Jakarta, IndonesiaVoice.com – Akhir pekan di The Krakatau Grand Ballroom, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), tak ubahnya seperti kanvas yang melukiskan kehangatan dan kesetiaan.
Pada Sabtu, 18 Juli 2026, ruangan megah itu tidak sekadar menjadi saksi penyatuan cinta antara Marcelino Socrates Ansanay dan dr. Cristina Magdalena Purba, tetapi juga menjadi panggung yang memperlihatkan betapa eratnya jalinan persaudaraan antara relawan sejati dan pemimpin yang mereka kawal.
Marcelino adalah putra dari Ketua Umum Barisan Relawan Jalan Perubahan (BaraJP), Willem Frans Ansanay.
Sebuah nama yang tak asing dalam barisan perjuangan mengawal Presiden Ketujuh RI, Joko Widodo, hingga estafet kepemimpinan Prabowo-Gibran.
Sejak pagi, suasana khidmat sudah terasa. Tepat pukul 10.00 WIB, saat lonceng pemberkatan berdentang, Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka beserta istri melangkah masuk.
Kehadiran orang nomor dua di Republik ini di saat-saat sakral ibadah menegaskan pesan tanpa kata: Istana tak pernah melupakan sahabat seperjuangannya.
Kisah kehangatan itu tak berhenti di pagi hari. Ketika mentari berganti gemerlap lampu resepsi antara pukul 18.00 hingga 20.00 WIB, ruang perayaan kembali bergemuruh oleh antusiasme tamu undangan.
Presiden Ketujuh RI, Joko Widodo, hadir bersama putra bungsunya yang juga Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep.
Langkah ayah dan anak ini menyusuri karpet merah perayaan, menebar senyum dan melengkapi kemeriahan malam.
Bagi Willem Frans Ansanay, rentetan momen ini membangkitkan luapan emosi yang sulit disembunyikan. Di sela-sela meriahnya resepsi, matanya berkaca-kaca menyiratkan rasa haru dan bangga.
Baca juga: Willem Frans Ansanay, Nakhoda Baru Bara JP: Menjaga Jejak Jokowi, Mengawal Visi Prabowo-Gibran
“Kehadiran Bapak Wapres di pagi hari, lalu Bapak Jokowi dan Mas Kaesang di malam hari, ini bukan sekadar memenuhi undangan,” ungkap Frans dengan suara bergetar, seperti dikutip dari infopublik news.
“Ini adalah bukti nyata bahwa perjuangan ikhlas kami membesarkan BaraJP selama ini telah menyentuh hati keluarga besar beliau.”
Kerja keras tanpa pamrih yang ditorehkan BaraJP di akar rumput seolah terbayar lunas. Kehadiran para tokoh nasional ini menjadi oase sekaligus energi baru bagi ribuan kader BaraJP yang tersebar di seluruh pelosok negeri.
“Saya sangat kaget dan terharu. Ternyata kerja ikhlas kami selama ini didengar dan dihargai. Ini kehormatan besar bagi keluarga besar BaraJP,” tambahnya.
Namun, layaknya sebuah keluarga yang diikat oleh visi kebangsaan, malam perayaan itu juga menjadi momentum untuk mempertegas komitmen ke depan.
Baca juga: 8 Pernyataan Sikap BaraJP: Hentikan Narasi Adu Domba Prabowo dan Jokowi!
Tak ada kata surut dalam kamus BaraJP. Willem Frans Ansanay memastikan bahwa barisan yang dipimpinnya akan tetap solid, berdiri tegak, dan bergerak dalam satu komando untuk mengawal jalannya pemerintahan Prabowo-Gibran.
“BaraJP siap menjadi garda terdepan. Kami sudah membuktikan kesetiaan itu saat memenangkan Pak Jokowi selama dua periode, dan Prabowo-Gibran pada 2024 lalu. InsyaAllah, 2029 kami siap kembali memenangkan Prabowo-Gibran,” tegasnya penuh keyakinan.
Di ujung malam, terselip sebuah harapan mulia dari sang Ketua Umum. Ikatan kekeluargaan yang telah terajut indah antara BaraJP dan keluarga Presiden diharapkan tak lekang oleh waktu, melainkan menjadi fondasi kokoh untuk terus mengawal program-program kerakyatan.
“Harapan kami, silaturahmi ini terus berlanjut. Bersama-sama kita kawal keberlanjutan pembangunan untuk Indonesia yang lebih maju,” tutup Frans Ansanay.
Sebuah pesta pernikahan pada akhirnya usai, namun bagi BaraJP, ini adalah babak baru dari pengabdian panjang yang dibalut dalam semangat kekeluargaan dan cinta Tanah Air.
(Victor)
