Beranda blog Halaman 24

GAMKI dan PGPI Siap Berkolaborasi Bangun Generasi Muda Kristen Peduli Bangsa

0

IndonesiaVoice.com – Dalam semangat memperkuat peran pemuda Kristen Indonesia, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) mengunjungi Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (11/10/2024).

Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum PGPI, Pdt. Jason Balompapueng, bersama Ketua Departemen Pemuda PGPI, Johanes Sirait, Sekretaris Pandapotan Siahaan, dan Petrus Sihombing.

Ketua Umum GAMKI, Sahat Martin Philip Sinurat, menekankan perlunya kolaborasi untuk mendorong keterlibatan pemuda Kristen dalam menyelesaikan tantangan nasional.

“Kita dihadapkan pada banyak tantangan seperti kebebasan beragama dan persoalan pembangunan di daerah tertinggal. Dengan kolaborasi GAMKI dan PGPI, kita bisa berperan lebih aktif untuk Indonesia yang lebih baik,” ungkap Sahat.

Pdt. Jason Balompapueng dari PGPI menyambut baik inisiatif tersebut dan mengajak para pemuda untuk turut membangun gereja sebagai pusat pembinaan generasi muda.


Ia menyampaikan bahwa PGPI memiliki beberapa program pemberdayaan yang siap bekerja sama dengan GAMKI, di antaranya adalah Pasukan Serbaguna (PASSER) dan Departemen Pemuda PGPI.

“Bagi kami di PGPI, peran pemuda sangat penting. Kami siap bersinergi dengan GAMKI untuk mencetak kader-kader yang berjiwa kepemimpinan serta berkomitmen pada nilai-nilai kekristenan dan kebangsaan,” kata Pdt. Jason.

Dengan jumlah umat mencapai 9 juta jiwa, PGPI berharap dapat menggerakkan pemuda untuk terlibat aktif dalam isu-isu strategis yang dihadapi bangsa.

Sahat juga berharap agar pemerintahan mendatang dapat memberikan perhatian khusus pada isu-isu kebangsaan yang mempengaruhi umat Kristen, seperti kebebasan beragama dan persoalan Papua.

“Kami berharap pemerintahan Prabowo-Gibran nanti dapat menjadikan isu-isu ini sebagai prioritas nasional,” tambahnya.


Dalam pertemuan yang berlangsung penuh semangat ini, PGPI dan GAMKI menyepakati pentingnya kolaborasi yang lebih luas untuk mewujudkan visi bersama. Pdt. Jason menegaskan bahwa sinergi antar organisasi adalah langkah penting dalam membangun bangsa.

“Gereja harus siap menjadi tempat yang memberdayakan, bukan hanya untuk beribadah, tapi juga sebagai wadah pembinaan karakter bagi generasi muda,” pungkasnya.

Acara diakhiri dengan doa bersama dan komitmen untuk menjalin kerjasama yang lebih erat dalam mendukung pembangunan Indonesia, dimulai dari gereja hingga ke tingkat nasional.

Kedua pihak menyatakan bahwa ini adalah langkah awal menuju sinergi yang lebih erat demi kemajuan gereja dan bangsa.

 

 

Swangro Lumbanbatu Dukung Bobby Nasution, Gelar Festival Paduan Suara Sambut Pilkada Sumut

0

IndonesiaVoice.com – Tokoh muda Sumatera Utara, Swangro Lumbanbatu akhirnya menentukan pilihannya dalam Pemilihan Kepala Daerah Sumatera Utara yang akan berlangsung bulan November mendatang.

Swangro Lumbanbatu memutuskan untuk mendukung pasangan nomor urut 1, calon Gubernur Bobby Nasution dan calon Wakil Gubernur Surya.

Menurut Swangro, Bobby Nasution selama ini telah menunjukkan perhatian khusus terhadap talenta seni paduan suara di Sumatera Utara.

Sebagai pemimpin muda yang inovatif dan progresif, Bobby Nasution sangat tepat untuk memimpin Sumatera Utara, dengan fokus pada pengembangan bakat masyarakat, termasuk di bidang seni.

“Kami berkomitmen untuk kampanye damai, dan melalui festival ini, kami bisa dekat dengan masyarakat lewat cara yang menyenangkan—bernyanyi dan bergembira bersama,” kata Swangro Lumbanbatu dalam keterangannya.


Sumatera Utara dikenal dengan keunikan masyarakatnya yang gemar bernyanyi. Suara vokal yang khas menjadikan setiap kegiatan di tengah masyarakat identik dengan musik dan paduan suara.

Dalam rangka menyambut Pilkada Sumut, diadakan Festival Paduan Suara untuk memperebutkan Piala Bobby-Surya #SUMUT1. Acara ini bertujuan untuk menampilkan dan mencari talenta seni tarik suara dari berbagai wilayah Sumatera Utara.

Ketua Panitia, Swangro Lumbanbatu, yang juga bagian dari Relawan Lentera Kasih (Relasi) Bobby-Surya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ajang untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus mengetahui bakat-bakat tersembunyi dalam bidang seni suara.

“Piala Bobby-Surya #SUMUT1 memberikan kesempatan kepada peserta berusia 17 tahun ke atas, dengan penilaian langsung oleh juri profesional yang ahli di bidangnya. Total hadiah dan medali mencapai ratusan juta rupiah,” jelas Swangro.


Festival akan dibagi dalam beberapa zona dengan pendaftaran dibuka mulai 18 hingga 26 Oktober 2024. Kompetisi paduan suara di setiap zona akan berlangsung pada 22 hingga 24 November 2024.

Festival ini terbuka untuk umum, dengan batas maksimal 30 peserta atau paduan suara di setiap zona. Kegiatan ini menyasar semua elemen masyarakat yang berdomisili di Sumatera Utara.(*)

GAMKI Dukung Sidang Raya PGI 2024, Dorong Kolaborasi Demi Kemajuan Gereja dan Bangsa

0

IndonesiaVoice.com – DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) mengunjungi Kantor Pusat Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) yang terletak di Grha Oikumene, Jakarta, Rabu, (9/10/2024).

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GAMKI, Sahat Martin Philip Sinurat, bersama rombongan disambut hangat oleh Sekretaris Umum Majelis Pekerja Harian (MPH) PGI, Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty, dan Koordinator Biro Pemuda dan Remaja PGI, Rosiana Purnomo.

Dalam pertemuan tersebut, DPP GAMKI menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan Sidang Raya PGI yang akan diselenggarakan pada awal November 2024 di Tana Toraja dan Toraja Utara.


“Harapan kami adalah agar Sidang Raya ini dapat terlaksana dengan baik dan menghasilkan pemikiran yang konstruktif demi kemajuan gereja, masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Sahat.

Lebih lanjut, Sahat menyebut GAMKI bersama lembaga keumatan Kristen lainnya akan menyemarakkan Sidang Raya PGI dengan kegiatan dialog kebangsaan.

Ia menekankan pentingnya menyusun strategi kaderisasi serta distribusi kader gereja agar para pemuda Kristen siap berperan aktif di berbagai bidang masyarakat.


“Ini adalah momen penting bagi kita untuk merancang masa depan kader-kader muda gereja yang siap berkontribusi di semua lini kehidupan,” tambahnya.

Tidak hanya soal Sidang Raya, GAMKI juga menyatakan komitmen untuk mendukung transisi kepemimpinan nasional secara positif dan kritis.

“Kami mendukung peralihan pemerintahan dari Presiden Jokowi kepada Prabowo-Gibran. Lembaga keumatan seperti kita perlu menjadi mitra kritis bagi pemerintah, yang siap memberikan masukan konstruktif demi terciptanya kebijakan yang adil bagi seluruh rakyat Indonesia,” jelas Sahat.


Selain itu, DPP GAMKI juga membahas isu Rancangan Peraturan Presiden (Ranperpres) tentang Pedoman Kerukunan Umat Beragama (PKUB) yang akan segera disahkan.

Mereka berharap PGI dapat berperan aktif dalam menyalurkan aspirasi umat Kristen demi kebebasan beragama dan berkeyakinan yang lebih baik di Indonesia.

“Kami mendukung PGI untuk melakukan pendataan konflik kebebasan beragama di Indonesia,” kata Sekretaris Umum DPP GAMKI, Alan Christian Singkali, seraya menambahkan GAMKI menerima aduan dari kelompok masyarakat Penghayat Kepercayaan terkait rekognisi dalam skema PKUB.


Sekretaris Umum MPH PGI, Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty, yang akrab disapa Pendeta Jacky, menyambut baik dukungan dari GAMKI dan menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga keumatan dan PGI untuk masa depan gereja di Indonesia.

“Ini adalah kesempatan bagi lembaga keumatan dan PGI untuk bersama-sama melakukan hal-hal besar yang bermanfaat bagi gereja dan masyarakat,” ujar Pendeta Jacky.

Selain Sidang Raya, GAMKI juga akan berpartisipasi dalam Pra-Sidang Raya berupa Pertemuan Raya Pemuda Gereja (PRPG).


Menurut Pendeta Jacky, kegiatan ini merupakan ruang penting bagi GAMKI untuk berkontribusi dalam pemikiran strategis untuk pemuda gereja.

“Momentum Sidang Raya ini menjadi peluang bagi kita untuk menyusun strategi penatalayanan oikumenisme. Dengan begitu, gereja dan umat Kristen dapat terus memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.(*)

Ngopi BN: Bobby Nasution dan Relasi Bobby-Surya Bahas Potensi Wisata Danau Toba

0

IndonesiaVoice.com – Dalam rangka memperkuat pengembangan wisata Danau Toba, calon Gubernur Sumatera Utara nomor urut 1, Bobby Nasution, mengunjungi Toba Caldera Resort di Kabupaten Toba, Selasa, (8/10/2024).

Didampingi oleh Relawan Lentera Kasih (Relasi) Bobby-Surya, Bobby bertemu dengan para pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) dan UMKM dalam acara yang bertajuk “Ngopi BN” (Ngobrol Pintar Bobby Nasution).

Kedatangan Bobby disambut hangat oleh Gito Pardede, Sekjen Relasi Sumut, yang menghiasi lokasi acara dengan suasana khas Batak.

Dalam acara tersebut, Bobby menunjukkan antusiasme tinggi meskipun cuaca hujan tidak kunjung reda.

“Diskusi sangat menarik. Pak Bobby sangat antusias menerima masukan dari teman-teman Ekraf. Beliau tetap bertahan hingga malam hari, menunjukkan energi muda yang luar biasa untuk anak-anak muda Danau Toba. Ini perlu diapresiasi,” ujar Gito.


Pertemuan ini dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, pelaku usaha pariwisata, Pokdarwis, dan UMKM lokal, serta Ketua Relasi Bobby-Surya Toba, Ricardo Hutapea, dan tokoh pemuda Boy Simangunsong.

Suasana pertemuan berlangsung santai dan akrab, yang membuat Bobby betah hingga acara berakhir sekitar pukul 21.00 WIB.

Bobby menyatakan, ia hadir bukan untuk berkampanye, melainkan untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat.

“Saya tidak ingin berjanji ini dan itu, tetapi saya akan menyampaikan apa yang sudah kami lakukan di Medan. Semoga kita bisa menerapkannya di Sumatera Utara nanti,” ujar Bobby dengan penuh kesungguhan.


Selama diskusi, Bobby mengutarakan kekagumannya terhadap potensi Danau Toba, baik dari segi panorama alam maupun budaya yang memikat.

Ia menekankan pentingnya pengembangan wisata yang melibatkan semua elemen masyarakat, termasuk kaum muda dan disabilitas.

“Danau Toba memiliki segudang potensi, mulai dari alamnya yang indah, adat istiadatnya yang ikonik sehingga menjadi daya tarik wisata,” puji Bobby.

Ia berharap, pengembangan wisata Danau Toba nantinya tidak hanya mempercantik kawasan, tetapi juga menceritakan kisah budaya yang melekat di daerah tersebut.


“Bukan hanya tempatnya yang perlu kita hidupkan, bukan hanya indah dipandang mata, tapi ceritanya, kultur di sini. Ini bukan hanya tentang indahnya pemandangan Danau Toba, tapi indahnya adat istiadat di sini juga perlu lebih dikenalkan lagi,” jelasnya.

Pertemuan ini juga menegaskan komitmen Bobby untuk memberdayakan pelaku ekonomi kreatif dan UMKM di kawasan Danau Toba. Ia percaya kolaborasi yang melibatkan semua pihak dapat memperkuat ekonomi lokal.

“Pelaku ekonomi kreatif di sekitar kawasan Danau Toba harus dilibatkan dalam memajukan destinasi wisata. Anak-anak muda dan masyarakat harus terlibat aktif, termasuk kaum disabilitas yang telah menghasilkan produk kerajinan tangan di sini,” tambahnya.

Menurut Bobby, pembangunan pariwisata harus sejalan dengan kearifan lokal masyarakat setempat, sehingga wisatawan dapat merasakan pengalaman yang autentik dan berbeda di Danau Toba.


Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, Bobby Nasution dan tim Relasi Bobby-Surya optimis dapat mengangkat Danau Toba sebagai salah satu destinasi wisata unggulan yang membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat lokal.

Pertemuan ini bukan hanya sekedar acara, melainkan bentuk nyata dari komitmen Bobby untuk memajukan pariwisata Sumatera Utara yang berkelanjutan dan berbasis budaya.(*)

Dr John Palinggi: Era Baru TNI dengan Matra Cyber di Tengah Ancaman Global

0

IndonesiaVoice.com – Perkembangan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sejak awal kemerdekaan hingga hari ini telah memainkan peran penting dalam menjaga kedaulatan bangsa dan mengawal proses suksesi kepemimpinan di Indonesia.

Dalam perspektif Dr John Palinggi, MM, MBA, Pengamat Militer dan Intelijen, TNI tidak hanya menjadi tentara profesional tetapi juga simbol kekuatan rakyat yang senantiasa setia kepada negara, seperti tertuang dalam Undang-Undang No. 34 Tahun 2004, di mana dinyatakan bahwa TNI adalah tentara rakyat yang berasal dari warga negara Indonesia.

Dr John Palinggi menekankan, sejak kelahirannya, TNI menghadapi berbagai ujian berat namun mampu bertahan berkat profesionalisme dalam menghadapi ancaman baik dari dalam maupun luar negeri.

“Salah satu nilai dasar yang membedakan TNI dengan lembaga lain adalah prinsip kesetiaannya terhadap negara dan Sapta Marga yang melarang kompromi dalam pelaksanaan tugasnya,” ujar Ketua Harian Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA).

“Setiap prajurit TNI, dalam pelaksanaan tugasnya, selalu mengutamakan kepentingan bangsa di atas segala kepentingan sektoral atau golongan,” tambah dia.

TNI Modern dan Tugas yang Berkembang

Seiring dengan kemajuan teknologi dan perubahan geopolitik global, peran TNI juga mengalami perkembangan yang signifikan.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi TNI saat ini adalah munculnya ancaman non-konvensional seperti perang siber.

John Palinggi menyebutkan pentingnya pembentukan matra baru dalam tubuh TNI yang fokus pada keamanan siber.

john palinggi
Presiden Terpilih Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto bersama Dr John Palinggi, MM, MBA

“Menteri Pertahanan Prabowo Subianto telah mencanangkan rencana untuk memperkuat kemampuan digital dan cyber security dalam tubuh TNI guna menghadapi ancaman modern yang bersifat digital dan global,” beber Ketua Umum Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (ARDIN).

“Pembentukan matra baru ini, yang akan menjadi tambahan selain matra darat, laut, dan udara, merupakan langkah strategis dalam menghadapi ancaman cyber yang semakin meningkat,” imbuh dia.

Hal ini penting, menurut John Palinggi, mengingat peralatan digital yang dimiliki oleh instansi pemerintah Indonesia berasal dari berbagai negara, dan potensi kebocoran data menjadi ancaman serius terhadap kedaulatan negara.

“Kemandirian teknologi informasi menjadi salah satu prioritas untuk menjamin keamanan nasional dalam era digital ini,” katanya.

Tantangan Geopolitik dan Ketahanan Nasional

Dalam skala internasional, John Palinggi yang pernah menjadi Penatar Tingkat Nasional Manggala BP 7 dan Pengajar di Lemhanas ini juga mengingatkan situasi geopolitik global saat ini, termasuk konflik di Timur Tengah, ketegangan antara Rusia dan Ukraina, serta perselisihan antara China dan Taiwan, berdampak pada ketahanan ekonomi dan pangan nasional.

panglima tni agus subiyanto
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dengan Dr John Palinggi, MM, MBA

Rantai pasok global yang terganggu akibat konflik ini menimbulkan resiko besar bagi negara seperti Indonesia yang masih bergantung pada impor bahan pangan dan energi.

“Oleh karena itu, memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan memperbanyak latihan militer menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesiapan TNI dalam menghadapi ancaman dari luar,” urai Ketua Umum Asosiasi Mediator Indonesia (AMINDO).

“Ancaman tidak lagi terbatas pada perang konvensional, tetapi juga mencakup perang psikologis, perang dagang, perang mata uang, dan perang biologi, yang semuanya dapat berdampak langsung pada stabilitas dan keamanan nasional,” tegas dia.

Revisi Undang-Undang dan Masa Depan TNI

John Palinggi juga menekankan pentingnya revisi Undang-Undang No. 34 Tahun 2004 tentang TNI, agar lebih sesuai dengan perkembangan zaman dan memberikan peran yang lebih besar kepada TNI dalam menjaga kedaulatan negara.

Ia mengingatkan, meskipun ada larangan bagi TNI untuk terlibat dalam politik praktis, prajurit aktif dapat berperan dalam beberapa bidang penting, seperti di Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Narkotika Nasional (BNN), atau Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.

Sebagai institusi yang memiliki tanggung jawab menjaga keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa, John Palinggi mengusulkan agar revisi undang-undang ini segera dilakukan, terutama dengan memperhatikan ancaman-ancaman baru yang bersifat non-militer.

“Undang-undang yang tidak direvisi dan disesuaikan dengan kebutuhan zaman berpotensi menjadi penghalang bagi TNI dalam menjalankan tugasnya secara optimal,” tuturnya.

TNI dan Kesejahteraan Prajurit

Di tengah tantangan yang dihadapi, kesejahteraan prajurit TNI tetap menjadi salah satu perhatian utama.

John Palinggi menyoroti dalam keterbatasan sumber daya, TNI tetap menunjukkan loyalitasnya kepada negara tanpa pernah terlibat dalam aksi-aksi demonstrasi atau protes terkait masalah gaji atau tunjangan.

Hal ini, menurutnya, menjadi salah satu kekuatan moral yang membedakan TNI dari institusi lainnya.

Meskipun demikian, John Palinggi berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi asrama prajurit dan infrastruktur militer yang dinilai masih membutuhkan perbaikan.

“Kesejahteraan prajurit, termasuk perbaikan infrastruktur asrama, penting untuk meningkatkan semangat juang dan moral prajurit TNI,” jelasnya.

Peran TNI dalam menjaga suksesi kepemimpinan dan keamanan nasional tidak dapat dipandang sebelah mata. Seiring dengan perubahan zaman, TNI terus beradaptasi dan memperkuat kemampuannya dalam menghadapi berbagai ancaman modern.

Dengan tantangan geopolitik global yang semakin kompleks, termasuk ancaman siber dan konflik internasional, reformasi dalam tubuh TNI, baik dalam hal peralatan, teknologi, maupun undang-undang, menjadi suatu keharusan untuk menjaga kedaulatan dan keamanan Indonesia di masa depan.

Jesmer Sihaloho Pimpin DPD PPRSI SeJabodetabek, Siap Kembalikan Semangat Persatuan

0

IndonesiaVoice.com – Jesmer Sihaloho, SE, CPA, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Parsadaan Pomparan Raja Silahisabungan Indonesia (DPD PPRSI) Se-Jabodetabek untuk periode 2024-2028 dalam sebuah rapat pemilihan yang diadakan di Lapo Naga, Pramuka, Jakarta, Sabtu malam (5/10/2024). Bersamanya, Ir. Romulus Silalahi, MM, terpilih sebagai Sekretaris, dan Rotua Novdiana br. Situngkir, SE, MSi, sebagai Bendahara.

Jesmer Sihaloho, yang sebelumnya pernah memimpin Naposo Silalahi pada tahun 1981, menyampaikan komitmennya untuk mengembalikan semangat persatuan di antara keturunan Raja Silahisabungan (Loho Raja, Tungkir Raja, Sondi Raja, Butar Raja, Dabariba Raja, Debang Raja, Batu Raja dan Tambun Raja).

“Saya ingin menyatukan pomparan Silahisabungan dengan asas persaudaraan dan keharmonisan, serta melestarikan budaya yang ada di Silalahi Nabolak,” ujar Jesmer sambil menekankan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi tantangan sosial dan budaya ke depan.


pprsi sejabodetabek
Foto bersama usai rapat pemilihan pengurus DPD Parsadaan Pomparan Raja Silahisabungan Indonesia (PPRSI) Se-Jabodetabek untuk periode 2024-2028 di Lapo Naga, Pramuka, Jakarta, Sabtu malam (5/10/2024).

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PPRSI, Drs Martua Situngkir, Ak, yang kini memimpin organisasi di tingkat nasional, turut menyampaikan dukungannya kepada Jesmer. Menurut Martua, pemilihan ini diadakan sebagai tindak lanjut dari selesainya masa jabatan kepengurusan lama.

“Kami telah mengirim surat permintaan untuk mempersiapkan kepengurusan baru. Hasilnya, para peserta rapat sepakat menunjuk Jesmer Sihaloho sebagai Ketua DPD PPRSI Se-Jabodetabek,” jelas Martua, sambil menegaskan rencana pelantikan yang direncanakan berlangsung pada Februari atau Maret 2025 bersamaan dengan perayaan Bonataon.

Victor Nadapdap, mantan Sekretaris Umum DPD PPRSI Se-Jabodetabek, menekankan kepengurusan baru ini akan menghadapi tantangan berat. Ia berharap, mereka siap berkorban baik secara finansial maupun perasaan untuk mengkoordinasikan organisasi yang berfokus pada sosial dan pelestarian budaya ini.


“Saya berharap pengurus yang baru siap berkorban dalam mempererat tali persaudaraan dan menjalankan program yang disepakati bersama,” ungkap Victor.

Turut hadir dalam acara tersebut adalah St Drs Berlin Sihaloho, yang mewakili Marga Sihaloho Raja. Ia menyampaikan, persatuan menjadi kunci keberhasilan organisasi ini ke depan.

“Tanpa persatuan, tidak ada yang bisa kita capai. Kita perlu saling bergandengan tangan untuk memperkuat satu sama lain,” ucap Berlin.

Sementara itu, Dr Witarsa Tambunan, Ketua Bidang Pariwisata PPRSI Indonesia, yang mewakili marga Si Raja Tambun, menyatakan harapannya agar DPD PPRSI Se-Jabodetabek tetap fokus pada tujuan organisasi, yakni mempersatukan semua keturunan Silahisabungan dalam semangat kekeluargaan.


“Yang terpenting, kita jangan hanya melihat marga atau turpuk, tetapi kita melihat satu kesatuan sebagai keturunan Silahisabungan Raja,” kata Witarsa yang juga menekankan pentingnya harmoni dalam keberagaman.

Dengan terpilihnya Jesmer Sihaloho sebagai Ketua DPD PPRSI Se-Jabodetabek yang baru, organisasi ini berharap dapat melanjutkan perjuangan dalam mempererat persaudaraan, melestarikan budaya, serta berkontribusi bagi masyarakat Silalahi di tanah rantau.

Spekulasi Ramalan Kabinet Prabowo, DR John Palinggi : Itu Hak Prerogatif Presiden

0

IndonesiaVoice.com – Menjelang pelantikan presiden terpilih Prabowo Subianto, spekulasi tentang susunan kabinet mulai memanas di ruang publik. Pengamat sosial dan politik, KRA DR John Palinggi Wiryonegoro, MM, MBA, angkat bicara terkait fenomena ini.

Ketua Harian Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA) ini menegaskan, “Pembentukan kabinet adalah hak prerogatif presiden, dan publik harus menghormati proses tersebut.”

“Jangan kita berperan seolah lebih tahu dari presiden terpilih. Ada banyak peramal politik yang mulai melempar nama-nama calon menteri, padahal itu hanya menambah kebingungan. Biarkan Presiden Prabowo menentukan sendiri siapa yang layak menjadi pembantunya,” tambah DR John Palinggi.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (ARDIN) ini , dalam dua bulan terakhir, perbincangan di media sosial dan televisi tentang prediksi calon menteri sudah semakin ramai, bahkan disertai dengan promosi dan caci maki.

DR John Palinggi memperingatkan, “Upaya semacam ini bisa mengganggu konsentrasi presiden terpilih dalam memilih orang-orang terbaik untuk posisi strategis di kabinet.”

Peran Partai Politik, Tapi Bukan Tekanan

Lebih jauh, DR John Palinggi yang pernah menjadi Penatar Tingkat Nasional Manggala BP 7 dan Pengajar di Lemhanas ini menekankan, meski partai-partai politik berkumpul untuk menyatukan pikiran demi kemajuan bangsa, hal itu tidak berarti hak prerogatif presiden harus tergerus.

“Banyak pihak yang ingin mendapatkan posisi menteri tanpa mempertimbangkan kelayakan. Ini bukan soal bagi-bagi kursi. Menteri adalah pegawai tinggi negara yang dipilih berdasarkan kemampuan, bukan hasil lobi atau tekanan politik,” tegasnya.

DR John Palinggi, Ketua Umum Asosiasi Mediator Indonesia (AMINDO) ini juga menyebutkan, pentingnya untuk memilih orang-orang yang memiliki wawasan kebangsaan, mampu memperkuat ketahanan nasional, dan jauh dari sikap eksklusivisme suku, agama, atau golongan.

Ia mengingatkan, “Individu yang hanya mengutamakan kepentingan kelompok sempit tidak pantas duduk di kursi kementerian, karena hal ini bisa membahayakan keberlangsungan negara.”

Jangan Merendahkan Hak Presiden Terpilih

Salah satu hal yang ditekankan DR John Palinggi adalah bahaya jika masyarakat atau elit politik mulai “merendahkan” presiden terpilih dengan cara mendikte siapa yang harus atau tidak harus menjadi menteri.

“Jangan sampai ada pihak yang merasa lebih tahu atau mempromosikan nama-nama tertentu. Presiden Prabowo memiliki kebijaksanaan dan tangan yang tersembunyi untuk menilai dan memilih calon-calon terbaik,” katanya.

Ia juga memperingatkan agar mereka yang merasa dekat dengan presiden terpilih, tidak sembarangan memberikan komentar publik yang bisa memperkeruh suasana.

“Prabowo perlu dibiarkan mengambil keputusan dengan percaya diri, tanpa tekanan dari luar yang justru bisa mengganggu jalannya pemerintahan mendatang,” jelas dia.

Dialog dengan Megawati, Menguatkan Visi dan Misi Bangsa

Dalam pandangannya, DR John Palinggi juga mendorong Presiden terpilih untuk mengadakan dialog dengan tokoh-tokoh politik senior seperti Megawati Soekarnoputri.

“Dialog ini, menurutnya, penting untuk memperkuat visi dan misi bangsa ke depan. Politik Indonesia harus tetap bebas aktif, dengan terbuka bergaul dengan semua pihak tanpa mengorbankan kepentingan nasional,” tuturnya.

Hormati Proses dan Serahkan pada Presiden Terpilih

Di akhir pernyataannya, DR John Palinggi mengingatkan masyarakat untuk menghormati proses transisi kepemimpinan dari Presiden Joko Widodo ke Prabowo Subianto.

“Biarkan transisi ini berjalan dengan damai dan penuh penghormatan. Setiap pemimpin memiliki kelebihan dan kekurangan, tapi kita harus mendoakan yang terbaik agar Prabowo bisa memimpin bangsa ini dengan bijaksana,” tutupnya.

 

Saksi Maskapai dan Bank Ungkap Bukti Kuat Kasus Dugaan Penipuan dan Pemalsuan Prof Marthen Napang

0

IndonesiaVoice.com – Sidang lanjutan kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan pemalsuan salinan putusan Mahkamah Agung (MA) dengan terdakwa Prof Marthen Napang kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Selasa, 30 September 2024.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suwarti, SH, MH menghadirkan tiga saksi penting yang membeberkan bukti terkait keterlibatan terdakwa dalam kasus tersebut.

Dua saksi berasal dari maskapai penerbangan, yakni PT Garuda Indonesia Tbk dan PT Lion Group, yang mengungkapkan perjalanan terdakwa pada Juni 2017.

Sementara itu, saksi ketiga dari Bank BNI cabang Juanda Bekasi memberikan kesaksian mengenai pembukaan rekening atas nama Sueb, serta adanya transaksi uang masuk senilai Rp300 juta yang terjadi pada 12 Juni 2017.

Kesaksian dari maskapai sangat krusial karena terdakwa sebelumnya mengklaim tidak berada di Jakarta pada 12 Juni 2017, saat terjadi penyerahan uang oleh saksi John Palinggi.

Pada hari tersebut, Marthen Napang diduga meminta uang senilai Rp 800 juta sebagai dana operasional Marthen Napang untuk untuk mengurus perkara di tingkat Peninjauan Kembali di MA.

Saksi dari PT Garuda Indonesia

Efendy, saksi dari PT Garuda Indonesia, memaparkan terdakwa tercatat melakukan dua penerbangan pada Juni 2017, yakni pada 3 Juni dan 23 Juni dari Ujung Pandang ke Jakarta. Data ini diperoleh dari manifest penerbangan yang diserahkan ke penyidik.

“Tim legal kami minta manifes penerbangan (PT Garuda Indonesia) yang bernama marthen napang dengan periode perjalanan 2017. Ketika saya lihat manifestnya itu ada nama yang sesuai dengan yang dimintakan. Disitu tercatat pada tanggal 3 Juni 2017 dan 23 Juni 2017, Marthen Napang melakukan perjalanan dari Ujung Pandang ke Jakarta,” bebernya.

JPU, kemudian, menyerahkan barang bukti berupa manifest penerbangan atas nama Marthen Napang di Maskapai Garuda Indonesia.

Saksi PT Lion Group

Sementara itu, Vande, saksi dari PT Lion Group, mengungkapkan terdakwa melakukan enam penerbangan selama Juni 2017. Salah satunya adalah penerbangan pada 13 Juni 2017 dari Jakarta ke Makassar. Hal ini membantah klaim terdakwa yang menyatakan dirinya berada di Makassar pada 12 Juni 2017.

“Ditemukan ada 6 kali penerbangan yang dilakukan oleh Marthen Napang (selama Juni 2017). Penerbangan yang ditemukan adalah pada tanggal 5 Juni dari Jakarta – Makassar, 13 Juni dari Jakarta – Makassar, 17 Juni Makassar – Jakarta, 21 Juni dari Jakarta – Makassar, 27 Juni Malaysia – Bangkok, dan 27 Juni Malaysia (Langkawi) – Malaysia (Kuala Lumpur),” jelas Vande.

Lalu JPU memastikan kepada Vande dengan bertanya apakah betul terdakwa Marthen Napang melakukan penerbangan pada tanggal 13 Juni 2017 dengan tujuan dari Jakarta ke Makassar, bukan pada tanggal 12 Juni 2017 seperti pengakuan terdakwa?

Vande menjawab: “Betul”.

JPU kembali menyerahkan barang bukti manifes penerbangan dari PT LION Group atas nama terdakwa Marthen Napang.

Saksi Bank BNI

Rizky Fitriani, saksi dari Bank BNI cabang Juanda Bekasi, menegaskan adanya pembukaan rekening transaksi uang masuk atas nama Sueb pada 12 Juni 2017. Fakta ini semakin menguatkan dugaan adanya tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa.

“Pada tanggal tanggal 12 Juni 2017 itu ada pembuatan rekening atas nama Sueb dan ada uang masuk ke rekening tersebut sebesar 300 juta yang ditransfer dari bank lain,” tegas Rizky.

JPU kemudian memperlihatkan barang bukti berdasarkan barang bukti rekening koran, ternyata memang benar ada transaksi BCA atas nama John Palinggi yang ditransfer ke BNI atas nama Sueb.

Respon Terdakwa terhadap Saksi

Setelah tiga saksi membeberkan keterangan dan bukti yang memberatkan terdakwa, Majelis Hakim Buyung Dwikora memberikan kesempatan Marthen Napang untuk meresponnya.

Marthen Napang pun bertanya kepada Vande dari PT Lion Group tentang dirinya yang melakukan penerbangan menggunakan Batik Air pada tanggal 12 juni 2017.

Vande dengan tegas menjawab: “Tanggal 12 Juni 2017 di Lion Group tidak ada Pak (Marthen Napang). Semua afiliasi juga tak ada. Tanggal 12 Juni 2017 itu Pak Marthen Napang itu tidak ada penerbangan di kami, baik menggunakan Wings, Lion Air, dan Batik Air. Tahun 2017 kami masih 3 afiliasi penerbangan saja.”

Salah satu hakim menengahi dengan mengatakan kepada terdakwa Marthen Napang: “Gini terdakwa ya, kalau punya data di Lion Group pada tanggal 12 Juni 2017, jika saudara memiliki bukti bahwa saya terbang pakai Batik Air pada tanggal 12 juni 2017 nanti silahkan buktikan. Jangan paksa saksi untuk mengakui. Silahkan buktikan. Gitu ya.”

Hakim pun memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk membuktikan klaimnya di persidangan berikutnya.

Baca juga:

Kesaksian Elsa Novita Bongkar Modus Pemalsuan dalam Sidang Terdakwa Marthen Napang

Sidang Kasus Penipuan dan Pemalsuan yang Jerat Prof Marthen Napang, Hadirkan Saksi Rusdini Ungkap Fakta Uang Rp 950 Juta

Saksi Pelapor Ungkap Fakta Baru dalam Sidang Kasus Penipuan Terdakwa Prof Dr Marthen Napang

Sidang Memanas, Saksi Pelapor Ungkap Detail Dugaan Penipuan oleh Terdakwa Prof Marthen Napang Terkait Kasus Penipuan dan Pemalsuan Salinan Putusan MA

Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Prof Marthen Napang Dalam Kasus Dugaan Pemalsuan Salinan Putusan MA

JPU Minta Hakim Tolak Eksepsi Penasihat Hukum Dari Prof Dr Marthen Napang, Terdakwa Perkara Pidana Penipuan, Penggelapan dan Pemalsuan

Dibalik Film Mariara Akan Tayang November 2024, 7 Kru Meninggal, Aktor Alami Fenomena Mistis

0

IndonesiaVoice.com – Menjelang penayangan film Mariara pada November 2024, digelar peluncuran dan diskusi film tersebut yang diadakan di Gedung Pertunjukan Paguyuban Wayang Orang Bharata, Jakarta, Senin (30/9/2024).

Diskusi yang dipandu oleh Produser Film, Merdy Rumintjap ini menghadirkan sejumlah pembicara, diantaranya, Boy Worang, Tommy F Awuy, Benny E Matindas, Dr Audy Wuisang, dan Reiner Ointoe.

Sebuah Terobosan Budaya dari Minahasa

Benny E Matindas menilai Film Mariara adalah sebuah terobosan dari karya anak-anak muda Minahasa, yang mengangkat budaya lokal mereka ke layar lebar.

Menurutnya, film ini bukan sekadar film horor, tetapi juga cerminan dari kisah nyata dalam masyarakat Minahasa.

“Film ini mewakili jati diri masyarakat Minahasa. Saya berharap, kedepan lebih banyak lagi anak muda Minahasa yang mengangkat kearifan lokal dalam karya film,” ungkap Benny.

film mariara
Foto bersama usai peluncuran dan Diskusi Film Mariara yang diadakan di Gedung Pertunjukan Paguyuban Wayang Orang Bharata, Jakarta, Senin (30/9/2024).



Lebih lanjut, Benny menyarankan agar Film Mariara dijadikan ruang diskusi publik yang lebih luas, tidak hanya di kalangan masyarakat Manado.

Menurutnya, Minahasa merupakan bagian dari suku di Indonesia yang turut membangun budaya bangsa.

Ia pun menyebut salah satu tokoh besar asal Minahasa, sastrawan almarhum Remy Sylado, sebagai bukti kontribusi besar Minahasa dalam dunia seni dan sastra Indonesia.

Pujian untuk Nilai-nilai Budaya dan Filsafat dalam Film

Hal senada disampaikan oleh Tommy F Awuy, yang mengapresiasi karya anak muda Minahasa ini. Menurut Tommy, Mariara sebaiknya tidak hanya ditonton, tetapi juga dijadikan ajang diskusi bagi generasi muda.

“Banyak nilai antropologi, sosial, budaya, dan filsafat yang tersirat dalam film ini. Diskusi-diskusi seperti ini penting untuk pencerahan berpikir,” ujar Tommy.


Ia pun mendorong agar film ini diikutsertakan dalam festival film internasional serta dijadikan bahan diskusi di universitas-universitas.

Film yang Selaras dengan Budaya dan Agama

Dari sudut pandang teologi, Dr Audy Wuisang menegaskan, kisah Mariara adalah bagian dari sejarah nyata masyarakat Minahasa sejak zaman leluhur.

Meski di masa lalu dinilai tabu karena bertentangan dengan ajaran agama yang berkembang di Sulawesi Utara, Audy memuji film ini karena berhasil mengangkat kearifan lokal Minahasa tanpa mendiskreditkan agama.

“Film ini meluruskan pemahaman tentang Mariara yang selama ini sudah dianggap tabu. Agama dan budaya harus selaras, bukan saling menjatuhkan,” jelas Audy.


Kebanggaan Diaspora Minahasa

Sebagai perantau asal Manado yang kini tinggal di Jawa Barat, Boy Worang turut menyambut baik kehadiran film Mariara. Ia berencana mengajak komunitas Manado di Jawa Barat untuk mendukung dan menonton film ini.

“Film Mariara adalah karya yang sangat orisinal dari putra-putri Manado. Proses pembuatannya sarat dengan pesan agama, budaya lokal, dan nilai kesederhanaan,” tuturnya dengan antusias.

Sutradara Mariara, Veldy Reynold, menjelaskan film ini bergenre horor thriller dengan sentuhan romansa.

“Film ini didominasi horor dan thriller, namun tetap ada sisi romantisnya. Ceritanya diangkat dari kisah urban legend Tanah Minahasa yang sebenarnya sering terjadi di sekitar kita, namun tabu untuk dibicarakan,” ungkap Veldy.


Ia juga mengungkapkan bahwa proses pembuatan film ini berlangsung selama lima tahun dan, tragisnya, tujuh kru film meninggal dunia selama produksi.

Namun, Veldy menegaskan, “Itu bukan tumbal. Jika film ini tidak diinginkan oleh Yang Maha Kuasa, pasti tidak akan selesai. Puji Tuhan, akhirnya film ini rampung.”

Sebagai produser eksekutif, Rika Callebaut juga menyatakan dukungannya terhadap Mariara.

“Film ini sangat berbeda dari yang lain. Ada pesan penting di dalamnya, yaitu untuk tetap percaya kepada Tuhan,” ujar Rika yang berperan besar di balik layar.

Aktor Leon Alexander, yang turut bermain dalam film ini, mengaku mengalami pengalaman mistis selama syuting.


“Pada minggu pertama, tepatnya hari ketiga, saya mengalami fenomena ‘ketindihan’ selama tiga malam berturut-turut. Bahkan, ada bisikan yang terus mengganggu pikiran saya, seperti mengatakan ‘buat apa syuting kayak gini’,” cerita Leon.

Sementara itu, Merdy Rumintjap menyampaikan bahwa film Mariara akan diputar secara internasional. Film ini dijadwalkan tayang di IFC Cinematic, Madison, New York, pada 25-30 Januari 2025, dan akan diputar di beberapa wilayah di Australia, Belanda, Inggris, Hongkong, Taiwan, dan Malaysia dengan dukungan komunitas diaspora Kawanua.

Sinopsis Film Mariara

Film Mariara mengisahkan tentang Desa Patemboan yang digemparkan oleh kematian kepala desa, Kumtua Sebina, setelah terpilih melalui pemilihan rakyat. Tubuh Sebina tiba-tiba membiru dan hangus seperti terbakar, diyakini akibat racun.

Pengadilan desa memutuskan untuk mengusir Marten Karengkom dari desa tersebut. Marten, bersama keluarganya, mengungsi ke kaki Gunung Soputan.

Kisah semakin mencekam dengan hadirnya Pendeta muda David, yang berniat membawa Marten kembali ke desa. Pendeta Edward, pemuka agama setempat, menentang keras keputusan ini.


Situasi menjadi semakin misterius ketika David terlibat dalam ritual pengorbanan bayi di sebuah gua di kaki Gunung Soputan.

Film Mariara tidak hanya menyuguhkan ketegangan, tetapi juga memuat elemen-elemen cerita yang terkait dengan kepercayaan dan kehidupan sehari-hari masyarakat Minahasa.

Penonton dapat merasakan kedalaman cerita yang mengangkat urban legend lokal sekaligus memicu pertanyaan tentang tabu yang sering tersembunyi dalam kehidupan sehari-hari.

Film Mariara siap menghadirkan pengalaman horor yang berbeda bagi penonton Indonesia maupun internasional, sekaligus memperkenalkan kisah mistis dari tanah Minahasa ke panggung dunia.(*)

Paguyuban Libels Gelar Silaturahmi Lintas Generasi Hingga Nostalgia Tembang Kenangan

0

IndonesiaVoice.com – Ratusan alumni SMA Negeri 15 Jakarta Utara, yang tergabung dalam Paguyuban Libels, kembali berkumpul dalam acara silaturhmi yang digelar di Bekasi, pada Minggu (29/9/2024).

Acara bertajuk Tembang Kenangan ini membawa suasana nostalgia yang hangat dan penuh keakraban, menyatukan para alumni dari berbagai angkatan dalam suasana penuh kebersamaan.

Dari awal hingga akhir, acara ini dipenuhi dengan tembang-tembang legendaris dari era 80-an dan 90-an, seperti karya Koes Plus: Andaikan Kau Datang, Kolam Susu, Bujangan, hingga Kisah Sedih di Hari Minggu.

Lagu-lagu lainnya seperti Diana dan Bis Sekolah juga turut menghidupkan suasana nostalgia, mengajak para alumni untuk bernyanyi bersama dan mengenang masa-masa indah di sekolah.

Ketua Umum Paguyuban Libels, Suroso Wiro, dalam sambutannya menekankan pentingnya acara ini sebagai wadah untuk mempererat silaturahmi lintas angkatan.

“Silaturahmi ini tidak sekadar ajang nostalgia, tetapi juga sarana untuk mempersatukan alumni dari berbagai generasi, mulai dari angkatan 1976 hingga 2016,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan-kegiatan positif seperti ini dapat terus dilanjutkan, termasuk bakti sosial, donor darah, halal bihalal, dan program berbagi kasih lainnya.

Dalam pertemuan ini, terlihat semangat kebersamaan yang tinggi, meskipun para alumni telah tersebar dari Sabang sampai Merauke.

“Setiap generasi memiliki kenangan dan ceritanya sendiri. Lewat acara ini, kami berharap hubungan antar alumni tetap terjaga dan semakin erat,” tambah Suroso.

Ketua Ikatan Alumni (IKA) Lima Belas periode 2018-2021, Dadang Tompro, yang juga hadir, menyampaikan kegembiraannya atas terselenggaranya reuni lintas angkatan ini. Ia menegaskan pentingnya menjaga kekompakan antar alumni dan menyingkirkan perbedaan.

Selain diisi dengan musik, acara ini juga diramaikan dengan sesi berbagi cerita, kenangan lucu semasa sekolah, hingga pembagian doorprize yang disambut antusias oleh para peserta.

Momen foto bersama pun menjadi bagian yang tak terlewatkan, dimana para alumni dengan penuh semangat mengabadikan kebersamaan mereka.

Suroso juga menambahkan rencana kongres Paguyuban Libels yang akan digelar pada Desember 2024 untuk memilih pengurus baru. Salah satu yang masuk bursa calon adalah Boyke Simanjuntak.

“Kami berharap kongres ini berjalan lancar dan dapat memilih pemimpin yang amanah, yang mampu menjalankan organisasi dengan lebih baik dan bermanfaat bagi anggotanya,” tutup Suroso.

Acara temu kangen ini berakhir dengan penuh kehangatan, para alumni pulang membawa kenangan manis dan harapan bahwa acara serupa akan terus dilaksanakan di masa mendatang.

Temu kangen ini bukan sekadar pertemuan, tetapi sebuah ajang untuk memperkuat ikatan kekeluargaan yang telah terjalin selama bertahun-tahun.