Peringati HUT Ke-75, Organisasi BERSAMA Gelar Webinar “Membebaskan Anak Bangsa Dari Cengkraman Darurat Narkoba”

JAKARTA CHANNEL TV || Silaturahmi DR John Palinggi berbagi Untuk Staf Karyawan PP Muhammadiyah, Dr H Abdul Mu`ti: “Ini Simbol Kebersamaan”

Silaturahmi DR John Palinggi berbagi Untuk Staf Karyawan PP Muhammadiyah, Dr H Abdul Mu`ti: “Ini Simbol Kebersamaan”
Peringati HUT Ke-75, Organisasi BERSAMA Gelar Webinar “Membebaskan Anak Bangsa Dari Cengkraman Darurat Narkoba”
Peringati HUT Ke-75, Organisasi BERSAMA Gelar Webinar “Membebaskan Anak Bangsa Dari Cengkraman Darurat Narkoba”

IndonesiaVoice.com  | Memperingati HUT RI Ke-75, Organisasi BERSAMA menggelar Webinar Nasional bertajuk “Membebaskan Anak Bangsa Dari Cengkraman Darurat Narkoba” pada Kamis Siang, 13 Agustus 2020.

Webinar Nasional yang juga didukung oleh Paguyuban Media Online (PAMEO) ini dimaksudkan sebagai turut berpartisipasi memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Ke-75, sehingga diharapkan bernuansa perjuangan.

Ketua Umum BERSAMA Mayjen Pol (Purn) Drs Putera Astaman menjelaskan topik berjudul “Membebaskan Anak Bangsa Dari Cengkraman Darurat Narkoba” ini dipilih mengingat perjuangan anak bangsa berupaya membebaskan diri dari bahaya laten narkoba selama puluhan tahun, sementara angkanya justru terus meningkat dari tahun ke tahun.


Baca juga:

Peringati HANI 2019, Bakornas GMDM, BNN dan FOKAN Kampanyekan ‘Milenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas

“Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2016, Bapak Presiden Jokowi menyatakan bahwa kita (Indonesia) sudah dalam kondisi darurat narkoba dan Beliau mengumandangkan Indonesia Perang Melawan Narkoba,” ujar Putera Astaman.

Situasi darurat narkoba ini, lanjut Putera, dibuktikan bahwa narkoba telah merasuk di semua lini, juga pada generasi muda mulai dari kalangan mahasiswa, pelajar tingkat SLTA, SMP dan SD, bahkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Menurut Putera, narkoba tidak hanya beredar di kota-kota besar tapi telah merasuk sampai ke pelosok desa, sehingga tidak ada satu desa pun yang masih steril dari narkoba.


Baca juga:

Soal Reshuffle Kabinet, DR John Palinggi: Tidak ada Kaitan Kemarahan Presiden, Itu Hak Prerogatif

“Bapak Presiden menyebutkan bahwa anak bangsa yang terjebak sebagai pecandu narkoba berjumlah 5,1 juta orang dan angka kematian akibat penyalahgunaan narkoba, sesuai laporan kepala BNN RI kepada Bapak Presiden, setiap hari 40-50 orang generasi muda kita mati karena narkoba,” kata dia.

Di lain pihak, jelas Putera, release Komisioner Bidang Kesehatan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada 6 Maret 2018 menyatakan bahwa: “Dari total 87 juta anak, maksimum 18 tahun, ada 5,9 juta yang tercatat sebagai pecandu (6,78%)’’ dan dinyatakan pula bahwa trend ini akan terus mengalami peningkatan, baik modus maupun pola penyebarannya.

“Release Kepala BNN RI Februari 2018 menyebutkan bahwa pengguna narkoba di Indonesia mencapai 6,4 juta orang dan kebutuhan narkoba per-minggu bagi penggunanya mencapai 6 ton,” ujar dia.


Baca juga:

PENGAKUAN VM HALUSINASI SAMPAI NYARIS BUGIL USAI MINUM OBAT INI

Putera menuturkan menghadapi kejahatan luar biasa ini Bapak Presiden selain menegaskan Perang Melawan Narkoba, mengingatkan kepada seluruh komponen bangsa agar bersinergi: Pesantren, Universitas, Kementerian, Lembaga, Kabupaten/Kota, Propinsi …Semuanya!

Dalam sambutan HANI 2016 tersebut presiden menegaskan lagi: “Saya perlu ingatkan semua harus bersinergi mulai BNN, Polri, Kementerian, Lembaga, LSM, Masyarakat, semua harus betul- betul melakukan langkah-langkah yang terpadu untuk melawan narkoba, langkah-langkah yang progresif yang mengalahkan kelicikan para pengedar narkoba.”

“Dan tidak kalah penting semua harus menghilangkan ego masing-masing, ego sektoral. Dengan kekuatan dan kecerdasan kita bersama sekali lagi, kita kejar, kita tangkap, kita hajar para pengedar narkoba, baik yang besar, sedang, kecil sampai kita kuatkan lagi jaringan sosial dan budaya yang bisa menjadi benteng mencegah menjamurnya narkoba”.


Baca juga:

Webinar PIKI Bahas IA CEPA, Wamendag Jerry Sambuaga: “Bea Masuk Produk Indonesia ke Australia Jadi 0 Persen, Ini Sebuah Prestasi”

Lebih jauh Putera membeberkan laporan kepala BNN RI pada HANI 2020, menyebutkan hasil penelitian BNN RI bekerjasama dengan pusat penelitian masyarakat dan budaya LIPI tahun 2019, trend prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia setahun terakhir sebesar 1,80% atau setara dengan 3.419.188 orang.

“Sedangkan angka prevalensi 2011 sebesar 2,40% atau setara dengan 4.530.000 orang. Dengan demikian tercatat penurunan sekitar 1 juta
pecandu,” urai dia.

“Di bidang supply reduction BNN RI bersama Polri berhasil mengungkap 6,9 ton sabu dan 1,36 ton ganja, menggagalkan penyelundupan 2,06 ton dan 17,4 ton narkotika bekerjasama dengan Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik Malaysia. Dan sejumlah pengungkapan lain di seluruh tanah air yang hasilnya cukup menggembirakan,” tambah dia.


Baca juga:

Dekan FH UKI Hulman Panjaitan: Penegakan Hukum terhadap Pelanggar HKI Masih Lemah dan Belum Jadi Prioritas  

Menurut Putera, tantangan dan bahaya narkoba ini belum menurun secara signifikan seperti yang diharapkan.

“Masih diperlukan strategi dengan sinergitas implementasi yang lebih terpadu antara Pemerintah (GO) dan Masyarakat (NGO). Pemerintah telah
mengeluarkan kebijakan operasional dalam bentuk Inpres Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN yang perlu dipedomani dan diimplementasikan oleh seluruh komponen bangsa,” tuturnya.

Untuk itulah, lanjut Putera, webinar ini diselenggarakan agar dapat kita inventarisir dan diskusikan pemikiran-pemikiran tentang solusi membebaskan anak bangsa dari cengkraman darurat narkoba.


Baca juga:

NORMAL BARU ERA COVID-19, PIKI DORONG PENGAJARAN ALTERNATIF

Adapun narasumber yang terlibat dalam webinar ini adalah Dra. Yunis Farida Oktoris Triana, MSi, Deputi Rehabilitasi BNN RI, yang berbicara tentang hal-hal strategis menyangkut kebijakan Pemerintah cq BNN RI, terutama yang berkaitan dengan bidang rehabilitasi.

Komjen Pol (Purn) Drs Ahwil Lutan, SH, MM, MBA, Koordinator Staf Ahli BNN RI, yang berbicara tentang hal-hal strategis berkaitan dengan Implementasi Inpres Nomor 2 Tahun 2020.

Mayjen Pol (Purn) Drs Putera Astaman, Ketua Umum BERSAMA, yang
berbicara mengenai hal-hal strategis tentang Drug Demand Reduction dengan strategi membangun dan membina 3 komunitas (Warga Tama, Warga Karya dan Warga Anti Madat) yang harus dikelola dengan Skala Besar dan berjalan beriringan dengan Implementasi Inpres Nomor 2 Tahun 2020, sesuai surat dari Kepala BNN RI kepada Ketua Umum DPP BERSAMA No. B/2019/VII/KA/PM.00.03/2020/BNN tanggal 8 Juli 2020.


Baca juga:

Dokter Reisa Berbagi Tips Protokol Kesehatan COVID-19 di Pusat Perbelanjaan

Dan dr. Kenansa Anjani Natasha Sylva, Generasi muda BERSAMA, yang berbicara tentang membangun dan membina Komunitas Warga Tama, khususnya dalam pembentukan grup-grup Bersih Narkoba (Grup BERSINAR) di kalangan generasi muda dan lain-lain kreatifitas serta aspirasi Generasi Muda/Generasi Milenial dan Generasi Z.

Selain itu, pembicara penanggap menyampaikan tanggapan dalam bentuk pertanyaan, pemikiran dan saran pendapat. Lalu diberikan jawaban atau penjelasan oleh para narasumber, kemudian disimpulkan oleh Panitia.

Webinar Nasional ini diikuti oleh lebih dari 200 Peserta yang sudah terdaftar dari berbagai unsur Pemerintah dan masyarakat dari berbagai daerah di seluruh tanah air dan dipublikasikan secara luas di media sosial.


Baca juga:

Buruh Tetap Kerja Di Tengah Pandemi Covid-19, Presiden KSBSI: Jangan Bikin Buruh Marah

Putera berharap webinar nasional ini menjadi kontribusi kecil dalam bentuk sinergi terpadu antara Pemerintah/GO/BNN RI dengan Non Pemerintah/NGO/Organisasi BERSAMA.

“Tujuannya hanya satu yaitu membebaskan anak bangsa dari cengkraman darurat narkoba sebagai sumbangsih kepada tanah air tercinta dalam rangka memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan RI Ke-75,” tandasnya.

(Vic)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan