Jakarta (IndonesiaVoice.com) – Ratusan anggota dan Pengurus Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dohot Boru (PPTSB) berkumpul dalam kesatuan hati dan doa pada acara “Partangiangan Borhat-Borhat” Amang Sairon Sinaga/Br. Nainggolan (Op. Kristan), yang maju secara resmi sebagai Calon Ketua Umum (Ketum) PPTSB periode 2026-2030. Rencananya Musyawarah Besar (Mubes) XVI PPTSB Se-Dunia akan digelar pada tanggal 30 Oktober – 1 November 2026 di Medan, Sumatera Utara.
Acara sarat makna kerohanian dan persaudaraan ini diselenggarakan dengan penuh kehangatan di Arcici Sport Center, Jakarta, Minggu, (4/10/2026).
Mengusung tema besar yang mengutip dari ayat, “Tuhan menetapkan dan memilih kamu untuk menghasilkan buah” (Yohanes 15:16), acara ibadah ini dipimpin langsung oleh Pelayan Firman Tuhan, Pdt. DR. Martin Lukito Sinaga, D.Th.
Pertemuan ini bukan sekadar ajang konsolidasi organisasi, melainkan momen sakral untuk memohon penyertaan Tuhan bagi langkah Sairon Sinaga dalam niat tulusnya memimpin dan menyatukan organisasi marga Sinaga yang besar ini.
Dukungan luar biasa terlihat dari antusiasme peserta yang datang dari berbagai daerah. Ketua Panitia, Pandapotan Sinaga, mengungkapkan kebanggaannya atas soliditas para pengurus dan anggota dari berbagai wilayah, mulai dari Jakarta Raya, Jawa Barat, Kepulauan Riau (Kepri), Jambi, hingga Jawa Tengah yang menyempatkan hadir meski persiapan sangat singkat.

“Kami dari panitia bergerak dengan sangat cepat, persiapan ini hanya memakan waktu sekitar satu minggu. Ini adalah bentuk spontanitas, cinta kasih, dan kekompakan kita bersama untuk mendukung serta memberangkatkan Amang Sairon Sinaga menjadi Ketua Umum PPTSB periode 2026-2030,” ujar Anggota DPRD DKI Jakarta ini dalam sambutannya.
Pandapotan menegaskan seluruh panitia bekerja ikhlas demi membawa visi persatuan marga Sinaga ke tingkat yang lebih tinggi.
Dukungan juga mengalir dari para Ketua Wilayah PPTSB. “Kami dari PPTSB wilayah Jakarta Raya membulatkan tekad mendukung penuh Amang Sairon Sinaga,” tegas Asbon Sinaga, Ketua Wilayah PPTSB Jakarta Raya.

Ia menambahkan mereka telah merencanakan pertemuan dengan ketua-ketua wilayah dan cabang untuk mensosialisasikan visi misi secara langsung di lapangan.
Harapannya, kepemimpinan baru ini dapat memberikan kepastian, ketegasan, dan arah yang jelas bagi PPTSB, melampaui kepentingan politik dan fokus pada kesejahteraan anggota secara menyeluruh.
Senada dengan semangat tersebut, tokoh sentral dan Ketua Dewan Pembina PPTSB, Mangihut Sinaga, SH, MH, dalam arahannya memberikan apresiasi mendalam atas perjalanan PPTSB.

Anggota DPR RI Dapil Sumut III ini menyoroti PPTSB saat ini dikenal sebagai salah satu organisasi marga Batak yang paling modern, terstruktur, dan dihormati di tingkat nasional maupun dunia. Dalam iklim kontestasi ini, Mangihut berpesan dengan tegas agar pemilihan Ketua Umum tidak sampai merusak tali persaudaraan sedarah marga Sinaga.
“Marga Sinaga ini adalah marga yang sangat diperhitungkan. Jangan ada saling menjelekkan atau membuat perpecahan. Saya berpesan secara khusus kepada Sairon, kelak jika engkau memimpin, rangkul semua pihak. Jangan gunakan botahi (cambuk) atau arogansi kekuasaan, tetapi gunakanlah aturan dan AD/ART yang berlaku. Kita ingin PPTSB terus bersatu, menjadi teladan, dan semakin kuat,” tegas Mangihut penuh wibawa.
Dr. Pontas Sinaga, mewakili Dewan Penasihat PPTSB, menegaskan pentingnya integritas kepemimpinan yang bebas dari intimidasi. Ketua Umum Dewan Mangaraja Lokus Adat Budaya Batak ini menekankan seorang pemimpin yang baik memimpin dengan kasih dan aturan, bukan dengan kekuatan dan paksaan.

“Pemimpin yang memimpin dengan pamuro dan botahi (cambuk dan kekuatan) tidak akan menghasilkan pemimpin yang dihormati dan disegani, melainkan hanya akan menghasilkan pembantu-pembantu,” tegas Pontas, mengingatkan kembali akan filosofi kepemimpinan Batak yang sejati.
Menanggapi besarnya gelombang dukungan dan untaian doa dari para sesepuh serta anggota, Calon Ketua Umum PPTSB, Sairon Sinaga, menyampaikan rasa haru dan ungkapan terima kasih yang tulus. Ia berkomitmen penuh untuk terus menjaga marwah organisasi, menghindari perpecahan, dan membawa PPTSB melangkah lebih maju demi kesejahteraan anggota.

“Acara hari ini murni didorong oleh niat luhur melalui doa bersama (partangiangan). Jika Tuhan mengizinkan dan menghendaki saya memimpin PPTSB, saya siap melayani, mengayomi, dan menjalankan organisasi secara adil sesuai AD/ART tanpa pandang bulu. Mari kita wujudkan persatuan, hindari perpecahan, dan bersama-sama membangun PPTSB yang kita cintai ini,” ungkap Sairon Sinaga penuh keyakinan di hadapan ratusan pasang mata.(Vic)
