IKLAN
Home NASIONAL

Cetak Sejarah di Ibu Kota, MoU Batak Center dan Pemkab Toba Jadi Langkah Awal Rumah Peradaban Batak

MoU Batak Center Pemkab Toba
Foto bersama usai DPN Batak Center teken MoU dengan Pemkab Toba di di Sekretariat Batak Center, Jakarta, Senin, (13/4/2026)

Jakarta, IndonesiaVoice.com — Senandung kerinduan pada bona pasogit (kampung halaman) terasa kental menyelimuti Gedung Sekretariat Batak Center di kawasan Petojo, Jakarta Pusat, Senin siang (13/4/2026).

Jauh dari sejuknya hembusan angin Danau Toba, sebuah langkah bersejarah justru ditorehkan di jantung ibu kota.

Dewan Pengurus Nasional (DPN) Batak Center bersama Pemerintah Kabupaten Toba duduk bersama, menyatukan tekad dalam sebuah Nota Kesepahaman (MoU) demi melestarikan dan memajukan peradaban budaya Batak Toba.

Pertemuan ini jauh dari kesan kaku birokrasi. Ia terasa seperti perjumpaan keluarga besar; sebuah titik temu antara kerinduan para perantau yang sukses di ibu kota dengan keseriusan pemerintah daerah yang tengah berjibaku menjaga identitas di tanah kelahirannya.

Baca juga: DPR RI Pasang Badan untuk Pensiunan Guru Benhil, Sentil Keras Pemprov DKI Soal Manajemen Aset yang Semrawut!

Membangun Rumah Peradaban di Kaldera

Di hadapan para hadirin yang antusias, Ketua Umum DPN Batak Center, Sintong M. Tampubolon, memaparkan sebuah visi yang melampaui pelestarian biasa. Ada mimpi besar yang tengah dirajut dengan tekun: berdirinya Museum Batak Raya, sebuah episentrum pelestarian yang direncanakan berdiri megah di kawasan Kaldera Toba.

Sintong menuturkan bahwa rencana ini bukan sekadar wacana kosong.

“Kita merencanakan membangun Museum Batak Raya di Kaldera. Kami sudah mendapat restu dari Bapak Menteri Kebudayaan, Bapak Fadli Zon… Lahan yang disediakan rencananya sekitar 3 sampai 6 hektar,” ungkap Sintong penuh harap, menjelaskan hasil komunikasinya dengan pihak Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT).

Di lahan itulah kelak, tidak hanya artefak budaya yang akan dijaga, tetapi juga kekayaan alam yang menjadi nyawa keseharian masyarakat Toba.

Salah satunya adalah upaya pelestarian tanaman endemik kebanggaan tanah Batak, rempah ajaib bumbu kehidupan: Andaliman.

Baca juga: Dr. JS Simatupang Bedah ‘Malpraktik Ilmu’ Saiful Mujani dan Bayang-bayang Makar

Menghidupkan Kembali Aksara yang Meredup

Mimpi besar dari Jakarta ini tak bertepuk sebelah tangan. Nahkoda Kabupaten Toba, Bupati Effendi Napitupulu, menyambut inisiatif ini dengan tangan terbuka.

Bagi Effendi, pelestarian budaya tidak akan bernyawa jika hanya membeku di dalam etalase museum. Budaya harus ditanamkan, dihidupkan, dan diwariskan ke dalam benak generasi muda, langsung di ruang-ruang kelas mereka.

Ia menyoroti sebuah realitas yang mengkhawatirkan: semakin terpinggirkannya bahasa dan tulisan leluhur dari pendidikan formal.

“Aksara Batak dan pelajaran terkait bahasa Batak itu tidak masuk lagi di dalam kurikulum pendidikan,” jelas Effendi.

Merespons hal itu, Pemkab Toba membuka pintu lebar-lebar bagi relawan dan pengurus Batak Center cabang Toba untuk turun tangan mengajar langsung ke sekolah-sekolah.

Kolaborasi ini pun akan dikawal serius lintas sektor, melibatkan dinas-dinas terkait seperti Dinas Pendidikan, Pariwisata dan Kebudayaan, hingga Dinas Pertanian.

Baca juga: FKKN: Menembus Batas Denominasi, Menyadarkan Umat pada Realitas Politik Bangsa

Pengingat Jati Diri

Pertemuan yang penuh dengan pertukaran ide terkait potensi wisata dan keramahan UMKM lokal itu akhirnya sampai di penghujung acara.

Tidak ditutup dengan ketukan palu, melainkan dengan suara bariton dan sopran para hadirin yang menyatu melantunkan lagu kebanggaan, “O Tano Batak”.

Alunan nada syahdu itu seolah menjadi pengingat bagi setiap jiwa yang hadir. Bahwa sejauh apa pun mereka melangkah pergi dari tepian Danau Toba, atau sekuat apa pun arus modernisasi menerjang, budaya Batak adalah ruh yang tidak boleh padam.

Lewat tanda tangan di atas kertas MoU siang itu, Batak Center dan Pemkab Toba sedang menyalakan kembali suluh kebudayaan, memastikan bahwa peradaban Batak akan terus berjaya di rumahnya sendiri.

Hadir juga jajaran pengurus DPN Batak Center, antara lain, Sekjen Jerry R. Sirait, Bendum Lambok Sianipar, Dewan Pembina Maruap Siahaan, dan perwakilan DPD Batak Center Kab Toba.(Vic)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version