Beranda blog Halaman 7

8 Pernyataan Sikap BaraJP: Hentikan Narasi Adu Domba Prabowo dan Jokowi!

0

IndonesiaVoice.com – Situasi nasional yang belakangan diwarnai aksi kekerasan, kerusuhan, hingga kabar hoaks yang memecah belah bangsa, mendorong Barisan Relawan Jalan Perubahan (BaraJP) untuk bersuara.

Dalam jumpa pers yang digelar di Jakarta, Selasa (2/9/2025), Ketua Umum BaraJP Willem Frans Ansanay menyampaikan delapan poin sikap politik organisasinya, menegaskan posisi BaraJP sebagai barisan relawan yang tetap setia mengawal jalan perubahan dan menjaga keutuhan bangsa.

Turut hadir juga dalam jumpa pers yakni Yogie Tri Wardhana (Waketum Bidang Pemerintahan), Boy Nababan (Sekjen), Willem Frans Ansanay (Ketum), M. Adli (Ketua Harian) dan Michael Vendy (Wabendum).

Willem membuka pernyataan dengan nada prihatin. Ia menyinggung aksi-aksi anarkis yang merenggut korban jiwa, baik dari masyarakat maupun aparat kepolisian, sekaligus meninggalkan luka sosial.

Kami berduka dan mendoakan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, sementara korban luka segera pulih,” ujarnya.


Baca juga: Laporan Jokowi Soal Tuduhan Ijazah Palsu Naik ke Penyidikan, Ketum Bara JP, Willem Frans Ansanay: Ini Konsekuensi Fitnah, Bukan Kriminalisasi

BaraJP menegaskan negara harus hadir melindungi seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.

Dalam sikap keduanya, BaraJP mendorong para pembantu Presiden untuk membuka ruang dialog yang lebih luas dan berkesinambungan dengan masyarakat.

Willem menekankan, komunikasi publik adalah kunci untuk meredakan ketegangan dan membangun kepercayaan rakyat terhadap pemerintah.

Sorotan keras juga diarahkan pada kelompok-kelompok yang gemar menebar fitnah dan hoaks.

BaraJP menuntut agar narasi adu domba antara Presiden terpilih Prabowo Subianto dan mantan Presiden Joko Widodo segera dihentikan.


Baca juga: Ketum DPP BARA JP, Willem Frans Ansanay, Tegaskan Warga Papua Terima Wapres Gibran Dengan Senang Hati

Narasi semacam itu hanya merusak persatuan antar-pemimpin dan memecah belah anak bangsa,” kata Willem.

Di bidang ekonomi, BaraJP meminta kementerian dan lembaga pusat mempercepat penyerapan anggaran serta menyalurkan dana ke daerah agar roda ekonomi rakyat berputar.

Mereka juga menuntut para menteri dan wakil menteri fokus menjalankan program-program Presiden Prabowo-Gibran, terutama terkait pengentasan kemiskinan, pengangguran, ketahanan pangan, hingga penyelesaian konflik agraria.

Menghormati hak warga negara, BaraJP menegaskan bahwa kebebasan berpendapat adalah amanat konstitusi.

Karena itu, mereka meminta DPR dan pemerintah lebih peka dan berempati pada suara rakyat.


Baca juga: Willem Frans Ansanay, Nakhoda Baru Bara JP: Menjaga Jejak Jokowi, Mengawal Visi Prabowo-Gibran

Willem menambahkan, kritik seharusnya menjadi alarm untuk memperbaiki kebijakan, bukan dipandang sebagai ancaman.

Terkait anggaran negara, BaraJP menuntut revisi kebijakan fiskal. Anggaran, menurut mereka, harus diprioritaskan bagi sektor krusial seperti kesehatan, pendidikan, dan bantuan sosial.

Pos-pos anggaran yang dianggap tidak esensial oleh publik harus dipangkas demi efisiensi.

Poin terakhir, BaraJP menekankan perlunya langkah nyata pemerintah mengendalikan inflasi dan menstabilkan harga bahan pokok.

Kenaikan pajak daerah yang dilakukan tanpa kajian matang harus dibatalkan, karena justru menambah beban rakyat kecil.


Baca juga: TPL Rugikan Alam dan Investor, Siapa Diuntungkan?

Lewat delapan sikap politik itu, BaraJP tidak hanya menyampaikan keprihatinan, tetapi juga menawarkan jalan keluar.

Mereka menempatkan diri sebagai mitra kritis pemerintah sekaligus penjaga aspirasi rakyat.

Kami ingin memastikan bahwa perubahan yang dijanjikan benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tegas Willem Frans Ansanay menutup pernyataan. (Vic)

Toraja, Rumah Para Leluhur: Tradisi yang Menyapa Lewat Lensa

0

IndonesiaVoice.com – Di tengah hiruk pikuk Ibu Kota, sebuah ruang galeri sunyi di Jakarta menjadi jembatan menuju dunia yang tersembunyi.

Di sana, di antara dinding-dinding putih, potret-potret hitam putih Toraja mengisahkan cerita yang melampaui waktu.

Ini bukan sekadar pameran foto, melainkan sebuah undangan untuk menyelami jiwa Toraja, di mana hidup dan mati saling berpelukan, dan para leluhur bukan hanya kenangan, melainkan bagian dari keseharian.

Pameran foto bertajuk “Toraja, Rumah Para Leluhur: Tradisi yang Menantang Waktu” ini dibuka pada 27 Agustus 2025 di Galeri Mata Nusantara (GMN).


Baca juga: Nurdin Tampubolon: Budaya Bukan Sekadar Warisan, Tapi Kekuatan Bangsa

Pameran ini menampilkan 15 karya foto dari tiga fotografer yang berhasil menangkap esensi budaya Toraja dengan kedalaman yang jarang tersentuh.

Mulai dari kemegahan upacara ‘Rambu Solo‘ yang mengantar kepergian, keheningan patung-patung kayu tau-tau yang berdiri tegak, hingga ritual Ma’nene yang penuh kehangatan, di mana arwah dan keluarga kembali bersua.

Menurut Hasiholan Siahaan, kurator pameran, foto-foto ini adalah upaya untuk merekam pesan agar tak hilang ditelan zaman.

Toraja mengajarkan kita bahwa kematian bukanlah akhir, tetapi perjalanan pulang. Foto-foto ini adalah upaya untuk merekam pesan itu agar tak hilang di tengah zaman,” ujarnya saat pembukaan pameran.


Baca juga: Gelar Pasukan TNI di Batujajar, Dr. John Palinggi: Pesan Kuat Indonesia Untuk Dunia, Tegaskan Kedaulatan dan Kesiapan Bangsa

Lebih dari sekadar dokumentasi, setiap bidikan kamera menghadirkan perasaan. Ada potret wajah-wajah tua yang penuh garis pengalaman, mata teduh kerbau belang yang dihormati, dan keceriaan anak-anak di halaman tongkonan.

Setiap gambar menjadi jendela ke dalam filosofi Aluk To Dolo, sebuah kepercayaan yang mengatur bagaimana masyarakat Toraja memandang kehidupan dan kematian.

Bagi Ian Sutisna, ketua pelaksana pameran, budaya adalah jangkar di era modern yang serba cepat.

Di era modern yang sering mengaburkan identitas, pameran ini menjadi pengingat bahwa budaya adalah jangkar. Toraja berdiri sebagai saksi bahwa kehidupan dan kematian dapat disatukan lewat penghormatan pada leluhur,” jelasnya.


Baca juga: Dr. John Palinggi: Merdeka Bukan Sekadar Upacara, Tapi Komitmen Bersatu, Berdaulat, dan Sejahtera

Salah satu pengunjung, Ester, merasa kagum dengan kedalaman pameran ini. Baginya, pameran ini adalah perjalanan batin yang berhasil ditangkap oleh lensa fotografer.

Seakan sebuah undangan untuk berhenti sejenak, menatap foto-foto itu, dan mendengar bisikan leluhur yang berbicara lewat cahaya,” ungkapnya.

Pameran ini adalah bagian dari inisiatif Forsednibudpar dan GMN untuk merawat kekayaan seni budaya bangsa dan mewariskannya kepada generasi muda.

Pameran ini berlangsung hingga 7 September 2025 dan terbuka untuk umum secara gratis.


Baca juga: Dr John Palinggi Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Beri Abolisi Tom Lembong dan Amnesti Hasto Kristiyanto

Sebagai bagian dari pameran, pada hari Kamis, 28 Agustus, akan diadakan Diskusi Budaya yang mengupas Lunturan Nilai Adat & Tradisi.

Diskusi ini akan membahas bagaimana upacara adat seperti ‘Rambu Solo’ dan Ma’nene berpotensi ditinggalkan oleh generasi muda karena dianggap rumit, mahal, dan memakan waktu.

Pameran “Toraja, Rumah Para Leluhur” tidak hanya menunjukkan keindahan visual, tetapi juga mengajak kita untuk merenung.

Ia menjadi pengingat bahwa di balik pesona budaya yang kita lihat, ada nilai-nilai mendalam yang perlu terus dijaga dan diwariskan. (Vic)

#PameranFoto #Toraja #BudayaIndonesia #FotografiBudaya #RambuSolo #MaNene #SeniBudaya #AdatIstiadat #WarisanLeluhur #Jakarta #GaleriMataNusantara #Fotografi

 

CRYSTALIN RUNXPERIENCE 2025 Siap Pecahkan Rekor dengan 8.000 Pelari di Lippo Mall Nusantara Semanggi

0

IndonesiaVoice.com – Pagi Jakarta yang biasanya sibuk dengan deru kendaraan, pada 12 Oktober mendatang akan dipenuhi oleh ribuan langkah penuh semangat.

Crystalin, merek air minum dalam kemasan asli Indonesia, kembali menghadirkan CRYSTALIN RUNXPERIENCE 2025 dengan skala lebih besar, lokasi baru yang ikonik, serta pengalaman yang dipastikan berbeda dari tahun sebelumnya.

Bila tahun lalu 3.600 pelari memadati area Taman Mini Indonesia Indah (TMII), kini target peserta berlipat ganda menjadi 8.000 runners.

Tidak hanya menambah jumlah kategori lari — mulai dari 2.5K Fun Run, 5K, 10K, hingga 21K Half Marathon — ajang ini juga menjanjikan pengalaman yang menyatukan olahraga, hiburan, serta kekayaan budaya Nusantara.



Dari Lintasan ke Alun-Alun Nusantara

Yang membedakan CRYSTALIN RUNXPERIENCE 2025 adalah lokasi finish yang tak biasa: Lippo Mall Nusantara, Semanggi. Di sini, para pelari tidak hanya merayakan garis akhir, tetapi juga disambut dengan pesona Race Village yang unik.

Mulai dari indoor garden, dancing fountain, hingga foodcourt bertema budaya Jawa, Betawi, dan Tionghoa akan memanjakan peserta setelah melewati garis finis.

Jika tahun lalu runners berlari mengelilingi miniatur nusantara di TMII, tahun ini mereka akan disambut oleh Alun-Alun Nusantara di Lippo Mall yang menyajikan kuliner khas dari berbagai daerah. Lebih dari sekadar event lari, ini adalah perayaan gaya hidup sehat dan kebersamaan,” ujar Wijoyo Setionegoro, Marketing Director Crystalin, dalam press conference di Lippo Mal Nusantara, Jakarta, Kamis (21/8/2025).



Antusiasme Meledak Sebelum Hari-H

Tingginya minat masyarakat terlihat dari angka penjualan tiket. Tahun 2024, tiket ludes hanya dalam sepekan. Tahun ini, bahkan sebelum race pack resmi diluncurkan, lebih dari 4.000 tiket pre-sale sudah terjual.

Bukan tanpa alasan: race pack CRYSTALIN dikenal paling ditunggu karena berisi produk bernilai lebih besar dari harga tiket itu sendiri.

Tak hanya itu, total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp300 juta, ditambah door prize, race pack seberat 8 kilogram, hingga perlindungan asuransi otomatis dari Maximus Insurance bagi seluruh peserta. Jersey resmi pun diproduksi oleh Erspo, brand lokal yang dikenal dengan kualitas premium.



Sehat, Aman, dan Penuh Inspirasi

Menghadirkan ribuan pelari tentu membutuhkan persiapan matang. Crystalin bekerja sama dengan Siloam Hospital yang menyiapkan ambulance berfasilitas lengkap serta tenaga medis profesional.

dr. Carmen S. Y. Jahya, dokter ortopedi spesialis olahraga, menekankan pentingnya persiapan sebelum race: menjaga pola tidur, mengatur nutrisi, serta memastikan hidrasi tubuh tetap optimal.

Sementara itu, Febby Rastanty, artis sekaligus running enthusiast yang ditunjuk sebagai Brand Ambassador, menambahkan sentuhan personal pada acara ini. “Lari itu sederhana tapi powerful. Selain membuat tubuh sehat, juga bisa jadi cara untuk healing dan membangun kebersamaan. Saya bangga bisa menjadi bagian dari CRYSTALIN RUNXPERIENCE 2025.”



Didukung Banyak Pihak

Event ini juga mendapat dukungan luas dari berbagai sponsor, mulai dari Bank BCA, Bank UOB, SIG, Telkom, Campina, hingga Baterai ABC.

Sinergi ini menunjukkan bahwa CRYSTALIN RUNXPERIENCE bukan sekadar lomba lari, tetapi sebuah perayaan kolaborasi yang mengangkat semangat hidup sehat di Indonesia.

Dengan konsep inovatif, hadiah melimpah, dan antusiasme yang terus menguat, CRYSTALIN RUNXPERIENCE 2025 diperkirakan akan menjadi salah satu event lari terbesar di Tanah Air tahun ini.

Apakah kamu siap menjadi bagian dari 8.000 pelari yang akan menorehkan sejarah di Semanggi?

#CrystalinRunXperience2025 #RunXperience2025 #CrystalinIndonesia #LariJakarta #HalfMarathonJakarta #EventLari2025 #FunRunJakarta #HealthyLifestyle #FestivalNusantara #RunningCommunity

 

DJP Perkokoh Semangat Kemerdekaan dengan Doa Bersama Lintas Agama, Tapi Publik Menunggu Bukti Nyata dalam Penerimaan Negara

0

IndonesiaVoice.com – Aula Cakti Budi Bhakti, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Kamis (21/8/2025), sore itu menjadi ruang pertemuan iman.

Tokoh-tokoh lintas agama hadir, dari Islam, Katolik, Kristen, Buddha, Hindu hingga Konghucu, duduk bersama dalam doa dan dialog lintas agama. Semua dalam bingkai memperingati 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

Suasana syahdu menyatu dengan simbol kemajemukan bangsa. Menteri Agama, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, tampil sebagai salah satu narasumber.

Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu, Dirjen Pajak Bimo Wijayanto, serta jajaran Kementerian Keuangan turut mendampingi.



Baca juga: Menteri Fadli Zon Sebut Batak Center Sebagai Penjaga Budaya dan Berharap Adanya Museum Batak

Di hadapan ribuan pegawai DJP, baik luring maupun daring, doa lintas agama dikumandangkan.

Pesan yang ingin ditegakkan sederhana tapi berat: kerukunan iman adalah pondasi persatuan, sementara persatuan adalah syarat bagi pembangunan bangsa.

Namun, dibalik khidmatnya acara, ada pertanyaan yang menggantung di ruang publik: sejauh mana doa bersama ini benar-benar memberi dampak pada kinerja DJP dalam menghimpun penerimaan negara?



Baca juga: Gelar Pasukan TNI di Batujajar, Dr. John Palinggi: Pesan Kuat Indonesia Untuk Dunia, Tegaskan Kedaulatan dan Kesiapan Bangsa

Toleransi Sebagai Modal, Integritas Jadi Ujian

Dirjen Pajak Bimo Wijayanto menegaskan bahwa tema kemerdekaan tahun ini, “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, sejalan dengan tema Hari Pajak, “Pajak Tumbuh, Indonesia Tangguh”.

Bagi Bimo, syukur atas kemerdekaan tak cukup berhenti pada seremoni, melainkan diwujudkan dengan integritas pegawai pajak.

Namun, integritas justru menjadi kata kunci yang sering dipertanyakan publik. Bagaimana DJP bisa meyakinkan rakyat bahwa uang pajak benar-benar dikelola transparan dan berpihak pada kesejahteraan rakyat, bukan tersedot dalam praktik korupsi atau kebijakan yang melukai rasa keadilan?


Baca juga: Dr. John Palinggi: Merdeka Bukan Sekadar Upacara, Tapi Komitmen Bersatu, Berdaulat, dan Sejahtera

Pesan Agama: Pajak Harus Santun, Tepat Sasaran

Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu dengan jujur mengingatkan pegawai DJP agar memungut pajak dengan cara santun, tidak arogan, dan tidak melukai hati masyarakat.

Pesan ini, di satu sisi, menyentuh kesadaran moral. Namun di sisi lain, juga bisa terbaca sebagai pengakuan tersirat bahwa praktik di lapangan belum sepenuhnya sesuai harapan.

Menteri Agama Nasaruddin Umar pun menambahkan pesan yang lebih tajam: dana pajak harus disalurkan tepat sasaran, kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

Bagi Nasaruddin, agama dan negara saling menopang. Namun, jika dana pajak tersalurkan keliru, maka pengkhianatan terhadap semangat agama dan cita-cita kemerdekaan terjadi.


Baca juga: MK Harus Mengembalikan Keadilan Pajak yang Dibajak dalam UU HPP

Ritual dan Realitas

Doa bersama lintas agama DJP adalah perayaan kebersamaan yang patut diapresiasi. Tetapi pertanyaan kritis tetap menggantung: apakah ritual kebersamaan ini akan menjelma menjadi realitas kinerja yang lebih bersih, transparan, dan berkeadilan?

Di tengah tuntutan publik terhadap tata kelola penerimaan negara yang lebih jujur dan efektif, doa lintas iman harus dibuktikan dengan perubahan sikap nyata. Tanpa itu, acara seperti ini hanya akan berhenti pada simbol tanpa substansi.

Kemerdekaan yang sejati bukan hanya dirayakan dengan doa, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata: mengelola pajak dengan integritas, mengutamakan kepentingan rakyat, dan menjaga kepercayaan bangsa.

#DJP #HariKemerdekaan #PajakUntukRakyat #LintasAgama #Integritas #KementerianKeuangan #DoaBersama #IndonesiaMaju

THREE: Revolusi Kesehatan dan Kecantikan, Saatnya Hidup Lebih Sehat, Cantik, dan Bermakna

0

IndonesiaVoice.com – Dunia kesehatan dan kecantikan tengah memasuki babak baru melalui inovasi teknologi dari THREE, perusahaan multinasional yang menggabungkan sains, entrepreneurship, dan filosofi hidup dalam satu ekosistem global.

Founder sekaligus Presiden Q Club Asia, Datuk Seri Dr. Christian Kingsley Goh Kwee Keng, Ph.D, mengungkapkan bahwa lahirnya THREE adalah hasil perjalanan spiritual dan profesional panjang dari Kim Hui, maestro direct marketing dunia yang sebelumnya sukses membangun brand global seperti Herbalife, Tupperware, hingga Jeunesse.

THREE lahir pada November 2022 di Arizona, dari sebuah perenungan mendalam Kim Hui. Ia kembali ke Los Angeles dengan visi baru: menciptakan gerakan global di bidang kesehatan dan kecantikan,” ujar Dr. Christian Kingsley dalam pertemuan di Millenium Centennial Center, Jakarta, beberapa waktu lalu.



Inovasi Ilmiah Berbasis Teknologi Mutakhir

Produk THREE didukung oleh Dr. Dan Gublet, ilmuwan Amerika yang telah menciptakan lebih dari 70 suplemen untuk perusahaan farmasi besar dan memegang 16 paten global.

Melalui teknologi phytonutrients dan cellular absorption, produk THREE diklaim mampu meningkatkan penyerapan gizi hingga 10 kali lipat dibanding suplemen biasa.

Keunggulan THREE semakin kuat dengan dukungan delapan dokter spesialis dari rumah sakit ternama di Amerika Serikat, termasuk Dr. Timothy Schneider dan Dr. Catherine Madaffari dari Mayo Clinic, yang ikut serta dalam riset dan pengembangan produk.



Produk Andalan: Dari Vitalite hingga Serum Interaktif

Sejak resmi diluncurkan pada Februari 2023 di 14 negara termasuk Indonesia, produk-produk THREE langsung merebut hati pasar global. Di antaranya:

  • Vitalite, Revive, Imune, dan Purifi, suplemen kesehatan berbasis sains mutakhir.
  • Serum interaktif pertama di dunia, yang bukan hanya merawat kulit, tetapi juga merangsang produksi dopamine, hormon kebahagiaan, sehingga memberikan efek menenangkan.

Tak heran bila Indonesia, China, Malaysia, dan Amerika menjadi pasar utama. Bahkan, Malaysia kini menjadi markas terbesar THREE sejak Juli 2024, disusul pembukaan kantor baru di Taipei dan Hong Kong.



Filosofi “THREE”: People, Purpose, Platform

Nama THREE sendiri bukan sekadar simbol, melainkan filosofi hidup. Tiga pilar yang diusung adalah:

  • People: manusia sebagai aset utama.
  • Purpose: menyatukan individu dengan tujuan hidup yang bermakna.
  • Platform: menghadirkan teknologi untuk belajar, berbelanja, dan membangun jaringan global.

Lebih jauh, filosofi networking “three” menjadi sistem sederhana namun ampuh: setiap orang mengajak tiga orang, lalu berkembang menjadi sembilan, dua puluh tujuh, dan seterusnya hingga menjangkau jutaan manusia.



Gerakan Global Menuju Kehidupan Sehat dan Bermakna

“THREE bukan sekadar produk kesehatan atau kecantikan,” tegas Dr. Christian Kingsley, “tetapi gerakan global untuk menghadirkan kesehatan, kecantikan, sekaligus makna hidup bagi jutaan orang di seluruh dunia.”

Dengan visi yang menggabungkan sains, teknologi, dan filosofi kehidupan, THREE siap mengubah cara manusia menjalani keseharian—lebih sehat, lebih cantik, dan lebih bermakna. (VIC)

#THREE #THREEIndonesia #THREEGlobal #THREEHealth #THREEBeauty #KesehatanRevolusioner #KecantikanModern #TeknologiKesehatan #SuplemenPremium #SerumInteraktif #HealthyLifestyle #BeautyInnovation #GlobalNetworking #ChristianKingsley #KimHui #DirectMarketing #HealthAndBeauty #PeoplePurposePlatform #GerakanGlobalTHREE #LiveHealthyLiveMeaningful

Nurdin Tampubolon: Budaya Bukan Sekadar Warisan, Tapi Kekuatan Bangsa

0

IndonesiaVoice.com – Suasana penuh semangat kebersamaan terasa di Ballroom NTV Tower, Senin (18/8/2025), ketika Batak Center merayakan HUT ke-7 organisasi, sekaligus menggelar Apresiasi I dan syukuran HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

Acara yang turut dihadiri Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, serta para raja dan tokoh budaya Nusantara itu menjadi panggung penting bagi lahirnya gagasan strategis pelestarian budaya.

Dalam sambutannya, Presiden Komisaris Nusantara TV (NTV), Dr. Ir. Nurdin Tampubolon, MM, menegaskan bahwa budaya bukan hanya warisan, melainkan kekuatan besar bangsa dalam membangun persatuan, ekonomi, dan identitas Indonesia di mata dunia.


Baca juga: Manifesto Kebudayaan Batak Center, Meneguhkan Jalan Budaya Menuju Indonesia Emas 2045

Orang Batak dan Jejak Panjang dalam Sejarah Bangsa

Nurdin mengingatkan perjalanan panjang orang Batak yang telah memberi warna dalam berbagai bidang kehidupan bangsa—dari politik, ilmu pengetahuan, dunia usaha, hingga militer dan kepolisian.

Batak Center ini memang baru berusia tujuh tahun, tapi jejak orang Batak dalam perjalanan bangsa jauh lebih panjang. Mereka ikut mewarnai perjalanan kemerdekaan hingga hari ini bersama seluruh suku bangsa lain,” ucapnya.

Sinergi dengan Kementerian Kebudayaan

Dalam kesempatan itu, Nurdin menyampaikan harapannya agar momentum ini dapat dimanfaatkan untuk memperkuat persaudaraan antarpuak di Nusantara.

Apalagi hadir langsung Menteri Kebudayaan Fadli Zon, yang dipercaya Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin kementerian baru ini.

Kami percaya dengan kepemimpinan Pak Menteri, kebudayaan bisa menjadi kekuatan yang mendatangkan devisa bagi negara dan membawa nama Indonesia lebih maju di dunia,” ungkap Nurdin.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi program antara Batak Center, Kementerian Kebudayaan, dan media. Termasuk peluang besar yang dimiliki kawasan Danau Toba, yang sudah ditetapkan sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas nasional.


Baca juga: Menteri Kebudayaan Fadli Zon Hadiri HUT Ke-7 dan Apresiasi I Batak Center

Media dan Kebudayaan Nusantara

Sebagai pengusaha media, Nurdin menyatakan Nusantara TV siap mendukung peliputan dan promosi budaya di seluruh tanah air.

Ia menyinggung hubungan erat antara media dan lembaga budaya, termasuk silaturahmi dengan Forum Keraton Nusantara.

Nusantara TV akan selalu hadir untuk mengangkat budaya Nusantara, termasuk Batak. Kami percaya media punya peran penting dalam memperkenalkan budaya ke masyarakat dan dunia,” tegasnya.

Harapan Keberlanjutan

Menutup sambutannya, Nurdin berharap acara seperti ini bisa berkesinambungan, menjadi ruang bersama untuk mengikat persaudaraan lintas puak, sekaligus menjadikan budaya sebagai kekuatan ekonomi bangsa.


Baca juga: Menteri Fadli Zon Sebut Batak Center Sebagai Penjaga Budaya dan Usulkan Museum Batak

Semoga pertemuan hari ini bukanlah yang terakhir, tetapi awal dari langkah besar ke depan. Budaya harus kita sinergikan untuk masa depan Indonesia,” pungkasnya.(VIC)

#BatakCenter #NurdinTampubolon #NusantaraTV #ApresiasiBudaya #IndonesiaEmas2045 #DanauToba #FadliZon #HUTRI80 #HUTBatakCenter

Manifesto Kebudayaan Batak Center, Meneguhkan Jalan Budaya Menuju Indonesia Emas 2045

0

IndonesiaVoice.com – Dalam momentum peringatan 80 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Batak Center meluncurkan Manifesto Kebudayaan sebagai penegasan komitmen melestarikan warisan leluhur sekaligus mengokohkan budaya sebagai pilar utama pembangunan bangsa.

Manifesto ini dibacakan oleh Sekretaris Jenderal Batak Center, Drs. Jerry R. Sirait, dengan pesan kuat: budaya adalah fondasi menuju Indonesia Emas 2045.


Baca juga: Dari Ulos hingga Museum Batak Raya, Mimpi Besar Batak Center untuk Generasi Mendatang

Kebudayaan sebagai Pilar Bangsa

Dalam pidatonya, Jerry R. Sirait menegaskan bahwa kebudayaan bukan sekadar warisan, melainkan sumber kekuatan bangsa di tengah arus globalisasi.

Ia merujuk Pasal 32 UUD 1945 yang menegaskan bahwa negara wajib memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia.

Batak Center menandaskan kebudayaan sebagai satu pilar utama untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, sebagaimana semangat Sumpah Pemuda 1928 dan Proklamasi 1945,” ujarnya.


Baca juga: Menteri Kebudayaan Fadli Zon Hadiri HUT Ke-7 dan Apresiasi I Batak Center

Visi, Misi, dan Aksara Batak

Batak Center lahir dengan visi mewujudkan Masyarakat Batak Raya yang modern dan berperadaban, namun tetap berakar pada nilai-nilai luhur habatakon.

Salah satu fokusnya adalah pelestarian aksara Batak yang selama berabad-abad digunakan dalam pustaha, ritual adat, dan karya seni.

Jerry menyampaikan apresiasi kepada generasi muda yang tekun mempelajari aksara Batak dan komunitas yang terus berupaya menjaga eksistensi bahasa serta tradisi Batak di tengah tantangan zaman digital.


Baca juga: Menteri Fadli Zon Sebut Batak Center Sebagai Penjaga Budaya dan Usulkan Museum Batak

Pluralisme dan Megadiversity

Manifesto ini juga menekankan nilai keberagaman. Batak Center hadir sebagai wadah pluralis yang menaungi enam puak Batak: Toba, Karo, Pakpak, Angkola, Simalungun, dan Mandailing.

Keberagaman adalah anugerah Tuhan. Ia harus dirawat dan dikembangkan demi kebaikan bersama,” tegas Jerry.

Harapan Baru dengan Kementerian Kebudayaan

Batak Center bersyukur atas terbentuknya Kementerian Kebudayaan yang kini dipimpin Dr. H. Fadli Zon, SS., M.Sc, yang juga telah mendapat gelar adat Datuak Bijo Dirajo Nan Kuniang.

Manifesto menilai kementerian ini menjadi tonggak penting dalam menjadikan Indonesia superpower di bidang kebudayaan pada 2045.

Selain itu, manifesto mengingatkan pentingnya pengelolaan wisata berbasis lingkungan di Danau Toba, tantangan perubahan iklim, serta ancaman ekonomi global.

Kebudayaan, menurut Batak Center, harus menjadi benteng moral dan spiritual dalam menghadapi krisis.


Baca juga: Refleksi Hari Kartini 2025, Batak Center Usulkan Putri Raja Sisingamangaraja XII Jadi Pahlawan Nasional

Jejak 7 Tahun Batak Center

Selama tujuh tahun, Batak Center telah menorehkan berbagai kegiatan strategis, mulai dari Ulos Fest 2019, Lomba Lagu Batak 2021, Bulan Kebudayaan Batak 2022, hingga dukungan bagi F1H20 di Balige.

Kini, lembaga ini tengah memperjuangkan Ulos sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO dan rencana pendirian Museum Batak Center di Danau Toba.

Tak hanya itu, tujuh program prioritas baru juga digulirkan, termasuk Festival Paduan Suara Batak Anak dan Remaja, Apresiasi Budaya Nasional, serta digitalisasi aksara dan sastra Batak.




Menuju Indonesia Emas 2045

Manifesto ditutup dengan seruan agar seluruh elemen bangsa berpadu di jalan kebudayaan. Bagi Batak Center, nilai habatakon sejatinya menyatu dengan nilai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Mari bersama kita berpadu menempuh jalan kebudayaan untuk Indonesia Maju, Indonesia Emas 2045,” tutup Jerry dengan penuh optimisme. (VIC)

#BatakCenter #ManifestoKebudayaan #BudayaBatak #IndonesiaEmas2045 #AksaraBatak #Ulos #MuseumBatakRaya

Dari Ulos hingga Museum Batak Raya, Mimpi Besar Batak Center untuk Generasi Mendatang

0

IndonesiaVoice.com –  Di tengah peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Batak Center turut merayakan perjalanannya yang ke-7 tahun dengan sebuah acara penuh makna.

Acara tersebut tidak hanya menjadi momentum refleksi, tetapi juga menjadi panggung penghargaan pertama bagi para penjaga tradisi dan pelestari aksara Batak.

Dalam pidatonya, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Batak Center, Ir. Sintong M. Tampubolon, menyampaikan visi strategis untuk memastikan budaya Batak terus berkembang dan relevan di tengah arus zaman digital.

Didirikan tujuh tahun lalu oleh 136 tokoh lintas puak, Batak Center memiliki satu tujuan mulia: menjadi ruang pemersatu dan pusat pengembangan kebudayaan Batak.

Sintong menegaskan bahwa Visi Batak Center adalah mewujudkan Masyarakat Batak Raya yang modern, yang mampu melestarikan peradaban Batak sebagai bagian integral dari bangsa Indonesia dan masyarakat dunia.

Kita berdiri menyaksikan bagaimana semangat itu terus menyala dalam pelestarian dan pengembangan budaya Batak,” ujar Sintong, menyoroti beragam inisiatif yang telah dilakukan.

Baca juga: Menteri Kebudayaan Fadli Zon Hadiri HUT Ke-7 dan Apresiasi I Batak Center

Apresiasi Pertama untuk Penjaga Tradisi

Sejalan dengan tema acara, “Merajut Keragaman Budaya Nusantara Menuju Indonesia Emas 2045”, Batak Center memberikan apresiasi pertamanya kepada para tokoh dan generasi muda yang gigih merawat bahasa dan aksara Batak.

Sintong menyebut penghargaan ini sebagai “awal dari penghormatan yang berkelanjutan” dan berjanji akan memperluas cakupannya untuk seniman dan musisi Batak di masa depan.

Hal ini sejalan dengan dukungan Batak Center terhadap kebijakan pemerintah dalam menghargai hak kekayaan intelektual, memastikan para pelaku seni mendapatkan dampak ekonomi yang adil.

Kehadiran para Raja dan Sultan Keraton Nusantara dalam acara ini menjadi simbol nyata bahwa budaya adalah benang emas yang menjahit keindonesiaan kita.


Baca juga: Menteri Fadli Zon Sebut Batak Center Sebagai Penjaga Budaya dan Usulkan Museum Batak

Program Strategis Menuju Pengakuan Dunia

Batak Center tidak berhenti di apresiasi. Dalam pidatonya, Sintong memaparkan beberapa program strategis yang menjadi fokus utama mereka ke depan.

Salah satu inisiatif paling signifikan adalah upaya mengajukan ulos agar ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO.

Upaya ini merupakan kelanjutan dari penetapan ulos sebagai warisan budaya nasional pada tahun 2014.

Jenis atau ragam Ulos ada puluhan motif di setiap puak,” jelasnya, “di mana setiap motif memiliki nama dan fungsi yang berbeda.”

Untuk mempromosikan kekayaan ini, Batak Center akan menyelenggarakan Ulos Festival ke-2 pada tahun 2026.

Selain itu, Batak Center juga mengusulkan pendirian Museum Batak Raya di kawasan Danau Toba. Museum ini direncanakan tidak hanya sebagai pusat dokumentasi, tetapi juga ruang edukasi dan penelitian Geopark Kaldera Toba.

Usulan ini mendapat sambutan positif dari Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, yang melihat Batak Center sebagai “stakeholder penting” dalam pelestarian dan pemanfaatan budaya bangsa.


Baca juga: Refleksi Hari Kartini 2025, Batak Center Usulkan Putri Raja Sisingamangaraja XII Jadi Pahlawan Nasional

Kolaborasi dan Dukungan untuk Generasi Penerus

Untuk merealisasikan semua program ini, Sintong menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Kebudayaan dan instansi pemerintah lainnya.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari keluarga hingga lembaga pendidikan, untuk memasukkan program edukasi budaya sebagai muatan lokal dalam kurikulum sekolah.

Agar bahasa dan aksara Batak tidak punah ditelan zaman digital dan globalisasi,” pesannya.

Sebagai penutup, Sintong menyampaikan sebuah “umpasa”, pantun peribahasa Batak yang berbunyi: “Manggual sitindaon mangan hoda sigapiton, tu jolo nilangkahon tu pudi sinarihon.”

Pesan ini berarti: “Tetap melangkah ke depan dan jangan melupakan nilai-nilai luhur budaya.”

Pidato ini menegaskan komitmen Batak Center untuk menjadikan budaya Batak sebagai kekuatan spiritual, sosial, dan intelektual bangsa Indonesia, memastikan warisan leluhur tetap hidup dan relevan di era modern. (VIC)

#BatakCenter #BudayaBatak #Ulos #IndonesiaEmas2045 #HUTRI80 #MuseumBatakRaya #ApresiasiBudaya

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Hadiri HUT Ke-7 dan Apresiasi I Batak Center

0

IndonesiaVoice.comBatak Center merayakan tiga momentum penting sekaligus yaitu Apresiasi I Batak Center, HUT ke-7 organisasi, serta syukuran HUT ke-80 RI di Ballroom NTV Tower, Jakarta, Senin (18/8/2025).

Acara ini dihadiri Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, yang dalam pidatonya menekankan arti penting kebudayaan sebagai benteng identitas bangsa.

Kita berharap seperti Batak Center dan FSKN (Forum Silaturahmi Keraton Nusantara) ini menjadi penjaga-penjaga budaya kita ke depan. Karena tidak mungkin budaya kita akan lestari tanpa diwariskan kepada generasi penerus yang kini hidup dalam banjir informasi,” ujar Fadli Zon.


Baca juga: Menteri Fadli Zon Sebut Batak Center Sebagai Penjaga Budaya dan Usulkan Museum Batak

Hadir dalam acara itu Ketua Umum DPN Batak Center Ir. Sintong M. Tampubolon bersama Sekjen Drs. Jerry R Sirait, Pendiri sekaligus Presiden Komisaris NTV Dr. Ir. Nurdin Tampubolon, MM, serta 12 Raja dan Sultan Keraton Nusantara yang terhimpun dalam FSKN.

Dari kalangan seniman, turut hadir keluarga Sidik Sitompul—pencipta lagu O Indonesia yang diubah menjadi O Tano Batak.

Irjen Kementerian Kebudayaan Fryda Lucyana juga hadir, melengkapi daftar tamu penting yang menyatu dalam suasana penuh persaudaraan.

Dalam pidatonya, Ir. Sintong M. Tampubolon, menegaskan kembali cita-cita yang melatarbelakangi berdirinya Batak Center tujuh tahun lalu.


Baca juga: Batak Center Apresiasi Keputusan Presiden Prabowo Beri Abolisi Tom Lembong dan Amnesti Hasto Kristiyanto

Didirikan oleh 136 tokoh lintas puak, Batak Center lahir dengan visi menjadi ruang pemersatu dan pusat pengembangan budaya Batak dalam kebhinnekaan Indonesia,” ungkapnya.

Misi itu diwujudkan melalui program pelestarian habatakon, peningkatan literasi budaya, pemberdayaan masyarakat Batak, serta kontribusi bagi peradaban dunia.

Hari ini kita menyaksikan semangat itu terus menyala, dalam seni, pendidikan, literasi, hingga kerja nyata lintas generasi,” tambah Sintong.

Sementara Drs. Jerry R. Sirait, membacakan manifesto kebudayaan yang menegaskan pentingnya budaya dalam membangun karakter bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Manifesto itu merujuk pada amanat Pasal 32 UUD 1945 yang menegaskan negara untuk memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia.


Baca juga: Refleksi Hari Kartini 2025, Batak Center Usulkan Putri Raja Sisingamangaraja XII Jadi Pahlawan Nasional

Ketua Panitia, Dr. Freddy Pandiangan, menekankan acara ini bukan hanya syukuran, tetapi momentum memperkokoh persaudaraan dan identitas budaya.

Tema yang diusung, Merajut Keragaman Budaya Nusantara Menuju Indonesia Emas 2045, menjadi payung semangat seluruh rangkaian kegiatan.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Batak Center memberikan Apresiasi I kepada 9 anak sekolah dasar dan menengah yang mampu berbahasa Batak.

Langkah ini bertujuan menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap bahasa ibu di tengah arus globalisasi.

Penghargaan juga diberikan kepada 13 pegiat budaya, 5 lembaga keagamaan, dan 5 organisasi mitra kerjasama.


Baca juga: HUT Ke-6, Batak Center Cetuskan Manifesto Kebudayaan untuk Indonesia Emas 2045

Semua penerima dianggap sebagai penjaga nilai-nilai luhur, pelaku tradisi, dan pelestari aksara Batak.

Dalam kesempatan itu, Batak Center dan FSKN sepakat menjalin kemitraan strategis dalam promosi nilai-nilai budaya Batak dan Nusantara.

“Batak Center siap bergandengan tangan dengan semua pihak dalam menjaga dan memajukan warisan budaya demi Indonesia yang berkepribadian dalam kebudayaan,” tegas Sintong.

Acara ditutup dengan nuansa syukur dan harapan. Bagi Batak Center, tujuh tahun perjalanan bukan hanya refleksi, melainkan deklarasi tekad untuk memperkuat jati diri budaya Batak dalam bingkai kebangsaan.(*)

#FadliZon #BatakCenter #HUTRI80 #IndonesiaEmas2045 #KebudayaanBatak #ManifestoKebudayaan #BahasaBatak #PelestarianBudaya #KeratonNusantara #WarisanBudaya

Menteri Fadli Zon Sebut Batak Center Sebagai Penjaga Budaya dan Berharap Adanya Museum Batak

0

Suasana Ballroom NTV Tower, Pulomas, Jakarta, Senin (18/8/2025), dipenuhi semangat kebangsaan dan kebudayaan. Ratusan pasang mata tertuju pada panggung megah tempat Menteri Kebudayaan Fadli Zon berdiri, menyampaikan pidato dalam rangka Apresiasi I Batak Center sekaligus perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia dan HUT ke-7 Batak Center.

Deretan tokoh nasional tampak hadir yaitu Ketua Umum DPN Batak Center Ir. Sintong M Tampubolon didampingi Sekjen Batak Center Drs Jerry R Sirait, pendiri sekaligus Presiden Komisaris NTV Nurdin Tampubolon, Presiden Direktur NTV Don Bosco Selamun, Brigjen Polisi (Purn.) Dr. A. Mapparessa selaku Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara hingga Irjen Kementerian Kebudayaan Fryda Lucyana.

Dari kalangan seniman dari keluarga Sidik Sitompul, pengarang Lagu O Indonesia yang diubah menjadi Lagu O Tano Batak, juga turut meramaikan acara.


Baca juga: Batak Center Apresiasi Keputusan Presiden Prabowo Beri Abolisi Tom Lembong dan Amnesti Hasto Kristiyanto

Indonesia, 80 Tahun Tegak Berdiri

Dalam pidatonya, Fadli Zon menekankan bahwa usia 80 tahun kemerdekaan merupakan capaian luar biasa yang tidak dimiliki banyak negara.

Uni Soviet bahkan hanya bertahan kurang dari 70 tahun. Yugoslavia, salah satu pendiri Gerakan Non Blok, pecah menjadi tujuh negara. Indonesia bersyukur masih tegak, berdaulat, dan stabil,” ujarnya.

Fadli menambahkan, kekuatan bangsa tidak hanya bertumpu pada ekonomi dan politik, tetapi juga budaya. Budaya, katanya, adalah perekat dan pengikat, bukan pemecah.


Baca juga: Refleksi Hari Kartini 2025, Batak Center Usulkan Putri Raja Sisingamangaraja XII Jadi Pahlawan Nasional

Megadiversity, Kekayaan Budaya Nusantara

Fadli menyoroti betapa kayanya Indonesia dengan lebih dari 1.340 suku bangsa dan 718 bahasa daerah.

Kita tidak sekadar diversity, tetapi mega diversity. Hingga kini Kementerian Kebudayaan mencatat lebih dari 2.200 warisan budaya tak benda, padahal potensinya bisa mencapai 60 ribu,” ungkapnya.

Ia mengingatkan, budaya bukan sekadar warisan, melainkan aset nasional yang harus diperlakukan layaknya “harta karun” negara.

Bukan hanya nikel, batubara, atau minyak. Budaya adalah kekuatan soft power kita di mata dunia,” katanya, seraya mencontohkan bagaimana Hollywood, Bollywood, dan Korean Wave menjadi simbol kekuatan budaya global.


Baca juga: Batak Center Gelar Memorial Lecture 180 Tahun Raja Sisingamangaraja XII, Nyalakan Kembali Api Perjuangan di Tengah Perubahan Zaman

Dari Goa Purba Hingga Gelombang Digital

Menteri Kebudayaan itu juga mengangkat fakta arkeologis, seperti lukisan purba di Goa Leang Karampuang, Maros, yang berusia lebih dari 51 ribu tahun.

Penemuan tersebut, menurutnya, menegaskan posisi Nusantara sebagai salah satu peradaban tertua dunia. Namun Fadli juga menyoroti tantangan era digital.

Generasi sekarang hidup dalam banjir informasi. Maka budaya lokal, bahasa, manuskrip, hingga permainan tradisional harus terus dijaga. Museum dan pusat kebudayaan tidak boleh jadi etalase mati, tapi menjadi pusat edukasi dan literasi,” tegasnya.


Baca juga: HUT Ke-6, Batak Center Cetuskan Manifesto Kebudayaan untuk Indonesia Emas 2045

Batak Center, Penjaga Budaya dan Identitas

Mengapresiasi peran Batak Center dan Forum Silaturahmi Keraton Nusantara, Menteri Fadli Zon menyebut kedua organisasi ini sebagai penjaga warisan budaya sekaligus motor perekat keberagaman.

Ia bahkan menyarankan dibangunnya Museum Batak sebagai etalase peradaban Nusantara.

Di penghujung pidato, Fadli mengingatkan kembali pesan konstitusi: negara wajib memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan akar budayanya. Budaya adalah fondasi Indonesia Emas,” pungkasnya, disambut tepuk tangan riuh hadirin.

Acara kemudian ditutup dengan doa syukur, penampilan seni, serta semangat yang mengalir dari panggung ke seluruh ruangan—semangat merawat keberagaman budaya menuju Indonesia Emas 2045. (VIC)

#FadliZon #BatakCenter #HUTRI80 #IndonesiaEmas #KebudayaanNusantara #MegaDiversity #WarisanBudaya #SoftPowerIndonesia #MuseumBatak #BudayaAdalahKekuatan