Jakarta, IndonesiaVoice.com — Langkah nyata dalam mengakselerasi perekonomian masyarakat di kawasan strategis pariwisata nasional terus dipacu. Dewan Pengurus Pusat Komite Masyarakat Danau Toba (DPP-KMDT) melakukan audiensi dan pertemuan strategis bersama Menteri Koperasi Republik Indonesia, Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si., bertempat di Gedung Kementerian Koperasi RI, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Pertemuan tingkat tinggi ini berfokus pada penguatan kerja sama serta pembentukan ekosistem ekonomi berbasis koperasi dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bagi masyarakat di tujuh kabupaten se-kawasan Danau Toba.
Pengangkatan Dewan Penasihat
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai jalannya audiensi ketika jajaran pengurus DPP KMDT yang dipimpin oleh Ketua Umum St. Edison Manurung, S.H., M.M., menyematkan kain Ulos—kain tenun khas masyarakat Batak—kepada Menteri Koperasi Ferry Juliantono.
Penyerahan Ulos ini melambangkan simbol kehormatan tertinggi, doa, dan ikatan silaturahmi yang erat dalam tradisi Batak.
Dalam kesempatan tersebut, DPP KMDT secara resmi memohon dan mengandulat Dr. Ferry Juliantono untuk bersedia menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat KMDT serta menaungi pengembangan Koperasi KMDT Sejahtera.
Ketua Umum DPP KMDT, St. Edison Manurung, menegaskan kolaborasi ini merupakan wujud komitmen KMDT dalam mendukung program pemerintah guna mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui wadah koperasi.
Baca juga: KMDT Gandeng BODT dan Pemkab Toba Bahas Konservasi Kaldera Toba di HUT RI ke-81
“Kami sangat mendukung penuh program-program Kementerian Koperasi dan keberadaan Koperasi KMDT Sejahtera. Kami mengharapkan Bapak Menteri, sebagai Penasihat KMDT dan pimpinan kementerian koperasi ini, dapat memimpin kolaborasi lintas kementerian demi mendorong percepatan pembangunan ekonomi di kawasan Danau Toba,” ujar St. Edison Manurung.
“Pemberian kain Ulos ini merupakan simbol penghargaan dan kehormatan tertinggi dari kami. Kami berdoa agar Bapak panjang umur, diberikan kelancaran serta kesuksesan dalam menjalankan tugas negara untuk membangun bangsa Indonesia. Kami yakin, di bawah kepemimpinan beliau, misi koperasi yang mulia ini dapat direalisasikan secara nyata,” tambahnya.
Koperasi Danau Toba Jadi Role Model Nasional
Menanggapi kehormatan dan amanah tersebut, Menteri Koperasi RI, Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kepercayaan dari tokoh-tokoh masyarakat Danau Toba.
Pihaknya menegaskan kesiapan Kementerian Koperasi untuk mendampingi, memfasilitasi, hingga menginkubasi berbagai potensi ekonomi lokal yang dikelola oleh Koperasi KMDT Sejahtera.
Ferry menyatakan model pengelolaan ekonomi kerakyatan yang dikembangkan di kawasan Danau Toba diproyeksikan menjadi percontohan (role model) bagi pengembangan koperasi kawasan danau dan destinasi pariwisata lainnya di seluruh Indonesia.
Baca juga: Gelar FGD, Kemenpar dan KMDT Rumuskan Cetak Biru Penyelamatan Danau
“Saya merasa sangat terhormat atas pemberian Ulos dan kepercayaan ini. Apa yang disampaikan oleh Pak Edison Manurung tentu menjadi perjuangan bersama kita ke depan. Koperasi KMDT Sejahtera akan kita dorong dan jadikan model nasional tentang bagaimana membangun ekosistem ekonomi masyarakat berbasis koperasi di sekitar danau,” tegas Ferry Juliantono.
“Ekosistem ini nantinya dapat direplikasi di danau-danau lain di Indonesia. Produk-produk lokal unggulan dari Danau Toba, mulai dari kopi, kacang sihobuk, tenun ulos, hingga sektor kuliner dan pariwisata, akan kita perkuat kelembagaannya agar memberi nilai tambah langsung bagi kesejahteraan warga,” sambungnya.
Menteri Koperasi juga mengumumkan rencana agenda kunjungan kerja langsung ke kawasan Danau Toba pada 6 Oktober mendatang.
Kunjungan lapangan tersebut bertujuan untuk meninjau secara langsung kesiapan kelembagaan Koperasi Desa Merah Putih, memberikan kuliah umum di perguruan tinggi setempat, serta mematangkan wacana penyelenggaraan Festival Danau Toba skala nasional berbasis ekonomi koperasi pada masa mendatang.
Dukungan terhadap sinergi ini juga disampaikan oleh Ketua Dewan Pakar DPP KMDT, Prof. Dr. John Hutagaol, S.E., Ak., M.Acc., yang menekankan pentingnya pendampingan kelembagaan dan tata kelola profesional bagi koperasi masyarakat.
“Kami dari jajaran KMDT merasa sangat gembira dan bangga dapat berdiskusi langsung dengan Bapak Menteri Koperasi. Lebih membanggakan lagi, beliau bersedia menjadi Ketua Dewan Penasihat kami. Dengan penguatan tata kelola dan pendampingan dari kementerian, kami optimistis Koperasi KMDT Sejahtera dan KMDT secara keseluruhan akan semakin maju dan berdampak nyata bagi masyarakat,” kata Prof. John Hutagaol.
Audiensi resmi ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus inti DPP KMDT serta pengurus Koperasi KMDT Sejahtera. Di antaranya Wakil Ketua Umum DPP KMDT Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. Richard M. Nainggolan, S.H., M.M., MBA, Bendahara DPP KMDT sekaligus Bendahara Koperasi Dr. Sabar L. Tobing, Ketua Koperasi KMDT Sejahtera Dr. Ir. Jupiter Pane, M.Sc., Dewan Pakar Dr. Laurensius Manurung, serta Sekretaris Koperasi Benny M. Lumban Gaol, S.E., Ak., M.M.
Melalui kolaborasi strategis antara pemerintah pusat, organisasi kemasyarakatan, dan pelaku usaha koperasi ini, percepatan pembangunan ekonomi inklusif di kawasan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba diharapkan dapat terwujud secara berkelanjutan.(Vic)
