Banyak Warga Papua Tolak Vaksin, PGI Minta Ke Presiden Jokowi Agar Vaksinator bukan dari TNI/Polri

Banyak Warga Papua Tolak Vaksin, PGI Minta Ke Presiden Jokowi Agar Vaksinator bukan dari TNI/Polri
Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt Gomar Gultom (kanan) mengikuti pertemuan dengan para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang digelar Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Senin (30/8/2021)

Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan dengan para tokoh agama dan tokoh masyarakat di Istana Negara, Jakarta, Senin (30/8/2021).

Pada kesempatan itu, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt Gomar Gultom menyampaikan tentang kesenjangan antar wilayah terkait akses vaksinasi, khususnya di daerah terpencil dan daerah timur Indonesia.

“Secara khusus saya memohon perhatian Bapak Presiden atas wilayah Papua. Banyak penduduk menolak vaksinasi karena vaksinatornya dari TNI dan Polri,” tegas Pdt Gomar Gultom dalam keterangannya, Senin (30/8/2021).


Baca juga: Majelis Rakyat Papua Gugat UU No. 2 Tahun 2021 Tentang Otsus Papua Ke MK, Apa Sebab?

Menurut Gomar, masalah Papua ini selalu berlapis. Vaksin pun bisa diseret dan diinterpretasikan ke hal lainnya.

“Terkait hal ini, saya mengusulkan agar vaksinator di Papua sebaiknya dilakukan oleh nakes non TNI dan Polri. Jika tenaga kurang, gereja-gereja siap membantu mengirimkan relawan. Sedangkan TNI dan Polri dapat menopang dari belakang,” urainya.

Pun, Gomar menyampaikan apresiasi atas kebijakan dan langkah-langkah yang ditempuh pemerintah dalam menanggulangi covid-19.


Baca juga: Persiapan 90 Persen, Kabupaten Mimika Siap Gelar PON XX Papua

Tak kalah penting, Gomar juga menyampaikan informasi tentang langkah-langkah yang ditempuh oleh PGI bersama gereja-gereja di Indonesia.

“Diantaranya, PGI melakukan penyebaran edukasi dan informasi seputar pandemic dan vaksinasi, pengembangan solidaritas dengan sesama khususnya mereka yang terpapar pandemi, baik korban covid maupun perekonomian yang terpuruk, serta upaya gereja dalam mensukseskan program vaksinasi,” ujar dia.

Hal lain disampaikan Gomar, agar meminta perhatian bersama akan gonjang-ganjing politik yang tidak perlu yang diakibatkan oleh syahwat politik yang tinggi dari para elit politik yang sudah tak sabar dengan pileg dan pilpres 2024.


Baca juga: Komjen Paulus Waterpauw: Birokrat, Legislator dan MRP Mesti Tegak Lurus Amalkan Nilai Pancasila di Papua

“Mari kita semua konsentrasi bahu membahu mengatasi pandemic dan tidak menggunakan pandemi ini sebagai ajang untuk panggung kontestasi politik,” tandasnya.

JAKARTA CHANNEL TV || OTT KPK Rp 14,5 Milyar baru Permulaan, Selisih Rp 110 ribu perpaket Bansos Kemana | Dr John Palinggi

OTT KPK Rp 14,5 Milyar baru Permulaan, Selisih Rp 110 ribu perpaket Bansos Kemana | Dr John Palinggi

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan