IKLAN
Home NASIONAL

Lawan Krisis Moral Era Digital, Yayasan Jatidiri Bangsa Indonesia Luncurkan Buku “Unlock Potensi Dirimu”

Foto bersama pada momen peluncuran buku “Unlock Potensi Dirimu” karya Dr. Ir. Vita D.D. Soemarno, M.M (Keenam dari kiri) di Aula Perpustakan Nasional, Sabtu (18/4/2026).

Pagi itu, Sabtu, 18 April 2026, Lantai 4 Perpustakaan Nasional RI di Jalan Medan Merdeka Selatan tidak hanya dipenuhi oleh aroma kertas dan keheningan buku.

Ada kehangatan yang berbeda yang mengalir di Ruang Serba Guna. Ratusan orang berkumpul, bukan sekadar untuk merayakan berakhirnya bulan Syawal dalam bingkai Halal Bihalal, melainkan untuk menyaksikan lahirnya sebuah “kompas” moral baru bagi bangsa.

Di tengah hiruk-pikuk disrupsi teknologi dan derasnya arus informasi yang seringkali mengaburkan batasan etika, Yayasan Jatidiri Bangsa Indonesia (YJDB) meluncurkan karya ke-8 mereka: “Unlock Potensi Dirimu“.

Sebuah buku setebal 200 halaman yang lahir dari perenungan mendalam Dr. Ir. Vita D.D. Soemarno, M.M.

Baca juga: FKKN: Menembus Batas Denominasi, Menyadarkan Umat pada Realitas Politik Bangsa

Yayasan Jatidiri Bangsa meluncurkan buku "Unlock Potensi Dirimu"

Gelisah di Tengah Kelimpahan Informasi

Mengenakan busana yang rapi dan sorot mata penuh semangat, Vita Soemarno berdiri di hadapan hadirin. Suaranya tenang namun tegas saat menggambarkan kondisi Indonesia hari ini.

“Kita tidak kekurangan orang pintar,” ujarnya, “tapi kita membutuhkan lebih banyak pribadi berkarakter”.

Bagi Vita, pembangunan ekonomi dan infrastruktur fisik yang masif akan terasa rapuh jika tidak ditopang oleh kekuatan karakter.

Kegelisahannya beralasan. Di ruang publik, keteladanan kian memudar, digantikan oleh keriuhan media sosial yang seringkali dangkal.

Buku yang diterbitkan oleh Litera Mediatama ini hadir sebagai jawaban atas kegelisahan tersebut.

Buku ini dirancang dalam lima bagian gagasan yang mengalir secara runut. Dimulai dari langkah fundamental: menemukenali diri sendiri.

Penulis mengajak pembaca menyelami apa artinya menjadi individu yang berkarakter, menetapkan tujuan hidup yang jelas, hingga akhirnya mencapai puncak refleksi tentang bagaimana menjalani hidup yang bermakna bagi orang lain.

Baca juga: 5 Fokus Utama Dr. John Palinggi untuk Presiden Prabowo dalam Menangkal Badai Resesi Ekonomi di Indonesia

Warisan Berupa Gagasan

Ketua Umum Yayasan Jatidiri Bangsa Indonesia, Laksda TNI (Purn) Budi Kalimantoro, melihat buku ini lebih dari sekadar tumpukan kertas bertinta.

“Buku ini adalah pesan bagi generasi yang akan datang, bahwa karya adalah buku ini, gagasan adalah warisan, dan nilai adalah alat,” ungkapnya dengan nada bangga.

Budi meyakini kekuatan sejati sebuah bangsa tidak terletak pada otot atau kecerdasan intelektual semata, melainkan pada jiwa-jiwa yang memiliki integritas dan tetap tegak berdiri di tengah badai perubahan dunia.

Melalui buku ini, YJDB ingin menegaskan bahwa pembangunan karakter bukanlah sekadar wacana di podium, melainkan gerakan nyata yang harus dirawat dan diwariskan.

Nada optimisme serupa juga disampaikan oleh Niken W. Wulandari, Ketua Panitia acara tersebut. Ia menekankan bahwa momen ini adalah titik balik bagi generasi muda untuk berani mengenali potensi diri dan memberikan dampak nyata bagi Indonesia.

Baca juga: Menangkis Mitos ‘Pribumi Pemalas’, Presiden Prabowo Ungkap Alasan Sering Tidur Siang

Dialog Antar Generasi

Salah satu momen paling menyentuh dalam acara tersebut adalah testimoni dari Marsda Andi Wijaya, S.Sos., Koordinator Staf Ahli Kepala Staf Angkatan Udara.

Ia membawa hadirin kembali ke masa lalu, sebuah masa di mana rasa hormat murid kepada guru adalah sesuatu yang sakral.

“Dulu, murid sangat menghormati guru meski didikannya keras. Kini, di tengah derasnya arus teknologi digital, budaya itu sepertinya memudar,” kenangnya dengan nada prihatin.

Bagi Andi, buku “Unlock Potensi Dirimu” adalah sebuah jawaban atas ancaman krisis moral kebangsaan. Ia memuji kemampuan Vita dalam memotret keprihatinan sosial dan mengajak pembaca berdialog tentang nilai-nilai Pancasila secara aplikatif.

Baca juga: Menangkal Radikalisme dengan Kasih dan Pancasila, Membedah Pemikiran Dr. Sapta Baralaska

Gerakan Indonesia Berkarakter

Peluncuran buku ini ternyata bukanlah sebuah titik henti, melainkan bagian dari desain besar bernama “Gerakan Indonesia Berkarakter” yang telah dimulai YJDB sejak tahun 2025.

Program berkelanjutan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur bangsa—integritas, gotong royong, dan kepedulian sosial—ke dalam praktik kehidupan sehari-hari secara sistematis.

YJDB berharap buku ini menjadi katalisator bagi gerakan kolektif lintas sektor. Mulai dari keluarga sebagai unit terkecil, hingga institusi pendidikan dan masyarakat luas.

Tujuannya satu: melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas di atas kertas, tetapi juga matang secara moral dan memiliki ketahanan nasional yang kuat.

Ketika acara ditutup dengan ramah tamah dan sesi foto bersama, ada sebuah keyakinan yang tertanam di hati para hadirin: bahwa di gedung perpustakaan tertinggi di dunia ini, sebuah kunci telah diserahkan.

Kini, bola berada di tangan semua untuk “membuka kunci” potensi tersebut demi masa depan Indonesia yang lebih bermartabat.

Seiring matahari yang mulai meninggi di atas kawasan Medan Merdeka, buku “Unlock Potensi Dirimu” mulai berpindah tangan, membawa harapan bahwa karakter bangsa akan kembali menjadi panglima dalam setiap derap langkah menuju kemajuan.(Victor)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version