Beranda blog Halaman 49

IKA USU Family Berikan Bantuan Kemanusiaan Kepada Korban Gempa Bumi Cianjur

0

IndonesiaVoice.com | Ikatan Alumni Universitas Sumatera Utara (IKA USU) yang tergabung dalam WAG IKA USU Family mengadakan bakti sosial memberikan bantuan kemanusiaan berupa dana kepada para korban gempa Cianjur secara langsung keempat titik lokasi, terdiri dari empat kelompok masyarakat penerima donasi, di Kawasan Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (14/1/2023).

Adapun keempat yang lokasi yang dituju adalah Gereja Katolik St Petrus Cianjur, Yayasan BSDK Gereja Kristen Pasundan (GKP) Cianjur, Masjid Alfalah Nagrak Cianjur, dan Pondok Pesantren Al Ijtihad Cianjur yang semuanya membuka dapur umum untuk para pengungsi karena rumah mereka hancur akibat guncangan gempa bumi.

Rombongan IKA USU Family yang ikut memberikan langsung bantuan ke Cianjur, antara lain : Patar Situmorang, Tigor Tampubolon, Edhie Noor, Wilma Silalahi, Ernawati Tampubolon, Flora, Alma Naibaho, dan Vivi.

Baca juga: Munas IKA USU 2022, Marolop Nainggolan Dicalonkan Sebagai Ketua Umum





Admin WAG IKA USU Family, Patar Situmorang mengatakan baksos ini merupakan bentuk kepedulian IKA USU Family terhadap para korban gempa bumi yang terjadi pada 21 November 2022 dengan kekuatan Magnitudo 5,6.

“Kami memang memberikan bantuan langsung berupa dana agar mereka langsung menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan mendesak seperti makanan, minuman dan lain-lainnya,” ujar dia.

“Kiranya bantuan dana yang terkumpul dari donasi IKA USU Family ini, sedikit banyak akan membantu dan meringankan kebutuhan sehari-hari para korban gempa Cianjur,” pungkas Patar.

Baca juga: YPDT: Hentikan Pelanggaran HAM dan Pembodohan di Kawasan Danau Toba





Sementara Tigor Tampubolon, ketika menyerahkan bantuan kepada perwakilan Pengurus Masjid Al Falah Nagrak Cianjur dan Pondok Pesantren Al Ijtihad Cianjur, menyatakan, “Kedatangan kami di sini merupakan bentuk partisipasi dan kepedulian membantu saudara-saudari kami yang tertimpa bencana alam di Cianjur. Mohon agar Bapak dan Ibu, tidak menilai dari besarnya donasi yang kami berikan, tetapi lihatlah dari ketulusan hati seluruh anggota dalam WAG IKA USU Family. Mohon maaf jika saat ini hanya itu yang bisa kami berikan.”

“Kehadiran IKA USU Family disini karena panggilan kemanusiaan tanpa sekat. Kami benar-benar ikut merasakan apa yang Bapak dan Ibu rasakan akibat bencana alam ini. Semoga warga di sini di hari yang akan datang semakin baik, tangguh, dan bangkit lebih kuat,” imbuh dia.

Atas nama panitia/admin WAG, Tigor mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota WAG IKA USU Family yang telah berkenan berdonasi kemanusiaan ini.

Baca juga: Peringati Hari Ibu, KADIN dan IWAPI Jakarta Pusat Gelar Pameran UMKM





“Kiranya kebaikan ini terus berlanjut tanpa pernah lelah untuk membantu sesama yang sedang mengalami bencana dan musibah. Kita tidak boleh bergantung sepenuhnya kepada pemerintah untuk mengatasi peristiwa bencana alam yang penanganannya harus cepat dan massal,” tandasnya.

Diberitakan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis korban akibat gempa bumi ini ada sebanyak 114.683 jiwa. Jumlah ini terdiri dari 54.781 orang pria, dan perempuan 59.902.

Gempa yang terjadi juga menyebabkan kerusakan rumah warga, dengan rincian rumah rusak berat sebanyak 4.376 unit, rusak sedang sebanyak 5.306, dan rusak ringan sebanyak 8.182 unit.

Infrastruktur layanan publik yang rusak terdiri dari sekolah sebanyak 511 unit, tempat ibadah 190 unit, fasilitas kesehatan 14 unit, dan gedung/perkantoran 17 unit. (Vic)

Trailer dan Poster Film Gita Cinta dari SMA Diluncurkan, Bakal Tayang di Bioskop 9 Februari, Angkat Kisah Galih dan Ratna kembali

0

IndonesiaVoice.com | Judul legendaris “Gita Cinta dari SMA” yang populer di era 1970-an akhir dihidupkan kembali oleh Starvision. Berkolaborasi dengan sutradara Monty Tiwa, film “Gita Cinta dari SMA” baru saja merilis trailer terbarunya yang diunggah pada kanal YouTube resmi StarvisionPlus. Film “Gita Cinta dari SMA” akan tayang pada 9 Februari mendatang.

“IIHHHH GEMES BGTTT”, “Tanpa sadar, mata mulai berkaca-kaca”, “Aduh, bagus banget vibes nya”, “Tutur bahasanya enak banget didengerr harus nonton ini mah” adalah sebagian tanggapan yang didapat dari media sosial Instagram yang diberikan oleh masyarakat setelah mereka menyaksikan trailer film “Gita Cinta dari SMA”.

Dari tanggapan-tanggapan lainnya yang jumlahnya banyak, dapat dikatakan bahwa film “Gita Cinta dari SMA” ini sudah mendapatkan tempat di hati dan pasti akan menjadi film yang dinantikan dengan antusias.

Baca juga: Poster, Video Lirik Lagu Sahabat Angin dan Teaser Diluncurkan, Film Virgo & The Sparklings Siap Tayang 2 Maret 2023





Trailer film “Gita Cinta dari SMA” mengangkat cuplikan kisah Ratna (diperankan Prilly Latuconsina) dan Galih (Yesaya Abraham), menampilkan kisah cinta remaja SMA dengan dinamikanya, berlatar spesifik dekade 1980-an.

Trailer film “Gita Cinta dari SMA” dikemas secara apik dan emosional. Dapat menggambarkan sekilas apa yang akan didapatkan pada filmnya kelak.

Film “Gita Cinta dari SMA” diangkat dari novel legendaris karya Eddy D. Iskandar. Sebelum dirangkum dalam novel, “Gita Cinta dari SMA” berbentuk cerita bersambung di majalah GADIS.

Baca juga: Film Balada Si Roy Bakal Tayang di Bioskop 19 Januari, Diangkat dari Novel Legendaris Karya Gol A Gong





Sempat difilmkan sebelumnya pada 1979, “Gita Cinta dari SMA” melambungkan duet pemeran utamanya, Rano Karno dan Yessy Gusman. Pada film terbarunya, Starvision dan Monty Tiwa berkolaborasi menceritakan kembali Novel “Gita Cinta dari SMA” dengan pengemasan yang lebih segar dan menarik, namun tidak meninggalkan originalitas kisah Galih dan Ratna yang sudah sangat melegenda.

Film “Gita Cinta dari SMA” yang berlatar tahun 1980-an akan bercerita tentang RATNA SUMINAR (Prilly Latuconsina), sang siswi baru bertemu dengan GALIH RAKASIWI (Yesaya Abraham) sebagai sosok yang dingin dan cuek. Hingga kemudian keduanya saling terpikat.

Namun, hubungan mereka ditentang oleh Ayah Ratna (Dwi Sasono). berbagai cara digunakan untuk memisahkan mereka. Akankah Galih dan Ratna menerima kenyataan jika kisah kasih mereka, memang tak kan pernah sampai?

Baca juga: Ini 27 Pemenang Festival Film Indonesia 2022





Film “Gita Cinta dari SMA” akan dibintangi sejumlah pemeran yang sudah memiliki pengalaman dan reputasi yang tinggi. Di antaranya, Prilly Latuconsina, Yesaya Abraham, Arla Ailani, Chantiq Schagerl, Abun Sungkar, Fadi Alaydrus, Dewi Gita, Putri Ayudya, Dwi Sasono, Unique Priscilla, Sita Nursanti, Irgi Fahrezi, Augie Fantinus, Fitria Sechan, Nugie, Asty Ananta, Calvin Jeremy dan sederet nama pemeran lainnya.

Nantikan kabar terbaru dari film “Gita Cinta dari SMA” melalui kanal sosial media film “Gita Cinta dari SMA. Dapat disaksikan di Bioskop seluruh Indonesia mulai 9 Februari 2023.

(Victor)

The Latest Tech Gadgets Revolutionizing Everyday Life

0

In the vast expanse of the cosmos, humanity has always been driven by an insatiable curiosity to unravel the mysteries of the universe. Science, innovation, and space exploration stand as the pillars of our progress, propelling us into a future filled with endless possibilities. In this blog article, we delve into the thrilling world where these three elements converge, shaping the way we perceive the universe and revolutionizing the world we live in.

Innovation, the practical application of creative ideas, bridges the gap between knowledge and tangible solutions. In recent years, innovations such as artificial intelligence, renewable energy sources, and advanced healthcare systems have reshaped societies, offering glimpses into a future where the impossible becomes attainable.

Gadgets: Bridging the Gap Between Science and Society

Gadgets, the everyday marvels that shape our lives, bridge the gap between scientific discoveries and society. From smartphones and wearable devices to smart home appliances and virtual reality headsets, gadgets have become an integral part of modern existence. These devices not only facilitate communication and entertainment but also serve as essential tools for scientific research and space exploration.

Imagine a world where space tourism is as accessible as a plane ticket, where innovative gadgets enable us to explore the farthest reaches of the universe from the comfort of our homes. Picture a future where sustainable technologies mitigate the impact of climate change and preserve our planet for generations to come. This vision of the future is not a distant dream but a tangible reality on the horizon, waiting to be shaped by the brilliant minds and innovative spirit of humanity.

Innovation: Transforming Ideas into Reality

  • Problem-Solving: Innovation is not just about inventing new gadgets or technologies; it is primarily about creative problem-solving. Innovators identify existing challenges and develop novel solutions to address them.
  • Interdisciplinary Approach: Innovation flourishes when diverse minds collaborate and share their expertise. It thrives on interdisciplinary approaches that bring together individuals from various fields such as science, engineering, design, and business.
  • Continuous Improvement: Innovation is a dynamic and ongoing process that demands adaptability and a willingness to embrace change. Successful innovators understand the importance of continuous improvement.

As the world becomes increasingly aware of environmental issues, technology developers are focusing on creating gadgets that are not only advanced but also environmentally conscious. Solar-powered chargers, energy-efficient smart home devices, and biodegradable phone cases are just a few examples of how gadgets are evolving to reduce their ecological footprint.

These innovations represent a significant shift in the tech industry, highlighting the potential for gadgets to not only improve our daily lives but also contribute positively to environmental conservation. By integrating green technologies into everyday devices, we are stepping into an era where gadgets not only bridge the gap between science and society but also play a vital role in fostering a sustainable future.

Poster, Video Lirik Lagu Sahabat Angin dan Teaser Diluncurkan, Film Virgo & The Sparklings Siap Tayang 2 Maret 2023

0

IndonesiaVoice.com | Screenplay Bumilangit melanjutkan jagat sinematik “Bumilangit Cinematic Universe” melalui “Virgo & The Sparklings”.

Screenplay Bumilangit selaku rumah produksi film “Virgo & The Sparklings”, juga melaksanakan acara peluncuran poster, video lirik lagu “Sahabat Angin”, dan teaser resmi film “Virgo & The Sparklings”.

Poster, Video Lirik “Sahabat Angin” dan Trailer tersebut bisa disaksikan pada kanal sosial media resmi Screenplay Bumilangit.

Baca juga: Film Balada Si Roy Bakal Tayang di Bioskop 19 Januari, Diangkat dari Novel Legendaris Karya Gol A Gong





Film yang disutradarai oleh Ody Harahap ini akan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada tanggal 2 Maret 2023 mendatang.

“GASABAR!” reaksi akun instagram fadhilmauls pada akun instagram resmi “Virgo & The Sparklings”. “Cant waittttt yes” komentar akun instagram zendayasabil menanggapi hal yang sama.

Penggemar Virgo, Penggemar Jagat Bumilangit atau penonton umum tampak sudah menantikan dengan antusias perilisan film “Virgo & The Sparklings”.

Baca juga: Tayang Perdana, Film Ratu Dansa Siap Ajak Kamu Lebih Menghargai Waktu dengan Orang Terdekat





Setelah kemunculan “Gundala” dan “Sri Asih”, film “Virgo & The Sparklings” mengangkat tema yang segar dalam sejarah film superhero Indonesia.

Bercerita tentang persahabatan remaja dengan dinamikanya dipadukan dengan sajian penuh aksi khas film superhero.

Film “Virgo & The Sparklings” diadaptasi dari webtoon “Virgo & The Sparklings” karya komikus Annisa Nisfihani dan Ellie Goh.

Baca juga: Before, Now &; Then (NANA) Raih Piala Citra Sebagai Cerita Panjang Terbaik, Kemenangan Film Perempuan





Film “Virgo & The Sparklings” mengangkat kisah petualangan superhero remaja bernama Riani yang diperankan oleh Adhisty Zara. Riani/Virgo yang memiliki kemampuan Sinestesia, yaitu kemampuan untuk melihat warna yang berasal dari suara seperti musik atau hujan.

Selain itu, sebagai Virgo, Riani memiliki kemampuan super dapat menciptakan kobaran api. Kobaran api yang diciptakan Virgo dapat berubah warna dan kekuatannya berdasar emosi.

Dalam film “Virgo & The Sparklings”, Riani harus berjuang mengendalikan kekuatannya dan bertransformasi menjadi sosok Virgo untuk bisa menghadapi kekuatan jahat yang mengancam umat manusia.




Tokoh Virgo diciptakan oleh Jan Mintaraga dan diperkenalkan pertama kali diperkenalkan dalam komik serial Kapten Halilintar: Ghorghon pada tahun 1973 terbitan Sastra Kumala.

44 tahun berselang setelah diperkenalkan oleh Jan Mintaraga, pada tahun 2017, Bumilangit selaku pemegang hak atas tokoh Virgo menunjuk Annisa Nisfihani dan Ellie Goh untuk menjadi komikus “Virgo and the Sparklings”.

Komik bergenre fantasi ini dipublikasikan dalam bentuk cetak dan digital yang dapat dibaca melalui layanan Line Webtoon. Webtoon “Virgo & The Sparklings” sendiri telah dialih bahasakan ke 30 bahasa dan memiliki lebih dari 195 juta pembaca.




Film “Virgo & The Sparklings” dibintangi oleh Adhisty Zara, Bryan Domani, Mawar de Jongh, Rebecca Klopper, Ashira Zamita dan Satine Zaneta ini disutradarai oleh Ody Harahap.

Film “Virgo & The Sparklings” adalah bagian dari Jagat Sinema Bumilangit, yang dibuka dengan patriot pertamanya, yaitu Gundala (tayang 29 Agustus 2019) dan disusul Sri Asih (17 November 2022).

Tak sampai di situ, keluasan Jagat Sinema Bumilangit akan berlanjut pada film-film dan serial-serial lain yang tengah diproduksi oleh pihak studio, Screenplay Bumilangit.




Setelah film “Virgo and the Sparklings” akan tayang serial “Tira” (dibintangi oleh Chelsea Islan) untuk khusus tayang di kanal Disney+.

Dengan lebih dari 1.200 karakter komik yang dipunyai oleh Bumilangit, dapat dipastikan Jagat Sinema Bumilangit akan menjadi sajian yang menghibur, dengan terobosan penceritaan dan produksi yang memuaskan untuk penonton Indonesia.

Nantikan segera kabar terbaru dari film “Virgo and the Sparklings”, dan ikuti beritanya melalui media sosial resmi”Virgo and The Sparklings” dan Screenplay Bumilangit.

(Victor) 

 

 

Film Balada Si Roy Bakal Tayang di Bioskop 19 Januari, Diangkat dari Novel Legendaris Karya Gol A Gong

0

IndonesiaVoice.com | IDN Pictures membuka tahun 2023 dengan film terbaru mereka “Balada Si Roy” yang disutradarai oleh Fajar Nugros, yang sukses dengan filmnya “Srimulat: Hil yang Mustahal” dan film “Inang” di tahun 2022, serta ditulis oleh Salman Aristo yang juga menulis beberapa karya film ternama seperti “Laskar Pelangi” dan “Ayat-Ayat Cinta”.

Film keempat dari IDN Pictures ini akan tayang serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 19 Januari 2023.

Film “Balada Si Roy” diadaptasi dari novel karya Gol A Gong yang telah banyak dikenal masyarakat Indonesia dan sudah terjual hingga lebih dari 300.000 eksemplar.

Seperti novelnya, film ini juga akan menyajikan kisah dan petualangan Roy yang meliputi berbagai aspek kehidupan yang kompleks, mulai dari pencarian jati diri, persahabatan, dan cinta dengan latar wajah masyarakat Indonesia di tahun 1980-an.

Baca juga: Tayang Perdana, Film Ratu Dansa Siap Ajak Kamu Lebih Menghargai Waktu dengan Orang Terdekat





Lebih dalam dari sekedar kisah cinta remaja, “Balada Si Roy” hadir dengan konflik yang kuat, baik konflik personal, keluarga, hingga konflik yang berlatar pada kondisi sosial di era itu.

Reputasi kisah “Balada Si Roy” bisa disebut legendaris, namun banyak hal yang dirasa masih relevan nilainya hingga kini. Hal ini lah yang berusaha dikemas dengan cara yang lebih segar melalui film “Balada Si Roy”.

Film “Balada Si Roy” menampilkan sejumlah pemain muda maupun senior Tanah Air, diantaranya, Abidzar Al Ghifari, Febby Rastanty, Bio One, Zulfa Maharani, Sitha Marino, Jourdy Pranata, Omara Esteghlal, Yusuf Mahardika, Lulu Tobing, Dede Yusuf, Marthino Lio, dan sederet nama pemeran lainnya. Soundtrack film “Balada Si Roy” juga turut diisi oleh dua musisi berbakat, Fiersa Besari dan Eet Sjahranie.

Baca juga: Before, Now & Then (NANA) Raih Piala Citra Sebagai Cerita Panjang Terbaik, Kemenangan Film Perempuan





Untuk memeriahkan perilisan film ini, IDN Pictures juga menggandeng platform distribusi video singkat, TikTok, sebagai official content partner dari film “Balada Si Roy”. Mulai dari 12-28 Januari 2023, IDN Pictures bersama TikTok akan menghadirkan berbagai konten eksklusif seputar film “Balada Si Roy” mulai dari trailer, sinopsis, bloopers, dan behind the scenes. Seluruh konten dan kegiatan seputar film “Balada Si Roy” dapat diakses melalui akun resmi IDN Pictures (@idnpictures) di TikTok.

CEO IDN Media, Winston Utomo mengatakan Tahun 2022 ditutup dengan data yang menggembirakan dari industri film Indonesia, di mana jumlah penonton Indonesia mencapai lebih dari 54 juta orang.

“Kami berharap capaian ini menjadi sebuah motivasi bagi seluruh insan perfilman Indonesia untuk dapat berkarya dan berkolaborasi dengan lebih baik lagi. Kolaborasi ini yang juga kami wujudkan melalui film “Balada Si Roy”, mulai dari proses kreatif, produksi, hingga soundtrack film. Semoga karya ini menjadi awal baik untuk kita semua di tahun 2023, tidak hanya bagi IDN Pictures dan IDN Media, namun juga untuk seluruh ekosistem perfilman Indonesia. Selamat menyaksikan film “Balada Si Roy” mulai 19 Januari 2023 dan mari terus memajukan industri perfilman Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: Trailer dan Poster Film Qorin Diluncurkan, Angkat Kisah Santri dan Ritual Sesat





Sementara Head of IDN Pictures yang juga Sutradara Film “Balada Si Roy” Fajar Nugros, menyampaikan “Film ‘“Balada Si Roy” merupakan surat cintanya untuk anak tercinta, sekaligus untuk generasi Millennial dan Gen Z.

Menurut Fajar, sebagai generasi penerus bangsa, anak-anak muda harus berani bersuara, menetapkan pilihan dan bertanggung jawab atas pilihan mereka.

“Saya berharap melalui film ini anak-anak muda dapat melihat bahwa masa remaja saya sama dengan masa remaja mereka kini, dengan segala keseruan khas anak muda. Semoga film ini dapat menginspirasi serta menghibur bagi teman-teman yang menontonnya. Mari kita rayakan masa muda yang seru dengan menonton film ‘Balada Si Roy’, mulai tayang di bioskop 19 Januari 2023!,” imbuhnya.

Baca juga: Film Inang; Angkat Kisah Horor Mitos Jawa Rebo Wekasan, Tayang 13 Oktober di Bioskop





Sedangkan Head of IDN Pictures yang juga Produser Film “Balada Si Roy”, Susanti Dewi mengutarakan “Perilisan film “Balada Si Roy” menjadi awal dari perjalanan IDN Pictures di tahun yang baru ini.

“Setelah merampungkan proses produksi di Januari 2021, kami sangat senang akhirnya kisah Roy dapat segera disaksikan oleh masyarakat Indonesia. Kami harap dengan visualisasi yang dikemas lebih segar, film ini tidak hanya dapat dinikmati oleh para penggemar novelnya yang telah menantikannya sejak lama tetapi juga khalayak luas. Mari bersama-sama ramaikan film “Balada Si Roy” yang akan tayang di bioskop 19 Januari 2023,” ucapnya.

Film “Balada Si Roy” berkisah tentang Roy, murid baru pemberontak yang harus beradaptasi dengan kehidupan barunya di kota pesisir kecil. Perjuangannya di kota kecil membawanya pada perjalanan pencarian jati diri, persahabatan, cinta, dan menunjukkan wajah asli masyarakat Indonesia di tahun 1980-an.

Baca juga: Pengalaman Mistis Titi Kamal Merasakan Keseraman Selama Proses Pembuatan Film Jailangkung: Sandekala





Nantikan kabar terbaru film “Balada Si Roy” melalui akun media sosial @idnpictures dan @filmbaladasiroy. Film “Balada Si Roy” didukung oleh Indofood, Indomie dan BCA.

(Victor)

In the Spotlight: Breaking News in Technology and Beyond

0

In the vast expanse of the cosmos, humanity has always been driven by an insatiable curiosity to unravel the mysteries of the universe. Science, innovation, and space exploration stand as the pillars of our progress, propelling us into a future filled with endless possibilities. In this blog article, we delve into the thrilling world where these three elements converge, shaping the way we perceive the universe and revolutionizing the world we live in.

Innovation, the practical application of creative ideas, bridges the gap between knowledge and tangible solutions. In recent years, innovations such as artificial intelligence, renewable energy sources, and advanced healthcare systems have reshaped societies, offering glimpses into a future where the impossible becomes attainable.

Gadgets: Bridging the Gap Between Science and Society

Gadgets, the everyday marvels that shape our lives, bridge the gap between scientific discoveries and society. From smartphones and wearable devices to smart home appliances and virtual reality headsets, gadgets have become an integral part of modern existence. These devices not only facilitate communication and entertainment but also serve as essential tools for scientific research and space exploration.

Imagine a world where space tourism is as accessible as a plane ticket, where innovative gadgets enable us to explore the farthest reaches of the universe from the comfort of our homes. Picture a future where sustainable technologies mitigate the impact of climate change and preserve our planet for generations to come. This vision of the future is not a distant dream but a tangible reality on the horizon, waiting to be shaped by the brilliant minds and innovative spirit of humanity.

Innovation: Transforming Ideas into Reality

  • Problem-Solving: Innovation is not just about inventing new gadgets or technologies; it is primarily about creative problem-solving. Innovators identify existing challenges and develop novel solutions to address them.
  • Interdisciplinary Approach: Innovation flourishes when diverse minds collaborate and share their expertise. It thrives on interdisciplinary approaches that bring together individuals from various fields such as science, engineering, design, and business.
  • Continuous Improvement: Innovation is a dynamic and ongoing process that demands adaptability and a willingness to embrace change. Successful innovators understand the importance of continuous improvement.

As the world becomes increasingly aware of environmental issues, technology developers are focusing on creating gadgets that are not only advanced but also environmentally conscious. Solar-powered chargers, energy-efficient smart home devices, and biodegradable phone cases are just a few examples of how gadgets are evolving to reduce their ecological footprint.

These innovations represent a significant shift in the tech industry, highlighting the potential for gadgets to not only improve our daily lives but also contribute positively to environmental conservation. By integrating green technologies into everyday devices, we are stepping into an era where gadgets not only bridge the gap between science and society but also play a vital role in fostering a sustainable future.

Breaking News: The Latest Developments and Trends

0

In the vast expanse of the cosmos, humanity has always been driven by an insatiable curiosity to unravel the mysteries of the universe. Science, innovation, and space exploration stand as the pillars of our progress, propelling us into a future filled with endless possibilities. In this blog article, we delve into the thrilling world where these three elements converge, shaping the way we perceive the universe and revolutionizing the world we live in.

Innovation, the practical application of creative ideas, bridges the gap between knowledge and tangible solutions. In recent years, innovations such as artificial intelligence, renewable energy sources, and advanced healthcare systems have reshaped societies, offering glimpses into a future where the impossible becomes attainable.

Gadgets: Bridging the Gap Between Science and Society

Gadgets, the everyday marvels that shape our lives, bridge the gap between scientific discoveries and society. From smartphones and wearable devices to smart home appliances and virtual reality headsets, gadgets have become an integral part of modern existence. These devices not only facilitate communication and entertainment but also serve as essential tools for scientific research and space exploration.

Imagine a world where space tourism is as accessible as a plane ticket, where innovative gadgets enable us to explore the farthest reaches of the universe from the comfort of our homes. Picture a future where sustainable technologies mitigate the impact of climate change and preserve our planet for generations to come. This vision of the future is not a distant dream but a tangible reality on the horizon, waiting to be shaped by the brilliant minds and innovative spirit of humanity.

Innovation: Transforming Ideas into Reality

  • Problem-Solving: Innovation is not just about inventing new gadgets or technologies; it is primarily about creative problem-solving. Innovators identify existing challenges and develop novel solutions to address them.
  • Interdisciplinary Approach: Innovation flourishes when diverse minds collaborate and share their expertise. It thrives on interdisciplinary approaches that bring together individuals from various fields such as science, engineering, design, and business.
  • Continuous Improvement: Innovation is a dynamic and ongoing process that demands adaptability and a willingness to embrace change. Successful innovators understand the importance of continuous improvement.

As the world becomes increasingly aware of environmental issues, technology developers are focusing on creating gadgets that are not only advanced but also environmentally conscious. Solar-powered chargers, energy-efficient smart home devices, and biodegradable phone cases are just a few examples of how gadgets are evolving to reduce their ecological footprint.

These innovations represent a significant shift in the tech industry, highlighting the potential for gadgets to not only improve our daily lives but also contribute positively to environmental conservation. By integrating green technologies into everyday devices, we are stepping into an era where gadgets not only bridge the gap between science and society but also play a vital role in fostering a sustainable future.

Refleksi Kinerja 2022, Ketua Mahkamah Agung Minta Maaf, Apa Sebab?

0

IndonesiaVoice.com | Setelah hadapi covid-19 yang banyak menelan korban termasuk di kalangan warga peradilan, Mahkamah Agung (MA) sekarang harus menghadapi persoalan yang tidak kalah beratnya yakni dua orang Hakim Agung dan beberapa pegawai MA ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan melakukan tindak pidana korupsi.

“Kita serahkan kepada KPK untuk diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Namun harapan kita, asas praduga tak bersalah dan asas due process of law (proses hukum semestinya) tetap dijalankan dengan baik dan benar,” tegas Ketua MA Republik Indonesia, Prof Dr H M Syarifuddin, SH, MH, dalam Refleksi Kinerja Mahkamah Agung RI Tahun 2022 melalui zoom, Selasa (3/1/2022).

Lanjut Syarifuddin, tentu semua merasa prihatin atas kejadian tersebut, karena bukan saja telah mencoreng wajah peradilan di Indonesia namun juga menurunkan tingkat kepercayaan publik kepada lembaga peradilan.

Baca juga: Hukuman Teroris Diringankan, Setara Institute Pertanyakan Hakim yang Tidak Berpihak Korban





“Oleh karena itu atas nama Pimpinan MA, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada para sesepuh dan senior kami dan seluruh masyarakat Indonesia atas kejadian yang menimpa dua orang Hakim Agung dan beberapa aparatur MA tersebut. Kami akan menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran untuk upaya pembenahan di tubuh lembaga peradilan untuk kedepannya,” tuturnya.

Syarifuddin menyadari ketika reformasi peradilan mulai digulirkan maka konsekuensinya adalah harus melakukan pembersihan di tubuh lembaga.

“Sejujurnya harus saya katakan situasi seperti ini seperti buah simalakama bagi saya, karena saya dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama beratnya. Para oknum yang ditindak, baik oleh KPK maupun Badan Pengawasan MA sendiri, mereka adalah rekan-rekan sejawat dan anak-anak saya,” urai dia.

Baca juga: Raih Gelar Doktor Hukum, Hulman Panjaitan: Pentingnya Pembentukan Pengadilan Sengketa Konsumen 





“Namun karena telah berulang kali diingatkan dalam setiap pembinaan pertemuan baik dalam rapat rapat internal tapi tetap nekat juga melakukan penyimpangan maka tidak ada pilihan lain selain menindaknya. Dan jika dibiarkan akan merusak dan merugikan kepentingan lembaga peradilan dan para pencari keadilan,” imbuhnya.

Syarifuddin menegaskan, MA akan terus melakukan pembenahan ke dalam bagi aparatur yang tidak bisa dibina dan akan dilakukan tindakan sesuai aturan yang berlaku.

Selain itu untuk memulihkan kondisi yang terjadi saat ini, kata Syarifuddin, MA juga telah melakukan langkah-langkah cepat.

Baca juga: Praperadilan Ditolak, Tersangka Tak Ditahan, Pengacara: Diduga Ada Mafia Tanah Berkedok Agama





“Memberhentikan sementara Hakim Agung dan aparatur MA yang diduga terlibat tindak pidana sampai dengan adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap,” ujar dia.

“Kedua, melakukan rotasi dan mutasi aparatur di lingkungan MA, khususnya yang terkait dengan bidang penanganan perkara. Saat ini sudah 17 personil yang dirotasi dan dimutasikan. Hal itu akan terus dilakukan untuk memutus mata rantai yang terindikasi sebagai jalur-jalur yang digunakan oleh para oknum yang memperjualbelikan perkara,” pungkasnya.(VIC)

 

Tahun 2023 Penuh Tantangan, KADIN Jakpus Harapkan Pj Gubernur DKI Serius Perhatikan Eksistensi UMKM di Jakarta

0

IndonesiaVoice.com | Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jakarta Pusat RH Victor Aritonang mengharapkan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono serius memperhatikan eksistensi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di DKI Jakarta.

Pj Gubernur DKI diminta menginstruksikan kepada Wali Kota Jakarta Pusat, SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) untuk membantu, memfasilitasi dan memberikan pembinaan maksimal kepada para pelaku UMKM di Jakarta Pusat dan DKI Jakarta pada umumnya guna menghadapi lesunya perekonomian global yang berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat pada 2023 ini.

Hal itu dikatakan Victor Aritonang merespon tinjauan Presiden Joko Widodo dan Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono ke Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Senin (2/1/2023).

Baca juga: Peringati Hari Ibu, KADIN dan IWAPI Jakarta Pusat Gelar Pameran UMKM





“Kunjungan Presiden Jokowi dan Pj Gubernur DKI itu harus kita maknai dengan mendorong optimisme para pelaku UMKM. Tetapi ada yang tersembunyi. Para pedagang mengeluh berkurangnya pengunjung dan menurunnya daya beli masyarakat. Hal ini harus direspon oleh PJ Gubernur, Walikota Jakarta Pusat, jajaran SKPD dan BUMD dengan sungguh-sungguh,” ujar Victor Aritonang di Jakarta, Selasa (3/1/2023).

Ia menyatakan, perlu segera ada kebijakan dari Pj Gubernur DKI yang nyata-nyata pro pada masyarakat pelaku UMKM.

“Ya harus ada kebijakan yang mendukung eksistensi UMKM. Para pelaku usaha kecil menengah diberi kesempatan ikut mengerjakan proyek- proyek skala kecil menengah di SKPD dan BUMD,” ucapnya.

Baca juga: AFTECH, PERBANAS dan KADIN Indonesia Teken MoU Komitmen Bersama Dorong Percepatan Literasi dan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia





Victor menambahkan, para pelaku UMKM diberi peluang mengikuti lelang E-Katalog. “Yang terjadi selama ini Wali Kota, SKPD, BUMD baru lip service saja. Pernyataannya mereka siap membantu UMKM dan pelaku usaha kecil menengah, namun diimplementasikan belum ada. Buktinya ada di SKPD yang hanya memberi kesempatan kepada “Kelompok Tiga Besar” (pengusaha yang itu itu saja),” bebernya.

Victor menambahkan, BUMD seperti Jakpro, Bank DKI, MRT, LRT Jakarta, Sarana Jaya, Pasar Jaya dan lain-lain membentuk PT yang mengambil proyek-proyek kecil yang seharusnya diberikan kesempatan kepada UMKM di Jakarta.

Kedepan menghadapi pelambatan ekonomi global, harus ada keberpihakan secara nyata dari Pj Gubernur, Wali Kota, SKPD dan BUMD DKI.

Baca juga: PT Antam Luncurkan Emas Batik Indonesia Seri III dengan Empat Motif





“Ya kami akan mengajukan surat permohonan kepada Pj Gubernur, Wali Kota, Kepala Dinas dan Suku Dinas DKI untuk memanfaatkan ruang-ruang strategis misalnya di Balai Kota, halaman kantor Wali Kota untuk menyelenggarakan bazar dan pameran UMKM pada Rabu, Kamis dan Jumat. Mengapa harus di sana? Sasarannya pada ASN, karena mereka stabil gajian, menerima TKD tiap bulan, sehingga memiliki daya beli produk-produk UMKM,” tuturnya.

Victor juga akan mengajukan surat pemanfaatan ruang untuk bazar dan pameran di kantor-kantor Kementerian di wilayah Jakarta Pusat. (VIC)

 

Praperadilan Ditolak, Tersangka Tak Ditahan, Pengacara: Diduga Ada Mafia Tanah Berkedok Agama

0

IndonesiaVoice.com | Kuasa Hukum Lily, Sukowati S Pakpahan, SH, MH, CPCLE, menyatakan keheranannya mengapa sampai saat ini para tersangka belum juga ditahan oleh pihak kepolisian, usai Praperadilan yang diajukan oleh keempat tersangka (pemohon) ditolak oleh pengadilan.

“Diduga ada mafia tanah berkedok agama terkait kasus yang berlarut-larut ini. Kasus ini bergulir sejak 2013. Kasus ini pernah dilaporkan ke Polsek Kebon Jeruk, namun tidak bisa memberikan kepastian hukum. Tahun 2019 dilaporkan ke Polres Jakarta Barat pun tak diterima,” jelas Suko Pakpahan dalam konferensi pers di Bekasi, Selasa, 27 Desember 2022.

Padahal berdasarkan Putusan Praperadilan No 16/Pid Pra 2022/PN Jkt Barat, pada pertimbangan putusan prapreradilan Termohon (Penyidik) menyatakan, bahwa asal usul dari tanah dan bangunan seluas 371 M2 yang letaknya di Komplek Perumahan Green Garden O4 No. 16, Kelurahan Kedoya Utara, Kecamatan Kebon Jeruk Jakarta Barat, dibeli oleh Amih Widjaya, ibu dari Lily klien dari pengacara Sukowati S Pakpahan, SH, MH, CPCLE.

Suko menjelaskan, Amih Widjaya pada awalnya membeli dari PT Taman Kedoya Barat Indah tahun 2001 dan tercatat di Notaris PPAT Iwan Halimy SH.

“Namun, saat ini ada sekelompok orang, yang kini menjadi tersangka, mengklaim tempat ini adalah milik mereka,” kata dia.

Baca juga: GALARUWA: Proses Hukum Pencopot Logo Aksi Kasih Gereja Reformed Injili Indonesia di Tenda Pengungsian Korban Gempa Cianjur





Perkara ini, lanjut Suko, muncul ketika ada yayasan yang mengklaim bahwa tanah dan bangunan adalah milik mereka. Berawal pengakuaan dari Yayasan Metta Karuna Maitreya disebut didirikan dari Ny Amih Widjaja, Ny Mawarly, Ny Tjoeng Sherly, Ny Linda dan Ny Eva Tjokkandau yang sepakat pada tahun 1999 membeli sebidang tanah yang terletak di Perumahan Green Garden Blok O4 No. 16, Jakarta Barat, seluas 371 M² yang katanya, memakai nama Ny Amih Widjaja.

“Para tersangka mengklaim bahwa atas tanah dan bangunan Vihara Tien En Tang dan Yayasan Metta Karuna Maitreya yang dibangun dan tahun 2002 disebut bersertifikat Hak Guna Bangunan nomor 7465 atas nama Amih Widjaja yang terbit tertanggal 4 Desember dibukukan dan diterbitkan pada tanggal 4 Desember 2012 di Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Barat,” urai dia.

Hal ini juga, menurut Suko, menjadi pertanyaan besar, sesungguhnya izin yayasan atau izin rumah ibadah sesuai perizinannya di alamat tersebut. Karena, menurut ahli waris Lily, IMB tersebut atas nama Amih widjaja sudah jelas izin rumah tinggal.

Terkait Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor :07465/Kedoya Utara atas nama Amih Widjaja, kemudian berdasarkan pewarisan/Akta Keterangan Hak Waris Nomor: 16/BBH/N-KHW/XI/2020 Tanggal 30 November 2020, sebagaimana sesuai dengan data yang ada pada buku tanah, bahwa nama pemegang hak ahli waris, sebagaimana berdasarkan Pewarisan/Akta Keterangan Hak Waris Nomor: 16/BBH/NKHW/XI/2020 tanggal 30 November 2020 yang dibuat oleh Benn Benyamin Haryanto, SH selaku Notaris diterbitkan atas nama Lily.

Pun, sesuai dengan data yang ada pada buku tanah, bahwa berdasarkan Surat Ukur Nomor 00042/ 2012 tanggal 07 Mei 2012 luas tanah atas Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor: 07465/Kedoya Utara tercatat atas nama Lily tersebut adalah seluas 371 M2 (tiga ratus tujuh puluh satu meter persegi) yang terletak di Perumahan Green Garden Blok O4 No. 16.

Baca juga: Hukuman Teroris Diringankan, Setara Institute Pertanyakan Hakim yang Tidak Berpihak Korban





“Artinya, bangunan Nomor: 2925/Kedoya Utara atas nama Amih Widjaja, status sertifikat tersebut sudah tidak berlaku karena sudah dihibahkan ke Lily, sebagaimana klaim yayasan bahwa dihibahkan kepada mereka,” beber Suko.

“Padahal dengan tegas dinyatakan dalam KUHPER Kitab Undang-Undang Perdata Pasal 1682 tentang Cara Menghibahkan Sesuatu bahwa Tiada suatu penghibahan pun kecuali termaksud dalam Pasal 1687 dapat dilakukan tanpa akta notaris, yang minut (naskah aslinya) harus disimpan pada notaris dan bila tidak dilakukan demikian maka penghibahan itu tidak sah,” imbuh dia.

Suko sangat menyayangkan kasus ini masih belum ditarik oleh pihak Kejaksaan. Pun, menurutnya, kasus ini diduga terkait mafia tanah berkedok agama pun bukan tanpa alasan.
“Kenapa saya duga mafia tanah berkedok agama, karena selalu dikaitkan dengan tempat Vihara dan yayasan. Kadang disebut Vihara Tien En Tang dan kadang disebut Yayasan Metta Karuna Maitreya,” ujar dia.

Menurut Suko, pernah ada pertemuan rapat terkait klarifikasi keberadaan yayasan dan vihara di komplek perumahan tersebut.

“Pihak kami juga diundang untuk klarifikasi terkait keberadaan yayasan dan vihara di komplek perumahan tersebut yang dihadiri oleh Divisi Hukum Walikota Jakarta Barat yang dihadiri Bapak Rudi, Pengurus FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama) Jakarta Barat dan Satpol PP Jakarta Barat. Pemprov DKI sudah memberikan pernyataan bahwa di lokasi Komplek Green Garden Blok O4 No.16, Jakarta Barat, tidak ada pernah diterbitkan izin untuk rumah ibadah dan yayasan. Lalu darimana izinnya itu? Inilah yang perlu diusut oleh bapak kita di pemerintahan,” pungkas dia.

Baca juga: Perjuangan Lima Tahun Lukas Budi Andrianto Menuntut Kepastian Hukum





Suko menegaskan sejauh ini tidak ada bukti otentik yang menyatakan itu milik mereka (para tersangka).

“Tetapi diduga ada oknum-oknum di belakang mereka yang memberikan harapan, pandangan dan edukasi yang diduga kurang baik sehingga mereka berani menyatakan tanpa bukti,” kata dia.

Pun jika merujuk pada Pasal 184 ayat (1) KUHAP disebutkan bahwa alat bukti yang sah adalah keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk dan keterangan terdakwa.

“Sepanjang apa yang saya ketahui sebagai Lawyer, mereka (tersangka) tidak dapat membuktikannya,” kata dia.

Lebih lanjut Suko menegaskan, mereka (tersangka) tidak pernah punya akta hibah, namun hanya punya selembar surat hibah dibawah tangan.

Baca juga: Merasa difitnah, Pegawai CS RS Primaya Hospital PGI Cikini Minta Klarifikasi





“Sebab kalau yang namanya akta hibah itu produk Notaris. Sedangkan selembar surat hibah di bawah tangan itu telah gugur berdasarkan KUH Perdata yang dengan jelas dinyatakan, tiada suatu penghibahan pun dapat dilakukan tanpa akta notaris yang minut (naskah asli) yang disimpan Notaris. Dan bila tidak dilakukan demikian maka penghibahan itu tidak sah (cacat hukum). Artinya ini (surat hibah dibawah tangan) jelas tidak sah,” tegas dia.

Suko juga menyangsikan adanya tanda tangan Amih Widjaya dalam selembar surat dibawah tangan tersebut lantaran beliau dalam keadaan sakit keras saat itu.

“Ada rekam medis yang menyatakan Ibu Amih Widjaya, pada tanggal 19 Mei 2013 sampai Juni 2013, sedang sakit keras masuk IGD dan dirawat inap di RS Eka Hospital Tangerang. Lalu, disitu dia (Amih Widjaya) dinyatakan terkena ginjal kronis, dimana fungsi ginjal tinggal 15 persen. Kondisi Ibu Amih ketika itu kedua tangannya membesar dan diinfus serta tidak bisa berjalan. Pertanyaannya, apakah orang dalam keadaan koma boleh menandatangani surat hibah? Tentu tidak,” imbuh dia.

Ditambah lagi, lanjut Suko, ada anaknya (Lily) yang menjaga Ibunya Amih Widjaya ketika di rumah sakit. “Apakah anaknya buta? Tidak. Anaknya bisa melihat siapa yang datang. Di IGD rumah sakit tersebut tidak boleh ada yang masuk, kecuali anggota keluarga. Itu pun nggak bisa banyak orang,” beber dia.

“Jadi selembar hibah dibawah tangan itu tidak sah dan cacat hukum. Karena itu ini harus dibongkar. Kalau benar kita mau memberantas mafia tanah maka kasus ini harus dibongkar. Kasihan rakyat miskin yang terzolimi,” kata dia.

Baca juga: Perampasan Tanah dan Kriminalisasi Warga di Kawasan Danau Toba





Paska Praperadilan

Praperadilan yang diajukan oleh keempat tersangka (pemohon) telah ditolak pengadilan. “Biasanya, kalau ditolak ada konsekuensinya. Begitu juga kalau diterima, ada konsekuensi hukum atau tindakan tegas dan terukur dari pimpinan. Tetapi ketika para tersangka (pemohon praperadialan) kalah dalam rangka mencoba melemahkan hukum di Polres Jakarta Barat, mereka justru tak mendapatkan sanksi apa-apa. Malah diduga semakin dimanjakan dan mendapatkan fasilitas VIP,” ujar Suko.

Lebih lanjut Suko menjelaskan dugaan semakin dimanjakan dapat terlihat
ketika ada orang yang berani menerobos obyek tanah dan bangunan yang tadinya dikuasai kliennya, Lily. Diduga mereka berani menerobos didampingi dan dikawal oleh para oknum polisi baik itu dari Polres Jakarta Barat maupun Polsek Kebon Jeruk.

“Dimana lagi wibawa negara ketika ada masyarakat mempertontonkan dengan menerjang dan melemahkan hukum tetapi tidak ada tindakan tegas dan terukur oleh polisi kita,” jelas dia.

“Kepada jajaran polisi di Jakarta Barat, Saya sangat menghormati dan apresiasi terhadap putusan praperadilan tetapi saya tidak pernah apresiasi pada saat masyarakat menerobos obyek dan belum ada tindakan hukum yang tegas dan terukur yang diambil polisi hingga saat ini. Saya juga sudah mengadu kepada Bareskrim Polri karena Praperadilan yang diputus 9 November 2022 belum ada tindakan tegas dan terukur dari Polri hingga kini. Padahal UUD 1945 pasal 28 D ayat 1 menjamin bahwa setiap warga Negara Republik Indonesia berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum,” tandas dia.

(VIC)