Sinergi Membangun Negeri: KMDT dan PSBI Perkuat Kolaborasi di Samosir Menuju Perayaan 165 Tahu HKBP di GBK

Samosir, IndonesiaVoice.com – Matahari baru saja memanjat langit Pulau Samosir pada Rabu (13/5/2026), memantulkan kilau perak di permukaan Danau Toba yang tenang. Namun, di balik ketenangan airnya, ada denyut energi yang luar biasa.

Di sinilah, di jantung peradaban Batak, dua kekuatan besar—Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) dan Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI)—bertemu dalam satu nafas: Sinergi Membangun Negeri.

Ketua Umum KMDT, Edison Manurung, berdiri bersisian dengan sosok karismatik, Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon, Ketua Umum PSBI.

Kehadiran mereka bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan sebuah manifesto tentang bagaimana kolaborasi organisasi kemasyarakatan, punguan marga, dan pemerintah daerah bisa menjadi mesin penggerak kemajuan.

“Samosir kini bukan lagi ‘anak bawang’. Pergerakannya luar biasa,” ujar Edison saat berbincang hangat, Kamis (14/5/2026).

Baca juga: Audiensi dengan Menpar: KMDT Usulkan Danau Toba Jadi Pilot Project “Green Lake” Nasional

Ia mengenang masa ketika pulau ini masih menjadi bagian dari Toba Samosir dan Tapanuli Utara.

Kini, di tangan Bupati Vandiko Gultom, Samosir bertransformasi menjadi permata infrastruktur dan ekonomi yang berkilau.

Edison tak hanya bicara soal angka pertumbuhan. Baginya, pembangunan adalah nafas keberlanjutan.

Dari tangan Presiden Joko Widodo hingga estafet kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, visi Danau Toba sebagai destinasi super prioritas harus tetap terjaga.

KMDT sendiri telah menanam jejaknya lewat penghijauan dan penebaran benih ikan, sebuah upaya menjaga “paru-paru” dan “perut” Danau Toba.

Baca juga: Gebrakan Disertasi Dr. Saor Siagian, Usulkan Fraksi DPR Dibubarkan Demi Pangkas Oligarki Partai

Akar Rumput dan Jaring Pengaman Sosial

Narasi pembangunan ini semakin kuat ketika PSBI melantik pengurus hingga tingkat desa di Samosir dan Tele.

Bagi Edison, ini adalah langkah jenius. Dr. Effendi Simbolon dianggap berhasil membangun struktur yang menyentuh akar rumput.

“Ketika struktur itu sampai ke desa, kolaborasi bukan lagi teori. UMKM, pertanian, hingga jaminan sosial seperti BPJS menjadi nyata bagi warga. Ini adalah bantuan nyata bagi Pemerintah Daerah,” tambah Edison dengan nada mantap.

Bupati Vandiko Gultom pun menyambut hangat tangan terbuka ini. Baginya, kemitraan dengan PSBI adalah energi tambahan untuk memacu kesejahteraan masyarakat lokal.

Gema HKBP dari Samosir ke GBK

Namun, ada satu agenda besar yang membayangi kunjungan ini: Road to 165. Perjalanan ini adalah rangkaian menuju perayaan akbar Hari Ulang Tahun ke-165 Huria Kristen Batak Protestan (HKBP).

Baca juga: Melampaui Ekspektasi! 3.000 Orang Pomparan Raja Hinalang Hadiri Bonataon 2026, Siap Bangun Tugu Leluhur

Sebuah perhelatan yang diprediksi akan mengubah Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, menjadi lautan manusia pada 18 Oktober mendatang.

Edison, yang turut memikul tanggung jawab di kepanitiaan bersama Effendi Simbolon, membayangkan sebuah momentum religi sekaligus budaya yang megah.

Sekitar 100 ribu orang diperkirakan akan hadir. Bukan sekadar jemaat, tapi juga para pemimpin bangsa.

Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan akan hadir, merajut kembali potensi putra-putra terbaik bangsa di panggung nasional.

“Tujuannya jelas: menggelorakan semangat melalui iman dan perbuatan,” tutup Edison saat angin Samosir bertiup lembut, membawa pesan persatuan dari Sumatera untuk Indonesia.

Baca juga: Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman Buka Kongres VII PIKI 2026 dan Serukan Pesan Kebangsaan

Di penghujung kunjungan, mereka menyusuri titik-titik wisata, berdiskusi dengan pelaku UMKM lokal.

Ada harapan besar bahwa produk-produk dari pinggiran Danau Toba ini akan bersinar di pameran budaya di Jakarta nanti, membawa identitas Batak yang tangguh dan modern ke hadapan dunia.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles