Beranda blog Halaman 33

Martua Situngkir Dikukuhkan Jadi Ketum Pomparan Ompu Marjobu Situngkir Se-Indonesia 2024-2027

0

IndonesiaVoice.com– Ibadah syukur dan Pesta Bona Taon serta pengukuhan pengurus Punguan Pomparan Ompu Marjobu Situngkir Se-Indonesia Periode 2024-2027 berlangsung penuh persaudaraan yang digelar di Gedung 678, Jakarta, Minggu (25/2/2024).

Pengukuhan pengurus ditandai dengan pembacaan SK Kepengurusan dan penyerahan pataka organisasi kepada Ketua Umum Pomparan Ompu Marjobu Situngkir Se-Indonesia Periode 2024-2027, Drs Martua Situngkir, Ak.

“Puji syukur acara bona taon dan pengukuhan pengurus pomparan dapat berlangsung secara hybrid yang diikuti oleh delapan perwakilan daerah,” ujar Martua Situngkir dalam keterangannya, Rabu (28/2/2024).


Menurut Martua, pengurus yang dikukuhkan saat ini adalah pengurus periode lalu. “Pengurus lama kembali dikukuhkan lantaran pandemi Covid 19 yang lalu mengakibatkan para pengurus belum bisa maksimal melaksanakan program,” kata dia.

Sebab itu, lanjut Martua, pada tahun 2024, para pengurus akan melakukan percepatan menata organisasi ini, yang dimulai dengan pembuatan AD ART dan menyusun kembali program-program kerja kedepan.

“Salah satu Dewan Pengarah, Budi Situngkir yang berdomisili di Pekanbaru menyarankan agar pomparan ini membuat program di bidang sosial dan kemasyarakatan. Jadi organisasi ini tidak hanya sekedar ada, tapi ada program sosial dan kemasyarakatan yang bisa diwujudnyatakan dan dirasakan semua anggota. Apalagi dalam kepengurusan, banyak generasi muda yang bisa diharapkan membawa organisasi ini berlari lebih kencang lagi,” imbuhnya.


Martua berharap seluruh anggota pomparan ini saling mengasihi dan membantu satu sama lain.

Ia menambahkan, pomparan ini juga telah membangun Tugu Paromasan Ompu Marjobu Situngkir.

“Jadi sudah ada tugu sebagai pemersatu kita. Diharapkan didirikannya tugu beberapa tahun lalu ini, generasi muda mengetahui bahwa Ompu Marjobu berasal dari Situngkir,” pungkas Martua.

Sementara Sekretaris Umum, Drs Apul Situngkir, MSi, membeberkan rencana semula bona taon di bonapasogit ini sebenarnya dipindahkan ke Jakarta.


“Puji syukur, meski pindah tempat hadir juga dari daerah seperti Pekanbaru dan Bandung yang rindu bersama-sama mengikuti bona taon,” kata dia.

Wakil Ketua III, Rupendi Situngkir menambahkan, banyak potensi generasi muda lintas profesi dalam punguan ini.

“Kita berharap pomparan ini solid. Lebih khusus bisa merangkul generasi muda untuk mengenal siapa Ompu Marjobu Situngkir. Juga, bisa bekerjasama di segala bidang untuk memajukan generasi muda,” urainya.

Hal lain disinggung Rupendi terkait Pantai Indah Situngkir yang sudah dikunjungi Presiden Jokowi.


“Cuma pantai tersebut belum terkelola dengan baik sampai saat ini. Sebab itu, kita perlu kumpulkan diaspora-diaspora untuk berbuat sesuatu di Pantai Indah Situngkir,” tandasnya.

Keseluruhan acara yang berlangsung dari pagi hingga sore tersebut dinaungi tema: “Sungguh Alangkah Baiknya dan Indahnya Apabila Saudara Saudara Diam Bersama dengan Rukun.” (Mazmur 133:1) dan subtema: “Dengan Pesta Bona Taon Pomparan Ompu Marjobu Semakin Kompak dan Diberkati Tuhan”.(*)

Ade Govinda Pilih Duet Sammy Simorangkir Rilis Lagu “Selagi Punya Waktu”

0

IndonesiaVoice.com– Pada awal tahun 2024 ini Ade Govinda memilih Sammy Simorangkir untuk berduet dalam lagu “Selagi Punya Waktu”. Mengapa Ade Govinda memilih Sammy Simorangkir? Dan untuk apa?!

“Lagu ini bercerita dan sebagai pengingat, dimana biasanya seseorang akan merasa sedih, kecewa dan kehilangan pada saat ia benar-benar sudah kehilangan cinta tersebut.” Kata Ade Govinda selaku pencipta lagu dalam press conference di Cafe Bajawa Tebet, Jakarta, Jumat (23/2/2024).

Melalui lagu ini, Ade menyisipkan pesan kepada para pendengarnya bahwa “Selagi punya waktu, gunakanlah waktu tersebut sebaik-baiknya dengan pasangan, karena cinta tak hanya kata, namun butuh tindakan nyata!”.


Mengapa duet dengan Sammy Simorangkir? Ade pun menjelaskan mengapa ia memilih Sammy sebagai rekan duetnya. Pada saat pandemi covid-19, mereka pernah bertemu untuk mengisi sebuah acara live di salah satu platform.

Dimana saat itu mereka membawakan salah satu ciptaan nya yaitu “Terpukau” yang mendapatkan respon yang luar biasa dan viral di semua sosial media platform.
Sejak itu banyak komentar, baik di sosial media milik Ade Govinda ataupun Sammy Simorangkir agar mereka berkolaborasi.

“Akhirnya, awal 2024 hal itu dapat terealisasi sebagai jawaban dari komentar-komentar tersebut,” pungkas Ade.


Sementara Sammy mengatakan, bekerjasama dengan Ade Govinda merupakan impian dan tantangan bagi Sammy. Pasalnya, tak pernah terpikirkan olehnya untuk menyanyikan sebuah lagu yang sedikit di luar genre musiknya!

Sammy pun merasa langsung “klik” ketika mendengarkan “Selagi Punya Waktu” untuk pertama kali. Dimana di lagu ini, Dia bernyanyi tidak seperti biasanya. Namun tetap bisa mengimbangi dan mempercantik lagu yang mewah tersebut, dengan tetap mempertahankan karakter seorang Sammy Simorangkir.

“Juga, Saya sangat senang dan bangga bisa bekerjasama dengan Ade Govinda, dan berharap lagu ini dapat membawa berkah bagi banyak orang dan menjadi cerita hidup yang nyata,” tuturnya.


Kolaborasi ini akan menjadi sebuah kolaborasi yang sangat ditunggu oleh penikmat musik di Tanah Air, mengingat Ade Govinda adalah seorang musisi yang telah menciptakan banyak lagu “Hits” baik untuk band nya ataupun penyanyi lain.

Pun, Sammy Simorangkir, seorang solois pria yang sudah lama mencetak banyak single “Hits” yang sudah melalang buana di industri musik Tanah Air, dengan karakter vokalnya yang khas.

Dan kolaborasi ini ternyata bukan hanya menjadi kolaborasi antara Ade Govinda dan Sammy Simorangkir saja. Namun ternyata juga sebagai pembuka kerjasama antara dua label yaitu MyMusic Records, label musik tempat Ade Govinda bernaung, dan PRO-M, label musik dari Sammy Simorangkir.


“Besar harapan lagu ini dapat memberikan inspirasi bagi para pendengar dan penikmat musik di tanah air, dan menjadi soundtrack dalam kehidupan orang banyak,” pungkas Sammy. (*)

 

 

 

 

 

Rapor Merah Pembangunan Kawasan Danau Toba selama 10 Tahun Era Jokowi

0

Catatan Kritis Yayasan Pecinta Danau Toba (YPDT)

 Pembangunan Kawasan Danau Toba selama 10 Tahun Era Jokowi: Sebuah Rapor Merah

RINGKASAN EKSEKUTIF

Bagaikan rusa dahaga merindu air. Kira-kira demikianlah perumpamaan yang tepat untuk mengambarkan sikap masyarakat di Kawasan Danau Toba (KDT) terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi). Lihatlah fakta senyatanya.

Mereka sangat mencintai dan mendukung Jokowi. Hasil dua kali pemilu, tahun 2014 dan 2019, buktinya. Perolehan suara Joko Widodo dan pasangannya selalu sangat tinggi.

Pada 2014, di Kabupaten Samosir-lah perolehan suara Jokowi-Jusuf Kalla tertinggi se-Indonesia (94,07%). Bukti nyata berikutnya betapa populernya mantan pebisnis mebel itu di sana adalah hasil pemilu 2019. Sangat mencengangkan, Jokowi yang berpasangan dengan Ma’ruf Amin meraih 97% suara di Kabupaten Samosir. Di kabupaten lain di KDT perolehan suara mereka juga sangat tinggi: rata-rata di atas 90%.

Tak lupa kacang pada kulitnya. Begitulah Jokowi. Dukungan luar biasa warga KDT disahutinya dengan setimpal. Ia menggalakkan pembangunan infrastruktur secara masif. Jalan tol menuju KDT, pembangunan jalan lingkar Pulau Samosir, penyediaan kapal feri penyeberangan baru berikut dermaga-dermaga baru, serta yang lain itu prestasi yang sungguh menyenangkan rakyat.

Namun, di balik keberhasilan pembangunan infrastruktur terdapat kegagalan pembangunan di sektor lain. Sektor pariwisata, yang menjadi unggulan KDT, misalnya. Sebagaimana kita ketahui, Danau Toba menjadi satu dari lima destinasi pariwisata super prioritas di Indonesia. Namun, jumlah wisatawan mancanegara sangat minim di sana hingga kini.

Kerusakan lingkungan gila-gilaan yang mengakibatkan banjir dan longsor berulang terjadi di hampir seluruh kabupaten KDT menjadi pertanda buruknya tata kelola pemerintahan. Buruknya kualitas air Danau Toba, baik oleh karena cemaran keramba jaring apung, maupun limbah domestik sungguh memprihatinkan. Yang memalukan adalah perlu hujan buatan (tahun 2021) untuk menjaga debit air Danau Toba.

Tidak ada kebijakan konkrit dari Presiden Jokowi maupun Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang putra Batak untuk memperbaiki mutu air Danau Toba.

Konflik agraria antara perusahaan dengan pencinta lingkungan hidup dan masyarakat adat kerap terjadi.

Satu lagi: proyek mercusuar lumbung pangan (food estate) di Kabupaten Humbang Hasundutan juga gagal. Padahal, negara telah menghamburkan ratusan miliar dana.

Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) pun membuat catatan kritis. Intinya, rapor Jokowi di KDT dalam 10 tahun ini merah. Skornya 2,75 (dari interval 1-10). Uraian selengkapnya berikut ini.

 Sejak awal, warga Kawasan Danau Toba (KDT) sangat menyukai Jokowi. Siapa pun tak bisa memungkirinya. Soalnya, itu nyata betul. Lihatlah hasil pemilu tahun 2014. Pasangan Joko Widodo-Jusut Kalla berjaya betul di sana. Di Kabupaten Samosir-lah perolehan suara mereka tertinggi se-Indonesia (94,07%). Di kabupaten sebelah juga sangat tinggi yakni Tapanuli Utara (91,20%), Toba Samosir (90,67%), Humbang Hasundutan (90,51%), dan Karo (84,96%). Di Pulau Jawa tiada pencapaian mereka yang seperti itu.

Bukti nyata betapa populernya mantan pebisnis mebel itu di sana bisa kita lihat lagi lewat hasil pemilu berikutnya (2019). Sangat mencengangkan, Joko Widodo (Jokowi) yang berpasangan dengan Ma’ruf Amin meraih 97% suara di Kabupaten Samosir.

Sementara saingannya, Prabowo Subianto—Sandiaga Uno yang bernomor urut 02, cuma 3%. Di seluruh kabupaten di Indonesia, di Samosir-lah Jokowi—Ma’ruf Amin paling berjaya kala itu.

Di Kabupaten Toba Samosir pun perolehan suara mereka pun sangat tinggi di masa itu yaitu 95,78%. Di kabupaten lain di kitaran Danau Toba kemenangan pasangan 01 ini pun begitu meyakinkan. Lebih mengesankan dari pemilu 2014.

Tak lupa kacang pada kulitnya. Begitulah Jokowi. Dukungan luar biasa warga Kawasan Danau Toba terhadap dirinya itu disahutinya dengan setimpal.

Dalam sepanjang sejarah kemerdekaannya (78 tahun lebih), Indonesia telah memiliki 7 presiden. Dari semuanya, tak terbantahkan bahwa sang incumbent, Joko Widodo, yang paling peduli Kawasan Danau Toba. Kalau kepala negara sebelumnya sangat jarang datang dan kalau pun hadir sekadar mampir belaka saat menjalankan urusan kedinasan, mantan walikota Solo dan gubernur DKI Solo itu lain.

PENJELASAN

 Sejak 2016 dia berulang-ulang melongok  dan bahkan  pernah menghabiskan waktu di sana sampai 3 hari bersama istri dan rombongan (tahun 2019). Dan, yang lebih penting dari itu, ia banyak berbuat hal konkrit. Wujudnya adalah pelbagai infrastruktur untuk menjadikan kaldera Toba daerah tujuan wisata berkelas dunia.

 Jadi, simbiosa mutualime alias hubungan yang saling menguntungkanlah yang terjalin antara dia dengan konstituennya tersebut.

Dekat secara emosional, begitulah Jokowi dengan Kawasan Danau Toba. Sebabnya? Selain karena dukungan maksimal saat pemilu 2014 dan 2019 tadi, ada sejumlah penautnya. Faktor Luhut Binsar Panjaitan (LBP) dan Bobby Nasution, antara lain.

Luhut B. Panjaitan merupakan kepercayaan dan andalan Jokowi sejak ayah Gibran dan Kaesang serta suami Iriana itu menjadi orang nomor satu di Indonesia mulai 20 Oktober 2014. Saking berkuasanya, ‘super menteri’, itulah sebutan letnan jenderal pensiunan yang merupakan Kepala Staf Kepresidenan (Desember 2014—September 2015), Menko Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Agustus 2015—Juli 2016), dan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marinves, mulai Juli 2016). Pemilik kelompok bisnis Toba Bara Sejahtra (TBS) dan Yayasan Del yang berbasis di Laguboti tentulah berperan besar dalam mendekatkan Jokowi dengan Kawasan Danau Toba.

Lantas, putri semata wayang Jokowi, Kahiyang Ayu, kemudian menikah dengan anak Medan, Bobby Nasution. Pernikahan ini niscaya membuat hubungan emosional tadi lebih kuat lagi. Apalagi sejak pernikahan itu Jokowi telah menjadi marga Siregar. Bobby masih merupakan Walikota Medan.

 Super Prioritas

Mengutamakan Kawasan Danau Toba di kancah pariwisata dalam negeri, itulah langkah awal yang diambil pemerintah Jokowi. Dari Obyek dan Daya Tarik Wisata (ODTW) yang diprioritaskan, statusnya naik menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Lantas, pada 2022, dinyatakan pula oleh pemerintah sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), bersama Borobudur, Mandalika (NTB), Labuhan Bajo (NTT), dan Likupang (Sulut).

Kehadiran aneka infrastruktur pendukung pariwisata merupakan imbas positif dari 3 kali penaikan status ini.

Di tahun 2016 Jokowi 2 kali berkunjung ke Kawasan Danau Toba. Pada 22 Agustus tahun itu, di Porsea ia berjanji akan memperbanyak daerah tujuan wisata di kitaran. Tujuannya? “Agar menjadi obyek wisata yang benar-benar berkelas internasional,” ujarnya. Selain akan membangun sejumlah tempat yang menarik, lanjut dia, bandara Silangit bakal dibenahi agar bisa disinggahi pesawat berbadan lebar.

Luhut B. Panjaitan yang mendampingi Presiden, waktu itu mengatakan pelbagai fasilitas pendukung wisata akan dihadirkan. Di Kabupaten Toba Samosir akan dibangun hotel, resor, convetion center, lapangan golf, dan bandara. Semuanya harus klar pada 2018. Berbagai lomba berkelas internasional—termasuk marathon dan balap sepeda—akan digelar di sana nanti saban tahun.

“Masalah keramba jaring apung dan TPL [Toba Pulp Lestari] harus tuntas tahun 2017,” tegas Luhut saat itu.

Tatkala berada di Kabupaten Humbang Hasundutan, pada 29 Juli 2019 Presiden Joko Widodo menyatakan investasi untuk Kawasan Danau Toba Rp 3,5 triliun dari APBN dan dari luar APBN bisa 3 kali lipat. Alokasinya untuk perbaikan semua hal, termasuk lingkungan. Ada 28 titik di sana, menurut dia, yang akan dijadikan destinasi internasional.

 Pelbagai infrastruktur memang hadir kemudian di 7 kabupaten yang ada di kitaran itu (Dairi, Karo, Simalungun, Toba, Samosir, Humbang Hasundutan, dan Tapanuli Utara).

Sebagian besar baru. Sisanya hasil rehabilitasi atau renovasi. Bandara Silangit pun sudah dipermak.

Seperti yang berkali-kali dikatakan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, pembangunan infrastruktur pada setiap Destinasi Pariwisata Super Prioritas senantiasa terpadu. Pekerjaannya termasuk penataan kawasan, jalan, dan jembatan; penyediaan air baku dan air bersih; pengelolaan sampah dan sanitasi; serta perbaikan hunian penduduk. Pada 2020-2022 proyek yang ditangani PUPR di kitaran yang menjadi bagian dari Sumatra Utara itu mencakup: preservasi, rehabilitasi, pembangunan jalan baru, penataan trotoar dan drainase, penggantian jembatan, dan beautifikasi.

Pada Februari 2022 Jokowi akhirnya meresmikan infrastruktur senilai Rp 1,08 triliun di Kawasan Danau Toba. Wujudnya adalah jalan, pelabuhan, ruang terbuka publik, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), dan yang lain. Fasilitas baru itu termasuk jalan Bypass Balige, Pantasi Bebas Parapat dan IPAL Parapat, serta 7 pelabuhan penyeberangan dan 6 kapal motor penumpang (KMP). Pelabuhan baru itu ada di Tigaras, Tongging, Ajibata, Balige, Simanindo, Baktiraja, dan Muara. Saat itu 6 pelabuhan penyeberangan lainnya sedang dibangun yaitu di Ambarita, Onan Runggu, Sipinggan, Sigapiton, Porsea, dan Silalahi.

Huta Siallagan dan Kampung Ulos Huta Raja yang telah dikembalikan menjadi konservasi adat-budaya juga diresmikan Presiden saat itu.

Sejak September 2022 penataan Kawasan Waterfront City Pangururan dan Kawasan Tele dimulai. Nilai proyeknya Rp 161 Miliar. Waterfront inilah yang menjadi ajang Aquabike Jetski World Championship 2023 (November). Sebelumnya, pembenahan jembatan Tano Ponggol, Pangururan, telah rampung.

Proyek terbaru yang diresmikan Jokowi (pada 7 Februari 2024) adalah 2 ruas tol yang merupakan lintasan yang akan menghubungkan Medan dengan Parapat, kota turis yang terletak di bibir Danau Toba. Lintasan bebas hambatan Tebing Tinggi—Indrapura (20,4 kilometer) berbiaya Rp 3,06 triliun. Sedangkan jalur Indrapura—Limapuluh (5,6 kilometer) Rp 1,67 triliun. Ruas  Limapuluh—Pematang Siantar masih dalam pengerjaan.

Minim Wisman

Tak bisa dipungkiri bahwa selama 10 tahun memerintah, Joko Widodo telah menghadirkan banyak infrastruktur di Kawasan Danau Toba. Ketersambungan antar- titik merupakan buahnya yang paling nyata. Lewat Bandara Silangit di Siborongborong, orang yang terbang dari Jakarta, misalnya, dengan lekas sudah bisa tiba di Tuktuk atau Pangururan yang terletak di Pulau Samosir. Begitu juga mereka yang mendarat di Bandara Kuala Namu, Deli Serdang.

Fasilitas itu serba bagus. Masalahnya adalah pemeliharaannya kemudian. Seusai dirampungkan oleh PUPR, bangunan itu ada yang kurang terawat karena memang tiada otoritas yang ditugasi menanganinya. Pemda setempat tampaknya ogah untuk mengurusi karena tak dilibatkan sejak awal dalam ‘proyek pusat’ tersebut.

Dermaga yang di depan Hotel Atsari, Parapat, contohnya. Kekusaman lekas mendekapnya Kawasan Pante Marihat, Parapat, pun demikian. Setelah pedagang dibersihkan dari sana, kitaran ini lekas ‘kembali ke leptop’. Pasalnya, tak ada petugas yang menjaganya. Terbuktilah kembali ucapan klasik: “Membangun itu gampang. Yang sulit adalah merawat.”

Seperti yang diharapkan Joko Widodo, Luhut Binsar Panjaitan, dan pembesar pusat lainnya, tujuan penghadiran rupa-rupa infrastruktur ini adalah untuk memikat turis mancanegara sebanyaknya. Lantas, apakah tujuan itu tercapai? Sejauh ini masih jauh panggang dari api. Mari kita lihat data BPS berikut.

Tahun 2018, sebelum pandemi Covid-19, wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Sumatra Utara yang destinasi utamanya adalah Danau Toba 236.276 orang.

Di tahun 2020 angka tadi menjadi 44.400 orang. Sedang pada 2021 turun drastis: 230 orang. Bayang-bayang maut pandemi memang terus membayang dalam 2 tahun itu.

 Pandemi reda sudah pada 2022. Jumlah turis asing pun naik menjadi 74,5 ribu orang. Di tahun 2023 (hingga Juni) telah mendekati 95 ribu orang. Begitupun, masih jauh dari 236.276 orang yang di tahun 2018.

Bali tidak dimasukkan pemerintah dalam daftar destinasi wisata super prioritas. Tampaknya karena sejak dulu statusnya demikian. Kendati tidak apple to apple jika menkontestasikannya, kita jadikan provinsi di kanan Pulau Jawa ini sebagai tolok ukur agar gambaran besar lebih benderang.

Di tahun 2018 jumlah wisman di Bali 6,07 juta orang dan di tahun berikutnya 6,275 juta orang. Pandemi Covid-19 lantas mengubah segalanya. Pada 2020 turun menjadi 1,06 juta orang. Puncak kemerosotan terjadi di tahun 2021. Hanya 51 orang turis asing yang datang!

Pandemi berakhir. Angka pun menjadi 2,15 juta orang di tahun 2022. Setahun berselang berlipat menjadi 5,23 juta orang. Di tahun 2024 ini diperkirakan jumlahnya sekitar 7 juta orang. Sementara Kawasan Danau Toba, untuk menembus angka 100 ribu orang pun masih saja sulit. Sangat kontras, bukan?

Sekali lagi, pembangunan aneka fasilitas di KDT sejak 2016 belum kunjung berhasil merangsang turis asing untuk datang. Sebagai gambaran, masih lebih banyak orang bule yang bisa kita temukan di Tuktuk—Tomok di tahun 1970-an daripada sekarang. Adapun pelancong lokal, saat ini memang jauh lebih banyak. Masalahnya, mereka bukan target utama.

Sebenarnya pemerintah pusat telah melangsung sejumlah perhelatan internasional untuk memikat wisman. Kejuaraan dunia perahu motor (F1H2O) digelar di Balige pada 24-26 Februari 2023. Kemudian, pada pada 22-26 November 2023 Aquabike Jetski World Championship dihelat di 4 kabupaten di Danau Toba (Karo, Dairi, Samosir, dan Toba).

PUPR mengeluarkan dana Rp 30 milyar untuk fasilitas (wet paddock, dry paddock, dan akses menuju paddock, dan yang lain) Formula 1 balap perahu di Balige.

Menko Marinves Luhut B. Panjaitan menyatakan perhelatan ini berdampak positif terhadap perekonomian nasional. “Kalau dampak ekonominya dalam beberapa hari terakhir sekitar Rp 300 miliar. Kalau dampak tidak langsung pastinya jauh lebih besar lagi,” ucap dia saat konferensi pers pada 24 Februari 2023.

Tak jelas apakah Rp 300 miliar yang dimaksud termasuk biaya untuk mengurus agar F1 itu bisa berlangsung di Danau Toba. Yang pasti, selama lomba sedikit saja warga asing yang menonton langsung di Balige. Jadi, tipis sekali devisa yang berasal dari mereka. Entah kalau uang bisa didapat dari hak tayang siaran langsung.

 SDM Payah

Sibuk membangun infrastruktur tapi lupa membenahi sumber daya manusia (SDM) setempat. Begitulah pemerintah pusat kita selama 10 tahun ini di Kawasan Danau Toba. Sebuah paradoks, tentunya sebab yang hendak diwujudkan adalah sebuah destinasi wisata super prioritas kelas dunia. Jelas, industri hospitality yang diniatkan. Bisnis yang bertumpu pada layanan prima yang membuat konsumen loyal. Mata rantainya mencakup hotel, restoran, penerbangan, tempat wisata, dan sebagainya.

Jangankan layanan yang prima, yang berkriteria ‘baik’ pun sulit didapatkan pengunjung di kitaran Danau Toba sejak dahulu kala. Keengganan untuk melayani karena merasa dirinya putra atau putri rajalah penyebabnya di samping kecenderungan untuk mengabaikan manner (tata krama). Dampaknya jelas. Bukannya loyal, pengunjung pun menjadi kapok untuk datang dan bertransaksi lagi.

Tanpa pengedepanan hospitality akan sangat sulit, kalau bukan musykil, DWSP kelas dunia bisa diwujudkan. Di mana pun demikian hukum besinya. Entah mengapa pemerintah pusat seperti tidak menyadari hal ini sampai sekarang.

Pada sisi lain, keengganan warga setempat untuk menjaga-merawat sarana dan prasarana wisata yang sudah dibangun PUPR—bahkan ada dari mereka yang merusakinya—itu berkait betul dengan kesadaran mereka yang masih rendah tentang pentingnya layanan bermutu.

Pembangunan infrastruktur dan SDM harus sejalan karena laksana 2 sisi dari mata uang yang sama. Nyatanya tidak demikian dalam 10 tahun ini.

Perusak Alam

Ironi lainnya adalah pembiaran perusak alam terus berkegiatan di Kawasan Danau Toba. Seperti disebut di atas, saat mendamping Presiden Jokowi di Porsea pada 22 Agustus 2016, Menteri Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, “Masalah keramba jaring apung dan TPL [Toba Pulp Lestari] harus tuntas tahun 2017.” Nyatanya tidak ada yang berubah di sana kecuali kerusakan alam yang bertambah parah.

Para perusak alam masih saja leluasa di sana. Mereka—PT Indorayon yang telah berganti jubah menjadi PT Toba Pulp Lestari; PT Aquafarm Nusantara (milik orang Swiss) yang kini telah mengenakan nama induknya, Regal Springs, tapi ditambah dengan kata ‘Indonesia’ di bagian akhirnya (menjadi Royal Springs Indonesia); PT Suri Tani Pemuka (STP, merupakan anak usaha Japfa Comfeed Indonesia yang menernakkan ikan di Danau Toba; PT Allegrindo Nusantara (perusahaan ternak babi Desa urung Pane, Kecamatan Purba, Simalungun); dan yang lain masih saja berkegiatan seperti sediakala. Seakan untouchable (tak tersentuh), mereka. Serupa halnya dengan para pelaku illegal logging yang beroperasi di banyak tempat di Sumatra Utara.

Muncul pendapat bahwa kawasan ini telah diuntungkan oleh perusahaan- perusahaan perusak alam, selain oleh infrastruktur yang baru dihadirkan oleh negara.

Yang pertama ini tentu saja mitos belaka. YPDT pernah menghitung bahwa kontribusi PT Aquafarm ke Republik Indonesia cuma sekitar 3% saja dari biaya kerusakan alam yang ditimbulkannya.

Indorayon alias Toba Pulp Lestari pun setali tiga uang. Mereka malah pernah menyatakan rugi. Akibatnya, tak perlu membayar pajak ke negara. Sebuah akal- akalan yang luar biasa, bukan?

Pembodohan dan pelanggaran HAM di kitaran kawasan Danau Toba sudah berlangsung puluhan tahun. Korban kesewenang-wenangan yang paling banyak dari pelaku yang sama di kitaran Kawasan Danau Toba adalah warga yang tidak bisa lagi menikmati karunia alam yang tadinya sangat luar biasa. Jadi, kaum mayoritas.

Hutan dan danau di kawasan telah puluhan tahun dihancurkan. Imbasnya ke mana- mana termasuk. Selain flora dan fauna, manusia juga terdampak. Asupan bergizi tinggi yang menyehatkan tubuh dan pikiran semakin sulit saja didapatkan di sana. Jadi, sudah beda betul dibanding dengan keadaan sebelum PT Indorayon/PT Toba Pulp Lestari beroleh izin Menteri Kehutanan pada 1984 untuk menebangi pinus Danau Toba.

Pembiaran terjadi termasuk oleh negara. Bahkan yang terakhir ini terkesan berkompromi kalau bukan berkolusi. Tidak ada bedanya dari zaman Orde Baru yang 32 tahun. Sebuah ironi besar! Inilah yang sangat merisaukan dan menggalaukan YPDT sekian lama.

BODT Gagal

Pada 1 Juni 2016 Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2016 tentang Badan Otoritas Pengelola Kawasan Wisata Danau Toba.

Dinyatakan di sana bahwa kebijakan ini merujuk Peraturan Presiden Nomor 81 tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Danau Toba dan sekitarnya.

Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba yang selanjutnya disebut Otorita Danau Toba, menurut Perpres ini, dibentuk untuk melaksanakan pengembangan kawasan pariwisata Danau Toba sebagai kawasan strategis pariwisata nasional.

Bertanggung jawab kepada presiden, badan ini terdiri dari Dewan Pengarah dan Badan Pelaksana. Artinya, yang pertama menjadi semacam dewan komisaris sedangkan yang kedua dewan direksi.

Dewan Pengarah berunsurkan: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (ketua merangkap anggota), Menteri Pariwisata (ketua pelaksana harian merangkap anggota), Menteri Dalam Negeri, Menteri Perencanaan Pembangunan/ Kepala Bappenas, Menteri Keuangan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan, Menteri PUPR, Menteri Perhubungan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Sekretaris Kabinet, dan Gubernur Sumatera Utara.

Dari lapangan yang saling berkait unsur Dewan Pengarah ini. Orang-orangnya pun serba powerfull. Dengan demikian secara teoritis mereka tak akan kesulitan menetapkan kebijakan apa pun dan mengawasi eksekusinya.

Sumber dana Otorita Danau Toba adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (APBD), dan yang lain yang sah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Otorita mengurusi seluruh wilayah yang disebut dalam Peraturan Presiden Nomor 81 tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Danau Toba dan sekitarnya.

Termasuk kawasan seluas paling sedikit 500 hektar yang akan diberikan hak pengelolaannya kepada mereka. Yang terakhir ini tak ada dalam draf yang kami susun. Entah dari siapa ide ini.

Dengan kewenangan besar seperti yang digariskan di Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2016, Otorita Danau Toba bisa berbuat banyak untuk memajukan kawasan. Nyatanya tidak demikian; jauh panggang dari api.

Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) yang dipimpin Dirut Ari Prasetyo dilantik pada November 2016. Ternyata tak banyak hal yang bisa mereka lakukan kemudian.

Kendalanya, seperti yang pernah diungkapkan oleh seorang direkturnya saat curhat, anggaran mereka seret. Dana APBN, APBD, dan yang lain yang disebutkan dalam Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2016 tak mengucur seperti yang diharapkan.

Akibatnya, jangankan untuk membangun infrastruktur, menjalankan fungsi koordinator pun mereka kesulitan.

Tak seperti yang digariskan dalam Peraturan Presiden, kenyataannya yang mereka urusi bukan seluruh kawasan Danau Toba (7 kabupaten yang mencakup 28 kecamatan). Mereka cenderung berkosentrasi pada lahan konsesinya di kitaran Sibisa, Kecamatan Ajibata, yang berluas sekitar 500 hektar.

Perubahan cakupan kawasan memang dimungkinkan oleh Peraturan Presiden. Tapi, ada syaratnya yaitu ditetapkan oleh presiden berdasarkan pengajuan Dewan Pengarah BODT. Mungkinkah dengan maksud tertentu Dewan Pengarah BODT yang diketuai Menko Luhut Binsar Panjaitan telah mengutak-atik peruntukan sehingga tak lagi mencakup seluruh kawasan Danau Toba? Entahlah.

Konflik Tanah

BODT sedang menghadirkan Toba Caldera Resort di Sibisa. Modelnya seperti yang di Nusa Dua, Bali. Unsurnya termasuk hotel, fasilitas untuk MICE (meetings, incentives, conventions and exhibitions), rumah sakit, dan yang lain. Untuk itu Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) telah menerbitkan sertifikat Hak Pengelolaan Lahan (HPL) seluas 279 hektar untuk BODT.

Sibisa serta-merta menjadi, meminjam istilah anak muda zaman sekarang, hive. Investor datang untuk berburu lahan di sekitarnya. Di antara mereka ada yang telah membeli puluhan hektar kalau bukan ratusan hektar.

Konflik dengan masyarakat kemudian terjadi. Pada Agustus 2020, misalnya, sejumlah warga Desa Pardamean, Sibisa, menolak untuk membongkar bangunannya di lahan yang sekarang telah menjadi bagian dari Zona Otorita Toba. Mereka menganggap tempat itu milik mereka sejak dulu.

Konflik agraria serupa juga terjadi di Motung yang berbataskan Sibisa. Namun, konfrontasi yang jauh lebih keras berlangsung di Desa Sigapiton yang terletak jauh di bawah Sibisa. Warga kampung yang terletak di bibir Danau Toba ini menghadang dan menghalau alat berat yang masuk ke sana pada 12 September 2019. Dalam aksi unjuk rasa yang melibatkan sekitar 100 orang—kebanyakan perempuan—terjadi bentrokan. Sejumlah ibu-ibu dan nenek-nenek yang telanjang maju menghadapi aparat keamanan.

Direkam lewat kamera video, adegan ini disebarluaskan termasuk melalui media sosial. Viral pun terjadi. Kritik terhadap BPODT pun berpuncak. Banyak kalangan yang menuduh bahwa mereka cenderung jalan sendiri; tak sudi melibatkan warga sekitar dalam perencanaan dan pewujudan konsep-konsepnya.

BPODT yang kini telah dipimpin Jimmy Bernando Panjaitan jelas bermasalah. Mereka cuma berfokus di Sibisa, bukan di seluruh kawasan Danau Toba. Lagi pula, tanah yang menjadi konsesinya sekarang, sekitar 500 hektar, masih belum clear and clean.

Buktinya, penolakan atau gugatan dari masyarakat setempat bermunculan. Konsesi yang di Sibisa diberikan oleh pemerintah berdasarkan instrumen hukum yang masih bermasalah. Tanah komunal masyarakat (ulayat) telah dikonversi menjadi hutan negara. Itulah yang diserahkan ke BPODT. Padahal aspek legal formalnya belum tuntas. Rakyat setempat pun menolak untuk angkat kaki dari sana. Buntutnya adalah kriminalisasi. Dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru yang menuai kontroversi itu penderitaan para korban di masa mendatang sangat mungkin akan semakin bertambah. Jelas, Ini merupakan pelanggaran HAM yang serius.

Keadaan Kawasan Danau Toba kian memprihatinkan saja seiring populasinya yang terus bertambah. Petani dan nelayannya pun bertambah termarjinalisasi. Tampaknya itulah antara lain penyebabnya sehingga Geopark Kaldera Danau Toba mendapat kartu kuning dari induknya, UNESCO Global Geopark. Dalam rapatnya di Maroko pada 4-5 September 2023, organisasi PBB itu mengancam akan mengeluarkan anggotanya tersebut kalau saja tak segera berbenah.

Hasil Evaluasi YPDT

Program pembangunan telah banyak dilakukan di kawasan Danau Toba selama dua periode pemerintahan Presiden Joko Widodo, dengan pembantunya, putra Batak, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Pesatnya pembangunan infrastruktur, terutama untuk sarana dan prasarana transportasi, patut diapresiasi.

Sayangnya, aneka proyek ini baru sebatas menitikberatkan pembangunan fisik yang manfaatnya dirasakan sebagian orang saja; tidak menyentuh pembangunan sumber daya manusia yang menghadirkan rasa keadilan, kesejahteraan, dan kemakmuran.

Mencermati secara obyektif, faktual dan apa adanya, Yayasan Pencinta Danau Toba memberi catatan kritis terhadap berbagai aspek pembangunan selama sembilan tahun terakhir, sebagai berikut.

 1.  Infrastruktur Bagus

Konektivitas atau keterhubungan transportasi intra-pulau (dalam pulau) Sumatera maupun antar-pulau semakin bagus pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Manfaat atau faedah pembangunan ruas jalan tol-ruas jalan tol di Sumatera Utara, sebagai bagian Trans-Sumatera, sangat dirasakan masyarakat. Dibangunnya infrastruktur jalan darat non-hambatan dari Medan ke Kota Tebingtinggi, berlanjut ke Sinaksak Kabupaten Simalungun, dan direncanakan sampai langsung ke titik kawasan Danau Toba, sangat menguntungkan bagi destinasi wisata super prioritas Danau Toba.

Selama ini perjalanan Medan—Danau Toba yang berjarak kurang lebih 178 kilometer makan waktu waktu lebih dari 5 jam. Setelah adanya jalan tol, waktu tempuh menjadi lebih singkat. Jika jalan tol telah mengoneksikan seluruhnya cukup 2 jam saja.

Pembangunan infrastruktur darat lainnya terlihat bagus di kawasan Danau Toba. Antara lain jalan lingkar Pulau Samosir. Diikuti transportasi danau, melalui kapal penyeberangan dan dermaga dari dan ke Pulau Samosir.

Untuk meningkatkan konektivitas antar-destinasi wisata, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan preservasi dan pelebaran jalan lingkar Pulau Samosir sepanjang 145,9 kilometer, luas 7 meter dan bahu jalan 2 meter. Pemerintah juga telah meningkatkan sarana hunian pariwisata di Danau Toba. Di antaranya pengadaan kapal penyeberangan jenis roll on roll off (RoRo) Kapal Feri KMP Ihan Batak, dermaga baru di Ambarita di Pulau Samosir dan Dermaga Ajibata (Kabupaten Toba).

Untuk pembangunan inftrastruktur jalan tol yang berkelanjutan yang menghubungkan kawasan Danau Toba dunia luar, kami sarankan agar dilaksanakan dengan tata kelola yang baik. Pembebasan lahan yang beririsan dengan tanah adat dan tanah leluhur, umpamanya, diselesaikan dengan solusi memperhatikan nilai-nilai kearifan lokal.

2.  Lingkungan Rusak

Bongkahan batu-batu gunung berukuran besar bertumpuk di depan pintu Gereja Katolik Stasi Santo Mikael Desa Simangulampe, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas). Banjir bandang mengepung gereja batu itu. Gereja berdiri kokoh. Pemandangan sejenis, bebatuan menerjang bangunan hotel, di desa yang sama.

Banjir bandang menerjang Simangulampe, pada 1 Desember 2023, kira-kira pukul 21.30 malam. Saat itu, warga desa sebagian besar pulas tidur. Sebanyak 12 orang menjadi korban, baik meninggal maupun belum ditemukan sampai saat ini, akibat banjir bandang dari hutan yang diduga terjadi akibat penebangan kayu.

Saat pencarian 10 korban hilang masih berlangsung di Simangulampe, bencana tanah longsor terjadi di Simarhompa Kecamatan Sipahutar, Tapanuli Utara, pada Kamis 7 Desember 2023 sore.

Tiga minggu sebelumnya (pada 14 November 2023), warga Kenegerian Sihotang, Kecamatan Bakti Raja, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), juga dilanda banjir. Empat titik yang terdampak di lembah Bakkara, yaitu Desa Marbun Tonga Dolok (Martodo), Desa Marbun Toruan, Desa Siunong-Unong Julu dan Desa Simamora. Sehari sebelumnya, 13 November 2023, banjir bandang meluluhlantakkan kenegerian Sihotang, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir.

Di tempat lain, bencana tanah longsor melanda Dolok Simarsolpah, Kabupaten Simalungun. Dua warga hilang saat memperbaiki sarana air minum, pada 16 Oktober 2023. Sepanjang hampir 10 tahun pemerintahan Presiden Jokowi kerap sekali terjadi bencana alam di seputar Danau Toba. Termasuk banjir yang menggegerkan Parapat pada Mei 2023.

Musibah terbaru terjadi pada (Rabu, 24/1/2024) malam. Banjir bandang menerjang kawasan Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo. Para pengelola objek wisata di sekitar lokasi yang terdampak memilih tutup sementara waktu.

 3.  Kualitas Air Memburuk

Danau Toba merupakan bagian dari 5 destinasi pariwisata superprioritas di Indonesia. Beratus atau beribu tahun, keunggulan Danau Toba antara lain adalah keindahan dan kesejukan airnya, serta eksotik panorama lingkungan alam tropisnya.

Kini keindahan itu sirna. Sebenarnya, sudah bertahun-tahun lingkungan dan ekosistem Danau Toba rusak. Permasalahan di hilir, yakni di danau, kita bisa saksikan sendiri: airnya jorok. Penyebabnya limbah domestik maupun limbah keramba jaring apung (KJA) ikan baik milik rakyat maupun kepunyaan perusahaan raksasa multinasional seperti PT. Aquafarm Nusantara, PT Suri Tani Pemuka, dan yang lain.

KJA yang produksi ikannya sempat mencapai 30.000 ton per tahun tentu menjadi sumber cemaran utama. Untuk itu perlu penataan dan penertiban KJA yang berada di

7 kabupaten lingkar danau yaitu Toba, Samosir, Karo, Tapanuli Utara, Simalungun, Humbanghasundutan, dan Dairi.

Adapun di hulu, kita boleh saksikan bencana demi bencana alam banjir dan longsor saat musim hujan. Dan kekeringan saat kemarau. Sungguh mengherankan, hutan tropis mengelilingi Danau Toba ternyata tidak seimbang dan tidak mampu lagi menghasilkan air melimpah. Katakan untuk keperluan memutar turbin PLTA Sigura-gura, debit air kurang saat kemarau tahun 2021, sehingga harus dilakukan hujan buatan melalui rekayasa cuaca atau operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk menambah tinggi muka air (TMA) Danau Toba.

Perusakan hutan baik oleh perusahaan multinasional, seperti PT Toba Pulp Lestari, dan perusahaan penebang kayu lainnya sudah terbukti berkontribusi negatif dan buruk terhadap alam kawasan Danau Toba. Contoh konkrit, ketika PT TPL tidak beroperasi kurang lebih 8 bulan terakhir, dan debit hujan tinggi, maka air permukaan Danau Toba meninggi. Padahal sudah belasan tahun, permukaan air danau cenderung menyusut sehingga berdampak pada munculnya daratan baru di tepian danau.

Mengenai buruknya kualitas air Danau Toba, baik persoalan di hilir dan di hulu, sudah menjadi rahasia umum. Pemerintah pun sudah tahu. Solusi pun kerap dilontarkan orang.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengakui sendiri bahwa sesuai hasil audit, Danau Toba mengalami kerusakan parah. Air di Danau Toba kotor.

“Ternyata Danau Toba itu kerusakannya sangat parah, jadi hanya 50 meter airnya punya oksigen, di bawahnya tidak oksigen. Tidak sehat sebetulnya itu harus dibersihkan. Keramba itu nggak bisa nggak, harus dibuang. Kemudian ada peternakan babi, buang limbah ke situ nggak boleh. Terus rumah hotel. Karena kalau nggak, itu danau habis dan tujuan pariwisata tak tercapai,” kata Luhut setelah bertemu perwakilan Bank Dunia di kantor di Jakarta, pada Senin 19 November 2018.

Masyarakat seputar Danau Toba pun, yang dimotori Togu Simorangkir, Anita Hutagalung, dan Irwandi Sirait dan ditopang oleh YPDT, telah mengadakan gerakan rakyat dengan berjalan kaki dari kawasan Danau Toba ke Jakarta. Merela menjumpai Presiden RI Joko Widodo pada 6 Agustus  2021 untuk mendesak penutupan  operasional PT Toba Pulp Lestari. Banyak janji Presiden untuk Tano Batak saat itu, namun tidak ada mewujud sampai saat ini.

4.  Proyek Food Estate

Proyek mercusuar lumbung pangan atau food estate Humbang Hasundutan gagal. Megaproyek ini masuk dalam daftar program strategis nasional (PSN) 2020-2024 pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Berlandaskan Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2022 tentang Rencana Kerja Pemerintah tahun 2023 dan kemudian turun dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Nomor 9/2022, food estate ada di 4 provinsi yakni Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Papua. Dalam perencanaan awalnya, biaya lumbung pangan sebagai proyek strategis nasional itu memiliki anggaran Rp 1,9 triliun pada 2020-2021. Pada 2022 menjadi Rp 4,1 triliun.

Food estate yang di Kabupaten Humbang Hasundutan terletak di Desa Siria-ria, Kecamatan Pollung. Pembukaan 215 lahan baru mulai pada Agustus 2020. Ditami sejak 2022, fokusnya adalah bawang merah, bawang putih, kentang, kubis, dan cabai.

Pada Juni 2023, total akumulasi luas tanamnya telah mencapai 482,84 hektar. Dari 215 hektare lahan foot estate yang dibuka, 146 hektar menurut Kementerian Pertanian berhasil ditanami masyarakat. Data Pemerintah Daerah Kabupaten Humbahas menyebut total produksi food estate Kabupaten Humbang Hasundutan berupa 392 ton kentang, 165 ton bawang merah, 294 ton kubis, 271 ton cabai, 93 ton jagung, 26 ton tomat, dan 13 ton bawang putih.

Nyatanya, proyek lumbung pangan di Kabupaten Humbang Hasundutan ini terbengkalai dan ditinggalkan para petani. Menurt pengamatan media massa Tempo, 30 Januari 2023, separuh lahan ini menjadi terlantar dan menjadi semak belukar.

Irma Suryani Lumban Gaol, seorang petani food estate yang ikut sejak penanaman tahap awal pada 2020 menuturkan, sebagian besar lahan tersebut ditinggalkan para petani lantaran mereka tak sanggup lagi menanam usai gagal panen. Untuk komoditas kentang, beberapa petani berhasil panen, namun modal yang dibutuhkan mencapai Rp 140 juta per hektar. Dari mana petani kecil dan rakyat biasa memperoleh modal sebesar itu?

Proyek food estate menghamburkan ratusan miliar dana negara. Berdasarkan data hingga 2023, proyek pembangunan sarana dan prasarana terkait food estate Humbang Hasundutan telah menelan biaya ratusan miliar. Rinciannya? Rp 144,4 miliar untuk pembangunan jaringan perpipaan air baku, Rp 7,5 miliar untuk pembangunan penyediaan air baku Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) Pollung.

Pengadaan konektivitas jalan Rp 90,4 miliar melalui APBN TA 2021-2023. Sangat disayangkan, proyek ambisius ini gagal. Sama halnya dengan food estate di Kalimantan Tengah yang ditangani Kementerian Pertahananan pimpinan Prabowo Subianto. Berbagai pihak, termasuk GreenPeace, Walhi, LBH Kalimantan Tengah, dan Save Our Borneo, menemukan bahwa proyek ini gagal total. Semula ditanami singkong, tiba-tiba menjadi jagung dalam media polybag.

 Gagalnya lumbung pangan Humbang Hasundutan diduga akibat tata kelola yang kurang baik. Semula dikelola oleh Kementerian Pertanian (Kementan), kemudian beralih ke Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang dipimpin Luhut Binsar Pandjaitan.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Prihasto Setyanto mengatakan, keterlibatan Kementan dalam proyek tersebut dimulai sejak perencanaan disain kawasan, pembukaan lahan, penanaman hingga Musim Tanam (MT) 1, dan peningkatan kapasitas SDM petani yang tengah berlangsung dari September 2020 hingga April 2021. Kemudian dialihkan ke Kemenko Marves sebagai tim pengelola operasional lapangan dan Bupati Humbahas sebagai penanggung jawab sejak 2021.

Menko Marves menerbitkan surat nomor B-1856/Menko/Marves/AJ.00/IV/2021 per 28 April 2021. Pengelolaan kawasan food estate Humbahas dilaksanakan tim transisi yang dipimpin Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor sebagai Penanggung Jawab Pengembangan. Pengelolaannya di bawah arahan Tenaga Ahli Menko Marves Van

Basten Pandjaitan sebagai Manajer Lapangan. Tata kelola tidak baik. Patut diduga, menunjuk staf satu marga, adalah bagian dari praktik nepotisme dan oligarki.

Rapor Merah

Sesuai uraian di atas, Yayasan Pencinta Danau Toba memberi rapor merah dengan nilai 2,75 (skor 1 sampai 10) kepada Presiden Jokowi dan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Adapun rincian skor adalah:

 1)  ASPEK INFRASTRUKTUR = nilai 8

 2)  PROYEK FOOD ESTATE = nilai 0

 3)  LINGKUNGAN RUSAK: BENCANA BANJIR DAN LONGSOR = nilai 1

4)  KUALITAS AIR DANAU TOBA = nilai 2

 

Catatan ihwal sistem skor

 YPDT menggunakan parameter untuk mengukur kinerja pembangunan di kawasan Danau Toba, dengan interval nilai 1 terendah sampai 10 nilai tertinggi, berdasarkan beberapa parameter sebagai berikut:

1) Pembangunan berkelanjutan Sustainable Development Goals (SDGs)

Sebagaimana kita ketahui, terdapat 17 indikator terlaksananya tujuan pembangunan berkelanjutan Sustainable Development Goals (SDGs) yakni, tanpa kemiskinan; tanpa kelaparan; kehidupan sehat dan sejahtera; pendidikan berkualitas; kesetaraan gender; air bersih dan sanitasi layak; energi bersih dan terjangkau; pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi; industri inovasi dan infrastruktur; berkurangnya kesenjangan; kota dan permukiman berkelanjutan; konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab; penanganan perubahan iklim; ekosistem laut; ekosistem daratan; perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh; kemitraan mencapai tujuan.

2.  Indikator-indikator keberhasilan pembangunan

  Pertumbuhan Ekonomi

  Indeks Gini (gini ratio)

  Indeks kualitas hidup secara fisik (PQLI)

  Pembangunan berkelanjutan

  Indeks kekayaan Inklusif (Wealth Index Inclusive) dengan prasyarat adanya Stabilitas Nasional (tidak terjadi kerusuhan sosial)

3.  Tata kelola pemerintahan yang baik

Berdasarkan pengalaman empiris para pengurus, anggota dan simpatisan Yayasan Pencinta Danau Toba, serta informasi dari masyarakat, mengenai tata kelola pemerintahan di Kawasan Danau Toba. Prinsip Good Corporate Governance (GCG) yakni transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, kemandirian dan adil.

4.  Pembangunan yang inklusif

Pembangunan seyogianya sebagai proses mendorong perbaikan kesejahteraan masyarakat dalam arti luas –tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dari sisi sosial, politik, dan kesehatan. Dengan demikian pembangunan inklusif dengan prinsip keadilan yang difokuskan dalam mengentaskan kemiskinan. Pembangunan inklusif mewajibkan dan melibatkan seluruh aspek masyarakat berkontribusi dalam proses pembangunan.

 

Kita Ganjar Nusantara: Menangkan Satu Putaran Ganjar Mahfud Presiden dan Wakil Presiden RI

0

IndonesiaVoice.com – Menjelang masa tenang kampanye Pilpres pada tanggal 11 Februari 2024, dari awal DPP Kita Ganjar Nusantara (KGN) telah melakukan usaha dan Langkah memperjuangkan Ganjar Pranowo Presiden 2024.

Demikian siaran pers DPP KGN yang ditanda tangani Ketua Umum Boyke Hasiholan S yang diterima media ini, Jumat (9/2/2024).

Disampaikan bahwa, Jejak perjuangan sejak dideklarasinya pencalonan Ganjar Pranowo Bacapres 2024 pada tanggal 28 Oktober 2022 di Gedung Is Plaza Jakarta.

KGN melakukan langkah pembentukan struktur di tingkat DPD, DPC, dan PAC di inisiasi daerah daerah dari rakyat, relawan yang menghendaki turut dan aktif memperjuangkan Ganjar Presiden dalam kontestasi Pilpres.

Kita Ganjar Nusantara (KGN)
Giat Kita Ganjar Nusantara (KGN)



Mesin struktural KGN telah terbentuk di tingkat DPP KGN di Ibukota, 19 DPD KGN Provinsi, 75 DPC KGN Kota/Kabupaten dan 1 PAC KGN, yang diarahkan oleh Penasehat dan Pembina sebagai relawan Ganjar Mahfud MD Presiden – Wakil Presiden 2024.

Tujuan pokoknya ialah bagaimana berjuang secara massif untuk menghantarkan Ganjar – Profesor Mahfud MD adalah sosok yang tepat dan merakyat menuju Indonesia Unggul-Lebih Baik, menuju Indonesia Emas 2045.

Langkah perjuangan KGN dengan menyapa rakyat, mengetuk sejuta pintu rakyat dan ditutup kegiatan akhir sebagai pionir dalam mengawal dan menghadirkan Ganjar Pranowo dalam Kampanye Akbar tgl 26 Januari 2024, di Ruteng – Manggarai NTT, yang dihadiri ribuan Masyarakat Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur.

relawan kgn

Menyongsong pencoblosan Pemilu Pilpres Rabu, 14 Februari 2024, KGN terus tergerak dan bergerak disertai waktu ini mengirimkan SERUAN kepada seluruh jajaran KGN Se-Tanah Air dan rakyat Indonesia untuk ramai-ramai dalam kegembiraan pesta hajatan Pilpres 2024, untuk Indonesia lebih baik sebagai berikut :



1.Bahwa demokrasi yang diambang bahaya karena buta dengan kekuasaan, telah menghancurkan Etika dan Moral sesuai Putusan Etik Mahkamah Kehormatan MK (MKMK) tanggal 7 November 2023 dan Putusan Etik Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) tgl 5 Februari 2024, melakukan cara-cara merusak demokrasi, kesesatan lewat memaksakan diri dengan cara merubah aturan main pilpres dikenal bagian dari dinasti keluarga, nepotisme bahkan cawe-cawe dalam memenangkan paslon yang diduga dilakukan Presiden, politik bansos dan indikasi politik kekerasan, maka pemilih haruslah berpijak secara arif dan sesuai hati nuraninya dan menelisik rekam jejak paslon agar setiap pribadi, keluarga, orang tua, rumah tangga mengajak masyarakat yang mempunyai hak memilih untuk ikut serta menentukan nasib bangsa memilih pemimpin nasional untuk menghindari diri tidak mencoblos atau Golput atau penyesalan akibat salah pilih paslon untuk 5 tahun ke depan.

Petisi, pernyataan dan kritik atas demokrasi dan dituju kepada Presiden dari sejumlah Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri, PT Swasta, Budayawan, Cendekiawan, mahasiswa, masyarakat sipil, tokoh agama telah menyatakan keprihatinan dan kritik menuju pilpres yang mengalami degradasi, keberpihakan, kerusakan Etik perilaku hakim konstitusi dan komisioner KPU.

Lewat Putusan Etik, seakan putusan yang dihasilkan tidak berguna sebab tetap saja tiada malu melenggang mulus sebagai paslon dalam kontestasi Pilpres.

Cawe-cawe penguasa dengan politik bansos, BLT dalam masa kampanye dan menghiraukan sumpah jabatan merupakan wujud tidak netral dalam menjaga pemilu pilpres yang dikhawatirkan berakibat kegaduhan politik yang lebih besar.

Itu artinya pilpres 2024 agar diadakan secara fairness antar paslon, khususnya KPU dan Presiden memposisikan sebagai wasit untuk menjaga dan menghindari kecurangan oknum, kecurangan pemindahan suara, pencurian suara, dan penggelembungan suara memenangkan paslon tertentu.



2.Bahwa indikasi kerusakan adanya hasil survei yang menunjukkan hasil presentasi dimenangkan untuk paslon tertentu hingga menjelang pencoblosan, mungkin bagian busuk dalam melakukan kampanye terselubung lewat hasil-hasil survei/polling untuk membangun image, branding lebih unggul dari paslon lainnya, sedangkan dalam kampanye tidak menggambarkan riil kehadiran peserta kampanyenya.

Kok bisa. Karena itu hasil penghitungan suara riil ditentukan pada tanggal 14 Februari 2024, Bukan hasil survei, yang tiada lain dapat bertolak belakang dengan hasil-survei yang meneliti terhadap responden kisaran antara 1.200 hingga 2.400 responden/orang yang disurvei, dibandingkan dengan jumlah 204.807.222 pemilik suara tetap, tersebar di 38 Provinsi, 416 Kabupaten dan 98 Kota, 7.266 Kecamatan atau 8.506 Kelurahan, 74.961 Desa negeri kepulauan.

Apapun itu metode penelitian yang dilakukan, tidak menentukan bahkan bisa karena pesanan. Karena itu tidak semua Lembaga survei membuka “rahasia” respondennya secara transparan.

Sepatutnya Rakyat tidak tertipu, tidak tersesat dengan propaganda hasil survei menjelang pemilihan pilpres. Bahwa KGN menilai dan melihat hasil-hasil survei paslon sebelum pemilihan Pilpres merupakan bentuk kampanye terselubung yang merusak demokrasi, merusak pilihan, merusak kejujuran dan menjadi pelajaran penting jika bertolak belakang dengan hasil pilpres yang sesungguhnya kemudian dimenangkan paslon nomor urut 03 atau 01 dalam satu putaran.



3.Pilihlah sesuai hati nurani dan lihat rekam jejak paslon. KGN berseru agar rakyat mendatangi TPS bilik-bilik suara, merenung sejenak menanyakan hati nurani disertai seraya berdoa kepada Tuhan Yang Esa saat membuka kertas suara, kemudian mencoblos nomor urut 3 Haji Ganjar Pranowo – Profesor Mahfud MD Presiden- Wakil Presiden RI, 2024-2029.

Bahwa Turut sertanya seluruh relawan merupakan komitmen penting bagi keberlangsungan bangsa dan negara dengan cita-cita demokrasi tanpa kecurangan, melainkan pilpres yang jujur, berintegritas, dan memilih sosok yang mempunyai rekam jejak dengan kemampuan bekerja, dekat dengan rakyat dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pilpres 2024 merupakan pesta hajatan rakyat yang mewujudkan pilihannya, mewujudkan demokrasi yang sesungguhnya tanpa kecurangan, tanpa kesesatan karena hasil survei.

KGN memastikan sesuai aspirasi di daerah-daerah bahwa Ganjar-Mahfud MD adalah pemenangnya yang akan diraih dalam satu putaran, menuju Indonesia yang lebih baik.



Salam TIGA JARI. SALAM KEMENANGAN BAGI BANGSA INDONESIA. MENANG, MENANG, MENANG

Jakarta, 10 Februari 2024

DPP KITA GANJAR NUSANTARA

Boyke Hasiholan S / Ketua Umum

Deklarasi Sahabat Bang Ara dan Theo Tambunan Dukung Prabowo-Gibran, Ribuan Orang Padati Sopo Godang HKBP Laguboti

0

IndonesiaVoice.com – Jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 14 Februari 2024, Maruarar Sirait melalui gerakan Sahabat Bang Ara meyakini elektabilitas Prabowo-Gibran terus meningkat menuju kemenangan sekali putaran.

“Sebagian besar rakyat Indonesia ingin kebijakan dan program pembangunan Presiden Jokowi dapat terus dilanjutkan. Hanya Prabowo-Gibran pasangan Capres-Cawapres yang kami yakini berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan Jokowi menuju Indonesia Emas 2045,” kata Ketua Umum Relawan Prabowo Gibran Center (PGC), Theo Cosner Tambunan, di Laguboti, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, melalui keterangannya, Jumat, (09/2/2024).

Sebagai bentuk dukungan penuh kepada Prabowo-Gibran, Sahabat Bang Ara Sirait dan Theo Tambunan melaksanakan “Pesta Rakyat untuk Indonesia Maju” di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Kamis, (8/2/2024).


“Masyarakat Toba sangat antusias mengikuti kegiatan Pesta Rakyat ini. Pesta Rakyat dihadiri 3000an peserta yang memadati Sopo Godang HKBP Godung Laguboti. Melihat animo besar ini, kami yakin Prabowo-Gibran akan menang di Kabupaten Toba dan sekitarnya pada Pilpres ini,” lanjut Theo yang juga merupakan mantan kader dan pengurus PDI Perjuangan ini.

Kegiatan Pesta Rakyat dan Deklarasi dukungan kepada Prabowo Gibran dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Toba, Effendi Sianipar dan Bupati Toba periode 2016-2021, Darwin Siagian.

“Tidak bisa dipungkiri dan disangkal, Jokowi telah banyak melakukan pembangunan di Sumatera Utara, secara khusus Kawasan Danau Toba. Antara lain menjadikan KDT sebagai pariwisata super prioritas, pembangunan jalan tol dari Medan menuju Danau Toba, bandara internasional Silangit, jembatan Tano Ponggol, dan infrastruktur lainnya. Triliunan anggaran pemerintah pusat dikucurkan untuk membangun KDT,” ujarnya.


Menurut Theo, masyarakat Kawasan Danau Toba sangat mencintai figur Presiden Jokowi yang tulus, sederhana, dan penuh komitmen menjalan tugas pengabdiannya untuk rakyat Indonesia.

Sebagai simbol dukungan masyarakat Toba bahwa Prabowo-Gibran yang diyakini berkomitmen melanjutkan jejak pembangunan Jokowi, warga Toba memberikan lukisan wajah Jokowi kepada Theo Cosner untuk diserahkan kepada pasangan Prabowo-Gibran.

“Rakyat KDT sangat mengagumi figur Pak Jokowi yang tulus dan merakyat. Maka sekali lagi kami sampaikan, bahwa Prabowo-Gibran akan berhasil mengungguli Paslon lainnya di daerah ini,” tegas dia.


Kegiatan Pesta Rakyat diisi oleh penampilan band, senam gemoy, tari Tor-tor dan modern, serta diisi acara inti yakni Deklarasi Sahabat Bang Ara & Theo mendukung Prabowo-Gibran.

“Rakyat ingin pembangunan KDT dapat terus dilanjutkan, khususnya terkait pengembangan potensi lokal dan sumber daya manusia. Rakyat juga ingin program hilirisasi dapat dilanjutkan untuk membuka lapangan pekerjaan bagi generasi muda, serta menjalankan program makan siang dan susu gratis bagi anak sekolah untuk meningkatkan kualitas generasi emas Indonesia,” jelas Theo.

Di sisi lain, lanjut Theo, Jokowi juga sudah terbukti berani menegakkan Pancasila dan tegas terhadap radikalisme, membawa kemajuan ekonomi bangsa, melakukan pemerataan pembangunan dengan memindahkan Ibukota.


“Lalu memperhatikan rakyat kecil, berani melawan agenda asing yang tidak benar, membuat kerukunan yang nyata, serta mencintai rakyat Indonesia dalam perkataan dan tindakan nyata,” pungkasnya.(*)

 

 

Relasi Prabowo Gibran Gelar Temu Kebangsaan dan Doa Bersama, Bertekad Menangkan Satu Putaran

0

IndonesiaVoice.com  Relawan Lentera Kasih (Relasi) Prabowo-Gibran bersama para pendeta, cendekiawan Kristen, aktivis gereja dan Ormas Kepemudaan (OKP) Kristen menggelar acara “Temu Kebangsaan Dan Doa Bersama Untuk Indonesia” di Akmani Hotel, Jakarta, Jumat (9/2/2024).

Acara dengan tema “Pemilu Sekali Putaran untuk Indonesia yang Rukun, Damai, dan Maju” ini dimulai ibadah dengan kotbah dibawakan Pdt Andreas Tuhenay.

Dalam kotbahnya, Pdt Andreas menekankan 2 hal yang mesti dilakukan bagi Indonesia. “Pertama, kita harus bangkit dari kehidupan masa lalu, masa kelam, masa bodoh dan malas, serta ketidakpedulian kita. Sebab Indonesia memanggil kita untuk melakukan perubahan,” jelasnya.


“Kedua, kita dipanggil untuk menjadi terang. Siapapun dan dimanapun kita berada hendaknya hidup kita berdampak dan menjadi terang. Supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik sehingga menjadi berkat bagi orang lain,” imbuh Andreas.

Sekretaris Relasi, Herbert Marpaung, dalam sambutannya, menjelaskan cikal bakal didirikannya Relasi berasal dari pemuda-pemudi Kristen dari lintas sinode gereja yang punya inisiatif untuk menyemangati Paslon Prabowo dan Gibran untuk menang satu putaran pada Pilpres 14 Februari 2024.

Herbert juga menyampaikan pesan Cawapres Gibran yang mengajak para pemuda untuk mewujudkan pemilu damai.


“Meskipun kita berbeda pilihan, ingat pesan Mas Gibran agar kita tidak boleh saling mengejek, membenci dan menyerang pribadi. Mari sama-sama membangun Indonesia maju. Kita sebagai inisiator pemuda-pemudi Kristen yang berhimpun dalam Relasi harus terus konsisten mengkampanyekan Visi dan Misi Paslon 02 Prabowo Gibran,” imbuhnya.

Sementara Pdt Yerry Pattinasarany dalam testimoninya mengutarakan Paslon Prabowo-Gibran punya kemampuan bukan hanya memenangkan pertarungan demokrasi, tapi bisa merajut kembali persatuan paska pemilu 2024.

“Paska pemilu, kita punya banyak PR dan rasanya perlu orang-orang yang punya hati yang luas untuk kembali merekatkan kembali bangsa ini. Saya lihat Paslon Prabowo Gibran sangat solid mengarah kesana,” ucapnya.


Sedangkan Ketua Relasi, Sahat MP Sinurat, mengawali testimoninya dengan menyampaikan pesan Gibran agar para para aktivis pemuda bisa menggunakan hak pilihnya untuk kepentingan bangsa kedepan.
Ia mendasarkan testimoni sesuai tema acara ini yakni “Pemilu Sekali Putaran untuk Indonesia yang Rukun, Damai, dan Maju”.

“Melalui tema ini, kita berharap hiruk politik beberapa bulan ini bisa selesai dalam satu putaran untuk Indonesia yang rukun, damai dan maju,” ucapnya.

Sahat melanjutkan, “Kita sudah melihat pemimpin yang baik yang sudah dilakukan oleh Pemerintahan Jokowi dalam 10 tahun kepemimpinan beliau. kita juga bisa melihat siapa pemimpin yang bisa melanjutkan hal-hal baik yang sudah dilakukan oleh Pemerintahan Jokowi.”


Tentunya, menurut Sahat, bisa dilihat pemimpin mana yang punya visi untuk kepentingan keberagaman, kemajemukan dan fokus pada isu-isu anak muda.

“Kita tidak hanya melihat Indonesia pada tahun 2024 yang sedang menghadapi pemilu, tapi ini adalah bagian dari perjalanan panjang bangsa imenjadi negara mandiri yang menyiapkan generasi yang kuat dan berdiri sama tinggi dengan negara lain,” urainya.

Sahat membeberkan, selama 10 tahun kepemimpinan Jokowi, banyak progam yang membuat negara lain salut dengan Indonesia.

“Apa yang telah ditorehkan oleh Presiden Jokowi selama 10 tahun ini dapat dilanjutkan oleh pemimpin yang bisa melakukan mimpi besar Indonesia Emas 2045 (100 tahun Indonesia) sehingga kita bisa menjadi negara maju. Dan satu-satunya yang bisa menyiapkan generasi emas hanya Paslon Prabowo Gibran,” pungkasnya.


Peluncuran Buku “Gibran Pemuda Diatas Garis”

Ditengah-tengah acara “Temu Kebangsaan Dan Doa Bersama Untuk Indonesia” diadakan Peluncuran buku bertajuk “Gibran Pemuda Diatas Garis” yang ditulis oleh Sabam Sopian Silaban.

Menurut Sabam ada beberapa alasan dikatakan Gibran pemuda diatas garis. “Pertama, ketangguhan mental yang ada dalam diri Mas Gibran. Meski dirinya dihujani banyak hujatan, Gibran tetap maju menjadi cawapres,” paparnya.

relawan lentera kasih
Peluncuran buku bertajuk “Gibran Pemuda Diatas Garis” yang ditulis oleh Sabam Sopian Silaban di Akmani Hotel, Jakarta, Jumat (9/2/2024).

“Kedua, Gibran seorang yang punya kecendekiawanan. Ia pernah belajar ke Singapura dan kursus ke Australia. Ketiga, DNA Gibran digunakan dan dirawat dengan baik. Keempat, rezekinya luas,” tandas Sabam yang juga penulis Buku “Prabowo Pemimpin diatas Garis” ini.

Peluncuran buku saat itu ditandai dengan penyerahan buku dan piagam yang diserahkan dari Sabam Sopian Silaban kepada Ketum Relasi Sahat MP Sinurat.

(Vic)

Jelang Pemilu 2024, Seruan GMKI Jakarta: PPATK Telusuri dan Blokir Dugaan Aliran Dana Judi Online dan Narkoba ke Paslon Presiden dan Wapres

0

Shalom!

Kiranya Sang Kepala Gerakan Tuhan Yesus Kristus Menyertai dan menjauhkan kita dari orang – orang jahat yang bertujuan merusak tatanan demokrasi kita sebgai sebuah Bangsa dan Negara.

Dari Salemba 49 Menjelang perjalanan pelaksanaan pemilu, banyak kami menemukan persoalan fundamental yang secara sistematis mulai menjauh dari koridor cita – cita reformasi dan yang menaruh kepentingan rakyat diatas kepentingan kelompok atau golongan.

Untuk Pemilu yang beretika dan berintegritas, perlu kita menyadari keterlibatan seluruh elemen bangsa yaitu menolak adanya praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme hingga penyelewengan kekuasaan menjelang Pesta Demokrasi rakyat.


Adanya problematika yang terjadi, kami mengingatkan untuk cita-cita Reformasi jangan dikerdilkan hingga konstitusi jangan dikangkangi demi melanggengkan kekuasaan.

Pada kesempatan ini kami mengajak Presiden Jokowi untuk kembali kepada prinsip “Etika Melayani bukan Teknik Berkuasa” dan menyerukan “Rakyat Ambil Kendali Demokrasi”.

Maka dengan ini kami GMKI Jakarta bersama Aliansi Mahasiswa Jakarta menyatakan :

  1. Adanya upaya nepotisme melalui Putusan MK yang menyebabkan diberhentikannya Anwar Usman sebagai Ketua MK dan Cacatnya KPU RI karena menerima Cawapres Gibran yang sarat kepentingan serta melanggar Kode Etik melalui Keputusan DKPP.


  1. Dugaan penggunaan APBN untuk Politisasi Bansos yang bertujuan memuluskan kepentingan salah satu paslon guna berperan dalam menaikkan elektabilitas dikarenakan angka Bansos saat ini lebih tinggi dari Bansos Covid19.

  2. Mendesak Menteri dan Pejabat Kepala Daerah yang terlibat dalam Tim Pemenangan (Kampanye), hingga yang tercatat sebagai Paslon Capres dan Cawapres untuk mengundurkan diri serta tidak menggunakan fasilitas negara.

  3. Mendesak Aparat KPU, BAWASLU, TNI/POLRI hingga Kepala Desa untuk netral tanpa memihak salah satu Paslon, sebab akhir-akhir ini ramainya dugaan intervensi dan beredarnya informasi pemenangan salah satu Paslon Capres dan Cawapres.


  1. Meminta PPATK untuk menelusuri dan memblokir dugaan aliran dana Judi Online dan/atau Narkoba yang masuk ke salah satu Paslon Capres dan Cawapres.

Dalam waktu tempo yang sesingkat-singkatnya, Melalui ini bersama-sama kita mendoakan dan mengajak agar Presiden Joko Widodo jangan tersesat dan kembalikan koridor demokrasi ke jalan yang benar.

Hidup Rakyat ! Hidup Mahasiswa !

Akhir Kata,
Tinggi Iman ! Tinggi Ilmu ! Tinggi Pengabdian !
Ut Omnes Unum Sint

Civitas GMKI Jakarta, 7 Februari 2024

Dukung Prabowo, Puluhan Pendukung Anies dan Ganjar Hadiri Deklarasi Sahabat Bang Ara di Riau

0

http://IndonesiaVoice.com– Suasana meriah menyelimuti Desa Tanjung Sawit, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau pada Selasa (6/2/2024), saat Sahabat Bang Ara dan Sahat Sinurat menggelar Pesta Rakyat untuk mendukung Paslon 02 Prabowo-Gibran jelang Pemilu 14 Februari mendatang.

Ribuan masyarakat Kampar hadir dalam acara ini, menunjukkan komitmen mereka untuk memenangkan Prabowo-Gibran dalam sekali putaran pada Pilpres mendatang.

Sahabat Bang Ara merupakan jejaring dari mantan politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait atau yang akrab dipanggil Ara, yang kini mendukung Prabowo-Gibran.


Kegiatan dimeriahkan dengan senam sehat gemoy, penampilan band, tari-tarian, dan kuliner UMKM bagi pengunjung. Para pengunjung juga dengan penuh semangat membacakan deklarasi dukungan mereka terhadap Prabowo-Gibran bersama-sama dengan puluhan orang eks pendukung Paslon 01 dan 03 yang beralih mendukung Paslon 02.

Sahat Martin Philip Sinurat sebagai perwakilan Sahabat Bang Ara, dalam keterangannya, menyatakan bahwa dukungan untuk Prabowo-Gibran saat ini mengalir deras dari masyarakat Provinsi Riau. Pernyataan ini disampaikan dalam keterangannya pada hari Selasa, 6 Februari 2024.

Menurut Sahat, program dan kebijakan di Provinsi Riau seperti untuk masyarakat adat, petani sawit, pembangunan jalan tol, pembagian sertifikat tanah, penanganan karhutla, dan pengelolaan Blok Rokan oleh Pertamina menjadi contoh keberhasilan kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang diharapkan dapat dilanjutkan oleh pasangan Prabowo-Gibran.


“Riau adalah salah satu daerah penghasil sawit dan juga penghasil minyak melalui Blok Rokan. Selama sepuluh tahun, Presiden Jokowi sangat memperhatikan provinsi ini. Sekarang kita melihat dukungan yang sangat besar untuk Prabowo-Gibran, karena pasangan ini satu-satunya yang berkomitmen melanjutkan kebijakan Jokowi,” ungkap Sahat yang juga merupakan Ketua Dewan Pembina Relasi Prabowo-Gibran.

Sahat menyampaikan, puluhan pendukung Paslon 01 dan Paslon 03 turut hadir di dalam kegiatan dan menyatakan sikap untuk memilih Paslon 02 Prabowo-Gibran.

“Bapak Haryanto sebagai perwakilan pendukung Paslon 03 sebelumnya adalah Ketua Relawan Dukung Ganjar Presiden ke-8 (DGP8) Provinsi Riau yang pada bulan Agustus 2023 lalu melakukan kegiatan Pelantikan di Pekanbaru, hari ini bertekad untuk menggerakkan semua jejaringnya untuk memilih Prabowo-Gibran,” kata Sahat.


“Selanjutnya Bapak Ali Warman, selama satu tahun ini bergabung dalam relawan dan pengurus salah satu Partai Koalisi 01, hari ini datang bersama puluhan pendukung 01 lainnya, dan berjanji akan mengajak relasinya untuk memilih Paslon 02,” lanjut Sahat yang juga merupakan mantan Ketua Umum GMKI ini.

Sahat optimis di hari-hari mendatang akan semakin banyak rakyat Indonesia yang memutuskan untuk memilih Paslon 02.

“Mayoritas rakyat Indonesia ingin Pemilu sekali putaran agar hiruk-pikuk politik bisa segera selesai dan kita semua kembali guyub dan damai. Sehingga rakyat akan memilih yang pasti-pasti saja. Pasti kinerja dan rekam jejaknya, pasti melanjutkan program Jokowi, dan pasti juga peluang untuk menang. Siapa lagi yang pasti kalau bukan Prabowo-Gibran,” pungkas Sahat yang juga Ketua Umum GAMKI ini.


Koordinator kegiatan, Hermanto Ramora, menjelaskan bahwa pesta rakyat ini diselenggarakan untuk menciptakan suasana pemilu yang sejuk, bahagia, dan riang.

“Kegiatan pesta rakyat bersama Sahabat Bang Ara dan Sahat Sinurat ini dibuat dengan tujuan menciptakan suasana pemilihan yang riang dan bahagia. Acara dimulai siang dan selesai menjelang tengah malam. Warga terlihat antusias dan menikmati suasana pemilu yang sejuk tanpa narasi kebencian ataupun menakutkan,” ujarnya.

Hermanto menambahkan bahwa pesta rakyat ini tidak melibatkan event organizer, melainkan hanya melibatkan warga setempat, sehingga mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat setempat.


“Kita menargetkan 2222 peserta, namun membludak hingga 3000an orang, karena pesta rakyat ini melibatkan warga setempat dan memberdayakan UMKM lokal. Hal ini sejalan dengan visi misi Bapak Prabowo-Gibran yang sangat peduli terhadap pengembangan potensi daerah,” tutupnya.

Pesta Rakyat tersebut didukung oleh Relawan Lentera Kasih (Relasi) Prabowo Gibran Provinsi Riau, Relawan Prabowo Gibran Center Wilayah Riau, serta sejumlah calon legislatif dari Koalisi Indonesia Maju, antara lain Ramos Sianturi, Linda Mariaty, Raja Jaya Dinata, Nelly Siagian, dan tokoh-tokoh lainnya.

Saat ini, seluruh jaringan Bang Ara bergerak di berbagai daerah untuk bahu-membahu bersama para pendukung Paslon 02 lainnya memenangkan Prabowo-Gibran sekali putaran pada hari pemilihan 14 Februari 2024 mendatang.(*)

 

 

 

 

UKI Gelar Pelatihan Bagi Fisioterapis Berstandar Internasional, Bukan “Kretek” Abal-abal

0

IndonesiaVoice.com – Program Studi (Prodi) Fisioterapi Fakultas Vokasi UKI bekerja sama dengan Institute for Physical Therapy Advancement (IPTA) menggelar kegiatan pelatihan “Certificate in Orthopedic Manual Physical Therapy: Cervical, Thoracic and Rib Cage Module” yang diadakan di Ruang Lab Multi Prodi Fisioterapi, Fakultas Vokasi UKI Cawang, Jakarta, 2-4 Februari 2024.

Dekan Fakultas Vokasi UKI, Dr. Maksimus Bisa, SSt.Ft., SKM., M.Fis, menjelaskan pelatihan hasil kerjasama Prodi Fisioterapi Fakultas Vokasi UKI dengan IPTA ini diadakan dalam rangka peningkatan kompetensi fisioterapis di Indonesia berstandar internasional.

“Pelatihan kali ini diikuti oleh 30 Fisioterapis yang berasal, antara lain, dari Jakarta, Bandung, Surabaya dan Lampung. Mereka semua sudah bekerja, ada yang di rumah sakit, klinik dan kampus,” kata Maksimus dalam keterangannya.


Program Studi (Prodi) Fisioterapi Fakultas Vokasi UKI
Instruktur dari Institute for Physical Therapy Advancement (IPTA) Andrei Alvatas (tengah) sedang memberikan pelatihan kepada para peserta pelatihan

Program pelatihan ini sudah berjalan sejak 2019. Tahun ini adalah tahun ketiga dimana pelatihan ini terdiri dari empat materi, yakni terapi manual untuk cervical thoracic (leher dan punggung), sendi ekstremitas atas dan bawah (tungkai atas dan tungkai bawah), punggung bawah serta terapi latihan.

“Para peserta akan mendapatkan sertifikat pelatihan dari IPTA. Setelah mendapatkan sertifikat mereka akan diuji lagi untuk mendapatkan gelar Certificate in Orthopedic Manual Physical Therapy (COMPT) jika sudah mengikuti ke empat modulnya” papar Ketua Prodi Fisioterapi, Lucky Anggiat, STr.Ft., M.Physio, disela-sela pelatihan di Kampus UKI, Cawang, Jakarta, Jumat (2/2/2024).

“Pelatihan ini tentang terapi manual. Kalau mungkin pernah dengar terapi ‘kretek-kretek’, nah ini versi ilmiah-nya yang benar-benar serius dan hanya diikuti oleh fisioterapis. Jadi bukan cuma pelatihan biasa,” imbuh dia.


Menurut Lucky, Instruktur yang memberikan materi pelatihan kali ini berasal dari luar negeri, Amerika Serikat (IPTA) Andrei Alvatas, yang tentunya sudah berstandar internasional sehingga latihan dan tes nya pun bertaraf internasional.

“Pelatihan bagi fisioterapis ini punya standar internasional, bukan abal-abal. Para fisioterapis yang ikutan pelatihan ini diharapkan kelak bisa memberikan pelayanan prima dan memberikan terapi manual untuk leher, tangan, kaki dan punggung yang terbaik kepada pasiennya,” kata dia.

Ia menambahkan, pelatihan bagi Fisioterapis ini penting sekali dalam pelayanan di Rumah Sakit karena paling minim resiko. Juga, paling efektif dan efisien lantaran tak perlu pakai alat medis yang harganya cukup mahal mencapai ratusan juta rupiah.

“Pelatihan dengan biaya Rp. 4,2 juta, para fisioterapis bertambah skillnya lebih baik. Pun, para pasien tidak perlu pakai alat medis yang cukup mahal,” tandas Lucky.(*)

RAPI Deklarasi Dukung Paslon Prabowo Gibran

0

Relawan Pemimpin Indonesia (RAPI) secara resmi mengumumkan dukungannya kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, untuk Pilpres 2024. Deklarasi dukungan tersebut digelar dalam acara di Balai Sarbini, Jakarta, (2/2/2024) yang dihadiri oleh sejumlah tokoh dan relawan.

Dalam sambutannya, pendiri RAPI, Dr. Jimmy Oentoro, menyatakan bahwa dukungan ini didasari oleh kesamaan visi dan misi antara RAPI dan pasangan Prabowo-Gibran.

RAPI memiliki visi sebagai gerakan akar rumput yang berfokus pada kesejahteraan rakyat dengan mengedepankan nilai-nilai nasionalisme dan Pancasila.

Oentoro menyebut bahwa visi ini sejalan dengan komitmen Prabowo-Gibran untuk membangun bangsa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kami yakin bahwa Pak Prabowo dan Mas Gibran mampu mewujudkan cita-cita besar ini dengan membawa semangat perubahan dan kepemimpinan yang tangguh,” ujar Oentoro di hadapan relawan dan tamu undangan yang hadir.



Deklarasi dukungan tersebut diwarnai dengan pernyataan resmi dari RAPI yang disampaikan langsung oleh Jimmy Oentoro.

Pernyataan tersebut menegaskan tiga komitmen utama RAPI sebagai bagian dari upaya memenangkan pasangan Prabowo-Gibran.

Pertama, RAPI memberikan dukungan penuh 100 persen kepada Prabowo Subianto sebagai calon presiden dan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden untuk periode 2024-2029.

Kedua, RAPI berkomitmen untuk mensosialisasikan pasangan ini kepada berbagai lapisan masyarakat serta mengajak mereka untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada tanggal 14 Februari 2024, yang mereka sebut sebagai “Hari Kasih Suara” untuk paslon 02.

Komitmen ketiga adalah kesetiaan penuh RAPI kepada tim kampanye Prabowo-Gibran yang dipimpin oleh Hashim Djojohadikusumo. Oentoro menyatakan bahwa pihaknya siap bekerja keras bersama Hashim untuk memenangkan pasangan Prabowo-Gibran dalam satu putaran.



Sebagai bentuk simbolis dari dukungan ini, Oentoro menyerahkan pernyataan dukungan RAPI kepada Hashim Djojohadikusumo, yang hadir sebagai anggota Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran.

Hadir pula dalam kesempatan ini mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal (Purn) TNI Dudung Abdurachman yang turut memberikan dukungan moral kepada RAPI dan pasangan Prabowo-Gibran.

Deklarasi dukungan dari RAPI ini diharapkan menjadi dorongan bagi pasangan Prabowo-Gibran menjelang Pilpres yang semakin dekat.

RAPI sendiri menegaskan komitmen mereka untuk terus menyuarakan aspirasi masyarakat di akar rumput, serta memastikan bahwa dukungan ini akan berwujud dalam partisipasi aktif pada hari pemungutan suara nanti.

Dukungan RAPI yang melibatkan banyak lapisan masyarakat akar rumput ini menambah daftar panjang kelompok relawan yang mendukung pasangan nomor urut 2. Dengan langkah ini, Prabowo-Gibran mendapat suntikan kekuatan baru dalam pertarungan menuju kursi kepresidenan 2024.

(Vic)