Sabtu, Februari 7, 2026
No menu items!

Terkait Polemik Impor Garam, JPIP: Masuk Tahun Politik, Isu Impor Garam ini “digoreng”

Must Read

JAKARTA, IndonesiaVoice.com – Jaringan Pemerhati Industri dan Perdagangan (JPIP) mengapresiasi terobosan pemerintah mengeluarkan PP No.9 Tahun 2018 dimana kewenangan garam konsumsi yang diproduksi oleh para petani garam ditangani Kementerian Perikanan dan Kelautan, sedangkan kebutuhan garam industri ditangani Kementerian Perindustrian.

Kendati begitu, menurut Ketua Penelitian dan Pengembangan DPP JPIP, Heroe Wiedjatmiko, munculnya PP No.9 Tahun 2018 di tahun politik ini, ternyata menimbulkan beberapa isu yang meresahkan masyarakat terutama para petani garam pelaku usaha garam, asosiasi terkait dan industri pengguna garam. Isu seksi ini ‘digoreng’ sedemikian rupa oleh beberapa oknum untuk kepentingan politik mereka.

Pengurus DPP JPIP

“Isu pertama yang dimunculkan bahwa impor garam industri menghancurkan petani garam lokal. Isu kedua bahwa ada mafia dalam impor garam. Kedua isu inilah yang ‘digoreng’,” urai Heroe dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat, (13/4).


Heroe membeberkan tahun lalu memang telah terjadi penyelewengan garam industri yang dipakai untuk garam konsumsi yang dilakukan oleh Direktur Utama PT Garam.

Berawal dari kondisi tahun lalu dimana terjadi paceklik untuk garam konsumsi. PT Garam diizinkan untuk impor garam konsumsi. Namun, PT Garam justru impor garam industri (harga Rp.500 per Kg) yang kemudian spesifikasi paketnya diubah menjadi garam konsumsi (harga Rp. 2000 s/d 2500 per Kg) dengan cap ‘Made Indonesia’ lalu dijual kepada masyarakat.

“Itu jelas-jelas menghancurkan harga garam khususnya bagi petani garam lokal,” tandas dia.

 

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest News

Polda Metro Jaya Tinjau Lokasi Ujung Menteng, BPN Jaktim dan Kubu Raz Kumar Singh Tak Hadir, Hukum Dicuekin?

Jakarta, IndonesiaVoice.com – Matahari sepenggalah naik di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT), menyinari hamparan tanah di RT.005/RW.005, Kelurahan Ujung...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img