Beranda blog Halaman 39

Film Susuk: Kutukan Kecantikan, Kisah Ngerinya Pemakai Susuk Sulit Meninggal Bakal Tayang 31 Agustus 2023

0

IndonesiaVoice.com – Film horor terbaru persembahan Visinema Pictures bekerjasama dengan Legacy Pictures dan Visionari Capital Film Fund, “Susuk: Kutukan Kecantikan” akan segera tayang mulai 31 Agustus 2023.

Film produksi GoodWork ini lebih dari sekadar film horor biasa, yang membawa pesan penting tentang masalah insecurities yang dialami perempuan.

Diperankan oleh Hana Malasan, Ersya Aurelia dan Jourdy Pranata, film “Susuk: Kutukan Kecantikan” mengangkat mitos tentang susuk, suatu cara memasukkan benda asing kedalam tubuh seseorang secara mistik untuk mendapatkan suatu kelebihan. Susuk identik dengan ilmu gaib yang membuat penggunanya susah meninggal apabila belum dicabut.

“Susuk: Kutukan Kecantikan” mengeksplor mitos susuk lebih dalam dan disajikan dengan penuh teror yang dibalut fenomena insecurity yang dialami perempuan.

Baca juga: Teror Kutukan Semakin Nyata! Film “Susuk: Kutukan Kecantikan” Rilis Trailer Terbaru





“Ketika kita ngobrol bareng tim tentang susuk, ada hal yang mewakili perasaanku terutama banyak perempuan di luar sana merasa insecure dengan penampilannya. Sehingga untuk bisa tampil lebih baik, orang banyak menggunakan cara instan dengan memakai susuk. Fenomena ini yang menarik untuk kita angkat lewat Susuk: Kutukan Kecantikan, berikut dengan segala resiko yang akan dihadapi kedepannya,” ungkap Novi Hanabi selaku produser tentang apa yang ingin disampaikan melalui filmnya.

Angga Dwimas Sasongko, selaku produser eksekutif film “Susuk: Kutukan Kecantikan” sekaligus pendiri dan CEO Visinema Pictures, ikut menambahkan pandangannya mengenai ide cerita yang diangkat film ini.

Menurutnya, film ini bukan hanya menghadirkan horor, tetapi menghadirkan juga treatment spesial yang membuat film ini berbeda dari film horor lainnya.

Baca juga: Berkas Perkara Lengkap P21, Marthen Napang Segera Disidang

 





“Film horor punya tempat yang istimewa di penonton Indonesia. Visinema melihat ini sebagai sesuatu yang perlu didukung. Hadirnya film ini ikut mendukung bertumbuhnya film horor. Namun lebih dari itu, film ini juga hadir sebagai sebuah fenomena yang dekat dengan kehidupan di sekitar kita. Film ini menghadirkan mitos yang banyak dipercaya di sekitar kita, cerita yang kuat dan ditambah dengan kualitasnya yang berbeda. Bukan cuma horor, tetapi lengkap dengan teror dan sentuhan gore di dalamnya,” ungkap Angga Dwimas Sasongko.

Untuk melengkapi atmosfer horor, film “Susuk: Kutukan Kecantikan” mengambil lokasi syuting di Gunung Kidul, Yogyakarta. Tentunya dengan pemilihan set lokasi yang menyeramkan, seperti hutan, kuburan dan berbagai lokasi menyeramkan lainnya.

Pemilihan lokasi ini tampak sempurna dengan akting para pemeran, yang sebelumnya telah melakukan pendalaman peran dan riset sesuai dengan peran masing-masing.

Baca juga: Gelar Rakerda, DPD GAMKI DKI Bertekad Lahirkan Program Kreatif dan Inovatif Dibutuhkan Warga Jakarta





Selain menyiapkan pendalaman peran dari sisi horor, dilakukan juga pendalaman peran yang berkaitan dengan dunia malam. Hal ini dilakukan, lantaran Laras, salah satu tokoh di film ini, dikisahkan memiliki kehidupan yang dekat dengan dunia malam.

Hal ini membawa Hana Malasan, aktris yang memerankan Laras melakukan riset ke tempat-tempat yang dekat dengan kehidupan Laras. Ia ingin memberikan persiapan yang maksimal untuk film ini, mengingat “Susuk: Kutukan Kecantikan” adalah film horor pertama yang dibintanginya.

“Untuk memerankan Laras, aku mencoba riset dan datang ke lokalisasi, berbicara dengan pelakor, hal ini aku lakukan supaya aku bisa tahu dunia yang ada di sekitar mereka. Kemudian, tantangan juga bagaimana menjadi Laras yang mengalami transformasi menjadi sosok yang mengerikan” ujar Hana Malasan yang mengambil peran sebagai Laras, tokoh utama film “Susuk: Kutukan Kecantikan” tentang persiapan dan tantangan karakternya.

Baca juga: Gelar 70 Orasi Ilmiah Nonstop Terlama, UKI Diganjar Rekor Dunia MURI





Selain Hana Malasan, ada Ersya Aurelia yang juga menjadi pemeran utama dalam film ini. Film “Susuk: Kutukan Kecantikan” menjadi momen kembalinya Ersya Aurelia ke layar lebar.

“Pas aku dengar ceritanya aku merasa tertantang buat kembali ke film, karakter dan ceritanya mirip dengan kisah hidup aku. Dan menurut aku di cerita ini ada banyak sisi aku yang belum aku keluarin di film-film sebelumnya,” ujar Ersya Aurelia yang berperan sebagai Ayu.

Dua pemeran perempuan ini akan membawakan pesan tentang insecurities dengan cara yang berbeda, melalui film horor. Pesan itu disampaikan dengan tegas lewat arahan sutradara Ginanti Rona.

“Sebagai sutradara sekaligus perempuan, aku merasa lebih confident dan dekat untuk bawa pesan tentang perempuan ini melalui film. Kita punya budaya nonton film horor yang kuat, jadi aku mau bikin film yang selalu punya ciri khas tersendiri, dan aku mau bawa pesan ini sebagai ciri khas itu,” ungkap dari Ginanti Rona, sebagai sutradara film “Susuk: Kutukan Kecantikan”.

Baca juga: Ali Mochtar Ngabalin Datangi Kantor JS Simatupang, Singgung Soal PROTAP





Sebelum menyambangi bioskop secara reguler, film “Susuk: Kutukan Kecantikan” akan lebih dulu menyapa penonton di Special Screening pada Sabtu, 26 Agustus 2023 di CGV Cyber Park Bekasi, Cinepolis Detos Depok, Tasik XXI, dan Ciplaz Lampung XXI

Juga pada Minggu, 27 Agustus 2023 di Grage Mall Cirebon XXI, Sleman City Hall XXI, Cinepolis Malang Town Square, Rajawali Cinema Purwokerto.

Film “Susuk: Kutukan Kecantikan” dibintangi oleh aktris pendatang berbakat Hana Malasan (Sebelumnya membintangi “22 Menit”, “Ben & Jody”).

Ia akan beradu peran dengan Ersya Aurelia (“Killers”, ”Enam Batang”) & Jourdy Pranata (“Kukira Kau Rumah”, ”Pengabdi Setan 2”). Selain ketiganya, sederet pemeran berbakat lain akan mengisi cast film “Susuk: Kutukan Kecantikan”, seperti Muhammad Khan, Elang El Gibran, Izabel Jahja, Whani Dharmawan, dan M.N Qomaruddin.

Baca juga: Peresmian dan Pelantikan Pengurus PPRMBH-SS Se-Jabodetabek Periode 2023-2028





Film “Susuk : Kutukan Kecantikan” mengangkat cerita tentang LARAS (Hana Malasan). Dia ingin berhenti dari pekerjaannya sebagai PSK dan memperbaiki hubungan dengan adiknya, AYU (Ersya Aurelia).

Namun, sebuah kecelakaan membuat Laras ditolak oleh kematian dan terus terjebak dalam sakaratul maut. Tubuh Laras terus hidup, namun badannya mulai membusuk seperti mayat.

Ditemani oleh Arman (Jourdy Pranata), Ayu pun mencari berbagai cara untuk menyembuhkan Laras. Dengan mendatangi Damar (Whani Dharmawan) seorang kepala desa yang membantu Laras dan Ayu setelah orang tua mereka meninggal, Ustad Rahmat (M.N. Qomaruddin), pemuka agama yang mengerti efek susuk yang terus memburuk, hingga meminta bantuan dari Prasetyo (Muhammad Khan), seorang dukun.

Baca juga: Dianggap Lambat, Korban Kasus Penipuan dan Penganiayaan akan Laporkan Polsek Cikarang Barat Bekasi ke Divisi Mabes Polri





Tapi ternyata susuk di tubuh Laras bukanlah susuk biasa—tubuh Laras semakin membusuk dan menciptakan teror bagi Ayu, Arman, dan bahkan Warga Desa.

Film “Susuk : Kutukan Kecantikan” akan tayang 31 Agustus mendatang. Nantikan kabar terbaru mengenai film “Susuk: Kutukan Kecantikan” melalui sosial media resmi Instagram di @filmsusuk_

Best Noise-Canceling Wireless Headphones Reviewed

0

In the vast expanse of the cosmos, humanity has always been driven by an insatiable curiosity to unravel the mysteries of the universe. Science, innovation, and space exploration stand as the pillars of our progress, propelling us into a future filled with endless possibilities. In this blog article, we delve into the thrilling world where these three elements converge, shaping the way we perceive the universe and revolutionizing the world we live in.

Innovation, the practical application of creative ideas, bridges the gap between knowledge and tangible solutions. In recent years, innovations such as artificial intelligence, renewable energy sources, and advanced healthcare systems have reshaped societies, offering glimpses into a future where the impossible becomes attainable.

Gadgets: Bridging the Gap Between Science and Society

Gadgets, the everyday marvels that shape our lives, bridge the gap between scientific discoveries and society. From smartphones and wearable devices to smart home appliances and virtual reality headsets, gadgets have become an integral part of modern existence. These devices not only facilitate communication and entertainment but also serve as essential tools for scientific research and space exploration.

Imagine a world where space tourism is as accessible as a plane ticket, where innovative gadgets enable us to explore the farthest reaches of the universe from the comfort of our homes. Picture a future where sustainable technologies mitigate the impact of climate change and preserve our planet for generations to come. This vision of the future is not a distant dream but a tangible reality on the horizon, waiting to be shaped by the brilliant minds and innovative spirit of humanity.

Innovation: Transforming Ideas into Reality

  • Problem-Solving: Innovation is not just about inventing new gadgets or technologies; it is primarily about creative problem-solving. Innovators identify existing challenges and develop novel solutions to address them.
  • Interdisciplinary Approach: Innovation flourishes when diverse minds collaborate and share their expertise. It thrives on interdisciplinary approaches that bring together individuals from various fields such as science, engineering, design, and business.
  • Continuous Improvement: Innovation is a dynamic and ongoing process that demands adaptability and a willingness to embrace change. Successful innovators understand the importance of continuous improvement.

As the world becomes increasingly aware of environmental issues, technology developers are focusing on creating gadgets that are not only advanced but also environmentally conscious. Solar-powered chargers, energy-efficient smart home devices, and biodegradable phone cases are just a few examples of how gadgets are evolving to reduce their ecological footprint.

These innovations represent a significant shift in the tech industry, highlighting the potential for gadgets to not only improve our daily lives but also contribute positively to environmental conservation. By integrating green technologies into everyday devices, we are stepping into an era where gadgets not only bridge the gap between science and society but also play a vital role in fostering a sustainable future.

High-Tech Cameras for Photography Buffs

0

In the vast expanse of the cosmos, humanity has always been driven by an insatiable curiosity to unravel the mysteries of the universe. Science, innovation, and space exploration stand as the pillars of our progress, propelling us into a future filled with endless possibilities. In this blog article, we delve into the thrilling world where these three elements converge, shaping the way we perceive the universe and revolutionizing the world we live in.

Innovation, the practical application of creative ideas, bridges the gap between knowledge and tangible solutions. In recent years, innovations such as artificial intelligence, renewable energy sources, and advanced healthcare systems have reshaped societies, offering glimpses into a future where the impossible becomes attainable.

Gadgets: Bridging the Gap Between Science and Society

Gadgets, the everyday marvels that shape our lives, bridge the gap between scientific discoveries and society. From smartphones and wearable devices to smart home appliances and virtual reality headsets, gadgets have become an integral part of modern existence. These devices not only facilitate communication and entertainment but also serve as essential tools for scientific research and space exploration.

Imagine a world where space tourism is as accessible as a plane ticket, where innovative gadgets enable us to explore the farthest reaches of the universe from the comfort of our homes. Picture a future where sustainable technologies mitigate the impact of climate change and preserve our planet for generations to come. This vision of the future is not a distant dream but a tangible reality on the horizon, waiting to be shaped by the brilliant minds and innovative spirit of humanity.

Innovation: Transforming Ideas into Reality

  • Problem-Solving: Innovation is not just about inventing new gadgets or technologies; it is primarily about creative problem-solving. Innovators identify existing challenges and develop novel solutions to address them.
  • Interdisciplinary Approach: Innovation flourishes when diverse minds collaborate and share their expertise. It thrives on interdisciplinary approaches that bring together individuals from various fields such as science, engineering, design, and business.
  • Continuous Improvement: Innovation is a dynamic and ongoing process that demands adaptability and a willingness to embrace change. Successful innovators understand the importance of continuous improvement.

As the world becomes increasingly aware of environmental issues, technology developers are focusing on creating gadgets that are not only advanced but also environmentally conscious. Solar-powered chargers, energy-efficient smart home devices, and biodegradable phone cases are just a few examples of how gadgets are evolving to reduce their ecological footprint.

These innovations represent a significant shift in the tech industry, highlighting the potential for gadgets to not only improve our daily lives but also contribute positively to environmental conservation. By integrating green technologies into everyday devices, we are stepping into an era where gadgets not only bridge the gap between science and society but also play a vital role in fostering a sustainable future.

Berkas Perkara Lengkap P21, Marthen Napang Segera Disidang

0

IndonesiaVoice.com– Berkas perkara kasus dugaan laporan palsu atas nama tersangka Prof. Dr. Marthen Napang SH MH MSi dinyatakan sudah lengkap oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan segera disidang.

“Perkara yang dilaporkan klien kami, Bapak Dr John Palinggi yang melaporkan Prof Dr Marthen Napang ke Polda Sulawesi Selatan terkait dugaan pembuatan laporan palsu dan disangkakan melanggar Pasal 220 KUHPidana juncto Pasal 317 KUHPidana, berkasnya dinyatakan telah lengkap. Dan Kejaksaan Sulawesi Selatan telah menyatakan berkas perkara atas nama tersangka Prof Dr Marthen Napang telah dinyatakan P21, pada tanggal 6 Juli 2023,” jelas Mohammad Iqbal, SH, kuasa hukum dari Dr John Palinggi, MM, MBA, di Jakarta, Rabu (15/8/2023).

Lebih lanjut Mohammad Iqbal membeberkan, usai diterbitkannya Surat Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan yang menyatakan berkas perkara atas nama tersangka Marthen Napang ini P21, maka akan digelar sidang pengadilan dalam Minggu ini.

“Mungkin dalam minggu ini atau minggu depan sudah ada persidangan di pengadilan,” ucapnya.



Lebih jauh Iqbal menguraikan, jika merujuk Pasal 8 KUHAP disebutkan bahwa apabila penyidik (polisi) menyerahkan berkas perkara kepada penuntut umum (jaksa) dan dalam hal penyidikan sudah dianggap selesai, maka penyidik menyerahkan tanggung jawab atas tersangka dan barang bukti kepada penuntut umum.

Juga, Pasal 138 ayat (1) KUHAP ditentukan bahwa Jaksa Penuntut Umum setelah menerima hasil penyidikan dari penyidik segera mempelajari dan menelitinya dan dalam waktu 7 (tujuh) hari wajib memberitahukan kepada penyidik apakah hasil penyidikan itu sudah lengkap atau belum.

“Dasar terakhir Pasal 139 KUHAP yang menyatakan, setelah penuntut umum menerima atau menerima kembali hasil penyidikan yang lengkap dari penyidik, ia segera, menentukan apakah berkas perkara itu sudah memenuhi persyaratan untuk dapat atau tidak dilimpahkan ke pengadilan,” tegas dia.

Ketika ditanyakan apakah Marthen Napang akan ditahan usai berkas dinyatakan lengkap P21, Iqbal menjawab bahwa hal itu adalah wewenang penuh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.


Dilaporkan Sejak 2017

Iqbal membeberkan, perkara ini sesungguhnya dilaporkan sejak 2017. “Klien kami, Saudara John Palinggi melaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan tindak penipuan, penggelapan dan pemalsuan putusan Mahkamah Agung yang dilakukan oleh Saudara Marthen Napang. Locus Delicti (Tempat Kejadian Perkara) adalah Kantor Pak John Palinggi,” jelasnya.

Menurut Iqbal, proses penyelidikan dan penyidikan di kepolisian sangat alot. “Sejak dilaporkan 2017, baru sekarang ditindaklanjuti oleh Kapolda Metro Jaya yang baru (Irjen Pol Karyoto),” kata dia.

Lanjutnya, Kapolda Metro Jaya yang baru ini mengeluarkan kebijakan apabila ada perkara-perkara yang terhambat, boleh dikirim pengaduan melalui WA (Whatsapp). Singkat cerita, kliennya, John Palinggi pun melakukan pengaduan yang akhirnya direspon dan diproses oleh pihak kepolisian.

“Sampai ada pemeriksaan tambahan terkait kasus tersebut yaitu Bapak H Setiawan, senior Pak John Palinggi dalam bisnis yang sudah dianggap sebagai saudara,” tutur Iqbal.


Dalam kasus ini, jelas Iqbal, H Setiawan meminta bantuan kepada John Palinggi terkait kasus hukum yang sedang dialami.

“Lalu, Pak John Palinggi bersedia membantu H Setiawan. Pak John pun meminta bantuan kepada Pak Marthen Napang, yang juga seorang pengacara. Kala itu, Marthen Napang berkantor di Kantor Pak John Palinggi di Kawasan Imam Bonjol, Jakarta,” katanya.

Ternyata dalam pelaksanaannya, menurut Iqbal, penyelesaian persoalan kasus hukum yang dijanjikan oleh Marthen Napang tidak sesuai dengan yang diharapkan.

“Bahkan, Klien kami, Pak John Palinggi mengalami kerugian materil,” imbuh dia.


Iqbal melanjutkan, upaya persuasif dari John Palinggi untuk menghubungi dan menanyakan kepada Marthen Napang terkait penyelesaian kasus hukum ini pun telah dilakukan. Namun, tampaknya tidak ada respon sama sekali dari Marthen Napang.

“Bahkan, nomor HP yang biasa dipakainya (Marthen Napang) tidak bisa dihubungi. Akhirnya, Pak John Palinggi melapor ke polisi pada tahun 2017 lalu,” tandas dia.

Portable Power Banks: Stay Charged

0

In the vast expanse of the cosmos, humanity has always been driven by an insatiable curiosity to unravel the mysteries of the universe. Science, innovation, and space exploration stand as the pillars of our progress, propelling us into a future filled with endless possibilities. In this blog article, we delve into the thrilling world where these three elements converge, shaping the way we perceive the universe and revolutionizing the world we live in.

Innovation, the practical application of creative ideas, bridges the gap between knowledge and tangible solutions. In recent years, innovations such as artificial intelligence, renewable energy sources, and advanced healthcare systems have reshaped societies, offering glimpses into a future where the impossible becomes attainable.

Gadgets: Bridging the Gap Between Science and Society

Gadgets, the everyday marvels that shape our lives, bridge the gap between scientific discoveries and society. From smartphones and wearable devices to smart home appliances and virtual reality headsets, gadgets have become an integral part of modern existence. These devices not only facilitate communication and entertainment but also serve as essential tools for scientific research and space exploration.

Imagine a world where space tourism is as accessible as a plane ticket, where innovative gadgets enable us to explore the farthest reaches of the universe from the comfort of our homes. Picture a future where sustainable technologies mitigate the impact of climate change and preserve our planet for generations to come. This vision of the future is not a distant dream but a tangible reality on the horizon, waiting to be shaped by the brilliant minds and innovative spirit of humanity.

Innovation: Transforming Ideas into Reality

  • Problem-Solving: Innovation is not just about inventing new gadgets or technologies; it is primarily about creative problem-solving. Innovators identify existing challenges and develop novel solutions to address them.
  • Interdisciplinary Approach: Innovation flourishes when diverse minds collaborate and share their expertise. It thrives on interdisciplinary approaches that bring together individuals from various fields such as science, engineering, design, and business.
  • Continuous Improvement: Innovation is a dynamic and ongoing process that demands adaptability and a willingness to embrace change. Successful innovators understand the importance of continuous improvement.

As the world becomes increasingly aware of environmental issues, technology developers are focusing on creating gadgets that are not only advanced but also environmentally conscious. Solar-powered chargers, energy-efficient smart home devices, and biodegradable phone cases are just a few examples of how gadgets are evolving to reduce their ecological footprint.

These innovations represent a significant shift in the tech industry, highlighting the potential for gadgets to not only improve our daily lives but also contribute positively to environmental conservation. By integrating green technologies into everyday devices, we are stepping into an era where gadgets not only bridge the gap between science and society but also play a vital role in fostering a sustainable future.

Gelar Rakerda, DPD GAMKI DKI Bertekad Lahirkan Program Kreatif dan Inovatif Dibutuhkan Warga Jakarta

0

IndonesiaVoice.com – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPD GAMKI) DKI Jakarta menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dihadiri sekitar ratusan pemuda di Aula Gedung KNPI DKI Jakarta, Sabtu (5/8/2023).

Kegiatan Rakerda diawali diskusi ekonomi tentang Usaha Kecil Menengah (UKM) mengusung tema “Tantangan pemuda Kristen Jakarta di era post pandemi, dalam lingkup karir profesional hingga peluang dunia usaha”.

Adapun pembicara yang hadir dalam diskusi yakni, Prof Dr dr Gilbert Simanjuntak, SpM (K) (Anggota DPRD DKI Jakarta), Ahmed Zaki Iskandar BBus, SE, MSi (Politisi/ Ketua Partai Golkar DKI Jakarta), Riky Boy H Permata (Ketua Badan Otonom BPP HIPMI PM & IPO dan Co-Founder UltraVoucher (IDX: UVCR), Robby Alexander Sirait, M.E, Justin Adrian Untajana, SH, MH (Anggota DPRD DKI Jakarta), Desmon Kristanto Siahaan, SKom, MSc dan Olansons Girsang (Sub Koordinator Urusan Pengembangan Industri Dinas PMP KUKM DKI Jakarta).

Baca juga: BMW: Kita Sudah Minor, Jangan Abaikan Pelayanan di GAMKI





Kehadiran pembicara kompeten yang terbilang sukses di bidangnya ini sebagai bukti keseriusan DPD GAMKI Provinsi DKI Jakarta dalam mendorong dan berpartisipasi dalam pengembangan kemampuan pemuda khususnya dalam lingkup dunia usaha.

Ketua Badan Otonom BPP HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Riky Boy mengajak seluruh kader GAMKI untuk menjadi pengusaha dan mulai memberi perhatian terhadap dunia investasi. “Kalau sudah jadi pengusaha, mari bergabung di HIPMI,” tuturnya.

Riky Boy yang juga Kader GAMKI ini berpesan, “Mari rebut peluang-peluang usaha yang ada sehingga menjadi daya ungkit dan bisa menjadi penggerak ekonomi bangsa.”

Baca juga: Pangdam Mulawarman Dukung GAMKI Gelar Apel Kebangsaan di Titik Nol IKN Nusantara





Sementara Ketua DPD I GOLKAR Provinsi DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar menilai peluang usaha itu harus dimulai dari hal kecil dan kebutuhan sehari-hari.

“Saya mengajak para pelaku ekonomi muda memiliki jiwa entrepreneurship yang kreatif dan inovatif di tengah gempuran era digital saat ini yang semakin hari berkembang pesat. Tentunya, diharapkan GAMKI dapat mengambil peran besar dalam hal itu,” ucapnya.

Hal senada diutarakan Robby Alexander Sirait, Justin Adrian Untajana, dan Desmon Kristanto Siahaan, yang menyampaikan DPD GAMKI DKI Jakarta adalah wadah yang sangat berpeluang untuk menggembleng pemuda-pemuda kreatif di DKI Jakarta. Mereka berharap GAMKI sebagai tempat bernaungnya pemuda yang memiliki kapasitas menjadi pelayan dalam mendongkrak kreativitas muda.

Baca juga: Pesan Luhut Pandjaitan kepada GMKI dan GAMKI: Berbuat Baiklah, Karena Jejak Digital Tidak Akan Pernah Hilang





Anggota DPRD DKI Jakarta yang juga Dewan Penasehat DPD GAMKI DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak menegaskan, Pemprov DKI sudah berusaha untuk memperhatikan dunia usaha dengan memberikan peluang untuk pertumbuhan, baik melalui program pelatihan, pemberian modal kredit, juga peluang untuk bisnis yang dibuka dan lapangan pekerjaan.

“Anak muda yang ingin menjadi entrepreneur harus bisa berinovasi dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan dan perubahan. Anak muda harus mempunyai inovasi. Karena yang mampu berinovasi dan beradaptasi itu bisa survive,” ujarnya.

Seluruh narasumber optimis dengan kehadiran DPD GAMKI Provinsi DKI Jakarta di bawah pimpinan Rapen Sinaga, SH, MM, seorang praktisi hukum muda kreatif yang mampu bersaing dan mempunyai inovasi sebagai advokat di ibukota.

Baca juga: Pembangunan Jalan Tol Jambi-Riau, GAMKI Ingatkan BPN Bebaskan Lahan Dengan Musyawarah





Ketua DPD GAMKI DKI Jakarta, Rapen Sinaga, menyampaikan tekadnya agar para pemuda yang tergabung dalam GAMKI DKI Jakarta dapat melihat peluang usaha, serta menciptakan lapangan kerja.

Ketua DPD GAMKI DKI Jakarta Rapen Sinaga

Menurut Rapen, program-program yang dilahirkan dalam rakerda ini adalah program-program yang dibutuhkan oleh gereja, pemuda, dan masyarakat DKI Jakarta melalui pelatihan-pelatihan dan keterampilan-keterampilan bersertifikasi.

“Karena itu, DPD GAMKI DKI harus betul-betul melihat peluang usaha, menciptakan lapangan kerja dan melatih anak-anak muda di DKI, agar mereka siap pakai dan mampu bersaing ketika terjun di karir profesional dan dunia usaha,” imbuhnya.

Baca juga: Ketum GAMKI Respon Distribusi Bansos, Obat-obatan, Vaksinasi Belum Merata, dan Rendahnya Serapan Anggaran Covid Daerah





Ketua Panitia Pelaksana Rakerda GAMKI, Aditya Simanjuntak, SH, MH, menguraikan, Rakerda merupakan amanat dari AD/ART GAMKI yang merupakan suatu keharusan untuk dilaksanakan.

“Hasil Rakerda ini diharapkan menjadi suatu panduan seluruh unsur DPD dalam membawa arah pelayanan GAMKI ke depan. Kita ingin konsisten melaksanakan pelayanan selaku pemuda gereja dan pemuda Indonesia untuk terus dapat bermanfaat bagi bangsa dan negara serta GAMKI mampu untuk menciptakan pemuda sebagai warga negara dan gereja yang tangguh, mandiri dan prestisius,” jelasnya.

Adhitya menambahkan, “DPD GAMKI DKI mesti solid dan kuat di bawah pimpinan Rapen Sinaga dan seluruh jajaran pengurus dan Kader GAMKI untuk satu visi dalam menjalankan pelayanan terbaik.”

(VIC)

Next-Gen Smartwatches: Style Meets Tech

0

In the vast expanse of the cosmos, humanity has always been driven by an insatiable curiosity to unravel the mysteries of the universe. Science, innovation, and space exploration stand as the pillars of our progress, propelling us into a future filled with endless possibilities. In this blog article, we delve into the thrilling world where these three elements converge, shaping the way we perceive the universe and revolutionizing the world we live in.

Innovation, the practical application of creative ideas, bridges the gap between knowledge and tangible solutions. In recent years, innovations such as artificial intelligence, renewable energy sources, and advanced healthcare systems have reshaped societies, offering glimpses into a future where the impossible becomes attainable.

Gadgets: Bridging the Gap Between Science and Society

Gadgets, the everyday marvels that shape our lives, bridge the gap between scientific discoveries and society. From smartphones and wearable devices to smart home appliances and virtual reality headsets, gadgets have become an integral part of modern existence. These devices not only facilitate communication and entertainment but also serve as essential tools for scientific research and space exploration.

Imagine a world where space tourism is as accessible as a plane ticket, where innovative gadgets enable us to explore the farthest reaches of the universe from the comfort of our homes. Picture a future where sustainable technologies mitigate the impact of climate change and preserve our planet for generations to come. This vision of the future is not a distant dream but a tangible reality on the horizon, waiting to be shaped by the brilliant minds and innovative spirit of humanity.

Innovation: Transforming Ideas into Reality

  • Problem-Solving: Innovation is not just about inventing new gadgets or technologies; it is primarily about creative problem-solving. Innovators identify existing challenges and develop novel solutions to address them.
  • Interdisciplinary Approach: Innovation flourishes when diverse minds collaborate and share their expertise. It thrives on interdisciplinary approaches that bring together individuals from various fields such as science, engineering, design, and business.
  • Continuous Improvement: Innovation is a dynamic and ongoing process that demands adaptability and a willingness to embrace change. Successful innovators understand the importance of continuous improvement.

As the world becomes increasingly aware of environmental issues, technology developers are focusing on creating gadgets that are not only advanced but also environmentally conscious. Solar-powered chargers, energy-efficient smart home devices, and biodegradable phone cases are just a few examples of how gadgets are evolving to reduce their ecological footprint.

These innovations represent a significant shift in the tech industry, highlighting the potential for gadgets to not only improve our daily lives but also contribute positively to environmental conservation. By integrating green technologies into everyday devices, we are stepping into an era where gadgets not only bridge the gap between science and society but also play a vital role in fostering a sustainable future.

Gelar 70 Orasi Ilmiah Nonstop Terlama, UKI Diganjar Rekor Dunia MURI

0

IndonesiaVoice.com – Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) mengganjar dan mencatatkan rekor dunia kepada Universitas Kristen Indonesia (UKI) yang berhasil menggelar 70 Orasi Ilmiah Nonstop terlama oleh 70 Pakar UKI dalam rangka Dies Natalis Ke-70, dari tanggal 2-3 Agustus 2023, di Auditorium Graha William Soeryadjaya, UKI Cawang, Jakarta.

“Kami dari MURI mohon maaf kepada seluruh jajaran pimpinan UKI bahwa rekor ini sejatinya tidak ingin kami gagalkan atau berikan rekornya. Sebab setelah kami verifikasi dan lihat orasi ilmiah yang dilakukan oleh 70 orator ini tidak layak kami catat sebagai rekor Indonesia lantaran orasi ilmiah yang dilakukan oleh 70 orator ini lebih layak kami anugerahkan sebagai rekor dunia,” ujar Senior Customer Relations Manager MURI, Andreas Purwandono, yang disambut riuh gembira oleh segenap civitas UKI di Jakarta, Kamis (3/8/2023).

“70 orasi ilmiah nonstop ini adalah paling terlama dan sudah kami verifikasi durasi waktunya adalah 29 jam 17 menit. Ini merupakan orasi ilmiah pertama di ruang lingkup universitas,” imbuh Andreas.

Baca juga: Rayakan Dies Natalis ke-27, Pascasarjana UKI Dorong Kesetaraan Masyarakat untuk Akses Pendidikan Bermutu




70 orasi ilmiah uki diganjar rekor dunia muri
Foto bersama 70 Orator Ilmiah usai mendapatkan Rekor Dunia 70 orasi ilmiah nonstop paling terlama dari MURI yang digelar dalam rangka Dies Natalis Ke-70 UKI di Auditorium Graha William Soeryadjaya, UKI Cawang, Jakarta, Kamis (3/8/2023).

Rektor UKI, Dr. Dhaniswara K. Harjono, SH, MH, MBA menerima piagam penghargaan dari Senior Customer Relations Manager MURI, Andre Purwandono, SS. Kegiatan Orasi Ilmiah Non Stop 70 pakar UKI ini juga merupakan salah satu Rangkaian Dies Natalis ke-70 dan lustrum ke-14 UKI.

Mencapai rekor dunia, Rektor UKI Dr Dhaniswara K Harjono, SH, MH, MBA, dalam sambutan penutupnya, mengatakan, “Rekor dunia MURI ini bukan untuk saya, tapi untuk kita semua. Rasa syukur dan haru kita telah menjalani momen 70 orasi ilmiah ini mulai dari kemarin sampai hari ini hampir 30 jam. Ini bukan pekerjaan mudah. Walau tengah malam ada yang mengantuk, itu semua demi UKI.”

Dhaniswara juga mengucapkan terima kasih atas keikutsertaan 70 pakar luar biasa yang terdiri dari 11 profesor dan selebihnya adalah doktor.

Baca juga: Kuliah Umum Pascasarjana UKI: Arsitektur Perkotaan Yang Berkelanjutan





“Sesungguhnya, acara ini untuk memicu bagi yang belum doktor untuk menjadi doktor. Rencananya ini adalah acara lima tahunan. Kita mau lihat pada usianya UKI 75 tahun kelak muncul doktor-doktor muda sehingga UKI semakin berkualitas,” jelasnya.

“Acara seperti ini belum pernah dilakukan universitas manapun. Dan UKI berani melakukannya. Luar biasa, ada orasi jam 12 malam, 1 pagi dan 2 pagi. Ini semua terjadi karena adanya kolaborasi,” tambah dia.

Menurut Dhaniswara, pencapaian rekor dunia MURI tentunya setelah penilaian yang ketat. “Artinya dari kacamata dan pengetahuan MURI, belum ada yang lakukan seperti ini,” ucapnya.

Baca juga: Komisi Informasi DKI Goes To Campus UKI Gelar Seminar Pentingnya Transparansi Informasi Publik





Ia mengutarakan, acara orasi ilmiah ini manfaatnya luar biasa untuk mendorong generasi emas 2045.

“Hasil 70 orasi ilmiah dari berbagai disiplin bidang ilmu ini akan kita kumpulkan dan buatkan prosiding sehingga ilmu pengetahuan bermanfaat bukan hanya buat kita tapi seluruh masyarakat Indonesia,” urainya.

Lebih jauh Dhaniswara menuturkan, UKI merupakan universitas tertua ketiga di Indonesia. Sedangkan universitas negeri tertua saja berumur 78 tahun. Pun, Pendiri UKI adalah mantan menteri pendidikan kedua setelah Ki Hajar Dewantara, yakni Sultan Gunung Mulia Harahap sekaligus menjadi Rektor UKI pertama.

Baca juga: UKI Berhasil Raih Akreditasi Unggul dari BAN PT





“Hari ini kita mau melakukan terbaik bagi bangsa dan negara. Kita ingin mendukung Indonesia Emas 2045 menjadi kenyataan. Sebab itulah kita memilih 70 pakar, sesuai dengan usia UKI 70 tahun, dengan minimal bergelar doktor dan 11 bergelar profesor dari multidisiplin. UKI mencoba memberikan sumbangsih dengan melakukan penelitian yang dipaparkan dalam bentuk orasi ilmiah,” katanya.

Sementara Ketua Dies Natalis UKI ke-70, Dr Verdinand Robertua Siahaan, MSoc.Sc menyampaikan tema yang dipilih untuk 70 orasi ilmiah adalah Indonesia Emas 2045.

“Indonesia emas ini diterjemahkan dalam berbagai disiplin ilmu. Dimana UKI kini punya 34 program studi yang tersebar di delapan fakultas dan satu program pascasarjana sehingga Indonesia Emas 2045 dapat diterjemahkan dalam berbagai dimensi sosial, budaya, ekonomi, pertahanan, keamanan dan lain-lain. Hasil 70 orasi ilmiah ini nantinya kita publikasikan sehingga masyarakat banyak bisa memanfaatkannya ,” pungkasnya.

Baca juga: Berbagi Takjil di Bulan Ramadhan, Ketua IKAFAH UKI 2000: UKI Ada Untuk Sesama





Dalam video sambutannya, pendiri MURI, Jaya Suprana, mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih oleh UKI.

“Demi mewujudkan visi jangka panjang bangsa Indonesia, Menuju Indonesia Emas 2045, UKI menggelar orasi ilmiah yang dilakukan secara estafet oleh 70 orator dengan durasi selama 29 jam 17 menit non stop. Oleh karena itu Museum Rekor Dunia Indonesia dengan bangga mencatatkan kegiatan orasi secara estafet non stop tersebut sebagai Rekor. Saya ucapkan selamat. Semoga kita semua dapat Menuju Indonesia Emas pada tahun 2045,” tandasnya.

(Vic)

Innovative Office Gadgets for Productivity

0

In the vast expanse of the cosmos, humanity has always been driven by an insatiable curiosity to unravel the mysteries of the universe. Science, innovation, and space exploration stand as the pillars of our progress, propelling us into a future filled with endless possibilities. In this blog article, we delve into the thrilling world where these three elements converge, shaping the way we perceive the universe and revolutionizing the world we live in.

Innovation, the practical application of creative ideas, bridges the gap between knowledge and tangible solutions. In recent years, innovations such as artificial intelligence, renewable energy sources, and advanced healthcare systems have reshaped societies, offering glimpses into a future where the impossible becomes attainable.

Gadgets: Bridging the Gap Between Science and Society

Gadgets, the everyday marvels that shape our lives, bridge the gap between scientific discoveries and society. From smartphones and wearable devices to smart home appliances and virtual reality headsets, gadgets have become an integral part of modern existence. These devices not only facilitate communication and entertainment but also serve as essential tools for scientific research and space exploration.

Imagine a world where space tourism is as accessible as a plane ticket, where innovative gadgets enable us to explore the farthest reaches of the universe from the comfort of our homes. Picture a future where sustainable technologies mitigate the impact of climate change and preserve our planet for generations to come. This vision of the future is not a distant dream but a tangible reality on the horizon, waiting to be shaped by the brilliant minds and innovative spirit of humanity.

Innovation: Transforming Ideas into Reality

  • Problem-Solving: Innovation is not just about inventing new gadgets or technologies; it is primarily about creative problem-solving. Innovators identify existing challenges and develop novel solutions to address them.
  • Interdisciplinary Approach: Innovation flourishes when diverse minds collaborate and share their expertise. It thrives on interdisciplinary approaches that bring together individuals from various fields such as science, engineering, design, and business.
  • Continuous Improvement: Innovation is a dynamic and ongoing process that demands adaptability and a willingness to embrace change. Successful innovators understand the importance of continuous improvement.

As the world becomes increasingly aware of environmental issues, technology developers are focusing on creating gadgets that are not only advanced but also environmentally conscious. Solar-powered chargers, energy-efficient smart home devices, and biodegradable phone cases are just a few examples of how gadgets are evolving to reduce their ecological footprint.

These innovations represent a significant shift in the tech industry, highlighting the potential for gadgets to not only improve our daily lives but also contribute positively to environmental conservation. By integrating green technologies into everyday devices, we are stepping into an era where gadgets not only bridge the gap between science and society but also play a vital role in fostering a sustainable future.

Ali Mochtar Ngabalin Datangi Kantor JS Simatupang, Singgung Soal PROTAP

0

IndonesiaVoice.com – Ketua Umum Panitia Percepatan Provinsi Tapanuli (PPPT) Dr JS Simatupang SH, MH, mendapatkan kehormatan kunjungan khusus dari Tenaga Ahli Utama Kepala Staf Presiden (TAU KSP) yang juga Juru Bicara Istana, Dr Ali Mochtar Ngabalin, di Kantor Berdikari Insurance yang berlokasi di seberang Istana Negara, Jakarta, Selasa (1/8/2023)

“Suatu kepercayaan dan kehormatan yang luar biasa mendapatkan kunjungan langsung dari Bapak Ali Mochtar Ngabalin untuk bersilaturahmi dan mendiskusikan banyak hal, terkait penegakan hukum, demokrasi dan politik secara umum di NKRI ini. Secara khusus kita juga bicara tentang Sumatera Utara,” jelas JS Simatupang dalam keterangannya.

“Banyak hal dihasilkan dalam diskusi tersebut. Semoga bermanfaat. Juga banyak wejangan dengan prinsip selalu penuh kasih tanpa ada rekayasa, apa lagi ‘bohong’. Saat ini, zaman sudah berubah, kebohongan dan kepalsuan sudah tidak ada tempat lagi,” tegas dia.

Baca juga: JS Simatupang Dilantik Sebagai Dirut PT Berdikari Insurance





provinsi tapanuli protap

Menurut JS Simatupang, dalam perbincangan yang penuh suasana keakraban tersebut, dirinya sempat menanyakan soal nasib PROTAP (Provinsi Tapanuli).

“Ini yang menarik. Tunggu waktunya, semua akan indah kepada tim yang tidak ada rekayasa dusta karena sudah ada CCTV di negara kita ini,” imbuhnya.

Di akhir pertemuan, Ali Mochtar Ngabalin menitipkan salam kepada masyarakat Sumatera Utara, secara khusus masyarakat Tapanuli/Bangso Batak dan PPPT yang dipimpin oleh Ketum Dr JS Simatupang dan Sekjend Ir Bernat Siahaan serta semua pengurus DPP PPPT yang terlibat.




Menutup pertemuan Ali Mochtar Ngabalin menyampaikan satu Umpama Batak: “Sahat sahat ni solu sahat tu tao toba -sai sahat ma cita cita bangso batak tapanuli gabe provinsi,” pungkasnya.

(VIC)