang dihadiri oleh berbagai tokoh nasional ini dipenuhi dengan semangat optimisme, terutama setelah pidato Prabowo yang dinilai sangat terbuka dan jujur.

Ketua Umum Batak Center, Ir Sintong M Tampubolon, mengungkapkan pidato tersebut mencerminkan komitmen Prabowo untuk menghadapi tantangan bangsa secara langsung.




“Pak Prabowo tidak ragu mengungkapkan masalah-masalah krusial seperti kemiskinan, kesenjangan ekonomi, dan korupsi. Ini adalah langkah penting untuk menunjukkan bahwa tidak ada lagi yang perlu ditutupi,” ujar Sintong dalam jumpa pers.

Dia menambahkan, keterusterangan Prabowo menjadi fondasi kuat bagi perencanaan pembangunan yang berbasis data dan kejujuran.

Sintong berharap agar para pejabat tidak lagi memanfaatkan anggaran negara demi kepentingan pribadi.

Dukungan terhadap kepemimpinan Prabowo juga disampaikan Pengurus Batak Center lainnya yakni Mayjen TNI (Purn) Karev Marpaung, yang menekankan pentingnya transparansi dan kerja keras dalam pemerintahan lima tahun ke depan.




“Kami siap mendukung penuh upaya Presiden. Keterbukaan ini akan memperkuat kolaborasi untuk membangun Indonesia yang lebih baik,” tegasnya.

Johannes Marbun, Pengurus Batak Center, menambahkan kepemimpinan kolaboratif antara Prabowo dan Gibran adalah kunci untuk mengatasi berbagai masalah bangsa.

“Indonesia adalah negara besar. Satu-satunya cara untuk maju adalah dengan bersatu,” jelasnya.

Optimisme juga muncul dari Ir Hotasi Simamora, yang melihat momen-momen berkesan selama pelantikan sebagai tanda positif.




“Momen ketika Prabowo mengantarkan Jokowi ke pesawat adalah simbol bahwa kita berada di jalur yang benar, dengan semangat gotong royong,” bebernya.

Boy Ferdinand Lumban Gaol, seorang intelektual muda dari Batak Center, menyatakan kebanggaannya atas terpilihnya Prabowo dan Gibran.

“Kami dari Pemuda Batak Center siap mendukung penuh pemerintahan ini sebagai mitra dalam pembangunan yang berbasis pada empat pilar kebangsaan,” ujarnya.

Boy menekankan kepemimpinan Prabowo-Gibran bukan hanya sekadar perjalanan politik, tetapi juga langkah penting bagi Indonesia dalam menghadapi tantangan di masa depan.




“Batak Center akan selalu berada di belakang pemerintahan ini untuk mewujudkan Indonesia yang lebih adil, makmur, dan sejahtera,” pungkasnya.

Dengan dukungan komunitas seperti Batak Center, diharapkan pemerintahan Prabowo dan Gibran dapat berjalan efektif dalam mewujudkan harapan masyarakat untuk masa depan yang lebih baik.

Sahat Sinurat Sesalkan Teriakan “Huuu” Saat Pelantikan Prabowo-Gibran, Tegaskan Pentingnya Menjaga Marwah Kenegaraan

0

IndonesiaVoice.com – Pelantikan Prabowo Subianto sebagai Presiden dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden pada 20 Oktober 2024, yang dihelat dalam sidang paripurna, seharusnya menjadi momen sakral bagi bangsa Indonesia.

Namun, kehadiran suara “huuu” dari beberapa peserta di sidang tersebut menimbulkan polemik. Ketua Dewan Pembina Relawan Lentera Kasih (Relasi) Prabowo-Gibran, Sahat MP Sinurat, menyayangkan tindakan tersebut, menyebutnya sebagai tindakan yang mencoreng marwah sidang kenegaraan.

Dalam siaran persnya pada Kamis, 24 Oktober 2024, Sahat mengungkapkan rasa kecewanya atas insiden itu, terutama karena sidang tersebut disaksikan oleh jutaan rakyat Indonesia dan dihadiri oleh delegasi dari berbagai negara sahabat.

“Kami menyesalkan teriakan dari segelintir oknum peserta persidangan yang tidak menjaga kehormatan dari sidang pelantikan, yang dilaksanakan hanya lima tahun sekali dan disaksikan secara langsung oleh jutaan rakyat Indonesia,” ujar Sahat.

Sahat juga menekankan pentingnya bagi anggota MPR RI, baik dari DPD maupun DPR RI, untuk menjaga martabat lembaga negara.




Ia menilai perbedaan pandangan politik adalah hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi forum pelantikan bukanlah tempat yang tepat untuk mengekspresikan hal tersebut.

“Forum ini bukan ajang debat kandidat atau kampanye, melainkan acara kenegaraan. Teriakan ini terkesan menunjukkan kurangnya kedewasaan dalam berpolitik,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Sahat mengingatkan bahwa sebagai para elite politik, anggota MPR seharusnya menunjukkan keteladanan dan menjunjung tinggi kepentingan bangsa di atas segala kepentingan kelompok.

Ia mengkhawatirkan framing yang salah terhadap insiden tersebut, yang bisa mencoreng citra sidang dan para peserta lainnya.

“Jangan sampai tindakan dari segelintir oknum anggota MPR kemudian diframing seakan-akan semua peserta forum melakukan hal yang sama. Mayoritas anggota MPR sangat menghormati jalannya sidang paripurna ini,” kata Sahat.




Sahat juga menggarisbawahi pesan penting dari pidato Presiden Prabowo, yang menyerukan persatuan dan gotong royong dalam membangun Indonesia.

“Pemilu sudah selesai. Sekarang saatnya kita bersatu, bergotong royong, dan bekerja sama untuk membangun Indonesia seperti yang disampaikan Presiden kita, Bapak Prabowo Subianto,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Gerindra MPR RI, Habiburokhman, memberikan klarifikasi terkait asal usul sorakan “huuu” tersebut.

Menurutnya, suara tersebut berasal dari beberapa anggota partai politik yang memiliki perbedaan pandangan politik dengan keluarga Presiden Joko Widodo.

“Yang meneriaki ‘huuu’ hanya dari partai yang merasa rival politik keluarga Pak Jokowi. Ini hal yang biasa dalam politik, ada perbedaan yang belum selesai,” ungkap Habiburokhman.




Meskipun demikian, Habiburokhman menegaskan bahwa proses rekonsiliasi sedang berlangsung secara alami dan pada akhirnya, semua pihak akan fokus pada masa depan bangsa.

“Rekonsiliasi ini kita jalani secara alami. Lambat laun, semua pihak akan move on,” ucapnya.

Di sisi lain, Habiburokhman menegaskan bahwa mayoritas anggota MPR justru memberikan apresiasi kepada Presiden Joko Widodo.

“Banyak juga anggota MPR yang meneriakkan yel-yel ‘Terima kasih Bapak Jokowi’. Ini menunjukkan bahwa secara umum, sidang pelantikan berjalan dengan penuh penghormatan kepada Presiden ke-7 RI,” tambahnya.

Insiden teriakan “huuu” yang sempat mencuri perhatian publik di tengah prosesi sakral pelantikan Prabowo-Gibran menjadi cerminan dari dinamika politik Indonesia yang kompleks.




Meski demikian, seruan untuk persatuan dan kolaborasi dari Presiden Prabowo diharapkan mampu menjadi landasan kuat bagi seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menghadapi tantangan pembangunan ke depan.

Dengan atmosfer politik yang terus bergerak menuju rekonsiliasi, diharapkan insiden-insiden semacam ini tidak akan mengurangi semangat kerja sama demi Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.

Darmadi Durianto Bareng Batavia Menyala Gelar Pasar Murah dan Sosialisasi Bersama Mas Pram di Kelapa Gading

0

IndonesiaVoice.com – Batavia Menyala, salah satu organ relawan yang aktif dan masif dalam memperkenalkan serta mensosialisasikan pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (Mas Pram) dan Rano Karno (Bang Doel), kembali menggelar kegiatan menyapa warga di Wilayah RW 013, RT 005, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (23/10/2024).

Acara yang berlangsung di Jalan Arteri atau Jalan Baru ini dihadiri oleh ratusan warga yang antusias menyambut kedatangan Mas Pram.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada sosialisasi program-program unggulan Paslon Nomor Urut 3, tetapi juga diisi dengan pasar murah yang digelar Batavia Menyala bersama Anggota DPR RI periode 2024-2029, Darmadi Durianto.

Pasar murah ini bertujuan membantu meringankan beban ekonomi warga Jakarta, khususnya di Kelurahan Pegangsaan Dua.

Salah satu produk unggulan yang dijual adalah minyak goreng 1 liter seharga Rp 5.000,- dengan kupon. Kegiatan ini disambut positif oleh warga, terlihat dari partisipasi sekitar 500 orang yang hadir.

Kedekatan Mas Pram dengan Warga Jakarta

Dalam acara tersebut, Pramono Anung secara langsung menyapa warga, berinteraksi, serta mendengarkan aspirasi mereka. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi Mas Pram untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat dan menunjukkan komitmennya terhadap penyelesaian berbagai masalah yang dihadapi warga DKI Jakarta.

pramono anung - Rano Karno
Darmadi Durianto Bareng Batavia Menyala Gelar Pasar Murah dan Sosialisasi Bersama Mas Pram di Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (23/10/2024)

Ketua Umum Batavia Menyala, Sanny, menegaskan relawan terus mendampingi Mas Pram – Bang Doel dalam berbagai kerja-kerja kampanye hingga 23 November 2024.

“Kami bersama-sama dengan Pak Darmadi dan Pak Irwan Setiadi, Ketua DPC PDI Perjuangan Jakarta Utara, menggelar acara ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap warga. Mas Pram hadir untuk berdialog dan menyampaikan visi misinya langsung kepada masyarakat,” ujar Sanny.

Dalam kesempatan ini, Mas Pram juga memaparkan beberapa program unggulannya yang diharapkan bisa memberikan perubahan nyata bagi Jakarta.

Program Unggulan Pramono Anung – Rano Karno

Program kerja yang diusung Paslon Pramono Anung dan Rano Karno untuk periode 2024-2029 mencakup sejumlah inisiatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat budaya dan identitas Jakarta.

Beberapa di antaranya adalah:

  1. Sentralisasi Informasi Lowongan Kerja: Mempermudah akses informasi pekerjaan bagi warga Jakarta.

  2. Peningkatan Insentif bagi RT/RW: Meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan pengurus lingkungan demi pelayanan yang lebih baik.

  3. Akses Layanan Publik untuk Disabilitas dan Lansia: Meningkatkan aksesibilitas layanan publik bagi kelompok rentan.

  4. Revitalisasi Pantai Marunda: Mengubah Pantai Marunda menjadi destinasi wisata gratis bagi masyarakat.

  5. JIS sebagai Homebase Persija: Menjadikan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai markas Persija Jakarta.

  6. Penguatan Sentra Kebudayaan Betawi: Menjaga dan memperkuat identitas budaya Betawi sebagai ciri khas ibu kota.

Sanny menambahkan Batavia Menyala terus bergerak bersama warga Jakarta, menyadarkan pentingnya dukungan terhadap pasangan Pramono Anung – Rano Karno.

Dukungan ini diharapkan dapat membawa perubahan signifikan bagi Jakarta, tidak hanya dalam hal infrastruktur dan sarana publik, tetapi juga dalam memperkuat budaya Betawi sebagai identitas ibu kota.

Mengajak Warga Memilih Nomor 3 di Pilkada DKI 2024

Dengan semangat gotong royong, Batavia Menyala mengajak seluruh warga Jakarta untuk memilih pasangan Mas Pram dan Bang Doel pada Pilkada DKI Jakarta yang akan diselenggarakan pada 27 November 2024. Mereka yakin pasangan ini akan memimpin Jakarta dengan amanah, ramah, dan dekat dengan masyarakat.

“Mari bersama-sama relawan Batavia Menyala mengetuk pintu rumah-rumah warga, menyebarkan pesan untuk mendukung Mas Pram dan Bang Doel. Kami yakin di bawah kepemimpinan mereka, Jakarta akan menjadi lebih baik, lebih sejahtera, dan lebih kuat dalam lima tahun mendatang,” tutup Sanny.

Acara kampanye yang juga dihadiri tokoh-tokoh politik ini berlangsung meriah dan berjalan dengan lancar. Warga terlihat sangat antusias menyambut program-program yang disampaikan Mas Pram, serta berharap pasangan ini mampu membawa perubahan besar bagi Jakarta.