Minggu, Februari 22, 2026
No menu items!

Bukan Sekadar Seremoni, Komitmen Maruarar Sirait Menghadirkan ‘Allah yang Menyelamatkan’ Lewat Bakti Sosial

Must Read

Jakarta, IndonesiaVoice.com – Di tengah gemerlap gedung pencakar langit, lalu lintas yang tak pernah benar-benar tidur, serta ritme hidup kota metropolitan yang serba cepat, satu institusi kerap luput dari perhatian: keluarga. 

Padahal, dari sanalah nilai, karakter, dan harapan masa depan bangsa bertumbuh. Kesadaran inilah yang menjadi napas utama Seminar Natal Nasional 2025, yang pada 3 Januari 2026 digelar di Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Jakarta dengan subtema “Keluarga Bertahan di Tengah Tantangan Kota Metropolitan.”

Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian besar Natal Nasional 2025 yang mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, terinspirasi dari Matius 1:21–24. 



Sebuah tema yang terasa sangat relevan di tengah meningkatnya tekanan sosial, ekonomi, dan psikologis yang dihadapi keluarga Indonesia, khususnya di wilayah perkotaan.

Baca juga: Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga: Rangkaian Seminar Natal Nasional 2025 Dimulai di Sembilan Kota

Dari Bandung hingga Merauke, Merajut Kepedulian Nasional

Seminar ini dilaksanakan di sembilan kota, dari Bandung hingga Merauke, sebagai wujud komitmen untuk mendengar suara keluarga Indonesia dari berbagai konteks budaya dan geografis. 

Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa seminar ini bukan sekadar diskusi akademik, melainkan sebuah gerakan reflektif.

“Melalui seminar ini, kita ingin mengajak masyarakat kembali melihat keluarga sebagai fondasi kehidupan, tempat pertama nilai kasih, iman, dan harapan bertumbuh,” ungkap Maruarar.

Keterlibatan universitas, lembaga keagamaan, organisasi pemuda, hingga pemerintah daerah memperkaya perspektif seminar.



Dari Bandung, Medan, Manado, Palangkaraya, Ruteng, Ambon, Toraja, hingga Merauke, setiap kota menghadirkan cerita dan tantangannya sendiri—namun dengan benang merah yang sama: keluarga sedang diuji.

Jakarta, Wajah Tantangan Kota Metropolitan

Sebagai puncak rangkaian seminar, Jakarta dipilih bukan tanpa alasan. Kota ini adalah simbol modernitas sekaligus kompleksitas. 

Dalam sambutannya, Prof. Binsar Jonathan Pakpahan, Rektor STFT Jakarta sekaligus Koordinator Seminar Natal Nasional, mengajak peserta untuk jujur melihat realitas.

“Kota metropolitan menawarkan peluang, tetapi juga membawa tantangan besar bagi keutuhan keluarga. Kita perlu menguatkan kembali ikatan di dalamnya,” ujarnya.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Maruarar Sirait yang juga menjabat sebagai Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman. 



Dengan nada reflektif ia menyampaikan, “Saya hanya percaya satu jawaban: Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga. Dalam setiap persoalan keluarga, di sanalah Allah bekerja.”

Keluarga, Pondasi Bangsa

Pada panel utama, Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A, menegaskan hubungan erat antara keluarga dan masa depan negara. 

“Tidak mungkin kita memiliki negara yang ideal jika keluarga-keluarganya berantakan,” tegasnya.

Ia mengungkap data yang menggetarkan: tingginya angka perceraian dan dampaknya terhadap anak-anak. Banyak persoalan sosial, termasuk penyalahgunaan narkoba, berakar dari keluarga yang rapuh. Pesannya jelas—memperkuat keluarga berarti menyelamatkan generasi.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Prof. Stella Christie, Ph.D, mengingatkan hal sederhana namun sering terabaikan: komunikasi. 



“Mari makan bersama dan berbicara dengan anak-anak,” katanya. Di tengah kesibukan kota, momen kebersamaan kerap menjadi kemewahan yang sesungguhnya adalah kebutuhan dasar.

Dialog Lintas Iman dan Kepedulian Sosial

Sesi talkshow menghadirkan tokoh lintas gereja dan latar belakang, seperti Ketua Umum PGI Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty, perwakilan KWI, hingga aktivis lingkungan dari Muhammadiyah. Dialog ini memperlihatkan bahwa penguatan keluarga adalah agenda bersama lintas iman dan golongan.

Tak berhenti pada wacana, Panitia Natal Nasional 2025 juga menghadirkan aksi nyata. Bantuan pendidikan senilai Rp 10 miliar, 20.000 paket sembako, 35 ambulans, renovasi 100 gereja, hingga bantuan bagi korban bencana menjadi bukti bahwa pesan Natal dihidupi melalui tindakan.

Menariknya, bantuan ini datang dari berbagai elemen masyarakat lintas agama—sebuah potret indah toleransi dan gotong royong Indonesia.



Menuju Natal Nasional 2025, Harapan yang Dihidupi

Rangkaian seminar ini akan ditutup pada 29 Januari 2026 di Universitas Pelita Harapan. Seluruh rekomendasi kebijakan dan edukasi keluarga yang dirumuskan akan dipublikasikan sebagai kontribusi nyata bagi gereja, pemerintah, dan masyarakat luas.

“Semoga seminar ini menjadi berkat dan pengingat bahwa Natal bukan hanya dirayakan, tetapi dihidupi,” pungkas Maruarar Sirait.

Di tengah tantangan zaman, pesan itu terasa semakin relevan: ketika keluarga dikuatkan, bangsa pun diselamatkan.(*)

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest News

BOGOR, IndonesiaVoice.com — Merespons tantangan zaman dan meredam fenomena ketidakpastian di era digital yang berdampak pada kehidupan jemaat, HKBP...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img