Kongres VII PIKI 2026, Benyamin Patondok Serukan Kekompakan Bangsa dan Apresiasi Keterpanggilan Kader

Jakarta, IndonesiaVoice.com – Rangkaian Pembukaan Kongres VII Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) dan Study Meeting resmi dimulai di Hotel Lumire, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Dalam acara yang dihadiri oleh ratusan cendekiawan Kristen dari berbagai daerah tersebut, Ketua Panitia Kongres VII PIKI, Benyamin Patondok, menyampaikan pidato sambutan yang sarat akan pesan persatuan dan apresiasi mendalam terhadap dedikasi para kader.

Benyamin mengawali laporannya dengan memaparkan proses kerja keras panitia yang berlangsung singkat namun efektif.

Dibentuk pada Januari 2026, panitia langsung tancap gas merumuskan persiapan sejak Februari.

Puncaknya, pada bulan Maret lalu, PIKI telah sukses menggelar Focus Group Discussion (FGD) strategis.

Baca juga: Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman Buka Kongres VII PIKI 2026 dan Serukan Pesan Kebangsaan

“Kita telah berhasil mengadakan FGD untuk membedah tema dan subtema, penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta Tata Tertib. Begitu banyak agenda yang akan kita laksanakan, dan itu semua bisa berjalan karena kebersamaan,” ungkap Benyamin di hadapan forum kongres.

Apresiasi Dedikasi Daerah dan Dukungan Tokoh

Satu hal yang paling menonjol dari sambutan Benyamin adalah rasa haru dan apresiasinya terhadap para utusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang rela menempuh perjalanan jauh ke ibukota.

Di tengah melonjaknya harga tiket transportasi, semangat kader PIKI tak surut sedikit pun.

“Mungkin penyambutan kami kepada teman-teman dari daerah memiliki banyak keterbatasan. Tetapi kami percaya, di tengah harga tiket yang mahal, Saudara-saudara sekalian tetap datang karena sebuah keterpanggilan. Saya percaya seminar ini akan membawa hasil yang luar biasa,” tuturnya dengan nada bergetar.

Benyamin juga secara khusus memberikan penghormatan kepada tokoh senior PIKI, Baktinendra Prawiro, atas kontribusi besarnya dalam memfasilitasi lokasi persidangan.

Baca juga: Kongres VII PIKI 2026 Siap Digelar di Jakarta: Tegaskan Peran Inteligensia Lewat Policy Paper dan Solusi Kebangsaan

“Sekali lagi saya sampaikan kepada Mas Baktinendra Prawiro yang sudah mempersiapkan hotel yang kita pakai untuk berkongres. Tuhan akan memberikan yang terbaik, dan semua bantuan ini tidak akan sia-sia,” tambahnya.

Waspadai Adu Domba Asing, Jaga Kekompakan

Lebih jauh, menyambung pesan kebangsaan yang sebelumnya disampaikan oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, Benyamin menyoroti urgensi ketahanan energi dan persatuan nasional.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan sumber daya alam.

Jika bangsa ini tidak solid, kekayaan tersebut justru akan menjadi celah bagi kekuatan global untuk memecah belah.

“Kita harus mempersiapkan diri dan harus kompak. Kalau kita tidak kompak, negara kita yang kaya ini nanti akan dipetakonflikkan oleh negara-negara lain. Ujung-ujungnya, kita sendiri yang ribut di dalam tanpa menghasilkan apa-apa. Oleh karena itu, kita harus memulai dengan bersatu,” tegas Benyamin memberikan peringatan kebangsaan.

Baca juga: Kongres VII PIKI Siap Digelar Akhir April, Angkat Isu Ketahanan Pangan hingga AI, Rencana Dibuka Presiden

Refleksi Perjuangan PIKI

Di penghujung pidatonya, Benyamin mengajak seluruh peserta untuk merefleksikan kembali sejarah panjang kebangkitan organisasi.

PIKI yang didirikan pada tahun 1963, sempat mengalami pasang surut sebelum akhirnya bangkit kembali secara monumental pada tahun 2015 di bawah kepemimpinan Baktinendra Prawiro.

Estafet kepemimpinan yang kemudian dilanjutkan oleh Dr. Badikenita Sitepu terbukti berhasil memperluas akar organisasi hingga ke tingkat akar rumput, membentuk 29 DPD dan 89 DPC di seluruh Nusantara.

“Semua itu adalah hasil keringat. Memang masih banyak yang belum bisa dilakukan karena kita sempat dilanda pandemi COVID-19. Namun, kita selalu berhasil melaksanakan konsolidasi, seperti Rakernas,” kenangnya.

Menutup laporannya, Benyamin menunjukkan kerendahan hati khas seorang pelayan organisasi.

Baca juga: Refleksi Awal Tahun PIKI 2025, Menjaga Kedaulatan Pangan dan Energi untuk Indonesia Emas 2045

“Lebih dan kurangnya segala persiapan ini, kami menyadari bahwa kami masih jauh dari harapan Bapak dan Ibu. Inilah keterbatasan yang bisa kami lakukan, tetapi kami percaya Tuhan yang akan menyempurnakannya,” pungkasnya, disambut riuh tepuk tangan dari seluruh peserta kongres.

(Victor)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles