Beranda blog Halaman 36

Aksi Teroris Mengancam Ibukota di Video Teaser “13 Bom di Jakarta”, Tunjukkan Potensi Jadi Film Action Indonesia Terbesar Tahun Ini

0

IndonesiaVoice.com – Setelah ditunggu-tunggu pecinta film Indonesia, video teaser film “13 Bom di Jakarta” resmi dirilis oleh Visinema Pictures, Jumat (17/11/23). Dibuka dengan adegan-adegan yang menyiratkan cikal bakal kekacauan di ibukota, Badan Kontra Terorisme Indonesia mendapatkan pesan misterius dari pihak yang dianggap sebagai teroris.

“Ada tiga belas bom yang sudah kami sebar di seantero kota Jakarta,” ucap teroris dalam video teaser tersebut. Para teroris ini mengancam akan meledakkan ke-13 bom setiap 8 jam sekali jika mereka tidak mendapatkan imbalan sesuai tuntutan. Badan Kontra Terorisme selaku pihak berwenang pun mencoba melacak para teroris itu demi menghentikan serangan teror di ibukota.

Film “13 Bom di Jakarta” telah menarik perhatian para pecinta film nasional sejak awal diumumkan. Pasalnya, film bergenre aksi-spionase yang terinspirasi kejadian nyata ini diproduksi serealistis mungkin dengan menggunakan practical effect.


Aksi baku tembak yang ada di dalam film 13 Bom di Jakarta menggunakan beragam jenis senjata laras panjang hingga machine gun dan bazoka. Dalam video teaser, terlihat Arok (diperankan oleh Rio Dewanto) menyerang truk uang dengan bazoka hingga meledak dan terbalik. Adegan ledakan truk uang tersebut merupakan ledakan asli yang dilakukan secara langsung oleh kru di lokasi syuting.

“Banyak banget pilihan senjata yang digunakan di film ini. Didesain sangat detail untuk masing- masing karakter. Dan akhirnya gue bisa ngerasain pakai bazoka itu seperti apa, jadi pengalaman yang seru dan menyenangkan buat gue,” ungkap Rio Dewanto.

Selain adegan baku tembak, banyaknya aksi perkelahian dan car chase membuat video teaser ini terasa intens sekaligus mencekam. Lutesha, yang terlibat dalam adegan kejar-kejaran mobil turut merasakan tekanan yang cukup tinggi saat syuting. “Adegan car chase sangat menantang buat aku karena aku dituntut menyetir dalam kecepatan tinggi, ditambah di depan aku ada dua kamera. Itu deg degannya setengah mati, sih,” kata Lutesha.


Maraknya adegan aksi dan laga dari deretan aktor berbakat, seperti Rio Dewanto, Ganindra Bimo, Chicco Kurniawan, Ardhito Pramono, Lutesha, Putri Ayudya, Rukman Rosadi, Niken Anjani

dan banyak lagi itu, membuat film besutan sutradara Angga Dwimas Sasongko ini menjanjikan sebagai film action Indonesia terbesar di tahun ini.

Film “13 Bom di Jakarta” akan tayang serentak mulai 28 Desember 2023 di seluruh bioskop Indonesia. Video teaser sudah dapat ditonton melalui kanal Youtube Visinema Pictures maupun akun Instagram @13bomdijakartafilm.

SINOPSIS 13 BOM DI JAKARTA

Film ini menggambarkan Jakarta, kota metropolitan yang seketika menjadi kelam karena sekumpulan teroris melancarkan serangannya dengan ancaman 13 bom yang disebar di seantero Jakarta. Penelusuran Badan Intelijen dan agen rahasia atas teror tersebut mengarah pada Oscar (Chicco Kurniawan) dan William (Ardhito Pramono), dua orang pengusaha muda di bidang mata uang digital yang dianggap terlibat.


Misi tim agen rahasia pun menjadi rumit ketika mereka mencurigai adanya penyusup dalam tim. Di sisi lain, pemimpin kelompok teroris, Arok (Rio Dewanto) tak henti menebar teror dengan meledakkan bom setiap 8 jam. Satu-satunya cara menghentikan serangan teror tersebut adalah menyerahkan imbalan bernilai fantastis atau keselamatan seluruh warga Jakarta terancam.

MALAM ANUGERAH PIALA CITRA FESTIVAL FILM INDONESIA 2023

0

IndonesiaVoice.com – Malam Anugerah Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2023 digelar di Ciputra Artpreneur Theater Jakarta. Acara ini disiarkan secara eksklusif di akun Instagram dan kanal YouTube Festival Film Indonesia, serta kanal Youtube Kemendikbud RI dan Budaya Saya. Setelah melalui berbagai tahapan penjurian, akhirnya malam yang ditunggu tiba.

Nadiem Anwar Makarim, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI menyampaikan komitmen dan selamat kepada para peraih Piala Citra, “Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tentu berkomitmen untuk terus hadir memberikan dukungan konkret pada ekosistem kesenian dan kebudayaan khususnya ekosistem perfilman Indonesia. Selamat untuk para peraih Piala Citra, semoga terus menjadi inspirasi bagi para sineas untuk terus semangat untuk berkarya. Kami juga akan terus mendorong lahirnya karya-karya berkualitas melalui dukungan dan fasilitasi untuk para sineas demi terwujudnya Merdeka Belajar, Merdeka Berbudaya.”

Acara dimeriahkan penampilan oleh Rossa dan Iwan Fals yang membawakan lagu-lagu hits dan lagu yang pernah menjadi lagu tema film nasional. Selain duta FFI 2023 yakni Christine Hakim, Lukman Sardi, Laura Basuki, dan Chicco Kurniawan, daftar nominasi dan pemenang juga dibacakan oleh para sineas peraih Piala Citra FFI terdahulu, yakni Adipati Dolken, Chicco Jerikho, Chitra Subyakto, Cut Mini, Dian Sastrowardoyo, Emir Mahira, Gita Fara, Ifa Isfansyah, Joko Anwar, Marissa Anita, Melly Goeslaw, Reza Rahadian, Salman Aristo, Slamet Rahardjo Djarot, Tissa Biani, Titi Radjo Padmaja, dan Dewan Juri Akhir FFI kategori Film Cerita Panjang 2023.


Dewan Juri Akhir dan Dewan Pengabdian Seumur Hidup Untuk Film telah berembuk hingga akhir Oktober 2023 untuk menentukan masing-masing penerima 23 kategori penghargaan Piala Citra dan penghargaan khusus FFI 2023. Mereka terdiri dari 8 juri Film Cerita Panjang, 3 juri Film Cerita Pendek, 3 juri Film Animasi Pendek, 3 juri Film Dokumenter yang menilai Film Dokumenter Pendek dan Film Dokumenter Panjang, dan 3 juri untuk kategori Kritik Film, serta 3 anggota Dewan Pengabdian Seumur Hidup Untuk Film.

Dewan Juri Akhir untuk kategori Film Cerita Panjang terdiri dari Agni Ariatama, Andhy Pulung, Ekky Imanjaya, J.B. Kristanto, Raihaanun, Sekar Ayu Asmara, Shanty Harmayn, dan Yayu Unru. Dewan Juri Akhir untuk kategori Film Cerita Pendek terdiri dari B.W. Purbanegara, Nauval Yazid, dan Shuri Mariasih Gietty Tambunan. Dewan Juri Akhir untuk kategori Film Animasi terdiri dari Aditya Triantoro, Daryl Wilson, dan Wardana Riza. Dewan

Juri Akhir untuk kategori Film Dokumenter terdiri dari Arfan Sabran, Yuda Kurniawan Arifianto, dan Yuli Andari Merdikaningtyas. Dewan Juri Akhir untuk kategori Kritik Film terdiri dari Annisa Rachmatika Sari, Anton Sutandio, dan I Gusti Agung Ketut Satrya Wibawa. Dewan Pengabdian Seumur Hidup Untuk Film adalah Christine Hakim, J.B. Kristanto, dan Slamet Rahardjo Djarot.


Selain itu, diumumkan juga pemenang Film, Aktor, dan Aktris Pilihan Penonton yang akan menerima penghargaan khusus, yaitu Penghargaan Lilik Sudjio untuk Film Pilihan Penonton, Penghargaan A.N. Alcaff untuk Aktor Pilihan Penonton, dan Penghargaan Dhalia untuk Aktris Pilihan Penonton. Penggunaan nama yang berubah setiap tahun ini sebagai bagian dari upaya Komite FFI 2021-2023 untuk mengenalkan kembali masyarakat penonton film Indonesia peran para sineas yang telah berkontribusi dalam sejarah dan perkembangan industri film Indonesia.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada 1955, Festival Film Indonesia (FFI) digagas sebagai barometer perkembangan kualitas perfilman Indonesia. Melalui berbagai penghargaan yang diberikan, publik dan kalangan perfilman sendiri bisa membaca pencapaian terbaik yang dihasilkan pekerja film tanah air selama setahun terakhir.

FFI 2023 menghadirkan tema Piala Citra yang diambil dari nama piala penghargaan. Piala Citra disematkan sebagai nama anugerah perfilman Indonesia dan menjadi simbol supremasi tertinggi perfilman Indonesia. Piala Citra yang diberikan setiap tahun menjadi benang merah capaian perfilman Indonesia yang membentuk peta dinamika dan kemajuan perfilman Indonesia dahulu, kini, dan nanti. FFI 2023 sekaligus menutup periode Komite FFI 2021-2023 yang diketuai oleh Reza Rahadian.


“Tiga tahun ini merupakan perjalanan yang luar biasa. Kerja sama dan komunikasi para pihak yang telah memberikan dukungan penuh pada penyelenggaraan FFI di setiap tahunnya berjalan dengan sangat baik. Di akhir periode kepengurusan Komite Film Festival Indonesia 2021- 2023, saya berharap FFI tetap bisa menjaga transparansi, kejujuran, dan ketidakberpihakan kepada insan film untuk perfilman Indonesia yang terus bergerak maju,” kata Ketua Komite FFI Periode 2021-2023 Reza Rahadian.(*)

 

“Srimulat: Hidup Memang Komedi” Ajak Ngakak Kenceng Bareng Keluarga di Bioskop

0

IndonesiaVoice.com – Film terbaru MNC Pictures & IDN Pictures karya sutradara Fajar Nugros, “Srimulat: Hidup Memang Komedi” siap mengajak tertawa seluruh keluarga di Indonesia pada 23 November 2023 di bioskop. Film ini dibintangi oleh Juan Bio One (Gepeng), Indah Permatasari (Royani), Elang El Gibran (Basuki), Erika Carlina (Djudjuk), Dimas Anggara (Timbul), Morgan Oey (Paul), Zulfa Maharani (Nunung), Ibnu Jamil (Tarsan), Erick Estrada (Tessy), Ana (Naimma Aljufri), Teuku Rifnu Wikana (Asmuni), Rukman Rosadi (Teguh), Rano Karno (Babe Makmur), Omara Esteghlal (Kadir), Ray Shidiq, Fajar Nugra, Aldo Gudel, David Nurbianto dan penampilan spesial dari: Tessy, Nunung, serta Kadir.

Film “Srimulat: Hidup Memang Komedi” membawa perjalanan grup lawak asal Jawa Tengah, Srimulat, yang merantau ke ibukota Jakarta untuk menemukan kesuksesan dan popularitasnya. Namun, ditengah perjalanan menggapai impian tersebut, beberapa anggota Srimulat menemukan krisis identitas dan permasalahan yang rumit. Bagaimana para anggota Srimulat tetap bertahan dari kerasnya ibukota dan menemukan solusi dari setiap masalah?

Head of IDN Pictures dan Sutradara “Srimulat: Hidup Memang Komedi” Fajar Nugros memberikan sentuhan komedi khas ala Srimulat yang tetap dipertahankan. Menurutnya, Srimulat sudah menjadi suatu genre komedi tersendiri di Indonesia.


“Kalau misalnya ada orang yang mempraktikkan adegan kaki ditekuk lalu mencari kakinya di mana, atau matanya kecolok, itu pasti akan merujuk ke istilah Srimulatan. Makanya, sebegitu ikoniknya grup lawak ini, sehingga komedi khas yang dibawakan mereka pun bertahan sampai saat ini, dari generasi ke generasi,” kata sutradara Fajar Nugros.

President Director MNC Pictures Titan Hermawan menambahkan, grup lawak Srimulat memiliki kesan mendalam secara personal untuk dirinya. Untuk itu, memproduksi film yang menceritakan perjuangan mereka adalah kehormatan bagi MNC Pictures yang bekerja sama dengan IDN Pictures.

“Saya memiliki kenangan yang mendalam tentang Srimulat bersama keluarga saya. Untuk itu, ketika menyajikan “Srimulat: Hidup Memang Komedi” kami juga ingin memberikan kesan itu ke penonton di Indonesia. Untuk mengenal kembali para legend komedi Indonesia. Selain membangkitkan memori banyak orang tentang kebersamaan dengan keluarga ataupun teman, tujuan film Srimulat ini juga untuk mengenalkan grup lawak legend kepada generasi sekarang dan untuk diteruskan ke generasi berikutnya lagi, bahwa guyonan yang ada di antara mereka itu sebenarnya mengakar dari Srimulat, ‘moyang’nya komedi Indonesia, ” kata Titan Hermawan.


“Srimulat: Hidup Memang Komedi” diproduseri oleh Susanti Dewi (IDN Pictures) dan Emilka Chaidir (MNC Pictures). Sebelum tayang serentak di bioskop pada 23 November 2023, film ini juga akan disaksikan terlebih dulu oleh penonton di Surabaya pada 18 November 2023.

CEO IDN Media Winston Utomo mengungkapkan, Srimulat dan Surabaya adalah dua hal yang saling memiliki keterkaitan. Pada sejarahnya, Srimulat juga pernah merintis karier dengan mentas di Surabaya.

“Jika membaca perjalanan Srimulat, dulunya di tahun 1961, Srimulat itu sering manggung di Taman Hiburan Rakyat (THR) Surabaya. Untuk itu, rasanya tepat membawa film “Srimulat: Hidup Memang Komedi” lebih dulu ke Surabaya. Ini juga sebagai bagian napak tilas perjalanan panjang grup lawak legendaris Indonesia yang melibatkan Surabaya sebagai bagian dari sejarah mereka,” kata Winston Utomo.


Head of IDN Pictures dan Produser “Srimulat: Hidup Memang Komedi” Susanti Dewi berharap film ini bisa membangkitkan semangat juang bagi para penonton. Dalam kemasan sebuah film komedi, film ini diracik dengan kisah yang inspiratif tentang keberanian, tekad, dan usaha dalam menggapai mimpi. Dengan demikian diharapkan film ini bisa dinikmati bagi satu keluarga besar.

“Kami ingin membangkitkan semangat juang para generasi muda melalui kisah grup Srimulat sekaligus mengenalkan akar dari komedi yang selama ini digunakan oleh banyak orang bahkan hingga saat ini. Semoga “Srimulat: Hidup Memang Komedi” bisa membawa kehangatan yang menghibur dan membuat seluruh anggota keluarga yang menonton di bioskop tertawa dan terinspirasi.” Kata Susanti Dewi.

Head of Movie MNC Pictures dan Produser “Srimulat: Hidup Memang Komedi” Emilka Chaidir mengatakan, kerja sama yang dilakukan antara MNC Pictures dan IDN Pictures juga merupakan bagian kolaborasi untuk mempersembahkan cerita yang penuh tawa dari tokoh asli dan para talenta baru.


“Seluruh kru dan cast sama-sama kompak untuk mewujudkan cerita terbaik. Bahkan dalam produksi ini, kami merasa senang sekali karena para legenda Srimulat ikut turun tangan langsung membantu para cast dalam mendalami peran mereka. Misalnya, Pakde Tessy yang meminjamkan batu cincinnya ke Erick Estrada yang memerankan Tessy. Dan betapa terbukanya Mas Koko (Eko Saputra, anak pertama Pak Teguh pendiri Srimulat dan ibu Djujuk) menerima kami agar para kru dan cast juga bisa melakukan riset yang lebih mendalam,” jelas Emilka Chaidir.

Juan Bio One yang memerankan karakter Gepeng di “Srimulat: Hidup Memang Komedi” mengungkapkan setelah memerankan karakter tersebut dirinya pun jadi lebih memiliki sense of humor. Dirinya juga mengungkapkan banyak belajar dari proses yang dilalui untuk memerankan karakter Gepeng.

“Walau terasa berat pada awal dan merasa terbebani, tetapi seperti halnya para anggota Srimulat, kami menemukan solusi di setiap masalah seperti keluarga. Aku banyak belajar dari proses berperan menjadi Gepeng ini. Semoga upaya kami bisa membuat semua yang nonton ngakak kenceng nanti di bioskop.”


Film “Srimulat: Hidup Memang Komedi” akan tayang pada 23 November 2023 di seluruh jaringan bioskop di Indonesia. Penonton akan segera menyaksikan perjalanan komedi “Yang Maha Tawa” dari para anggota grup lawak legendaris Indonesia, Srimulat.

Yang Maha Tawa, Film “Srimulat: Hidup Memang Komedi” Angkat Perjuangan Meraih Popularitas Bintang Televisi

0

IndonesiaVoice.com – Film terbaru MNC Pictures dan IDN Pictures “Srimulat: Hidup Memang Komedi” merilis poster resmi dan trailer terbaru. Film yang disutradarai Fajar Nugros dan diproduseri Emilka Chaidir bersama Susanti Dewi ini akan hadir dengan humor “Yang Maha Tawa.”

“Srimulat: Hidup Memang Komedi” akan mengisahkan perjuangan grup lawak asal daerah, Srimulat, dalam meraih popularitas sebagai bintang televisi. Untuk merebut hati penonton Indonesia, para anggota Srimulat pun harus menemukan karakter unik mereka masing-masing.

“Srimulat: Hidup Memang Komedi” secara mendalam menghadirkan perjuangan Gepeng dalam menemukan jati dirinya sebagai pelawak sekaligus kisah romansanya dengan Royani. Sementara itu, Tessy mengalami krisis identitas yang berujung dipenjara dan menambah kompleksitas perjalanan Srimulat. Namun, melalui perjuangan dan tantangan ini, kru Srimulat menyadari betapa pentingnya kerja sama dan kasih sayang dalam menghadapi masalah masing-masing. Mereka akhirnya menyatukan langkah sebagai tim yang solid dan berhasil memberikan penampilan yang menghibur bagi warga Indonesia melalui acara televisi nasional.

Produser Emilka Chaidir menjelaskan, film “Srimulat: Hidup Memang Komedi” menjadi produksi kolaborasi dua rumah produksi untuk menghadirkan cerita yang hangat dan bisa dinikmati oleh seluruh anggota keluarga.

“Film ini adalah persembahan MNC Pictures yang bekerja sama dengan IDN Pictures untuk seluruh masyarakat Indonesia yang tentunya memiliki memori bersama tentang grup komedi legendaris Srimulat. Setiap anggota grup lawak ini memiliki karakter ikonik, sehingga setiap orang juga memiliki idola mereka masing-masing terhadap Srimulat. “Srimulat: Hidup Memang Komedi” kami hadirkan dengan penuh hangat untuk bisa dinikmati bersama keluarga dan membawa nostalgia lawakan khas Srimulat,” kata produser Emilka Chaidir.

Sementara itu produser Susanti Dewi mengungkapkan, “Srimulat: Hidup Memang Komedi” akan mengikuti kisah perjuangan para anggota grup lawak Srimulat dengan sudut pandang dan arahan yang unik dan mendalam.

“Di film “Srimulat: Hidup Memang Komedi” kami ingin memberikan sudut pandang dan arahan yang berbeda untuk IP ini. Kami ingin penonton melihat ini sebagai cerita dan Srimulat yang lebih intim,” kata produser Susanti Dewi.

Film “Srimulat: Hidup Memang Komedi” dibintangi diantaranya oleh Juan Bio One (Gepeng), Indah Permatasari (Royani), Elang El Gibran (Basuki), Erika Carlina (Djudjuk), Dimas Anggara (Timbul), Morgan Oey (Paul), Zulfa Maharani (Nunung), Ibnu Jamil (Tarsan), Erick Estrada (Tessy), Ana (Naimma Aljufri), Teuku Rifnu Wikana (Asmuni), , Rukman Rosadi (Teguh), dan Rano Karno (Babe Makmur).

Sutradara Fajar Nugros menambahkan, “Srimulat: Hidup Memang Komedi” memiliki sub-plot yang akan ditonjolkan di antaranya kisah asmara Gepeng dan Royani yang ternyata menjadi salah satu potensi permasalahan bagi Gepeng dalam mencapai cita-citanya. Ia juga menyebutkan, dalam penggarapan film “Srimulat: Hidup Memang Komedi” dibuat dengan sepenuh hati.

“Dengan cerita tentang bagaimana perjuangan sekelompok grup lawak yang juga sudah menjadi seperti keluarga, film ini tentu akan memiliki kedekatan tersendiri dengan para perantau yang saat ini juga masih berjuang di ibukota. Bersama para kru dan cast, saya membuat “Srimulat” Hidup Memang Komedi” dengan penuh passion dan haru. Karena saya sendiri juga memiliki memori personal dengan Srimulat,” kata sutradara Fajar Nugros.

Film “Srimulat: Hidup Memang Komedi” akan tayang pada 23 November 2023 di seluruh jaringan bioskop di Indonesia. Penonton akan segera menyaksikan perjalanan komedi “Yang Maha Tawa” dari para anggota grup lawak legendaris Indonesia, Srimulat.

(Vic)

Resmikan Gedung SD Ananda, Chairman KT&G Welfare Foundation Mr Min Youngjin: Pendidikan Ciptakan Dunia Lebih Baik

0

IndonesiaVoice.com  – KT&G Social Welfare Foundation dan Happy People meresmikan gedung SD Ananda yang dilengkapi dengan fasilitas berupa laboratorium komputer, laboratorium ilmiah dan perpustakaan, yang berlokasi di Bojong Kulur, Bogor, Jawa Barat, Rabu (25/10/2023).

Tidak hanya itu, gedung SD Ananda juga dilengkapi, antara lain, dengan peralatan meja, kursi, papan tulis, toilet yang bersih dan nyaman di setiap lantai. Pembangunan gedung SD Ananda ini merupakan bantuan dari KT&G Social Welfare Foundation dan Happy People, sebuah organisasi LSM dari Korea Selatan.

Hadir dalam peresmian tersebut, antara lain, Chairman KT&G Welfare Foundation Mr. Min Youngjin , Director Happy People Mr. Cho Jaehyun, Perwakilan Kedubes Korea Selatan, Ketua Yayasan Pendidikan Ananda Tersayang Ir Sarli P Pasaribu, SE, SPd, Kepala Sekolah SD Ananda Vera Bulan DL Tobing, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, pemkab setempat, para guru dan perwakilan orangtua serta tokoh masyarakat.

KT&G Social Welfare Foundation dan Happy People meresmikan gedung SD Ananda
Prosesi pengguntingan pita peresmian Gedung Sekolah SD Ananda Bojong Kulur yang dilakukan KT&G Social Welfare Foundation dan Happy People serta pihak sekolah dan perwakilan lainnya yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat, Rabu (25/10/2023). Dari kanan: Vera Bulan DL Tobing, Sarli P Pasaribu, Bayu Kusumo, perwakilan Pemkab Bogor, Didi Saifudin, Mr. Min Youngjin dan Mr. Cho Jaehyun.

Peresmian Gedung Sekolah SD Ananda Bojong Kulur ditandai dengan pengguntingan pita yang dilakukan oleh jajaran KT&G Social Welfare Foundation, Happy People, Perwakilan Kedubes Korea Selatan, pihak sekolah, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, perwakilan Pemerintah Kabupaten Bogor dan perwakilan orang tua murid.


Chairman KT&G Welfare Foundation Mr. Min Youngjin, dalam sambutannya, mengatakan perbaikan lingkungan gedung sarana dan prasarana pendidikan akan menjadi landasan bagi harapan dan masa depan anak-anak untuk mewujudkan impian dan cita cita mereka.

“Pada kesempatan ini, kami memberikan sarana dan prasarana pendidikan yang lebih baik kepada generasi muda, khususnya SD dan SMP Ananda sehingga dapat berperan penting dalam membantu mereka menjadi pemimpin di masa depan,” jelas dia.

Mr. Min Youngjin melanjutkan, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan akan memungkinkan generasi muda di seluruh dunia untuk mendapatkan kesempatan pendidikan untuk membangun kehidupan bangsa yang lebih baik.

“Kami percaya pendidikan akan membawa perubahan masa depan dan menciptakan dunia yang lebih baik. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang memberi hatinya di dunia pendidikan sehingga kita semua berkembang dalam mencapai impian masa depan,” pungkasnya.

Anak-Anak SD Ananda Bojong Kulur Gembira dengan gedung sekolah yang baru.



Ketua Yayasan Pendidikan Ananda Tersayang, Ir Sarli P Pasaribu, SE, SPd, mengucap syukur pembangunan Gedung SD Ananda dapat berlangsung dengan baik dan dihadiri langsung oleh 12 orang dari Korea Selatan, baik dari jajaran KT&G dan Happy People.

“Kita berharap nanti juga akan ada pembangunan selanjutnya, berupa pembangunan koperasi, UKS, kantin, gedung SMP dan SMA,” urai dia.

Lebih jauh Sarli membeberkan, gedung SD yang dibangun saat ini terdiri dari tiga lantai dengan 9 kelas dimana masing-masing lantai terdiri dari tiga kelas. Juga, ada laboratorium di lantai 1, laboratorium komputer di lantai 2 berjumlah 32 unit komputer, dan perpustakaan di lantai 3.

Sarli mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada KT&G dan Happy People yang merespon cepat permohonan pembangunan gedung SD Ananda.

KT&G Social Welfare Foundation dan Happy People meresmikan gedung SD Ananda
Ketua Yayasan Pendidikan Ananda Tersayang, Ir Sarli P Pasaribu, SE, SPd (Kiri) memberikan cindera mata berupa piagam penghargaan kepada Chairman KT&G Welfare Foundation Mr. Min Youngjin (Kanan)



“Kami masukkan proposal permohonan bantuan pembangunan gedung SD ini pada November 2022 dan langsung dijawab bulan Januari dengan memulai proses pembangunan,” tukasnya.

Perwakilan Dinas Kabupaten Bogor, Didi Saifudin, juga mengapresiasi setinggi-tingginya kepada KTG dan Happy People yang telah membantu dan peduli pada dunia pendidikan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Bogor.

“Mereka sangat peduli dan baik membantu dunia pendidikan di Indonesia. Mudah-mudahan ini bukan awal dan akhir, tapi berkelanjutan dalam membantu sekolah-sekolah yang sangat membutuhkan bantuan mereka untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan,” pungkasnya.

Perwakilan orang tua murid, Bayu Priadi Kusumo MPd K, mengungkapkan kegembiraannya atas kehadiran Gedung baru SD Ananda yang telah selesai dibangun dengan segenap fasilitasnya.

KT&G Social Welfare Foundation dan Happy People meresmikan gedung SD Ananda
Penjelasan Singkat Denah Lokasi Pembangunan SD Ananda



“Kami berharap dengan adanya fasilitas pendidikan yang ada semakin memacu untuk menjadi sekolah ramah anak, sekolah yang bergembira, menyenangkan, sekolah yang mampu menjembatani minat belajar anak dalam membentuk masa depannya,” tandasnya.

Usai prosesi pengguntingan pita, Pimpinan KT&G Social Welfare Foundation dan Happy People beserta jajarannya mendengarkan langsung penjelasan perihal denah pembangunan gedung dan dilanjutkan meninjau hasil pembangunan gedung sekolah berlantai 3 tersebut.

KT&G Social Welfare Foundation dan Happy People meresmikan gedung SD Ananda
Pemotongan Nasi Tumpeng

Acara peresmian diakhiri dengan acara pemotongan nasi tumpeng. Sarli Pasaribu memberikan langsung nasi tumpeng kepada seluruh Pimpinan KT&G dan Happy People beserta jajarannya.(*)

(Amb)

Tech Thrills: Immerse in the Future with VR Innovations

0

In the vast expanse of the cosmos, humanity has always been driven by an insatiable curiosity to unravel the mysteries of the universe. Science, innovation, and space exploration stand as the pillars of our progress, propelling us into a future filled with endless possibilities. In this blog article, we delve into the thrilling world where these three elements converge, shaping the way we perceive the universe and revolutionizing the world we live in.

Innovation, the practical application of creative ideas, bridges the gap between knowledge and tangible solutions. In recent years, innovations such as artificial intelligence, renewable energy sources, and advanced healthcare systems have reshaped societies, offering glimpses into a future where the impossible becomes attainable.

Gadgets: Bridging the Gap Between Science and Society

Gadgets, the everyday marvels that shape our lives, bridge the gap between scientific discoveries and society. From smartphones and wearable devices to smart home appliances and virtual reality headsets, gadgets have become an integral part of modern existence. These devices not only facilitate communication and entertainment but also serve as essential tools for scientific research and space exploration.

Imagine a world where space tourism is as accessible as a plane ticket, where innovative gadgets enable us to explore the farthest reaches of the universe from the comfort of our homes. Picture a future where sustainable technologies mitigate the impact of climate change and preserve our planet for generations to come. This vision of the future is not a distant dream but a tangible reality on the horizon, waiting to be shaped by the brilliant minds and innovative spirit of humanity.

Innovation: Transforming Ideas into Reality

  • Problem-Solving: Innovation is not just about inventing new gadgets or technologies; it is primarily about creative problem-solving. Innovators identify existing challenges and develop novel solutions to address them.
  • Interdisciplinary Approach: Innovation flourishes when diverse minds collaborate and share their expertise. It thrives on interdisciplinary approaches that bring together individuals from various fields such as science, engineering, design, and business.
  • Continuous Improvement: Innovation is a dynamic and ongoing process that demands adaptability and a willingness to embrace change. Successful innovators understand the importance of continuous improvement.

As the world becomes increasingly aware of environmental issues, technology developers are focusing on creating gadgets that are not only advanced but also environmentally conscious. Solar-powered chargers, energy-efficient smart home devices, and biodegradable phone cases are just a few examples of how gadgets are evolving to reduce their ecological footprint.

These innovations represent a significant shift in the tech industry, highlighting the potential for gadgets to not only improve our daily lives but also contribute positively to environmental conservation. By integrating green technologies into everyday devices, we are stepping into an era where gadgets not only bridge the gap between science and society but also play a vital role in fostering a sustainable future.

Self-Driving Cars: The Road to Autonomy

0

In the vast expanse of the cosmos, humanity has always been driven by an insatiable curiosity to unravel the mysteries of the universe. Science, innovation, and space exploration stand as the pillars of our progress, propelling us into a future filled with endless possibilities. In this blog article, we delve into the thrilling world where these three elements converge, shaping the way we perceive the universe and revolutionizing the world we live in.

Innovation, the practical application of creative ideas, bridges the gap between knowledge and tangible solutions. In recent years, innovations such as artificial intelligence, renewable energy sources, and advanced healthcare systems have reshaped societies, offering glimpses into a future where the impossible becomes attainable.

Gadgets: Bridging the Gap Between Science and Society

Gadgets, the everyday marvels that shape our lives, bridge the gap between scientific discoveries and society. From smartphones and wearable devices to smart home appliances and virtual reality headsets, gadgets have become an integral part of modern existence. These devices not only facilitate communication and entertainment but also serve as essential tools for scientific research and space exploration.

Imagine a world where space tourism is as accessible as a plane ticket, where innovative gadgets enable us to explore the farthest reaches of the universe from the comfort of our homes. Picture a future where sustainable technologies mitigate the impact of climate change and preserve our planet for generations to come. This vision of the future is not a distant dream but a tangible reality on the horizon, waiting to be shaped by the brilliant minds and innovative spirit of humanity.

Innovation: Transforming Ideas into Reality

  • Problem-Solving: Innovation is not just about inventing new gadgets or technologies; it is primarily about creative problem-solving. Innovators identify existing challenges and develop novel solutions to address them.
  • Interdisciplinary Approach: Innovation flourishes when diverse minds collaborate and share their expertise. It thrives on interdisciplinary approaches that bring together individuals from various fields such as science, engineering, design, and business.
  • Continuous Improvement: Innovation is a dynamic and ongoing process that demands adaptability and a willingness to embrace change. Successful innovators understand the importance of continuous improvement.

As the world becomes increasingly aware of environmental issues, technology developers are focusing on creating gadgets that are not only advanced but also environmentally conscious. Solar-powered chargers, energy-efficient smart home devices, and biodegradable phone cases are just a few examples of how gadgets are evolving to reduce their ecological footprint.

These innovations represent a significant shift in the tech industry, highlighting the potential for gadgets to not only improve our daily lives but also contribute positively to environmental conservation. By integrating green technologies into everyday devices, we are stepping into an era where gadgets not only bridge the gap between science and society but also play a vital role in fostering a sustainable future.

Machine Learning: Transforming Data Science

0

In the vast expanse of the cosmos, humanity has always been driven by an insatiable curiosity to unravel the mysteries of the universe. Science, innovation, and space exploration stand as the pillars of our progress, propelling us into a future filled with endless possibilities. In this blog article, we delve into the thrilling world where these three elements converge, shaping the way we perceive the universe and revolutionizing the world we live in.

Innovation, the practical application of creative ideas, bridges the gap between knowledge and tangible solutions. In recent years, innovations such as artificial intelligence, renewable energy sources, and advanced healthcare systems have reshaped societies, offering glimpses into a future where the impossible becomes attainable.

Gadgets: Bridging the Gap Between Science and Society

Gadgets, the everyday marvels that shape our lives, bridge the gap between scientific discoveries and society. From smartphones and wearable devices to smart home appliances and virtual reality headsets, gadgets have become an integral part of modern existence. These devices not only facilitate communication and entertainment but also serve as essential tools for scientific research and space exploration.

Imagine a world where space tourism is as accessible as a plane ticket, where innovative gadgets enable us to explore the farthest reaches of the universe from the comfort of our homes. Picture a future where sustainable technologies mitigate the impact of climate change and preserve our planet for generations to come. This vision of the future is not a distant dream but a tangible reality on the horizon, waiting to be shaped by the brilliant minds and innovative spirit of humanity.

Innovation: Transforming Ideas into Reality

  • Problem-Solving: Innovation is not just about inventing new gadgets or technologies; it is primarily about creative problem-solving. Innovators identify existing challenges and develop novel solutions to address them.
  • Interdisciplinary Approach: Innovation flourishes when diverse minds collaborate and share their expertise. It thrives on interdisciplinary approaches that bring together individuals from various fields such as science, engineering, design, and business.
  • Continuous Improvement: Innovation is a dynamic and ongoing process that demands adaptability and a willingness to embrace change. Successful innovators understand the importance of continuous improvement.

As the world becomes increasingly aware of environmental issues, technology developers are focusing on creating gadgets that are not only advanced but also environmentally conscious. Solar-powered chargers, energy-efficient smart home devices, and biodegradable phone cases are just a few examples of how gadgets are evolving to reduce their ecological footprint.

These innovations represent a significant shift in the tech industry, highlighting the potential for gadgets to not only improve our daily lives but also contribute positively to environmental conservation. By integrating green technologies into everyday devices, we are stepping into an era where gadgets not only bridge the gap between science and society but also play a vital role in fostering a sustainable future.

Biotech Advances: Medicine’s New Frontier

0

In the vast expanse of the cosmos, humanity has always been driven by an insatiable curiosity to unravel the mysteries of the universe. Science, innovation, and space exploration stand as the pillars of our progress, propelling us into a future filled with endless possibilities. In this blog article, we delve into the thrilling world where these three elements converge, shaping the way we perceive the universe and revolutionizing the world we live in.

Innovation, the practical application of creative ideas, bridges the gap between knowledge and tangible solutions. In recent years, innovations such as artificial intelligence, renewable energy sources, and advanced healthcare systems have reshaped societies, offering glimpses into a future where the impossible becomes attainable.

Gadgets: Bridging the Gap Between Science and Society

Gadgets, the everyday marvels that shape our lives, bridge the gap between scientific discoveries and society. From smartphones and wearable devices to smart home appliances and virtual reality headsets, gadgets have become an integral part of modern existence. These devices not only facilitate communication and entertainment but also serve as essential tools for scientific research and space exploration.

Imagine a world where space tourism is as accessible as a plane ticket, where innovative gadgets enable us to explore the farthest reaches of the universe from the comfort of our homes. Picture a future where sustainable technologies mitigate the impact of climate change and preserve our planet for generations to come. This vision of the future is not a distant dream but a tangible reality on the horizon, waiting to be shaped by the brilliant minds and innovative spirit of humanity.

Innovation: Transforming Ideas into Reality

  • Problem-Solving: Innovation is not just about inventing new gadgets or technologies; it is primarily about creative problem-solving. Innovators identify existing challenges and develop novel solutions to address them.
  • Interdisciplinary Approach: Innovation flourishes when diverse minds collaborate and share their expertise. It thrives on interdisciplinary approaches that bring together individuals from various fields such as science, engineering, design, and business.
  • Continuous Improvement: Innovation is a dynamic and ongoing process that demands adaptability and a willingness to embrace change. Successful innovators understand the importance of continuous improvement.

As the world becomes increasingly aware of environmental issues, technology developers are focusing on creating gadgets that are not only advanced but also environmentally conscious. Solar-powered chargers, energy-efficient smart home devices, and biodegradable phone cases are just a few examples of how gadgets are evolving to reduce their ecological footprint.

These innovations represent a significant shift in the tech industry, highlighting the potential for gadgets to not only improve our daily lives but also contribute positively to environmental conservation. By integrating green technologies into everyday devices, we are stepping into an era where gadgets not only bridge the gap between science and society but also play a vital role in fostering a sustainable future.

Ini Wilayah Potensi Terjadi Tanah Longsor di DKI Jakarta Pada Oktober 2023

0

IndonesiaVoice.com  Prakiraan wilayah potensi terjadi gerakan tanah disusun berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari BMKG.

Menurut informasi dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), beberapa daerah di Provinsi DKI Jakarta berada di Zona Menengah, yaitu:

  1. Jakarta Selatan, meliputi wilayah Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan.

  2. Jakarta Timur, meliputi wilayah Cipayung, Kramatjati, dan Pasar Rebo.

Baca juga: Teriak Bersama di Bioskop! Starvision Kembali Meneror Lewat Film BANGKU KOSONG, Ujian Terakhir



Pada Zona Menengah dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Sementara pada Zona Tinggi, gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

Untuk itu, kepada Lurah, Camat, dan masyarakat diimbau untuk tetap mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal.

Sumber: @pvmbg_ Kementerian ESDM