Beranda blog Halaman 37

Teriak Bersama di Bioskop! Starvision Kembali Meneror Lewat Film BANGKU KOSONG, Ujian Terakhir

0

IndonesiaVoice.com  Starvision akan kembali meneror bangku bioskop dengan persembahan film horor terbaru BANGKU KOSONG: Ujian Terakhir. Film disutradarai Lakonde, dengan skenario ditulis oleh Alim Sudio, produser kreatif dan ide cerita oleh Monty Tiwa dan produser Chand Parwez Servia.

Starvision kembali menghidupkan intellectual property (IP) populer mereka, Hantu Bangku Kosong yang tayang di bioskop pada 2006 dan menjadi salah satu film horor ikonik Indonesia, kini hadir dalam film reboot BANGKU KOSONG: Ujian Terakhir.

Pada film terbaru, kisah mengikuti ujian terakhir siswa kelas 3 SMA Bintang Bangsa, yang berakhir mengerikan. Diawali dari peristiwa brutal kesurupan siswi yang mencelakai siswa lainnya.

Tak lama siswa-siswi kesurupan bertambah banyak, dan korban berjatuhan. Dalam sekejap, aula menjadi ladang pembantaian. Sebagian mencoba lari ke luar, tapi sekolah tertutup kekuatan jahat.

Baca juga: 15 Judul Film Indonesia yang Difasilitasi Kemendikbudristek di Busan International Film Festival 2023



Puluhan siswa-siswi tewas mengerikan. Kekuatan iblis menyandera dan mengancam nyawa mereka. Kepala Sekolah, Ibu Amanda (Karina Suwandi) segera minta bantuan Abah Ayub (Teddy Syach) dan asistennya, Nakila (Lania Fira), untuk menyelamatkan sekolahnya. Ternyata, yang mereka hadapi iblis berkekuatan luar biasa yang berniat menghabisi siapapun di sekolah ini.

Selain Karina Suwandi, Teddy Syach, dan Lania Fira, film BANGKU KOSONG: Ujian Terakhir juga dibintangi sederet pemain lainnya, Maisha Kanna, Emiliano Cortizo, Dinda Mahira, Emyr Razan, Andy/rif, Haydar Salishz, Aida Nurmala, Alex Rio, Reynavenzka Deyandra, Barbie Arzetta, Andri Sulistiandri, Ridwan Kainan, Irgi Fahrezi, Jameelah Saleem, Jessica Taroreh, Bintang Agara, Rachel Patricia, Zidane Khalid, Alexzander Wlan, Naomi Ivo, Toby Armstrong, Fiorenza Celesta, Jihan Sherlyna, Allesandrio Karamoy, Tyan Anugrah, Florian Rutters, Neysa Chandria, Benjamin Rebeca, Deirda Tahier, Sherry Jolieca, Josevanie Allestra, Zaki Malik, Dosi Nada, dll.

Baca juga: Menuju Tanggal Pernikahan! Drama Calon Pengantin dan Mertua Jefri Nichol, Syifa Hadju, Cut Mini dan Sarah Sechan Makin Panas



Produser BANGKU KOSONG: Ujian Terakhir, Chand Parwez Servia, mengungkapkan Starvision selalu mengelola IP yang diciptakan sehingga cerita-cerita baru pun bisa digali kembali.

“Karya Starvision dikenal karena nilai abadinya, dan bukan sekedar daya tarik komersialnya. Sehingga kami juga mampu meraih penghargaan secara lokal maupun internasional. BANGKU KOSONG: Ujian Terakhir akan menjadi sajian horor Indonesia yang berasal dari IP populer kami, Hantu Bangku Kosong yang mendapat

apresiasi luar biasa saat penayangannya. Dengan generasi baru penonton saat ini, Starvision ingin menghadirkan kembali IP populer tersebut dalam cerita baru yang memiliki kedekatan dengan generasi penonton muda karena semakin sering kasus bangku kosong terjadi di berbagai sekolah, dan ditampilkan dengan peningkatan production value yang akan memberikan pengalaman nonton menjadi lebih menarik,” kata produser Chand Parwez Servia.

Baca juga: Pelantikan DPP IP-KI 2023-2028, Baskara Harimukti Sukarya: Teknologi Jadi Alat Utama Sampaikan Pesan Moral Kebangsaan



Produser kreatif dan penulis ide cerita Monty Tiwa menambahkan, “BANGKU KOSONG: Ujian Terakhir akan menghadirkan teror yang lebih mencekam bagi penonton. Melalui kerja sama dengan aktor baru, cerita baru, sutradara baru dan penulis skenario baru akan menghadirkan sajian horor di BANGKU KOSONG: Ujian Terakhir sebagai film horor yang tidak boleh dilewatkan di bioskop.”

“Dengan cerita baru yang ada di BANGKU KOSONG: Ujian Terakhir akan memberikan teror yang lebih mencekam. Film ini juga bisa mengenalkan kembali IP populer yang dimiliki Starvision ke generasi muda saat ini dan membuktikan kita tidak pernah kehabisan cerita horor yang menjadi bagian dari masyarakat Indonesia,” demikian Lakonde menegaskan.

Baca juga: Pemerintah Larang Pelaku Usaha Bebankan Biaya Tambahan Kepada Konsumen



Sinopsis

Hari itu harusnya ujian berlangsung damai di sekolah. Namun, sesuatu yang mengerikan terjadi. Dimulai dari kesurupan massal dan satu persatu siswa mati. Kekuatan gelap yang menakutkan menyandera dan meneror sekolah berprestasi tersebut.

(VIC)

15 Judul Film Indonesia yang Difasilitasi Kemendikbudristek di Busan International Film Festival 2023

0

IndonesiaVoice.com  Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memfasilitasi delegasi pelaku perfilman Indonesia yang akan ikut serta dalam gelaran Busan International Film Festival (BIFF) 2023 yang berlangsung pada 4-13 Oktober 2023. Fasilitasi ini dilakukan dalam upaya memperkuat ekosistem perfilman Indonesia.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menjelaskan beberapa tahun terakhir kementeriannya bekerja sama dengan pelaku film Indonesia untuk membangun strategi dan ekosistem yang layak untuk mendukung prestasi dan kehadiran filmmaker dan karya-karya Indonesia di panggung dunia.

“Berbagai upaya fundamental telah kami lakukan untuk meningkatkan kualitas ekosistem perfilman. Misalnya, ada fasilitasi beasiswa non-degree bagi pelaku perfilman; dan Dana Indonesiana yang saya luncurkan sebagai Merdeka Belajar Episode ke-18, kini terbuka untuk dana padanan ko-produksi film internasional,” jelas Mendikbudristek.

Baca juga: Menuju Tanggal Pernikahan! Drama Calon Pengantin dan Mertua Jefri Nichol, Syifa Hadju, Cut Mini dan Sarah Sechan Makin Panas



Terkait BIFF 2023 yang memberikan sorotan khusus bagi Indonesia, Menteri Nadiem menyatakan hal tersebut tidak terlepas dari gotong royong antara insan perfilman dan pemerintah.

“Saya dan sejumlah insan perfilman menghadiri langsung pertemuan dengan pihak BIFF di Cannes Film Festival pada bulan Mei 2023 lalu. Program khusus untuk Indonesia pada BIFF 2023, merupakan salah satu hasilnya. Saya ucapkan selamat dan sukses bagi delegasi Indonesia di BIFF 2023,” kata Mendikbudristek.

Tim delegasi Indonesia yang akan berangkat ke BIFF 2023 terdiri dari sineas, panitia, pemerintah, dan media yang berjumlah 50 orang akan mendapat travel grant sebagai bentuk fasilitasi dari Kemendikbudristek melalui Direktorat Perfilman, Musik dan Media (PMM).

Baca juga: Pelantikan DPP IP-KI 2023-2028, Baskara Harimukti Sukarya: Teknologi Jadi Alat Utama Sampaikan Pesan Moral Kebangsaan



Di BIFF 2023, ada 15 judul karya sineas Indonesia yang akan ikut berkompetisi dan tayang di program fokus sinema Indonesia Renaissance of Indonesian Cinema. 15 judul tersebut terdiri dari film pendek, film panjang, dan serial. Ada dua film

Indonesia yang masuk di program kompetisi, terdiri dari satu film panjang dan satu film pendek, yaitu film panjang karya Yosep Anggi Noen berjudul “24 Jam Bersama Gaspar” berkompetisi di program Jiseok, dan film pendek berjudul “The Rootless Bloom” (Rein Maychaelson) berkompetisi di Wide Angle.

Tiga film panjang, “Sara” (Ismail Basbeth), “Ali Topan” (Sidharta Tata), dan “Women from Rote Island” (Jeremias Nyangoen) tayang di program A Window on Asian Cinema. Sementara film dan serial yang akan tayang di program Renaissance of Indonesian Cinema adalah serial “Gadis Kretek” (Kamila Andini & Ifa Isfansyah), film pendek “Basri & Salma in a Never-Ending Comedy” (Khozy Rizal), “Dancing Colors” (M. Reza Fahriyansyah), “Laut Memanggilku” (Tumpal Tampubolon), “Vania on Lima Street” (Bayu Prihantoro Filemon), “Where The Wild Frangipanis Grow” (Nirartha Bas Diwangkara), film panjang “24 Jam Bersama Gaspar” (Yosep Anggi Noen), “Sara” (Ismail Basbeth), “Perempuan Tanah Jahanam” (Joko Anwar), “Posesif” (Edwin), “Ziarah” (B.W. Purbanegara), dan “What They Don’t Talk About When They Talk About Love” (Mouly Surya).

Baca juga: Pemerintah Larang Pelaku Usaha Bebankan Biaya Tambahan Kepada Konsumen



Direktur Perfilman, Musik dan Media Kemendikbudristek, Ahmad Mahendra menjelaskan bahwa dengan dukungan fasilitasi film-film Indonesia di BIFF dan ACFM 2023, Ahmad Mahendra pun berharap film Indonesia semakin banyak ditonton oleh penonton global.

“Dampak ini kemudian memberikan banyak dampak turunan seperti promosi film dan membuka kesempatan berjejaring dan koproduksi dengan berbagai negara. Memperkenalkan filmmaker muda Indonesia pada sirkuit dan pergaulan film global. Dalam misi kebudayaan tentu saja film-film Indonesia menjadi ‘juru bicara’ bagi Indonesia di panggung dunia selain mempromosikan banyak hal tentang keragaman budaya dan lokasi di Indonesia,” kata Mahendra.

Lebih lanjut, Mahendra menjelaskan bahwa selain memberikan fasilitasi bagi delegasi Indonesia, di BIFF 2023 Direktorat Perfilman, Musik dan Media juga akan berpartisipasi pada rangkaian Asian Contents & Film Market (ACFM). ACFM yang diselenggarakan di Exhibition Center 1, BEXCO, Busan pada 7-10 Oktober 2023 akan hadir booth Indonesia.


ACFM adalah pasar di mana beragam konten media mulai dari film hingga audiovisual, publikasi, webtoon, dan novel web ditawarkan. Sebagai platform jaringan dan bisnis bagi para profesional industri di seluruh dunia, ACFM menyediakan berbagai program, termasuk pasar investasi dan produksi bersama, konferensi dan acara industri, dan program pendanaan produksi film. Tahun ini, ada 2 proyek film dari Indonesia yang akan ditawarkan di Asian Project Market yaitu “Tarkam” (Teddy Soeriaatmadja, Eric Primasetio) dan “Watch It Burn” (Makbul Mubarak, Yulia Evina Bhara). Dalam program Platform Busan, ada 13 filmmaker muda yang akan mengikuti serangkaian acara.

Beriringan dengan penyelenggaraan BIFF, terdapat program pendidikan Asian Film Academy (AFA) yang sedang diikuti oleh Khozy Rizal. Beberapa alumni AFA dari Indonesia antara lain adalah Edwin, Ifa Isfansyah, Yosep Anggi Noen, Tumpal Tampubolon, Bayu Prihantoro Filemon.

“Harapan kami tentu agar ada tindak lanjut yang konkrit dari upaya ini dan semakin banyak pihak yang bekerja sama dengan insan perfilman Indonesia,” tutup Mahendra.

Baca juga: Laksdya TNI Irvansyah Resmi Jadi Kepala Bakamla RI



Busan International Film Festival adalah festival internasional tahunan yang merupakan salah satu festival film paling signifikan di Asia. BIFF pertama kali diadakan pada 1996. Penyelenggaraan pada tahun ini adalah penyelenggaraan ke-28. BIFF juga merupakan festival film internasional pertama di Korea.

(VIC)

Synthetic Biology: Shaping the Future

0

In the vast expanse of the cosmos, humanity has always been driven by an insatiable curiosity to unravel the mysteries of the universe. Science, innovation, and space exploration stand as the pillars of our progress, propelling us into a future filled with endless possibilities. In this blog article, we delve into the thrilling world where these three elements converge, shaping the way we perceive the universe and revolutionizing the world we live in.

Innovation, the practical application of creative ideas, bridges the gap between knowledge and tangible solutions. In recent years, innovations such as artificial intelligence, renewable energy sources, and advanced healthcare systems have reshaped societies, offering glimpses into a future where the impossible becomes attainable.

Gadgets: Bridging the Gap Between Science and Society

Gadgets, the everyday marvels that shape our lives, bridge the gap between scientific discoveries and society. From smartphones and wearable devices to smart home appliances and virtual reality headsets, gadgets have become an integral part of modern existence. These devices not only facilitate communication and entertainment but also serve as essential tools for scientific research and space exploration.

Imagine a world where space tourism is as accessible as a plane ticket, where innovative gadgets enable us to explore the farthest reaches of the universe from the comfort of our homes. Picture a future where sustainable technologies mitigate the impact of climate change and preserve our planet for generations to come. This vision of the future is not a distant dream but a tangible reality on the horizon, waiting to be shaped by the brilliant minds and innovative spirit of humanity.

Innovation: Transforming Ideas into Reality

  • Problem-Solving: Innovation is not just about inventing new gadgets or technologies; it is primarily about creative problem-solving. Innovators identify existing challenges and develop novel solutions to address them.
  • Interdisciplinary Approach: Innovation flourishes when diverse minds collaborate and share their expertise. It thrives on interdisciplinary approaches that bring together individuals from various fields such as science, engineering, design, and business.
  • Continuous Improvement: Innovation is a dynamic and ongoing process that demands adaptability and a willingness to embrace change. Successful innovators understand the importance of continuous improvement.

As the world becomes increasingly aware of environmental issues, technology developers are focusing on creating gadgets that are not only advanced but also environmentally conscious. Solar-powered chargers, energy-efficient smart home devices, and biodegradable phone cases are just a few examples of how gadgets are evolving to reduce their ecological footprint.

These innovations represent a significant shift in the tech industry, highlighting the potential for gadgets to not only improve our daily lives but also contribute positively to environmental conservation. By integrating green technologies into everyday devices, we are stepping into an era where gadgets not only bridge the gap between science and society but also play a vital role in fostering a sustainable future.

Menuju Tanggal Pernikahan! Drama Calon Pengantin dan Mertua Jefri Nichol, Syifa Hadju, Cut Mini dan Sarah Sechan Makin Panas

0

IndonesiaVoice.com Rumah produksi Screenplay Films, Ifi Sinema dan Rapi FIlms baru saja merilis trailer film terbaru mereka berjudul “Mohon Doa Restu.”

Film bertema drama komedi keluarga ini disutradarai oleh Ody Harahap dan skenarionya ditulis oleh Yayu Yuliani dan Cassandra P. Cameron.

“Mohon Doa Restu” menampilkan duet aktor muda Jefri Nichol dan Syifa Hadju. Serta dua aktris dengan jam terbang tinggi, Cut Mini dan Sarah Sechan.

Sejak petunjuk awal film ini muncul, keriuhan sudah tercipta di media sosial. Ketika Jefri dan Syifa sama-sama mengunggah pas foto berlatar belakang warna biru yang identik dengan foto orang yang akan mendaftar pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA).

Pada first look film, juga sudah diperlihatkan bagaimana kisah cinta antara Satya (Jefri Nichol) dan Mel (Syifa Hadju) yang tengah melakukan persiapan pernikahan harus mendapat campur tangan dari kedua ibu mereka, Cut Mini dan Sarah Sechan.

Baca juga: Pelantikan DPP IP-KI 2023-2028, Baskara Harimukti Sukarya: Teknologi Jadi Alat Utama Sampaikan Pesan Moral Kebangsaan



Di trailer terbaru, diperlihatkan Satya adalah sosok yang sangat penurut. Ia mengiyakan semua keinginan ibunya (Sarah Sechan) sampai membuat Mel pun khawatir dengan rencana pernikahannya bersama Satya. Apakah ia sosok yang tepat untuk menjadi suaminya?

Sementara Mel lebih terlihat seperti sosok yang tampak lebih sibuk dengan segala urusan persiapan pernikahan. Mel juga terlihat sebagai sosok yang justru menjadi pengambil segala keputusan, ketimbang Satya yang setiap keputusan dalam hidupnya harus mendapat izin dari sang ibu.

Mendekati hari pernikahan, keduanya pun terlibat pertengkaran. Termasuk kedua orangtua mereka yang sudah bersahabat lama, ikatan persahabatannya terancam rusak.

“Ini yang bikin aku takut salah milih orang. Orang yang nggak berani ngejar keinginannya sendiri,” bunyi potongan dialog Mel di trailer.

Selain Jefri, Syifa, Cut Mini, dan Sarah Sechan, di trailer juga terlihat pemeran lainnya seperti Kiki Narendra yang menjadi ayah Mel, dan Dea Panendra sebagai sahabat Mel.

Baca juga: Pemerintah Larang Pelaku Usaha Bebankan Biaya Tambahan Kepada Konsumen



Di akhir trailer, Mel yang tengah mengenakan bunga-bunga khas pengantin pun terlihat lari untuk kabur. Apakah Mel dan Satya akan tetap menikah?

Sutradara Ody Harahap mengungkapkan proses pernikahan begitu khas dengan budaya Indonesia. Menyatukan dua keluarga dengan perbedaan latar dan budaya, menurutnya, akan sangat dekat dengan penonton Indonesia.

Drama-drama menjelang pernikahan pun biasanya kerap ditemukan. Hal itulah yang ingin diangkat oleh Ody di film “Mohon Doa Restu.”

“Urusan pernikahan itu urusan besar yang selalu menimbulkan kekacauan. Dan itu Indonesia banget. Dengan ragam budaya, menyatukan dua keluarga tentu bukan hal yang gampang,” kata Ody.

Film “Mohon Doa Restu” mengangkat cerita tentang Mel (Syifa Hadju) & Satya (Jefri Nichol). Cinta Mel & Satya hadir karena terbiasa. Terutama karena ibu mereka, Widi dan Ira, bersahabat erat.

Baca juga: Laksdya TNI Irvansyah Resmi Jadi Kepala Bakamla RI



Jadi, saat kedua anak mereka ini mau menikah, ini adalah penyegel persahabatan yang begitu sempurna. Masa tua mereka tak akan sepi. Tentu jadinya merencanakan pernikahannya pun berempat.

Tapi tiga bulan sebelum pernikahan, Mel mendadak punya kegelisahan baru: apakah dia benar-benar bahagia? Termasuk benarkah dia menginginkan Satya di masa depannya?

Kini pasangan anak dan orangtua itu berperang – untuk membatalkan atau melanjutkan pernikahan. Saling menguji satu sama lain apa arti persahabatan, memilih, dan kebahagiaan.

Ikuti kabar terbaru tentang film “Mohon Doa Restu” melalui media sosial resmi film “Mohon Doa Restu.” Dan ikut rayakan pesta pernikahan Mel & Satya di bioskop 26 Oktober 2023.

(VIC)

Particle Physics: Exploring the Unknown

0

In the vast expanse of the cosmos, humanity has always been driven by an insatiable curiosity to unravel the mysteries of the universe. Science, innovation, and space exploration stand as the pillars of our progress, propelling us into a future filled with endless possibilities. In this blog article, we delve into the thrilling world where these three elements converge, shaping the way we perceive the universe and revolutionizing the world we live in.

Innovation, the practical application of creative ideas, bridges the gap between knowledge and tangible solutions. In recent years, innovations such as artificial intelligence, renewable energy sources, and advanced healthcare systems have reshaped societies, offering glimpses into a future where the impossible becomes attainable.

Gadgets: Bridging the Gap Between Science and Society

Gadgets, the everyday marvels that shape our lives, bridge the gap between scientific discoveries and society. From smartphones and wearable devices to smart home appliances and virtual reality headsets, gadgets have become an integral part of modern existence. These devices not only facilitate communication and entertainment but also serve as essential tools for scientific research and space exploration.

Imagine a world where space tourism is as accessible as a plane ticket, where innovative gadgets enable us to explore the farthest reaches of the universe from the comfort of our homes. Picture a future where sustainable technologies mitigate the impact of climate change and preserve our planet for generations to come. This vision of the future is not a distant dream but a tangible reality on the horizon, waiting to be shaped by the brilliant minds and innovative spirit of humanity.

Innovation: Transforming Ideas into Reality

  • Problem-Solving: Innovation is not just about inventing new gadgets or technologies; it is primarily about creative problem-solving. Innovators identify existing challenges and develop novel solutions to address them.
  • Interdisciplinary Approach: Innovation flourishes when diverse minds collaborate and share their expertise. It thrives on interdisciplinary approaches that bring together individuals from various fields such as science, engineering, design, and business.
  • Continuous Improvement: Innovation is a dynamic and ongoing process that demands adaptability and a willingness to embrace change. Successful innovators understand the importance of continuous improvement.

As the world becomes increasingly aware of environmental issues, technology developers are focusing on creating gadgets that are not only advanced but also environmentally conscious. Solar-powered chargers, energy-efficient smart home devices, and biodegradable phone cases are just a few examples of how gadgets are evolving to reduce their ecological footprint.

These innovations represent a significant shift in the tech industry, highlighting the potential for gadgets to not only improve our daily lives but also contribute positively to environmental conservation. By integrating green technologies into everyday devices, we are stepping into an era where gadgets not only bridge the gap between science and society but also play a vital role in fostering a sustainable future.

Neuroscience: Unlocking the Brain’s Secrets

0

In the vast expanse of the cosmos, humanity has always been driven by an insatiable curiosity to unravel the mysteries of the universe. Science, innovation, and space exploration stand as the pillars of our progress, propelling us into a future filled with endless possibilities. In this blog article, we delve into the thrilling world where these three elements converge, shaping the way we perceive the universe and revolutionizing the world we live in.

Innovation, the practical application of creative ideas, bridges the gap between knowledge and tangible solutions. In recent years, innovations such as artificial intelligence, renewable energy sources, and advanced healthcare systems have reshaped societies, offering glimpses into a future where the impossible becomes attainable.

Gadgets: Bridging the Gap Between Science and Society

Gadgets, the everyday marvels that shape our lives, bridge the gap between scientific discoveries and society. From smartphones and wearable devices to smart home appliances and virtual reality headsets, gadgets have become an integral part of modern existence. These devices not only facilitate communication and entertainment but also serve as essential tools for scientific research and space exploration.

Imagine a world where space tourism is as accessible as a plane ticket, where innovative gadgets enable us to explore the farthest reaches of the universe from the comfort of our homes. Picture a future where sustainable technologies mitigate the impact of climate change and preserve our planet for generations to come. This vision of the future is not a distant dream but a tangible reality on the horizon, waiting to be shaped by the brilliant minds and innovative spirit of humanity.

Innovation: Transforming Ideas into Reality

  • Problem-Solving: Innovation is not just about inventing new gadgets or technologies; it is primarily about creative problem-solving. Innovators identify existing challenges and develop novel solutions to address them.
  • Interdisciplinary Approach: Innovation flourishes when diverse minds collaborate and share their expertise. It thrives on interdisciplinary approaches that bring together individuals from various fields such as science, engineering, design, and business.
  • Continuous Improvement: Innovation is a dynamic and ongoing process that demands adaptability and a willingness to embrace change. Successful innovators understand the importance of continuous improvement.

As the world becomes increasingly aware of environmental issues, technology developers are focusing on creating gadgets that are not only advanced but also environmentally conscious. Solar-powered chargers, energy-efficient smart home devices, and biodegradable phone cases are just a few examples of how gadgets are evolving to reduce their ecological footprint.

These innovations represent a significant shift in the tech industry, highlighting the potential for gadgets to not only improve our daily lives but also contribute positively to environmental conservation. By integrating green technologies into everyday devices, we are stepping into an era where gadgets not only bridge the gap between science and society but also play a vital role in fostering a sustainable future.

Pelantikan DPP IP-KI 2023-2028, Baskara Harimukti Sukarya: Teknologi Jadi Alat Utama Sampaikan Pesan Moral Kebangsaan

0

IndonesiaVoice.com Dewan Pengurus Pusat Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (DPP IP-KI) masa bakti 2023–2028 yang dinahkodai oleh H Baskara Harimukti Sukarya dilantik di Millennium Hotel, Jakarta, Sabtu (16/9/2023).

H Baskara Harimukti Sukarya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP IP-KI dalam hasil Musyawarah Nasional IP-KI pada Juni 2023.

“Indonesia sedang menerima bonus demografi sebagai suatu momentum dan peluang untuk dapat menentukan harkat dan martabat bangsa menjadi Indonesia yang utuh dengan makna warna Emas itu sendiri. Menempatkan generasi muda Bangsa dalam skala prioritas. Hal tersebut sangat bijak untuk dilakukan saat ini.” jelas Baskara Sukarya dalam sambutannya.

H Baskara Harimukti Sukarya

 Baca juga: Laksdya TNI Irvansyah Resmi Jadi Kepala Bakamla RI



Baskara menegaskan, strategi transformasi kelembagaan IP-KI sebagaimana dulu didirikan oleh para pendiri seperti Jenderal Besar AH Nasution dan para pejuang kemerdekaan serta tentara Republik Indonesia saat itu, adalah transformasi yang bukan sekedar optimalisasi fungsi, melainkan juga penyesuaian metodologi yang beriringan dengan perkembangan zaman.

Di era digitalisasi, lanjutnya, teknologi menjadi alat utama dalam menyampaikan pesan moral kebangsaan dengan bentuk yang lebih efektif, optimal dan merata kepada seluruh individu masyarakat, khususnya generasi muda Bangsa.

“IP-KI akan terus berusaha untuk mengoptimalisasi teknologi dalam menginspirasi masyarakat, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Pancasila. Hal ini menjadi fokus utama IP-KI tatkala penelitian dari Setara Institut menyajikan data kurang lebih 57% generasi muda, tidak keberatan bila ideologi Pancasila diganti,” beber dia.

Baca juga: Pemerintah Larang Pelaku Usaha Bebankan Biaya Tambahan Kepada Konsumen



Hal itu menjadi kekuatiran sekaligus perhatian khusus bagi Baskara melihat kondisi generasi muda saat ini.

“Atas kondisi tersebut, peran IP-KI bukanlah sebagai entitas yang dapat berdiri sendiri, tetapi sebagai bagian integral dari masyarakat dan pemerintah membangun sinergitas. Kami berusaha untuk selalu hadir di tengah masyarakat, berbagi ruang dan pandangan, serta menjadi penjaga api nasionalisme dan cinta tanah air sekaligus berupaya secara konsisten dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.” urainya.

“Kami berharap masyarakat dapat bersatu dan memandang masa depan yang lebih baik sebagai satu kesatuan bangsa yang kuat dan solid dalam segala situasi dan kondisi, terlebih menjelang pesta demokrasi.” pungkas Baskara penuh optimis.

Baca juga: Moga Simatupang dilantik Menjadi Dirjen PKTN Kementerian Perdagangan



Baskara menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya dalam rangka giat dan proses pemilihan umum Negara Indonesia agar tetap bersatu.

“Tetap mengedepankan demokrasi yang kondusif, saling menghargai dan menghormati serta bersama-sama berkomitmen menjaga kedaulatan Indonesia yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia dan setiap hak warga negara. Juga, tegas dalam mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Menurut Baskara, tingkat usia produktif yang meningkat merupakan kunci Indonesia menjadi negara besar dunia. Namun keadilan harus diwujudkan secara totalitas dan menjadi perhatian dalam sisi pendidikan sebagai dasar yang kokoh, ekonomi penopang negara, dan transformasi perkembangan teknologi dalam setiap lini, tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa dalam bingkai NKRI dan membangun kultur dengan mengedepankan sila kelima Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Baca juga: POLITIK IDENTITAS DAN SISTEM DEMOKRASI DI INDONESIA



“Roh IP-KI sebagai organisasi kebangsaan siap bertransformasi dengan peningkatan kualitas mental, kultur, spiritual dan karakter Indonesia pada generasi muda bangsa,” tandasnya.

Tanamkan Nilai-Nilai Kebangsaan

Ketua Dewan Pembina Drs Bambang Sulistomo, SIP, menekankan pentingnya penanaman nilai-nilai kebangsaan kepada para generasi muda.

“Apalagi anak-anak muda sekarang ini sekitar puluhan persen merasakan bahwa Pancasila tidak diperlukan lagi. Itu salah siapa. Itu salah kita tidak bisa menemukan para pemimpin yang berani mewujudkan Pancasila dengan benar,” urainya.

“Juga salah kita tidak berani mewujudkan masyarakat bangsa dan Negara Pancasila secara murni dan konsekuen. Sekarang ada nggak para pemimpin yang bicara masalah hukum berdasarkan Pancasila yang melindungi seluruh rakyat. Enggak ada yang ngomong gitu lagi,” tukas Bambang.

Drs Bambang Sulistomo, SIP

Baca juga: Bedah Buku The Story of Simplicity Mayjen TNI (Purn) Suyanto, Kesahajaan Seorang Intelijen



Lebih Berat Mempertahankan dan Mengisi

Mewakili Pemerintah RI, Wawan H Purwanto, mengutarakan merebut kemerdekaan memang berat. Tapi lebih berat lagi mempertahankan kemerdekaan dan mengisinya. Menjaga supaya negeri ini tidak tercabik-cabik.

“Pancasila pernah dikubur hidup-hidup tahun 1998 dan tidak diajarkan di sekolah-sekolah. Akhirnya yang masuk ideologi yang lain termasuk salah satunya ideologi kekerasan. Dan baru direvitalisasi tahun
2017. Jadi 19 tahun kita itu loss (Pancasila),” kata dia.

Menurut Wawan, tantangan lainnya bagi bangsa Indonesia adalah bagaimana menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan.

“Mudah diucapkan tapi tidak mudah dilaksanakan,” tegasnya.

Wawan H Purwanto



Berbagai kendala, lanjut Wawan, tentu akan dialami di daerah-daerah kedepan.

“Ketika kita mengatasi berbagai persoalan maka sebetulnya jiwa besar itu mesti dikedepankan yaitu bagaimana menanggalkan kepentingan pribadi atau golongan, tapi lebih kuat mengedepankan kepentingan bersama. Ini yang tidak mudah. Maka diharapkan ini bisa menjembatani itu semua. Karena ke depan semakin berat ini tantangannya,” tandas Juru bicara BIN (Badan Intelijen Negara) ini.

(VIC)

Genetic Engineering: Ethics and Innovations

0

In the vast expanse of the cosmos, humanity has always been driven by an insatiable curiosity to unravel the mysteries of the universe. Science, innovation, and space exploration stand as the pillars of our progress, propelling us into a future filled with endless possibilities. In this blog article, we delve into the thrilling world where these three elements converge, shaping the way we perceive the universe and revolutionizing the world we live in.

Innovation, the practical application of creative ideas, bridges the gap between knowledge and tangible solutions. In recent years, innovations such as artificial intelligence, renewable energy sources, and advanced healthcare systems have reshaped societies, offering glimpses into a future where the impossible becomes attainable.

Gadgets: Bridging the Gap Between Science and Society

Gadgets, the everyday marvels that shape our lives, bridge the gap between scientific discoveries and society. From smartphones and wearable devices to smart home appliances and virtual reality headsets, gadgets have become an integral part of modern existence. These devices not only facilitate communication and entertainment but also serve as essential tools for scientific research and space exploration.

Imagine a world where space tourism is as accessible as a plane ticket, where innovative gadgets enable us to explore the farthest reaches of the universe from the comfort of our homes. Picture a future where sustainable technologies mitigate the impact of climate change and preserve our planet for generations to come. This vision of the future is not a distant dream but a tangible reality on the horizon, waiting to be shaped by the brilliant minds and innovative spirit of humanity.

Innovation: Transforming Ideas into Reality

  • Problem-Solving: Innovation is not just about inventing new gadgets or technologies; it is primarily about creative problem-solving. Innovators identify existing challenges and develop novel solutions to address them.
  • Interdisciplinary Approach: Innovation flourishes when diverse minds collaborate and share their expertise. It thrives on interdisciplinary approaches that bring together individuals from various fields such as science, engineering, design, and business.
  • Continuous Improvement: Innovation is a dynamic and ongoing process that demands adaptability and a willingness to embrace change. Successful innovators understand the importance of continuous improvement.

As the world becomes increasingly aware of environmental issues, technology developers are focusing on creating gadgets that are not only advanced but also environmentally conscious. Solar-powered chargers, energy-efficient smart home devices, and biodegradable phone cases are just a few examples of how gadgets are evolving to reduce their ecological footprint.

These innovations represent a significant shift in the tech industry, highlighting the potential for gadgets to not only improve our daily lives but also contribute positively to environmental conservation. By integrating green technologies into everyday devices, we are stepping into an era where gadgets not only bridge the gap between science and society but also play a vital role in fostering a sustainable future.

Pemerintah Larang Pelaku Usaha Bebankan Biaya Tambahan Kepada Konsumen

0

IndonesiaVoice.com – Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) berkoordinasi dengan Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen serta Departemen Surveilans Sistem Keuangan Bank Indonesia (BI) membahas pengaduan konsumen terkait pelaku usaha yang mengenakan biaya tambahan (surcharge) atas transaksi menggunakan kartu debit maupun kartu kredit. Pertemuan dilaksanakan di Jakarta, Jumat (8/9/2023).

“Kementerian Perdagangan meminta pelaku usaha yang melakukan kerja sama dengan bank/Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) dalam penyediaan fasilitas pembayaran yang menggunakan kartu debit ataupun kartu kredit dengan mesin Electronic Data Capture (EDC) maupun yang menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), bertanggung jawab untuk melakukan pembayaran fasilitas tersebut tanpa membebankan ke konsumen,” jelas Direktur Jenderal PKTN Moga Simatupang, dalam keterangannya, Kamis (14/9/2023).

Dari hasil pantauan Ditjen PKTN, lanjut Moga, saat ini banyak ditemukan pelaku usaha yang membebankan biaya tambahan dalam penggunaan mesin EDC dan QRIS kepada konsumen.

Baca juga: POLITIK IDENTITAS DAN SISTEM DEMOKRASI DI INDONESIA



Menurutnya, pengenaan biaya tambahan sekitar 1-3 persen jika dilakukan berulang-ulang jelas merugikan konsumen dan pelaku usaha mengambil keuntungan yang besar dari pembebanan tersebut.

“Ditjen PKTN Kementerian Perdagangan berwenang melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaku usaha untuk memastikan terpenuhinya kewajiban pelaku usaha serta pemulihan hak konsumen yang dirugikan, dalam hal ini ketentuan terkait biaya tambahan saat bertransaksi,” pungkasnya.

Sementara Deputi Direktur Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen BI Dedi Noor Cahyanto menyampaikan, berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/6/PBI/2021 tentang Penyedia Jasa Pembayaran (PJP), transaksi yang menggunakan mesin EDC maupun QRIS dilarang mengenakan biaya tambahan kepada konsumen. Ketentuan ini berlaku untuk setiap transaksi pembelanjaan secara luring maupun daring.

Baca juga: Bedah Buku The Story of Simplicity Mayjen TNI (Purn) Suyanto, Kesahajaan Seorang Intelijen



“Sebagai PJP, bank bertanggung jawab melakukan edukasi dan pembinaan terhadap pelaku usaha. Jika ditemukan pelaku usaha yang mengenakan biaya tambahan kepada konsumen, maka bank/PJP dapat melakukan pemutusan hubungan kerja dengan pelaku usaha tersebut,” tegasnya.

Dedi menambahkan, konsumen yang mengalami kerugian atas pengenaan biaya tambahan dan tidak terselesaikan oleh pelaku usaha maupun bank/PJP, dapat melapor melalui kanal pengaduan BI, yaitu melalui surat elektronik ke alamat bicara@bi.go.id, call center 131, atau chatbot 081131131131.

(VIC)

Laksdya TNI Irvansyah Resmi Jadi Kepala Bakamla RI

0

IndonesiaVoice.com – Laksamana Madya (Laksdya) TNI Dr Irvansyah resmi menjadi Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) yang baru menggantikan Laksdya TNI Dr Aan Kurnia yang telah mengakhiri masa tugasnya karena memasuki masa purnawirawan.

Berdasarkan petikan Keputusan Presiden RI Nomor: 118/TPA Tahun 2023 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Utama di lingkungan Bakamla, secara resmi Kepala Bakamla RI berganti.

Laksdya TNI Irvansyah dilantik langsung oleh Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/9/2023).

Baca juga: Bedah Buku The Story of Simplicity Mayjen TNI (Purn) Suyanto, Kesahajaan Seorang Intelijen



Sebelum dilantik oleh Presiden RI, rangkaian kegiatan pelantikan dan upacara serah terima jabatan diawali dengan exit briefing/apel khusus, dilanjutkan dengan pembacaan Memorandum oleh Laksdya TNI Dr Aan Kurnia.

Kemudian dilanjut dengan pelantikan Kepala Bakamla RI di Istana Negara, bergeser upacara serah terima jabatan di Mabes Bakamla RI.

Setelah itu, acara diakhiri dengan pelepasan dan penyambutan Kepala Bakamla RI.

Dalam pidato sambutannya, Laksdya TNI Irvansyah mengucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan untuk menerima jabatan Kepala Bakamla RI.

Baca juga: POLITIK IDENTITAS DAN SISTEM DEMOKRASI DI INDONESIA



“Namun ketahuilah bahwa saya tidak akan bisa melakukan apapun dengan baik tanpa adanya dukungan dan bantuan dari seluruh personel Bakamla RI. Karena itu saya dengan segala kerendahan kerendahan hati memohon bantuan dari semua jajaran di Bakamla RI,” ujarnya.

Irvansyah berharap kedepan dapat membuat organisasi ini semakin baik.

“Betul bahwa Bapak Laksdya TNI (Purn) Dr Aan Kurnia telah membawa banyak sekali prestasi. Pun berharap dapat melakukan hal yang sama. Karena itu, marilah kita bersama-sama saling bergandengan tangan dan untuk dapat melakukan hal positif demi kemajuan Bakamla RI yang kita cintai bersama ini,” imbuhnya.

Baca juga: Berkas Perkara Lengkap P21, Marthen Napang Segera Disidang



Laksdya TNI Dr Irvansyah merupakan perwira tinggi TNI AL yang mengawali karir militernya melalui pendidikan di Akademi Angkatan Laut (AAL) pada angkatan XXXVI tahun 1990.

Jenderal bintang tiga ini pernah menjabat sebagai Panglima Komando Lintas Laut Militer (2020-2021), Panglima Komando Armada III ke-3 (2021-2023), hingga menduduki jabatan sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I di tahun 2023 sebelum penunjukan terakhirnya sebagai Kepala Bakamla RI di tahun yang sama.

(VIC)