Jakarta (IndonesiaVoice.com) – Setiap tahunnya, ribuan warga negara Indonesia rela melintasi selat dan terbang ke negara tetangga hanya untuk mendapatkan kepastian layanan kesehatan.
Namun, sebuah langkah besar untuk membalikkan arus tersebut baru saja dimulai dari ruang pertemuan Kementerian Kesehatan RI di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Yayasan Universitas HKBP Nommensen (UHN) datang membawa cetak biru harapan baru bagi dunia medis Indonesia, khususnya di Sumatera Utara: rencana pendirian Nommensen International Hospital.
Sebagai salah satu kampus tertua yang berdiri sejak 7 Oktober 1954 dan telah mengantongi akreditasi Unggul untuk Fakultas Kedokterannya, UHN menyadari bahwa melahirkan dokter-dokter cakap saja tidak cukup.
Dibutuhkan sebuah ekosistem mandiri di mana ilmu pengetahuan, riset, dan pelayanan menyatu dalam fasilitas bertaraf global.
Baca juga: Dukung Program Prabowo, KMDT Siapkan Gebrakan SDM Unggul dan Koperasi Merah Putih di Danau Toba
Rumah sakit ini didesain tidak sekadar sebagai tempat berobat, melainkan sebagai rumah sakit pendidikan (teaching hospital) unggulan di Indonesia bagian barat.
Dukungan Sang Pembuat Kebijakan
Ketua Umum Pengurus Yayasan UHN, Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon, memimpin langsung delegasi tersebut. Saat itu, Effendi Simbolon didampingi St. Dr. Martuama Saragi, St. Edison Manurung, SH, MM, Robin Sihotang dan Fonda Simbolon.
Usai pertemuan intensif selama kurang lebih satu jam bersama Menteri Kesehatan dan jajarannya, Effendi membawa kabar baik.
“Kami bersyukur bahwa Kementerian Kesehatan, melalui Pak Menteri langsung, menyampaikan dukungan penuhnya atas pendirian Nommensen International Hospital di Kota Medan,” ujar Effendi.
Fasilitas kesehatan ini bukan proyek main-main. Rencananya, sebuah menara megah setinggi 17 lantai dengan kapasitas sekitar 400 tempat tidur akan segera berdiri. Namun, ada satu pesan penting dari Menkes yang digarisbawahi oleh Effendi: pentingnya aksesibilitas.
Baca juga: “Bantu Negara Ini, Pak Jokowi!”: Seruan Dr. John Palinggi Meretas Badai Pelemahan Rupiah
“Beliau berpesan agar kami menyesuaikan indeks studi kelayakan (FS) serta nilai ekonominya. Tujuannya agar tidak overpricing,” jelas Effendi.
“Kemenkes ingin memastikan keberlangsungan rumah sakit ini terjaga, karena kami membawa misi pendidikan sekaligus pelayanan umum—baik untuk pasien BPJS maupun non-BPJS. Fokus utamanya adalah memberikan pelayanan prima di Sumatera Utara dan mengimbangi fasilitas medis di negara-negara tetangga.”
Menjadi Tuan Rumah
Dukungan Kemenkes tidak hanya sebatas izin di atas kertas. Wakil Menteri Kesehatan, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, melihat inisiatif UHN ini sebagai lompatan krusial bagi mutu pendidikan kedokteran di tanah air.
“Kami melihat bahwa UHN sudah memiliki Fakultas Kedokteran, dan inisiatif untuk memiliki rumah sakit sendiri adalah hal yang sangat baik. Rumah sakit yang mengintegrasikan pendidikan dan pelayanan umum biasanya memiliki kualitas yang lebih tinggi, karena di sanalah ilmu langsung diterapkan,” papar Wamenkes.
Lebih jauh, dr. Benjamin bahkan turun tangan langsung memberikan masukan strategis terkait desain bangunan, efisiensi tata letak, hingga penentuan layanan unggulan (Center of Excellence) yang harus diadopsi.
Baca juga: Polemik Makan Bergizi Gratis, Dr. John Palinggi Puji Kinerja Kejaksaan Agung Berantas Korupsi
Ia mendorong Yayasan UHN untuk memetakan apa saja yang belum ada di Kota Medan dan menjadikannya sebagai daya tarik utama.
Visi terbesarnya jelas: merebut kembali kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap sistem kesehatan negerinya sendiri.
“Kita ingin di Indonesia pelayanannya makin hari makin tinggi, sehingga masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar negeri. Itulah salah satu poin mengapa kehadiran rumah sakit Nommensen dengan layanan unggulan ini menjadi penting. Kita ingin menjadikan rumah sakit kita sebagai tuan rumah di negeri sendiri,” pungkas dr. Benjamin dengan optimis.
Dengan sinergi yang kuat antara dunia pendidikan, pemerintah, dan semangat pengabdian kepada masyarakat, Nommensen International Hospital tidak sekadar membangun gedung beton di Kota Medan.
Mereka sedang membangun benteng kesehatan baru yang siap menjaga raga warganya, tanpa harus menyeberangi lautan.(*)
(Victor)
