Beranda blog Halaman 51

Kebersamaan GALARUWA Satukan Visi dan Misi dalam KopDar I

0

IndonesiaVoice.com | Suasana hangat dan kebersamaan nampak terlihat dalam Kopi Darat I Perkumpulan Jaga Pancasila Zamrud Khatulistiwa (Galaruwa) yang diadakan di Fave Hotel, Depok, Sabtu (26/11/2022).

Acara dibuka dengan doa Pdt Yesaya Suharsono, dilanjutkan upacara organisasi menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza dengan dirigent Melinda A I Dewiyanti dan pembacaan Ikrar Sapta Juang Putra Putri Indonesia yang dipandu oleh M Gading Manurung.

Keakraban ditengah keberagaman terlihat manakala masing-masing peserta menyanyikan lagu daerahnya. Mulai lagu berbahasa Jawa, Batak, Papua, Maluku, dan lain-lain.

Ketua Umum Perkumpulan Jaga Pancasila Zamrud Khatulistiwa (Galaruwa) Ir Santiamer S Halolo menjelaskan, kopdar ini semacam musyawarah dalam rangka silaturahmi kebersamaan. Sebab, sejak Galaruwa resmi berbadan hukum diakui oleh negara pada 4 Juli 2022, hanya bersua di media sosial (medsos).

Baca juga: Sampaikan Kuliah Umum di PKKMB Universitas Trilogi, Ketua MPR: Pentingnya “Vaksinasi” Ideologi Kebangsaan





“Inilah pertama kali kita ketemu tatap muka (face to face). Sekaligus memperkenalkan organisasi ini agar punya pemahaman yang sama sehingga tidak gampang diombang-ambingkan. Itu tujuan dari kopdar ini,” urai dia.

Lebih jauh Santiamer mengemukakan Visi Galaruwa adalah, “Perkumpulan yang senantiasa memenuhi panggilan tugas bela negara untuk keutuhan dan tetap tegak dan utuhnya NKRI berasaskan Pancasila, berlandaskan pembukaan UUD 1945 dan utuhnya jati diri bangsa Indonesia yang Pancasilais.”

Sementara Misinya adalah “Mengawal, menjaga kemurnian dan konsistensi implementasi Pancasila serta pembukaan UUD 1945 sebagai satu-satunya ideologi dan landasan konstitusi NKRI baik dalam keadaan damai maupun krisis.”

Baca juga: PGI Minta Polisi Bersikap Adil Terkait Soal Penghinaan Agama





Santiamer menegaskan, Galaruwa merupakan organisasi yang bersifat terbuka, berwatak pejuang, berwawasan kebangsaan, demokratis, mandiri, independen dan netral. “Jadi organisasi ini bukan berbasis suku atau agama, tapi basisnya adalah nasional kebangsaan,” kata dia.

Lanjut Santiamer, meski baru berdiri 4 Juli 2022, Galaruwa telah melakukan serangkaian kegiatan. Diantaranya, memberikan bantuan materi dan materil kepada M Kace yang mengalami diskriminasi hukum dan mengikuti parade budaya pemakaian Kebaya di Bandung.

Juga, Galaruwa melakukan pendampingan bantuan hukum kepada perkara Hukum Jansen Hutajulu di Stabat, Langkat Sumatera Utara dan mengorganisir aksi damai ke Kedubes Iran di Jakarta dalam rangka penentangan wajib mengenakan jilbab.

Baca juga: Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Berikan Penghargaan Kepada 17 Tokoh Nasional





“Galaruwa juga, pada 1 November, meminta Bareskrim Polri menerapkan hukum yang sama kepada terduga penista Agama Julius Setiadi. Dan pada tanggal 19 November, kami menindaklanjuti pemberian bantuan hukum kepada Pengungsi (Refugees) Iran dan Afghanistan oleh kuasa hukum yang ditunjuk Galaruwa,” urai dia.

Melalui Kopdar ini, Santiamer berharap semakin banyak orang-orang yang terpanggil untuk membangun militansi nasionalisme dan kebangsaan Indonesia.

“Seperti motto kita ‘Tan Hana Wighna Tan Sirna’ yang artinya tidak ada rintangan apapun yang tidak bisa diatasi. Namun kita mesti berjalan lurus menurut konstitusi dan Pancasila. Bukan eka (ekstrim kanan) dan eki (ekstrim kiri), tapi kita berada ditengah saja yaitu jalan Wawasan Kebangsaan,” pungkasnya.

Baca juga: Menag: Menghina Simbol Agama adalah Pidana, Ceramah Harus Edukatif dan Mencerahkan





Sementara Ketua Yayasan Galaruwa, Lisnora Simatupang juga berharap melalui kopdar ini semua yang hadir tergugah untuk memperjuangkan tegaknya Pancasila di Indonesia sebagai satu-satunya ideologi di negara ini. “Kita bersama-sama mengawal implementasi Pancasila dan UUD 1945,” kata dia.

Lisnora menambahkan, kedepannya pertemuan ini tidak hanya sebatas 50 orang, namun lebih besar lagi sampai seluruh Indonesia kalau organisasi ini sudah berada di 38 provinsi.

“Sementara ini kita sudah bentuk DPW Provinsi Sumatera Utara pada 5 September 2022. Kita akan melakukan percepatan untuk membentuk DPW di 38 Provinsi di Indonesia,” tandasnya.

(Vic)

Before, Now & Then (NANA) Raih Piala Citra Sebagai Cerita Panjang Terbaik, Kemenangan Film Perempuan

0

IndonesiaVoice.com | Film produksi Fourcolours Films dan Titimangsa Foundation, “Before, Now & Then (NANA)” menyabet lima piala Citra pada gelaran Festival Film Indonesia 2022 yang dilaksanakan 22 November 2022.

Film “Before, Now & Then (NANA)” yang disutradarai oleh Kamila Andini, meraih piala pada kategori paling bergengsi dalam FFI yaitu Film Cerita Panjang Terbaik.

“Piala ini kami persembahkan untuk Nana, perempuan pemberani yang menempuh jalan sulit untuk merdeka, merdeka menjadi diri sendiri.” kata Gita Fara selaku produser film “Before, Now & Then (NANA)”.

Baca juga: Ini 27 Pemenang Festival Film Indonesia 2022





Kamila Andini juga menambahkan “Kemenangan ini untuk para leluhur kami di Tanah Sunda” pada sesi penyampaian pesan setelah menerima Piala Citra pada malam Festival Film Indonesia 2022.

Selain memenangkan kategori Film Cerita Panjang Terbaik, film ini juga memenangkan empat Piala Citra dari empat kategori lainnya, yaitu Pengarah Sinematografi Terbaik diraih Batara Goempar ICS, Pengarah Artistik Terbaik oleh Vida Sylvia, Penyunting Gambar Terbaik oleh Akhmad Fesdi Anggoro, dan terakhir Penata Musik Terbaik diraih Ricky Lionardi.

Sebelum diganjar lima Piala Citra, Film “Before, Now & Then (NANA)” sudah lebih dulu menjelajah beberapa festival film dan meraih penghargaan pada festival tersebut.

Baca juga: Tiga Menteri Hadiri Malam Anugerah Piala Citra Festival Film Indonesia 2022





Sebut saja Berlin International Film Festival dan Asia Pacific Screen Awards. Pada partisipasinya digelaran Berlin International Film Festival, film “Before, Now & Then (NANA)” memenangkan penghargaan Silver Bear for Best Supporting Performance yang diraih oleh Laura Basuki dalam perannya sebagai Ino.

Kemudian pada penganugerahan Asia Pacific Screen Awards, film “Before, Now & Then (NANA)” meraih penghargaan Best Film.

Untuk Indonesia dan Asia Tenggara, Film “Before, Now & Then (Nana)” bisa ditonton di Prime Video. Distribusi film “Before, Now & Then (NANA)” juga menjelajah ke beberapa negara.

Baca juga: Trailer Film Cek Toko Sebelah 2 dirilis, Penuh Intrik dan Komedi





Taiwan dan Hongkong menjadi negara yang juga sudah menayangkan Film “Before, Now & Then (NANA)”. Setelahnya, pada bulan Desember 2022, akan dilanjutkan penayangan Bioskop di Korea Selatan pada tanggal 15 Desember dan Perancis pada tanggal 24 Desember.

Daftar negara yang akan menayangkan Film “Before, Now & Then (NANA)” masih panjang, seperti Swiss, Spanyol, Yunani, Italia, Swedia, Yugoslavia, Republik Ceko, Polandia, Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara Timur Tengah.

Film berlatar waktu di akhir 1960-an ini membawa Kamila Andini ke eksplorasi baru dalam perjalanan kariernya sebagai sutradara, ia menggarap film periodik yang juga diinspirasikan dari kisah nyata.

Baca juga: Film Sri Asih, Ceritakan Aksi Superhero Perempuan Pertama Indonesia





Kamila Andini berbagi ceritanya, “Film periodik Indonesia selalu terkait dengan sesuatu yang besar atau tentang seorang tokoh penting, sedangkan ketika saya mengerjakan ini saya ingin menceritakan seorang tokoh perempuan pada umumnya, seperti nenek kita, kakak kita atau ibu kita, yang bisa disayangi dengan semua kekurangan dan kelebihannya. Kebetulan saja ia hidup di masa itu. Tapi kita juga bisa berefleksi dengan masa itu dan masih bisa terhubung dengan masa kini. Saya ingin membuat jembatan dari masa lalu ke masa sekarang.”

“Before, Now & Then (NANA)” merupakan proyek film yang disiapkan sejak tahun 2018, diproduksi oleh Fourcolours Films yang sebelumnya memproduksi film panjang Siti, Film Terbaik FFI 2015 karya Eddie Cahyono; Turah, film wakil Indonesia untuk Academy Awards 2017 karya Wicaksono Wisnu Legowo, dan Kucumbu Tubuh Indahku, Film Terbaik FFI 2019 karya Garin Nugroho.

Dalam produksi ini Fourcolours Films bekerja sama dengan Titimangsa Foundation. Happy Salma, pendiri sekaligus direktur dari Titimangsa juga berperan sebagai NANA.

Baca juga: Trailer dan Poster Film Qorin Diluncurkan, Angkat Kisah Santri dan Ritual Sesat





Ia juga menduduki kursi produser pendamping untuk film ini. Titimangsa sebelumnya banyak memproduksi seni pertunjukan seperti Rumah Kenangan, Aku Istri Munir dan juga Bunga Penutup Abad.

Produksi film ini memperoleh dukungan pendanaan dari Purin Pictures Thailand untuk dukungan pendanaan pasca produksi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat untuk support produksi, dan juga berhasil memenangkan penghargaan CJ ENM Award di Asian Project Market Busan International Film Festival 2021. (Vic)

Lebih Dekat dengan Laura Basuki, Si Cantik Pemeran Natalie di CEK TOKO SEBELAH 2

0

IndonesiaVoice.com | Setelah enam tahun sejak film pertamanya tayang, akhirnya CEK TOKO SEBELAH 2 akan tayang di bioskop pada 22 Desember 2022.

Di film keduanya ini masih akan membahas kisah permasalahan yang terjadi di dalam keluarga Ko Afuk, seperti drama percintaan Erwin bersama Natalie, serta permasalahan rumah tangga Yohan dan Ayu. Meskipun di film kedua ini, ada sedikit penyesuaian.

Salah satunya, karena kebutuhan skrip ada perubahan pada pemeran Natalie, yang kini diperankan oleh Laura Basuki.

Baca juga: Trailer Film Cek Toko Sebelah 2 dirilis, Penuh Intrik dan Komedi





Nama Laura Basuki tentunya sudah tidak asing lagi di industri film Tanah Air. Namun enggak ada salahnya berkenalan lebih dekat lagi yuk dengan pemeran Natalie di CEK TOKO SEBELAH 2.

Wanita kelahiran 9 Januari 1988 ini memiliki darah Jawa, Tionghoa dan Vietnam. Ia mengawali karirnya sebagai model yang kemudian debut sebagai aktris lewat film Gara Gara Bola pada 2008 lalu. Sebelum dikenal sebagai aktris, ia pernah bercita-cita sebagai seorang kasir.

Setelah debut akting lewat film Gara Gara Bola, Laura Basuki mendapatkan beberapa tawaran lain. Ia kemudian juga membintangi film lain seperti 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta, #RepublikTwitter, Di Timur Matahari, Madre, dan film lain yang rilis sebelum CEK TOKO SEBELAH 2 yaitu Before, Now & Then (Nana).

Baca juga: Laura Basuki Merasa Bersalah dengan Istri Ernest Prakasa di Film CEK TOKO SEBELAH 2, Ada Apa?





Sukses membintangi sejumlah film juga diiringi dengan banyaknya penghargaan yang ia kumpulkan. Di fllm sebelumnya Laura Basuki berhasil memenangkan dua penghargaan sekaligus untuk kategori pendatang baru wanita terbaik dan pendatang baru wanita terfavorit di ajang Indonesia Movie Actors Awards.

Sementara yang terbaru, lewat film Before, Now & Then (Nana) ia berhasil membawa pulang penghargaan internasional untuk kategori best supporting performance dari Berlin International Film Festival dan memenangkan penghargaan pemeran pembantu wanita terpuji film bioskop Festival Film Bandung.

Meski sudah lama berkarir di industri film, namun Laura Basuki baru pertama kalinya bekerja sama dengan Ernest Prakasa di CEK TOKO SEBELAH 2. Di film ini, ia dan Ernest sebagai sepasang kekasih yang ingin ke jenjang yang lebih serius.

Baca juga: Sering Disebut Power Couple Berikut Daftar Karya Bersama Meira Anastasia dan Ernest Prakasa!





Karena dituntut beradegan mesra dengan Ernest, Laura sampai tidak enak hati kepada Meira Anastasia, istri Ernest. Pasalnya. Laura harus beradegan mesra dengan Ernest, sementara Meira juga melihat langsung di lokasi karena berperan sebagai co-director di film CEK TOKO SEBELAH 2.

Meski sempat tidak enak dengan kondisi tersebut, namun Laura Basuki dengan mulus menyelesaikan syuting bersama pemain lainnya.

Ia bahkan mengungkapkan rasa senangnya bisa memerankan karakter Natalie. Karena kebetulan, ia dan karakter Natalie memiliki satu kesamaan, yaitu sama-sama suka makan mie instan.

Baca juga: Before, Now & Then (NANA) Raih Piala Citra Sebagai Cerita Panjang Terbaik, Kemenangan Film Perempuan





Penasaran dengan akting Laura Basuki di CEK TOKO SEBELAH 2? Film ini masih diperankan oleh Ernest Prakasa, Chew Kin Wah, Dion Wiyoko, Adinia Wirasti, Adjis Doa Ibu, Awwe, Yusril Fahriza, dan Hernawan Yoga dengan cast yg baru bergabung Laura Basuki, Widuri Putri, Maya Hasan.

Film CEK TOKO SEBELAH 2 kembali disutradarai dan ditulis Ernest Prakasa, yang dibantu oleh Meira Anastasia. Di film kedua ini, masih akan bercerita tentang Erwin dan Yohan. Namun kali ini dengan masalah baru.

Erwin yang hendak melamar Natalie namun terbentur restu, dan Koh Afuk yang menuntut Yohan dan Ayu untuk segera punya momongan. Yuk sama-sama tunggu penayangan perdananya mulai 22 Desember 2022. (VIC)

 

Ini 27 Pemenang Festival Film Indonesia 2022

0

IndonesiaVoice.com | Sebanyak 27 penghargaan Malam Anugerah Piala Citra Festival Film Indonesia 2022 diumumkan, setelah melalui berbagai tahapan penjurian, di Plenary Hall, Jakarta Convention Centre, Jakarta (22/11/2022).

Berikut Daftar Pemenang Festival Film Indonesia 2022:

PERAIH PIALA CITRA FFI 2022

1. FILM CERITA PANJANG TERBAIK:
BEFORE, NOW & THEN (NANA) – FOURCOLOURS FILMS & TITIMANGSA FOUNDATION – IFA ISFANSYAH & GITA FARA

2. SUTRADARA TERBAIK:
EDWIN – SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS

3. PENULIS SKENARIO ASLI TERBAIK:
MAKBUL MUBARAK – AUTOBIOGRAPHY

4. PENULIS SKENARIO ADAPTASI TERBAIK:
EDWIN & EKA KURNIAWAN – SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS

5. PENGARAH SINEMATOGRAFI TERBAIK:
BATARA GOEMPAR, I.C.S. – BEFORE, NOW & THEN (NANA)

6. PENGARAH ARTISTIK TERBAIK
VIDA SYLVIA – BEFORE, NOW & THEN (NANA)

7. PENATA EFEK VISUAL TERBAIK:
ABBY ELDIPIE – PENGABDI SETAN 2: COMMUNION

8. PENYUNTING GAMBAR TERBAIK:
AKHMAD FESDI ANGGORO – BEFORE, NOW & THEN (NANA)

9. PENATA SUARA TERBAIK:
MOHAMAD IKHSAN & ANHAR MOHA – PENGABDI SETAN 2: COMMUNION

10. PENATA MUSIK TERBAIK:
RICKY LIONARDI – BEFORE, NOW & THEN (NANA)

11. PENCIPTA LAGU TEMA TERBAIK:
ANDI RIANTO & MONTY TIWA – “MELANGKAH” – BACKSTAGE

12. PENATA BUSANA TERBAIK:
GEMAILLA GEA GERIANTIANA – SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS

13. PENATA RIAS TERBAIK:
EBA SHEBA – KADET 1947

14. PEMERAN UTAMA PRIA TERBAIK:
MARTHINO LIO – SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS

15. PEMERAN UTAMA PEREMPUAN TERBAIK:
LADYA CHERYL – SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS

16. PEMERAN PENDUKUNG PRIA TERBAIK:
SLAMET RAHARDJO DJAROT – CINTA PERTAMA, KEDUA & KETIGA

17. PEMERAN PENDUKUNG PEREMPUAN TERBAIK:
PUTRI MARINO – LOSMEN BU BROTO

18. FILM CERITA PENDEK TERBAIK:
DANCING COLORS – SUTRADARA: M. REZA FAHRIYANSYAH – PRODUSER: SAID NURHIDAYAT

19. FILM DOKUMENTER PANJANG TERBAIK:
ININNAWA: AN ISLAND CALLING – SUTRADARA: ARFAN SABRAN – PRODUSER: NICK CALPAKDJIAN & MARK OLSEN

20. FILM DOKUMENTER PENDEK TERBAIK:
GIMBAL – SUTRADARA: SIDIQ ARIYADI – PRODUSER: IRNAYANI DINA MAHMUDAH

21. FILM ANIMASI PENDEK TERBAIK:
BLACKOUT – SUTRADARA & PRODUSER: FAIZ AZHAR

22. PENGABDIAN SEUMUR HIDUP UNTUK FILM: RIMA MELATI

PENGHARGAAN KHUSUS FFI 2022

23. KARYA KRITIK FILM TERBAIK (PENGHARGAAN TANETE PONG MASAK): PEREMPUAN SEBAGAI ILUSI: POLITIK SEKSUAL FILM LOVE FOR SALE – KREATOR: ERINA ADELINE TANDIAN – MEDIA RILIS: YOUTUBE/ERINAADELINE

24. FILM PILIHAN PENONTON (PENGHARGAAN RATNA ASMARA): MENCURI RADEN SALEH – PRODUKSI: VISINEMA PICTURES – PRODUSER: CRISTIAN IMANUELL

25. AKTOR PILIHAN PENONTON (PENGHARGAAN BENYAMIN SUEB): VINO G. BASTIAN – MIRACLE IN CELL NO. 7

26. AKTRIS PILIHAN PENONTON (PENGHARGAAN RIMA MELATI): AGHNINY HAQUE – MENCURI RADEN SALEH

27. PENGHARGAAN KHUSUS DEWAN JURI AKHIR FILM CERITA PENDEK: MEMBICARAKAN KEJUJURAN DIANA – SUTRADARA: ANGKASA RAMADHAN – PRODUSER: RIEN AL-ANSHARI & LINDA OCHY

(Vic)

Tiga Menteri Hadiri Malam Anugerah Piala Citra Festival Film Indonesia 2022

0

IndonesiaVoice.com  | Setelah melalui berbagai tahapan penjurian, akhirnya Malam Anugerah Piala Citra Festival Film Indonesia 2022 digelar di Plenary Hall, Jakarta Convention Centre, Jakarta (22/11/2022). Acara ini disiarkan secara eksklusif di kanal YouTube Festival Film Indonesia, Kemendikbud RI, dan Budaya Saya.

Acara dimeriahkan oleh penampilan dari Andi Rianto & Magenta Orkestra, Happy Salma, Isyana Sarasvati, Lyodra, JS Choir, serta para Duta Festival Film Indonesia 2022, yaitu Cut Mini, Marsha Timothy, Prilly Latuconsina, dan Shenina Cinnamon.

Turut hadir membacakan nominasi dan memberikan Piala Citra dan Plakat Penghargaan Khusus, antara lain Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI Nadiem Makarim, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani, Menteri BUMN RI Erick Thohir, Laura Basuki, Raihaanun, Putri Marino, Ayu Laksmi, Sekar Ayu Asmara, Chelsea Islan, Titiek Puspa, Asmara Abigail, Asha Smara Darra, Hannah Al Rashid, Tara Basro, Sheila Timothy, Kamila Andini, Najwa Shihab, Maudy Koesnaedi, dan Maxime Bouttier.

Baca juga: Trailer Film Cek Toko Sebelah 2 dirilis, Penuh Intrik dan Komedi





Dewan Juri Akhir yang berjumlah total 21 orang telah berembuk sesuai kategorinya masing-masing untuk menentukan pemenang 22 kategori penghargaan FFI 2022.

Dewan Juri Akhir untuk kategori Film Cerita Panjang terdiri dari Budi Irawanto, Christine Hakim, Dolorosa Sinaga, Edwin Nazir, Iswadi Pratama, Nur Hidayat, Prima Rusdi, Thoersi Argeswara, dan Yosep Anggi Noen.

Dewan Juri Akhir Film Cerita Pendek terdiri dari Edo Wulia, Lulu Ratna, dan Mandy Marahimin. Dewan Juri Akhir Film Animasi terdiri dari Bony Wirasmono, Chandra S. Endroputro, dan Kemal Hasan. Dewan Juri Akhir Film Dokumenter terdiri dari Erlan Basri, Fanny Chotimah, dan IGP Wiranegara.

Baca juga: Film Sri Asih, Ceritakan Aksi Superhero Perempuan Pertama Indonesia





Dewan Juri Akhir Kritik Film terdiri dari Adrian Jonathan Pasaribu, Kukuh Yudha Karnanta, dan Mundi Rahayu. Daftar pemenang 18 kategori penghargaan Piala Citra dan 4 penghargaan khusus FFI 2022 terlampir.

Selain itu, Dewan Pengabdian Seumur Hidup untuk Film yang terdiri dari Budiyati Abiyoga, Jajang C Noer, dan Widyawati juga memutuskan untuk memberikan Piala Citra Pengabdian Seumur Hidup untuk Film kepada mendiang aktris senior, Rima Melati.

Rima Melati atau Marjolien Tambajong lahir di Tondano, Sulawesi Utara pada 22 Agustus 1939. Ia memulai kiprahnya di industri film lewat peran kecil di film Djuara Sepatu Roda (1958) dan kemudian mendapat peran utama di film Kisah Tak Sampai (1961) yang disutradarai Turino Djunaidy.

Baca juga: Trailer dan Poster Film Qorin Diluncurkan, Angkat Kisah Santri dan Ritual Sesat





Sepanjang hidupnya, ia telah bermain di lebih dari 100 film, termasuk film debut Teguh Karya, Wadjah Seorang Laki-Laki (1971) dan Sjumandjaja, Lewat Tengah Malam (1971, serta menyutradarai dua film.

Ia meraih Piala Citra untuk Pemeran Utama Wanita Terbaik pada FFI 1973 lewat film Intan Berduri (1972) dan penghargaan Aktris Pendukung Terbaik di Festival Film Asia Pasifik 2005.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada 1955, Festival Film Indonesia (FFI) digagas sebagai barometer perkembangan kualitas perfilman Indonesia.

Baca juga: Film Inang Angkat Kisah Horor Mitos Jawa Rebo Wekasan, Tayang 13 Oktober di Bioskop





Melalui berbagai penghargaan yang diberikan, publik dan kalangan perfilman bisa membaca pencapaian terbaik yang dihasilkan pekerja film tanah air selama setahun terakhir. (Vic)

Trailer Film Cek Toko Sebelah 2 dirilis, Penuh Intrik dan Komedi

0

IndonesiaVoice.com  Satu bulan jelang penayangan Cek Toko Sebelah 2, Rumah Produksi Starvision merilis Official Trailer di XXI Metropole Jakarta, Selasa (22/11/2022). Cek Toko Sebelah 2 akan menjadi film perayaan tutup tahun dari Starvision.

Dalam acara ini turut hadir Chand Parwez Servia selaku produser, Ernest Prakasa sebagai sutradara sekaligus pemain, Meira Anastasia sebagai penulis dan dihadiri juga oleh pemain lainnya seperti Laura Basuki, Dion Wiyoko, Widuri Puteri, Adjisdoaibu dan Hernawan Yoga.

Para filmmaker dan pemain sangat antusias menyambut perilisan Cek Toko Sebelah 2, karena film ini sudah dinanti-nanti oleh para penggemarnya.

Baca juga: Film Sri Asih, Ceritakan Aksi Superhero Perempuan Pertama Indonesia





“Dengan spirit yang sama dengan film pertamanya Ernest kembali melanjutkan cerita dari keluarga Koh Afuk. Bersama dengan Meira Anastasia, Ernest mencoba menciptakan sesuatu yang tidak kalah menarik, dan pastinya ide-ide yang dihadirkan lebih kuat, karena kami mencoba untuk mewujudkan ekspektasi dari para penggemar,” ungkap Chand Parwez Servia selaku Produser Starvision.

“Saya sangat excited menutup tahun ini dengan mempersembahkan Cek Toko Sebelah 2 kepada penonton yang sudah lama menunggu. Semoga film ini bisa diterima penonton, dan menjadi film penutup tahun yang menghangatkan sekaligus menghibur penontonnya,” ujarnya.

Tak hanya membicarakan mengenai filmnya, pihak Starvision juga merilis official trailer yang menggambarkan konflik dan keseruan di dalam film Cek Toko Sebelah 2.

Baca juga: Trailer dan Poster Film Qorin Diluncurkan, Angkat Kisah Santri dan Ritual Sesat





Film ini masih bercerita tentang hubungan kakak beradik Erwin (Ernest Prakasa) dan Yohan (Dion Wiyoko) dengan ayah mereka, Koh Afuk (Chew Kinwah).

Dari trailer terlihat kehidupan keluarga Koh Afuk yang baru setelah tak lagi memiliki toko. Namun konflik baru timbul ketika Koh Afuk meminta cucu dari Yohan dan istrinya, Ayu (Adinia Wirasti). Di saat pasangan ini masih mempertimbangkan kehadiran buah hati, mereka tiba-tiba harus merawat seorang anak bernama Amanda (Widuri Puteri).

Di sisi lain, Erwin harus memenangkan hati Agnes (Maya Hasan), ibu dari kekasihnya, Natalie (Laura Basuki). Banyak pertimbangan yang harus dilalui Erwin dan membuat hubungannya bersama Natalie berada di ujung tanduk.

Baca juga: Film Inang Angkat Kisah Horor Mitos Jawa Rebo Wekasan, Tayang 13 Oktober di Bioskop





Meski hadir dengan cerita khas drama keluarga dengan berbagai intrik di dalamnya, namun Cek Toko Sebelah 2 tetap memiliki sisi humor yang segar dan menghibur. Di sinilah yang akan tetap menjadi daya tarik dari film yang disutradarai Ernest Prakasa ini.

“Membuat sekuel itu selalu sulit. Saya dan Meira mencoba untuk menggali lebih dalam para karakter yang ada untuk menemukan konflik yang bisa menjadikan konflik di suguhan kali ini bisa lebih baik atau minimal setara dengan film sebelumnya”, ungkap Ernest.

Menambahkan komentar Ernest, Dion Wiyoko juga berharap film ini juga bisa memberikan pengalaman yang intens dan membekas untuk penontonnya.

Baca juga: Tayang Hari Ini! Film Jakarta vs Everybody Kembali Hadir di Bioskop Online





“Senang sekali bisa kumpul lagi. Pastinya proses syutingnya penuh dengan keseruan, banyak ketawa tapi juga banyak yang akhirnya bikin kita sebagai pemain ikut emosional juga. Dengan menggali masing-masing karakter lebih dalam, dan rasa yang sama dengan film pertamanya, semoga Cek Toko Sebelah 2 bisa sesuai dengan harapan penontonnya,” ungkap Dion Wiyoko.

Tak ketinggalan, Laura Basuki, yang baru bergabung di film kedua ini menyampaikan harapannya saat film ini dirilis.

“Sebagai Natalie tentunya saya berharap bisa membawakan peran ini dengan baik dan saya percaya cerita Cek Toko Sebelah 2 ini akan menjadi tontonan istimewa di akhir tahun, dan mudah-mudahan bisa memberikan dampak positif bagi yang menontonnya, bisa membuat hubungan antar anggota keluarga menjadi lebih dekat dan lebih terbuka lagi untuk saling menerima satu sama lain,” tutupnya. (*)

(Vic)

 

 

Film Sri Asih, Ceritakan Aksi Superhero Perempuan Pertama Indonesia

0

Screenplay Bumilangit mempersembahkan “Sri Asih”, film kedua dari Bumilangit Cinematic Universe setelah “Gundala” yang dirilis tahun 2019.

Film yang disutradarai oleh Upi dan ditulis skenarionya oleh Upi dan Joko Anwar ini siap bertemu dengan penonton di bioskop seluruh Indonesia pada 17 November 2022.

Sri Asih merupakan jagoan pertama yang tampil dalam cergam Indonesia dan diciptakan oleh Bapak Komik Indonesia, R A Kosasih.

Film “Sri Asih” berkisah tentang Alana yang tak mengerti kenapa ia selalu dipengaruhi amarah, tapi ia selalu berusaha melawannya.

Baca juga: Trailer dan Poster Film Qorin Diluncurkan, Angkat Kisah Santri dan Ritual Sesat





Memasuki usia dewasa, Alana menemukan fakta mengenai asalnya: ia bukan perempuan biasa. Ia mungkin adalah berkah untuk kemanusiaan dan menjadi pelindungnya sebagai Sri Asih. Atau ia bisa juga menyebabkan kehancuran bagi dunia, jika ia tak bisa mengontrol amarahnya.

Melalui penayangan terbatasnya pada 12 November lalu, film “Sri Asih” sudah menjaring berbagai tanggapan antusias dari para penonton. Antusiasme penonton tidak berhenti di waktu penayangan, para penonton yang sudah mendapatkan kesempatan untuk menonton pada penayangan spesial tampak riuh memberikan tanggapan kepada film “Sri Asih”.

Akun reviewer film Keramagz menulis, “SRI ASIH – The Best Indonesian Superhero live action movie so far…!! No debat. Lu ga bakal nyesel nungguin film ini #sriasih.”

Baca juga: Film Inang Angkat Kisah Horor Mitos Jawa Rebo Wekasan, Tayang 13 Oktober di Bioskop





Akun WorldOfGundala mengungkapkan, “Amazing comic book movie, packed with enough action and thrill to keep you on the edge of your seat the whole run.”

Akun DarkOushiza juga memberi tanggapan: “Sri Asih adalah film adiwira yang lengkap.” “Sejujurnya, ini sangat melebih ekspektasiku. Terjawab sudah penantian kurang lebih 2-3 tahun,” cuit akun situssibos setelah menyaksikan film “Sri Asih.”

Upi, sutradara dan penulis Sri Asih, menceritakan prosesnya “mulai dari persiapan sampai siap tayang, Sri Asih memakan waktu 3 tahun. Bukan hanya karena pandemi, tapi memang secara teknis membutuhkan waktu yang panjang,” kata Upi.

Baca juga: Tayang Hari Ini! Film Jakarta vs Everybody Kembali Hadir di Bioskop Online





“Saya adalah penggemar Bapak R A Kosasih. Suatu kebanggaan luar biasa bagi saya untuk bisa memperkenalkan kembali Sri Asih ke para penonton.”

Joko Anwar, selaku produser dari film “Sri Asih,” mengungkapkan “Sri Asih membuka asal usul cerita Jagat Sinema Bumilangit dan memberikan konteks untuk film-film lanjutannya. Upi mengeksekusi film ini dengan luar biasa.”

Berperan sebagai Alana atau Sri Asih, Pevita Pearce menceritakan proses panjang untuk mempersiapkan dirinya memerankan tokoh Sri Asih. Berbagai latihan fisik, gaya hidup sehat yang ketat, hingga latihan bela diri harus dilaksanakan untuk mendalami dan menghidupkan tokoh Sri Asih.

Baca juga: Seram, Titi Kamal Kondisi Hamil dalam Film Jailangkung: Sandekala Tayang Mulai 22 September





Pevita Pearce mengatakan film “Sri Asih” sangat menantang dan baru baginya, Ia mesti melakoni banyak adegan aksi yang menurutnya seperti bersiap masuk ke medan perang alih-alih set produksi film.

Di film “Sri Asih”, Bumilangit Cinematic Universe telah disiapkan untuk sebuah cerita dengan jagat yang luas.

Banyak kejutan bagi mereka yang sudah pernah menonton “Gundala” sebelumnya atau bahkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan sebelumnya. Salah satunya adalah pengenalan Jagabumi, yang akan disiapkan sebagai bagian dari masa depan Bumilangit Cinematic Universe.




Film kedua Jagat Sinema Bumilangit “Sri Asih” ini juga dibintangi oleh Jefri Nichol, Christine Hakim, Reza Rahadian, Dimas Anggara, Surya Saputra, Randy Pangalila, Jenny Zhang, Dimas Anggara, Revaldo, Faradina Mufti, Fadly Faisal dan Messi Gusti.

Film “Sri Asih” adalah bagian dari Jagat Sinema Bumilangit, yang dibuka dengan ‘patriot’ pertamanya, yaitu Gundala (tayang 29 Agustus 2019). Sri Asih kini dihadirkan sebagai ‘patriot’ ke-2.

Tak sampai di situ, keluasan Jagat Sinema Bumilangit akan berlanjut pada film-film dan serial-serial lain yang tengah diproduksi oleh pihak studio, Screenplay Bumilangit.




Di antaranya “Virgo and the Sparklings” (dibintangi Adhisty Zara) yang akan tayang di bioskop juga serial “Tira” (diperankan oleh Chelsea Islan) untuk khusus tayang di kanal Disney+.

Dengan lebih dari 1.200 karakter komik yang dipunyai oleh Bumilangit, dapat dipastikan Jagat Sinema Bumilangit akan menjadi sajian yang menghibur, dengan terobosan penceritaan dan produksi yang memuaskan untuk penonton Indonesia.

Segera nantikan kabar terbaru dari film “Sri Asih”, dan ikuti beritanya melalui media sosial Screenplay Bumilangit.

Tri Hita Karana Future Knowledge Summit Ajak Pemikir dan Inovator Rumuskan Inovasi dan Visi Bagi Masa Depan Terbaik

0

IndonesiaVoice.com  | Tri Hita Karana (THK) Future Knowledge Summit sebagai kelanjutan dari THK Forum Blended Finance, menggelar pertemuan selama dua hari, untuk mempromosikan kepemimpinan negara berkembang dan negara maju terkait transfer dan inovasi teknologi, dana transformatif agar bisa memperbesar skala investasi dari sektor swasta untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

Konferensi ini akan menghadirkan para pembuat kebijakan, korporasi, komunitas inovator, institusi keuangan, filantropi, LSM, akademisi, dan semua pihak terkait ekosistem inovasi guna memastikan ada aksi global bersama untuk mencapai nol emisi karbon yang memperhatikan unsur sosial, lingkungan, dan ekonomi secara inklusif.

“Kita berada di era kritis. Percepatan investasi untuk inklusi sosial, aksi iklim, kesehatan, dan lingkungan adalah kunci utama. Kita membutuhkan lebih banyak ilmuwan dan mitra teknologi untuk menciptakan inovasi berbasis teknologi yang bisa menyoroti sistem yang harus diubah sebagai solusi bagi pencapaian TPB,” tutur Satryo Soemantri Brodjonegoro, Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, dalam keterangannya, Kamis (17/11/2022).

Baca juga: Luhut Pandjaitan dan Sandiaga Uno Saksikan Peluncuran United in Diversity dan Tsinghua Southeast Asia Center Bali Campus





“Semangat dari pertemuan ini sejalan dengan komitmen trisektor yang telah mengatalisasi pembiayaan campuran lebih dari USD 30 miliar lewat Global Blended Finance Alliance (GBF). Pemerintah Indonesia memiliki aspirasi untuk mendirikan THK Center for Future Knowledge di Bali, bersama-sama dengan masyarakat global untuk merealisasikan Peta Jalan Era Baru Bali Kerthi dalam memecahkan masalah kesehatan, ekonomi biru dan hijau, dan inklusi digital,” tambah Satryo.

Topik diskusi dalam pertemuan ini amat beragam seperti inovasi perhitungan karbon yang akuntabel, teknologi digital dan transformasi, inovasi teknologi di bidang kesehatan, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk manajemen data pemerintah, serta akselerasi pertumbuhan UMKM dan kewirausahaan.

“Jika kita serius dengan komitmen untuk mencapai net-zero, maka tersedianya data yang berkualitas adalah kuncinya. Temuan kami berpotensi lebih baik dalam melakukan inovasi dekarbonisasi melalui proses audit dan akuntasi yang terverifikasi, serta disajikan dalam waktu nyata (real time),” ujar Prof. Karthik Ramanna, University of Oxford.




Selama sesi dialog dengan pemimpin-pemimpin universitas dunia, disepakati bahwa sangat penting untuk mempercepat kontribusi-kontribusi dari universitas bagi pencapaian TPB.

“Meskipun universitas memiliki pendekatan dan program yang berbeda, namun tanggung jawab utamanya adalah membangun kapasitas untuk menyediakan solusi di lima hingga sepuluh tahun mendatang, terutama di bidang teknologi dan ilmu pengetahuan. Salah satu pendekatan yang bisa dilakukan adalah dengan menjadikan mahasiswa sebagai pembelajar sejati, sekaligus menjembatani kesenjangan antara pendidik dan pembelajar untuk memiliki pemahaman yang sama terhadap isu-isu yang terjadi saat ini. Inilah arti dari pengetahuan masa depan,” tutur Edward Crawley, Ford Professor of Engineering, MIT, Senior Academic Advisor, United in Diversity Foundation, Honorary Professor, Tsinghua University.

Pada kesempatan ini, terdapat penandatanganan Surat Pernyataan Niat (Letter of Intent) untuk THK Knowledge Prize Alliance yang melibatkan enam mitra untuk mempromosikan inovasi teknologi berbasis kesadaran dan kewirausahaan lewat insentif hadiah/penghargaan. Platform Ini akan menjadi tempat pertukaran dan terbentuknya koneksi di antara para inovator, investor, peneliti, dan praktisi untuk berbagi praktik terbaik dan menciptakan program-program peningkatan kapasitas.




THK Future Knowledge Prize Alliance bertujuan mendorong semangat kewirausahaan UMKM. Anousheh Ansari, CEO XPrize Foundation menegaskan,”Kita membutuhkan sistem pengetahuan dan kepercayaan untuk mendukung para pebisnis. Kita juga perlu mengajarkan generasi muda tentang teknologi dan kewirausahaan. Ini merupakan perjalanan tentang ‘passion’ yang membutuhkan dukungan emosional dan pendampingan langkah demi langkah, agar mereka dapat memulai perjalanan kewirausahaannya segera.”

Pertemuan ini menyimpulkan bahwa dengan kemajuan teknologi, inovasi yang diciptakan manusia idealnya berpusat pada keharmonisan kehidupan dan kesehatan bumi bagi masa depan generasi berikutnya.

Pada hari kedua, pertemuan ini mengajak para peserta untuk mengalami perjalanan penginderaan yang menggarisbawahi bahwa pengetahuan seharusnya tertanam dalam pikiran dan jiwa. Perjalanan penginderaan akan memaparkan para peserta untuk menghargai filosofi tradisional Bali ‘Tri Hita Karana’ melalui budaya, sejarah, pertanian generatif, pendidikan inovatif, dan seni.




THK Future Knowledge Summit 2022 merupakan persiapan dari THK Center of Future Knowledge yang dicita-citakan bersama dengan Pemerintah Indonesia, termasuk Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi; Kementerian Komunikasi dan Informatika; Yayasan UID; Akademi Ilmu Pengetahuan; Aliansi Inovasi Teknologi dan Pengetahuan (UI RCCC, ITB, UGM, Udayana, Tsinghua, MIT Harvard RMI dan Oxford University), S20, T20, F20, O20, IEEE, UN Sustainable Development Solutions Network, OECD, World Economic Forum, X Prize Foundation, Promotion Association for the Global Youth Innovation Leaders Community (PILC), Atal Innovation Mission (AIM), IEEE Standards Association (IEEE SA).

Pertemuan ini mempromosikan inovasi teknologi dan kewirausahaan berbasis kesadaran agar menghasilkan kemajuan yang berorientasi pada manusia untuk kebahagiaan bersama di masa depan. Pertemuan ini akan mengumpulkan para mitra dan innovator teknologi global terdepan untuk meneropong perubahan sistem untuk solusi permasalahan perubahan iklim dan TPB.(*)

Luhut Pandjaitan dan Sandiaga Uno Saksikan Peluncuran United in Diversity dan Tsinghua Southeast Asia Center Bali Campus

0

IndonesiaVoice.com  | Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno menyaksikan peluncuran United in Diversity (UID) Bali Campus dan Tsinghua Southeast Asia Center di Kura Kura, Bali, Rabu (16/11/2022).

Kolaborasi kedua institusi berbentuk sebuah learning hub berskala dunia ini akan menampung semua pihak yang tertarik untuk belajar, berjejaring, mengembangkan kapasitas, dan melahirkan solusi inovatif agar bisa berkontribusi secara langsung pada butir-butir Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

Peluncuran ini juga disaksikan oleh sejumlah undangan, antara lain, akademisi, pemerintah, LSM, sektor swasta, investor, kelompok seni, dan lainnya turut hadir dalam acara ini.

Baca juga: Pesan Luhut Pandjaitan kepada GMKI dan GAMKI: Berbuat Baiklah, Karena Jejak Digital Tidak Akan Pernah Hilang




uid bali
UID Bali Campus berlokasi di Kura Kura Bali

“UID Bali Campus memiliki visi menjadi pusat pembelajaran bagi semua pihak yang ingin menciptakan solusi terbaik untuk pencapaian TPB berbasis pada kesadaran harmonisasi antara manusia, alam, dan spiritual. UID akan memiliki fasilitas teknologi kelas dunia, seperti inkubator teknologi, ruang hijau, serta akan menjadi sebuah kampus pintar” tutur Tantowi Yahya, President United in Diversity & Executive Lead THK Forum 2022, dalam keterangannya, Rabu (16/11/2022).

Selain dilengkapi dengan teknologi canggih, UID Bali Campus juga menampilkan sebuah pameran kesenian bernama Bali Adobe yang dibangun sebagai ungkapan rasa cinta, dedikasi, dan antusiasme kami terhadap perjalanan budaya Bali, khususnya untuk para generasi muda.

Galeri ini sarat dengan berbagai cerita yang divisualkan dengan elemen grafis menarik dan dinamis serta kumpulan artefak yang disajikan sebagai pengingat tingginya peradaban Bali.

Baca juga: Pesan Luhut Pandjaitan Untuk GAMKI: Jadi Anak Muda yang Berkarakter





“Galeri ini diharapkan dapat menggugah generasi muda untuk tetap bangga akan sejarah dan warisan budaya bangsanya dan memberikan inspirasi untuk terus berkreasi,” tambah Tantowi.

Kolaborasi hari ini dengan Tsinghua University akan membuka akses terhadap pembelajaran seperti transformasi digital, kewirausahaan, kesehatan, aksi mitigasi perubahan iklim, dan topik-topik lainnya terkait TPB. Kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari diskusi dalam Tri Hita Karana (THK) Forum 2022 yang berhasil mengajak para pemangku kepentingan tergabung dalam Global Blended Finance Alliance (GBF).

Dalam sambutannya, Wakil Presiden Tsinghua University, Wang Hongwei, menyampaikan,” Pusat yang berfungsi sebagai sebuah platform pertukaran ini menjadi bukti kemitraan antara Tsinghua dan UID. Pusat ini juga telah berhasil menjalin mitra-mitra lainnya dari Asia Tenggara dan bahkan lebih luas lagi, untuk mengembangkan program pelatihan, pertukaran ilmu dan kerja sama, sambil menjaga komitmen kami terhadap TPB, Inisiatif Pembangunan Global yang diusulkan oleh Presiden Xi Jinping, dan Peta Jalan Era Baru Bali Kerthi yang diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo.”

Baca juga: Munas IKA USU 2022, Marolop Nainggolan Dicalonkan Sebagai Ketua Umum





Presiden Kehormatan UID, Sir Gordon Duff menegaskan,”UID Bali Campus dan THK Forum menyambut baik kemitraan dengan Tsinghua University yang sudah berumur lebih dari 100 tahun dan termasuk universitas terbaik di dunia untuk belajar teknologi, ekonomi, dan riset. Kami berharap bisa membawa orang-orang terbaik dari seluruh dunia untuk berbagi dan mengembangkan ide solusi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi semua orang.”

Dalam kesempatan ini, juga terdapat penandatanganan Surat Pernyataan Niat (LoI) antara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI dengan Oceanographic Research and Exploration Foundation (OceanX), G Forty-Two General Trading LLC (G42), dan G Tech Digital Asia (GTech).

Kemitraan ini didedikasikan untuk riset kelautan, teknologi, dan peningkatan kapasitas untuk mendukung agenda Pemerintah Indonesia mencapai laut yang berkelanjutan. Kemitraan ini akan memberdayakan sektor kelautan melalui penerapan praktik terbaik, pengetahuan, dan informasi terkait sumber daya laut.




“OceanX menggunakan teknologi terkini, inovasi ilmu, narasi yang menarik yang bisa menghubungkan masyarakat dunia kepada laut; serta membangun komunitas global yang sungguh-sungguh memahami, menikmati, dan melindungi laut kita,” tutur Ray Dalio, Founder and Advisor OceanX.

Inisiatif kunci lainnya yang diluncurkan adalah Wealth of Ocean Alliance (WOOA), sebuah kemitraan untuk mendukung ekonomi biru berkelanjutan serta mendukung Blue Halo S dalam mengkonservasi hingga 30% area yang mengacu pada kebijakan kuota perikanan dan pengurangan sampah plastik.

Beberapa solusi berbasis teknologi di atas adalah bentuk pembelajaran nyata yang didukung oleh UID Bali Campus dan para mitranya.




Acara ditutup dengan penguatan komitmen Global Blended Finance Alliance (GBF) yang telah ditandatangani saat acara THK Forum 2022 pada 14 November lalu. GBF ini termaktub di dalam Deklarasi Para Pemimpin G20 Bali sebagai inisiatif untuk menjembatani kebutuhan pendanaan untuk mengimplementasikan Agenda 2030.

UID Bali Campus merupakan wadah yang mempertemukan institusi pendidikan, penelitian, dan pengembangan terbaik di dunia. Dikelilingi oleh TechPark dengan ekosistem pengembangan kewirausahaan dan industri, kampus ini bekerja sama dengan Tsinghua University dan Massachusetts Institute of Technology, serta organisasi-organisasi nasional maupun internasional yang akan dibangun di Kura Kura Bali, Denpasar.

Sedangkan Tsinghua Southeast Asia Center adalah sebuah ekosistem bagi inovasi pendidikan didedikasikan untuk berkontribusi bagi perwujudan TPB yang berlokasi di UID Bali Campus, Kura Kura Bali. Pusat ini menyediakan pertukaran akademik dan budaya, serta kerja sama lokal dan kawasan. Memiliki platform bernama Happy Digital X, pertama di bidangnya untuk menyediakan sistem, produk, dan layanan guna membangun generasi teknologi informasi komunikasi berikutnya yang berkelanjutan dan kota yang bahagia. Program eksekutif profesional telah sukses diluncurkan pada April 2021.

 

 

Laura Basuki Merasa Bersalah dengan Istri Ernest Prakasa di Film CEK TOKO SEBELAH 2, Ada Apa?

0

IndonesiaVoice.com | Laura Basuki dipercaya untuk berperan sebagai Natalie di film CEK TOKO SEBELAH 2. Di mana ia diceritakan sebagai kekasih Erwin, tokoh utama pria yang diperankan oleh Ernest Prakasa.

Meski Laura Basuki merasa senang bisa terlibat di film ini, tapi ada perasaan lain yang sempat mengganggunya.

Lewat obrolan di acara jumpa pers perilisan official trailer CEK TOKO SEBELAH 2, Laura sempat mengungkapkan bahwa ia merasa takut kepada Meria Anastasia, istri Ernest Prakasa.

Usut punya usut, bukan rasa takut karena berbuat salah, tapi rasa takut karena tidak enak harus beradegan mesra dengan Ernest Prakasa.

“Jadi gini, sebenernya lebih ke enggak enak hati, karena adegannya banyak romantis dan lucu-lucu. Beradegan itu sama suami yang istrinya ada lokasi di depan monitor dan men-direct,” ungkap Laura Basuki dalam jumpa pers official trailer CEK TOKO SEBELAH 2, Selasa (22/11/2022).

Baca juga: Trailer Film Cek Toko Sebelah 2 dirilis, Penuh Intrik dan Komedi





Laura pun melanjutkan, meski sempat tenang ketika syuting dimulai, tapi setelahnya ia tetap tidak enak, sampai bertanya-tanya ke Meira Anastasia tentang aktingnya bersama Ernest.

“Cuma ya pas sudah on cam lupa tuh, begitu off, cut, langsung kepikiran, Meira gimana ya, dan nanya, ‘Meii aman enggak ya?’,” ucap Laura Basuki dengan polos.

Beruntungnya, Meira Anastasia yang ikut berperan sebagai penulis cerita dan ikut men-direct pun memahami bahwa apa yang dilakukan suaminya hanya pekerjaan profesional sebagai seorang aktor.

Bahkan, Ernest sendiri mengungkapkan, di salah satu adegan terpenting, Meira justru memintanya untuk lebih membangun suasana lebih intens bersama Laura Basuki.

“Dia (Meira) malah komplain, kurang mesra kalau begitu, enggak believable. Saya bisa apa? Saya nurut dong, kalau enggak nanti salah, dia yang nyuruh soalnya,” ungkap Ernest. Cerita di balik layar ini tentu saja semakin membuat penasaran tentang cerita di film CEK TOKO SEBELAH 2.

Baca juga: Before, Now & Then (NANA) Raih Piala Citra Sebagai Cerita Panjang Terbaik, Kemenangan Film Perempuan





Bagi penonton yang sudah tidak sabar, bisa dicatat film ini akan tayang di seluruh bioskop mulai 22 Desember 2022 mendatang. Film CEK TOKO SEBELAH 2 akan dibintangi oleh Ernest Prakasa, Chew Kin Wah, Dion Wiyoko, Adinia Wirasti, Laura Basuki, Widuri Putri, Maya Hasan, Adjis Doa Ibu, Awwe, Yusril Fahriza, dan Hernawan Yoga.

Film ini masih akan melanjutkan konflik dan intrik yang terjadi di keluarga Koh Afuk. . Namun kali ini dengan masalah baru. Erwin yang hendak melamar Natalie namun terbentur restu, dan Koh Afuk yang menuntut Yohan dan Ayu untuk segera punya momongan. (VIC)