Muncul di Akun IsraeliPM, Netanyahu Sebut Posisi Tawar Israel di Timur Tengah Makin Kuat

YERUSALEM, IndonesiaVoice.com — Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengklaim militer Israel telah berhasil menciptakan zona penyangga keamanan yang secara efektif mengeliminasi ancaman invasi darat dari kelompok Hizbullah di perbatasan utara.

Pernyataan tegas ini disampaikannya dalam pertemuan khusus dengan forum direktur jenderal kementerian pemerintah dan kepala daerah dari wilayah garis depan konflik, yang disiarkan di Akun Youtube IsraelPM, Rabu (25/3/2026) WIB. 

Dalam pengarahannya, Netanyahu menyoroti beban berat yang dipikul oleh otoritas lokal di utara akibat jarak yang sangat dekat dengan Lebanon, yang membuat waktu peringatan serangan menjadi sangat singkat.


Baca juga: Terjebak Janji Manis Resolusi PBB, Prabowo Akhirnya Tarik Rem Darurat Pasukan Perdamaian RI untuk Gaza
Untuk menopang resiliensi warga, ia memastikan bahwa pemerintah membatalkan rencana pemotongan anggaran untuk wilayah utara, dan sebaliknya, akan menyuntikkan dana tambahan yang difokuskan pada rehabilitasi dan penanganan populasi rentan.

Dari perspektif militer dan geopolitik, Netanyahu menyampaikan evaluasi yang sangat optimis.

Ia menjabarkan bahwa selama hampir 40 tahun, Hizbullah telah membangun kekuatan dengan menumpuk sekitar 150.000 roket dan rudal yang diarahkan ke wilayah Galilea dan kota-kota Israel lainnya.


Baca juga: Dr John Palinggi Bongkar Ilusi Perang Timur Tengah dan Taktik Senyap Prabowo Lepas dari ‘Penjara Finansial Global’
Namun, ia mengklaim sebagian besar ancaman eksistensial tersebut kini telah berhasil disingkirkan.

“Kita menghadapi ancaman invasi darat dari ribuan pasukan teroris Radwan, baik dari atas maupun bawah tanah. Ancaman tersebut telah kita eliminasi. Kita telah menciptakan sabuk keamanan nyata yang tidak lagi memungkinkan adanya invasi darat ke Galilea,” tegas Netanyahu.

Ia menambahkan Israel kini terus memperluas zona penyangga tersebut untuk menjauhkan jangkauan rudal anti-tank dari permukiman sipil.


Baca juga: Panglima TNI Instruksikan Siaga 1 Antisipasi Konflik Timur Tengah, Dr. John Palinggi: Langkah Cerdas & Proaktif!
Lebih jauh, PM Israel ini menarik garis lurus antara konflik di Lebanon dengan konfrontasi berskala kawasan melawan Teheran.

Netanyahu menegaskan misi melumpuhkan Hizbullah tidak bisa dilepaskan dari kampanye militer menyeluruh melawan Iran, yang disebutnya masih terus berjalan secara intensif.

“Israel hari ini jauh lebih kuat dari sebelumnya, sementara Iran berada pada titik terlemahnya,” ujar Netanyahu, menyoroti pergeseran keseimbangan kekuatan di kawasan.


Baca juga: Ancaman Perang Timur Tengah Memanas, Prabowo Siapkan ‘Game Changer’: Matikan 13 GW Pembangkit Diesel
Ketegasan dan unjuk kekuatan militer Israel belakangan ini, menurut Netanyahu, telah mendatangkan efek domino pada peta diplomasi Timur Tengah.

Ia mengklaim negara-negara di kawasan kini memiliki penilaian yang berbeda terhadap kedudukan Israel.

“Hal ini menciptakan berbagai peluang untuk membentuk aliansi-aliansi baru yang sebelumnya sama sekali tidak pernah kita impikan, semua berkat apresiasi terhadap kekuatan negara dan keteguhan militer kita,” pungkasnya.

Video referensi:

 

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles