Eks Captain Pilot Garuda Indonesia Darwis Panjaitan: Pengamat Tahan Diri Komentar Soal hilangnya Pesawat Sriwijaya Air

Eks Captain Pilot Garuda Indonesia Darwis Panjaitan: Pengamat Tahan Diri Komentar Soal hilangnya Pesawat Sriwijaya Air
Eks Captain Pilot Garuda Indonesia Darwis Panjaitan

Jakarta (SIB) Mantan Kapten Pilot Garuda Indonesia, Darwis Panjaitan, mengimbau agar semua pihak, terlebih khusus para pengamat menahan diri untuk mengomentari lebih jauh penyebab terjadinya insiden Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang hilang di Kawasan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1).

“Saya mohon maaf kepada bapak-bapak yang saya hormati untuk menahan diri memberikan opini-opini. Kalau kita merasa diri pakar, lebih baik kita memberikan masukan kepada institusi yang berwenang. Bukan untuk dipublikasi kepada masyarakat apa yang ada dalam pikiran kita,” tegas Darwis Panjaitan di Jakarta, Jumat (15/1).

Pasalnya, lanjut Darwis, khawatir opini-opini tersebut akan mengganggu tim yang ditunjuk pemerintah, yang mendapat wewenang otoritas untuk mencari investigasi kejadian.

Hal lain diutarakan Darwis, bahwa begitu pesawat hilang, semua keluarga berharap masih ada harapan hidup walau hanya satu persen.


Baca juga: Dikabarkan Pesawat Sriwijaya Air Jakarta-Pontianak Hilang Kontak

“Nah ini belum ada sama sekali ketemu Black Box, kita sudah memberikan opini pesawat jatuh. Pesawat sudah begini dan sudah hancur. Dengan kata lain mengatakan bahwa penumpangnya dalam pesawat itu sudah meninggal. Bagaimana perasaan keluarga?” jelas Eks Chief Instructor Boeing 747 Garuda Indonesia ini.

“Tolong lah! Kita berikan kesempatan kepada tim yang di-koordinasikan oleh BASARNAS untuk melaksanakan tugas mereka termasuk untuk menemukan Black Box. Justru sebagai umat beragama, saya ingatkan kembali, apabila ada kejadian begini marilah kita berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa supaya diberikan mukjizat. Sebab tidak ada yang tidak mungkin,” imbuhnya.

Darwis juga mengajak semua untuk berdoa kepada tim yang tengah bekerja keras.

“Kalau dilihat, saya harus hormat kepada mereka yang melaksanakan tugasnya dengan penuh keseriusan dan tanggung jawab. Mencari Berusaha dengan segala cara dan usaha. Tidak mengenal lelah. Kalau untuk keselamatan, saya yakin mereka adalah orang-orang yang berkualitas sesuai dengan pendidikannya,” kata jebolan Akademi Penerbangan NASA, Cessnock, Australia ini.


Baca juga: Terbukti Ramalkan Pesawat Jatuh, “Mbak You” juga Ramalkan ini Tahun 2021

“Terima kasih buat bapak-bapak dari Basarnas dan KNKT yang telah bekerja keras. Juga, kepada panglima dan komandannya. Saya pribadi berdoa bapak-bapak mendapatkan balasan yang baik dari Tuhan demi mencari sesuatu yang berguna untuk masyarakat ini,” tambah dia.

Darwis mengamati komentar-komentar dan opini-opini yang berkembang di publik sama sekali tidak ada hubungannya. Dia mengakui dunia penerbangan di Indonesia masih terbilang asing.

“Kita akui, soal penerbangan masih hal yang eksklusif. Belum biasa. Beda mungkin dengan negara maju seperti Amerika yang sudah sudah biasa,” ucap Eks Flight Instructor Boeing 747 Garuda Indonesia ini.

Darwis juga mohon kepada media-media jangan menjadikan insiden ini untuk kepentingan komersil.


Baca juga: Dekan FH UKI Hulman Panjaitan: Penegakan Hukum terhadap Pelanggar HKI Masih Lemah dan Belum Jadi Prioritas  

“Kepada para media, terlebih khusus media elektronik agar juga menahan diri. Kita berikan kesempatan bagi tim yang telah dibentuk untuk bekerja. Kita harus mengedepankan kepentingan bangsa dan kemanusiaan,” kata Eks Simulator Instructor Boeing 747 Garuda Indonesia ini.

Darwis membeberkan contoh hilangnya MH370 Malaysia Airlines, yang sampai sekarang tidak tahu jatuhnya di mana.

“Kalau kita amati saat itu, adakah seorang pilot Malaysia atau pilot Singapura atau pakar-pakar atau yang merasa dirinya pakar di Singapura memberikan komentarnya? Tidak pernah ada yang memberikan komentar sampai sekarang,” urai dia.


Baca juga: Menhan Serahkan Bantuan Tiongkok ke Gugus Tugas Covid–19

“Tapi beribu maaf kepada kepada saudaraku yang saya hormati dan cintai ini yang banyak memberikan komentar di Indonesia yang nampaknya kelihatan sangat hebat, terkesan melebihi para pakar yang ada yang ada di dunia ini. Bayangkan saja, pesawat pun tidak pernah dia terbangkan, tapi sudah bicara tentang menerbangkan pesawatnya. Maaf saya sampaikan ini mengingatkan saudara-saudaraku supaya menahan diri,” tandasnya.

JAKARTA CHANNEL TV || OTT KPK Rp 14,5 Milyar baru Permulaan, Selisih Rp 110 ribu perpaket Bansos Kemana | Dr John Palinggi

OTT KPK Rp 14,5 Milyar baru Permulaan, Selisih Rp 110 ribu perpaket Bansos Kemana | Dr John Palinggi

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan