Ancaman Perang Timur Tengah Memanas, Prabowo Siapkan ‘Game Changer’: Matikan 13 GW Pembangkit Diesel

JAKARTA, IndonesiaVoice.com — Bayang-bayang perang besar di Timur Tengah yang berpotensi melambungkan harga minyak mentah dunia hingga di atas USD 100 per barel memaksa Indonesia memutar otak.

Merespons ancaman krisis energi global, Presiden Prabowo Subianto menyiapkan langkah drastis: mematikan seluruh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan beralih total ke energi surya dan listrik.

“Ini wake up call, tapi ini juga akselerasi. Saya sudah kasih keputusan politik, paling lambat dua tahun kita harus punya tenaga surya 100 GigaWatt (GW),” ungkap Prabowo dalam sebuah diskusi panel.


Baca juga: Tamparan Keras untuk Dana Desa, Prabowo Ambil Alih Bangun 3.000 Jembatan Usai Teriakan Pelajar Nias
Saat ini, Indonesia masih mengoperasikan sekitar 13 GW pembangkit listrik berbahan bakar diesel yang dinilai terlalu membebani APBN akibat fluktuasi harga minyak dunia.

Prabowo menegaskan, dalam waktu dekat seluruh PLTD tersebut akan ditutup.

Ambisi transisi energi ini tidak berhenti di pembangkit listrik. Presiden juga menargetkan konversi besar-besaran kendaraan bermotor berbasis BBM (combustion engine) ke tenaga listrik.


Baca juga: Kelas Menengah Menyusut, Prabowo Pangkas Rp 308 Triliun ‘Anggaran Akal-akalan’ Demi Cegah Bom Waktu Sosial
Ia secara kritis menyentil industri otomotif raksasa seperti Toyota yang dinilainya masih lambat beralih dari BBM menuju ekosistem listrik murni.

“Semua motor, mobil, truk, traktor harus tenaga listrik. Kalau ada orang kaya yang mau pakai Lamborghini atau Ferrari bermesin bensin, silakan bayar harga minyak dunia,” tantangnya.

Berdasarkan simulasi pemerintah, peralihan ke motor listrik diyakini mampu menekan pengeluaran transportasi masyarakat hingga 80 persen, menjadikannya sebuah game changer di tengah ancaman krisis.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles