Beranda blog Halaman 66

Dating Palembangan Apresiasi Penuh Gerakan Lagu “Indonesia Raya”

0

IndonesiaVoice.com || Upaya Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menanamkan semangat nasionalisme dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” setiap pagi, pukul 10.00 WIB, mulai merambah kepada daerah lainnya.

Setelah Pemprov Jawa Tengah, kini Pemerintahan Kota Depok juga berkeinginan untuk mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Rencananya lagu kebangsaan tersebut akan didengarkan di seluruh instansi pemerintah daerah dan tempat umum.                                                             

Diberitakan, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X mengutarakan alasan dikumandangkan lagu Indonesia Raya ini semata-mata untuk menyadarkan kembali akan nasionalisme bangsa ini yang tengah luntur belakangan ini. 


Baca juga: Makna Pahlawan Masa Kini

Selain itu, lanjut Sri Sultan, pihaknya juga ingin melihat reaksi dari masyarakat terkait pemutaran lagu tersebut. Nantinya reaksi tersebut akan dijadikan bahan evaluasi upaya peningkatan nasionalisme warga DIY selanjutnya. 

Apresiasi Penuh

Ketua Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Periode 2007-2011, Dating Palembangan SE, MM, mengapresiasi penuh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, yang diikuti oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menginstruksikan kepada seluruh warganya, baik di pemerintahan maupun tempat umum untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya setiap pagi.  

“Ini suatu langkah sederhana namun brilian dan konkrit untuk menanamkan semangat nasionalisme di NKRI yang kita cintai. Kalau seluruh pemimpin daerah mulai dari gubernur sampai bupati melaksanakan ini setiap hari, tidak hanya pada event tertentu saja, ini akan menjadi luar biasa,” urainya. 


Baca juga: Dukung Gencatan Senjata Israel-Palestina, GAMKI: Ini Bukan Konflik Agama

Dating, yang juga Mantan Anggota Majelis Pemuda Indonesia KNPI ini, yakin jika lagu Indonesia Raya dilantunkan secara serentak di seluruh Indonesia, maka generasi muda kedepannya akan sangat mencintai NKRI.

“Dengan demikian makna Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908 itu akan semakin menjelma. Rasa nasionalisme kebangsaaan akan terserap dan menjiwai serta menyemangati generasi penerus bangsa ini,” kata dia.  

Menurut Dating, Mantan Pengurus DPP Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI), Gerakan Lagu “Indonesia Raya” ini sebagai bentuk keprihatinan bangsa ditengah-tengah masih maraknya radikalisme.   


Baca juga: Ketum GAMKI Apresiasi Hasil Kerja TGPF Kasus Penembakan Pendeta Yeremia Zanambani

“Program ini sangat baik untuk memutus mata rantai radikalisme. Ditambah lagi, kini diupayakan juga internalisasi nilai-nilai Pancasila, sebagai dasar negara, guna menguatkan persatuan bangsa. Juga, pemahaman UUD 1945 dan Bhineka Tungga Ika dimana bangsa ini sangat kaya akan budaya, ekonomi yang perlu dikelola secara baik,” tuturnya.

“Sekali lagi saya ucapkan salut kepada Gubernur DIY yang menginisiasi untuk menginstruksikan kepada seluruh wilayah perangkat daerahnya mengumandangkan lagu Indonesia Raya. Kita menaruh harapan besar agar daerah lain dapat juga dilakukan,” imbuhnya. 

Dating memaparkan instansi pemerintah sebenarnya dalam setiap pembukaan rapat menyanyikan lagu Indonesia Raya juga. 


Baca juga: GAMKI Tolak Kebijakan Impor Beras, Tak Berpihak Petani Indonesia

“Namun itu masih di kalangan terbatas. Belum kepada seluruh masyarakat. Sebab itu, Gerakan lagu Indonesia Raya ini mesti menjadi gerakan bersama,” ujar dia.

Boedi Oetomo

Lebih jauh Dating menjelaskan Hari Kebangkitan Nasional dimulai dengan adanya organisasi pemuda Boedi Oetomo yang didirikan oleh Dr. Soetomo dan para mahasiswa STOVIA yaitu Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji pada tanggal 20 Mei 1908. Organisasi ini digagas oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo. 

Perkumpulan Budi Utomo bersifat sosial, ekonomi, dan kebudayaan tetapi tidak bersifat politik. Berdirinya Budi Utomo menjadi awal gerakan yang bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia, walaupun pada saat itu organisasi ini awalnya hanya ditujukan bagi golongan berpendidikan Jawa. 


Baca juga: Tanggapan Ketum IMDI Michael Wattimena Atas Keempat Kalinya Pengadilan Tolak Gugatan Kubu Moeldoko

“Perkumpulan Budi Utomo ini berupaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan anak negeri dalam hal pendidikan,” kata dia.

Berjalan waktu, lanjut Dating, dari tahun 1908 ke 1945, (37 tahun) Indonesia dapat meraih kemerdekaan dan memproklamasikan lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia, tepatnya pada 17 Agustus 1945. 

“Itu adalah buah-buah inspirasi dari mereka yang mencintai Indonesia,” ujarnya. 

Indonesia Merdeka

Sudah 76 tahun merdeka, jelas Dating, dalam perjalanannya Indonesia mengalami pasang surut. Banyak catatan sejarah yang ingin mengubah NKRI. Ada yang ingin mengubah NKRI menjadi RIS (Republik Indonesia Serikat), negara federal, dan sebagainya. 


Baca juga: Gelar Rakernas III, PIKI: Intoleransi Alami Peningkatan

“Sebab itu, kita menaruh hormat kepada para pemimpin yang selalu mengedepankan kepentingan bangsa ini dengan tetap menjaga NKRI dengan berdasarkan pada Pancasila dan UUD 1945 serta semboyan Bhineka Tunggal Ika,” tegas dia. 

Dating membeberkan agar NKRI ini tetap abadi dan kekal selamanya ada upaya maksimal yang dilakukan pemimpin negeri ini dalam mengisi dan mewarisi pemuda supaya tetap setia kepada Pancasila, UUD 1945 dan NKRI. 

“Kita mengetahui banyak ancaman dan tantangan terhadap NKRI, baik dari dalam maupun luar negeri. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemimpin kita,” kata dia. 


Baca juga: Webinar PIKI Bahas IA CEPA, Wamendag Jerry Sambuaga: “Bea Masuk Produk Indonesia ke Australia Jadi 0 Persen, Ini Sebuah Prestasi”

“Karena itu dibutuhkan pemikiran visioner jangka panjang dari pemimpin kita saat ini supaya berjalan waktu bergantinya generasi penerus, nilai-nilai itu tetap terpelihara,” tambahnya. 

Komponen Cadangan

Dating mengemukakan pemimpin di negara ini berupaya secara formal agar NKRI ini lestari selamanya. Salah satu upaya yang dilakukan jauh-jauh hari adalah semua perkantoran setiap kali ada pertemuan atau rapat, didahului dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan mengheningkan cipta. 

Disamping itu, lanjut Dating, agar para pemuda cinta kepada republik ini maka Kementerian Pertahanan mengadakan program pendidikan bela negara guna menanamkan nilai-nilai kebangsaan dalam rangka menangkal radikalisme.


Baca juga: Dies Natalis Ke-55, Ketum PIKI: “Kualitas Demokrasi Masih Transaksional”

“Diadakanlah suatu program pelatihan bagi anak-anak negeri berumur 18-35 tahun, untuk masyarakat sipil, yang dinamakan komponen cadangan (komcad). Ini suatu langkah maju yang ditempuh pemimpin kita guna menanamkan nilai-nilai kebangsaan agar mencintai bangsa ini,” pungkasnya.

(VIC)

Dukung Gencatan Senjata Israel-Palestina, GAMKI: Ini Bukan Konflik Agama

0

Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) mendukung penuh gencatan senjata yang dilakukan antara pemerintah Israel dan Hamas Palestina. Gencatan senjata harus dilakukan agar korban jiwa dari masyarakat sipil tidak semakin bertambah.

“Saling serang di antara kedua pihak, baik militer Israel dan sayap militer Hamas, telah menimbulkan banyak korban jiwa, terkhusus perempuan dan anak. Kami berharap gencatan senjata yang dilakukan pada Jumat pagi ini dapat berlangsung lama dan dilanjutkan proses dialog untuk menyepakati solusi dua negara yang menjadi resolusi PBB,” kata Sekretaris Umum DPP GAMKI Sahat Martin Philip Sinurat, di Jakarta, Jumat (21/5).

GAMKI, lanjutnya, mendukung penuh dilaksanakannya solusi dua negara serta mendesak PBB dan negara-negara dunia untuk dapat menjembatani dialog antara Pemerintah Israel dan Otoritas Nasional Palestina demi tercapainya resolusi damai jangka panjang Israel-Palestina.


Baca juga: Ketum GAMKI Apresiasi Hasil Kerja TGPF Kasus Penembakan Pendeta Yeremia Zanambani

Diungkapkan Sahat, sebagai bentuk solidaritasnya, GAMKI selama bertahun-tahun kerap berkunjung ke Kantor Kedubes Palestina untuk Indonesia dan juga mengundang Duta Besar Palestina dalam acara GAMKI, seperti Rakernas dan Perayaan Natal.

“Bagi GAMKI, persoalan konflik Palestina dan Israel tidak dilihat dari perspektif agama melainkan konflik wilayah yang harus dilihat dari sudut pandang kemanusiaan dan keadilan. Kita tahu bahwa di Palestina tidak hanya ada umat Muslim, melainkan juga Yahudi dan Kristen. Begitu juga di negara Israel, warganya tidak hanya memeluk agama Yahudi, tapi juga banyak yang beragama Islam dan Kristen,” ujarnya.

Menurut Sahat, konflik antara Israel dan Palestina yang terjadi saat ini di Timur Tengah justru dijadikan komoditi politik oleh oknum dan kelompok tertentu di Indonesia.


Baca juga: GAMKI Tolak Kebijakan Impor Beras, Tak Berpihak Petani Indonesia

“Kami melihat ada oknum dan kelompok tertentu di Indonesia yang menjadikan konflik Israel-Palestina sebagai komoditi politik. Mereka membuat framing di media sosial bahwa konflik Palestina adalah konflik agama, menuduh orang Indonesia yang tidak membela Palestina sebagai pengkhianat, bahkan membuat beberapa sebutan seperti zionis nusantara, yahudi pesek, pendukung Israel berasal dari bani bipang, dan lainnya,” urai dia.

Sahat menyayangkan adanya oknum dan kelompok tertentu di Indonesia yang memakai konflik Israel-Palestina untuk memprovokasi dan memecah-belah masyarakat.

“Kami mengharapkan masyarakat Indonesia dapat lebih bijak melihat persoalan Israel-Palestina. Jangan mudah dipengaruhi provokasi dan propaganda yang dilakukan oknum ataupun kelompok tertentu yang sengaja ingin memecah-belah dan membenturkan masyarakat kita. Bahkan sampai ada siswi yang dipecat dari sekolahnya karena dinilai menghina Palestina lewat media sosial, ini kan sanksi yang berlebihan,” beber dia.


Baca juga: Dunia Internasional Akui Laut Natuna Milik Indonesia, GAMKI Apresiasi Sikap Protes Pemerintah RI Terhadap Klaim China

Memandang persoalan Yerusalem dari sudut pandang agama saja, menurut Sahat, hanya membuat masyarakat Indonesia menjadi tersekat-sekat dan memperdalam jurang perbedaan.

“Kalau kita hanya membela berdasarkan perspektif agama, setiap agama akan punya ego masing-masing. Baik agama Yahudi, Kristen, maupun Islam sama-sama merasa memiliki tanah Israel-Palestina dengan sejarah kitab suci masing-masing,” kata Sahat yang pernah menghadiri pertemuan internasional Mahasiswa Kristen se-Dunia di Kairo, Mesir pada tahun 2017 untuk membahas persoalan konflik Israel-Palestina.


Baca juga: Tanggapan Ketum IMDI Michael Wattimena Atas Keempat Kalinya Pengadilan Tolak Gugatan Kubu Moeldoko

“Persoalan Palestina adalah tentang kemanusiaan dan keadilan. Buktinya, banyak warga Kristen dan Yahudi Palestina yang ikut memperjuangkan kemerdekaan Palestina bersama dengan warga Islam Palestina. Jadi, mari kita rakyat Indonesia bersatu, tidak tepat mengidentikkan persoalan Palestina sebagai persoalan agama tertentu saja,” pungkasnya.

Tanggapan Ketum IMDI Michael Wattimena Atas Keempat Kalinya Pengadilan Tolak Gugatan Kubu Moeldoko

0

IndonesiaVoice.Com || Organisasi sayap Partai Demokrat Insan Muda Demokrat Indonesia (IMDI) menyambut baik dan mengapresiasi penuh atas penolakan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) atas gugatan yang diajukan kubu penyelenggara Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat pimpinan Moeldoko.

Hal itu diutarakan Ketua Umum Insan Muda Demokrat Indonesia (IMDI) yang juga Politikus Partai Demokrat, Dr Michael Wattimena, SE, MM, di Kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (20/5).

Menurut pria yang akrab disapa BMW ini, Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sudah empat kali meraih kemenangan.


“Ini merupakan kemenangan keempat kalinya terkait ditolaknya gugatan kubu KLB Deli Serdang oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” jelas mantan anggota DPR RI Dapil Papua selama dua periode ini.

Menurut Michael, gugatan yang ditolak kali ini adalah dilayangkan mantan Ketua DPC Partai Demokrat Halmahera Utara (Halut) Yulius Dagilaha terhadap Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Dengan demikian kubu KLB Deli Serdang sudah empat kali gagal melakukan gugatan terhadap Kepemimpinan yang sah Partai Demokrat, AHY,” tutur Ketua MPO DPP GAMKI ini.


Ibarat pertandingan olahraga, lanjut Michael, mereka sudah takluk dengan skor 4-0. Posisi saat ini sudah empat kali kemenangan Partai Demokrat kepemimpinan AHY, dan nol kubu Moeldoko yang kini menjabat sebagai Kepala Staf Presiden (KSP).

“Melalui media, publik sudah tahu, bahwa kekalahan pertama permohonan pengesahan kubu Moeldoko yang ditolak di Kemenkumham. Dan, tiga kali penolakan gugatan para pendukung KSP Moeldoko dan Jhoni Allen di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” beber mantan Ketum DPP GAMKI ini.

Tak luput, Michael mengucapkan terima kasih kepada aparat penegak hukum yang telah menjalankan tugasnya dengan seadilnya sehingga rentetan laporan kubu Moeldoko selalu ditolak di Pengadilan.


“Hal ini membuktikan kepengurusan Partai Demokrat Ketum AHY adalah sah dan diakui negara,” tegasnya.

Atas penolakan gugatan tersebut, Michael menegaskan agar kubu Moeldoko tidak menggunakan dan mengatasnamakan Partai Demokrat.

“Sudah jelas, mereka ditolak. Sudah tidak boleh lagi pakai nama Partai Demokrat,” kata dia.


“Kalau mereka masih mengaku Partai Demokrat, tentunya mereka ilegal. Sudah jelas kepengurusan yang sah Ketum AHY,” pungkas Michael.

BMKG Ralat Gempabumi Nias Barat Menjadi M 6.7

0

IndonesiaVoice.com || Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa sebelumnya Magnitudo (M) 7.2 diralat menjadi M 6.7 di lepas pantai sebelah barat Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, Jumat (14/5).

Dalam siaran persnya Jumat (14/5/2021) BMKG juga melaporkan adanya gempabumi susulan (aftershock) dengan parameter M 5.2.

Adapun pusat gempabumi susulan tersebut dilaporkan berada pada titik koordinat 0.21 LU-96.58 BT di kedalaman 10 kilometer (km) dan tidak berpotensi tsunami.


Baca juga: Gempa M7,2 juga Dirasakan Sejumlah Daerah, Mentawai Potensi Sedang Hingga Tinggi

Menurut BMKG, jenis dan mekanisme gempabumi tersebut merupakan gempabumi dangkal yang berada di zona outer-rise, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya.

Adapun hal itu sesuai dengan hasil analisis BMKG yang menunjukan bahwa gempabumi tersebut memiliki mekanisme sesar turun (normal fault).


Baca juga: Gempabumi M7.2 Guncang Nias Barat, Masyarakat Panik dan Keluar Rumah

Hingga Jumat (14/5) pukul 14.30 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan sebanyak tiga Kali.

Gempa M7,2 juga Dirasakan Sejumlah Daerah, Mentawai Potensi Sedang Hingga Tinggi

0

IndonesiaVoice.com || Masyarakat di sejumlah daerah di Provinsi Sumatera Barat dan Sumatera Utara merasakan guncangan kuat gempa magnitudo (M)7,2 yang terjadi pada Jumat (14/5/2021), pukul 13.33 WIB. Parameter awal gempa menyebutkan pusat kedalaman berada pada 19 km.

Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB menerima laporan dari BPBD daerah bahwa masyarakat di beberapa daerah merasakan guncangan gempa tersebut.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat, mencatat guncangan 2 – 3 detik yang dirasakan warga Desa Tuapaja, Kecamatan Sipora Utara. Sedangkan di Desa Simalegi, Kecamatan Siberut Barat, warga merasakan guncangan gempa selama 4 – 5 detik,” jelas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dr Raditya Jati dalam siaran persnya, Jumat (14/5/2021).


Baca juga: Gempabumi M7.2 Guncang Nias Barat, Masyarakat Panik dan Keluar Rumah

Masyarakat di Desa Simalegi, lanjut Raditya, bahkan sempat mengungsi ke tempat yang lebih aman. Namun demikian, warga desa ini sudah kembali ke rumah masing-masing. BPBD setempat mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi gempa susulan.

BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai menginformasikan sejauh ini tidak ada informasi kerusakan akibat gempa.

Sementara itu, guncangan juga dirasakan oleh warga di Provinsi Sumatera Utara.

“BPBD Kabupaten Nias Barat melaporkan warganya merasakan guncangan kuat saat gempa terjadi. Warga panik hingga keluar rumah untuk mengamankan diri. Warga merasakan guncangan kuat selama 4 – 5 detik,” urai dia.


Baca juga: Menko Marvest Luhut Panjaitan Peringatkan Ada Sumber Gempa Megathrust 13 SR

Pascaguncangan BPBD setempat melakukan kaji cepat di lapangan dan koordinasi dengan instansi terkait.

Sementara itu, berdasarkan analisis peta guncangan yang diukur dengan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis guncangan yang dirasakan dengan tingkat berbeda di beberapa wilayah. Guncangan dengan skala MMI III- IV di Gunung Sitoli, Nias, Nias Barat, dan Nias Selatan, MMI III di Banda Aceh, MMI II di Aceh Tengah dan AekGodang.

“Dilihat dari analisis InaRISK, wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai termasuk wilayah dengan potensi bahaya gempa bumi kelas sedang hingga tinggi. Sebanyak 10 kecamatan berada pada potensi bahaya tersebut, dengan luas bahaya mencapai 598.000 hektar,” beber dia.


Baca juga: Dampak Yang Terjadi Pascagempa M 4,8 oleh Sesar Besar Sumatera

“BNPB selalu mengimbau warga untuk tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya gempa bumi. Bahaya gempa dapat terjadi tanpa adanya peringatan. Gempa dapat memicu kerusakan bangunan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa,” tutupnya.

Gempabumi M7.2 Guncang Nias Barat, Masyarakat Panik dan Keluar Rumah

0

IndonesiaVoice.com || Gempabumi dengan parameter magnitudo 7.2 dirasakan kuat oleh masyarakat di Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, Jumat (14/5) pukul 13.33 WIB.

Kepala Sub Bidang Direktorat (Kasubdit) Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nias Barat, Hiramo melaporkan, guncangan gempabumi tersebut sempat membuat masyarakat panik dan keluar rumah.

“Masyarakat panik dan keluar rumah,” ujar Hiramo melalui keterangan tertulis.


Baca juga: Menko Marvest Luhut Panjaitan Peringatkan Ada Sumber Gempa Megathrust 13 SR

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Nias Barat saat ini sedang melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan instansi dan pihak terkait.

Sementara itu, berdasarkan hasil rekaman seismogram Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempabumi tersebut berada pada 0.10 LU dan 96.53 BT di laut pada kedalaman 19 kilometer (km).

Adapun apabila ditarik garis lurus, maka jarak pusat gempa tersebut berada pada 141 km Barat Daya Nias Barat, 151 km Barat Daya Nias Selatan, 172 km Barat Daya Nias, 455 km Barat Daya Medan dan 1.339 km Barat Laut Jakarta.


Baca juga: Dampak Yang Terjadi Pascagempa M 4,8 oleh Sesar Besar Sumatera

Lebih lanjut, menurut BMKG gempabumi tersebut tidak berpotensi tsunami.

Hingga siaran pers ini diterbitkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerugian materil.

Keluarga Besar Marga Sinaga Salurkan Bantuan Untuk ‘Operasi Transplantasi Hati’ Bocah Karen Uli

0

IndonesiaVoice.com || Sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap Karen Uli br Sinaga (8 bulan) yang membutuhkan dana miliaran rupiah untuk pembiayaan operasi transplantasi hati, Keluarga Besar Marga Sinaga melalui Parsadaan Pomparan Toga Sinaga Dohot Boru (PPTSB) menyerahkan bantuan berupa uang sebesar Rp. 300 juta.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis dari Ketua Umum PPTSB Mangihut Sinaga, didampingi Bendum PPTSB Saibun Sinaga, kepada Pdt Andreas Jonto W Sinaga (Ayah Karen Uli br Sinaga), yang diadakan di Aula Bank Mandiri Matraman, Jakarta Selasa (27/4/2021).

Hadir juga pengurus PPTSB lainnya, antara lain, Sekum PPTSB Mangaranap Sinaga dan Penasehat PPTSB Vickner Sinaga.

Keluarga Besar Marga Sinaga Salurkan Bantuan Untuk ‘Operasi Transplantasi Hati’ Bocah Karen Uli
Keluarga Besar Marga Sinaga Salurkan Bantuan Untuk ‘Operasi Transplantasi Hati’ Bocah Karen Uli



Baca juga: Parsadaan Anak Boru Bere Simatupang Berbagi Tali Kasih Salurkan Sembako Ditengah Pandemi Covid-19

Sedangkan Pdt Andreas Jonto W Sinaga saat itu hadir bersama istrinya Tetty Veronika Silalahi dan anaknya Karen Uli br Sinaga.

Nama Pdt Andreas Jonto W Sinaga ini sempat viral videonya ketika meminta bantuan kepada netizen untuk membantu pembiayaan operasi anaknya melalui unggahan di medsos.

Ketua Umum PPTSB Mangihut Sinaga mengatakan, “Kami atas nama PPTSB menyerahkan bantuan yang sudah terkumpul dari seluruh Marga Sinaga di Indonesia. Saya juga tidak menyangka ekspektasi kepedulian Marga Sinaga ini luar biasa. Dalam satu minggu terkumpul ratusan juta. Luar biasa Marga Sinaga.”


Baca juga: Gaja Toba dan KPPS HKBP Akan Gelar Workshop Pemanfaatan Tanah Ulayat di KDT

“Seberapa pun yang terkumpul dari Marga Sinaga ini, mohon diterima sebagai bentuk keprihatinan kami agar Karen Uli br Sinaga dapat melangsungkan operasi dengan sukses. Tidak hanya itu, Kami seluruh Marga Sinaga di Indonesia juga turut mendoakan kelancaran operasi anak kita Karen Uli br Sinaga. Kiranya Pdt Andreas Jonto W Sinaga yang menjadi pendonor hati bagi anaknya juga diberikan kekuatan dan kesehatan selalu dari Tuhan,” imbuh Mangihut.

Terima kasih yang tak terhingga diucapkan Pdt Andreas Jonto W Sinaga atas bantuan dari PPTSB.

“Terima kasih amangtua dan inangtua atas dukungannya. Kami sungguh terharu atas bantuan dari PPTSB,” kata dia.


Baca juga: Kermahudatara dan LABB Adakan Survei Moratorium Pembentukan Provinsi Tapanuli 2021

Pun, lanjut Andreas, sebelumnya PPTSB telah membantu untuk mengklarifikasi adanya kabar bahwa video viral yang disebarkan di medsos, dianggap hoax.

“Puji Tuhan PPTSB membantu kami untuk mengklarifikasi soal itu terutama kepada marga Sinaga di seluruh Indonesia. Membuat kami lega. Saya sempat mau menyerah, lantaran ditengah-tengah sedang memperjuangkan pengobatan anak, saya dituduh yang tidak-tidak. Terima kasih PPTSB atas dukungannya,” ujar dia.

“Sekali lagi, kami ucapkan terima kasih kepada semua Marga Sinaga boru dohot bere. Tak bisa terkatakan, hanya ucapkan terima kasih yang bisa kami sampaikan. Biarlah Tuhan Yesus yang membalas semua kebaikan untuk penyembuhan anak kita Karen Uli br Sinaga,” pungkas Andreas.


Baca juga: Usai Pemilu, FBBI ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kesatuan Demi NKRI

Ungkapan terima kasih tak terhingga juga disampaikan Tetty Veronika Silalahi, istri dari Pdt Andreas Jonto W Sinaga.

“Terima kasih atas dukungan PPTSB. Ditengah pergumulan keluarga ini, kehadiran PPTSB menguatkan kami. Mohon dukungan doa juga untuk suami saya yang mau berkorban mendonorkan hatinya untuk dicangkokkan kepada anak kami Karen Uli br Sinaga,” tandas Tetty sambil terisak.

Pemerintah Jamin Pendidikan Anak-Anak Prajurit KRI Nanggala 402 Sampai Jenjang Sarjana

0

IndonesiaVoice.com || Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengucapkan belasungkawa atas gugurnya 53 prajurit kapal selam KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan utara Bali.

Presiden Jokowi menyatakan pemerintah akan memberikan jaminan pendidikan bagi anak-anak dari 53 prajurit yang gugur di KRI Nanggala-402.


“Pemerintah akan menjamin pendidikan dari putra-putri prajurit KRI Nanggala-402 hingga jenjang pendidikan S1 (Sarjana),” ujar Jokowi dalam keterangan pers daring, Senin, 26 April 2021.

Pemerintah Jamin Pendidikan Anak-Anak Prajurit KRI Nanggala 402 Sampai Jenjang Sarjana
Pemerintah Jamin Pendidikan Anak-Anak Prajurit KRI Nanggala 402 Sampai Jenjang Sarjana

KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam setelah hilang kontak di perairan utara Bali sejak Rabu lalu, 21 April 2021.

Tim pencari menemukan sejumlah bukti otentik yang menunjukkan KRI Nanggala-402 karam pada kedalaman 838 meter dan badan kapal terbelah jadi tiga bagian.


Pada Sabtu sore, 25 April, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan 53 awak dalam kapal buatan Jerman tahun 1978 tersebut telah gugur.

 

 

 

 

Ketum GAMKI Apresiasi Hasil Kerja TGPF Kasus Penembakan Pendeta Yeremia Zanambani

0

Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI) meminta Pemerintah dan DPR RI untuk melibatkan masyarakat Papua dalam pembahasan revisi Undang-Undang Otonomi Khusus Papua.

Pernyataan ini disampaikan Ketua Umum DPP GAMKI Willem Wandik saat diterima oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Mohammad Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam, beberapa waktu yang lalu.

Wandik menyampaikan, penanganan persoalan Papua seharusnya mempertimbangkan kearifan lokal serta melibatkan tokoh agama dan tokoh adat yang memahami konteks persoalan Papua berdasarkan Injil Kristus sebagai local wisdom.


Baca juga: GAMKI Tolak Kebijakan Impor Beras, Tak Berpihak Petani Indonesia

“Tanah Papua tidak hanya membutuhkan uang dari anggaran Otsus namun yang paling utama adalah kewenangan dalam menyusun peraturan dan kebijakan. Pelaksanaan program kerja dalam UU Otsus tidak dapat berjalan apabila peraturan turunannya tidak dibuat, melalui Perdasus dan Perdasi,” jelas Wandik seperti yang tertulis dalam siaran pers pada hari Minggu, (25/4).

Menyikapi persoalan kekerasan HAM yang masih terjadi di Tanah Papua, Wandik mengapresiasi pembentukan dan hasil kerja dari Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kasus Penembakan Pendeta Yeremia Zanambani.

“Kami mengapresiasi Menko Polhukam yang telah membentuk TGPF dan mengharapkan adanya tindak lanjut dari hasil pencarian fakta tersebut. Masyarakat mengharapkan adanya perlakuan hukum yang adil,” kata Wandik yang juga merupakan anggota DPR RI dari dapil Papua.


Baca juga: Kunjungi Kampung Argowisata Riau, GAMKI dan Santri Tani Indonesia Bakal Teken MoU

Terkait adanya pendeta yang ditangkap di Intan Jaya karena memasok senjata kepada pihak KKB, Wandik meminta pihak kepolisian mengusut tuntas dan mengungkap siapa pemasok senjata tersebut.

“Kami meminta kepolisian untuk mengungkap siapa pemasok senjata, dan apakah ada yang membekingi. Tentu hal yang tidak mudah membawa senjata modern ke tengah pegunungan Papua,” kata Wandik.

Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Umum Sahat Martin Philip Sinurat menjelaskan kepada Menko Polhukam tentang program pemberdayaan yang dilakukan GAMKI di daerah-daerah tertinggal.


Baca juga: GAMKI DAN KNPI, HARMONIS MEMBANTU PONDOK PESANTREN DAN GEREJA DI PROVINSI BANTEN

“Berdasarkan Perpres Nomor 63 Tahun 2020 tentang Penetapan Daerah Tertinggal, terdapat 62 kabupaten yang memenuhi kategori daerah tertinggal. GAMKI saat ini sedang menjalankan pilot project di beberapa daerah tertinggal, dan siap bekerjasama dengan kementerian terkait untuk mendorong percepatan pembangunan di daerah-daerah tertinggal ini,” kata Sahat.

Terkait terbitnya PP Nomor 57 tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan yang tidak memuat Pancasila sebagai mata pelajaran wajib, dan tidak adanya nama KH Hasyim Asy’ari di dalam Kamus Sejarah Jilid I yang diterbitkan Kemendikbud pada tahun 2017, GAMKI meminta Pemerintah mengevaluasi kinerja tim penyusun kurikulum dan materi pendidikan yang ada di Kemendikbud.

“Apakah murni kealpaan atau ketidaksengajaan? Ataukah ada kesengajaan dari tim penyusun agar generasi muda tidak lagi tahu sejarah berdirinya Indonesia yang sebenarnya? Apakah di antara tim penyusun ada yang berpaham radikal? Kami minta Pemerintah serius menelusurinya,” pungkas Sahat.


Baca juga: Corona Berdampak Pada Ekonomi, GAMKI Harapkan Ada Insentif Untuk Petani, Nelayan, Dan Pekerja Informal

Menko Polhukam, Mahfud MD menyampaikan terimakasih atas saran dan masukan yang disampaikan oleh DPP GAMKI.

“Terkait Otsus dan persoalan kekerasan HAM di Papua, persoalan intoleransi, radikalisme, masalah pendidikan, dan pembangunan daerah tertinggal akan menjadi bahan masukan kami. Kami juga akan menyampaikan kepada kementerian dan lembaga pemerintah terkait untuk bekerjasama dan melibatkan GAMKI,” kata Mahfud.

1211 Peserta Ikuti “K-12 Computer Science Education Fair 2021” yang digelar BPK Penabur Jakarta

0

IndonesiaVoice.com || Sebanyak 1211 peserta didik jenjang TK-SMA mendaftarkan diri untuk mengikuti “K-12 Computer Science Education Fair 2021”.

Kegiatan ini merupakan ajang perlombaan bagi peserta didik serta edukasi kepada orang tua, guna mengembangkan pengetahuan serta kemampuan computer science peserta didik ke depan.

Acara yang diselenggarakan oleh BPK Penabur Jakarta dan Coding Bee Academy tersebut disiarkan langsung dari YouTube Channel BPK Penabur Jakarta, pada 23-24 April 2021.

Para peserta didik berasal dari berbagai daerah di Indonesia yakni Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok, Bogor, Serang, Bandung, Purwokerto, Mojokerto, Semarang, Surabaya, Bali, Medan, Jambi, Padang, Kutai, dan Samarinda.

Ketua BPK Penabur Jakarta Ir Antono Yuwono, dalam sambutannya, mengatakan sejak dimulainya era perkembangan teknologi dan internet, dunia berubah begitu cepat.

“Segala sesuatu yang kita nikmati terjadi relatif pesat yakni hanya dalam kurun waktu 20 tahun belakangan,” ujar dia.

Penguasaan computer science pada abad 21 pun, lanjut Antono, menjadi sangat dibutuhkan di segala sektor industri di Indonesia maupun dunia secara global.

Untuk itu, kata dia, ditetapkanlah empat kompetensi yang wajib dipelajari di sekolah ke dalam kurikulum nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yakni Bahasa Inggris, Statistika, Psikologi, dan Coding.

“Coding menjadi salah satu bagian dari computer science untuk mengembangkan kemampuan Computational Thinking peserta didik di Indonesia,” tuturnya.

“Menyikapi hal tersebut, maka BPK Penabur Jakarta melakukan sebuah langkah yang lebih intens untuk menggarap kemampuan Computational Thinking peserta didik melalui ajang kompetisi coding. Kami berharap agar generasi penerus bangsa di masa depan menjadi pemain handal di bidang teknologi.” imbuh Antono.

Ada tiga rangkaian kegiatan besar dalam acara ini, yakni, pertama, Penabur Kids Fest “Indonesian Little Transformers” berupa “Lomba Proyek Anak Pembelajaran Abad 21 Tingkat KB, TK A, dan TK B’’. Kedua, Code Olympiad “New Normal Life”. Ketiga, Talk Show “Let’s Transform Children’s Future!”.

Para peserta didik serta orang tua berterima kasih kepada BPK Penabur Jakarta dan Coding Bee Academy yang menyelenggarakan ajang “K-12 Computer Science Education Fair 2021”.

Milanny Halim, salah satu orang tua dari peserta didik TKK 11 Penabur, berharap agar setelah mengikuti perlombaan dari rangkaian acara tersebut, anaknya Emma dapat meningkatkan kreativitas serta mampu menyelesaikan suatu permasalahan dengan lebih sistematis.