Terkait Salam Dua Jari Di Mobil RI, JARNAS GAMKI GAMA: Pernyataan Ketua Bawaslu Prematur

gamki
Jarnas GAMKI Laporkan Jokowi ke Bawaslu soal Salam 2 Jari dari Mobil Presiden

IndonesiaVoice.com – Ketua Umum Jaringan Nasional Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia Ganjar Mahfud (JARNAS GAMKI GAMA) Rapen Sinaga menanggapi keterangan Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja terkait salam dua jari di Mobil RI.

Menurut Rapen Sinaga, Ketua Bawaslu RI tidak boleh menyimpulkan sendiri terhadap siapa yang mengacungkan salam 2 jari. Juga, tidak boleh berasumsi bahwa yang mengacungkan salam 2 jari adalah Iriana Jokowi.

“Seharusnya Ketua Bawaslu terlebih dahulu memeriksa dan mengkaji serta menginvestigasi dugaan pidana pemilu yang diadukan oleh JARNAS GAMKI GAMA terhadap presiden Joko Widodo 26 Januari 2024 lalu sesuai Pasal 94 ayat 2 UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum,” tegas dia.

Terhadap dugaan pidana pemilu, lanjut Rapen, seharusnya Bawaslu berkoordinasi dengan Gakkumdu (sentra penegakan hukum terpadu) sebagaimana pasal 1 ayat 38 dan pasal 93 huruf (i) UU Pemilu.


“Ketua Bawaslu terlalu cepat memberikan jawaban sebelum melakukan pemeriksaan, kajian, dan investigasi. Maka JARNAS GAMKI GAMA meminta agar Bawaslu bersikap adil dalam menjalankan tugas dan wewenangnya,” kata dia.

“Oleh karena itu, JARNAS GAMKI GAMA meminta agar ketua Bawaslu memanggil, memeriksa, mengkaji, dan melakukan investigasi terhadap terlapor presiden Joko Widodo segera,” imbuhnya.

Dalam Pengaduan ini, sambung Rapen, tugas Bawaslu adalah menyampaikan dugaan tindak pidana Pemilu kepada Gakkumdu sekaligus juga bagian penindakan terjadinya tindakan pelanggaran pemilu.


“Ketua Bawaslu sangat prematur dan bertindak unfairness sebagai wasit dalam pemilu. Hal ini sudah dilaporkan oleh Jarnas GAMKI Ganjar Mahfud, maka setiap komisioner tidak memberikan pernyataan di publik sebelum dilakukannya pemeriksaan kepada Joko Widodo sebagai Terlapor,” tegas dia.

Pasalnya, ujar Rapen, kewenangan Bawaslu adalah memeriksa, dan memutus setiap dugaan pelanggaran pemilu, akan tetapi Rahmat Bagja sebagai Komisioner Bawaslu sudah membuat kesimpulan tanpa memeriksa Joko Widodo. Hal ini adalah pelanggaran kode etik Bawaslu dan akan dilaporkan ke DKPP.

“Jarnas GAMKI Ganjar Mahfud meminta DKKP yang memeriksa Rahmat Bagja dan untuk itu Jarnas GAMKI akan membuat pengaduan kepada DKPP atas pelanggaran etik tersebut,” pungkasnya.


Sebelumnya, dikutip dari CNNIndonesia.com, Jumat, (26/1/2024), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyebut salam dua jari yang keluar dari mobil presiden Joko Widodo (Jokowi) harus dipastikan terlebih dahulu milik siapa.

Ketua Bawaslu Rahmat Bagja mengatakan hingga saat ini tidak ada pernyataan atau pengakuan resmi ihwal tangan siapa yang meluncur keluar dari mobil RI 1 dan mengacungkan salam dua jari itu.

“Pertanyaannya, kalau Bu Iriana bagaimana? Pejabat negara atau tidak Bu Iriana?” Bagja di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (26/1).

Menurut Bagja, peristiwa salam dua jari itu meluncur keluar dari mobil kepresidenan yang merupakan fasilitas negara bukan pokok utama dugaan pelanggaran pemilu. Bagja mengatakan pokok utamanya adalah siapa yang mengacungkan dua jari tersebut.


“Bukan [soal mobil]. Bu Iriana itu pejabat negara atau tidak. Kan itu,” kata dia.

Bagja menjelaskan untuk mencari tahu apakah peristiwa itu memenuhi unsur dugaan pelanggaran hukum atau tidak, maka harus berangkat dari subjek hukum yang melakukan perbuatan.

“Yang pertama, apakah yang dilakukan tersebut melanggar hukum atau tidak kan [berdasarkan] personnya. Yang menggunakan fasilitas negara siapa? Personnya juga kan itu. Nah, yang dilarang itu kan personnya. Presidennya,” ujar dia.

Sebelumnya, viral video diduga Iriana mengacungkan dua jari saat berkunjung ke Salatiga, Jawa Tengah. Iriana tampak mengeluarkan tangan kiri lalu menunjukkan dua jari ke masyarakat di sekitar.


Di pinggir jalan, tampak sejumlah warga yang membentangkan spanduk Ganjar-Mahfud. Mereka pun meneriaki nama Ganjar saat mobil kepresidenan melintas.

Jokowi mengatakan salam dua jari Iriana adalah bentuk kesenangan bertemu rakyat.

“Menyenangkan. Menyenangkan. Ya enggak tahu (mengapa) menyenangkan. Kalau ketemu masyarakat kan menyenangkan,” ungkap Jokowi di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (24/1).

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan